Anda di halaman 1dari 21

PERALATAN : ROTATING BEACON

1 KONDISI FISIK ROTATING BEACON - Cek fisik Baik/tidak baik


2 OPERASI
LOKAL - Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
REMOTE - Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
PUTARAN Stopwatch Cek putaran lampu 10 - 15 RPM Baik/tidak baik
3 KONSTRUKSI PENEMPATAN Cek fisik ada korosi apa tidak Baik/tidak baik
4 INSULATION TEST Megger 1000 v
Ukur tahanan isolasi kabel power supply
rotating beacon
Tahanan isolasi M ohm
5 INTERCONECTION -
Cek fisik sambungan power kabel,kontrol kabel
grounding dsb
Baik/tidak baik
SATUAN
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHEK
NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN
gc dar 2006 1
Halaman 1/23
PERALATAN : PAPI SYSTEM (1 SISI/2 SISI)
1 JUMLAH UNIT TERPASANG Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
2 OPERASI
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
3 ELEVATION LEVEL
-UNIT A Elevation level cm
-UNIT B Ground Check stick
-UNIT C
-UNIT D
4 TAHANAN ISOLASI Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
CIRCUIT 1
Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel
series
Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT 2
Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel
series
Tahanan isolasi M ohm
5 CONTINUITY
CIRCUIT 1 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield /armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT 2 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield /armour kabel
series
Continuity ohm
6 POWER SUPPLAY
CCR1
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
CCR2
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
SELECTOR CABINET 1 Cek seluruh fungsi termasuk
pengujian sistem kontrol yang
tersedia
Baik/tidak baik
SELECTOR CABINET 2 Cek seluruh fungsi termasuk
pengujian sistem kontrol yang
tersedia
Baik/tidak baik
7 INTERCONNECTION Cek fisik sambungan power
kabel,kontrol kabel,series kabel
, grounding dsb
Baik/tidak baik
8 INDICATOR LAMP/METERING Cek kelengkapan pilot lamp
dan metering yang ada
beroperasi dengan baik atau
tidak
Baik/tidak baik
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHEK
CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN SATUAN NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
Elevation level diukur antara
transisi cahaya putih/merah
didepan tiap tiap unit PAPI
dengan transisi cahaya
putih/merah yang jatuh pada
cheking stick yang dipasang
pada jarak 10 M didepan unit
PAPI
gc dar 2006 1
Halaman 2/ 23
A __ __ A
B __ __ B
C __ __ C
D __ __ D
L R
R/W
R L
D __ __ D
C __ __ C
B __ __ B
A __ __ A
SETTING ANGLE :
WITH ILS 3 WITHOUT ILS 3 WITHOUT ILS 2 45'
A 225' 230' 215'
B 245' 250' 235'
C 315' 310' 255'
D 335' 330' 315'
DATA TEKNIS SETTING PAPI
NO UNIT
gc dar 2006 1
Halaman 3/ 23
1 1
2 2
3 3
L R
R L
3 3
2 2
1 1
TYPE
CONFIGURATION
DISTANCE UWWB - DWWB (M') < 183 183 - 260 > 260 < 183 183 - 260 > 260
a 2 25' 2 30' 2 35' 2 25' 2 30' 2 35'
2 45' g 3 05' 3 2 55'
GLIDE SLOPE b 3 05' 3 2 55' 3 45' 3 30' 3 15'
a 2 40' 2 45' 2 50' 2 40' 2 45' 2 50'
3 g 3 20' 3 15' 3 10'
b 3 20' 3 15' 3 10' 4 3 45' 3 30'
TYPE
CONFIGURATION
DISTANCE UWWB - DWWB (M') < 183 183 - 260 > 260 < 183 183 - 260 > 260
a 2 12' 2 17' 2 22' 2 12' 2 17' 2 22'
2 45' g 2 52' 2 47' 2 42'
GLIDE SLOPE b 2 52' 2 47' 2 42' 3 32' 3 17' 3 02'
a 2 27' 2 32' 2 37' 2 27' 2 32' 2 37'
3 g 3 07' 3 02' 2 57'
b 3 07' 3 02' 2 57' 347 3 32' 3 17'
TYPE
CONFIGURATION
DISTANCE UWWB - DWWB (M') < 183 183 - 260 > 260 < 183 183 - 260 > 260
a 2 35' 2 40' 2 45' 2 35' 2 40' 2 45'
2 45' g 3 15' 3 10' 3 05'
GLIDE SLOPE b 3 15' 3 10' 3 05' 3 55' 3 40' 3 25'
a 2 50' 2 55' 3 2 50' 2 55' 3
3 g 3 30' 3 25' 3 20'
b 3 30' 3 25' 3 20' 4 20' 3 55' 3 40'
TYPE
CONFIGURATION
DISTANCE UWWB - DWWB (M') < 183 183 - 260 > 260 < 183 183 - 260 > 260
a 2 10' 2 15' 2 20'
2 45' g
GLIDE SLOPE b 2 50' 2 45' 2 40'
a 2 25' 2 30' 2 35'
3 g
b 3 05' 3 2 55'
NOTE : a = Setting angle of the unit of the downwind bar
b = Setting angle of the unit of the intermediate wing bar
g = Setting angle of the unit of the upwind bar
2 (TWO) BARS 3 (THREE) BARS
2 (TWO) BARS 3 (THREE) BARS
G P L 400
2 (TWO) BARS 3 (THREE) BARS
G P 600 / 2
SETTING ANGLE VASI
A W F 220
2 (TWO) BARS 3 (THREE) BARS
G P 600 / 3
PERALATAN : VASI SYSTEM
1 JUMLAH UNIT TERPASANG Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
2 OPERASI
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
3 ELEVATION LEVEL
- DOWN WIND WING BARS cm
- UP WIND WING BARS - Ground Check stick.
