Anda di halaman 1dari 79

TEORI PERTUMBUHAN

EKONOMI
Kelompok 2:
Akhmad Khoerurizal
Amela Erliana Crhistine
Iwan Yustiadianto
Monika Yulando Putri
Rikki Okto Saputra
Ruth Jelita Silaban
Pertumbuhan
Ekonomi
Pengertian Pertumbuhan
ekonomi
Perkembangan Teori
Pertumbuhan Ekonomi
Model Pertumbuhan
Solow
Akumulasi Modal
Tingkat Modal Kaidah Emas
Pertumbuhan Populasi
Kemajuan Teknologi dalam
Model Solow
Data Empiris Pertumbuhan
Kebijakan untuk Mendorong
Pertumbuhan
Di Luar Model Solow: Teori
Pertumbuhan Endogen
PERTUMBUHAN
EKONOMI
Amela Erliana Crhistine
PENGERTIAN
PERTUMBUHAN EKONOMI
(1)
Prof.
Simon
Kuznets
Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan jangka
panjang dalam kemampuan suatu negara untuk
menyediakan semakin banyak jenis barang-
barang ekonomi kepada penduduknya.
Sadono
Sukirno
Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan
kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan
barang dan jasa yang di produksi dalam
masyarakat bertambah dan kemakmuran
masyarakat meningkat
Boediono
Pertumbuhan ekonomi adalah proses
kenaikan output per kapita yang terus
menerus dalam jangka panjang.
PENGERTIAN
PERTUMBUHAN EKONOMI
(2)
Lincolin
Arsyad
Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan
Produk Domestik Bruto/
Pendapatan Nasional Bruto tanpa
memandang apakah kenaikan tersebut lebih
besar atau lebih kecil dari tingkat
pertumbuhan pendudukatau apakah perubahan
struktur ekonomi terjadi atau tidak.
Asfia
Murni
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu kondisi
dimana terjadinya perkembangan GNP yang
mencerminkan adanya pertumbuhan output
per kapita dan meningkatnya standar hidup
masyarakat
PERKEMBANGAN
TEORI
PERTUMBUHAN
EKONOMI
Amela Erliana Crhistine
TEORI PERTUMBUHAN
EKONOMI HISTORIS
Frederich
List
Bruno
Hildebrand
Karl
Bucher
WW
Rostow
Stuffen theorien (teori tangga). Tahap
pertumbuhan ekonomi dibagi berdasarkan cara
produksi:
Masa berburu dan mengembara.
Masa berternak dan bertanam.
Masa Bertani dan kerajinan.
Masa kerajinan, Industri, dan perdagangan.
TEORI PERTUMBUHAN
EKONOMI HISTORIS
Frederich
List
Bruno
Hildebrand
Karl
Bucher
WW
Rostow
Pertumbuhan ekonomi dibagi berdasarkan cara
distribusi menjadi tiga tahap, yaitu:
Masa tukar-menukar secara barter.
Masa tukar-menukar dengan uang.
Masa tukar-menukar dengan kredit.
TEORI PERTUMBUHAN
EKONOMI HISTORIS
Frederich
List
Bruno
Hildebrand
Karl
Bucher
WW
Rostow
Mensintesa teori List dan Hildebrand. Tahap-
tahap pertumbuhan ekonomi dibagi menjadi:
Perekonomian domestik.
Perekonomian kota.
Perekonomian nasional..
TEORI PERTUMBUHAN
EKONOMI HISTORIS
Frederich
List
Bruno
Hildebrand
Karl
Bucher
WW
Rostow
Menurut Rostow pembangunan ekonomi
merupakan suaru proses yang dapat
menyebabkan perubahan orientasi sosial,
politik dan ekonomi; perubahan pandangan
masyarakat mengenai jumlah anak dalam
keluarga; perubahan kegiatan investasi; serta
perubahan sikap hidup dan adat istiadat.
TEORI PERTUMBUHAN
EKONOMI HISTORIS
Frederich
List
Bruno
Hildebrand
Karl
Bucher
WW
Rostow
Tahap Pertumbuhan ekonomi dibagi menjadi:
Masyarakat tradisional
Persyaratan untuk lepas landas
Lepas landas
Perekonomian yang matang / dewasa
Masa ekonomi konsumsi tinggi
TEORI PERTUMBUHAN
EKONOMI KLASIK
Adam Smith
David
Ricardo
Pertumbuhan ekonomi
dipengaruhi oleh dua faktor,
yaitu:
Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan output total
TEORI PERTUMBUHAN
EKONOMI KLASIK
Adam Smith
David
Ricardo
Pertumbuhan penduduk akan bertambah,
sementara faktor produksi lain tidak.
Akibatnya akan ada kelebihan penawaran
tenaga kerja yang menyebabkan
penurunan upah.
Upah hanya dapat digunakan untuk
membiayai taraf hidup minimum sehingga
perekonomian akan mengalami
kemandegan

