Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
Menurut Santrock (2003) bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkemb
angan transisi antara masa anak-
anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, sosial emosional. Sedan
gkan menurut Rumini dan Sundari (2004) remaja adalah peralihan dari masa anak-
anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek atau fungsi untuk me
masuki masa dewasa.
Masa remaja adalah masa datangnya pubertas 11-
14 tahun sampai usia sekitar 18 tahun yang merupakan masa transisi dari kanak-
kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-
masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya. Masa perkembangan itu merupakan suatu tugas
yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu
dapat berhasil di tuntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan
tugas-
tugas berikutnya, sementara apabila gagal, maka akan menyebabkan ketidak bahagiaan pada
diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat, dan kesulitan-
kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas berikutnya (Monks, 2003).
Permasalahan yang sering muncul sering kali disebabkan ketidaktahuan para orang tu
a dan pendidik tentang berbagai tuntutan psikologi ini, sehingga perilaku mereka seringkali ti
dak mampu mengarahkan remaja menuju perkembangan mereka. Bahkan tidak jarang orang t
ua dan pendidik mengambil sikap yang tidak sejalan dari yang seharusnya diharapkan, sehin
gga semakin mengacaukan perkembangan diri para remaja tersebut. Dengan demikian di hara
pkan para orang tua dan pendidik dapat memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong re
maja menuju pada kepenuhan dirinya (Stice dan Whitenton, 2002).
Masa remaja merupakan masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-
anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Perubahan kejiwaan ini menimb
ulkan kebingungan dikalangan remaja. Sebabnya mereka mengalami penuh dengan gejolak e
mosi dan tekanan jiwa sehingga mudah menyimpang dari aturan dan norma-
norma sosial yang berlaku dikalangan masyarakat. Karena remaja adalah masa yang berada d
i antara anak-anak dan masa dewasa. Ia adalah masa di mana individu tampak bukan anak-
anak lagi, tapi juga tidak tampak sebagai orang dewasa yang matang, baik pria maupun wanit
a.
Di indonesia sekarang ini terdapat banyak sekali remaja yang terjerumus ke dalam per
gaulan yang tidak baik,seperti seks bebas yang berakibat hamil di luar nikah hingga terlibat k
asus narkoba. Pada masa ini memang para remaja sedang gencar-
gencarnya mencari jati diri dan rasa keingintahuan yang sangat tinggi. Mereka sering mencob
a berbagai hal untuk memenuhi rasa keingintahuan mereka,tanpa mereka memikirkan akibat
apa yang akan mereka terima dari hasil coba-coba.
Tidak adanya dukungan pengetahuan dari keluarga dan lingkungan yang menyebabka
n para remaja mencari sendiri demi memenuhi rasa keingintahuan mereka. Memang pada ma
sa remaja ini psikologi para remaja belum stabil sehingga mereka gampang sekali terpengaru
h oleh lingkungan,baik teman sekolah maupun teman sepermainan.
Banyak faktor-
faktor yang akan kami bahas dalam masa perkembangan remaja. Dampak-
dampak positif dan negatif dari masa remaja itu sendiri juga akan kami sertakan. Berdasarkan
latar belakang di atas maka kami tertarik melakukan wawancara kepada beberapa remaja unt
uk mengetahui perubahan psikologi yang mereka alami.

B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana perubahan piskologi remaja dan Pengelolaan kasus perubahan psikologi?

C. TUJUAN
1. Dapat mengetahui psikologi pada remaja
2. Dapat mengetahui perubahan psikologi pada remaja
3. Dapat mengetahui pengelolaan psikologi pada remaja









......................................................................................................................................................
.............



BAB II
TINJAUAN TEORI



A. Definisi Remaja
Remaja merupakan salah satu tahapan pertumbuhan dan perkembangan dalam siklus
manusia. Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak h
ingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir
pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, p
ertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembanga
n karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, da
n dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat men
onjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan w
aktu di luar keluarga.
Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu
Masa remaja awal, 12 - 15 tahun
Masa remaja pertengahan, 15 18 tahun
Masa remaja akhir, 18 21 tahun
(id.wikipedia.org)
Kata remaja berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to g
row maturity (Golinko, 1984 dalam Rice, 1990). Banyak tokoh yang memberikan definisi ten
tang remaja, seperti DeBrun (dalam Rice, 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertu
mbuhan antara masa kanak-
kanak dengan masa dewasa. Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (a
dolescent) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolesc
ence).
Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan an
tara masa kanak-
kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhi
r pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.
Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro, 1997), masa remaja meliputi usia antara 11 h
ingga 20 tahun. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal
(13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Mas
a remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu tela
h mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa.

