Anda di halaman 1dari 82

No. Tgl.

Status
Produk/Merek &
Materi Iklan
Dugaan Pelanggaran Pelaku Pelapor
1 07/02/06
B
Iklan TV dan Cetak
Tropicana Hi-Lo
Memberikan janji manfaat
produk yang tidak benar
Bridge Media
Servitama
DraftFCB
2 21/02/06
A1
Iklan TV Dji Sam Soe versi
"New Packaging"
Mempertunjukan bentuk
bungkus rokok
M&C Saatchi N/A
3 21/02/06
A1
Iklan TV Milk Kuat versi
"Taufik Savalas"
Hiperbolisasi, memperlihatkan
anak-anak dalam adegan-
adegan yang berbahaya,
menampilkan dramatisasi.
Perwanal Saatchi
& Saatchi
N/A
4 21/03/06
A2
Iklan TV Mezzo versi
"Speed F1" - mensponsori
F1 di Global TV
Dalam penayangan iklannya
tidak menampilan larangan
merokok.
Mega Pro N/A
5 21/03/06
B
Iklan TV dan Cetak AC LG
versi "Flu Burung"
Dalam penayangan iklannya
menampilkan pernyataan
"99,99% teruji membunuh
virus Flu Burung"
Semut Api
Colony
N/A
6 21/03/06
B
Iklan TV dan Cetak Djarum
Black Cappucino versi
"Cup"
Mendapat teguran dari BPOM
sehubungan degan visual
susunan cangkir yang dianggap
menyerupai batang rokok.
MACS909 MACS909
7 21/03/06
A1
Iklan TV Soffell versi
"Dokter Keluarga"
Endorser oleh model dengan
profesi dokter
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
STATUS DAN LAPORAN KASUS BADAN PENGAWAS PERIKLANAN PPPI 2005 - 2008
8 21/03/06
B
Iklan TV VAPE Mosquito Menampilkan pernyataan 'Bisa
Membunuh'
Dentsu
Indonesia
N/A
9 21/03/06
B
Iklan TV Jelly Garuda
Food versi "Kelas"
Penggunaan profesi guru dalam
iklan
N/A N/A
10 27/04/06
A1
Iklan TV Yamaha Jupiter Dalam penayangan iklannya
menampilkan 'Yamaha selalu
ter depan'
The Agency N/A
11 27/04/06
A1
Iklan Cetak Honda Supra
X 125 cc
Menggunakan pernyataan
superlatif" Selalu Lebih
Unggul"
Fortune Indonesia N/A
12 23/05/06
A2
Iklan TV Mio Topping
Versi Warrior vs Gery versi
"Reporter"
Perihal Peniruan Iklan, salah
satu adegan dr iklan TV tsb
telah meniru salah satu bagian
adegan dari iklan TV Mio
Topping versi Warrior dengan
menggunakan model iklan yg
sama, narasi yg sama dan
perilaku yg sama. Narasi yg
digunakan pd iklan TV Mio
Topping versi Warrior adalah '...
lanjut' . Untuk iklan TV Gery -
Garuda Food versi Reporter
adalah 'yang mau lanjut ikut' .
Direct by Garuda
Food
Publicis Metro
13 23/05/06
A1
Iklan TV Zestea versi
"Luna Maya"
Melakukan pengulangan (back
2 back) lebih dari dua kali.
Suris Com N/A
14 23/05/06
A1
Iklan TV Nutricia Meal
Time versi "Koki"
Menampilkan adegan berbaya
memasak yang dilakukan oleh
model anak-anak, dimana
terlihat bahwa pada saat
masakan matang 'mengepul
asap' keluar dari masakan tsb.
Tidak ada keterangan bahwa
adegan tsb di dramatisasi.
David N/A
15 23/05/06
A3
Iklan Radio TOP 1 Endorser membawa nama
yayasan "Penasehat Yayasan
Cinta Anak Bangsa"
N/A N/A
16 23/05/06
A3
Iklan Luar Ruang Slim Spa Mencantumkan pernyataan
superlatif:'Terefektif'
N/A N/A
17 20/06/06
A2
Iklan TV PSA Sania -
Yayasan Kanker Indonesia
PSA tsb menggunakan atribut
dokter dlm iklan promosi serta
nama Yayasan Kanker
digunakan sbg endorcer
Fortune Indonesia N/A
18 20/06/06
A1
Iklan TV Hit Elektrik Berpotensi melanggar EPI
karena merendahkan produk
lain serta menampilkan
pernyataan 'tidak ada yg lebih
bagus dari Hit'
Advantage
Advertising
N/A
19 20/06/06
A1
Iklan TV Trenz Sandwich
versi "Pemadam
Kebakaran"
Berpotensi melanggar EPI
karena menampilkan adegan
berbahaya (menaiki mobil
pemadam kebaran).
Pantarei Comms. N/A
20 20/06/06
A3
Iklan TV X-Ion versi
"Emang Kuda Lumping
Makan Kaleng?"
Berpotensi melanggar EPI
karena merendahkan produk
lain (tampak kaleng kemasan
produk pesaing)
N/A Dentsu Indonesia
21 20/06/06
A1
Iklan TV dan Cetak
Vitazone versi "Tes Botol
Dengan Air Panas"
Berpotensi melanggar EPI
karena merendahkan produk
lain (Mizone) dengan
menampilkan perbadingan yang
tidak jelas dasarnya.
JC & K Adv. Perwanal Saatchi
& Saatchi
22 01/08/06
A2
Iklan TV Buavita Ultra
Jaya versi "Download"
Berpotensi melanggar EPI
karena menampilkan pernyataan
'100% Apple J uice'
DDB Brainstorm N/A
23 01/08/06
A2
Iklan TV Dji Sam Soe versi
"Clove"
Menampilkan kandungan/
atribut rokok pd tampilan iklan
di TV
M&C Saatchi N/A
24 01/08/06
B
Iklan Luar Ruang Lucky
Strike
Menampilkan kandungan/ atribut
rokok pd tampilan iklan di
Billboard
PT Rama
Perwira
N/A
25 01/08/06
A1
Iklan Cetak Anlene Pada iklan Cetak tersebut
mengiklankan kata HALAL.
DraftFCB N/A
26 01/08/06
B
Iklan TV Primagama versi
"Tidur"
Menggunakan pernyataan
superlatif "Terpercaya"
N/A N/A
27 01/08/06
A2
Iklan TV Kacang Atom
Garuda versi "Komeng di
Warung"
Menggunakan pernyataan
superlatif "Paling Enak ,
Paling Renyah" dan "Emang
Paling Laku"
PT Advindo Ratu
Permata
N/A
28 01/08/06
B
Iklan TV Baygon Menggunakan pernyataan
superlatif "Perlindungan
Terpercaya"
N/A N/A
29 01/08/06
A2
Iklan TV Campina versi
"Blue Jack"
Ditemukan sebuah logo yang
sangat menyerupai logo Walls
pada salah satu bagian iklan tsb
dimana kemudian logo itu
dihancurkan oleh 2 tokoh Blue
Jack. Visualisasi ini
merendahkan pesaing.
Fortune Indonesia Lowe Indonesia
30 01/08/06
A1
Iklan TV Kalbe Farma
Pertumbuhan Anak - IDAI
Pada tampilan iklan ILM TV
tersebut merupakan iklan
korporat, yg mana sebagai iklan
korporat tdk dibenarkan
menggunakan atribut dokter.
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
31 01/08/06
A2
Iklan Cetak Bir Bintang di
majalah FMH, Popular,
Maxim
Iklan produk berakohol tidak
boleh beriklan di media massa.
TBWA (Materi)
dan Mindshare
(Media)
N/A
32 06/09/06
A1
Iklan Cetak Holcim versi
"Pisa Tower"
Menampilkan pernyataan 'untuk
fondasi terkuat'
Y&R Indonesia N/A
33 06/09/06
A1
Iklan Cetak Buavita
Orange Hi-Cal versi
"Spine"
Menampilkan pernyataan '
mengandung 100% kalsium
susu murni '
Bates Asia
Indonesia
N/A
34 06/09/06
A1
Iklan Cetak (ambient)
Decolgen versi "Perfume
Stick"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Perwanal Saatchi
& Saatchi
N/A
35 06/09/06
A1
Iklan TV Greenfields Fresh
Milk versi "Message"
Menampilkan pernyataan:
'Susu Segar Asli yang
Terbaik'
M&C Saatchi N/A
36 06/09/06
A1
Iklan Cetak Promag versi
"Baloon"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Lowe Indonesia N/A
37 06/09/06
A1
Iklan Cetak Promag versi
"Shark"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Lowe Indonesia N/A
38 06/09/06
A1
Iklan Radio Promag versi
"Seksi Wati"
Tidak memberikan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai " di akhir iklan Radio
Lowe Indonesia N/A
39 06/09/06
A1
Iklan Cetak Lionk Tattoo
versi "Cat & Spider"
Menampilkan visual
kekerasan/menakutkan.
Lowe Indonesia N/A
40 06/09/06
A1
Iklan Cetak (Sticker) TEBS
versi "Show Me The
Money"
Menampilkan/ menggunakan
visual kertas uang dalam
ukuran utuh tanpa tanda
"specimen"
JC & K Adv. N/A
41 06/09/06
A1
Iklan Cetak (Ambient)
Benadryl Cough Syrup
versi "Throats"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
JWT N/A
42 06/09/06
A1
Iklan TV CDR versi "Big
Food"
memberikan pernyataan:
'Sebesar apapun makanannya
tidak akan mencukupi kalsium
harian Anda'
JWT N/A
43 03/10/06
A1
Iklan TV Nutrisari Jeruk Melakukan sambung ulang
(back to back) lebih dari 2 (dua)
kali
PT, Bridge Media
Servitama
N/A
44 03/10/06
A1
Iklan TV Cussons Baby
Care versi "Bayi-Bayi
Indonesia"
Terdapat pernyataan 'Dua dari
sepuluh ibu tidak memakai
Cussons Baby'. Pernyataan
tsb didukung oleh pencantuman:
'berdasarkan riset ACNielsen
tentang U&A Ibu dan Anak
2006'
McCann Erickson Lowe Indonesia
45 03/10/06
A3
Iklan TV Sweety Pampers Melakukan sambung ulang
(back to back) lebih dari 2 (dua)
kali
N/A N/A
46 02/11/06
A1
Iklan TV Soffel versi "Jam
Dinding" (Bumper 5")
Mengandung pernyataan
superlatif: 'paling tahan lama' .
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
47 02/11/06
A2
Iklan TV, Bus Shelter &
Billboard Mizone versi "Be
100%"
Iklan tersebut menyebutkan
pernyataan ' Be 100%' dan
penampilan count-down yg
dapat menipu konsumen
(dimulai dari -2%)
Perwanal Saatchi
& Saatchi
N/A
48 02/11/06
A1
Iklan TV Rejoice Fruity
versi "Mudik"
Mencantumkan pernyataan
'selama persediaan masih
ada'.
Leo Burnett
Kreasindo
N/A
49 02/11/06
B
Iklan Cetak dan Billboard
XL
Iklan Cetak dan Billboard
tersebut memberikan
pernyataan 'Pertama
Terluas Tercepat '
Colman &
Handoko
N/A
50 02/11/06
A1
Iklan TV Zinc Shampoo Iklan TV tersebut melakukan
sambung ulang (back to back)
lebih dari 2 (dua) kali
Bintang Pratama N/A
51 02/11/06
A2
Iklan TV Pantene
Shampoo versi "Promosi
Berhadiah"
Terdapat pernyataan 'selama
persediaan masih ada'.
Grey Worldwide N/A
52 21/11/06
A2
Iklan TV Semen Gresik Terdapat pernyataan superlatif
'tak tertandingi'
ENRG - Surabaya N/A
53 21/11/06
B
Iklan Rokok LA Lights
Menthol versi "Mint"
Terdapat visual Daun Mint Dentsu
Indonesia
N/A
54 21/11/06
B
Iklan TV Indosat Menggunakan slogan yang mirip
dengan yang dirgunakan iklan
Bukrim. Pada iklan Bukrim:
'Cuma BUKRIM Yang Bisa
Begini' pada iklan Indosat:
'Cuma Indosat Yang Bisa
Begini'
DDB Brainstorm,
Media Agency:
DDB Advis
Hotline
55 21/11/06
B
Iklan TV MCDonald versi
"Ijab Kabul"
Menampilkan pasangan yg
melakukan upacara pernikahan
dgn mengucapkan janji
pernikahan. Dikhawatirkan iklan
tersebut akan menimbulkan isu
SARA di masyarakat serta
berpotensi melanggar EPI Bab II
C.
PT. Maharta
Mandiri (Non-
Anggota PPPI)
N/A
56 11/12/06
A2
Iklan Cetak Vitazone versi
"Pengawet dan Kepala
Rusa"
Merendahkan produk lain yg
mengandung pengawet serta
memberikan visual hiperbolisasi
yg tidak tepat
JC & K Adv. Perwanal Saatchi
& Saatchi +
Produsen produk
minuman Mizone
57 30/01/07
A1
Iklan TV Yamaha Motor
versi "Komeng (baju
sobek"
Menampilkan pernyataan
superlatif 'tercepat'
The Agency
58 30/01/07
A2
Iklan Cetak Heineken versi
"Christmas Tree"
Iklan tsb melanggar EPI karena
iklan tersebut menampilkan
simbol2 dari minuman
beralkohol.
WPP/Mindshare
59 30/01/07
B
Iklan TV Kosmetik Tje Fuk Berpotensi melanggar EPI
karena iklan tidak boleh
menyalahkan gunakan istilah2
ilmiah dan statistik untuk
menyesatkan khalayak
CS MEDIA (non
anggota PPPI)
N/A
60 30/01/07
A2
Iklan TV Oral B Menampilkan penampilan dokter
(atribut dokter)
Grey Worldwide N/A
61 30/01/07
A2
Iklan Cetak Blok M Square Menampilkan pernyataan
superlatif terbaru ,
terstrategis, dan
terlengkap
Sentra Media
Pariwara
N/A
62 30/01/07
A1
Iklan TV & Cetak You C-
1000
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Chuo Senko N/A
63 30/01/07
A1
Iklan Cetak Suzuki Satria Memberikan pernyataan
superlatif: "Teknologi Tak
Tertandingi "
PT. Elmapuri
Gopita
N/A
64 30/01/07
A2
Iklan Cetak L.A. Movie
versi "Jiffest"
Tidak menampilkan peringatan
bahaya merokok.