TEORI PERTUMBUHAN
EKONOMI NEOKLASIK
Harrod & Domar
Robert Solow
Pertumbuhan ekonomi sangat
dipengaruhi oleh tabungan (saving)
dan investasi.
Jika ingin tumbuh, perekonomian harus
menabung dan menginvestasikan
suatu proporsi tertentu dari output
totalnya.
Semakin banyak tabungan dan
kemudian di investasikan, maka
semakin cepat perekonomian itu akan
tumbuh.
TEORI PERTUMBUHAN
EKONOMI NEOKLASIK
Harrod & Domar
Robert Solow
Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh:
Pertumbuhan persediaan modal
Pertumbuhan angkatan kerja
Perkembangan teknologi
MODEL PERTUMBUHAN SOLOW
AKUMULASI
MODAL
Amela Erliana Crhistine
PENAWARAN & FUNGSI
PRODUKSI
Fungsi Produksi:
Y = F(K,L)
Jika diasumsikan skala pengembalian konstan, maka:
zY = F(zK, zL)
dengan z bernilai positif.
Untuk mencari nilai output per kapita, maka z= 1/L. Dengan y
adalah output per kapita, dan k modal per kapita, maka:
Y/L = F(K/L, 1) y = f(k)
jumlah output tambahan
yang dihasilkan
seorang pekerja ketika
memperoleh satu unit
tambahan modal
PERMINTAAN & FUNGSI
KONSUMSI
Fungsi Konsumsi:
y = c + i
Diasumsikan setiap tahun seseorang menabung sebagian dari
pendapatan mereka sebesar s, serta mengkonsumsi sisanya (1-
s). Maka rumus tersebut dapat disederhanakan menjadi:
c = (1 s) y
s merupakan tingkat tabungan dengan nilai antara nol dan satu
Berdasarkan fungsi-fungsi sebelumnya kita dapat mengsubtitusi
nilai konsumsi (c) dengan (1 s)y, sehingga kita peroleh rumus:
y = (1 s)y + i i =sy atau i = sf(k)
Investasi = tabungan
Tingkat tabungan s menentukan alokasi output antara
konsumsi dan investasi. Untuk setiap tingkat k, outputadalah
f (k), investasi sf (k), dan konsumsi adalah f (k) - sf (k).
Semakin besar modal, semakin
besar output dan investasinya
PERTUMBUHAN
PERSEDIAAN MODAL
DAN KONDISI MAPAN
Dampak investasi dan depresiasi
pada persediaan modal :
Dk = i dk
d= tingkat depresiasi

Karena investasi sama dengan
tabungan jadi, bisa ditulis :
Dk = s f(k) dk

Depresiasi oleh karenanya
proporsional terhadap persediaan
modal

Pada k*, investasi sama dengan
depresiasi dan modal tak akan
berubah sepanjang waktu.
BAGAIMANA TABUNGAN
MEMPENGARUHI
PERTUMBUHAN
EKONOMI (1)
oModel Solow menunjukkan bahwa jika
tingkat tabungan tinggi, perekonomian akan
memiliki persediaan modal besar dan tingkat
output tinggi.

oJika tingkat tabungan rendah,
perekonomian akan memiliki persediaan
modal kecil dan tingkat output
rendah.