B. Ciri-Ciri Remaja
Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang
cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama mas
a remaja.
1. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan
sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik
terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi
ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelu
mnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mer
eka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-
anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab i
ni akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang d
uduk di awal-awal masa kuliah.
2. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubah
an ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubah
an fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan
, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan prop
orsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
3. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama mas
a remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-
kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan a
danya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk da
pat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-
hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tid
ak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan
lawan jenis, dan dengan orang dewasa.
4. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-
kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.
5. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu si
si mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yan
g menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul
tanggung jawab tersebut.
(Putri 2013)

C. Klasifikasi Remaja
Remaja pada umumnya dibagi menjadi tiga tingkatan yitu remaja awal (11 -
15 tahun), remaja menengah (16-18 tahun), dan remaja akhir ( 19-
20 tahun). Seorang remaja mencapai tugas-
tugas perkembangannya dapat dipisahkan ke dalam tiga tahap secara berurutan (Marcia, 1991
dalam Sprinthall dan Collins, 2002) :
a. Masa remaja awal
Remaja awal adalah remaja dengan usia 11-14 tahun. Tugas-
tugas perkembangan yang harus diselesaikan pada masa ini adalah penerimaan terhadap kead
aan fisik dirinya dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif. Hal ini karena remaja pada
usia tersebut mengalami perubahan-
perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan tubuh yang meliputi tinggi badan, b
erat badan, panjang organ-
organ tubuh, dan perubahan bentuk fisik seperti tumbuhnya rambut, payudara, panggul, dan s
ebagainya.
Pada masa remaja awal, memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Lebih dekat dengan teman sebaya
2. Ingin bebas
3. Lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berfikir abstrak
b. Masa remaja menengah
Pada masa remaja menengah atau madya adalah remaja dengan usia sekitar 16-
18 tahun. Tugas perkembangan yang utama adalah mencapai kemandirian dan otonomi dari o
rang tua, terlibat dalam perluasan hubungan dengan kelompok sebaya dan memcapai kapasita
s keintiman hubungan pertemanan. Karekteristik pada remaja menengah adalah sebagai berik
ut :
1. Mencari identitas diri
2. Timbulnya keinginan untuk kencan
3. Mempunyai rasa cinta yang dalam
4. Mengembangkan kemampuan berfikir abstrak : remaja usia menengah pada umumnya menge
mbangkan kapasitas untuk berfikir abstrak, menikmati kekuatan intelektual dan perhatian pad
a filosofi, politik, dan masalah sosial.
5. Berkhayal tentang aktifitas seks
Hubungan antara remaja dengan keluarganya terdapat konflik mengenai kebebasan atau
kemandirian dan kontrol. Pertumbuhan dan perkembangan identitas remaja usia ini dimodifik
asikan dengan body image, sangat fokus pada dirinya dan mempunyai banyak impian.
Remaja usia menengah juga sangat tergantung pada penerimaan dirinya di peer group ya
ng sangat dibutuhkan untuk identitas dirinya dalam membentuk gambaran diri. Konsep diri y
ang impulsive dan kebingungan dalam mencari identitas juga muncul pada remaja usia ini.
c. Masa remaja akhir
Masa remaja akhir adalah masa remaja dengan usia 18-20 tahun. Tugas perkembangan
utama pada tahap ini adalah mencapai kemandirian seperti yang dicapai pada remaja me
nengah, namun lebih berfokus pada persiapan diri untuk terlepas dari orang tua, membentuk
pribadi yang bertanggung jawab, memepersiapkan karier ekonomi, dan membentuk ideologi
pribadi yang di dalamnya juga meliputi apa penerimaan terhadap nilai dan system etik. Pada t
ahap remaja akhir, karakteristik adalah sebagai berikut :
1. Pengungkapan identitas diri
2. Lebih selektif dalam mencari teman sebaya
3. Mempunyai citra jasmani dirinya
4. Dapat mewujudkan rassa cinta
5. Mampu berpikir abstrak
(digilib unimus)

D. Peranan Remaja dalam Kehidupan Sosial
Dalam kehidupan sosialnya remaja mempunyai peranan masing-masing antara lain
Sebagai anggota keluarga perannya sebagai anak yaitu berperanan ikut menjaga nama bai
k orang tua dan keluarga, membantu meringankan pekerjaan orang tua di rumah, menciptaka
n situasi dan kondisi yang nyaman di rumah, dll
Sebagai warga sekolah perannya sebagai siswa yaitu berperanan ikut menjaga keamanan d
an ketertiban sekolah, memajukan dan meningkatkan prestasi sekolah dengan cara belajar ya
ng sungguh-
sungguh, menjalin kerja sama dan hubungan sosial yang baik dengan siswa yang lain, menge
mbangkan kreatifitas sesuai dengan bakat dan minatnya, dll
Sebagai warga masyarakat perannya sebagai pemuda/pemudi desa/kota berperan aktif me
njaga ketertiban dan keamanan lingkungan, menjaga kebersihan lingkungan, ikut serta memb
angun desa/kota di mana mereka tinggal dengan cara mengembangkan kreatifitas demi mema
jukan desa, tidak menjadi remaja yang malas dan acuh terhadap lingkungan, dll
(Psikologizone)

E. Tugas Perkembangan Remaja
Tugas perkembangan remaja menurut Havighurst dalam Gunarsa (1991) antara lain :
memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan kawan se
baya, baik laki-laki maupun perempuan
memperoleh peranan sosial
menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif
memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri
memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan
mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga
membentuk sistem nilai, moralitas dan falsafah hidup
(Psikologizone)

F. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Identitas
Pembentukan identitas tidak bisa terjadi begitu saja tanpa adanya faktor-
faktor yang mempengaruhinya. Syamsu (2001: 202) mengemukakan beberapa faktor-
faktor yang mempengaruhi remaja dalam perkembangan identitas diri, yaitu :
Iklim keluarga, yaitu yang berkaitan dengan interaksi sosio-
emosional antaranggota keluarga (ibu-ayah, orangtua-anak dan anak-
anak) sikap dan perlakuan orangtua terhadap anak.Apabila hubungan antaranggota keluarga h
angat, harmonis, serta sikap perlakuan orang tua terhadap anak positif atau penuh kasih sayan
g, maka remaja akan mampu mengembangkan identitasnya secara realistik dan stabil (sehat).
Tokoh idola, yaitu orang-
orang yang dipersepsi oleh remaja sebagai figur yang memiliki posisi di masyarakat. Pada um
umnya tokoh yang menjadi idola atau pujaan remaja berasal dari kalangan selebritis dan olahr
agawan. Meskipun persentasenya sedikit, ada juga tokoh idola remaja itu berasal dari para to
koh masyarakat, pejuang atau pahlawan.
Peluang pengembangan diri, yaitu kesempatan untuk melihat ke depan dan menguji dirinya
dalam setting (adegan) kehidupa yang beragam. Dalam hal ini, eksperimentasi atau pengalam
an dalam menyampaikan gagasan, penampilan peran-
peran dan bergaul dengan orang lain (dalam aktivitas yang sehat) sangatlah penting bagi perk
embangan identitasnya.
Erikson (Santrock, 2007: 2008) kemudian menambahkan faktor yang mempengaruhi
pembentukan identitas yaitu pengalaman masa lalu :
Dalam usaha mencari perasaan kesinambungan dan kesamaan yang baru, para remaja
harus memperjuangkan kembali perjuangan tahun-
tahun lalu, meskipun untuk melakukannya mereka harus menunjuk secara artificial orang-
orang yang baik hati untuk berperan sebagai musuh dan mereka selalu siap untuk menempatk
an idola dan ideal mereka sebagai pembimbing dalam mencapai identitas akhir.
Identifikasi yang sekarang terjadi dalam bentuk identitas ego adalah lebih dari sekedar penju
mlahan identifikasi masa kanak-
kanak. Pendapat di atas diperkuat oleh pendapat Syamsu Yusuf (2001:202-203) :
Pengalaman sejak masa kecil yang penuh konflik atau frustasi dan kurang mendapat bimbing
an keagamaan akan berdampak kurang baik bagi perkembangan remaja. Remaja cenderung a
kan mengalami kegagalan dalam mengikuti program sekolah dan cenderung memiliki sifat pr
ibadi: tidak jujur, rasionalisasi (suka memberi alasan-
alasan untuk menutupi kelemahan dirinya) dan meremehkan otoritas atau norma. Sebaliknya,
pengalaman yang menyenangkan akan mempengaruhi sifat-
sifat pribadi yang taat hukum dan tak melampaui batas. Selain itu, kebudayaan juga menjadi
berpengaruh dalam pembentukan identitas, hal ini sesuai dengan pendapat Burns (1993: 31)
mengatakan bahwa Erikson memberi suatu perluasan dari teori Freud yang menekankan perk
embangan ego di dalam konteks kultural. Dia menunjukkan bagaimana kebudayaan mengurai
kan dari suatu dasar yang diberikan secara biologis suatu identitas yang pantas di dalam buda
ya yang bersangkutan dan dapat diatur oleh individu itu. Erikson menunjukkan bahwa identit
as diperoleh dari pencapaian yang mempunyai arti di dalam budaya tersebut. Jadi, dapat disi
mpulkan bahwa faktor-
faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas adalah iklim keluarga, tokoh idola, peluan
g pengembangan diri, pengalaman-
pengalaman masa lalu, serta kebudayaan dalam lingkungan individu tersebut.

(Zulhasni)

G. Tumbuh Kembang Remaja
Pertubuhan fisik pada remaja perempuan :
1. Mulai menstruasi
2. Payudara dan pantat membesar
3. Indung telur membesar
4. Indung telur membesar.
5. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat
6. Vagina mengeluarkan cairan
7. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina
8. Tubuh bertambah tinggi
Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki :
1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap
2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin
3. Tumbuh kumis
4. Mengalami mimpi basah
5. Tumbuh jakun
6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang
7. Penis dan buah zakar membesar
(idham020273.blogdetik.com)

H. Perubahan psikis/psikologi yang terjadi pada remaja
Perubahan psikis atau psikologi yang terjadi pada remaja perempuan atau remaja lai-
laki yaitu :
a. Emosi
b. Pikiran atau pola pikir
c. Perasaan
d. Lingkungan pergaulan
e. Tanggung jawab
Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-
laki yaitu :
1. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.
2. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.
3. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.
4. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.
(Idham )
I. Penyimpangan Remaja atau Perilaku Negatif
Gank-gankan / gank motor
Tawuran antar pelajar
Minum minuman keras
Narkoba
Seks bebas
Perilaku Positif Remaja
Mudah bersosialisasi
Mengikuti kegiatan yang positif atau mengikuti organisasi.
Mengembangkan kreatifitas
Mengejar cita-cita
Mencetak prestasi
J. Pengelolaan Remaja
1. Mampu memenajamen waktu.
2. Mampu mengontrol emosi.
3. Bisa menggunkan waktu luang dengan baik.
4. Mengikuti organisasi atau kegitan positive lainnya.

