Anda di halaman 1dari 5

Tabel 8-1 Hubungan Gejala dan Tanda pada Ataxia Cerebellar

Hubungan Gejala dan Tanda Kemungkinan Diagnosis


Muntah Stroke Cerebelum, massa di fossa posterior
Demam Cerebellitis Virus, Infeksi, atau abses
Malnutrisi Degenerasi Cerebllum atau kekurangan vit. E
Penampakan Depresi Stroke Cerebellum, Gangbguan Metabolik
pada anak.
Demensia Penyakit Jakob-Creutzfeldt, Ataxia
spinocerebelum
Neuritis Optikus atau Atropi Multiple Sklerosis
Ophtalmoplegia Wernicke Ensephalopathy, Miller Fisher
Syndrome, Multiple Sclerosis, Stroke
Cerebellum.
Tanda Ekstrapiramidal Penyakit Wilson, Penyakit Jakob-Creutzfeldt,
Olivopontocerebellum Atrophy
Hyporeflexia atau Areflexia Miller Fisher Syndrome, Friedreich Ataxia,
Degenerasi Cerebellum, Hipotiroidsm
Downbeat Nystagmus Lesi foramen Magnnum, Massa fossa
posterior

saluran kalium. Episode yang singkat, dan myokymia otot rangka taktik interat- terkait.
EA-2 disebabkan oleh mutasi pada subunit pori-pembentukan P / Q -jenis tegangan-gated saluran
kalsium. Serangan lebih panjang, yang berlangsung beberapa menit; ada nystagmus interiktal;
dan ataxa ireversibel progresif dapat berkembang pada akhir penyakit.
Degenerasi Autosomal Spinocerebellar Dominant
Diagnosis klinis berdasarkan terjadinya ataksia cerebellar, dengan atau tanpa tanda-tanda
neurologis tambahan, dan riwayat keluarga dengan pewarisan dominan autosomal. Gambaran
khas dari degenerasi ini adalah timbulnya penurunan progresif gaya berjalan dan disartria dalam
kehidupan dewasa awal. Terkait kelainan neurologis (misalnya, okulomotorius, piramida, atau
KUNCI
Onset mendadak ataksia serebelar dihubungkan dengan
muntah serta penurunan kesadaran menunjukan kesan stroke
cerebellar.
Degenerasi serebral alkoholik biasanya mempengaruhi bagian
vermis dan kelainan dari cara berjalan dan ataksia truncal.
Cerebellitis pascainfeksi merupakan penyebab yang relatif
umum ataksia pada anak-anak.
Degenerasi serebral Paraneoplastic adalah sindrom
pancerebellar dan paling sering diasosiasikan dengan kanker
paru-paru sel kecil atau keganasan ginekologi.
Ataksia episodik mewarisi disebabkan oleh hasil mutasi
kalsium dan saluran kalium gen.

tanda-tanda extrapyramidal) bisa diarahkan pada genotipe yang mendasari. Penurunan kognitif
ringan sampai sedang merupakan gejala akhir yang akan timbul pada ataksia spinocerebellar
(SCAS). Banyak SCAS yang cacat genetik telah diidentifikasi dan terbukti disebabkan oleh
trinucleotide (ekspansi CAG). SCA6 adalah alel untuk EA-2, dengan gen yang bermutasi
menjadi pembentuk ikatan subunit Alpha-1 dari gerbang saluran kalsium tipe P / Q.
MILLER FISHER SINDROM
The Miller Fisher sindrom (MFS) adalah gangguan yang ditandai oleh trias ataksia,
arefleksia, dan Oftalmoplegia. Ataksia dikarenakan kehilangan kemampuan proprioceptive
daripada disfungsi cerebellar. MFS dikenan juga sebagai varian dari Sindrom Guillain-Barre :
dengan demikian, kemungkinan besar dimediasi oleh proses imun pascainfeksi. Antibodi IgG
anti-GQ1b terdeteksi dalam serum lebih dari 90% pada pasien dengan sindrom ini. Hal ini
biasanya bersifat self-limiting disorder dengan prognosis yang relatif baik.












Gangguan Gaya Berjalan Lainnya
Kelainan gaya berjalan merupakan hal yang biasa dan memiliki bermacam faktor. Hal ini
terutama terjadi pada orang tua, sebagai hasil dari jatuh. Tidak semua gangguan gaya berjalan
adalah hasil dari penyakit sistem saraf. Sebagai contoh, faktor mekanis lokal seperti rasa sakit
dan arthritis dapat memperparah keadaan selanjutnya. Faktor- faktor ini tidak dibahas lebih
lanjut di sini.
Petunjuk dari etiologi gangguan gaya berjalan mungkin berasal dari adanya kelainan
neurologis yang lain, seperti kelenturan, kekakuan, kelemahan, bradykinesia, disfungsi lobus
frontal, atau ataksia. Terkadang, kelainan gaya berjalan cukup khas untuk dikenali berdasarkan
melihat gaya berjalan semata. Bagian berikut di bawah ini akan memaparkan berbagai macam
Tabel 8-2 Etiologi dari Berbagai Macam Kelainan Gaya Berjalan
Gangguan Gaya Berjalan Lokasi Kelainan Anatomis Pathologi
Hemiplegia Batang otak, Hemisfer
Cerebral
Stroke, Tumor, Trauma
Paraplegic

