Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BENDA PADAT

MODUL A
KESEIMBANGAN GAYA


KELOMPOK 28
Diana Laurentia 1206240392
Erza Raihanza 1206244226
Martha Veraida 1206240133
Natasha Anagi 1206241640
Ricky Aristio 1206239415
Sri Rejeki 1206240360

Tanggal Praktikum : 21 Maret 2014
Asisten Praktikum : Indah Alfira
Tanggal disetujui :
Nilai :
Paraf Asisten :


LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2014

MODUL A
KESEIMBANGAN GAYA

A. POLIGON GAYA
I. TUJUAN
Untuk menguji bahwa beberapa gaya yang berada dalam kondisi seimbang memenuhi
persamaan :



dan gayagaya tersebut dapat digambarkan dalam polygon gaya tertutup dimana sisisisi
polygon tersebut mewakili gaya-gaya, termasuk besar dan arahnya.

II. TEORI
Desain suatu struktur benda didasarkan atas berat dari struktur itu sendiri dan gaya-gaya
yang bekerja pada struktur serta gerakan yang mempengaruhi struktur tersebut. Umumnya
pada desain struktur tidak terdapat gerakan dan struktur berada pada keseimbangan statik.

Maka, gaya-gaya dalam keseimbangan harus memenuhi dua persamaan, yaitu resultan dari
semua gaya harus nol (0) dan momen di semua titik harus nol (0). Dalam persamaan
matematis kondisi ini dapat digambarkan sebagai :



Jika gaya-gaya berlaku pada satu bidang, maka:



Serangkaian percobaan yang dilakukan UI memberikan pengertian yang jelas tentang
semua aspek dari keseimbangan dan aplikasinya pada gaya-gaya dalam ruang dan diagram
gaya bebas.



III. PERALATAN
1. Papan gaya
2. Katrol tunggal
3. Katrol ganda
4. Tali
5. Penggantung beban
6. Selotip / isolasi
7. 2 (dua) cincin yang dihubungkan dengan tali
8. kertas A1

IV. CARA KERJA
a. Gaya Konkuren
1. Melubangi pusat kertas A1 (perpotongan diagonal) dengan diameter lubang 6 mm.
2. Melepas centre peg (pasak) dan pasang kertas pada papan bidang gaya dan pasang
kembali centre peg (pasak) melalui lubang yang telah tersedia.
3. Menggunakan cincin tunggal dan 6 tali beban kemudian memasang masing-masing
tali pada katrol-katrol 3 (tiga) tali pada katrol sebelah kiri dan lainnya pada katrol
di sebelah kanan.
4. Menggantungkan penggantung beban pada tali.
5. Menambahkan beban pada penggantung dan memperhatikan bagaimana tali-tali
tersebut bergerak membentuk keseimbangan baru setiap kali beban ditambah.
6. Setelah mendapatkan kesetimbangan, menggambar posisi gaya-gaya tersebut pada
kertas gambar dan menulis besar bebannya (termasuk berat penggantung).

b. Gaya Non Konkuren
1. Sekarang menggunakan sepasang cincin yang dihubungkan dengan tali dan
mengikat 6 (enam) tali sehingga 3 (tiga) tali terikat pada masing-masing cincin.
2. Kemudian menggantung beban pada tiap tali, setelah itu menggambar tali-tali
tersebut pada kertas gambar dan mencatat beban yang digantung pada setiap tali.

V. PENGOLAHAN DATA
V.I Gaya Konkuren



Gambar 1. Gaya-Gaya Konkuren


Gambar 2. Poligon Tertutup Gaya-Gaya Konkuren

Pengolahan data gaya konkuren:
Gaya Besar Gaya (N) Sudut Kuadran Px (N) Py (N)
P1 2,7 20 III -2,537 -0,923
P2 0,5 32 II -0,424 0,265
P3 0,5 47 II -0,341 0,366
P4 0,5 68 I 0,187 0,464
P5 0,7 22 I 0,649 0,262
P6 2,5 14 IV 2,426 -0,605
-0,04 -0,171