K. Kondisi Psikologi Remaja
1. Keadaan Emosi dan Penyesuain Diri Selama Masa Remaja
Kondisi emosi remaja dianggap periode badai dan tekanan, suatu masa di masa ketegan
gan emosi meninggi sebagai akibat : perubahan fisik.tekanan sosial dan menghadapi kondisi
baru. Selama masa kanak-kanak kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-
keadaan tersebut. Dampak dari usaha penyesuaian diri pada pola perilaku baru dan harapan s
osial baru. Ex : masalah percintaan.
2. Penyesuaian Diri Remaja
Penyesuaian diri remaja yang terpenting dan tersulit adalah penyesuaian diri dengan meni
ngkatnya pengaruh kelompok sebaya. Perubahan dalam perliaku sosial, pengelompokkan sosi
al baru,nilai-
nilai baru dalam seleksi persahabatan,dalam dukungan dan penolakan sosial serta dalam selek
si pemimpin.
3. Perubahan dalam Perilaku Sosial
Perubahan sikap dan perilaku sosial yang paling menonjol adalah hubungan heteroseksual.
Perubahan singkat yang radikal,yaitu dari tidak menyukai lawan jenis menjadi lebih menyuk
ai teman dari lawan jenis.
4. Perubahan Moral
Remaja di harapkan mengganti konsep moral yang berlaku khusus di masa kanak-
kanak dengan prinsip moral yang berlaku umum dan merumuskannya kedalam kode moral ya
ng akan berfungsi sebagai pedoman bagi perilakunya. Tidak kalah pentingnya,sekarang remaj
a harus mengendalikan perilakunya sendiri yang sebelumnya menjadi tanggung jawab orang t
ua dan guru.
5. Minat seks dan Perilaku Seksual
Minat remaja pada seks dan keingintahuannya tentang seks,terkait dengan pembentukan h
ubungan baru dan lebih matang dengan lawan jenis. Remaja yang fungsi seksualnya sudah m
ulai matang diharapkan dapat mengembangkan minat terhadap lawan jenis serta melibatkan k
egiatan yang memenuhi unsur lawan jenis. Meningkatnya minta pada seks ini menyebabkan r
emaja selalu berusaha mencari lebih banyak informasi mengenai seks. Sumber informasi bias
anya sedikit dari orang tua. Remaja mencari lewat sekolah,teman,buku,atau percobaan mastur
basi,dll.
6. Perubahan Kepribadian
Mulai menyadari sifat-sifat yang baik dan buruk dan menilai sifat-
sifat ini sesuai dengan sifat teman-
temannya. Remaja juga sadar akan peran kepribadian dalam hubungan-
hubungan sosial dan oleh sebab itu mereka terdorong untuk memperbaiki kepribadian mereka
,misalnya dengan membaca buku atau tulisan-tulisan tentang hal ini.




......................................................................................................................................................
...........