BAGAIMANA TABUNGAN
MEMPENGARUHI
PERTUMBUHAN
EKONOMI (2)
oTabungan yang tinggi akan mengarah ke
pertumbuhan yang lebih cepat, tapi hanya untuk
sementara.
oKarena kenaikan tabungan hanya akan
meningkatkan sampai perekonomian mencapai
kondisi mapan baru.

oJika perekonomian mempertahankan tingkat
tabungan yang tinggi, maka hal itu akan
mempertahankan persediaan modal yang besar
dan tingkat output tinggi, tapi tidak
mempertahankan tingkat pertumbuhan yang
tinggi untuk selamanya.

Kenaikan tingkat tabungan
menyebabkan persediaan
modal tumbuh ke kondisi
mapan baru.
TINGKAT MODAL
KAIDAH EMAS
The Golden Rule of Capital
Akhmad Khoerurizal
TINGKAT MODAL KAIDAH EMAS (1)
Nilai yang berbeda dari s menyebabkan kondisi mapan yang berbeda.
Bagaimana kita tahu kondisi mapan mana yang "terbaik"?
Kesejahteraan ekonomi tergantung pada konsumsi, sehingga kondisi
mapan "terbaik" memiliki kemungkinan nilai tertinggi konsumsi per
orang:
C* = (1-s) f (k*)
Jadi, bagaimana kita menemukan s dan k* yang memaksimalkan c *?
TINGKAT MODAL KAIDAH EMAS (2)
k*emas = Tingkat modal Kaidah Emas, nilai
kondisi mapan k yang memaksimalkan
konsumsi.
Untuk menemukan konsumsi pada kondisi mapan
dapat dilihat pada persamaan berikut ini:
c = y i
= f (k
*
) i
= f (k
*
) dk
*


Dalam kondisi mapan, i = dk
*

Karena k = 0
C = f (k
*
) dk
*

adalah terbesar di
mana kemiringan
fungsi produksi sama
dengan kemiringan
garis depresiasi :

MPK = d


TINGKAT MODAL KAIDAH EMAS (3)
TINGKAT MODAL KAIDAH
EMAS(4)
Tapi apa yang terjadi pada konsumsi selama masa
transisi dengan kaidah emas?
Penyesuaian ini mengarah ke kondisi mapan baru
dengan konsumsi yang lebih tinggi
Untuk mencapai kaidah emas mengharuskan pembuat
kebijakan menyesuaikan s
Perekonomian tidak memiliki kecenderungan untuk
bergerak menuju kondisi mapan Kaidah Emas
TINGKAT MODAL KAIDAH EMAS
(5)
Penurunan tingkat
tabungan
menyebabkan
kenaikan
konsumsi dan
penurunan
investasi dalam
jumlah yang sama

TINGKAT MODAL KAIDAH EMAS
(6)
Kenaikan tingkat
tabungan
menyebabkan
penurunan
konsumsi dan
kenaikan investasi
dalam jumlah yang
sama

PERTUMBUHAN
POPULASI
Rikki Okto Saputra
PERTUMBUHAN
POPULASI
Model Solow dasar tidak dapat
menjelaskan pertumbuhan ekonomi
berkelanjutan
Memperluas model solow dengan
memasukkan pertumbuhan populasi
KONDISI MAPAN
DENGAN PERTUMBUHAN
POPULASI
k = i ( + n)k
Persamaan ( + n)k disebut juga break even Investment


Investasi,
investasi
impas
Modal
per pekerja, k
k*
Investasi impas,
(d + n)k
Investasi, s f(k)
DAMPAK PERTUMBUHAN
POPULASI
1. Pertumbuhan populasi membawa kita semakin dekat kepada
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
2.