Untuk menentukan besarnya Px dan Py digunakan persamaan :



Kesalahan relatif P
x
= |

|
= ||)|
Kesalahan relatif P
y
= |

|
= ||
V.II Gaya Non Konkuren

Gambar 3. Gaya-Gaya Non Konkuren

Pengolahan data gaya non konkuren
Gaya Besar Gaya (N) Sudut Kuadran L (m) Py (N) Ma (Nm) Mb (Nm)
P1 2,9 23 III 0,137 -1,133 -0,152955
P2 0,5 35 II 0,135 0,288 0,03888
P3 0,5 55 II 0,135 0,41 0,05535
P4 0,5 78 I 0,135 0,489 -0,66015
P5 0,7 23 I 0,135 0,273 -0,036855
P6 2,6 17 IV 0,135 -0,76 0,1026
-0,433 -0,00027 -0,058725

Kesalahan Relatif M
A
= |

|
= ||
Kesalahan Relatif M
B
= |

|
= | |

VI. ANALISIS
VI.I Analisis Percobaan
a. Gaya Konkuren
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah gaya-gaya yang
konkuren dapat berada dalam kondisi seimbang dan menguji apakah gaya-gaya
yang seimbang tersebut dapat digambarkan dengan polygon yang mewakili gaya
tersebut sehingga membentuk polygon gaya tertutup. Hal yang pertama kali
dilakukan adalah menyiapkan kertas berukuran A1, menggaris diagonal keempat
sisi sehingga terbentuk perpotongan garis yang kemudian dilubangi dan
ditempelkan pada papan gaya. Kemudian pada pusat kertas dipasangkan cincin
tunggal yang dikaitkan 6 tali yang membentuk sudut yang berbeda pada masing-
masing tali. Tali-tali tersebut melewati katrol dan ujungnya digantung oleh
penggantung beban seberat 0,5 N.
Percobaan dimulai dengan tujuan akhir cincin harus benar-benar berada di
tengah untuk menunjukkan keadaan seimbang, karena itu perlu adanya tambahan
beban pada ujung-ujung tali yang melewati katrol agar cincin tersebut tidak
menyentuh tiang penggantung yang berada pada pusat kertas. Setelah
menambahkan beban dan tercapai kondisi seimbang, praktikan menggambarkan
garis dari tali yang digunakan dan mencatat beban yang digantung untuk setiap
tali.
b. Gaya Non Konkuren
Percobaan ini bertujuan sama dengan sebelumnya, yaitu menguji
keseimbangan. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui bahwa gaya-gaya non
konkuren juga dapat berada dalam kondisi seimbang. Gaya non konkuren dapat
berarti bahwa garis gaya-gaya yang bekerja pada sistem tidak semuanya
berpotongan pada satu titik. Pertama-tama, praktikan menyiapkan kertas
berukuran A1 dan memasang cincin ganda yang berjarak 13 cm. Kemudian setiap
cincin dikaitkan dengan tiga tali sehingga total tali yang terpakai sebanyak enam
tali. Tali-tali tersebut melewati katrol dan pada ujungnya dikaitkan penggantung
beban seberat 0,5 N.
Percobaan dilanjutkan dengan menambah beban secara perlahan pada
ujung-ujung tali sampai cincin ganda yang disambungkan dengan tali tersebut
lurus sempurna dan tidak membentuk sudut. Garis tali cincin ganda pun juga harus
berada di tengah-tengah. Setelah tercapai kondisi seimbang, praktikan
menggambar garis gaya dari tali yang digunakan dan mencatat beban-beban yang
tergantung pada setiap ujung tali.
VI.II Analisa Hasil
a. Gaya konkuren
Gaya-gaya yang telah didapat dari garis tali pada percobaan kemudian
diolah dengan mencari sudut-sudut setiap gaya dari sumbu x nya. Setelah
didapatkan sudutnya, praktikan memproyeksi gaya yang membentuk sudut tesebut
untuk mendapatkan nilai gaya pada sumbu x (Px) dan sumbu y (Py). Setelah
dihitung semua gaya maka gaya tersebut dijumlahkan untuk setiap sumbu sehingga
didapatkan nilai Px sebesar -0,04 N dan nilai Py sebesar -0,171 N.
Kemudian dari nilai-nilai tersebut dibandingkan dengan kondisi seimbang,
dimana kondisi seimbang memiliki nilai gaya sebesar 0 N. Karena itu dihitung
tingkat kesalahannya sehingga didapatkan nilai kesalahan relatif sebesar 4% untuk
Px dan 17,1% untuk Py.
b. Gaya Non Konkuren
Untuk gaya non konkuren, gaya-gaya yang didapat dari garis tali pada
percobaan diperlakukan kurang lebih sama dengan gaya konkuren, yaitu diukur
sudutnya dan memproyeksikannya ada sumbu y saja (Py) karena sumbu x sejajar
dengan titik momen yang akan dihitung sehingga tidak bepengaruh apa-apa.
Besaran tiap-tiap Py kemudian dikalikan dengan jarak antar titik tengah cincin
sehingga didapatkan nilai momen pada titik A (Ma) dan titk B (Mb). Setelah
dihitung dan dijumlahkan, maka didapatkan nilai Ma sebesar -0,00027 Nm dan
nilai Mb sebesar -0,058725 Nm.