WPP/Mindshare
Megapro
N/A
65 30/01/07
A1
Iklan TV On Clinic Ditayangkan bukan pada waktu
penayangan khusus produk
dewasa.
Best Komunika N/A
66 30/01/07
A2
Iklan TV dan Luar Ruang
Obat Batuk Kontrabat
(TVC versi "Bumper 5"")
Tiidak adanya tampilan
peringatan: "Baca Aturan
Pakai "
Korek Api N/A
67 30/01/07
A1
Iklan TV Leo Snack Menampilkan pernyataan
superlatif "paling enak"
Avicom
Airvertising
N/A
68 30/01/07
A1
Iklan Cetak LG KG 300 Menampilkan pernyataan
superlatif "paling lengkap"
Patcy Advertising N/A
69 30/01/07
A1
Iklan Cetak AC Sanken Menampilkan pernyataan
superlatif "paling sehat"
Istana Argo
Kencana
(ISBG/Bryan Kom
sebagai Agency
Media)
N/A
70 30/01/07
A2
Iklan Billboard, TV dan
Cetak Ocean Park BSD
City
Menampilkan pernyataan
superlatif "terlengkap,
termegah"
Midas (Mitra
Sarana Sejahtera)
N/A
71 30/01/07
A1
Iklan TV SMS Selebrities
versi "Agnes Monica 100%
asli"
Menyatakan: SMS Selebriti
100% asli. Bukan dari
manajer, bukan dari operator,
bukan dari siapa-
siapa....langsung dari gue"
Initiative N/A
72 30/01/07
A2
Iklan TV Curcuma Plus
versi "Ayunan"
Menyebutkan pernyataan
"mencerdaskan"
Artek Advertising N/A
73 30/01/07
A1
Iklan TV Sakatonik ABC
versi "Anak Indonesia"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Bintang Pratama N/A
74 30/01/07
A1
Iklan TV Telkomsel versi
"Dunia 3G"
Menampilkan pernyataan
"pertama dan terluas "
MACS909 N/A
75 30/01/07
A2
Iklan Cetak Season City Menampilkan pernyataan
superlatif teristimewa,
paling seru , dan terbesar
Sentra Media
Pariwara
N/A
76 30/01/07
A1
Iklan TV Suzuki Smash
versi "Wawancara"
Merendahkan produk pesaing
karena menampilkan -
walaupun telah berusaha
disamarkan - tapi masih cukup
jelas bahwa yang diucapkan
adalah produk pesaing
(Yamaha).
JC & K Adv. N/A
77 30/01/07
A3
Iklan TV Maca (DRTV) di
Metro TV
Penayangan iklan produk
dewasa yang tidak tepat waktu
penayangannya.
N/A N/A/
78 30/01/07
A1
Iklan TV Suzuki New
Smash versi "Soebronto
Laras"
Menampilkan pernyataan
superlatif "Best Design"
JC & K Adv. N/A
79 30/01/07
A2
Iklan TV dan Cetak
Tripoten
Menampilkan pernyataan
"biasa menjadi luar biasa"
(berkesan memberikan janji
yang berlebihan bagi suatu
produk obat/suplemen).
Activate N/A
80 30/01/07
A1
Iklan TV Biogesic Anak
versi "Bumper 5""
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
JC & K Adv. N/A
81 30/01/07
A1
Iklan TV Pasta Gigi
Formula versi "Tinju"
Melakukan perbandingan yang
idak sehat dan menggunakan
ikon dr iklan pesaing
Ogilvy Lowe Indonesia
82 20/02/07
B
Iklan TV Force Magic Berpotensi melanggar EPI
karena iklan tersebut
menjatuhkan produk pesaing
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
83 20/02/07
A1
Iklan TV Neo Entrostop
versi "SEKETIKA"
Iklan tersebut memberi kesan
obat yang berfungsi secara
cepat tanpa tenggang waktu
Hotline N/A
84 20/02/07
A1
Iklan Cetak Giant Menampilkan pernyataan
superlatif "termurah tanpa
penjelasan atas sumber klaim
tsb.
BBDO Komunika N/A
85 20/02/07
A2
Iklan TV Air Wick Iklan tersebut berpotensi
menjatuhkan produk pesaing.
Adwork! Euro
RSCG
N/A
86 20/02/07
A1
Iklan TV dan Cetak
Baygon Lifeline
Iklan tersebut menggunakan
tokoh dokter.
DraftFCB N/A
87 20/02/07
A3
Iklan TV Shinyoku Menampilkan pernyataan
superlatif "paling terang,
paling hemat, paling kuat
tanpa penjelasan atas sumber
klaim tsb.
N/A N/A
88 20/02/07
A3
Iklan TV Real Good Liquid
Milk versi "Basuki-Ulfa"
Menampilkan pernyataan
/anjuran "sediakan di rumah
setiap hari harus itu...harus!
yang dinyatakan oleh sumber
yang tidak kompeten.
N/A N/A
89 20/02/07
A2
Iklan TV dan Print
Sensodyne Toothpaste
Iklan tersebut menggunakan
tokoh dokter.
Grey Worldwide N/A
90 20/02/07
A2
Iklan Billboard Heinekken
Champions League
Iklan produk berakohol tidak
boleh muncul di media massa.
WPP/Mindshare N/A
91 20/02/07
A3
Iklan Radio CBD Ciledug Iklan memberikan pernyataan
janji berlebihan
N/A N/A
92 20/02/07
A2
Iklan Radio (adlibs)
Berocca Multivitamin
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
JWT N/A
93 20/02/07
A1
Iklan Cetak Yamaha
Jupiter MX
Menampilkan pernyataan
superlatif "desain terbaik,
teknologi terbaik dan best
value tanpa penjelasan atas
sumber klaim tsb.
Bende Ad &
Comm.
N/A
94 20/02/07
A1
Iklan Cetak McCann
Erickson di ADOI
Berpotensi menjatuhkan produk
pesaing dan penggunaan logo
pesaing tanpa ijin
McCann Erickson N/A
95 20/02/07
A1
Iklan Cetak Sony Ericson
K 800i 3G
Menampilkan pernyataan
superlatif "best of the best
tanpa penjelasan atas sumber
klaim tsb.
DDB Advis N/A
96 20/02/07
A2
Iklan TV Marimas Lemon
versi "Denada"
Menampilkan pernyataan
dengan istilah statistik yang
tidak jelas (100% Vitamin C)
Brand Concept
Communications,
Semarang
N/A
97 20/02/07
A3
Iklan Cetak Pikko Group Menampilkan pernyataan
superlatif "best view, best
access dsb tanpa penjelasan
atas sumber klaim tsb.
N/A N/A
98 20/03/07
A1
Iklan Cetak Alam Sutera Menampilkan pernyataan
superlatif "investasi terbaik
tanpa penjelasan atas sumber
klaim tsb.
Pariwara Prasanta N/A
99 20/03/07
A1
Iklan Cetak Obat Nyamuk
Semprot Raid
Menampilkan pernyataan
superlatif "wanginya paling
enak dan promosi dengan
kata: "selama persediaan
masih ada"
DraftFCB N/A
100 20/03/07
A2
Iklan Cetak RCTI versi
Light Up Your
Entertainment (ADOI)
Menampilkan pernyataan
superlatif "hottest program
tanpa dukungan atas klaim
tersebut.
Direct by RCTI N/A
101 20/03/07
A1
Iklan TV Tje Fuk versi
"Testimonial Ican Tahir"
Menampilkan pernyataan
superlatif "is the best tanpa
dukungan atas klaim tersebut.
CS Media N/A
102 20/03/07
B
Iklan Cetak Tje Fuk
(Harian Tempo )
Tampilan dalam format ILM
dengan berita yang mengutip isi
selebaran BPOM.
CS Media N/A
103 20/03/07
A1
Iklan TV dan Cetak
Permen XYLITOL
Iklan tsb melanggar EPI karena
iklan tersebut menggunakan
tokoh dokter
DM Pratama (TV)
Hakuhodo (Cetak)
N/A
104 24/04/07
A2
Iklan Balon Udara
Guinness versi "9 Ball
Tour"
Iklan produk berakohol tidak
boleh beriklan di media massa
McCann Erickson N/A
105 24/04/07
A3
Iklan Cetak Anker Bir di
Free Magazine
Iklan produk berakohol tidak
boleh muncul di media massa.
N/A N/A
106 24/04/07
A2
Iklan Cetak Bank BTN Menggunakan klaim "100%
Aman"
Dinamika Identa
Pratama
N/A
107 24/04/07
A2
Iklan TV (Sponsorship F1)
Class Mild
Iklan rokok ditayangkan di luar
jam tayang khusus iklan rokok
Direct by Class
Mild
N/A
108 22/05/07
A1
Iklan Billboard ATM BCA
(di Jl. Cawang -
Semanggi)
Menampilkan pernyataan
superlatif "terlengkap tanpa
dukungan atas klaim tersebut.
BBDO Komunika N/A
109 22/05/07
A2
Iklan TV Cola Candy Menampilkan pernyataan
superlatif "permen no. 1 tiada
tanding tanpa dukungan atas
klaim tersebut.
WOW
Communication
N/A
110 22/05/07
A2
Iklan TV Milkita Candy Menampilkan perbandingan "7
permen susu Milkita =1 gelas
susu berkalsium tinggi , yang
berpotensi menyesatkan
masyarakat.
MThree
Communications
N/A
111 22/05/07
A2
TV Permen Lolipop Milkita Menampilkan perbandingan "2
permen lollipop Milkita =1
gelas susu, yang berpotensi
menyesatkan masyarakat.
MThree
Communications
N/A
112 22/05/07
A1
Iklan TV Rexona
Deodorant
Menampilkan visual yang
berpotensi melecehkan produk
kategori lain (bedak deodoran)
Lowe Indonesia N/A
113 22/05/07
A1
Iklan TV Fren versi "Rp. 5
per 20"
Menampilkan visual asteriks
tapi tidak dijelaskan sehingga
berpotensi memberikan
informasi yang tidak lengkap
kepada konsumen.
Y&R Indonesia N/A
114 22/05/07
A1
Iklan TV dan Billboard
Shampoo Zinc
Menampilkan pernyataan
superlatif "hanya Zinc ahlinya
ketombe tanpa dukungan atas
klaim tersebut.
Interface N/A
115 22/05/07
A2
Iklan TV dan Cetak XL
Bebas versi "Sarang
burung"
Menampilkan pernyataan
"pulsanya gak abis-abis yang
berpotensi memberikan
informasi yang tidak benar
kepada konsumen.
Colman &
Handoko
N/A
116 22/05/07
A2
Iklan Cetak Obat Orodin
Spray
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
117 22/05/07
A1
Iklan Cetak dan Billboard
Gold Paperline
Menampilkan pernyataan
superlatif "Meet the Worlds
Whitest Paper tanpa
dukungan atas klaim tersebut.
Octis Marketing
Communication
N/A
118 22/05/07
A1
Iklan Radio Lavenda versi
Menghitung 1-20
Menggunakan pemeran anak-
anak untuk mempromosikan
produk yang bukan untuk anak.
DM Pratama N/A
119 22/05/07
A2
Iklan TV Katom Garuda
Snack versi "Komeng"
Menampilkan pernyataan
superlatif "paling enak tanpa
dukungan atas klaim tersebut.
Dentsu Indonesia N/A
120 22/05/07
A1
Iklan Promo TV Kampus
Etravaganza di Trans TV
Menampilkan pernyataan yang
berpotensi memberikan janji
berlebihan "pasti terkenal "
Direct by Trans
TV
N/A
121 22/05/07
A1
Iklan Cetak Promo RCTI di
ADOI Mei 2007
Menampilkan pernyataan
superlatif "terbesar,
teranggun, terbaik dan
terfavorit tanpa dukungan
atas klaim tsb.
Direct by RCTI N/A
122 22/05/07
A1
Iklan Cetak LG Televisi
versi "Beli TV Dapat TV"
Menampilkan pernyataan
promosi dengan kata: "selama
persediaan masih ada"
Direct by LG N/A
123 19/06/07
A1
Iklan TV So Klin Power All
In One versi "Titik Puspa"
Menampilkan pernyataan
superlatif "is the best tanpa
dukungan atas klaim tsb.
DM Pratama N/A
124 19/06/07
A2
Iklan TV, Cetak dan
Billboard Sunsilk Anti
Ketombe
Menampilkan pernyataan
superlatif "perlindungan tak
tertandingi tanpa dukungan
atas klaim tsb.
JWT N/A
125 19/06/07
A2
Iklan Cetak Thamrin
Residence Office Park
Menampilkan pernyataan
superlatif "paling strategis
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Media Usaha
Promo Indonesia
N/A
126 19/06/07
A2
Iklan TV Pantene
Shampoo versi "Artika
Sari"
Menampilkan pernyataan
"selama persediaan masih
ada
Grey Worldwide N/A
127 19/06/07
A2
Iklan Cetak TV Digitec
(Jawa Pos)
Menampilkan pernyataan
superlatif "tiada tanding, tiada
banding tanpa dukungan atas
klaim tsb.
Wahana Inter
Dimensi
N/A
128 19/06/07
A2
Iklan TV ESIA versi
"Ringgo"
Menampilkan pernyataan
superlatif "Talk time Esia tetap
paling lama tanpa dukungan
atas klaim tsb.
DM Pratama N/A
129 19/06/07
A2
Iklan TV Go Public MNC Menampilkan pernyataan
superlatif "Integrated Media
yang terbesar & terdepan
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Direct by RCTI N/A
130 24/07/07
A1
Iklan Black Cetak Canyon
Coffee (Garuda Inflight
Magazine)
Menampilkan pernyataan
superlatif"is the best tanpa
dukungan atas klaim tsb.
Jawa Ad N/A
131 24/07/07
A2
Iklan Cetak Canon Large
Format Printer
Menampilkan pernyataan
superlatif"tak tertandingi
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Direct by Data
Script
N/A
132 24/07/07
A2
Iklan TV Sandal Carvil dan
Carvil Shoes Waikie (2
materi)
Menampilkan pernyataan
superlatif"paling pas, tetap
yang terbaik tanpa dukungan
atas klaim tsb.
Kartina Wira Guna N/A
133 24/07/07
A3
Iklan Cetak Chang Sheew
Tian Ran Ling Yau
Tidak menampilkan peringatan
"Baca Aturan Pakai " dan
menggunakan pernyataan
"aman"
N/A N/A
134 24/07/07
A2
Iklan Cetak Citra Gran Menampilkan pernyataan
superlatif"hunian terbaik di
Cibubur tanpa dukungan atas
klaim tsb.