DAMPAK PERTUMBUHAN
POPULASI
Pertumbuhan populasi mempengaruhi kriteria dalam menentukan
tingkat golden rule dari capital
Karena output keadaan mapan adalah f(k*) dan investasi pada
keadaan mapan adalah ( + n)k*, maka tingkat konsumsi pada
keadaan mapan dapat ditulis sebagai berikut
C* = f(k*) - ( + n)k*
Menggunakan argumen sebelumnya, maka dapat disimpulkan
bahwa tingkat k* yang akan memaksimalkan konsumsi adalah
MPK = + n
Atau
MPK = n
Dalam Golden Rule keadaan mapan, the marginal product of
capital net dari depresiasi setara dengan tingkat pertumbuhan
populasi.


PERSPEKTIF LAIN
TENTANG
PERTUMBUHAN
POPULASI
The Maltusian Model
an ever-increasing population would continually
strain societys ability to provide for itself. Mankind,
he predicted, would forever live in poverty.
the power of population is innitely greater than the
power in the earth to produce subsistence for man
PERSPEKTIF LAIN
TENTANG
PERTUMBUHAN
POPULASI
The Kremerian Model
If there are more people, then there are more
scientists, inventors, and engineers to contribute to
innovation and technological progress
Buktinya World growth rate have increased together
with world population.

KEMAJUAN
TEKNOLOGI
DALAM MODEL
SOLOW
Ruth Jelita Silaban
EFISIENSI TENAGA KERJ A
Y = F(K,L)
Y = F(K, L x
E)
Dengan:
Y= Jumlah Output
K= Total Modal
L= Total Pekerja
E= Efisiensi tenaga
kerja
Bentuk kemajuan
teknologi ini disebut
pengoptimalan tenaga
kerja, dan g disebut
tingkat kemajuan
teknologi yang
mengoptimalkan
tenaga kerja (labor-
augmenting
technological
progress). Karena
angkatan kerja L
tumbuh pada tingkat n,
dan efisiensi dari tiap
unit tenaga kerja E
tumbuh pada tingkat g,
maka jumlah pekerja
efektif L x E tumbuh
pada tingkat n + g
Misalkan g=0,02,
maka setiap unit
tenaga kerja menjadi
lebih efisien 2%
setiap tahunnya,
output meningkat jika
angkatan kerja
meningkat sampai 2%
tambahan tersebut
(tambahan efisiensi).
L x E mengukur
jumlah para pekerja
efektif. Perkalian ini
memperhitungkan n
yaitu jumlah tenaga
kerja dan E yaitu
efisiensi masing-
masing pekerja. Dari
perkalian tersebut
dapat dikatakan
bahwa fungsi
produksi Y
bergantung pada
modal total K dan
jumlah pekerja efektif
L x E .
KONDISI MAPAN DENGAN
KEMAJ UAN TEKNOLOGI
Kemajuan
Teknologi
Pekerja
lebih Efektif
k=K/ (L+E) , k=modal per pekerja yang
efektif
y=Y/ (L+E), y=output per pekerja yang
efektif
y=f(k)
k =sf(k) (d + n + g)k
k= K/ (L x E), maka investasi pulang pokok memiliki
tiga kaidah, yaitu: untuk mejaga k tetap konstan:
k dibutuhkan untuk mengganti modal yang
terdepresiasi
nk dibutuhkan untuk memberi modal kepada para
pekerja baru
gk dibutuhkan untuk memberi modal bagi para
pekerja efektif baru yang diciptakan kemajuan
teknologi