4 TAHANAN ISOLASI Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
CIRCUIT 1
Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel
series
Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT 2
Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel
series
Tahanan isolasi M ohm
5 CONTINUITY
CIRCUIT 1 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT 2 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
6 POWER SUPPLAY
CCR1
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
CCR2 Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
SELECTOR CABINET 1 Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
SELECTOR CABINET 2 Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
7 INTERCONNECTION Cek fisik sambungan power
kabel,kontrol kabel,series kabel
, grounding dsb
Baik/tidak baik
8 INDICATOR LAMP/METERING Cek kelengkapan pilot lamp
dan metering yang ada
beroperasi dengan baik atau
tidak
Baik/tidak baik
Elevation level diukur antara
transisi cahaya putih/merah
didepan tiap-tiap unit VASI
dengan transisi cahaya
putih/merah yang jatuh pada
checking stick yang dipasang
pada jarak 10 M didepan unit
VASI
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHEK
CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN SATUAN NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
gc dar 2006 1
Halaman 5/ 23
PERALATAN : THRESHOLD LIGHT
1 JUMLAH T/H LIGHT TERPASANG
ELEVATED LIGHT Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
INSET LIGHT Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
2 JUMLAH R/W END LIGHT TERPASANG Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
3 JUMLAH R/W STOP LIGHT TERPASANG Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
4 OPERASI
T/H ELEVATED LIGHT
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
WING BAR T/H ELEVATED LIGHT
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
INSET LIGHT
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
R/W END LIGHT
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
R/W STOPWAY LIGHT
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
5 TAHANAN ISOLASI
CIRCUIT T/H ELEVATED LIGHT 1 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT T/H ELEVATED LIGHT 2 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT WING BAR T/H ELEVATED LIGHT 1 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT WING BAR T/H ELEVATED LIGHT 2 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT WING BAR T/H ELEVATED LIGHT 3 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT INSET LIGHT 1 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT INSET LIGHT 2 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT INSET LIGHT 3 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT R/W END LIGHT 1 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT R/W END LIGHT 2 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT R/W STOPWAY LIGHT 1 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT R/W STOPWAY LIGHT 2 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
6 CONTINUITY
CIRCUIT T/H ELEVATED LIGHT 1 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT T/H ELEVATED LIGHT 2 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHEK
CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN SATUAN NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
gc dar 2006 1
Halaman 6/ 23
CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN SATUAN NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
CIRCUIT WING BAR T/H ELEVATED LIGHT 1 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT WING BAR T/H ELEVATED LIGHT 2 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT WING BAR T/H ELEVATED LIGHT 3 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT INSET LIGHT 1 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT INSET LIGHT 2 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT INSET LIGHT 3 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT R/W END LIGHT 1 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT R/W END LIGHT 2 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT R/W STOPWAY LIGHT 1 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT R/W STOPWAY LIGHT 2 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield/armour kabel
series
Continuity ohm
7 POWER SUPPLAY
CCR1
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
CCR2
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
CCR3
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
CCR4
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
8 INTERCONNECTION Cek fisik sambungan power
kabel,kontrol kabel,series kabel ,
grounding dsb
Baik/tidak baik
9 INDICATOR LAMP/METERING Cek kelengkapan pilot lamp dan
metering yang ada beroperasi
dengan baik atau tidak
Baik/tidak baik
gc dar 2006 1
Halaman 7/ 23
CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN SATUAN NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
