Anda di halaman 1dari 1

ADAB MENJENGUK TETANGGA

Rasulullah SAW senantiasa mengunjungi sahabat, tetangga dan umatnya . Inilah


adab Islami berdasarkan sunnah yang harus diperhatikan saat menjenguk orang .
Mengunjungi, menjenguk dan membesuk Tetangga merupakan kewajiban setiap
Muslim terhadap Muslim lainnya. Dalam ajaran Islam, menjenguk orang sakit adalah di
antara amal saleh yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT,
kepada ampunan, rahmat, dan surgaNya.
Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, yang di dalamnya terdapat
keutamaan yang sangat agung. Rasulullah Muhammad SAW bersabda. Barangsiapa
yang membesuk orang sakit atau saudaranya karena Allah, niscaya ada penyeru yang
berseru, Kamu sungguh baik, dan sungguh baik perjalananmu, dan kamu telah
menempatkan diri di suatu tempat di surga. (HR Muslim)
Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, Apabila seorang
laki-laki menjenguk saudara Muslimnya (), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil
memetik buah-buahan surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan
rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat
mendoakannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di
sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat, hingga
waktu pagi tiba. (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).
Islam mengajarkan kepada umatnya beberapa etika yang harus diperhatikan saat
menjenguk orang .
Pertama, hendaklah orang yang membesuk mendoakan agar lekas sembuh,
mendapat kasih sayang Allah, selamat, dan disehatkan. Ibnu Abbas telah meriwayatkan
bahwasanya Nabi SAW bila beliau menjenguk orang sakit, mengucapkan, Tidak apa-apa.
Sehat Insya Allah. (HR Al-Bukhari), dan berdoa tiga kali untuk kesehatan si sakit.
Kedua, dianjurkan yang membesuk mengusap si sakit dengan kanan dan berdoa,
Wahai Allah Tuhan bagi manujsia, hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya),
sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari
Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit, Muttafazalaih).
Dalam hadis lain Nabi SAW bersabda, Tidaklah seorang hamba Muslim
mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya, lalu ia membaca sebanyak tujuh
kali, Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan yang menguasi arasy yang
agung, agar menyembuhkan penyakitmu kecuali ia pasti disembuhkan. (HR At Tirmidzi
dan Abu Dawud.)