Dari nilai-nilai momen tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan
kondisi seimbang, dimana kondisi seimbang mempunyai nilai momen sebesar 0
Nm. Maka dari itu, dapat dihitung nilai kesalahan relatif pada tiap-tiap momen.
Pada momen A didapatkan nilai kesalahan relatif sebesar 0,027% dan 5,8725%
untuk momen B.
VI.III Analisis Kesalahan
Adanya nilai kesalahan relatif pada praktikum keseimbangan gaya ini dapat
diakibatkan oleh:
1. Paralax Error, dimana praktikan melakukan kesalahan saat melihat cincin
dalam kondisi seimbang. Cincin tidak tepat berada di tengah-tengah namun
menurut pengelihatan praktikan cincin tersebut sudah tepat ditengah
2. Kesalahan pengukuran, praktikan kurang akurat dalam mengukur besar sudut
dari garis gaya yang telah digambar maupun dalam mengukur panjang jarak
antar cincin pada gaya non konkuren sehingga dapat mempengaruhi hasil
akhir.
3. Terjadi kesalahan pada penggambaran garis gaya dikarenakan terhalang oleh
tali-tali sehingga tidak mustahil praktikan menyentuh tali gaya yang
mengakibatkan garis yang digambar kurang akurat.

VII. KESIMPULAN
-

merupakan rumus keseimbangan dimana akan terpenuhi apabila gaya


horizontal, gaya vertikal, dan momen mempunyai nilai yang sama, dan dalam hal ini
bernilai 0.
- Percobaan gaya konkuren menghasilkan nilai gaya yang bekerja pada sumbu x sebesar -
0,04 N dengan kesalahan relatif sebesar 4%. Sedangkan untuk gaya yang bekerja pada
sumbu y mempunyai nilai sebesar -0,171 N dengan kesalahan relatif sebesar 17,1%.
- Percobaan gaya non konkuren menghasilkan nilai momen pada titik A (Ma) sebesar -
0,00027 Nm dengan kesalahan relatif sebesar 0,027%. Sedangkan untuk titik B
mempunyai nilai momen sebesar -0,058725 Nm dengan kesalahan relatif sebesar
5,8725%.


VIII. REFERENSI
Laboratorium Strukturdan Material. 2009. Departemen Teknik Sipil UI. Pedoman
Praktikum Mekanika Benda Padat.


IX. LAMPIRAN

Gambar 1. Gaya-gaya Konkuren


Gambar 2. Gaya-gaya Non Konkuren
MODUL A
KESEIMBANGAN GAYA

B. GAYA-GAYA SEJAJAR DAN TEGAK LURUS
V. TUJUAN
Untuk memeriksa apakah keseimbangan dapat terwujud ketika gaya-gaya paralel bekerja
pada struktur.