Medula Spinal Demyelinisasi, Myelitis transverse
Bihemisfer Hipoksia Difuse
Akinetic-Rigid Ganglia Basalis Parkinson, dan Sindrome Parkinson
Frontal Lobus Frontal Hidrocephalus, tumor, stroke,
gangguan neurodegenerasi.
Subcortical Binswanger disease
Waddling Hip-gridle weakness Muscular distrophi, spinal muscular
distrophy,
Slapping Neurophaty Luas Defiensi Vit. B12
Kolum Dorsal Tabes dorsalis
kelainan gaya berjalan dan diagnosis banding dari kelainan gaya berjalan akan disajikan pada
tabel 8-2.
Hemiparetic Gait
Kaki yang terkena kaku dan tidak bisa menekuk di pinggul, lutut, atau pergelangan kaki.
Kaki adalah circumducted, dengan kecenderungan jari kaki menggesek pada lantai. Lengan
menjadi fleksi dan adduksi serta tak berayun bebas. Gaya berjalan yang spastic pada dasarnya
adalah bilateral hemiparesis. Tonus otot adduktor akan meningkat, dan kaki cenderung untuk
menyilang selama berjalan (gaya berjalan gunting / scissoring gait)
Akinetic - Gaya Berjalan yang Kaku
Postur bungkuk, dengan fleksi bahu, leher, dan tubuh. Gaya berjalan yang terbatas,
lambat, dan terseok seok dengan langkah- langkah kecil dan mengurangi ayunan lengan.
Sebaliknya, lengan dibaawa dengan tertekuk dan sedikit di depan tubuh. Sering kesulitan pada
awal berjalan. Postural refleks terganggu, dan pasien mungkin mengambil serangkaian langkah
cepat yang pendek ke depan (propulsi) atau mundur (retropulsion) untuk menjaga keseimbangan
tubuh. Uraian lebih lanjut menyebutkan merupakan salah satu tanda yang dapat timbul pada
Penyakit Parkinson, tapi keadaan ini juga dapat dilihat pada gangguan extratrapyramidal. Salah
satu perbedaan dalam progresif supranuclear palsy adalah bahwa postur tubuh cenderung
extension daripada fleksi.
Frontal Gait
Postur badan agak tertekuk, dan kaki mungkin sedikit berjarak satu dengan lainnya. Awal
berjalan akan terganggu, istilah "magnetik digunakan untuk menggambarkan pasien kesulitan
dalam mengangkat kaki dari tanah. Pasien berjalan dengan langkah kecil, menyeret, dan terseok-
seok. Dengan meningkatnya derajat keparahan, pasien akan gagal melangkah dan tak mampu
bergerak ke depan.
Waddling Gait
Sebuah waddling gaya berjalan adalah karakteristik kelemahan hip-gridle. Selama
berjalan normal, otot abduktor pinggul akan berkontraksi untuk memfiksasi berat tubuh dengan
bantalan kaki dan juga membuat kaki yang berlawanan untuk bisa diangkat dan melangkah maju.
Kelemahan pada otot abduktor pinggul akan membuat terganggunya keseimbangan dan fiksasi
berat tubuh pada bantalan kaki menyebabkan panggul dan badan akan miring menuju sisi
berlawanan selama berjalan.
Sensory ataksia
Kehilangan sensasi proprioseptif dari kaki pasien untuk menentukan posisi dan jarak.
Karena itu akan menimbulkan gaya berjalan yang hati-hati. Kontak dengan tanah diawali dengan
tumit kemudian kaki depan, lalu akan timbul seperti suara menampar. Berjalan pada kondisi
yang gelap akan sangat menyulitkan untuk pasien.
Psikogenik Gait
Tidak ada satu khas karakteristik ini gaya berjalan. Sebaliknya, berbagai kelainan dapat
dilihat. Dengan psikogenik kelemahan kaki, misalnya, pasien cenderung untuk menyeret kakinya
di belakang atau mendorongnya di depannya.
Fitur lainnya adalah bahwa pasien mungkin mengadopsi tulisan pos- ekstrim dan
kesukaran liar ke segala arah tetapi tanpa jatuh, sehingga menunjukkan kekuatan yang baik dan
postural refleks yang memadai. Kondisi astasia-abasia digunakan untuk menggambarkan
semacam ini gaya berjalan akrobatik psychogenic.

KUNCI
Gaya berjalan Hemiparetic menunjukkan disfungsi
hemisfer, paling sering stroke.
Gaya berjalan Paraparetic biasanya menunjukkan penyakit
sumsum tulang belakang.
Gaya berjalan kaku rigiditas adalah keadaan dari sindrom
parkinsonian.
Gaya berjalan frontal menunjukkan hidrosefalus (termasuk
hidrosefalus tekanan normal), proses neurodegenerative,
atau penyakit subkortikal bifrontal atau difus.
Gaya berjalan slapping menunjukkan disfungsi berat
kolom sensory atau disfungsi kolom dorsal.