P. 1
SISTEM ANGGARAN KINERJA

SISTEM ANGGARAN KINERJA

|Views: 1,435|Likes:
Dipublikasikan oleh sarairiani

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: sarairiani on Dec 16, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2013

pdf

text

original

IMPLEMENTASI SISTEM PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA DI PUSAT

Oleh DR. Achmad Rochyadi

BINA PERSADA KONSULTAN Bekerjasama Dengan DEPARTEMEN KEUANGAN Jakarta, 29 Maret 2006

POKOK BAHASAN
• • • • • • • DASAR HUKUM LATAR BELAKANG DAN TUJUAN SIKLUS PBK 5 KOMPONEN POKOK DALAM PBK PENYUSUNAN STANDAR BIAYA PENGUKURAN KINERJA CONTOH PBK

DASAR HUKUM:
• UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara • UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional • PP No 20 Tahun 2004 ttg Rencana Kerja Pemerintah • PP No 21 Tahun 2004 ttg Penyusunan Ren cana Kerja dan Anggaran Kementerian Neg/ Lembaga

LATAR BELAKANG PEMBAHARUAN SISTEM PENGANGGARAN PARADIGMA LAMA
 VISI :
MELAKSANAKAN RENCANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUNAN BERDASARKAN GBHN  MISI : PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN UMUM DAN PEMBANGUNAN  PENGANGGARAN BERDASARKAN PENDEKATAN MENURUT PENGELUARAN RUTIN DAN PENGELUARAN PEMBANGUNAN

LATAR BELAKANG PEMBAHARUAN SISTEM PENGANGGARAN PARADIGMA BARU
 VISI : MELAKSANAKAN PROGRAM KERJA PRESIDEN TERPILIH
 MISI : PELAKSANAAN KERANGKA REGULASI SERTA KERANGKA INVESTASI DAN PELAYANAN PUBLIK YANG DI TUANGKAN DLM RKP ANGGARAN DISUSUN BERDASARKAN RKP DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KEMAMPUAN KEUANGAN NEGARA

PARADIGMA LAMA

PARADIGMA BARU

PENGANGGARAN BERBASIS PENGE LUARAN RUTIN & PENGELUARAN PEMBANGUNAN

PENGANGGARAN
DENGAN PENDEKATAN :

1. ANGGARAN TERPADU 2. KPJM 3. ANGGARAN KINERJA

PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA adalah penyusunan anggaran dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut”. (mengacu pada Pasal 7 ayat (1) PP No.21/2004) Dalam penganggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja, standar biaya, dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan” (mengacu pada Pasal 7 ayat (2) PP No.21/2004)

TUJUAN PENERAPAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA
(Penjelasan PP 21/2004):
  Untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari penggunaan sumber daya (input) yang terbatas Tujuan dan indikator kinerja yang jelas akan:  mendukung perbaikan efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan sumber daya, dan  Memperkuat proses pengambilan keputusan tentang kebijakan dalam jangka menengah

KONDISI YANG DIHARAPKAN DARI PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA
Meningkatkan efektifitas alokasi anggaran melalui perancangan program/ kegiatan yang diarahkan untuk mencapai hasil dan keluaran yang ditetapkan; Meningkatkan efisiensi pengeluaran melalui penentuan satuan biaya keluaran; Oleh karenanya meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas.

SIKLUS ANGGARAN KINERJA

PENETAPAN KEGIATAN/ SUB KEG.