BAB III
KASUS DAN PEMBAHASAN
I. KASUS
Laporan hasil wawancara
Hari/tanggal :Kamis, 24 Oktober 2013 Ja,M
Jumat, 25 Oktober 2013, jam
Tempat :Prancak Glondong, Candisari Wukirharjo, Prambanan
Narasumber/nama klien : TN. AK dengan nama samaran Aan
A. Identitas diri remaja
Nama dari informan pertama yang diwawancarai adalah AK namanya kita samarkan dengan
nama Aan. Aan berumur 17 tahun, dia lahir di Sleman, 18 September 1996, dia anak satu-
satunya ( anak tunggal ). Alamat rumah di Candisari, Mukirharjo, Prambanan, Sleman. Dia ti
nggal di rumah pakdhe dan budhenya, dia sekarang sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Pram
banan. Sekarang dia duduk di kelas 3 SMK. Ayahnya bernama Alm. Niken Ginting dan ibun
ya bernama Prontiasih. Ibunya tinggal di Cikarang Jakarta Barat, pekerjaan ibu Prontiasih seb
agai buruh.
B. Kesehatan
Aan merupakan anak yang sehat, dari dulu sampai sekarang dia tidak pernah mengeluh tentan
g kesehatan fisiknya. Ayahnya meninggal 2 tahun yang lalu, sedangkan ibunya saat ini meng
alami diabetes, asam urat, dan hipertensi, biasanya ibu kontrol ke rumah sakit satu bulan seka
li cek gula darah.
C. Riwayat
Aan sudah mengalami mimpi basah, tumbuhnya rambut pada kemaluannya, tumbuh jakun, se
rta perubahan suara, dan tanda-
tanda pubertas juga sudah ada pada dirinya. Aan sudah mengerti tentang organ reproduksi.
D. Perubahan psikologi remaja
Dari kelas 2 SMP 13-
14 tahun, pola fikir Aan sudah mulai berubah, selain itu ia juga gampang marah, sering cemb
erut, tertutup, dan lebih senang melampiaskan kemarahannya dengan tindakan-
tindakan seperti merokok, kelahi, nongkrong, minum-
minuman keras, Trak Balapan Motor dengan tahuran uang. Semua itu sangat dipengaruhi o
leh faktor lingkungan dan pergaulannya terutama dengan teman sebayanya. Semua tindakan
menyimpang yang pernah ia lakukan sedikitpun ia tidak pernah memikirkan apa akibat dan ri
siko yang akan datang dari perbuatannya itu, yang dia fikirkan hanyalah kesenangan dan kep
uasan yang dia rasakan saat ini.
Saat ini Aan masih belum menemukan jati diri yang sesungguhnya, ia mudah bergaul akan
tetapi ia juga sangat mudah terpengaruh oleh orang lain, ia saat ini sering bermain dengan te
man sekolahnya (sebayanya), tepatnya dengan sembilan anak tetapi ia mengaku hanya teman
bermaain saja bukan sekelompok geng yang kebanyakan anak seusia SMA. Setiap masalah y
ang dihadapi sama sekali tidak pernah di ceritakan kepada orang tuanya ataupun keluarga dek
atnya. Ia lebih senang atau lebih terbuka dengan temannya. Aktivitas yang dilakukan setiap h
arinya mulai dari ia bangun tidur hingga tidur lagi adalah ia bangun biasa sekitar pukul 9 pagi
hari pulang sekolah pukul 5 sore, saat pulang sekolah langsung pulang ke rumah, akan tetapi
saat sampai dirumah langsung ganti baju, makan dan setelah itu ia langsung keluar lagi untu
k bermain dan terkadang nongkrong dengan teman-
temannya. Ia mengaku tidak betah di rumah lebih senang bermain di luar rumah serta banyak
masalah-
masalah yang ia sembunyikan dari orang tua atau keluarganya. Tidak hanya itu ternyata ia ju
ga sering balap motor dengan teman-
temannya, dan ini bukan balap biasa melainkan mereka menggunakan uang sebagai taruhann
ya (berjudi).
E. Lingkungan sekolah
Aan bersekolah di salah satu SMK di prambanan , jarak antara rumah dengan sekolahnya 11
km. Ia ke sekolah menggunakan sepeda motor. Aan sering bolos sekolah,dengan demikian nil
ai yang dia peroleh sebatas KKM. Aan tidak pernah tinggal kelas, di sekolah ia mengikuti eks
trakulikuler tapak suci. Jika ada waktu luang atau jam pelajaran kosong kadang ia nongkron
g di kantin dan curi-
curi kesempatan untuk merokok di kamar mandi. Ia juga berambut panjang, rambut di semir
dan sering terlambat datang kesekolah, jadi pelanggaran yang dilakukan anang di sekolah ter
bilang lumayan banyak dan menyimpang.
F. Keluarga
Aan tinggal di rumah pakdhenya, otomatis dia jauh dari orang tuanya sendiri. Keluarga tempa
t ia tinggal memberikan peraturan-
peraturan, akan tetapi ia tidak pernah mematuhi peraturan tersebut, bahkan ia tidak menghira
ukan peraturan itu. Di rumah Aan jarang belajar bahkan tidak pernah sama sekali. Aan pernah
meminta HP BB kepada orang tuanya, dan saat itu orang tuanya tidak mengabulkan perminta
annya karena keterbatasan ekonomi, Aan pun marah kepada orang tuanya karena keinginanny
a tidak terpenuhi sehingga orang tuanya pun meneteskan air mata.
G. Masyarakat
Hubungan Aan dengan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya terbilang sangat baik karena i
a termasuk anak yang mudah bergaul. Dua bulan yang lalu Aan sempat memiliki masalah den
gan masyarakat disekitarnya, Aan sempat di fitnah oleh masyarakat setempat bahwa yang me
nghamili mantan pacarnya itu adalah Aan. Aan sangat marah, selain itu ia juga kecewa sama
mantan pacarnya, ia sempat terpuruk akibat penghianatan mantan pacarnya, tetapi dalam jang
ka waktu yang tidak lama, kira-
kira hanya 2 minggu saja. Aan terbukti bukan pelaku pengahamilan tersebut. Hal ini diperkua
t dari pengakuan mantan pacarnya sendiri. Dan saat ini hubungannya dengan masyarakat seki
tar sudah membaik.
Laporan hasil wawancara
Hari/tanggal : Kamis, 24 Oktober 2013
Jumat, 25 Oktober 2013
Ahad,27 Oktober 2013
Tempat : Prancak Glondong
Narasumber/nama klien : SZZ dengan nama samaran Sasa
A. Identitas diri remaja
Nama anak ini adalah SZZ dengan nama samaran Sasa. Sekarang ini dia sudah berumur 15 ta
hun, pendidikan SMP kelas 3. Dia lahir di Bantul, 20 Juli 1998. Sasa merupakan anak pertam