Sentra Media
Pariwara
N/A
135 24/07/07
A3
Iklan TV Contrexyn Menampilkan pemeran anak-
anak yang membeli obat sendiri
N/A N/A
136 24/07/07
A3
Iklan (berbentuk artikel)
Cetak Decolsin
Tidak menampilkan peringatan
"Baca Aturan Pakai "
N/A N/A
137 24/07/07
A1
Iklan TV Kondom Fiesta Iklan bersifat vulgar dan
terkesan melecehkan wanita
serta ditayangkan di luar jam
tayang untuk produk dewasa.
MACS909 N/A
138 24/07/07
A1
Iklan TV Good Day
Moccacino Coffee
Menampilkan pernyataan
superlatif"paling enak tanpa
dukungan atas klaim tsb.
Ad City N/A
139 24/07/07
A1
Iklan Cetak Honda Menampilkan pernyataan
superlatif "drive the very best
experience tanpa dukungan
atas klaim tsb.
Arc Worldwide N/A
140 24/07/07
A2
Iklan Cetak HSBC Menampilkan pernyataan
superlatif"best dining offer
tanpa dukungan atas klaim tsb.
JWT N/A
141 24/07/07
A2
Iklan Cetak Indosat IM2 Menampilkan pernyataan
superlatif"paling cepat tanpa
dukungan atas klaim tsb. Serta
pernyataan "selama
persediaan masih ada"
DDB Brainstorm N/A
142 24/07/07
A2
Iklan Cetak dan TV
Indosat IM3
Menampilkan pernyataan
superlatif"telepon kemana saja
sinyal kuat di mana saja
tanpa dukungan atas klaim tsb.
DDB Brainstorm N/A
143 24/07/07
A3
Iklan Cetak Olympic versi
"Back to School"
Menampilkan pernyataan
"selama persediaan masih
ada
N/A N/A
144 24/07/07
A2
Iklan Cetak Smart Panin
Bank
Menampilkan pernyataan
superlatif"pilihan terbaik
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Chuo Senko N/A
145 24/07/07
A3
Iklan Cetak Ramayana
Dept. Store
Menampilkan pernyataan
"selama persediaan masih
ada
N/A N/A
146 24/07/07
A2
Iklan Cetak Pertamina
versi "On the Move"
Menampilkan pernyataan
superlatif"pelayanan terbaik
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Ogilvy N/A
147 24/07/07
B
Iklan TV dan Cetak
Garnier Light Whitening
Menampilkan pernyataan hasil
riset hanya dari 29 wanita Asia
untuk mendukung klaim kulit
wajah lebih cerah 2 tingkat
dalam 28 hari
N/A Ogilvy
148 24/07/07
A3
Iklan Cetak Stimuno versi
"Ayunan"
Tidak menampilkan peringatan
"Baca Aturan Pakai "
N/A N/A
149 24/07/07
A2
Iklan TV Pop Drink Menampilkan pernyataan
superlatif"paling pop rasa
buahnya tanpa dukungan atas
klaim tsb.
Totalindo Sukses
Komunikatama
N/A
150 22/08/07
A1
Iklan Cetak Legian
Nirwana
Menampilkan pernyataan
superlatif"the most prominent
& popular locations in Bali
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Fortune Indonesia N/A
151 22/08/07
A2
Iklan Cetak The Mansion
at Kemang
Menampilkan pernyataan
superlatif "the most luxurious
residence" tanpa dukungan
atas klaim tsb.
Artek Advertising N/A
152 22/08/07
A3
Iklan Cetak Toshiba
Lemari Es
Menampilkan pernyataan
superlatif "Satu-satunya lemari
es dengan teknologi
terlengkap" tanpa dukungan
atas klaim tsb.
N/A N/A
153 22/08/07
A2
Iklan TV Neo Entrostop Iklan TV tersebut melakukan
pengulangan (back 2 back)
lebih dari dua kali.
Hotline N/A
154 22/08/07
A1
Iklan Cetak Indoparts versi
"Kuat Tak Tertandingi,
Pijakan Nyaman Putaran
Aman dan Laju Mantap di
Setiap Putaran"
Menampilkan pernyataan
superlatif "tak tertandingi "
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Narrada Adv. N/A
155 22/08/07
A1
Iklan Cetak Yummy Candy Menampilkan pernyataan yang
tidak senonoh/porno.
Freshblood N/A
156 22/08/07
A1
Iklan Cetak Hitam Tattoo
versi "Cowoxz, Kaki, dan
Kepala"
Menampilkan visual
hiperbolisasi yang tidak tepat
sehingga berpotensi
memberikan kesan dan pesan
yang salah kepada konsumen.
Petakumpet N/A
157 18/09/07
A2
Iklan Cetak Apartemen
Mitra Oasis
Menampilkan pernyataan
superlatif "apartemen paling
strategis di J akarta Pusat"
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Sapta Kresindo
Mandiri
N/A
158 18/09/07
A2
Iklan Cetak Apartemen
Mitra Oasis
Menampilkan pernyataan
superlatif "apartemen paling
strategis di J akarta Pusat"
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Sapta Kresindo
Mandiri
N/A
159 18/09/07
A2
Iklan Cetak Giant
Supermarket
Menampilkan pernyataan
superlatif "pasti termurah
dikota anda " tanpa dukungan
atas klaim tsb.
Gama Promo N/A
160 18/09/07
A2
Iklan Cetak Hypermart Menampilkan pernyataan
superlatif "dijamin termurah di
pasaran" tanpa dukungan atas
klaim tsb.
Cosmopolitan
Indotama
N/A
161 18/09/07
A1
Iklan Cetak Jakarta
Properti Expo 2007
Menampilkan pernyataan
superlatif "beli properti
investasi paling untung saat
ini" tanpa dukungan atas klaim
tsb.
Dyandra
Communication
N/A
162 18/09/07
A3
Iklan Kempinski
Residence
Menampilkan pernyataan
superlatif "Indonesias no. 1
address" tanpa dukungan atas
klaim tsb.
N/A N/A
163 18/09/07
A2
Iklan Cetak The Lavande -
Tugu Pancoran
Menampilkan pernyataan
superlatif "hunian cantik di
lokasi terbaik" tanpa dukungan
atas klaim tsb.
Sentra Media
Pariwara
N/A
164 18/09/07
A2
Iklan Mandiri Fiesta Menampilkan pernyataan
superlatif "terbesar & tersebar
di seluruh Nusantara " tanpa
dukungan atas klaim tsb.
Hotline N/A
165 18/09/07
A2
Iklan Cetak Promag versi
"Silahturahmi"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Brains & Co
(bagian dari
Octovate)
N/A
166 18/09/07
A2
Iklan Cetak Ramayana
Obral Gede-Gedean
Menampilkan pernyataan
superlatif "paling murah &
hemat" tanpa dukungan atas
klaim tsb.
Octis Marketing
Communication
N/A
167 18/09/07
A3
Iklan Cetak Pantai Indah
Kapuk - Sentra Industri
Terpadu
Menampilkan pernyataan
superlatif "lokasi strategis
dengan fasilitas terlengkap"
tanpa dukungan atas klaim tsb.
N/A N/A
168 18/09/07
A2
Iklan Cetak Smart Menampilkan pernyataan
superlatif "tarif paling
hemat....., ada bonus paling
hebat....paket ponsel paling
hebat, paling hemat..." tanpa
dukungan atas klaim tsb.
DraftFCB N/A
169 18/09/07
A2
Iklan Cetak Djarum Soccer
Liga Italia
Tidak menampilkan peringatan
bahaya merokok.
Mega Pro N/A
170 18/09/07
A1
Iklan Cetak VitaPlus
Growing up Milk (Bobo
Maret 2007)
Menampilkan visualisasi 1 gelas
susu Vita Plus = 1 piring nasi
lengkap dengan lauk pauknya.
Perbandingan yang
menyesatkan
Pantarei Comms. N/A
171 18/09/07
A1
Iklan TV & Cetak Vitalong-
C
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Tika Utama N/A
172 18/09/07
A2
Iklan TV Bismart versi
"Angkat Karung Beras"
Menampilkan visualisasi anak
dapat mengangkat karung
dipunggungnya. Hiperbolisasi,
memperlihatkan anak dalam
adegan-adegan yang
berbahaya.
Dentsu Indonesia N/A
173 18/09/07
A2
Iklan TV XL Bebas versi
"Berita Terkini"
Menampilkan visualisasi
membuang sim card di tempat
sampah, sehingga terkesan
melecehkan provider telepon
lainnya
Colman &
Handoko
N/A
174 18/09/07
A2
Iklan TV Xplor - XL Menampilkan pernyataan
superlatif "kualitas suara
bening no. 1tarif
terhemat.." tanpa dukungan
atas klaim tsb.
Colman &
Handoko
N/A
175 18/09/07
A3
Iklan TV Krupuk Udang
Finna
Menampilkan pernyataan
superlatif "the best family
choice" tanpa dukungan atas
klaim tsb.
N/A N/A
176 18/09/07
A1
Iklan TV Marimas versi
"Testimoni Aris &
Angelina"
Menampilkan pernyataan
dengan istilah statistik yang
tidak jelas (100% Vitamin C)
Brand Concept
Communications,
Semarang
N/A
177 18/09/07
A2
Iklan Cetak Bedak
Caladine
Produk obat-obatan melakukan
promosi berhadiah
Web Media
Interbuana
N/A
178 06/11/07
A3
Iklan Cetak Bank NISP Menampilkan pernyataan
superlatif "undian terbesar dan
nilai poin terbesar" tanpa
dukungan atas klaim tsb.
N/A N/A
179 06/11/07
A3
Iklan Cetak Kondominium Menampilkan pernyataan
superlatif "tetap termurah"
tanpa dukungan atas klaim tsb.
N/A N/A
180 06/11/07
A2
Iklan Cetak XL Bebas
Tong Kosong Nyaring
Bunyinya
Menampilkan ikon pesaing,
bertendensi merendahkan
pesaing.
Colman &
Handoko
N/A
181 06/11/07
A2
Iklan Cetak Indosat versi
Rp. 0,-
Visual Rp. 0,- yg menyolok
membuka kemungkinan
memberikan informasi yang
menyesatkan
DDB Brainstorm N/A
182 06/11/07
A2
Iklan TV Sakatonik ABC Iklan tsb berpotensi melanggar
EPI karena iklan tsb
memberikan pernyataan
"cerdas"
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
183 06/11/07
A1
Iklan TV Contrex Iklan TV tersebut melakukan
pengulangan (back 2 back)
lebih dari dua kali.
Tempo
Promosindo
N/A
184 06/11/07
A1
Iklan TV Ice Cream Walls
versi "Halal"
Pada tersebut mengiklankan
kata HALAL.
McCann Erickson N/A
185 06/11/07
A1
Iklan Cetak & Luar Ruang
Marlboro Mix 9
Menampilkan pernyataan
superlatif "cengkeh terbaik"
tanpa dukungan atas klaim tsb.
Leo Burnett
Kreasindo
N/A
186 21/11/07
A3
Iklan Cetak Metropolis
Town Square (Investor
Daily 20 Nov 2007)
Menampilkan pernyataan
superlatif "terbesar dan
terlengkap" tanpa dukungan
atas klaim tsb.
N/A N/A
187 21/11/07
B
Iklan TV Sensitif versi
"Tes Kehamilan di Closet"
Menampilkan visualisasi yang
vulgar.
DM Pratama N/A
188 21/11/07
B
Iklan TV Motor Yamaha
versi Irit"
Menampilkan pernyataan
superlatif "gak lagi yang paling
irit" tanpa dukungan atas klaim
tsb.
The Agency N/A
189 21/11/07
A1
Iklan TV Motor Yamaha
versi Banci
Menampilkan pernyataan dan
visualisasi yang cenderung bias
gender
The Agency N/A
190 26/11/07
A1
Iklan Cetak Rexona versi
"Katakan Cinta"
Menampilkan pernyataan yang
menjatuhkan pesaing (powder
deodorant)
Lowe Indonesia N/A
191 26/11/07
A1
Iklan Cetak Termorex versi
"Ducks"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Matari N/A
192 26/11/07
A1
Iklan Cetak Durex versi
"Tetris"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Optima Nara
Ekspresi
N/A
193 26/11/07
A1
Iklan Cetak Cerebrofit
versi "Gold Golden Boy"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
194 26/11/07
A1
Iklan Cetak Stimuno versi
"Beach"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Bates Asia
Indonesia
N/A
195 26/11/07
A1
Iklan Luar Ruang Komix
versi" Windmill"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Gugus Media
Terpadu
N/A
196 26/11/07
A1
Iklan Luar Ruang
Becombion Grow versi
"Tangga"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai ".
DDB Advis N/A
197 26/11/07
A1
Iklan TV Yamaha versi
"Tactical Mio"
Menggunakan pernyataan
superlatif "Selalu Terdepan".
The Agency N/A
198 26/11/07
A1
Iklan TV Djarum versi
"Beautiful Defence "
Tidak mencantumkan
peringatan bahaya merokok.
Karsa Ide & Karya
(Neo Adv.)
N/A
199 26/11/07
A1
Iklan TV Djarum versi
"Poetry in motion"
Tidak mencantumkan
peringatan bahaya merokok.
Karsa Ide & Karya
(Neo Adv.)
N/A
200 26/11/07
A1
Iklan TV Djarum versi
"Puppy Shuttlecock"
Tidak mencantumkan
peringatan bahaya merokok.
Karsa Ide & Karya
(Neo Adv.)
N/A
201 26/11/07
A1
Iklan Radio Fatigon versi
"Siap"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai ".
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
202 26/11/07
A1
Iklan Radio Fatigon versi
"Peras banting"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai ".
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
203 26/11/07
A1
Iklan Poster Termorex
versi "Car"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai ".
Matari N/A
204 26/11/07
A1
Iklan Mobile Durex versi
"Tetris"
Mengandung unsur pornografi
dan tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai".
Optima Nara
Ekspresi
N/A
205 26/11/07
A1
Iklan TV Durex versi
"Pleasure Max"
Mengandung unsur pornografi. Optima Nara
Ekspresi
N/A
206 26/11/07
A1
Iklan Cetak Hitam Tattoo
versi "Head & Body"
Mengandung hiperbolisasi
yang kurang tepat sehingga
dapat disalah artikan.
Petakumpet N/A
207 22/01/08
A1
Iklan TV Biskuat versi
"Karate anak anak"
Menampilkan visualisasi anak
dapat melompati sejumlah anak
lain, memperlihatkan anak
dalam adegan-adegan yang
berbahaya.