GRAFIK KEMAJ UAN TEKNOLOGI DAN MODEL
PERUTMBUHAN SOLOW
DAMPAK KEMAJ UAN
TEKNOLOGI
Variabel Simbol
Tingkat
Pertumbuhan
Kondisi Mapan
Modal per pekerja
efektif
k=K/(L x E) 0
Output per pekerja
efektif
y= Y/(L x E)= f(k) 0
Output per pekerja Y/L= y x E g
Output total Y=y x (L x E) n+g
HANYA KEMAJUAN TEKNOLOGI YANG
BISA MENJELASKAN PENINGKATAN
STANDAR KEHIDUPAN YANG
BERKELANJUTAN
kemajuan
teknologi
:
Kemajuan teknologi yang hemat tenaga
kerja (labor-saving technological
progress)
Kemajuan teknologi hemat modal (capital-
saving technological progress)
Kemajaun teknologi yang meningkatkan
pekerja (labor-augmenting technological
progress)
Kemajuan teknologi yang meningkatkan
modal (capital-augmenting technological
progress),
konsumsi per pekerja
efektif pada kondisi
mapan
c* = f(k*)-(d + n + g)*
konsumsi pada kondisi mapan
dimaksimalkan jika:
MPK = d + n + g
Atau
MPK d = n + g
DATA EMPIRIS
PERTUMBUHAN
EKONOMI
Iwan Yustiadianto
PERTUMBUHAN YANG
SEIMBANG (1)
Menurut model Solow,
kemajuan teknologi
menyebabkan nilai
berbagai variabel
meningkat secara
bersamaan pada kondisi
mapan. Hal ini yang
disebut pertumbuhan
yang seimbang.
PERTUMBUHAN YANG
SEIMBANG (2)
Pada kondisi mapan, output per pekerja, Y/L, dan persediaan
modal per pekerja, K/L, keduanya tumbuh pada tingkat g, yang
adalah tingkat kemajuan teknologi. Ini konsisten dengan data
AS di mana g bernilai sekitar 2 persen secara konsisten sejak
50 tahun lalu.
Kemajuan teknologi juga mempengaruhi harga-harga
faktor. Pertumbuhan upah riil pada tingkat kemajuan teknologi,
tapi harga sewa modal riil tetap konstan setiap saat. Lagi,
selama 50 tahun terakhir, upah riil telah meningkat 2 persen dan
telah meningkat hampir sama dengan GDP riil. Namun, harga
sewa modal riil (pendapatan modal riil dibagi persediaan modal)
telah sekitar sama.
CONVERGENCE
Jika kalian jalan-jalan
keliling dunia, apa yang
kalian temukan? Salah
satunya adalah variasi
standar kehidupan,
seperti tingkat
pendapatan perkapita.
Apakah
perekonomian negara
miskin lebih cepat
berkembang daripada
negara yang sudah
kaya? Jika jawabannya
ya, maka
perekonomian negara
miskin akan mengejar
perekonomian negara
kaya. Itulah yang
disebut convergence.
CONVERGENCE
Konvergensi pertumbuhan
ekonomi adalah sebuah konsep yang
menjelaskan bahwa suatu saat tingkat pendapatan
negara-negara kaya dan miskin akan bertemu pada
satu titik. Artinya negara-negara miskin
akan berkembang lebih cepat
dibanding negara yang sudah
mapan. Jika tidak ada konvergensi, maka
negara yang miskin tidak akan mampu mengejar
negara kaya dan akan selamanya miskin.
CONVERGENCE
Lalu, kapan convergence terjadi?
Tergantung, bagaimana kondisi saat
memulainya. Negara dengan persediaan modal
lebih kecil diharapkan lebih cepat tumbuh.
(Contoh: Jepang dan Jerman setelah kekalahan
dalam PD II)
Setiap perekonomian akan mendekati
kondisi mapannya sendiri
Perekonomian akan berkonvergensi sekitar 2%
pertahun. Contoh: tingkat pendapatan antar
negara bagian di AS setelah perang sipil tahun
1860-an
CONVERGENCE
Bagaimana dengan di level internasional?
Lebih rumit. Ada temuan, pendapatan perkapita negara miskin tidak
berkembang lebih cepat dari negara kaya. Hal ini mengindikasikan
bahwa negara yang berbeda mempunyai kondisi mapan yang
berbeda.
Namun, perhitungan statistik digunakan untuk mengendalikan
beberapa determinan kondisi mapan tersebut, data sekali lagi
menunjukkan nilai convergence sebesar 2%.
Dengan kata lain, perekonomian dunia memperlihatkan
convergence kondisional. Perekonomian akan berconvergen pada