gc dar 2006 1
Halaman 8/ 23
PERALATAN : APPROACH LIGHT SYSTEM
1 JUMLAH LAMPU BEROPERASI
APPROACH LIGHT Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
2 OPERASI
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
3 TAHANAN ISOLASI
CIRCUIT 1 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT 2 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT 3 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT 4 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
4 CONTINUITY
CIRCUIT 1 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield /armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT 2 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield /armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT 3 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield /armour kabel
series
Continuity ohm
CIRCUIT 4 Continuity tester Ukur continuity core dan core
shield dan shield /armour kabel
series
Continuity ohm
5 POWER SUPPLAY
CCR1
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
CCR2
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
CCR3
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
CCR4
Operasikan lokal cek arus
brigthtnes tiap step
Baik/tidak baik
6 INTERCONNECTION Cek fisik sambungan power
kabel,kontrol kabel,series kabel ,
grounding dsb
Baik/tidak baik
7 INDICATOR LAMP/METERING Cek kelengkapan pilot lamp dan
metering yang ada beroperasi
dengan baik atau tidak
Baik/tidak baik
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHEK
CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN SATUAN NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
gc dar 2006 1
Halaman 9/ 22
PERALATAN : FLASHING LIGHT
1 JUMLAH LAMPU BEROPERASI
1.1 ODALS Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
1.2 SQFL Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
1.3 RTIL Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
1.4 LIL Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
2 OPERASI
2.1 ODALS
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
2.2 SQFL
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
2.3 RTIL
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
2.4 LIL
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
3 FUNGSI INDIVIDUAL LAMP BOX Cek seluruh fungsi kontrol yang tersedia Baik/tidak baik
4 FUNGSI CONTROL SYSTEM
Cek seluruh fungsi kontrol termasuk back
indication system yang ada
Baik/tidak baik
5 POWER SUPPLY Ukur tegangan input pada box terakhir
apakah masih memenuhi Standard
(penurunan teg. Tidak lebih dari 2%)
Baik/tidak baik
6 INTERCONNECTION Cek fisik sambungan power kabel,kontrol
kabel,series kabel , grounding dsb
Baik/tidak baik

PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHEK
CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN SATUAN NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
gc dar 2006 1
Halaman 10/ 22
PERALATAN : RUNWAY EDGE LIGHT
1 JUMLAH R/W EDGE LIGHT TERPASANG
CLEAR / CLEAR LENS Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
CLEAR / YELLOW LENS Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
2 JUMLAH T/A LIGHT TERPASANG Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
3 JUMLAH R/W C/L LIGHT TERPASANG Cek fisik Jumlah terpasang/ Jmlh yang baik Bh
4 OPERASI
CIRCUIT 1
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
CIRCUIT 2
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
CIRCUIT 3
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
CIRCUIT 4
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
CIRCUIT 5
- LOKAL Uji coba operasi lokal Baik/tidak baik
- REMOTE Uji coba operasi remote Baik/tidak baik
5 TAHANAN ISOLASI
CIRCUIT 1 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT 2 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT 3 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT 4 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
CIRCUIT 5 Megger 1000 v Ukur tahanan isolasi kabel series Tahanan isolasi M ohm
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHEK
CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN SATUAN NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
gc dar 2006 1
Halaman 11/ 22
CARA PENGUKURAN HASIL PENGUKURAN SATUAN NO. PARAMETER YANG DIUKUR ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
6 CONTINUITY
CIRCUIT 1 Continuity tester Ukur continuity core dan core shield
dan shield /armour kabel series
Continuity ohm
CIRCUIT 2 Continuity tester Ukur continuity core dan core shield
dan shield /armour kabel series
Continuity ohm
CIRCUIT 3 Continuity tester Ukur continuity core dan core shield
dan shield /armour kabel series
Continuity ohm
CIRCUIT 4 Continuity tester Ukur continuity core dan core shield
dan shield /armour kabel series
Continuity ohm
CIRCUIT 5 Continuity tester Ukur continuity core dan core shield
dan shield /armour kabel series
Continuity ohm
7 POWER SUPPLAY
CCR1
Operasikan lokal cek arus brigthtnes