Perwanal Saatchi
& Saatchi
N/A
208 22/01/08
A3
Iklan TV Larutan Penyegar
Cap Kaki Tiga.
Menampilkan pemeran anak
untuk menawarkan produk
kesehatan
N/A N/A
209 22/01/08
A2
Iklan Cetak Esia Jangan
Terkecoh
Menggunakan tag line Jangan
terkecoh GSM mahal berlagak
mahal dimana kalimat tersebut
bernuansa merendahkan
pesaing.
DM Pratama N/A
210 22/01/08
A2
Iklan TV Bismart versi
"Super Kuat, Super Smart"
Menampilkan adegan yang
berbahaya (anak kecil
menangkat tempat tidur).
Mata Kreasi
(Creative)
Dentsu Indonesia
(Media)
N/A
211 22/01/08
A2
Iklan TV Snack POW versi
Paling Unik Paling Asyik
Menggunakan pernyataan
superlatif "paling".
Avicom
Airvertising
N/A
212 22/01/08
A2
Iklan TV Soffell Versi No.
1
Menggunakan pernyataan
superlatif No. 1.
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
213 22/01/08
C
Iklan TV Minyak Goreng
Sanco versi Lebih Bening
Pasti Lebih Sehat
Menampilkan pemeran yang
menggunakan model yang
mengenakan atribut kesehatan
(lab).
CS Media N/A
214 22/01/08
A2
Iklan Cetak The Wave at
Rasuna Epicentrum
Menampilkan asteriks tanpa
ada keterangan lebih lanjut.
Sentra Media
Pariwara
N/A
215 22/01/08
A2
Iklan TV DVD Vitron Menampilkan pernyataan
superlatif:"DVD terlaris 2005-
2006" tanpa bukti pendukung.
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
216 22/01/08
B
Iklan TV CDR Fortos versi
3 gelas susu.
Menampilkan perbandingan
yang bisa menyesatkan.
JWT N/A
217 22/01/08
A2
Tagline Baru Bank Mandiri
Terdepan
Menggunakan pernyataan
superlatif "Terdepan".
First Edition
Fortune Indonesia
Hotline
N/A
218 22/01/08
A1
Iklan TV Baygon Lifeline
Januari-Februari 2008
Iklan tersebut menggunakan
tokoh dokter.
DraftFCB N/A
219 18/03/08
A2
Iklan TV Anmum
versi"Jari"
Penggunaan tokoh dengan
atribut kesehatan.
BBDO Komunika N/A
220 18/03/08
A1
Iklan Cetak Orodin versi
"Say Ha"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai ".
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
221 18/03/08
A1
Iklan TV Daia versi "Alya
Rohali"
Menggunakan pernyataan
superlatif "Paling Putih".
Bintang Pratama N/A
222 18/03/08
A2
Iklan TV Hit Listrik versi
"Masih Pakai Anti Nyamuk
Bakar?"
Penggunaan kata "kuno" dan
visual yang merendahkan
penggunakan obat nyamuk
bakar.
Advantage
Advertising
N/A
223 18/03/08
A1
Iklan Radio Mama Lime
Wings versi "1000x
mencuci"
Iklan tersebut tidak memberikan
data pendukung yang obyektif
atas pernyataan 1000x
mencuci .
Bintang Pratama N/A
224 18/03/08
A1
Iklan Radio On Clinic Iklan produk dewasa wajib
ditayangkan di atas pk. 21.30
(iklan ini muncul di beberapa
stasiun radio di pagi sore hari).
Salita Citra Media N/A
225 18/03/08
A1
Iklan Cetak Parisian versi
"A Touch of Paris"
Menggunakan pernyataan
superlatif "the best fashion
store in town".
DM Pratama N/A
226 18/03/08
C
Pemunculan logo stasiun
TV saat jeda iklan
BPP menguatirkan konsumen
akan tidak mampu
membedakan mana yang iklan
dan mana yang editorial DAN
mana yang program TV.
ATVSI N/A
227 18/03/08
C
Promo acara Hole in The
Wall di RCTI
Menggunakan pernyataan
superlatif "terunik dan
terlucu tanpa bukti
pendukung.
Direct by RCTI N/A
228 22/04/08
B
Iklan TV 3 versi "Murah
SMS"
Pemakaian atribut anak sekolah
dan latar belakang sekolah
teladan .
Pantarei Comms. N/A
229 22/04/08
B
Iklan TV Kopi ABC versi
"Betul-Betul Mantap"
Persamaan ide dengan iklan
Kopi Kapal Api.
Ad City N/A
230 22/04/08
A1
Iklan TV Sejati versi "Aksi
Dangdut Paling Yahud"
Menggunakan pernyataan
superlatif "paling yahud".
Perwanal Saatchi
& Saatchi
N/A
231 22/04/08
A1
Iklan TV & Cetak CDR
Fortos versi "Lawan
Osteoporosis Sekarang"
Pada iklan tersebut tidak
mencantumkan peringatan
" Baca Aturan Pakai".
JWT N/A
232 22/04/08
A1
Iklan TV Dettol versi
"Perlindungan"
Penggunaan tokoh dengan
atribut kesehatan.
Adwork! Euro
RSCG
N/A
233 22/04/08
A2
Iklan Cetak Esia versi
"Penting Dicatat Buat
Pengguna GSM"
Iklan tersebut berpotensi
merendahkan produk pesaing.
DM Pratama N/A
234 22/04/08
A1
Iklan TV XL versi "Kawin
Sama Kambing"
Tidak mencantumkan periode
promosi secara jelas.
Drawing Squad N/A
235 22/04/08
A2
Iklan TV Extra Joss versi
"Grup Band Ungu"
Menggunakan pernyataan
superlatif "terlengkap".
JWT N/A
236 22/04/08
A2
Iklan TV Fiesta versi
"Paling Enak"
Menggunakan pernyataan
superlatif "paling enak".
Main Ad N/A
237 22/04/08
A2
Iklan TV Indosat versi
Itung Melulu
Tidak mencantumkan periode
promosi secara jelas.
Admax Network
Holdings Limited
N/A
238 22/04/08
A2
Iklan TV Kratingdaeng
versi "Project Pop"
Menggunakan pernyataan "No.
1 Di Dunia" tanpa pendukung
obyektif.
Chuo Senko N/A
239 22/04/08
A2
Iklan Cetak St. Moritz versi
"The Finest and Grandest
Development of All Time"
Menggunakan pernyataan
superlatif "The Finest &
Grandest" tanpa pendukung
obyektif.
Direct by Mandiri
Cipta Gemilang
N/A
240 22/04/08
A1
Iklan Cetak Fren versi
"Terus Gratis Sampai
Dower"
Tidak mencantumkan periode
promosi secara jelas meskipun
ada keterangan bahwa tarif yang
muncul di iklan itu adalah dalam
masa promosi.
Ideasphere N/A
241 22/04/08
A2
Iklan Cetak Pediasure
versi" Promo Gratis DVD"
Mencantumkan pernyataan
"Selama persediaan masih
ada"
Blue Circle
Advertising
N/A
242 22/04/08
A2
Iklan TV Ki Joko Bodo Mencantumkan pernyataan
"Saya akan membuat anda
lebih beruntung". Hal ini
merupakan janji yang
berlebihan.
Initiative N/A
243 22/04/08
A1
Iklan Cetak Kondom Sutra
versi "Say No to Edi
Tanzil"
Menampilkan penampilan visual
yang berbau pornografi (posisi
hubungan seksual).
Dibuat klien
sendiri, surat
dikirim
via MACS909
Dewan Pers
244 22/04/08
A1
klan Cetak Flexy versi
"Gratis Nelpon"
Menggunakan pernyataan
superlatif "Terhemat" tanpa
bukti pendukung obyektif.
Adwork! Euro
RSCG
N/A
245 22/04/08
A2
Iklan TV Maca versi
"Adrian Maulana"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai" dan penanyangan
produk dewasa tidak di jam
khusus dewasa.
Paramitra Media
Perkasa
N/A
246 22/04/08
A1
Iklan TV, Cetak & Luar
Ruang Axis versi "Tarif
Terbaik"
Menggunakan pernyataan
superlatif "Terbaik" tanpa bukti
pendukung obyektif.
Lowe Indonesia N/A
247 27/05/08
B
Iklan TV Country versi
"SBK"
Tidak mencantumkan
peringatan bahaya merokok.
Perwanal
Saatchi & Saatchi
N/A
248 27/05/08
A2
Iklan TV Emeron Lulur
Mandi versi "Ririn"
Menggunakan pernyataan
superlatif "terbaik" tanpa
pendukung yang obyektif.
Bintang Pratama N/A
249 27/05/08
A1
Iklan Cetak Ford Escape
versi "Promo DVD Player"
Iklan tersebut mencantumkan
pernyataan 'selama
persediaan masih ada'.
JWT N/A
250 27/05/08
A2
Iklan Cetak & Luar Ruang
Nu Green Tea
Menggunakan pernyataan
superlatif "Di balik godaan
rasanya ada pucuk green tea
terbaik" tanpa pendukung yang
obyektif.
Karsa Ide & Karya
(Neo Adv.)
N/A
251 27/05/08
C
Iklan TV Pertamina XP
versi "Rally"
Menggunakan pernyataan
superlatif "perlindangan
terbaik" dan "No. 1" tanpa
pendukung yang obyektif.
N/A N/A
252 27/05/08
A2
Iklan TV Mie Sedaap versi
"Sedap dan Bergizi"
Menampilkan perbandingan
yang cenderung menyesatkan
(menyamakan gizi/vitamin yg
terkandung dgn sayuran segar,
telur dsb.)
Bintang Pratama N/A
253 27/05/08
A2
Iklan Carvil versi "Back To
School"
Menggunakan pernyataan
superlatif "terbaik" tanpa
pendukung yang obyektif.
Kartina Wira Guna N/A
254 02/06/08
A3
Iklan TV Wiranto (versi
"Breaking news" sebelum
dan sesudah BBM naik)
dan iklan Cetak Wiranto
(versi "Semoga SBY
Tepati Janji")
Iklan tersebut mengungkit
masalah "janji" SBY untuk tidak
menaikkan harga BBM.
N/A N/A
255 17/06/08
A2
Iklan Cetak Axioo versi
"Bonus Terbatas "
Iklan tersebut mencantumkan
pernyataan 'selama
persediaan masih ada'.
Mitra Kreasi N/A
256 17/06/08
A1
Iklan Cetak Rasuna
Epicentrum versi "120
Hari"
Menggunakan pernyataan
superlatif "terlengkap" tanpa
pendukung yang obyektif.
Direct by Bakrie
Swasakti Utama
N/A
257 17/06/08
A1
Iklan Cetak The Tiffany
versi" Diamond Class
Living"
Menggunakan pernyataan
superlatif "The Most" tanpa
pendukung yang obyektif.
Blue Circle
Advertising
N/A
258 17/06/08
A1
Iklan Cetak A Mild versi
"Siapa Gonta Ganti Pacar"
Menawarkan hadiah bagi
peserta survei yag dilakukan
oleh produk rokok.
Initiative N/A
259 17/06/08
A1
Iklan Cetak Sony Ericsson
versi "Top 5"
Menggunakan pernyataan
superlatif "The Best" tanpa
pendukung yang obyektif.
DDB Advis N/A
260 15/07/08
A1
Iklan TV Promo Axis versi
"Weker "
Menggunakan pernyataan
superlatif "Termurah" tanpa
pendukung yang obyektif.
Lowe Indonesia N/A
261 15/07/08
C
Iklan TV Dancow versi
"1+"
Iklan tsb melanggar EPI karena
iklan tersebut menggunakan
tokoh ahli kesehatan.
Publicis Metro N/A
262 15/07/08
C
Iklan TVSoffel Spray versi
"Aman Untuk Keluarga"
Menampilkan visual
menyemprotkan obat nyamuk
di dekat makanan.
DM Pratama N/A
263 15/07/08
A1
Iklan Cetak HP Inkjet versi
"All-in-One"
Menampilkan kata superlatif
Terdepan.
Optimedia N/A
264 15/07/08
A2
Iklan Cetak Fatigon versi
"Booth Jakarta Fair "
Sebagai produk obat, Fatigon
tidak diperkenankan melakukan
promosi berhadiah.
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
265 15/07/08
A2
Iklan Cetak Legenda
Wisata Cibubur versi
"Harga Mulai 288 Juta"
Menggunakan pernyataan
superlatif "The Best" tanpa
pendukung yang obyektif.
Transito
Advertising
N/A
266 15/07/08
A2
Iklan TV Mama Lime versi
"1000 rupiah 1000x
Mencuci "
Iklan tersebut tidak memberikan
data pendukung yang obyektif
atas pernyataan 1000x
mencuci .
Bintang Pratama N/A
267 15/07/08
A1
Iklan Cetak SCTV versi "1
dari 4 orang Indonesia"
Iklan tersebut mencantumkan
pernyataan yang bisa disalah-
artikan oleh pemirsa.
Direct by SCTV N/A
268 15/07/08
A2
Iklan Cetak Stiebel Eltron Menggunakan pernyataan
superlatif "No. 1" tanpa
pendukung yang obyektif.
Dentsu Indonesia N/A
269 15/07/08
A2
Iklan TV Sabun Sirih
Sumber Ayu versi "Minati
Atmanegara"
Penggunaan tokoh dengan
atribut kesehatan
BessComm N/A
270 15/07/08
A1
Iklan TV Mortein versi
"Dobel Cepat Dobel Efektif
"
Penggunaan tokoh dengan
atribut kesehatan
Adwork! Euro
RSCG
N/A
271 15/07/08
A2
Iklan Cetak tvOne versi
"Survey TV Pemilu"
Menggunakan pernyataan
superlatif "Terdepan" tanpa
pendukung yang obyektif.
Direct by tvOne N/A
272 15/07/08
A1
Iklan TV Vitalis versi
"Wajah Baru Wangi Baru"
Menggunakan pernyataan
superlatif "Satu-Satunya" dan
"No. 1" tanpa pendukung yang
obyektif.
JC & K Adv. N/A
273 15/07/08
A1
Iklan Cetak XL versi "Satu-
Satunya Gratis Dua-
Duanya "
Menggunakan pernyataan
superlatif "Termurah" tanpa
pendukung yang obyektif.