VI. TEORI
Pada pelajaran mengenai keseimbangan terdapat 2 kasus khusus yang harus diperhatikan.
Kasus pertama sangat umum terjadi dimana semua gaya bekerja paralel dan tidak
membentuk poligon gaya. Sebuah meja dengan 3 gaya ke bawah akan diimbangi oleh 3
(tiga) reaksi ke atas oleh kaki-kaki meja. Keadaan ini dinyatakan dengan satu persamaan
yaitu P
v
= 0 dan persamaan lebih lanjut bergantung pada penggunaan keseimbangan
momen.

Kasus kedua terjadi ketika 2 (dua) buah gaya pararel, sama besar tetapi berlawanan arah
bekerja pada struktur yang beratnya dapat diabaikan.







Kasus ini memenuhi keseimbangan gaya-gaya vertikal ( P
y
= 0) tetapi struktur akan
berputar kecuali jika diberikan momen tambahan seperti pada gambar (a). Momen
M
Gambar b
Gambar a
tambahan ini diberikan dengan cara yang ditunjukkan pada gambar (b), dimana sepasang
gaya sejajar Pb, sama besar dan berlawanan arah bekerja pada struktur.

VII. PERALATAN
a. Alat 1 b. Alat 2
1. Papan gaya 1. Rangka batang Warrer dan pengimbang
2. Pasak tengah 2. Reaksi batang N dan pengimbang
3. Pembuat garis 3. Reaksi circular dan pengimbang
4. Katrol tunggal 4. Tempat pengait tali sambungan
5. Katrol ganda
6. Tali
7. Penggantung beban
8. Klip papan
9. Cincin
10. Cincin ganda

VIII. Cara Kerja
1. Melubangi pusat kertas A1 (perpotongan diagonal) dengan diameter lubang 6 mm.
2. Melepas centre peg (pasak) dan memasang kertas pada papan bidang gaya dan
memasang kembali centre peg (pasak) melalui lubang yang tersedia.
3. Mengmbil salah satu rangka batang dan meletakkan lubang pusat gravitasi di atas pasak
tengah papan gaya.
4. Memasang tali di lokasi reaksi perletakan pada katrol.
5. Menggunakan dua katrol ganda secara vertikal di atas setiap ujung rangka batang untuk
mengetahui reaksi dan menggantung beban langsung dari bawah rangka batang pada
lubang yang telah tersedia. Penggantung beban ikut dihitung sebagai bagian dari
keseluruhan beban sedangkan tali penggantung diabaikan beratnya.
6. Menggantungkan beban ke rangka batang dan tambahkan beban ke setiap tali
pengimbang reaksi sehingga:
(a) Rangka batang horizontal
(b) Lubang pusat gravitasi berada tepat di tengah pasak tengah / centre peg.
Pada kondisi ini rangka batang akan seimbang, mengambang bebas akibat reaksi vertikal
dan gaya yang bekerja padanya.
7. Membaca dan mencatat beban total termasuk penggantung dan reaksinya.
8. Mengulangi percobaan dengan beban berbeda diletakkan di lubang sambungan yang
berbeda atau dengan rangka batang lainnya.

IX. PENGOLAHAN DATA

Gambar 4. Gaya-Gaya Sejajar dan Tegak Lurus
Va = 0,8 N
Vb = 2,1 N
P1 = 1,2 N
P2 = 3,1 N
Hasil Teoritis:
= 0
- P1.sin 56 x 5 - P2.sin 82 x 25 + Vb.30 P1.cos 56 x 53+ P2 cos 82 x 53 = 0
-4,974 76,746 5,811 + 3,736 = - 30 Vb
30 Vb = 83,795
Vb = 2,793 N

= 0
- P1.cos 56 x 53 + P2 cos 82 x 53 + P1.sin 56 x 25 + P2.sin 82 x 5 30.Va = 0
- 5,811 + 3,736 + 24,871 + 15,349 = 30 Va
30 Va = 38,145
Va = 1,271 N