kondisi mapannya sendiri-sendiri, yang akhirnya ditentukan oleh
tabungan, pertumbuhan populasi, dan pendidikan.
AKUMULASI FAKTOR
PRODUKSI VS EFISIENSI
PRODUKSI
Faktor
Produksi
Kuantitas modal fisik
Kuantitas modal sumber daya
manusia
Efisiensi
Produksi
Efisiensi dalam penggunaan
faktor produksi
AKUMULASI FAKTOR
PRODUKSI VS EFISIENSI
PRODUKSI
Faktor akumulasi
dan efisiensi
produksi
digerakkan oleh
pihak ketiga?
Akumulasi modal
dapat mendorong
efisiensi yang lebih
baik?
Perekonomian
yang efisien
mendorong
akumulasi modal?
Suatu penemuan
menunjukkan kedua hal
itu berkorelasi positif.
Mengapa?
APAKAH PERDAGANGAN
BEBAS BAIK BAGI
PERTUMBUHAN
EKONOMI?
Ada sebuah pepatah yang menyatakan bahwa
setiap kepala keluarga yang bijaksana tidak
pernah mencoba membuat sendiri sesuatu yang
justru akan menimbulkan biaya lebih besar
daripada membelinya. Penjahit tidak akan
mencoba membuat sepatunya sendiri, tetapi
membelinya dari tukang sepatu. Tukang sepatu
tidak akan mencoba membuat pakaiannya
sendiri tetapi minta dibuatkan oleh penjahat.. Eh
penjahit.
APAKAH PERDAGANGAN
BEBAS BAIK BAGI
PERTUMBUHAN
EKONOMI?
Menurut teori keunggulan komparatif
David Ricardo, sebuah negara yang
membuka diri untuk melakukan
perdagangan akan memperoleh tingkat
efisiensi produksi dan standar hidup lebih
tinggi dengan melakukan spesialisasi
pada barang-barang dimana negara
tersebut memiliki keunggulan komparatif.
APAKAH PERDAGANGAN
BEBAS BAIK BAGI
PERTUMBUHAN
EKONOMI?
Hasil penelitian Andrew Warner dan Jeffrey Sachs
tahun 1970-1989:
Di antara negara maju, negara dengan perekonomian
terbuka tumbuh 2,3% pertahun. Sedangkan yang
tertutup hanya tumbuh 0,7% pertahun.
Di negara berkembang, negara terbuka tumbuh 4,5%
pertahun. Sedangkan negara tertutup hanya tumbuh
1,7% pertahun.
APAKAH PERDAGANGAN
BEBAS BAIK BAGI
PERTUMBUHAN
EKONOMI?
Penelitian juga dilakukan untuk meneliti
apa yang terjadi jika perekonomian
tertutup membuka hambatan
perdagangan. Berdasarkan sejarah,
negara yang membuka
perekonomiannya, biasanya
akan mengalami peningkatan
pertumbuhan ekonomi.
Contohnya adalah Jepang pada tahun
1850-an, Korsel tahun 1960-an dan
Vietnam tahun 1990-an. Namun,
korelasi bukan berarti penyebab.
Perdagangan bebas biasanya disertai
dengan reformasi lainnya, sehingga
kita kesulitan membedakan dampak
dari perdagangan atau dampak dari
reformasi lainnya.
APAKAH PERDAGANGAN
BEBAS BAIK BAGI
PERTUMBUHAN
EKONOMI?
Frankel dan Romer melakukan penelitian
mengenai dampak dari perdagangan
pada pertumbuhan dan dilakukan
dengan melihat dampak dari wilayah.
Perbedaan wilayah harus
diperhitungkan. Misalnya, negara
Selandia Baru ketika memulai
melakukan perdagangan bebas tentu
efeknya berbeda dengan negara Belgia
yang berada di tengah-tengah negara
berpenduduk padat.
APAKAH PERDAGANGAN
BEBAS BAIK BAGI
PERTUMBUHAN
EKONOMI?
Kenaikan persentase sebesar satu
poin pada rasio perdagangan
terhadap GDP meningkatkan
pendapatan perkapita sekurang-
kurangnya dalam persentase 1,5
poin. Perdagangan meningkatkan
pendapatan dan memacu akumulasi
modal manusia dan modal fisik serta
dengan meningkatkan output untuk
setiap tingkatan modal.
Penelitian
Frankel
dan
Romer:
KEBIJAKAN UNTUK
MENDORONG PERTUMBUHAN
Monica Yulando Putri
Kebijakan
untuk
Mendorong
Pertumbuh
an
Mengevalua
si Tingkat
Tabungan
Mengubah
Tingkat
Tabungan
Mengalokasik
an
Investasi
Perekonomian
Membangu
n Institusi
yang Tepat
Mendorong
Kemajuan
Teknologi
1. MENGEVALUASI TINGKAT TABUNGAN
memaksimalkan konsumsi per pekerja sekaligus kesejahteraan
ekonomi