a dari empat bersaudara. Dia tinggal bersama ayah, ibu serta adik-
adiknya. Ayahnya bernama Suparno (nama samaran) dan ibunya bernama Sumi (nama samar
an). Ayahnya pekerja swasta sedangkan ibunya ibu rumah tangga. Adek-
adeknya ada yang kelas satu SMP, satu SD, dan yang terakhir belum sekolah. Sasa juga mem
punyai seorang adik lagi tetapi dia sudah meninggal sejak dalam kandungan.
B. Kesehatan
Sasa sampai sekarang belum pernah menderita sakit yang parah. Dia juga tidak mempunyai ri
wayat kesehatan yang menurun dari keluarganya. Sakit yang dideritanya hanya sakit musima
n seperti batuk, pilek.
Sasa mengalami menarche saat dia duduk di kelas dua SMP. Tanda-
tanda pubertas sudah ada pada dirinya. Sebelum dia mengalami menarche dia sudah diberitah
u oleh ibunya tentang menstruasi. Sasa juga sudah paham tentang organ reproduksi serta fung
sinya karena sudah pernah mendapat informasi tentang reproduksi di sekolah.
C. Perubahan psikologi remaja
Sasa mulai penasaran akan sesuatu hal sejak dia duduk di kelas 3 SMP. Dulunya dia tidak terl
alu penasaran dengan hal-
hal yang dia temui. Sasa juga bisa dibilang anak yang mudah badmood. Apabila dia memp
unyai masalah dia pasti cerita kepada ibunya, kalau tidak dia bercerita ke teman dekatnya. Sa
sa juga gampang sedih apabila ibunya marah, temannya marah atau mendapat nilai yang kura
ng memuaskan. Sasa merupakan anak yang bisa dibilang tertutup sama orang lain, menurut S
asa dia adalah orang yang pendiam dan pemalu serta sulit untuk mengutarakan sesuatu kepad
a orang lain. Sasa juga kurang mempunyai keberanian untuk berbicara dengan orang lain. Sas
a juga pernah menyesal pernah memiliki nilai yang jelek karena pada waktu akan ujian tidak
belajar. Dari kejadian ini ( mendapat nilai jelek) Sasa sekarang aktif mengikuti bimbingan bel
ajar (les). Selain mengikuti les di sekolah Sasa juga mengikuti les di luar sekolah. Dengan de
mikian dapat dikatakan bahwa Sasa ini mengerti kewajibannya sebagai seorang pelajar. Aktiv
itas yang dia lakukan sehari-harinya hampir sama dengan anak-
anak yang lain. Kalau pagi dia sekolah, setelah sekolah terkadang dia bermain dengan temann
ya, dia juga mengikuti bimbingan belajar di sekolahnya maupun di luar sekolah.
Sasa merupakan anak yang suka dirumah, bermain lebih sering di dalam rumah, terkadang ju
ga diluar rumah misalkan ada acaradi desanya atau ada tetangga yang punya hajatan dia meng
hadiri.
D. Lingkungan sekolah
Sasa sekolah di SMP Negeri 2 Sewon. Sekarang dia duduk di kelas 3 SMP. Di sekolahnya, S
asa mengikuti ekstrakurikuler Pramuka dan PMR. Jarak antara sekolah dan rumah cukup dek
at sehingga dia hanya jalan kaki ke sekolahnya. Di sekolah, Sasa belum terlalu aktif untuk me
nanyakan sesuatu hal yang menurut dia sulit untuk dipahami. Dia belum berani mengutarakan
kepada gurunya tentang hal-
hal yang belum ia pahami. Dia juga cukup percaya diri saat ada ulangan harian maupun seme
steran. Dia percaya bahwa dirinya bisa sehingga dia mengerjakan semampunya. Sasa adalah s
eorang anak yang sopan dan tidak melanggar tata tertib di sekolahnya. Selama ini dia tidak pe
rnah terlambat maupun bolos sekolah. Apabila jam ada kosong, Salma biasanya menggunaka
nnya untuk bermain bersama teman-temannya, dia jarang untuk pergi ke perpustakaan.
E. Keluarga
Sasa tinggal bersama keluarganya di rumah. Dia termasuk anak yang pendiam. Di rumah bias
anya dia menonton televisi, bermain sama temannya atau adik-
adiknya, dan dia terkadang membantu pekerjaan ibunya di rumah, menyapu dan cuci piring
F. Masyarakat
Hubungan Sasa dengan masyarakat sekitar tempat tinggalnya cukup baik. Di lingkungannya
dia mengikuti muda-
mudi dan remaja masjid. Tetapi Sasa jarang kumpul bersama mereka. Sasa lebih sering berm
ain dengan teman-
temannya di rumahnya atau terkadang main di luar. Di lingkungan tempat tinggal Sasa keban
yakan anak laki-
laki yang seumuran dengan Sasa. Sekarang Sasa belum mempunyai seorang pacar. Tetapi dia
sudah mulai tertarik dengan lawan jenis. Sasa saat ini mempunyai seorang teman dekat laki-
laki.
Di sela-sela wawancara dengan salam kami melakukan role play mengenai psikologi.
Anda pergi ke suatu hutan, terus di hutan tersebut melihat suatu gubuk pada gubuk tersebut a
nda melihat suatu pintu.
1. Pintu tersebut ??
a. Terbuka
b. Tertutup
Lalu anda masuk kegubuk dan anda melihat sebuah meja
2. Bentuk meja tersebut ??
a. Bulat
b. Kotak
c. Segitiga
Lalu anda melihat sebuah pot yang sedang tergantung di sekitar ruangan
3. Terbuat dari apakah pot tersebut ?
a. Guci,keramik atau tanah liat
b. Plastik
c. Besi
4. Berapa banyak kah air didalamnya ?
a. Penuh
b. Setengah
c. Kosong
Lalu anda keluar dari gubuk tersebut saat berjalan anda melihat sejumlah kunci
5. Terbuat dari apakah kunci tersebut ?
a. Emas
b. Perak
c. Besi
6. Berapakah jumlah kunci tersebut ? ( pilih angka 1 sampai 10)
Lalu anda berjalan kedepan dan anda melihat air terjun. Air terjun tersebut mengalir
7. Berapakah derasnya aliran air terjun tersebut? ( pilih angka 1-
10 semakin tinggi angka yang anda pilih aliran air semakin deras)
Lalu anda berjalan kesebelah kanan anda melihat sebuah istana. Anda masuk kedalam istana
tersebut. Di dalam istana terdapat dua buah kolam. Di kolam yang pertama terdapat sejumlah
koin yang terbuat dari emas tapi airnya kotor. Di kolam kedua terdapat banyak sekali koin ya
ng terbuat dari perak dengan air cukup bersih
8. Pada situasi tersebut apa yang anda lakukan
a. Mengambil koin emas pada kolam pertama
b. Mengambil koin perak pada kolam kedua
c. Tidak mengambil apa-apa