tiap step
Baik/tidak baik
CCR2
Operasikan lokal cek arus brigthtnes
tiap step
Baik/tidak baik
CCR3
Operasikan lokal cek arus brigthtnes
tiap step
Baik/tidak baik
CCR4
Operasikan lokal cek arus brigthtnes
tiap step
Baik/tidak baik
CCR5
Operasikan lokal cek arus brigthtnes
tiap step
Baik/tidak baik
8 INTERCONNECTION Cek fisik sambungan power
kabel,kontrol kabel,series kabel ,
grounding dsb
Baik/tidak baik
9 INDICATOR LAMP/METERING Cek kelengkapan pilot lamp dan
metering yang ada, beroperasi
dengan baik atau tidak
Baik/tidak baik
gc dar 2006 1
Halaman 12/ 22
PERALATAN : LOCALIZER
ALAT UKUR YANG HASIL
DIGUNAKAN PENGUKURAN
1 2 3 4 5 6
1 PARAMETER PERALATAN
BUILT IN TEST
1 RF POWER LEVEL BITE Buka Software ILS Localizer Angka % atau Watt
a. Pilih Data
- CSB b. Pilih Transmitter Readings
- SBO c. Pilih Transmitter One/Two
d. Pilih on course / path transmitter one / two
- Amati RF Level (CSB dan SBO)
2 DEPTH OF MODULATION Buka Software ILS Localizer
a. Pilih Data
b. Pilih Transmitter Readings
c. Pilih Transmitter One/Two
d. Pilih on course / path transmitter one / two
- 90 Hz BITE - Amati % modulasi 90 Hz Angka %
- 150 Hz BITE - Amati % modulasi 150 Hz Angka %
- Sum BITE - Amati % modulasi jumlah keduanya Angka %
3 IDENTIFICATION MODULATION DEPTH BITE - Amati % modulasi1020 Hz Angka %
4 MONITOR SYSTEM :
- COURSE ALIGNMENT BITE Baca course alignment pada panel/dng bantuan software Angka DDM
- CLEARANCE SIGNAL BITE
Baca DDM clearance signal pada panel/dng bantuan software untuk sisi 90 dan 150 dng sudut >
10 derajat DDM DDM
- COURSE ALIGNMENT BITE Gunakan hasil kalibrasi/fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( 0,015 DDM) Angka DDM
- CLEARANCE SIGNAL BITE Gunakan hasil kalibrasi/fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( > 0,155 DDM) DDM DDM
- REDUCTION IN POWER BITE Gunakan fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( < 3 db down) Angka %
5 INTERCONNECTION Cek fisik seluruh sambungan kabel Baik / Tidak Baik -
6 ANTENNA Cek fisik seluruh konstruksi tiang antena,elemen2 yagi, sambungan kabel dll Baik / Tidak Baik -
7 - TOTAL TIME, OUT- OF-TOLERANCE STOP WATCH
Gunakan fasilitas yang ada untuk mengetahui waktu perpindahan dari TX1 ke TX 2 secara
otomatis Detik
RADIATION Ulangi kegiatan tersebut dengan TX2 on air amati "change over time"
8 INDICATOR LAMP & METERING Cek fisik semua Pilot Lamp dan Metering yang ada di control panel Baik / Tidak Baik -
9 REMOTE CONTROL AND MONITORING Lakukan percobaan pengoperasian secara remote : -
SYSTEM - ON/OFF operation
- Change Over Main - Stand By
- Cek fungsi Back Indicator Sistem
ADDITIONAL TEST EQUIPMENT Pastikan freq. diset sesuai dengan freq. yang ada dilokasi
1 RF POWER LEVEL PIR - Pilih mode LOC Angka dBm
(Field Strength) - Pilih fungsi LVL
- Lakukan pengukuran terhadap field strength pada center line di threshold
terjauh dari antenna localizer.
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa field strength.
2 COURSE ALIGNMENT PIR - Pilih mode LOC DDM 90/DDM 150 DDM
- Pilih fungsi DDM
- Sisi 90 Hz - Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Sisi 150 Hz - Lakukan pengukuran DDM pada threshold terjauh pada titik dengan
jarak 10,5 meter di kiri dan kanan center line runway.
- Catat hasilnya.
Baik / Tidak Baik
LAKUKAN METER READING PARAMETER SBB:
CATAT SETTING ALARM UNTUK PARAMETER :
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHECK
NO. PARAMETER YANG DIUKUR CARA PENGUKURAN SATUAN
Angka
gc dar 2006 1 Halaman 13 /22
ALAT UKUR YANG HASIL
DIGUNAKAN PENGUKURAN
1 2 3 4 5 6
NO. PARAMETER YANG DIUKUR CARA PENGUKURAN SATUAN
3 DISPLACEMENT SENSITIVITY PIR - Pilih mode LOC Angka DDM/M
- Pilih fungsi DDM
- Pilih frekwensi rf llz yang ingin diukur.
- Displacement sensitivity adalah 2X 0.155/L90+L150
4 COURSE WIDTH PIR =tan L90/jarak T/H thd Ant LLZ + tan L150/jarak T/H thd Ant LLZ Angle derajat
5 CLEARANCE 90 HZ PIR Cari lokasi DDM terkecil pada sisi 90 antara 10 - 35 DDM/Angle DDM/Angle
6 CLEARANCE 150 HZ PIR Cari lokasi DDM terkecil pada sisi 150 antara 10 - 35 DDM/Angle DDM/Angle
7 SECOND HARMONIC CONTENT 90/150 Hz PIR - Pilih mode LOC Angka %
- Pilih fungsi SA
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Tekan tombol kunci FREQ.
- Gunakan tombol kunci panah untuk memilih harmonik yang
dikehendaki
- Baca hasilnya pada papan tampilan harmonik terpilih.
8 SUM OF DEPTH MODULATION PIR - Pilih mode LOC Angka %
- Pilih fungsi MOD
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur
- Lakukan pengukuran dengan meletakkan PIR di center line T/H.
- Tekan tombol SDM
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa jumlah persentasi modulasi dari
sinyal 90 Hz,150 Hz .
9 ORIENTATION PIR - Pilih mode LOC Correct
- Pilih fungsi MOD
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran dengan meletakkan PIR disebelah kanan
center line apakah benar dominant 150 Hz dan disebelah kiri dominan 90 Hz .
