Anda di halaman 1dari 2

Dampak Amuk Massa

Oleh Muzdalifah, 1106005925



Pemicu : Amuk Massa di Indonesia
Definisi Masalah : Kurangnya pengetahuan masyarakat akan hukum yang mengatur
tentang HAM
Data Publikasi : Buku Ajar 3 MPKT A, halaman 73-84.

Amuk massa merupakan sebuah tindakan anarkis yang dilakukan perorangan maupun
kelompok yang dapat menyebabkan kerusakan fasilitas-fasilitas umum maupun hilangnya
nyawa seseorang. Pada umumnya, amuk massa terjadi karena adanya penyampaian
aspirasi yang anarkis. Selain itu, amuk massa juga bisa terjadi karena adanya provokator,
perselisihan antar kelompok dan perorangan, serta kurangnya pengetahuan masyarakat
akan hukum yang mengatur tentang HAM.
Dalam UUD 1945 tercantum peraturan tentang HAM antara lain hak untuk hidup, hak
untuk memperoleh keadilan, dan hak perlindungan dan bebas dari penyiksaan. Peraturan
tersebut sangat jelas dan nyata keberadaannya, namun dalam implementasinya di
kehidupan bermasyarakat masih sangat rendah. Sebagai contoh, kasus Begu Ganjang di
Dusun Buntu Raja Desa Sitanggor, Tapanuli Utara pada tanggal 15 April 2010. Dalam
kasus tersebut, tiga orang anggota keluarga yang diduga dukun Begu Ganjang tewas
dianiaya dan dibakar massa. Kasus tersebut menunjukkan betapa masih rendahnya
pengetahuan masyarakat akan hukum, terutama hukum yang mengatur tentang HAM, serta
budaya main hakim sendiri atau hukum rimba yang masih kental di masyarakat.
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat kita simpulkan bahwa tindakan amuk massa
merupakan tindakan yang tercela. Hal ini dikarenakan tindakan ini dapat menimbulkan
dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Dampak negatif tersebut dapat berupa
rusaknya fasilitas-fasilitas umum akibat perusakan dan pembakaran, hilangnya nyawa
seseorang, menciptakan suasana yang tidak kondusif, mengganggu ketertiban dan
ketentraman umum, serta menghilangkan rasa persaudaraan antar masyarakat Indonesia.
Kesimpulannya, tindakan amuk massa hanya dapat menimbulkan dampak negatif yang
dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan
pengetahuan kita akan hukum yang mengatur tentang HAM, jangan mudah terprovokasi
dengan isu-isu yang belum pasti kebenarannya, jangan mudah tersulut emosi dalam
menyampaikan aspirasi, dan menyadari bahwa tindakan amuk massa hanya membawa
dampak buruk bagi kita dan orang lain.