Drawing Squad N/A
274 15/07/08
C
Iklan TV Gillette versi
"Promo Khusus di
Indomaret"
Menggunakan pernyataan
superlatif "The Best A Man
Can Get" tanpa pendukung
yang obyektif dan pencantuman
"selama persediaan masih
ada"
BBDO Komunika N/A
275 15/07/08
A3
Iklan TV Pemilu versi
"Achsan (Achmadi-
Sumartono (Jatim)"
Menampilkan pemberian
hadiah uang bagi pemirsa yang
pro Achsan.
N/A N/A
276 15/07/08
A3
Iklan TV Pemilu versi
"Eddy (Palembang)"
Menampilkan anak-anak
sebagai endorser suatu kegiatan
politik
N/A N/A
277 15/07/08
C
Iklan TV Forvita Margarine Menyebutkan klaim bahwa
margarine ini tidak
mengandung "lemak trans"
Hotline N/A
278 15/07/08
A1
Iklan Cetak & Poster Vigel
versi "Rahwana & Shinta"
dan "Jack & The
Beanstalk"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Matari N/A
279 15/07/08
A1
Iklan TV dan Cetak Agitan
versi "Bathroom"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Matari N/A
280 15/07/08
A1
Iklan Cetak & Poster Jamu
Sumber Makmur versi
"Ambeien", dan "Obat
Kuwatenan"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Petakumpet N/A
281 15/07/08
A1
Iklan Radio Nu Green Tea
versi "Hati Nurani"
Menggunakan pernyataan
superlatif "Terbaik" tanpa
pendukung yang obyektif.
Karsa Ide & Karya
(Neo Adv.)
N/A
282 15/07/08
A1
Iklan TV Djarum
Badminton Indonesia
Open versi "Netting"
Tidak mencantumkan spot
peringatan bahaya merokok
Karsa Ide & Karya
(Neo Adv.)
N/A
283 15/07/08
A1
Iklan Radio Merit Plus
versi "Restaurant" dan
"Ada Yang Salah"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Expresi Indah
Sinar Tama
(Existcomm)
N/A
284 15/07/08
A1
Iklan TV PSA versi
"Episode Tikus Berdasi"
Menampilkan adegan kekerasan
yang merangsang atau memberi
kesan membenarkan
terjadinya tindakan kekerasan
Motion Pictures
Akindo
N/A
285 15/07/08
A1
Iklan TV Sumber Ayam
versi "Tahlilan, Jihad dan
Berita Duka" (3 iklan)
Mempromosikan kata "HALAL" Srengenge Cipta
Imagi
N/A
286 15/07/08
A1
Iklan Materi Penunjang
Bintangin versi
"Punggung", "Kerokan
(Kaos)" dan "Hand-Dryer"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Mara Adv. N/A
287 15/07/08
A1
Iklan Media Luar Ruang
Puyer No. 16 versi
"Nabrak", "Kaca Pecah"
dan "Kepala Muter" serta
Iklan Cetak versi "Nabrak"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Mara Adv. N/A
288 15/07/08
A1
Iklan Cetak Bintangin versi
serta Iklan Cetak "Tour di
Jogja"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Mara Adv. N/A
289 15/07/08
A1
Iklan Materi Penunjang
Paperline Gold versi "Dear
Handsome"
Menampilkan pernyataan
superlatif "Meet the Words
Whitest Paper tanpa
dukungan atas klaim tersebut.
Octis Marketing
Communication
N/A
290 15/07/08
A1
Iklan Radio XL versi
"Kijang"
Menampilkan pernyataan
superlatif "Termurah tanpa
dukungan atas klaim tersebut.
Drawing Squad N/A
291 26/08/08
B
Iklan Cetak Flexi versi
"Cuma Flexi yang bisa
begini"
Menampilkan pernyataan
"Cuma Flexi yang bisa begini
yang mirip dengan tagline iklan
Bukrim
Adwork! Euro
RSCG
Hotline
292 26/08/08
C
Iklan TV Bintangin versi
"Slank"
Menampilkan pernyataan
"Langsung Hangat Langsung
Plong"
Advantage
Advertising
N/A
293 26/08/08
C
Iklan Cetak Dell Latitude
E6400 versi "Baterei
Terkuat Tahan 19 Jam"
Menampilkan pernyataan
superlatif "Terkuat tanpa
dukungan atas klaim tersebut.
WPP/Mindshare N/A
294 26/08/08
C
Iklan Cetak Djarum Black
Innovation Awards versi
"Grand Final 2008"
Menampilkan kegiatan
memberikan hadiah (promosi)
untuk suatu produk rokok.
Mega Pro N/A
295 26/08/08
C
Iklan TV & Luar Ruang
Indosat versi "Per
Sms/Telpon Rp. 0,1
Seharian"
Tidak mencantumkan
persyaratan khusus atas
promosi tersebut.
Admax Network
Holdings Limited
N/A
296 26/08/08
C
Iklan Cetak & Luar Ruang
Vitazone versi "Rasa Baru
Sirsak Lemon"/
Menampilkan perbandingan
yang dapat menyesatkan bagi
konsumen
DM Pratama N/A
297 26/08/08
B
Iklan TV Pantene versi
"Ada Berapa Banyak
Annisa"
Menampilkan pernyataan 90%
wanita setuju yang dapat
menyesatkan konsumen.
Grey Worldwide N/A
298 26/08/08
C
Iklan TV A Mild versi "Hasil
Survey Siapa Gonta-Ganti
Pacar"
Menampilkan angka yang
seakan-akan hasil suatu survei
tapi metodologinya sangat
dipertanyakan sehingga dapat
menipu konsumen.
Initiative N/A
299 23/09/08
C
Iklan Cetak Canon versi
"Lebaran Promo"
Iklan tersebut mencantumkan
pernyataan 'selama
persediaan masih ada'.
Bina Seksama
Cipta Kreasi
N/A
300 23/09/08
C
Iklan Cetak XL versi "HP
Termurah"
Iklan tersebut mencantumkan
pernyataan superlatif 'termurah'
tanpa data pendukung dan
pernyataan "selama persediaan
masih ada"
Creative Box
Indonesia
N/A
301 23/09/08
C
Iklan TV Kopiko versi "No.
1 di Dunia"
Iklan tersebut mencantumkan
pernyataan superlatif 'No. 1'
tanpa data pendukung
DM Pratama N/A
302 23/09/08
B
Iklan TV Indosat versi
"Mudik: Kehabisan Bensin
"
Dikeluhkan oleh The Agency
bahwa iklan tersebut berpotensi
merendahkan produk Yamaha
yang dikenal sebagai produk
yang irit.
N/A The Agency
303 23/09/08
A1
Iklan Cetak SCTV versi
"Zahra" dan Iklan Cetak
SCTV versi "Annisa"
Iklan SCTV versi "Zahra"
menampilkan grafik yang
menyesatkan. Baik versi
"Zahra" maupun "Annisa" tidak
mendapatkan ijin penggunaan
data riset untuk keperluan
materi iklan dari AGB Nielsen
Direct by SCTV AGB Nielsen
304 23/09/08
C
Iklan Luar Ruang Jack
Daniels di Bandara
Soekarno Hatta
Produk minuman beralkohol
tidak boleh beriklan di media
massa
N/A N/A
305 28/10/08
C
Iklan Cetak dan Luar
Ruang Class Mild Movie
versi "Barbie"
Tidak mencantumkan
peringatan bahaya merokok dan
pemasangan iklan di media
khusus remaja (Teen)
Direct by PT
Nojorono Tobacco
Indonesia
N/A
306 28/10/08
C
Iklan TV Betadine versi
"Sahur & Berbuka dr.
Sonia"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai " dan menggunakan
tokoh ahli kesehatan
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
307 28/10/08
C
Iklan Radio Expresso
Candy versi "Kopi Kosong"
Berpotensi merendahkan
produk pesaing.
Ad City N/A
308 28/10/08
C
Iklan TV Everjoy versi
"Dewi Perssik"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
N/A N/A
309 28/10/08
C
Iklan Cetak dan Luar
Ruang XL Provider versi
"Bayar 1 Menit Nelpon
Gratis 17 Jam/(Monyet"
Mencantumkan pernyataan
superlatif "termurah" serta
memberikan janji yang tidak
jelas.
Drawing Squad N/A
310 28/10/08
C
Iklan TV Global TV versi
"Promo Ulang Tahun"
Mencantumkan pernyataan
superlatif "terbaik" dan
"terindah"
Direct by Global
TV
N/A
311 28/10/08
C
Iklan TV Lampu Hannochs
versi "Hannochs Show"
Menyebutkan pernyataan
superlatif "terbukti paling
banyak dicari " tanpa
pendukung
Qmunikate N/A
312 28/10/08
C
Iklan TV Indocafe
Cappucino versi "Numero
Uno"
Menyebutkan pernyataan
superlatif "Numero Uno" tanpa
pendukung
N/A N/A
313 28/10/08
C
Iklan Cetak Salam Mie
versi "Mie Goreng Jawa"
Menyebutkan pernyataan
superlatif "paling enak" tanpa
pendukung
Transito
Advertising
N/A
314 28/10/08
C
Iklan TV Sharp Aquos
versi "Take Off"
Menyebutkan pernyataan
superlatif "No. 1" tanpa
pendukung
Hakuhodo N/A
315 28/10/08
C
Iklan TV Stimuno versi
"Mona Ratuliu, Ayunan"
Tidak mencantumkan
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Playgroup N/A
316 28/10/08
C
Iklan TV Sunsilk Shampoo
versi "Krisdayanti"
Menampilkan Krisdayanti
sebagai brand ambassador tapi
dengan memanipulasi panjang
rambutnya.
JWT N/A
317 28/10/08
C
Iklan TV, Cetak dan Luar
Ruang Telkomsel Kartu As
versi "Eva Celia Latjuba"
Menyebutkan pernyataan
superlatif "Kualitas No. 1"
tanpa pendukung
Hotline N/A
318 28/10/08
C
Iklan TV Sensodyne versi
"Konsultan Kesehatan
Gigi"
Menggunakan tokoh ahli
kesehatan
Grey Worldwide N/A
319 28/10/08
C
Iklan TV M-150 versi
"School Bus"
Menampilkan adegan
berbahaya/dramatisasi tanpa
peringatan sehingga dapat
memberikan kesan yang salah
ke konsumer
Ogilvy N/A
320 28/10/08
C
Iklan TV Optik Sahabat di
Bali TV (slide)
Menyebutkan pernyataan
superlatif "Optik Pilihan
Terbaik di Bali " tanpa
pendukung
Direct by Bali TV N/A
321 28/10/08
C
Iklan TV Simas Palmia
Margarine versi "Keluarga"
Menyebutkan pernyataan
superlatif "Kualitas
Margarinenya Terbaik" tanpa
pendukung
N/A N/A
322 28/10/08
C
Iklan TV Djarum Super
versi "Skate Board Gliding"
Menampilkan adegan
berbahaya tanpa peringatan
Mega Pro N/A
323 28/10/08
C
Iklan TV LA Lights versi
"Indie Festival.com"
Iklan rokok ditayangkan di luar
jam tayang khusus iklan rokok
Dentsu Indonesia N/A
324 28/10/08
C
Iklan TV Pelumas
Pertamina Enduro versi
"Promo Berhadiah 1 Juta"
Menyebutkan pernyataan
superlatif "No. 1 di Indonesia"
tanpa pendukung
N/A N/A
325 03/11/08
A1
Iklan Cetak Lomo Camera
versi "Fake"
Menampilkan visual yang tidak
senonoh.
Bates Asia
Indonesia
N/A
326 03/11/08
A1
Iklan Radio A Mild versi
"Gelar, Paten, Lebaran,
Listrik, Sinetron, Pacar,
Gak Penting, dan BBM"
Menawarkan hadiah pada iklan
produk rokok.
Bates Asia
Indonesia
N/A
327 03/11/08
A1
Iklan Cetak Bank Mandiri
versi "Hut RI 63 Tahun",
Iklan TV Kartu Kredit
Mandiri Visa versi
"Pamplona" dan Iklan TV
Korporat Bank Mandiri
versi "Elemen"
Mencantumkan pernyataan
superlatif " Terdepan"
First Edition N/A
328 03/11/08
A1
Iklan Radio Anlene versi
"Careless, Rushing, dan
Forgotten"
Cerita yang disajikan berbentuk
hiperbola yang dapat
menyesatkan konsumen
berkaitan dengan manfaat
produk.
BBDO Komunika N/A
329 03/11/08
A1
Iklan Radio Tolak Angin
Flu versi "Luar Kota" dan
Iklan TV Tolak Angin versi
"Truly Indonesia"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Cipta Pratama
Kreasi
N/A
330 03/11/08
A1
Iklan TV Laxamex versi
"Dump"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Cipta Pratama
Kreasi
N/A
331 03/11/08
A1
Iklan TV Balsem Lang
versi "Ramadhan"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
332 03/11/08
A1
Iklan Poster Lelap versi
"Banana, A Glass of
Water"
Tidak mencantumkan spot
peringatan "Baca Aturan
Pakai "
Dwi Sapta
Pratama Adv.
N/A
333 03/11/08
A1
Iklan Luar Ruang Buavita
versi "100% Real Fruit
Juice"
Tampilan media promosi
dengan menaruh jeruk asli
membuat konsumen berkesan
bahwa Buavita rasa Orange
kemasan tetrapack berisi 100%
jeruk asli.
Crush Advertising N/A
334 03/11/08
A1
Iklan Luar Ruang Cagub
Jabarversi" Bubble"
Penempatan stiker yang
ditempelkan di peserta Pilkada
lainnya (pesaing) bersifat
subvertising.
Taktik Promo
Comm.
N/A
335 03/11/08
A1
Iklan Cetak & Luar Ruang
Dancow versi "Dancow
Inspiring Parenting"
Menampilkan pernyataan
superlatif "Terbesar"
Cabe Rawit N/A
336 03/11/08
A1
Iklan Viral XL Prepaid versi
"VOIP Free Call"
Menampilkan kesan yang dapat
menipu konsumen; seakan-
akan benar-benar sedang
melakukan hubungan via VOIP.
Dentsu Indonesia N/A
337 03/11/08
A1
Iklan TV Pertamina Enduro
versi "Enduro Goes to
Moto GP"
Menampilkan pernyataan
superlatif "No. 1"
Fortune Indonesia N/A
338 03/11/08
A1
Iklan Luar Ruang
Danamon Western Union
versi "Money On Floor"
Menampilkan uang dalam
ukuran asli tanpa
mencantumkan kata "specimen"
Leo Burnett
Kreasindo
N/A
339 03/11/08
A1
Iklan TV Sumber Ayam
versi "Obituary, Jihad dan
Remembrance of God"
Tayangan mengandung unsur
sensitif yang berkaitan dengan
agama.
