Anda di halaman 1dari 4

New Empirical Frontiers in Fighting Corruption and Improving Governance A Few

Selected Issues
World Bank Institute, February 2001

What is the issue?
Tata kelola dan korupsi merupakan permasalahan yang sering terdengar akhir-
akhir ini. Namun, permasalahan tersebut tidak dapat dipecahkan hingga sekarang. Hal
yang hilang disini adalah stategi yang jelas dalam membasmi korupsi dan
meningkatkan tata kelola. Beberapa bukti empiris terkini dari kesuksesan dan
kegagalan dalam pengelolaan tata kelola dan pembasmian korupsi telah menawarkan
beberapa pertimbangan dan pandangan.

Defining the problem
Corruption. Korupsi didefinisikan sebagai penyalahgunaan jabatan publik untuk
keuntungan pribadi. Namun, dalam konsep pemerintahan yang lebih luas, korupsi
adalah pelaksanaan kewenangan melalui tradisi formal dan informal dan lembaga
untuk kebaikan bersama.
Governance. Tata kelola meliputi proses pemilihan, pemantauan, dan mengganti
pemerintah. Termasuk kemamouan untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan
yang sehat dan diasumsikan terdapat rasa hormat dari watga.
Komponen tata kelola terdiri dari 6 komponen, yaitu i) voice and
accountability, ii) political stability, iii) government efectiveness, iv) quality of
regulation, v) rule of law, dan vi) control of corruption
Kelompok analisis dibagi menjadi tiga kategori, yaitu warna merah untuk
negara yang pengendalian korupsinya lemah, warna hijau untuk negara dengan tata
kelola yang baik, dan kuning untuk negara yang kondisinya berada ditengah-tengah
merah dan hijau. Dari analisis ini terdapat 40 negara yang mempunyai permasalahan
korupsi yang parah.
The evidence. Bukti mengatakan bahwa negara yang handal, dengan institusi
pemerintah yang baik dan transparan berhubungan dengan pertumbuhan income yang
tinnggi dan kekayaan negara, sama dengan progres sosial yang daiukur. Selain itu,
bukti mengatakan tata kelola yang baik akan menimbulkan perkembangan outcome
yang lebih baik.

Who benefits from bribery?
Bukti terkini mengatakan bahwa perusahaan yang melakukan suap umumnya tidak
mendapatkan keuntungan. Biaya dari korupsi untuk perkembangan bisnis sangat
besar. Korupsi yang besar memiliki masalah yang berbeda.

Causes of Corruption
Bukti mengatakan bahwa korupsi disebabkan oleh kelemahan institusional yang
dalam. Korupsi muncul karena hak politik yang sedikit dimiliki masyarakat dan
sangat rentan, termasuk pemilihan secara demokratis, partai oposisi, kebebasan
masyarakat yang lemah. Memberdayakan masyarakat dengan efektif dapat menjadi
strategi dalam menghadapi korupsi. Bukti empiris dalam worldwide mengatakan
bahwa keterlibatan wanita, baik dalam perwakilan parlemen maupun hak sosial,
berhubungan lurus dengan masyarakat yang semakin kuat. Selain itu, korupsi
semakin besar di negara yang kepemilikan pemerintahnya tinggi dalam
perekonomian. Perekonomian monopoli cenderung memiliki permasalahan korupsi.

The needs of multifaceted Anticorruption Strategy which tackles the fundamentals,
incentives, and preventions
Meningkatkan tata kelola membutuhkan sistem check and balance dari masyarakat
yang mencegah aksi dan penyimpangan birokratik yang dilakukan politisi dan
birokrat, mendukung suara dan partisipasi dari masyarakat, mengurangi insentif kaum
elit untuk state capture, dan menjaga peraturan dari hukum yang berlaku.

Details and Priorities in a Multifaceted strategy will vary from country to country.
- Entry and competition
Strategi untuk memerangi korupsi harus termasuk meningkatnya perusahaan
yang masuk ke industri dan kompetisi. Di beberapa negara berkembang,
sumber dari korupsi yang besar adalah kosentrasi dari kekuatan ekonomi
dalam monopoli yang kemudian kekuatan politik digunakan pemerintah untuk
keuntungan pribadi.
- Political leadership accountability
Untuk meningkatkan akuntabilitas pemimpin politik, beberapa negara
mendorong pengungkapan dan transparansi ke publik.
- Professionalization of the civil service
Layanan sipil yang profesional merupakan elemen yang penting. Recruiting
dan promoting bedasarkan prestasi, yang bertentangan dengan afiliasi politik,
sangat berkaitan dengan efektifitas pemerintah dan pengendalian korupsi.
- The Budget, Public expenditures, and Procurement
Pembuatan sistem dasar dari akuntabilitas dalam pengalokasian dan
penggunaan expenditures publik merupakan hal yang krusial bagi negara.
Untuk mewujudkan hal ini diperlukan : anggaran komprehensif dan proses
konsultatif penganggaran, transparansi dalam penggunaan public
expenditures, dan audit eksternal yang independen.
- The Power of Empirics : In-depth Governance Diagnostic Surveys
Survey dapat membantu dalam pemberdayaan masyarakat ketika memberikan
diagnostik yang berharga dalam tata kelola. Instrumen survey baru dapat
mengumpulkan informasi yang detail tentang perilaku bahkan pada agensi
pemerintah yang tidak berfungsi.
- The importance of civil liberties and voice
Bukti dari lebih dari 1500 world bank-finance project mengatakan bahwa
kebebasan sipil dan dan partisipasi masyarakat adalah faktor penting untuk
meningkatkan outcome. Ditemukan efek konsisten yang besar pada kebebasan
sipil dalam proyek rate of return.
Pemerintah dan masyarakat dapat menyerukan suara lewat survey dan koleksi
data dalam cara sistematik. Follow up dari survey dapat digunakan untuk
memastikan akuntabilitas dan peningkatan sesuai dengan yang diinginkan.

Conclusions
Tata kelola itu lebih dari hanya sekedar memerangi korupsi saja.
Meningkatkan tata kelola seharusnya mengintegrasikan 3 komponen vital :
a. Pengetahuan
b. Kepemimpinan dalam politik, masyarakat, dan lingkup internasional
c. Tindakan kolektif melalui partisipasi sistematik dan pendekatan consesnsus
building dengan pemangku kepentingan dalam masyarakat
Tidak ada negara yang mempunyai strategi yang sama, namun untuk
memaksimalkan prospek keberhasilan, semua negara harus bersungguh-sungguh
meningkatkan tata kelolanya dengan mengikutsertakan masyarakatnya, menjamin
aliran informasi untuk mereka, dan berkomitmen dalam kepemimpinannya.