Sollow >> seberapa banyak Negara
menabung dan berinvestasi adalah
determinan penting dari standar kehidupan
penduduknya
Tingkat tabungan menentukan tingkat modal
dan output pada kondisi mapan (steady
state).

Satu tingkat tabungan tertentu menghasilkan
kondisi mapan Kaidah Emas

CONTOH PERHITUNGAN
Misal terdapat tiga fakta berikut di Amerika Serikat :
Persediaan modal kira-kira 2,5 kali GDP satu tahun
Depresiasi modal kira-kira 10 persen GDP
Pendapatan modal kira-kira 30 persen dari GDP

Sehingga dapat ditulis :
K = 2,5y ; k = 0,1 y ; MPK x k = 0,3 y
Maka akan didapatkan k/k = (0,1y)/(2,5y) dan = 0,04
Adapun MPK didapatkan dari :
(MPK x k)/k = (0,3y)/(2,5y) sehingga MPK = 0,12

CONTOH PERHITUNGAN
Misal terdapat tiga fakta berikut di Amerika Serikat :
Persediaan modal kira-kira 2,5 kali GDP satu tahun
Depresiasi modal kira-kira 10 persen GDP
Pendapatan modal kira-kira 30 persen dari GDP

Sehingga dapat ditulis :
K = 2,5y ; k = 0,1 y ; MPK x k = 0,3 y
Maka akan didapatkan k/k = (0,1y)/(2,5y) dan = 0,04
Adapun MPK didapatkan dari :
(MPK x k)/k = (0,3y)/(2,5y) sehingga MPK = 0,12

Jadi, kira-kira 4 persen dari persediaan modal
terdepresiasi setiap tahun dan produk marjinal modal
kira-kira 12 persen per tahun sehingga produk marjinal
modal neto, MPK-, kira-kira 8 persen per tahun.
(Pengembalian modal MPK- = 8 persen per tahun)
melebihi tingkat pertumbuhan rata-rata perekonomian
(n + g = 3 persen per tahun) >>>> berada di bawah
Kaidah Emas

2. MENGUBAH TINGKAT TABUNGAN
Tabungan Masyarakat
Tabungan masyarakat =
perbedaan antara jumlah
penerimaan pajak pemerintah
dan pengeluarannya.
Defisit atau Surplus Anggaran

Tabungan Swasta
Tabungan swasta = tabungan
yang dilakukan oleh rumah
tangga dan perusahaan.
Berapa banyak orang yang
menabung tergantung pada
insentif yang mereka terima,
dan insentif ini dibedakan
oleh berbagai kebijakan
publik.
Pajak >> mengurangi tingkat
pengembalian yang diterima
oleh penabung

