Anda di halaman 1dari 4

Percobaan H-3

Sol Liofil
Tanggal Percobaan : 26 September 2014
Asisten :

I. Tujuan Percobaan
1. Menentukan pH larutan dengan pH meter
2. Menentukan viskositas larutan gelatin
3. Menentukan rapat massa larutan
4. Menentukan titik isoelektrik melalui pengamatan viskositas

II. Teori Dasar
Sistem koloid adalah sistem berfasa dua, fasa yang satu terdispersi dalam fasa yang lain.
Bila sebagai fasa terdispersi berupa zat padat dan medium pendispersinya berupa cairan,
maka sistem koloid ini disebut sol. Dalam sistem ini, partikel-partikel fasa terdispersi tidak
menggumpal ataupun mengendap. Hal ini disebabkan karena sol mempunyai kestabilan
tertentu. Berdasarkan kestabilan itu dapat dibedakan menjadi dua jenis sol yaitu sol
liofil/hidrofil dan sol liofob/hidrofob.
Kestabilan sol liofob disebabkan karena adanya lapisan rangkap-listrik pada antar muka
partikel dan medium pendispersinya. Permukaan partikel-partikel terdispersi dapat
mengadsorpsi ion-ion tertentu sehingga memiliki muatan listrik sejenis dan akan saling tolak
menolak antar sesamanya. Jadi adanya sedikit elektrolit dapat menstabilkan sol liofob.
Kestabilan sol liofil terutama disebabkan oleh karena partikel zat padat tersolvasi
(mempunyai selubung molekul zat pelarut pada permukaannya, bila pelarut/medium
pendispersi berupa air disebut terhidrasi). Sol liofil terbentuk antara lain bila gelatin atau
protein dimasukkan ke dalam air. Protein adalah polimer dari asam amino dan bersifat
amfoter.
Protein bermuatan positif atau negatif bergantung pada pH. pH pada saaat muatan negatif
molekul protein seimbang dengan muatan positifnya dikenal sebagai titik isoelektrik. Pada
titik isoelektrik berbagai sifat listrik atau transport protein mencapai harga minimum atau
maksimum. Nilai minimum yang dicapai antara lain viskositas, hantaran listrik, laju
elektroforesa, rotasi optik, tekanan osmosis, pengembunan, dan kepekaan terhadap
pengendapan dengan alkohol. Sedangkan yang mencapai harga maksimum misalnya
kecepatan sedimentasi dan pembentukan busa.
III. Data Pengamatan
Massa piknometer kosong : 30,07 g
Suhu : 25C
air : 0,997044 g/mL
No pH pH meter tp viskometer - detik tp rata-rata massa pikno (g)
I 3.27 3. 52,3 53,3 54,0 53,2 64,90
II 4.27 4 42,1 42,2 42,4 42,13 65,04
III 5.27 5 42,4 42,8 43,0 42,73 65,12
IV 6.27 6 44,6 42,6 42,8 42,67 65,20
V 7.27 7 44,2 44,6 44,4 44,4 65,34
VI Air - 30,3 31,2 31,0 30,83 64,27

IV. Pengolahan Data
1. Penentuan Larutan
V Pikno = (W
p+ air
W
p kosong
) / air
V Pikno =



V Pikno = 34,30 mL
larutan = (W
p+ larutan
W
p kosong
) / V pikno
untuk larutan I, maka:
larutan =



larutan = 1.0155 g / mL
No larutan
I
1,015452
II
1,019534
III
1,021866
IV
1,024198
V
1,02828

2. Penentuan Viskositas Larutan














mPa s


3. Penentuan pH isoelektrik
No pH larutan
I 3.
1,570703
II 4
1,248867
III 5
1,26955
IV 6
1,270661
V 7
1,327448
Air 7 0.8937




X = 3,440

V. Pembahasan

No larutan
I
1,570703
II
1,248867
III
1,26955
IV
1,270661
V
1,327448
Air 0.8937
y = 0.0527x
2
- 0.3626x + 1.8457
R = 0.8465
1
1.1
1.2
1.3
1.4
1.5
1.6
1.7
1 3 5
V
i
s
k
o
s
i
t
a
s

pH
Penentuan titik isoelektrik
Series1
Poly. (Series1)
VI. Kesimpulan
pH isoelektrik dari gelatin adalah 3,440
VII. Daftar Pustaka
R. J. Hartman. Colloid Chemistry. p.140-143, 373-377
Hauser dan Lynn. 1940. Experiment in Colloid Chemistry, 11
th
edition. p.134
S. Glasstone. 1946. Textbook of Physical Chemistry, 11
th
edition. p.1231