Srengenge Cipta
Imagi
N/A
340 18/11/08
A1
Iklan Radio Mustika Ratu
Susut Perut versi "Suara
Desah"
Suara desah terlalu ekstrim
sehingga dapat dikonotasikan
sebagai hal yang tidak
senonoh.
Cross Media N/A
341 18/11/08
C
Iklan Cetak Telkomsel
versi" Akses Data"
Menampilkan pernyataan
superlatif "Akses Data Terbaik"
MACS909 N/A
342 18/11/08
C
Iklan Cetak Heineken versi
"James Bond 007" (Free
Mgz.)
Iklan produk berakohol tidak
boleh beriklan di media massa
N/A N/A
343 18/11/08
C
Iklan Cetak Mix Max versi
"Biliyar" (Maxim Mgz.)
Iklan produk berakohol tidak
boleh beriklan di media massa
N/A N/A
344 18/11/08
B
Iklan TV Hit versi "Inez
Tagor"
Pelapor menyampaikan
keberatannya bahwa iklan tsb
menjatuhkan pesaing.
N/A DraftFCB
345 18/11/08
B
Iklan TV Soffel Spray
"Aman Untuk Keluarga"
Pelapor menyampaikan
keberatannya bahwa iklan tsb
memberikan informasi yang
tidak benar (menyemprotkan
obat nyamuk di dekat makanan)
N/A DraftFCB
346 18/11/08
B
Iklan TV Force Magic versi
"Racun Mengendap di
Bantal"
Pelapor menyampaikan
keberatannya bahwa iklan tsb
menampilkan perbandingan
tidak langsung yang dapat
menyesatkan konsumen.
N/A DraftFCB
A1 Menetapkan pelanggaran dan ditanggapi positif oleh pelaku pelanggaran
A2 Menetapkan pelanggaran dan tidak ditanggapi oleh pelaku pelanggaran - diteruskan ke PP PPPI / DPI
A3 Menetapkan pelanggaran tapi BPP PPPI tidak berhasil menemukan biro iklan / penanggung-jawabnya
B Memutuskan tidak bermasalah
C Kasus masih dalam proses
D Tidak dapat memberikan pendapat - diteruskan ke PP PPPI / DPI
Klien langsung
Tindakan Keputusan Keterangan
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah
BPP menerimajawaban yang
menjelaskan bahwa "Tulang
kuat bebas rematik" dimaksud
utk menyadarkan konsumen
bhw memiliki tulang yg kuat
saja percuma jika terserang
rematik.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.2.2.c
BPP mendapat informasi
bahwa agency yg
bersangkutan mendapat surat
teguran dr BPOM, yg kemudian
iklan tsb. telah dirubah.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.1.2.
EPI Bab III. A. No. 4.2.3.
BPP menerima jawaban yg
menyatakan bhw Iklan TV tsb
sudah dihentikan masa
tayangnya sejak 2 Maret 2006.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
PP RI No. 19/2003 Pasal 18
BPP tidak mendapatkan
tanggapan.
BPP telah mengirimkan surat
meminta hasil riset yang
mendukung kebenaran pernyataan
99,99% teruji membunuh virus
Flu Burung.
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah
BPP telah menerima surat
tanggapan pada dr Semut Api
Colony dengan bukti-bukti
pendukung.
BPP telah memberikan kepada
MACS909 da BPOM berkaitan
dengan iklan tsb.
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah karena
cukup jelas bahwa yang
ditampilkan adalah tumpukan
cangkir, bukan batang rokok.
BPP telah menerima surat
tanggapan dari BPOM yang
menyatakan iklan tsb tidak
bermasalah.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP menerima surat
tanggapan yang menyatakan
bhw iklan tsb sudah tdk
ditayangkan lagi.
STATUS DAN LAPORAN KASUS BADAN PENGAWAS PERIKLANAN PPPI 2005 - 2008
Dikarenakan iklan ini dibuat oleh
biro iklan dari salah satu anggota
BPP maka ia akan menyampaikan
kepada tim yang bersangkutan.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb tidak bermasalah
Pada rapat BPP 27 April 2006
telah hadir wakil dari Dentsu
Ind. yang memberikan
penjelasan perihal iklan TV
tersebut. BPP puas dengan
penjelasan tsb.
BPP telah mengirimkan surat tanya
ke PGRI (Prof. Dr. Moh. Surya)
mempertanyakan etika
penggunaan model guru pada
iklan.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb tidak bermasalah
Sampai saat ini BPP tidak
mendapatkan surat tanggapan
dari PGRI sehingga
diasumsikan tidak ada
masalah dengan penggunaan
tokoh guru pada iklan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah menerima
tanggapan yang meminta
waktu untuk perubah slogan
Yamaha tsb. sampai tahun
depan.
Surat dikirimkan pada tanggal 24
Mei 2006, BPP menghimbau agar
TVC tersebut dapat disesuaikan
dengan ketentuan, peraturan
secara etika periklanan yg berlaku.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
Jawaban formal tidak diterima
tapi biro iklan yang
bersangkutan secara verbal
menjanjikan akan
menghilangkan slogan
tersebut.
BPP akan mengecek kembali,
iklan TV mana yang lebih awal/
dahulu tayang pada TV station
serta akan memberi balasan surat
kepd Publicis Metro, bahwa kasus
iklan tersebut akan ditindak lanjuti.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.22.
BPP tidak mendapat
tanggapan dari pembuat iklan
tapi iklan tsb. sudah berhenti
ditayangkan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.2.2.
BPP tidak menerima surat
tanggapan dari Agency yg
bersangkutan, namun
tayangan iklan tsb yg
ditayangkan telah diperbaiki
sesuai dgn ketentuan EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.1.2.
EPI Bab III.A. No. 4.2.3.
BPP menerima surat
tanggapan yg menyatakan bhw
revisi akan siap pd tgl. 24 Agst
'06. Tapi s/d Feb. '07, materi
iklan masih tayang dan belum
diubah dan telah dilakukan
teguran via email. Materi baru
dirubah sekitar bulan Maret
2007 (dengan menambahkan
keterangan "Adegan ini
didramatisasi".
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.18.2.
BPP tidak menemukan biro
iklannya. Kasus ditutup.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP tidak menemukan biro
iklannya. Kasus ditutup.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.18.2.
EPI Bab III.A.No. 3.5.
BPP tidak mendapat
tanggapan dari agency.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP menerima surat
tanggapan yg menyatakan
bahwa Iklan TV tsb bukanlah
Iklan TV Hit Electric tapi Hit
Aerosol. Iklan tersebut sudah
tidak ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.11.
EPI Bab III.A. No. 4.2.3.c.
BPP menerima tanggapan
yang menjelaskan bhw iklan
tsb telah mendpt surat tanda
lulus sensor dr Lembaga
Sensor Film. Namun saat ini
masa tayang utk iklan tsb telah
berakhir.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP tidak menemukan biro
iklannya. Kasus ditutup.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP telah menerima surat
tanggapan yang menyatakan
bhw iklan tsb telah dihentikan
penayangannya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.3.a.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan dari agency yg
bersangkutan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.2.2.c.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan dari agency yg
bersangkutan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan untuk
meminta pendapat dr BPOM
mengenai aturan iklan rokok.
Jawaban dr BPOM mengacu
pada PP RI No. 19 / 2003 yg
ternyata belum tercantum
pada EPI sehingga akan
dilakukan revisi pada EPI.
Iklan tsb dinilai tidak
melanggar PP tsb.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.3.c.
BPP menerima surat
tanggapan yg menjelaskan
bahwa mereka tidak akan
mengulangi lagi hal itu.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb tidak bermasalah
BPP tidak mendapatkan nama
pembuat iklan untuk iklan
tersebut.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan dari agency yg
bersangkutan.
BPP akan cek kembali nama
Agency untuk pencipta iklan tsb.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb tidak bermasalah
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.22.
EPI Bab III.A. No. 4.2.3.c.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan dari agency yg
bersangkutan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP akan menyusun
definisi yg lebih jelas
mengenai ILM dan non-ILM.
BPP menerima tanggapan
yangg menyatakan bahwa
iklan tsb merupakan iklan
layanan masyarakat.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pemasang
iklan tersebut (Mindshare).
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.1. dan
PP RI No. 69/1999
BPP tidak mendapatkan
tanggapan dari agency yg
bersangkutan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP menerima surat
tanggapan bahwa iklan
tersebut sudah tidak
dipublikasikan lagi. Iklan ini
dibatalkan kepesertaannya di
CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.3.a.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP menerima surat
tanggapan bahwa iklan
tersebut sudah tidak
dipublikasikan lagi. Iklan ini
dibatalkan kepesertaannya di
CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.9.
EPI Bab III.A. No. 1.10.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.16.4.
BPP menerima jawaban bahwa
sebelumnya agency telah
melakukan diskusi ke pihak
PERURI yang
memperbolehkan dgn catatan
hanya satu muka dan diubah
design-nya. Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.52.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 06.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 4.2.2.
BPP menerima surat
tanggapan bahwa masa tayang
utk iklan tsb telah berakhir.
BPP mengirimkan surat ke
Agency pembuat iklan tersebut
agar mengirimkan selengkapnya
hasil riset yang mendukung
kebenaran pernyataan iklan TV
Cussons tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.13.
BPP menerima surat
tanggapan bahwa Iklan telah
direvisi sesuai dengan
rekomendasi dari ACNielsen.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.2.2.
Biro iklan tidak dapat
ditemukan s/d Februari 07
sehingga diputuskan untuk
tidak diproses lagi.
BPP mengirimkan surat kepada
Agency pembuat iklan tersebut
untuk dapat mengirimkan
selengkapnya hasil riset yang
mendukung kebenaran pernyataan
tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
EPI Bab III.A. No. 4.13.
BPP menerima surat
tanggapan dr pembuat iklan
yang menyatakan bhw
pernyataan yg dipergunakan
berdasarkan hasil pengujian
lembaga independen (IPB)
serta melampirkan laporan
hasil pengujian. BPP
menganjurkan agar identitas
hasil riset tsb dicantumkan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut dan
mempertanyakan sumber data
risetnya.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.3.a.
BPP menerima surat
tanggapan yang intinya . pihak
agency tidak melihat ada
masalah dalam pernyataan
100% dan akan mendiskusikan
mengenai counter dgn
kliennya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut dan
mempertanyakan sumber data
risetnya.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.25.
BPP menerima surat tangapan
dr LBKI dimana tercantum
bahwa LBKI akan meneruskan
masalah ini kepada klien
mereka.
BPP telah mengirimkan surat
kepada Agency pembuat iklan
tersebut untuk dapat mengirimkan
selengkapnya hasil riset yang
mendukung kebenaran pernyataan
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb tidak bermasalah
dan mengirimkan surat
kembali kpd agency agar
klaim itu hanya digunakan
unt. XL 3G
BPP menerima surat jawaban
di bulan Jan '07 (tanpa
tanggal) dimana agency
memberikan bukti-bukti
pendukung.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.2.2.
BPP menerima surat balasan
yang menyatakan bahwa iklan
tsb sudah habis masa
tayangnya pd bln Nov. 06
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.25.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan dari Agency yg
bersangkutan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan dari Agency yg
bersangkutan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb tidak bermasalah
bila mengacu pada PP No.
19/2003
BPP menerima jawaban yang
menolak argumen BPP.
BPP telah mengirimkan surat
tanggapan ke Hotline bahwa
merujuk pada EPI, BPP tidak
menemukan alasan yang kuat
untuk menyatakan telah terjadi
pelanggaran hak cipta pada kasus
Indosat vs Bukrim. Hotline Adv.
dapat mencoba menempuh jalur
hukum positif sehingga hasilnya
dapat dipakai sebagai referensi
oleh BPP.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb tidak bermasalah
BPP telah mengirimkan surat
kepada Agency pembuat iklan
tersebut, memohon informasi
apakah hal tsb telah
dikonsultasikan ke pihak-pihak yg
berkompeten dan mengirimkan
kopi korespondensinya.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb tidak bermasalah
Secara verbal, biro iklan
tersebut menyampaikan bahwa
mereka sudah konsultasi ke
MUI tapi BPP tidak pernah
menerima kopi bukti konsultasi
tsb.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada agency pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
EPI Bab III.A. No. 1.13.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan dari agency yg
bersangkutan dan iklan
tersebut sudah tidak muncul
lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada Agency pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP PPPI sudah mendapat
jawaban dan pihak agency
meminta dispensasi waktu 2
bulan untuk merubah materi
iklan terhitung sejak tanggal
diterimanya surat teguran.
BPP telah mengirimkan surat
kepada agency pemasang iklan
tersebut dan memberi tembusan
kepada media surat kabar yang
mengiklankan iklan tersebut
(Kompas).
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.1. dan
PP RI No. 69/1999
BPP tidak mendapatkan
tanggapan. Iklan ini dinilai
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan 2 surat
kpd agency untuk meminta
penjelasan mengenai tidak adanya
kandungan mercury dan
hydroquinon pada produk mereka.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb tidak bermasalah
BPP menerima jawaban
dengan bukti-bukti penunjang
klaim mereka.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada Agency pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5
BPP tidak mendapatkan
jawaban. BPP menyatakan
kasus iklan ini ditutup dan
dinyatakan melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada Agency pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. BPP menyatakan
kasus iklan ini ditutup dan
dinyatakan melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada Agency pembuat
iklan tersebut dan surat tanya ke
BPOM.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPOM menganjurkan iklan itu
harus mencantumkan
peringatan. BPP sudah
menerima jawaban dari Agency
dan iklan akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP mendapat jawaban dari
Agency bersangkutan sudah
mengganti materi iklan
tersebut.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pemasang dan pembuat iklan
tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
PP RI No. 19/2003 Pasal 18
BPP tidak mendapatkan
jawaban. BPP menyatakan
kasus iklan ini ditutup dan
dinyatakan melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 2.6.1.
BPP PPPI telah menerima
jawaban dan dinyatakan bahwa
iklan itu tayang terakhir
Februari 2007.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. BPP menyatakan
kasus iklan ini ditutup dan
dinyatakan melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
dan iklan telah direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah menerima surat
jawaban dan iklan telah
direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat dan pemasang iklan
tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mendapat balasan
surat, dan iklan sudah tidak
ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.3.a.