Kesalahan relatif = |

|
Kesalahan Relatif Va = |

|
= 37,06%
Kesalahan Relatif Vb = |

|
= 24,81%

X. ANALISA
VI.I Analisis Percobaan
Pada percobaan kesetimbangan gaya-gaya sejajar dan tegak lurus ini mempunyai
tujuan untuk mengetahui teori keseimbangan ketika gaya-gaya yang pararel bekerja pada
suatu sistem dapat terjadi kondisi setimbang atau tidak. Hal yang pertama kali dilakukan
adalah menyiapkan kertas berukuran A1 yang kemudian pusatnya dilubangi dan dipasang
ke papan gaya. Kemudian meletakkan penggaris yang mengibaratkan suatu sistem pada
pusat kertas dan mengaitkannya ke empat tali yang menggantung ke katrol. Kemudian
pada setiap ujung-ujung tali diberikan penggantung beban seberat 0,5 N. Lalu secara
perlahan mulai menambahkan beban sampai garis atas dan bawah penggaris lurus
sempurna dan tidak membentuk sudut. Lubang yang ada di penggaris juga tidak boleh
menyentuh batang penggantung pada pusat kertas.
Ketika kondisi kesetimbangan telah tercapai, kemudian praktikan menggaris gaya
pada kertas dari tali yang digunakan serta mencatat total gaya yang digunakan pada setiap
ujung tali.
VI.II Analisa Hasil
Dari gaya-gaya yang telah didapat dan garis gaya yang telah digambar, dapat
ditentukan gaya yang bekerja pada titik A dan B (Va dan Vb) percobaan serta sudut yang
terbentuk dari gaya P1 dan P2. Gaya P1 dan P2 diproyeksikan ke sumbu x dan y dengan
sudutnya masing-masing yang kemudian dimasukkan ke dalam rumus dan
untuk menghasilkan nilai Va dan Vb teoritis atau perhitungan.
Pada percobaan kali ini didapatkan nilai gaya atau perletakan pada titik A (Va)
sebesar 0,8 N dan titik B (Vb) sebesar 2,1 N. Sedangkan menurut perhitungan yang telah
dilakukan, Va seharusnya mempunyai nilai sebesar 1,271 N dan Vb sebesar 2,793 N.
Perbedaan nilai tersebut kemudian dimasukkan kedalam rumus kesalahan relatif sehingga
didapatkan tingkat kesalahan Va sebesar 37,06% dan Vb sebesar 24,81%.
VI.III Analisis Kesalahan
Adanya nilai kesalahan relatif pada praktikum keseimbangan gaya ini dapat
diakibatkan oleh:
1. Paralax Error, dimana praktikan melakukan kesalahan saat melihat garis atas
dan bawah penggaris struktur dalam kondisi seimbang, yaitu lurus sempurna.
Penggaris tidak tepat membentuk 180 dari sumbu x sehingga mempengaruhi
hasil praktikum.
2. Kesalahan pengukuran, praktikan kurang akurat dalam mengukur besar sudut
dari garis gaya yang telah digambar sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir
dari perhitungan.
3. Terjadi kesalahan pada penggambaran garis gaya dikarenakan terhalang oleh
tali-tali sehingga tidak mustahil praktikan menyentuh tali gaya yang
mengakibatkan garis yang digambar tidak akurat.

XI.KESIMPULAN
- Percobaan gaya-gaya sejajar dan tegak lurus menghasilkan nilai perletakan pada titik A
(Va) sebesar 0,8 N yang kemudian dibandingkan dengan Va perhitungan yang bernilai
sehingga didapatkan nilai kesalahan relatif sebesar 37,06%
- Percobaan gaya-gaya sejajar dan tegak lurus menghasilkan nilai perletakan pada titik B
(Vb) sebesar 2,1 N yang kemudian dibandingkan dengan Va perhitungan yang bernilai
sehingga didapatkan nilai kesalahan relatif sebesar 24,81%

XII. LAMPIRAN