Disekitar daerah tersebut anda melihat seekor kuda dan sebuah kotak besar, tiba-
tiba tornado datang
9. Apa yang anda lakukan ?
a. Berlari menggunakan kuda
b. Masuk kedalam kotak besar
c. Berlari ketempat yang lebih aman
Jawaban dari Salma :
1. Pintu tertutup
2. Meja kotak
3. Terbuat dari tanah liat
4. Air yang ada di dalam pot setengah
5. Kunci terbuat dari besi
6. Jumlah kunci 2
7. Deras aliran air terjun adalah 4
8. Mengambil koin perak di kolamkedua
9. Masuk ke dalam kotak besar
Jawaban dari test psikologi kepribadian
1. Pintu
Terbuka : Berarti anda orang yang terbuka pada sapa saja
Tertutup : Anda orangnya tertutup
2. Bentuk meja
Bulat : Anda berteman dengan siapa saja
Kotak : Anda selektif dalam berteman
Segitiga : Sangat pemilih dalam berteman
3. Bahan pot
Guci,keramik ataw tanah liat : rendah hati dan berperasaan
Plastik : fleksibel
Besi : Keras kepala dan egois
4. Isi pot
Penuh : Cita2 anda sudah tercapai
Setengah : Cita2 baru tercapai sebagian
Kosong : Cita2 anda belum tercapai
5. Kunci terbuat dari
Emas : Berjiwa besar, penolong dan ramah
Perak : Percaya diri, kreatif
Besi : Anda orang biasa2 aja
6. Jumlah kunci
1-10 : Angka (1-10) menunjukkan jumlah teman/sahabat terdekat
yang anda miliki
7. Derasnya aliran air terjun menunjukkan gairah seks yang anda miliki (1-10)
Semakin tinggi angka yg anda pilih semakin tinggi pula gairah seks yang anda miliki
8. Situasi
a. Mengambil koin emas pada kolam pertama
Anda orangnya matre/komersil. Jika mencari pasangan lebih mengutamakan kekayaan
b. Mengambil koin perak pada kolam kedua
Jika memilih pasangan lebih mengutamakan tampang atau fisik
c. Tidak mengambil apa-apa
Apa adanya
9. Yang anda lakukan jika anda menghadapi masalah
Berlari menggunakan kuda : Membahas masalah tersebut bersama pasangan atau sahabat unt
uk penyelesaiannya.
Masuk kedalam kotak besar : Memendam masalah tersebut.
Berlari ketempat yang lebih aman : Menyelesaikan masalah sendiri
II. PEMBAHASAN
Tuan AK (Aan) berusia 17 tahun bersekolah di salah satu SMK di Prambanan. Dia sudah me
ngalami pubertas. Perubahan fisik juga sudah terjadi pada dirinya seperti tumbuh jakun, tumb
uh rambut disekitar kemaluan, suara mulai memberat. Selain itu tuan A masih dalam proses p
encarian jati diri. Begitu juga dengan nona SZZ (Sasa), dia sudah menarche saat berusia 14 t
ahun. Usianya saat ini 15 tahun, bersekolah di salah satu SMP yang berada di Yogyakarta. Pe
rubahan fisik juga sudah terjadi pada dirinya seperti payudara mulai membesar, tumbuh ramb
ut disekitar kemaluan.
Menurut (Marcia, 1991 dalam Sprinthall &
Collins, 2002) :
Remaja awal adalah remaja dengan usia 11 - 14 tahun. Tugas -
tugas perkembangan yang harus diselesaikan pada masa ini adalah penerimaan terhadap keadaa
n fisik dirinya dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif. Hal ini karena remaja pada us
ia tersebut mengalami perubahan -
perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan tubuh yang meliputi tinggi badan,
berat badan, panjang organ -
organ tubuh, dan perubahan bentuk fisik seperti tumbuhnya rambut, payudara, panggul, dan
sebagainya.
Pada masa remaja menengah atau madya, adalah
remaja dengan usia sekitar 16-18 tahun. Tugas
perkembangan yang utama adalah mencapai kemandirian dan otonomi dari orang tua, terliba
t dalam perluasan hubungan dengan kelompok sebaya dan mencapai kapasitas keintiman h
ubungan pertemanan. Karakteristik
pada remaja menengah adalah sebagai berikut :
1. Mencari identitas diri
2. Timbulnya keinginan untuk kencan
3. Mempunyai rasa cinta yang mendalam
4. Mengembangkan kemampuan berpikir abstrak : remaja usia menengah pada umumnya me
ngembangkan kapasitas untuk berpikir abstrak, menikmati kekuatan intelektual dan perhatia
n pada filosofi, politik, dan masalah social.
Perubahan psikologi yang terjadi pada tuan A. Perubahan emosi (mudah marah). Dalam ber
gaul tuan A termasuk anak yang mudah bergaul. Namun Tuan A mudah terpengaruh oleh ajakan ne
gative teman-temannya.Tuan A banyak melakukan hal-
hal yang menyimpang ( merokok, minum muniman keras, balapan motor dengan taruhan) karena f
aktor lingkungannya. Perubahan psikologi yang dialami nona Sasa yaitu dalam masalah emosi
nona Sasa sering badmood. Pola pikir nona Sasa mulai berubah ketika nona Sasa duduk di
kelas dua SMP, dia mulai penasaran akan sesuatu hal yang dia temui. Dalam pergaulan nona
Sasa kurang bisa beradaptasi dengan teman barunya karena dia merupakan anak yang pendia
m dan pemalu. Nona Sasa juga sudah bisa mempertanggung jawabkan apa yang dia lakukan (
dahulu dia pernah menyesal karena nilainya jelek karena tidak belajar, maka dari itu nona Sas
a mengikuti bimbingan belajar di sekolah maupun di luar sekolah).
Menurut Herawati Mansur, perubahan psikologi remaja wanita dan pria memiliki peresaa
n yang hampir sama, yaitu sering merasa gelisah, resah, ada konflik dengan orang tua, minat
meluas, tidak menetap, pergaulan, mulai berkelompok, tetapi sering muncul perasaan asing,
mulai mengenal lawan jenis atau pacaran, serta tidak stabilnya prestasi atau pejaran sekolah.
Sedangkan menurut Idham, perubahan psikis atau psikologi yang terjadi pada remaja peremp
uan atau remaja lai-laki yaitu :
1. Emosi
2. Pikiran atau pola pikir
3. Perasaan
4. Lingkungan pergaulan
5. Tanggung jawab
Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-
laki yaitu :
1. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.
2. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.
3. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.
4. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.