BPP telah menerima jawaban
dan iklan telah direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994
Obat-Obatan, Butir B.1.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan yang tidak menampilkan
peringatan/aturan pakai.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP telah mendapat
tanggapan, menyatakan iklan
tersebut tidak ditayangkan lagi
sejak Februari 2007.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mendapat balasan
surat dari agency yang
bersangkutan, dan iklan akan
direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak Agency
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP telah menerima jawaban
dan iklan tsb tidak ditayangkan
lagi.
BPP agency telah mengirimkan
surat teguran kepada pihak Agency
pembuat/pemasang iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.6.1.
BPP memutuskan untuk
menghentikan prosesnya
karena tidak ditemukan Agency-
nya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
dan iklan tsb telah direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.5.4.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP telah mendapat balasan
surat, dan iklan akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengaN
EPI Bab III.A. No. 1.21.
EPI Bab III.A. No. 1.22.
Keputusan ini baru diambil
pada bulan Januari 2007
sementara materi iklan sudah
tidak disiarkan lagi. (Kasus
pertama kali muncul di
pertengahan 2006).
BPP telah mengirimkan surat
memohon penjelasan kepada
pihak pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah
BPP PPPI menerima jawaban
bahwa produk mereka
menggunakan bahan ramah
lingkungan. BPP menghimbau
agar keterangan mengenai
ramah lingkungan itu
dimasukan dalam iklan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.14
BPP menerima jawaban bahwa
kata SEKETIKA hanya
singkatan. BPP juga
mendapatkan jawaban dari
BPOM dan produsen telah
ditegur untuk merevisinya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
dan iklan telah direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No.1.21.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP telah menerima jawaban
yang menyatakan bahwa
kegiatan itu bersifat sosial.
Pada Maret 2008 diputuskan
bahwa iklan layanan
masyarakat tidak boleh
mencantumkan merek produk
dan DraftFCB dapat
menerimanya serta akan
merevisinya.
BPP telah mengirimkan surat
himbauan kepada Metro TV
sebagai pihak yang menyiarkan
iklan tsb.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
Karena Agency pembuat iklan
tidak ditemukan, maka BPP
PPPI memutuskan untuk
mengirim surat himbauan
kepada Metro TV.
BPP telah mengirimkan surat
himbauan kepada RCTI Suabaya
sebagai pihak yang menyiarkan
iklan tsb.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.18.1.
Karena agency pembuat iklan
tidak ditemukan, maka BPP
PPPI memutuskan untuk
mengirim surat himbauan
kepada RCTI Surabaya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut yang mengiklankan
produk bir di media massa.
BPP telah mengirimkan surat ke
AMLI dan Dispenda DKI Jaya
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.1. dan
PP RI No. 69/1999
BPP tidak mendapat
tanggapan dari Ir. Tauchid,
Kep. Biro Adm Sarana
Perkotaan. BPP telah
mengirimkan surat pembaca
via Kompas tapi sampai
dengan Juli '08 tidak dimuat.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A No.1.7.
EPI Bab III.A No. 1.18.1.
BPP tidak menemukan biro
iklannya dan telah dikirim surat
himbauan kepada Sonora
untuk tidak menyiarkannya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Butir A.15.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tersebut harus direvisi
agar sesuai dengan
EPI Bab III.A.1.2.2.
BPP menerima jawaban dan
BPP minta agar bukti-bukti
yang disebutkan dalam surat
jawaban itu dicantumkan
dalam iklan berikutnya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.1.
EPI Bab III.A. No. 1.21
Iklan tersebut telah dirubah
pada edisi ADOI berikutnya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tersebut arus direvisi
agar sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP menerima jawaban dan
materi iklan sudah
dicabut/revisi.
BPP telah mengirimkan surat
permintaan pendapat dari BPOM
berkaitan dengan klaim tsb. BPP
juga telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tsb.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.23.
BPP PPPI telah mendapat
jawaban dari BPOM dan
BPOM telah menegur langsung
ke produsen agar iklan di
revisi. Tidak ada tanggapan
dari biro iklannya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan EPI
Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mendapatkan
jawaban bahwa iklan itu akan
direvisi
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
EPI Bab III.A. No. 1.25.
BPP telah mendapat balasan
surat, menyatakan akan
memenuhi peraturan yang ada.
BPP telah mengirimkan surat
himbauan kepada majalah ADOI.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan. Iklan ini dinilai
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No.1.2.2.
BPP telah mendapat
tanggapan surat. Iklan akan
segera direvisi
BPP mengirimkan surat kepada
BPOM untuk menanyakan apakah
format iklan seperti tsb
diperkenankan.
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah
BPP telah mendapat
tanggapan dari BPOM, bahwa
format iklan hrs sesuai dengan
data pendaftaran yag telah
disetujui.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP telah menerima jawaban
dari Hakuhodo dan materi
cetak itu tidak akan
ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut yang mengiklankan
produk bir di media massa.
BPP juga telah mengirimkan surat
kepada AMLI dan Dispenda DKI
Jaya
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.1. dan
PP RI No. 69/1999
BPP menerima jawaban bahwa
iklan tsb berkaitan dgn suatu
kegiatan. Sampai dengan akhir
bulan Juli 2008, tidak diperoleh
tanggapan dari yang
berwewenang. BPP tetap
menilai iklan tsb melanggar
EPI.
BPP telah mengirimkan surat
kepada SPS mempertanyakan
apakah Free Magazine boleh
menyiarkan iklan minuman keras
(karena termasuk non mass-
media).
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.1. dan
PP RI No. 69/1999
BPP telah menerima jawaban
dari SPS bahwa Free
Magazine adalah juga media
massa. BPP mengirimkan
surat kpd SPS untuk menegur
anggotanya yang melanggar
peraturan ini.
BPP telah mengirimkan surat
kepada Bank Indonesia untuk
mempertanyakan apakah Bank
Pemerintah boleh menggunakan
klaim "100% Aman".
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada Agency BTN untuk
merevisi iklannya.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab II.IA. No.1.7.
BPP telah menerima jawaban
dari BI yg menyatakan bahwa
bank apapun juga tidak dapat
memberikan garansi aman
100%.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan dari biro iklan
terkait.
BPP telah mengirimkan surat
kepada Global TV dan ATVSI
untuk menghimbau agar iklan
rokok tidak ditayangkan di luar jam
tayangnya.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
PP RI No. 19/2003 Pasal 16
BPP mendapat jawaban dari
Markatama bahwa iklan tsb
bukan dibuat oleh Markatama
tapi langsung dari klien.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP PPPI telah mendapat
tanggapan. Iklan tersebut akan
dicabut tidak ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP mendapat balasan yang
menyatakan iklan tsb tidak
melanggar EPI. BPP telah
memberikan jawaban lebih
lanjut bahwa iklan itu tetap
melanggar EPI tapi tidak
ditanggapi kembali.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.19.3.
BPP PPPI telah mendapat
tanggapan surat. BPP
menjawab kembali bahwa iklan
tsb tetap melanggar EPI tapi
tidak ditanggapi kembali.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.19.3.
BPP PPPI telah mendapat
tanggapan surat. BPP
menjawab kembali bahwa iklan
tsb tetap melanggar EPI tapi
tidak ditanggapi kembali.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21 .
BPP menerima tanggapan
bahwa iklan itu akan direvisi
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengaN
EPI Bab III.A. No. 1.3.1.
EPI Bab III.A. No. 1.3.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan itu tidak akan
ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa materi itu akan ditarik.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A No.1.7.
EPI Bab III.A No. 1.13.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP mendapat tanggapan dan
tetap memohon agar bukti-
bukti yang disampaikan
disebutkan dalam iklan tsb.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut . Juga kepada
Dentsu Indonesia sebagai biro
iklan medianya.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.18.1.
EPI Bab III.A. No. 3.1.3.
BPP menerima jawaban yang
menyatakan iklan tsb tidak
akan ditayangkan lagi
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pemasang
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP hanya mendapat
informasi bahwa biro iklan
pembuatnya telah tutup.
BPP telah mengirimkan surat
himbauan kpd Trans TV agar
merevisi iklan promosi tsb.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.7.
BPP telah mendapatkan
tanggapan. Iklan promosi
tersebut akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
himbauan kpd RCTI dan majalah
ADOI agar merevisi iklan promosi
tsb.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapatkan
tanggapan. Iklan promosi
tersebut akan direvisi
BPP telah mengirimkan surat
himbauan kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.25.
BPP telahmendapat balasan
surat dari LG. Iklan akan
direvisi
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapat balasan
surat. Iklan akan direvisi /
dihentikan penanyangannya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.25.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat untuk
meminta penjelasan kepada
pembuat iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban. Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
kepada RCTI dan ATVSI
menghimbau agar iklan tsb dapat
direvisi
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
tanggapan sehingga
diputuskan iklan ini melanggar.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah menerima
tanggapan bahwa iklan itu
akan direvisi
BPP telah mengirimkan surat
himbauan kepada Datascript untuk
merevisi iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban.Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
meminta petunjuk dari BPOM.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.3.7. dan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Tradisional, Butir A.13.
BPP tidak menemukan data
biro iklannya. Kasus ditutup.
Iklan ini dinyatakan melanggar
EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak mendapatkan
jawaban.Maka kasus iklan ini
ditutup dan dinyatakan
melanggar EPI.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.1.2.
EPI Bab III.A. No. 3.1.3.
BPP tidak menemukan data
biro iklannya dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut .
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP mengirimkan surat ke
Kompas dan Kompas berjanji
untuk meneruskannya kepada
biro iklan terkait
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 2.8.2.
UU RI No. 32/ 2002 Pasal 46
Ayat 3.d.
BPP telah menerima
tanggapan dan iklan itu akan
direvisi / dihentikan
penanyangannya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan itu akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapat balasan
surat. BPP minta agar iklan
segera direvisi sesuai bukti-
bukti yang diberikan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
EPI Bab III.A. No. 1.25.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.25.
BPP mengirimkan surat ke
Kompas dan Kompas berjanji
untuk meneruskannya kepada
biro iklan terkait.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut (cc Bhakti Media)
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.25.
BPP mengirimkan surat ke
Kompas dan Kompas berjanji
untuk meneruskannya kepada
biro iklan terkait.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
meminta petunjuk dari BPOM
BPP memutuskan bahwa
iklan tersebut tidak
bermasalah
BPP mendapatkan jawaban
dari BPOM bahwa iklan tsb
tidak melanggar karena telah
mencantumkan data risetnya.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP mengirimkan surat ke
Kompas dan Kompas berjanji
untuk meneruskannya kepada
biro iklan terkait.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah menerima balasan
surat dari biro iklan yang akan
meneruskan masalah ini pada
klien.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
EPI Bab III.A.No. 1.4.
BPP PPPI tidak menemukan
data biro iklannya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2007.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.26.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2007.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.13.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2007.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan itu akan direvisi.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menemukan data
biro iklannya dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP menerima jawaban yang
menjelaskan bahwa hadiah
Mandiri Fiesta adalah
"terbanyak". BPP minta agar
biro iklan menggunakan kata
"terbanyak" dan bukan
"terbesar".
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menemukan data
biro iklannya dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
PP RI No. 19/2003 Pasal 18
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.19.3.
BPP telah menerima jawaban
dari pihak biro iklan yang dapat
memahami teguran ini dan
akan merevisinya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP telah menerima
tanggapan bahwa iklan itu
akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.13
EPI Bab III.A. No. 3.1.2
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut yang menggunakan
kata superlatif
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP PPPI tidak menemukan
data biro iklannya. Kasus
ditutup dan iklan itu dinilai
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
permintaan pendapat dari BPOM
berkaitan dengan klaim 100%
Vitamin C tsb.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.23.
BPP telah mendapat jawaban
dari BPOM dan BPOM telah
menegur langsung produsen
untuk merevisi iklan tsb.
BPP telah mengirimkan surat
menanyakan apakah Caladine
termasuk produk obat-obatan yang
tidak boleh berpromosi berhadiah.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.14.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak memperoleh data
biro iklannya sehingga kasus
ditutup dan tetap dinyatakan
melanggar EPI.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak memperoleh data
biro iklannya sehingga kasus
ditutup dan tetap dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.20.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994
Obat-Obatan, Butir B.1.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.2.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan itu akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.3.c.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan itu akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan itu akan direvisi.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak memperoleh data
biro iklannya sehingga kasus
ditutup dan tetap dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut dan memgirimkan
surat minta pendapat ke LSF.
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah selama
ditayangkan di jam dewasa
sesuai dgn saran dari LSF.
BPP mendapatkan jawaban
dari Agency bahwa iklan tsb
sudah lolos sensor. Dari LSF
diperoleh jawaban bahwa iklan
tsb tidak ada unsur
pornography pada iklan tsb
dan dianjurkan agar iklan itu
tayang di jam khusus dewasa.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah
BPP telah mendapatkan
jawaban dan dapat memahami
bahwa pernyataan itu bukan
pernyataan superlatif.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 3.3.
BPP telah mendapatkan
jawaban bahwa iklan tersebut
akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Alat Kesehatan , Butir B.1.3.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
PP RI No. 19/2003 Pasal 18
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tersebut melanggar
PP RI No. 19/2003 Pasal 18
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
PP RI No. 19/2003 Pasal 18
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.26.
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Alat Kesehatan , Butir B.1.3.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.26.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.13.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 07.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.13.
EPI Bab III.A. No. 3.1.2.
BPP telah menerima
tanggapan bahwa iklan itu
akan direvisi.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut yang pemeran anak
untuk menawarkan produk
kesehatan
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.1.3.
BPP tidak memperoleh data
biro iklannya sehingga kasus
ditutup dan tetap dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.13.
EPI Bab III.A. No. 3.1.2.
Karena Mata Kreasi dinyatakan
oleh Dentsu telah "mati" maka
BPP mengirimkan surat
kepada Dentsu agar iklan tsb
dapat dihentikan
penayangannya. BPP tidak
meneria jawabannya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 3.5.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.3.1.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah
BPP telah mendapatkan
jawaban dari JWT dan BPOM
bahwa iklan tsb tidak
melanggar etika.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada 3 biro iklan yang
terlibat dalam kampanye Bank
Mandiri dengan tagline baru tsb.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah menerima
tanggapan dari Bank Mandiri
(melalui First Edition) yang
menyatakan bahwa tagline tsb
berdasarkan harapan mereka
menjadi yang terdepan. BPP
menyarankan agar tagline tsb
diubah agar menjadi sejalan
dengan niat awal pembuatan
tagline tsb. Tidak ada
perubahan s/d laporan ini
dibuat akhir 2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP PPPI telah menerima
jawaban yang menyatakan
bahwa kegiatan itu bersifat
sosial. Pada Maret 2008
diputuskan bahwa iklan
layanan masyarakat tidak
boleh mencantumkan merek
produk dan DraftFCB dapat
menerimanya serta akan
merevisinya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP telah mendapatkan
jawaban bahwa iklan itu akan
direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan tsb akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.7.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan tsb telah ditarik
dan tidak akan ditayangkan
lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.3.
