Anda di halaman 1dari 3

Masyarakat Desa dan Kota

Oleh Muzdalifah, 1106005925


Judul : Masyarakat Desa dan Kota serta Bentuk-bentuk Masyarakatnya
Pengarang : Rosa Diniari
Data Publikasi : Buku Ajar 2 Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi A,
halaman 72-75
Masyarakat pada sekarang ini tidak serta-merta tercipta dengan sendirinya, melainkan
mengalami perkembangan yang dimulai dari masa lalu sampai sekarang. Masyarakat
berkembang mengikuti perkembangan zaman. Namun, ada pula masyarakat yang
berkembang dengan caranya sendiri.
Bentuk-bentuk masyarakat bisa dilihat dari kriteria geografis, kriteria interaksi dan solidaritas
masyarakat, dan kriteria tingkat rasionalitas masyarakat. Berdasarkan kriteria geografis,
masyarakat dibedakan menjadi masyarakat desa dan masyarakat kota. Berdasarkan kriteria
interaksi dan solidaritas masyarakat, Emile Durkheim membagi masyarakat menjadi
masyarakat yang terikat solidaritas mekanis dan masyarakat yang terikat solidaritas organis.
Dilihat dari tingkat rasionalitas masyarakat, Max Weber membagi masyarakat menjadi
masyarakat tradisional dan masyarakat rasional.
Selain bentuk di atas, Gerhard Lenski membagi lima bentuk masyarakat berdasarkan
teknologi yang digunakan, yaitu sebagai berikut:
1. Masyarakat berburu dan pengumpul makanan.
Masyarakat berburu binantang dan mengumpulkan makanan untuk dikonsumsi sendiri.
Peralatan yang digunakan untuk memburu masih sangat sederhana. Mereka hidup secara
nomaden karena ketika tanaman dan binatang mulai habis, mereka pindah ke tempat
perburuan yang baru. Me r e k a belum mengenal pembagian kerja. Me r e k a
membagi pekerjaan h a n ya berdasarkan jenis kelamin, yaitu laki-laki berburu
binatang dan perempuan mengumpulkan sayuran untuk dikonsumsi.
2. Masyarakat penggembala dan hortikultura
Masyarakat ini mulai memelihara dan berternak hewan, sehingga disebut masyarakat
pastoral. Para perempuan pada masyarakat ini mulai bercocok tanam dengan
menggunakan peralatan yang sederhana, sehingga disebut masyarakat hortikultur.
3. Masyarakat agraria
Masyarakat agraria mengenal pemisahan pembagian kerja antara perempuan dan laki-
laki. Walau terjadi pemisahan pekerjaan, keutuhan keluarga tetap terjaga. Keluarga
melakukan fungsi produksi dan konsumsi secara bersamaan, sehingga disebut sebagai
petani subsisten.
4. Masyarakat Industri
Masyarakat industri tidak lagi memproduksi barang dengan menggunakan sumber
energi manusia, melainkan menggunakan tenaga mesin. Sehingga pekerjaan
berpindah dari rumah ke pabrik. Oleh karena itu, industrialisasi menyediakan fasilitas
transportasi dan komunikasi. Industrialisasi meningkatkan kemakmuran dan standar
hidup masyarakat. Namun, pertumbuhan pabrik membuat nilai-nilai tradisional,
kepercayaan, dan adat istiadat menjadi luntur.
5. Masyarakat Pascaindustri
Masyarakat pascaindustri menggunakan teknologi yang canggih untuk meningkatkan
kuantitas barang yang diproduksi dan kualitas barang tersebut. Dengan menggunakan
teknologi dan komputer, pekerjaan menjadi lebih efisien.

Masyarakat desa dan kota memiliki perbedaan yang dapat dilihat dari dimensi ruang, fisik,
dan ekologi.
Tabel perbedaan antara masyarakat desa dan masyarakat kota
Dimensi Masyarakat Desa Masyarakat Kota
Ruang Ruang kerja lebih terbuka
Jarak antara rumah dengan tempat
kerja berdekatan
Jarak antar rumah cenderung
berdekatan dalam jumlah kecil
Ruang kerja lebih tertutup
Jarak antara rumah dengan
tempat kerja jauh, sehingga
membutuhkan transportasi
Jarak antar rumah bervariasi
dalam kelompok menurut
kelas sosialnya
Fisik Masyarakat cenderung homogen
Mobilitas sosial stabil
Masyarakat cenderung resisten
terhadap inovasi (statis)
Masyarakat cenderung
heterogen dan spesifik dalam
bidang pekerjaan
Mobilitas sosial tinggi atau
labil
Masyarakat mudah menerima
inovasi dan perubahan
(dinamis)
Ekologi Musim dan cuaca sangat
menentukan kegiatan
masyarakatnya
Interaksi sosial terjalin kuat
Masih menjunjung tinggi nilai-
nilai, norma, adat dan budaya
yang berlaku
Kontrol sosial terikat pada adat
dan tradisi
Musim dan cuaca tidak
mempengaruhi kegiatan
masyarakatnya
Interaksi sosial terjalin
kurang kuat karena
persaingan yang
tinggimembuat masyarakat
individualis
Kontrol sosial menggunakan
hukum formal

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat senantiasa mengalami
perkembangan dari masyarakat berburu sampai masyarakat pascaindustri seperti sekarang ini.
Selain itu, masyarakat juga dapat dikelompokan berdasarkan bentuk-bentuknya. Salah satu
contohnya adalah bentuk masyarakat berdasarkan geografis yang dibedakan menjadi
masyarakat desa dan masyarakat kota. Masyarakat desa cenderung lebih sulit dalam
menerima perubahan, karena mereka masih berpegang teguh pada adat istiadat. Sedangkan
masyarakat kota cenderung lebih mudah menerima perubahan.