......................................................................................................................................................
.............




BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN
Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dew
asa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hi
ngga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan
tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksua
l seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pa
da perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran sem
akin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Perubahan psikologi yang terjadi pada tuan AK. Perubahan emosi (mudah marah). Dalam bergaul t
uan AK termasuk anak yang mudah bergaul. Namun Tuan AK mudah terpengaruh oleh ajakan neg
ative teman-temannya.Tuan AK banyak melakukan hal-
hal yang menyimpang ( merokok, minum muniman keras, balapan motor dengan taruhan) karena f
aktor lingkungannya. Perubahan psikologi yang dialami nona Sasa yaitu dalam masalah emosi
nona Sasa sering badmood. Pola pikir nona Sasa mulai berubah ketika nona Sasa duduk di
kelas dua SMP, dia mulai penasaran akan sesuatu hal yang dia temui. Dalam pergaulan nona
Sasa kurang bisa beradaptasi dengan teman barunya karena dia merupakan anak yang pendia
m dan pemalu. Nona Sasa juga sudah bisa mempertanggung jawabkan apa yang dia lakukan (
dahulu dia pernah menyesal karena nilainya jelek karena tidak belajar, maka dari itu nona Sas
a mengikuti bimbingan belajar di sekolah maupun di luar sekolah).
Berdasarkan kasus yang terjadi pada kedua remaja tersebut dapat disimpulkan bahwa kas
us atau masalah yang mereka alami sesuai dengan teori yang ada. Menurut Herawati Mansur,
perubahan psikologi remaja wanita dan pria memiliki peresaan yang hampir sama, yaitu serin
g merasa gelisah, resah, ada konflik dengan orang tua, minat meluas, tidak menetap, pergaula
n, mulai berkelompok, tetapi sering muncul perasaan asing, mulai mengenal lawan jenis atau
pacaran, serta tidak stabilnya prestasi atau pejaran sekolah. Sedangkan menurut Idham, perub
ahan psikis atau psikologi yang terjadi pada remaja perempuan atau remaja lai-laki yaitu :
6. Emosi
7. Pikiran atau pola pikir
8. Perasaan
9. Lingkungan pergaulan
10. Tanggung jawab
Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-
laki yaitu :
5. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.
6. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.
7. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.
8. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.
B. SARAN
a. Bagi remaja
Sebaiknya menjadi remaja yang selektif dalam memilih teman artinya kita bisa berteman den
gan siapa saja tidak membeda-bedakan asal kita mampu memilih teman degan baik.
Sebaiknya mampu mengelola atau memenajemen waktu luang untuk melakukan hal-
hal positive.
Sebaiknya mampu atau mudah beradaptasi dengan lingkungan.
Sebaiknya sebisa mungkin aktif di sekolah maupun di lingkungan sekitar.
Sebaiknya mulai melatih diri untuk memilki rasa tanggung jawab.
Sebaiknya mempunyai optimism dan tidak mudah putus asa.
b. Bagi orang tua
Sebaiknya orang tua memberikan contoh
c. Bagi mahasiswa
Sebaiknya mahasiswa mampu mengkaji suatu permasalahan lebih dalam lagi.
Sebaiknya mahasiswa mampu mengangkat masalah yang lebih banyak lagi disertai dengan co
ntoh kasus yang ada di masyarakat sekitar serta dibahas lebih detail.