BPP telah bertemu langsung
dengan pihak On Clinic dan
mereka telah menyanggupi
untuk memenuhi persyaratan
jam tayang tsb.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan tsb akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
kepada ATVSI untuk menanyakan
hal ini.
EPI belum mencantumkan
kasus ini. Acuan terdekat
yang digunakan adalah EPI
Bab III.A. No. 4.1.2.
Jawaban ATVSI: bahwa
pemasangan logo tersebut
sesuai dengan UU No.32/2002
pasal 46 ayat 5 tentang
Penyiaran yang berbunyi
Siaran Iklan Niaga yang
disiarkan menjadi tanggung
jawab lembaga penyiaran. BPP
menangguhkan kasus ini s/d
ada pertemuan resmi dengan
ATVSI.
BPP telah mengirimkan surat
kepada ATVSI untuk menghimbau
agar stasiun TV memperhatikan
EPI untuk promo program mereka.
BPP memutuskan bahwa
iklan tersebut melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
Jawaban ATVSI: bahwa
promosi dalam konten media
berbeda dengan iklan barang
promosi konsumsi. Promosi
media televisi hanyalah untuk
menarik perhatian publik untuk
melihat atau menonton
tayangan tersebut. BPP
menangguhkan kasus ini s/d
ada pertemuan resmi dengan
ATVSI.
BPP telah mengirimkan surat
himbauan agar lebih berhati-hati
dalam menggunakan atribut anak
dan latar-belakang SD "Teladan"
pada iklan tsb.
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah.
Sifatnya hanya sebatas
himbauan.
BPP telah mengecek kepada biro
iklan pembuat iklan Kopi Kapal Api
BPP memutuskan iklan tsb
tidak bermasalah
BPP memutuskan bahwa iklan
tersebut tidak melanggar EPI
karena sudah ada ijin dari biro
iklan Kapal Api sebelumnya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
dari Saatchi yg menyatakan
bahwa iklan tsb tidak akan
ditayangkan kembali.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP PPPI sudah menerima
jawaban dan iklan akan
direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan tsb akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.6.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan tsb telah ditarik
dan tidak akan ditayangkan
lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.6.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
dari biro iklan yang
melampirkan bukti-buktinya
dan pernyataan bahwa iklan
tsb sudah tidak tayang. BPP
tetap menghimbau agar
dikemudian hari, bukti-bukti
pendukung dicantumkan dalam
iklan.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tersebut melanggar
EPI Bab III.A. No. 4.6.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa materi iklan tsb tidak
akan ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.25.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.7.
BPP tidak menerima
tanggapan. Iklan ini telah
mendapatkan teguran dari KPI
dan diminta untuk tidak
disiarkan lagi sehingga kasus
ditutup.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.26.
BPP menerima jawaban
melalui MACS909 bahwa iklan
itu dibuat klien langsung.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah menerima jawaban
bahwa iklan ini telah ditarik
peredarannya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut. BPP mengirimkan
surat tanya ke BPOM.
BPP memutuskan bahwa
iklan tersebut melanggar
Bab III.A. No. 2.6.1.
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Tradisional, Butir A.13.
BPP menerima tanggapan dari
BPOM bahwa BPOM telah
menegur klien dan akan
mengawasinya lebih lanjut.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapatkan
jawaban bahwa iklan itu akan
direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP untuk sementara ini
memutuskan bahwa iklan
tersebut tidak bermasalah
sambil menunggu hasil
konsultasi dengan Dept.
Kesehatan, LSF dan KPI.
BPP telah menerima jawaban
bahwa logo Country Superbike
telah didaftarkan sebagai
produk kegiatan. BPP telah
mengkonsultasikan hal ini ke
Dept. Kesehatan, LSF dan KPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak mendapat jawaban
dari Bintang Pratama.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.25.
BPP telah mendapat jawaban
bahwa iklan tsb tidak akan
ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP menerima penjelasan
bahwa "terbaik" karena diambil
dari pucuk daun teh. BPP tetap
berpendapat bahwa iklan itu
harus direvisi. Tidak ada
tanggapan lanjutan dari
Agency.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.19.3.
BPP tidak mendapat jawaban
dari Bintang Pratama
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP menerima jawaban bahwa
slogan itu telah dipakai sejak
lama. BPP tetap berpendapat
iklan itu harus direvisi. Tidak
ada tanggapan lanjut dari
Agency.
BPP menyadari bahwa kampanye
politik tersebut ditayangkan dalam
periode yang sangat pendek
sehingga keputusan ini lebih dibuat
untuk pelajaran di masa yad. Dan
diharapkan kasus ini dapat
digunakan untuk perbaikan EPI di
masa yang akan datang.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pembuat iklan
tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.25.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
himbauan kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapatkan
jawaban bahwa iklan itu tidak
akan ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapat jawaban
bahwa iklan tsb tidak akan
ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
PP RI No. 19/2003 Pasal 19
BPP telah mendapat jawaban
bahwa iklan tsb tidak akan
ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapat jawaban
bahwa iklan tsb tidak akan
ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapat jawaban
bahwa iklan tsb tidak akan
ditayangkan lagi.
1. Bahwa iklan TVC Wiranto (versi breaking news sebelum
dan sesudah BBM naik) dan iklan Cetak Wiranto (versi
Semoga SBY Tepati Janji) adalah sebuah iklan politik.
2. Bahwa pernyataan Presiden Bambang Susilo Yudhoyono
(SBY) mengenai tidak ada opsi untuk menaikan harga BBM
telah diartikan oleh Wiranto sebagai sebuah janji.
Interpretasi tersebut dapat menjadi suatu kontroversi karena:
(a) Apakah opsi bisa disamakan dengan janji. Belum tentu
masyarakat menilai bahwa opsi itu berarti janji. (b) Suatu opsi
tentunya akan tergantung pada situasi/kondisi yang ada pada
saat ia diutarakan. Bila kondisi saat ini ternyata ekstrim
berbeda dengan saat opsi tersebut diutarakan, cukup dapat
dipahami bila seseorang mengambil opsi lainnya.
3. Bahwa Badan Pengawas Periklanan PPPI memutuskan
untuk menghimbau agar iklan-iklan tersebut direvisi karena
dapat berpotensi menimbulkan kecemasan masyarakat.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP telah mendapatkan
jawaban bahwa tokoh pada
iklan tsb adalah ilmuwan,
bukan ahli kesehatan. BPP
akan membahasnya lebih
lanjut.
BPP telah mengirimkan surat
mempertanyakan ke pembuat iklan
tsb apakah benar obat nyamuk itu
aman disemprotkan di dekat
makanan. Surat yang sama juga
dikirimkan ke BPOM.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
UU RI No. 8/1999 Pasal 9
ayat 1.k.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.14.
BPP tidak mendapat jawaban
dari Dwi Sapta
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.7.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
himbauan ke pembuat iklan tsb
karena memberikan pernyataan
yang diolah sedemikan rupa
sehingga berpotensi menyesatkan
konsumen.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.13.
BPP telah melakukan
pertemuan dengan SCTV dan
AGB Nielsen. SCTV akan
menghentikan penayangan
iklan ini.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima
tanggapan dan diputuskan
iklan tsb tetap melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP menerima jawaban bahwa
klien Agency memajibkan
mereka menggunakan tokoh
dokter tsb. BPP tetap
menganggap iklan itu harus
direvisi. Tidak ada tanggapan
selanjutnya dari Agency.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP menerima jawaban bahwa
Agency telah meneruskan
surat BPP ke klien dan akan
menghentikannya.
BPP telah mengirimkan surat
himbauan kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP tidak menerima jawaban
dari pihak tvOne.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapat jawaban
bahwa iklan tsb akan direvisi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mendapat jawaban
bahwa iklan tsb tidak akan
ditayangkan lagi.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
EPI Bab III.A.No. 1.25.
BPP telah mendapatkan
jawaban dari BBDO bahwa
iklan tsb sudah tidak
ditayangkan lagi dan bahwa
pernyataan "The Best A Man
Can Get" adalah slogal
internasional produk tsb. BPP
akan membahas lebih lanjut
mengenai pernyataan
superlatif ini.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 2.24.9.
BPP tidak memperoleh data
biro iklannya sehingga kasus
ditutup dan tetap dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 3.1.2.
BPP tidak memperoleh data
biro iklannya sehingga kasus
ditutup dan tetap dinyatakan
melanggar EPI.
BPP telah mengirimkan surat untuk
mempertanyakan kejelasan dari
klaim tersebut ke Agency dan
BPOM.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 1.23.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Alat Kesehatan , Butir B.1.3.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008. BPP mengirimkan surat
juga ke DepKes RI
menanyakan apakah boleh
iklan produk alat kesehatan
menampilkan kemasan yg
"dimanipulasi".
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Tradisional, Butir A.13.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
Bab III.A.No. 1.2.2.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
PP RI No. 19/2003 Pasal 18
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Tradisional, Butir A.13.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No.1.10.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.3.c.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Tradisional, Butir A.13.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Tradisional, Butir A.13.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Tradisional, Butir A.13.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di Pinasthika
2008.
BPP telah mengirimkan tanggapan
kepada Hotline yang menyatakan
bahwa tidak ada pelanggaran EPI
pada kasus ini.
BPP memutuskan bahwa
kemiripan tagline iklan Flexi
dan Bukrim bukan
merupakan pelanggaran EPI
karena tidak ada terlihat niat
dari Flexi untuk menjatuhkan
Bukrim dan ke dua produk
tsb bukan pesaing laingsung.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Tradisional, Butir A.1.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
PP RI No. 19/2003 Pasal 19
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 1.6.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 1.19.3.
BPP telah mengirimkan surat
teguran atas penggunaan
pernyataan statistik yang dapat
menyesatkan konsumen tsb.
BPP memtuskan bahwa iklan
tsb tidak bermasalah karena
dasar pernyataan tsb sudah
dicantumkan pada iklannya.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 4.13.1.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.25.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
EPI Bab III.A.No. 1.25.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A.No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan jawaban
kepada The Agency menerangkan
bahwa iklan tsb tidak melanggar
EPI.
BPP berpendapat bahwa
iklan tsb tidak merendahkan
produk Yamaha karena: 1)
Tidak menonjolkan identitas
merek motor yang digunakan
dan 2) Indonsat bukan
merupakan pesaing langsung
dari produk Yamaha.
BPP telah mengadakan pertemuan
baik dengan pihak AGB Nielsen
maupun manajemen puncak SCTV
untuk menyelesaikan masalah ini
secara kekeluargaan.
BPP memutuskan bahwa
iklan-iklan tsb harus direvisi
agar sesuai dengan
EPI Bab III.A.No. 4.13.1.
EPI Bab III.A.No. 4.13.2.
AGB Nielsen telah menerima
kesepakatan pihak SCTV
untuk menghentikan
penggunaan data-data AGB
Nielsen untuk materi iklan (hal
ini akan berlaku pula bagi
seluruh media-massa lainnya)
dan menerima permohonan
maaf SCTV.
BPP akan mengirimkan surat tanya
kepada DepKes dan BPOM untuk
berkaitan pemasangan iklan
produk tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 2.1. dan
PP RI No. 69/1999
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
Bab III.A. No. 2.2.1. dan
PP RI No. 19/2003 Pasal 18
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 3.5. dan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.21.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
Bab III.A. No. 1.2.2. dan
UU RI No. 8/1999 Pasal 9
ayat 1.k.
BPP akan mengirimkan surat
himbauan kepada stasiun TV
terkait dengan cc ke ATVSI.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Butir A.15.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A No. 1.17.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 3.5.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A No. 4.2.3.
BPP akan mengirimkan surat
himbauan kepada Bali TV (cc ke
ATVLI) mengenai iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A No. 4.2.3.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
PP RI No. 19/2003 Pasal 16
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab IIIA No. 1.26.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
PP RI No. 19/2003 Pasal 19
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.13.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Tradisional, Butir A.13.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Obat-Obatan, Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Butir A.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
SK Menkes RI No.
386/Men.Kes/SK/IV/1994,
Makanan/Minuman, Butir A.1.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 4.15.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
UU RI No. 8/1999 Pasal 17
ayat 1.c.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.16.4.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
UU RI No. 32/2002 Pasal 46
Ayat 3.a.
Iklan ini dibatalkan
kepesertaannya di CP 08
BPP telah mengirimkan surat
teguran kepada pihak pembuat
iklan tersebut.
BPP memutuskan bahwa
iklan tsb harus direvisi agar
sesuai dengan
EPI Bab III.A. No. 1.26.
BPP telah mendapatkan
jawaban bahwa iklan itu telah
tidak ditayangkan lagi.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 1.2.2.
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 2.1. dan
PP RI No. 69/1999
BPP akan mengirimkan surat
teguran kepada biro iklan yang
memproduksi iklan tsb.
BPP menduga bahwa iklan
tsb melanggar
EPI Bab III.A. No. 2.1. dan
PP RI No. 69/1999
BPP telah mengirimkan surat
jawaban ke DraftFCB
BPP menilai bahwa iklan Hit
tsb tidak mempunyai unsur
menjatuhkan pesaing karena
pernyataan "yang lebih mahal
ada" bukan otomatis
menyatakan dirinya sebagai
yg termurah.
BPP telah mengirimkan surat
jawaban ke DraftFCB
BPP menjawab bahwa BPP
telah mengirimkan surat ke
BPOM berkaitan dengan
iklan tsb dan s/d saat ini
belum mendapatkan
jawaban. Dihimbau agar
DraftFCB juga
mempertanyakan hal itu ke
BPOM.
BPP telah mengirimkan surat
jawaban ke DraftFCB
BPP menjawab bahwa BPP
telah menerima jawaban dari
biro iklan pembuat Force
Magic (DM Pratama) bahwa
Force Magic menggunakan
bahan ramah lingkungan.
Bila DraftFCB tidak sepakat,
dipersilakan meneruskan
kasus ini ke BPOM.
151
Menetapkan pelanggaran dan tidak ditanggapi oleh pelaku pelanggaran - diteruskan ke PP PPPI / DPI 99
Menetapkan pelanggaran tapi BPP PPPI tidak berhasil menemukan biro iklan / penanggung-jawabnya 27
28
41
0
TOTAL 346