10 FREQUENCY CARRIER PIR - Pilih mode LOC Angka KHz
- Pilih fungsi RF
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran f dengan menggunakan PIR .
Amati stabilitas freq. dengan melihat perubahan yang terjadi pada f
single frekwensi + 0.005% dan dual frekwensi + 0.002%.
11 CARRIER MODULATION FREQUENCY PIR - Pilih mode LOC Angka Hz
90/150 Hz - Pilih fungsi AF
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
yang sedang berkedip.
- Gunakan tombol kunci panah (keatas) atau (kebawah) sampai
frekwensi audio yang diinginkan dalam jendela FREQ.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
tetap menyala.
- Lakukan pengukuran carrier modulation freq. 90 dan 150 Hz.
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa frekwensi audio.
- Nilai standar : toleransi tone modulasi untuk frekwensi 90 Hz & 150 Hz
adalah + 2.5%.
12 IDENTIFICATION TONE FREQUENCY PIR - Pilih mode LOC Angka Hz
1020 Hz - Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Pilih frekwensi AF yang ingin diukur (1020 Hz)
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
yang sedang berkedip.
- Gunakan tombol kunci panah (keatas) atau (kebawah) sampai
frekwensi audio 1020 Hz.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
tetap menyala.
- Lakukan pengukuran dengan PIR hasil pancaran di depan antenna.
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa frekwensi audio.
- Nilai standar : 1020 Hz + 50 Hz.
- Ukur DDM menggunakan PIR pada T/H terjauh tetapkan ttk dng DDM 0,155 ukur jaraknya
thd C/L(L90) ulangi pada sisi R/W lainnya ukur jaraknya thd C/L (L150) .
gc dar 2006 1 Halaman 14 /22
ALAT UKUR YANG HASIL
DIGUNAKAN PENGUKURAN
1 2 3 4 5 6
NO. PARAMETER YANG DIUKUR CARA PENGUKURAN SATUAN
13 IDENTIFICATION MODULATION DEPTH PIR - Pilih mode LOC Angka %
- Pilih fungsi MOD
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur
- Tekan tombol kunci FREQ.
- Gunakan tombol kunci panah untuk memilih sinyal frekwensi audio 1020 Hz.
- Lakukan pengukuran dengan meletakkan PIR center line.
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa persentasi modulasi dari
sinyal yang termodulasi.
- Nilai standar : antara 5% sampai dengan 15%.
14 IDENTIFICATION SPEED STOP WATCH/ - Pilih mode LOC Angka Detik
HEADPHONE - Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Pilih frekwensi AF yang ingin diukur(1020 Hz).
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
yang sedang berkedip.
- Gunakan tombol kunci panah (keatas) atau (kebawah) sampai
frekwensi audio 1020 Hz.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
tetap menyala.
- Lakukan pemantauan ident yang terdengar ukur waktu yang diperlukan untuk
satu word lengkap (7 kata setiap menit) dan tiap interval tidak kurang
dari 6 kali setiap menit.
Catatan :
Bila mengukur keyed audio, diperlukan waktu tunggu selama 3 -
identifikasi (perkiraaan 24 detik) untuk mendapatkan tampilan terukur.
Papan tampilan akan menampilkan "no id" ketika PISA Test Set
mencoba melakukan pengukuran.
15 IDENTIFICATION REPETITION RATE STOP WATCH/ - Pilih mode LOC ID/menit Angka/menit
HEADPHONE - Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Pilih frekwensi af yang ingin diukur(1020 Hz).
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
yang sedang berkedip.
- Gunakan tombol kunci panah (keatas) atau (kebawah) sampai
frekwensi audio 1020 Hz.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
tetap menyala.
- Lakukan pemantauan code morse titik/dot dan garis/dash, yaitu :
untuk waktu titik/dot = 0.1 detik sampai dengan 0.160 detik.
sedangkan waktu garis/dash = 3 x titik/dot dan waktu interval antara
titik/dot dan atau garis/dash = 1 titik + 10%
serta interval huruf tidak kurang dari waktu 3 titik/dot.
- Hitung Ident yang dipancarkan per menit
Catatan :
Bila mengukur keyed audio, diperlukan waktu tunggu selama 3 -
identifikasi (perkiraaan 24 detik) untuk mendapatkan tampilan terukur.