3. MENGALOKASIKAN INVESTASI
PEREKONOMIAN
Model Solow menyederhanakan asumsi bahwa
hanya ada satu jenis modal yakni modal fisik.
Para pembuat kebijakan berhadapan dengan jenis
modal apa yang paling dibutuhkan perekonomian.
Para pembuat kebijakan bisa mengandalkan pasar
untuk mengalokasikan tabungan ke jenis-jenis
investasi alternatif.
Salah satu jenis modal yang perlu melibatkan
pemerintah adalah modal masyarakat.
4. MEMBANGUN INSTITUSI YANG
TEPAT
Salah satu alasan mengapa setiap negara
memiliki tingkat efisiensi produksi yang
berbeda-beda adalah karena mereka
memiliki institusi yang berbeda dalam
memberikan petunjuk tentang pengalokasian
sumber daya langka
Tradisi hukum di suatu negara
merupakan salah satu contoh institusi
Perbedaan institusi penting lainnya yang
terjadi antar negara adalah kualitas dari
pemerintahan negara itu sendiri. Suatu
pemerintahan yang ideal harus berperilaku
sebagai tangan yang menolong (helping
hand)
5. MENDORONG KEMAJUAN
TEKNOLOGI
Model Solow menunjukkan bahwa pertumbuhan yang
berkelanjutan dalam pendapatan per pekerja
harus berasal dari kemajuan teknologi.
Namun, model Solow menganggap kemajuan teknologi
sebagai variable eksogen, model Solow tidak
dijelaskannya.
Banyak kebijakan publik dirancang untuk mendorong
kemajuan teknologi >> mendorong sektor swasta untuk
menyalurkan sumber daya ke inovasi teknologi. Misal dengan
penghapusan pajak bagi perusahaan yang terlebat dalam
penelitian dan pengembangan.
DI LUAR MODEL
SOLOW: TEORI
PERTUMBUHAN
ENDOGEN
Ruth Jelita Silaban
MODEL DASAR
fungsi produksi
adalah:
Y=AK
Asumsikan semua
pendapatan ditabung atau
diinvestasikan, sehingga
akumulasi modal
dijelaskan dengan
persamaan berikut:
K = sY - dK
menggabungkan
persamaan ini dengan
fungsi produksi
Y = AK, maka
persamaan menjadi:
Y/Y = K/K = sA - d
Persamaan ini menunjukkan
apa yang menentukan tingkat
pertumbuhan output Y/Y.
Selama sA > d, pendapatan
perekonomian tumbuh
selamanya, meskipun tanpa
asumsi kemajuan teknologi
eksogen
MODEL DUA-SEKTOR
Perekonomian memiiki dua sektor yang bisa kita sebut perusahaan
manufaktur dan unversitas riset. Perusahaan memproduksi barang dan
jasa, yang digunakan untuk konsumsi serta investasi dalam modal fisik.
Universitas memproduksi factor-faktor produksi yang disebut ilmu
pengetahuan
Y = F[K, (1-u)LE] (perusahaan
manufaktur)
E = g(u)E (universitas riset)
K = sY - dK (akumulasi modal)
Dimana u adalah bagian dari angkatan kerja di universitas ( 1 u
adalah bagian dalam perusahaan manufaktur). E adalah persediaan
ilmu pengetahuan (yang pada gilirannya menentukan efisiensi
tenaga kerja), dan g adalah fungsi yang menunjukkan bagaimana
pertumbuhan ilmu pengetahuan bergantung pada bagian angkatan
kerja yang ebrada di universitas. Seluruh notasi ini bersifat standar.
Fungsi produksi untuk perusahaan manufaktur diasumsikan memiliki
skala pengembalian konstan yaitu jika kita melipatgandakan kedua
modal fisik (K) dan jumlah pekerja efektif dalam perusahaan
manufaktur [(1-u)LE], maka kita melipatgandakan output barang dan
jasa (Y).
MIKROEKONOMI DARI
PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN
Berbicara tenang proses penelitian dan pengembangan, terdapat tiga
fakta yang muncul, yaitu:
Meskipun ilmu pengetahuan merupakan barang public, namun
banyak penelitian yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan untuk
mencapai profit.
Penelitian menjadi menguntungkan karena inovasi yang memberikan
kekuatan kepada perusahaan monopoli temporer, hal ini karena paten
dan keunggulan yang dimiliki perusahaan tersebut untuk produk
terbaru.
Ketika perusahaan berinovasi, perusahaan lain secara alamiah akan
ikut mengembangkan inovasi tersebut dan menciptakan produk yang
lebih unggul.