Anda di halaman 1dari 4

1.

Gunung Bromo

Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah seorang Dewa
Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek
wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena
statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat
wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk
tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir
seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah 800 meter (utara-selatan)
dan 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-
jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung
suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo.
Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan
dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari
setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut
penanggalan Jawa.





2. Gunung Gede

Gunung Gede (2.958 m. dpl) merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa,
Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang
merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia
pada tahun 1980.
Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan
Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 3.000 m. dpl, Hutan pegunungan di kawasan ini
merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia, bahkan di kawasan Malesia.
Gunung Gede mempunyai keadaan alam yang khas dan unik, hal ini menjadikan Gunung
Gede sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama.

3. Gunung Sibayak

Gunung Sibayak yang terletak didataran tinggi Karo dengan ketinggian 2.094 m dari
permukaan laut. Gunung yang keadaan puncaknya yang sudah porak poranda karena letusan
di masa lalu ini bisa dicapai dari dua tempat yaitu: dari desa Raja Berneh (Semangat Gunung)
dan dari kota Brastagi. Gunung Sibayak ini merupakan gunng api yang masih aktif, dan
mempunyai kawah yang cukup landai untuk dituruni dan tampak tidak terlalu berbahaya
asalkan jangan terlalu dekat.
Gunung ini tidak begitu sulit untuk didaki bahkan oleh seorang pemula sekalipun.
Seperti halnya Gunung Gede di Jawa Barat, gunung ini selalu ramai dikunjungi oleh para
pendaki lokal dimalam minggu. Mereka biasanya mulai mendaki sekitar jam 02.00 dini hari
untuk mendapatkan pemandangan matahari terbit dipuncak gunung ini.

4. Gunung Sinabung


Gunung Sinabung adalah sebuah gunung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo,
Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi
aktif di Sumatera Utara. Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter. Gunung ini menjadi
puncak tertinggi di Sumatera Utara. Gunung ini belum pernah tercatat meletus sejak tahun
1600. Koordinat puncak gunung Sinabung adalah 3 derajat 10 menit LU, 98 derajat 23 menit
BT.
Sejak 27 Agustus 2010, gunung ini mengeluarkan asap dan abu vulkanis. Pada
tanggal 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB (28 Agustus 2010, 17.15 UTC),
gunung Sinabung mengeluarkan lava.










5. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi
Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan
puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit
Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini
dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau
sumatra dan badak sumatra. Kerinci masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.