Papan tampilan akan menampilkan "no id" ketika PISA Test Set
mencoba melakukan pengukuran.
gc dar 2006 1 Halaman 15 /22
PERALATAN : GLIDE PATH
ALAT UKUR YANG HASIL
DIGUNAKAN PENGUKURAN
1 2 3 4 5 6
1 PARAMETER PERALATAN
BUILT IN TEST
1 RF POWER LEVEL BITE Buka Software ILS Glide path Angka % atau Watt
a. Pilih Data
- CSB (course) b. Pilih Transmitter Readings
- SBO ( course) c. Pilih Transmitter One/Two
- SBO ( clearance) d. Pilih on course / path transmitter one / two
- Amati RF Level (CSB,SBO dan SBO clearance)
2 DEPTH OF MODULATION Buka Software ILS Glide path
a. Pilih Data
b. Pilih Transmitter Readings
c. Pilih Transmitter One/Two
d. Pilih on course / path transmitter one / two
- 90 Hz BITE - Amati % modulasi 90 Hz pada audio generator Angka %
- 150 Hz BITE - Amati % modulasi 150 Hz pada audio generator Angka %
- Sum BITE - Amati % modulasi jumlah keduanya pada audio generator Angka %
3 MONITOR SYSTEM :
- PATH ALIGNMENT BITE Baca path alignment pada panel/dng bantuan software Angka DDM
- CLEARANCE SIGNAL (8071) BITE Baca DDM terkecil pada bellow path sector sampai dengan 0,45q Angka DDM
- PATH ALIGNMENT BITE Gunakan hasil kalibrasi/fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( < 0,013 DDM) Angka DDM
- CLEARANCE SIGNAL BITE Gunakan hasil kalibrasi/fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( > 0,175 DDM) Angka DDM
- REDUCTION IN POWER BITE Gunakan fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( > 3 db down) Angka %
4 INTERCONNECTION Cek fisik seluruh sambungan kabel Baik / Tidak Baik -
5 ANTENNA Cek fisik seluruh konstruksi tiang antena,elemen, sambungan kabel dll Baik / Tidak Baik -
6
TOTAL TIME, OUT- OF-TOLERANCE
RADIATION STOP WATCH
Gunakan fasilitas yang ada untuk mengetahui waktu perpindahan dari TX1 ke TX 2 secara otomatis
Detik
Ulangi kegiatan tersebut dengan TX2 on air amati "change over time"
7 INDICATOR LAMP & METERING Cek fisik semua Pilot Lamp dan Metering yang ada di control panel Baik / Tidak Baik -
8 REMOTE CONTROL AND MONITORING Lakukan percobaan pengoperasian secara remote : -
SYSTEM - ON/OFF operation
- Change Over Main - Stand By
- Cek fungsi Back Indication Sistem
ADDITIONAL TEST EQUIPMENT Pastikan freq. diset sesuai dengan freq. yang ada dilokasi
1 RF POWER LEVEL PIR - Pilih mode GP Angka dBm
- Pilih fungsi LVL
- Lakukan pengukuran terhadap field strength pada center line di threshold
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa field strength.
2 PATH ANGLE PIR Tetapkan titik pengukuran d1 didepan Antena GP dimana daerah dominan 150 hz dapat Slope angle derajat
dideteksi di titik tersebut.Lakukan pengukuran DDM=0,00 ukur ketinggiannya thd
bidang horisontal (c1).
Tentukan titik pengukuran baru d2 dengan jarak 10 M didepan ttk pengukuran sebelumnya ,
lakukan pengukuran DDM 0,00 ukur ketinggiannya thd bidang horisontal (c2).
Path angle= arc tan c2-c1/1000
3 DISPLACEMENT SENSITIVITY (upper/lower) PIR Ukur DDM pada ( 10,12) q nilai standardnya 0,0875 pada titik pengukuran d1 Baik / Tidak Baik
Angka
Baik / Tidak Baik
LAKUKAN METER READING PARAMETER SBB:
CATAT SETTING ALARM UNTUK PARAMETER
:
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHECK ( REVISI )
NO. PARAMETER YANG DIUKUR CARA PENGUKURAN SATUAN
gc dar 2006 1 Halaman 16 / 21
ALAT UKUR YANG HASIL
DIGUNAKAN PENGUKURAN
1 2 3 4 5 6
NO. PARAMETER YANG DIUKUR CARA PENGUKURAN SATUAN
4 PATH WIDTH PIR Sudut derajat
Path width = high path angle - low path angle
5 STRUCTURE BELLOW PATH PIR Sudut derajat
ketinggian di d1 adalah a1 dan ketinggian di d2 adalah a2
Structure bellow path = arc tan a2-a1/1000
6 SECOND HARMONIC CONTENT 90/150 Hz PIR - Pilih mode GP Angka %
- Pilih fungsi SA
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Tekan tombol kunci FREQ.
- Gunakan tombol kunci panah untuk memilih harmonik yang
dikehendaki
- Baca hasilnya pada papan tampilan harmonik terpilih.
7 SUM OF DEPTH MODULATION PIR - Pilih mode GP Angka %
- Pilih fungsi MOD
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur
- Lakukan pengukuran dengan meletakkan PIR di center line T/H.
- Tekan tombol SDM
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa jumlah persentasi modulasi dari
sinyal 90 Hz,150 Hz .
8 ORIENTATION PIR - Pilih mode GP Correct
- Pilih fungsi MOD
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran dengan PIR apakah disebelah bawah path angle
dominant 150 Hz dan disebelah atas dominan 90 Hz .