PENETAPAN SASARAN: OUTPUT & OUTCOME PENETAPAN JENIS & BESARAN INPUT MENGHITUNG ANGGARAN DNG STANDAR BIAYA

PENETAPAN PROGRAM

PENGUKURA N KINERJA

1 s/d 5 dimuat didalam dokumen anggaran

PERTANGGUNG JAWABAN

PELAKSANAAN KEGIATAN & PEMBELANJAA N

OUTCO ME PELAKSANA AN PROGRAM DAN KEGIATAN OUTCO ME OUTCO ME OUTCO ME

PENGUKURAN KINERJA

5 KOMPONEN POKOK DALAM PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA
SATUAN KERJA SEBAGAI PENANGUNGJAWAB PENCAPAIAN KELUARAN/OUTPUT KEGIATAN/ SUBKEGIATAN

SATUAN KERJA MEMPUNYAI KELUARAN YANG JELAS & TERUKUR SEBAGAI AKIBAT DARI PELAKSANAAN KEGIATAN

PERHITUNGAN ANGGARAN DIDASARKAN PADA STANDAR BIAYA (BERISFAT UMUM DAN BERSIFAT KHUSUS

RANGKAIAN TINDAKAN YG DILAKSANAKAN SATUAN KERJA SESUAI DENGAN TUGAS POKOKNYA UNTUK MENGHASILKAN KELUARANAN YANG DITENTUKAN

PEMBEBANAN ANGGARAN PADA JENIS BELANJA YANG SESUAI

PENANGGUNG JAWAB PENCAPAIAN SASARAN PROGRAM PENANGGUN G JAWAB PENCAPAIAN OUTPUT UNIT ORGANISASI PENANGGGUNGJAWAB PENCAPAIAN KELUARAN/OUT PUT

1.SATUAN KERJA PUSAT ESELON I 2.SATUAN KERJA PUSAT ESELON II 3.SATUAN KERJA INSTANSI VERTIKAL ESELON II 4.SATUAN KERJA INSTANSI VERTIKAL ESELON III 5.SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) 6.SATUAN KERJA NON VERTIKAL TERTENTU (SNVT)

MENUNJUKKAN TUGAS K/L DALAM MENJABARKAN TUGAS PEMERINTAH MENUNJUKKA N TUGAS UTAMA UNIT MENUNJUKKA ESELON I K/L N TUGAS POKOK DAN 221 FUNGSI PROGRAM SATUAN KERJA

MENUNJUK KAN TUGAS PEMERINTA H TERHADAP RAKYATNY A

11 FUNGSI

79 SUB FUNGSI

MENUNJUKK AN GAMBARAN KELUARAN YANG DICAPAI

1.356 KEGIATAN

Output, Outcome & Input
 KELUARAN (OUTPUT)

Barang atau jasa yang terukur yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program & kebijakan
 HASIL (OUTCOME)

Segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran (output) dari kegiatan-kegiatan dalam satu program
 MASUKAN (INPUT) Segala sumber daya (orang, barang dan jasa) yang diukur dengan uang yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran (output)

STANDAR BIAYA YANG DAPAT DIPAKAI UNTUK PENGANGGARAN KEGIATAN/SATKER/ WILAYAH/LOKASI SECARA UMUM UMUMNYA BERUPA STANDAR BIAYA INPUT / BIAYA MASUKAN

STANDAR BIAYA YANG DIPAKAI UNTUK PENGANGGARAN KEGIATAN/SATKER/ WILAYAH/LOKASI TERTENTU UMUMNYA BERUPA STANDAR BIAYA OUTPUT / BIAYA KELUARAN

DEPARTEMEN KEUANGAN

MENGHIMPUN DATA HASIL PEMBAHASAN STANDAR BIAYA KE DALAM DAFTAR STANDAR BIAYA YG AKAN DITETAPKAN DENGAN PERMENKEU

KEMENTERIAN/ LEMBAGA MENGUSUL KAN RINCIAN BIAYA INPUT UNTUK MENCAPAI OUTPUT SETIAP

Membahas kebutuhan biaya input untuk membiayai kegiatan/sub kegiatan guna menghasilkan output yang telah ditetapkan BADAN PUSAT STATISTIK

INDEKS STANDAR BIAYA UMUM DAN KHUSUS

MENYEDIAKAN DATA HARGA DAN TINGKAT KEMAHALAN DAERAH

Standar Biaya Masukan
Contoh standar biaya masukan (input) Satu rim kertas ukuran A4 70 gram Rp. 25.000,Satu unit PC Pentium 4 Multimedia Rp. 10.000.000,Honorarium Narasumber Rp. 450.000,Standar Biaya Keluaran Biaya Perjalanan Dinas Gol IV Contoh ilustrasi standar biaya keluaran Rp. 400.000,(output) Biaya lokakarya tipe A per peserta Rp. 250.000,Biaya buku panduan Paket A per buku Rp. 100.000,Penambahan ruang kelas per m2