9 CARRIER FREQUENCY PIR - Pilih mode GP Angka KHz
- Pilih fungsi RF
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran f dengan menggunakan PIR .
Amati stabilitas freq. dengan melihat perubahan yang terjadi pada f
single frekwensi + 0.005% dan dual frekwensi + 0.002%.
10 CARRIER MODULATION FREQUENCY PIR - Pilih mode GP Angka Hz
90/150 Hz - Pilih fungsi AF
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
yang sedang berkedip.
- Gunakan tombol kunci panah (keatas) atau (kebawah) sampai
frekwensi audio yang diinginkan dalam jendela FREQ.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
tetap menyala.
- Lakukan pengukuran carrier modulation freq. 90 dan 150 Hz.
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa frekwensi audio.
- Nilai standar : toleransi tone modulasi untuk frekwensi 90 Hz & 150 Hz
adalah + 2.5%.
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa jumlah persentasi modulasi dari
sinyal 90 Hz,150 Hz .
8 ORIENTATION PIR - Pilih mode GP Correct
- Pilih fungsi MOD
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran dengan PIR apakah disebelah bawah path angle
dominant 150 Hz dan disebelah atas dominan 90 Hz .
9 CARRIER FREQUENCY PIR - Pilih mode GP Angka KHz
- Pilih fungsi RF
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran f dengan menggunakan PIR .
Amati stabilitas freq. dengan melihat perubahan yang terjadi pada f
single frekwensi + 0.005% dan dual frekwensi + 0.002%.
Lakukan pengukuran lowpath angle dan high path angle dengan cara yang sama seperti pengukuran path
angle dengan DDM 0.0875 dibawah dan diatas path angle.
Lakukan pengukuran structure bellow path dengan cara yang sama seperti pengukuran path angle dengan
DDM 0.22 dibawah path angle.
gc dar 2006 1 Halaman 17 / 21
ALAT UKUR YANG HASIL
DIGUNAKAN PENGUKURAN
1 2 3 4 5 6
NO. PARAMETER YANG DIUKUR CARA PENGUKURAN SATUAN
10 CARRIER MODULATION FREQUENCY PIR - Pilih mode GP Angka Hz
90/150 Hz - Pilih fungsi AF
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
yang sedang berkedip.
- Gunakan tombol kunci panah (keatas) atau (kebawah) sampai
frekwensi audio yang diinginkan dalam jendela FREQ.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
tetap menyala.
- Lakukan pengukuran carrier modulation freq. 90 dan 150 Hz.
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa frekwensi audio.
- Nilai standar : toleransi tone modulasi untuk frekwensi 90 Hz & 150 Hz
adalah + 2.5%.
gc dar 2006 1 Halaman 18 / 21
PERALATAN : MIDDLE MARKER
ALAT UKUR YANG HASIL
DIGUNAKAN PENGUKURAN
1 2 3 4 5 6
1 PARAMETER PERALATAN
BUILT IN TEST
1 RF POWER LEVEL BITE Buka Software ILS Marker Beacon Power Output %/Watt
a. Pilih Data
b. Pilih Transmitter Readings
c. Pilih Transmitter One/Two
d. Pilih on course / path transmitter one / two
- Amati RF Level (Power Level) pada audio Generator
2 MONITOR SYSTEM :
LAKUKAN METER READING PARAMETER SBB:
- CARRIER POWER Baca carrier power pada panel/dng bantuan software Angka w/dbm
- MODULATION DEPTH Baca mod. depth pada panel/dng bantuan software Angka %
- IDENTIFICATION / KEYING Uji keying yang keluar sesuai dengan persyaratan Correct
- CARRIER POWER Gunakan fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( -3 db) Angka %
- MODULATION DEPTH Gunakan fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( > 50 %) Angka %
- IDENTIFICATION / KEYING Uji apakah sistem alarm bekerja pada saat keying hilang/salah Correct
3 INTERCONNECTION Cek fisik seluruh sambungan kabel Baik / Tidak Baik -
4 ANTENNA Cek fisik seluruh konstruksi tiang antena,elemen2 yagi, sambungan kabel dll Baik / Tidak Baik -
5 CHANGE OVER (MAIN TO STANDBY) STOP WATCH Operasikan TX 1 dan TX 2 pada posisi On dengan TX 1 on air Detik
Ulangi kegiatan tersebut dengan TX2 on air
6 INDICATOR LAMP & METERING Cek fisik semua Pilot Lamp dan Metering yang ada di control panel Baik / Hidup -
7 REMOTE CONTROL AND MONITORING Lakukan percobaan pengoperasian secara remote : -
SYSTEM - ON/OFF operation
- Change Over Main - Stand By
- Cek fungsi Back Indicator Sistem
ADDITIONAL TEST EQUIPMENT
1 RF POWER LEVEL PIR - Pilih mode MB Field Strength dBm
(Field Strength) - Pilih fungsi LVL
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran terhadap field strength pada area Middle Marker(tetapkan).
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa field strength.
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHECK
NO.
Baik / Tidak Baik
PARAMETER YANG DIUKUR CARA PENGUKURAN SATUAN
Angka
CATAT SETTING ALARM UNTUK PARAMETER :
gc dar 2006 1
Halaman 19 / 21
ALAT UKUR YANG HASIL
DIGUNAKAN PENGUKURAN
1 2 3 4 5 6
NO. PARAMETER YANG DIUKUR CARA PENGUKURAN SATUAN
2 DEPTH OF MODULATION PIR - Pilih mode MB %
- Pilih fungsi MOD
- Pilih frekwensi AF yang ingin diukur (1300 Hz)
- Tekan tombol kunci FREQ
- Gunakan tombol kunci panah ke atas dan ke bawah untuk memilih sinyal
frekwensi audio.
- Tekan tombol kunci FREQ
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa persentasi modulasi dari
sinyal yang termodulasi.
3 CARRIER FREQUENCY PIR - Pilih mode MB Angka / MHz KHz
- Pilih fungsi RF
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa carrier frequency .
Nom 0,01%
4 CARRIER MODULATION FREQUENCY PIR - Pilih mode MB Angka / Hz Hz
(1300 Hz) - Pilih fungsi AF
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran terhadap field strength pada area Middle Marker.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
yang sedang berkedip.
- Gunakan tombol kunci panah ke atas dan ke bawah untuk memilih sinyal
frekwensi audio.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ tetap
menyala.(1300 Hz) Freq. nom 2,5%
5 KEYING (1300 Hz) DOT AND DASH ONE PIR - Pilih mode MB Keyed / Tidak Keyed
TIME PER SECOND. - Pilih fungsi AF
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran terhadap field strength pada area Middle Marker.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ
yang sedang berkedip.
- Gunakan tombol kunci panah ke atas dan ke bawah untuk memilih sinyal
frekwensi audio.
- Tekan tombol kunci FREQ dan amati frekwensi dalam jendela FREQ tetap
menyala.
- Amati hasilnya apakah freq. dan codingnya sesuai ketentuan
gc dar 2006 1
Halaman 20 / 21
PERALATAN : OUTER MARKER
ALAT UKUR YANG HASIL
DIGUNAKAN PENGUKURAN
1 2 3 4 5 6
PARAMETER PERALATAN
BUILT IN TEST
1 RF POWER LEVEL BITE Buka Software ILS Marker Beacon Angka % atau Watt
a. Pilih Data
b. Pilih Transmitter Readings
c. Pilih Transmitter One/Two
d. Pilih on course / path transmitter one / two
- Amati RF Level (Power Level) pada audio Generator
2 MONITOR SYSTEM : BITE Catatan :
LAKUKAN METER READING PARAMETER SBB:
- CARRIER POWER Baca carrier power pada panel/dng bantuan software Angka w/dbm
- MODULATION DEPTH Baca mod. depth pada panel/dng bantuan software Angka %
- IDENTIFICATION / KEYING Uji keying yang keluar sesuai dengan persyaratan Correct
- CARRIER POWER Gunakan fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( -3 db) Angka %
- MODULATION DEPTH Gunakan fasilitas yang ada utk mengetahui setting alarmnya ( > 50 %) Angka %
- IDENTIFICATION / KEYING Uji apakah sistem alarm bekerja pada saat keying hilang/salah Correct
3 INTERCONNECTION Cek fisik seluruh sambungan kabel Baik / Tidak Baik -
4 ANTENNA Cek fisik seluruh konstruksi tiang antena,elemen2 yagi, sambungan kabel dll Baik / Tidak Baik -
5 CHANGE OVER (MAIN TO STANDBY) STOP WATCH Operasikan TX 1 dan TX 2 pada posisi On dengan TX 1 on air Detik
Ulangi kegiatan tersebut dengan TX2 on air amati "change over time"
6 INDICATOR LAMP & METERING Cek fisik semua Pilot Lamp dan Metering yang ada di control panel Baik / Tidak Baik -
7 REMOTE CONTROL AND MONITORING Lakukan percobaan pengoperasian secara remote : -
SYSTEM - ON/OFF operation
- Change Over Main - Stand By
- Cek fungsi Back Indicator Sistem
ADDITIONAL TEST EQUIPMENT
1 RF POWER LEVEL PIR - Pilih mode MB Angka dBm
(Field Strength) - Pilih fungsi LVL
- Pilih frekwensi rf yang ingin diukur.
- Lakukan pengukuran terhadap field strength pada area Middle Marker(tetapkan).
- Baca hasilnya pada papan tampilan berupa field strength.
Angka
Baik / Tidak Baik
PETUNJUK PELAKSANAAN GROUND CHECK
NO. PARAMETER YANG DIUKUR CARA PENGUKURAN SATUAN
CATAT SETTING ALARM UNTUK PARAMETER :
gc dar 2006 1
Halaman 21 / 21