Contoh ilustrasi Standar Biaya Keluaran & Penganggaran Kegiatan
• • • • • • • • • • • Nama Kegiatan : Peningkatan Kualitas Guru MI & MTs Sub kegiatan : Lokakarya Peningkatan Kualitas Guru MTs ------------------------------------------------------------------------------------------------------Output : Jumlah guru peserta lokakarya Spesifikasi Kegiatan : Lokakarya Tipe A, 30 orang, 30 hari Standar Biaya Keluaran / peserta : Rp. 10.000.000.------------------------------------------------------------------------------------------------------Jumlah output : 30 orang guru Jumlah Anggaran : 30 x Rp. 10.000.000,- = Rp.300.000.000,------------------------------------------------------------------------------------------------------Outcome : (1) Proses belajar mengajar di MTs lebih lancar dengan sistem dan materi ajar yang lebih berkualitas

(2) Jumlah muurid yang lulus ujian lebih banyak dan lebih lulusan lebih berkualitas

PENGUKURAN KINERJA MEMERLUKAN INDIKATOR KINERJA
■ Agar pengukuran dapat dilakukan, maka kinerja harus dapat dinyatakan dalam angka (kuantifikasi). ■ Diperlukan indikator-indikator yang dapat menunjukkan secara tepat tingkat prestasi kerja/ kinerja.

INDIKAT OR KINERJA KEGIAT

INDIKAT OR KINERJA PROGR

INDIKAT OR KINERJA EFISIEN

INDIKAT OR KINERJA KUALIT

CONTOH SEDERHANA INDIKATOR KINERJA (1)
Program Kegiatan Subkegiatan : Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun : Peningkatan Kualitas Guru MI dan MTs : Lokakarya Peningkatan Kualitas Guru

■ Input : Biaya lokakarya ■ Indikator kinerja Kegiatan :  Jumlah guru yang mengikuti lokakarya hingga selesai (output subkegiatan),  Jumlah guru yang mengikuti lokakarya hingga selesai dengan kualifikasi yang diharapkan (output kegiatan) ■ Indikator kinerja Program : Jumlah & presentase murid yang menamatkan pendidikan sembilan tahun (outcome)

CONTOH SEDERHANA INDIKATOR KINERJA (2)
■ Indikator efisiensi :  Biaya lokakarya per peserta (harga per unit satuan dari output subkegiatan)  Biaya per guru untuk meningkatkan kualifikasi guru satu tingkat lebih tinggi (harga per unit satuan dari output kegiatan)  Biaya per murid untuk menuntaskan wajib belajar sembilan tahun (harga per unit satuan dari outcome program)  (contoh lain) Biaya pelayanan asrama haji per peserta ibadah haji

■Indikator kualitas subkegiatan & kegiatan :  Presentase peserta yang mengikuti lokakarya hingga selesai, atau  Presentase peserta yang nilai hasil evaluasinya baik/tinggi (jika dalam lokakarya tersebut ada evaluasi)  Presentase guru dengan kualifikasi yang sesuai dengan yang diharapkan  (contoh lain) Presentase jemaah haji yang menyatakan sangat puas atau sangat tidak puas atas pelayanan ibadah haji yang disediakan Pengelola Asrama Haji

CONTOH SEDERHANA INDIKATOR KINERJA (3)

CONTOH SEDERHANA INDIKATOR KINERJA (4)
■ Indikator kualitas program (outcome)  Presentase murid yang menamatkan wajib belajar 9 tahun (lulusan MTs) dengan nilai baik/tinggi.  (contoh lain) Jumlah & prosentase masyarakat yang menyatakan sangat puas atau sangat tidak puas atas pelayanan kehidupan beragama yang diberikan Departemen Agama

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->