Anda di halaman 1dari 160
PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. LAPORAN TAHUNAN 2013

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

LAPORAN

TAHUNAN

2013

1

2

5

6

7

8

10

12

13

14

16

17

18

22

Tahun Terobosan

Sekilas Tentang Siloam

Budaya Perusahaan

Penghargaan 2013

Visi, Misi dan Nilai - nilai Perusahaan

Struktur Organisasi

Jejak Langkah

Peristiwa Penting

Wilayah Layanan Siloam

Ikhtisar Keuangan

Ikhtisar Saham

Lembaga dan Profesi Penunjang

Sambutan Dewan Komisaris

Laporan Direksi

26

82

54

90
90

26

28

38

46

52

54

81

82

90

92

96

100

101

Pembahasan & Analisa Manajemen

Tinjauan Bisnis

Analisa Kinerja Keuangan

Sumber Daya Manusia

Information & Communication Technology

Laporan Tata Kelola Perusahaan

Laporan Komite Audit

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Data Perusahaan

Profil Dewan Komisaris

Profil Direksi

Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2013 PT Siloam International Hospitals Tbk

Laporan Keuangan

Tahun

Terobosan

Bermula dari rumah sakit pertamanya di Lippo Village pada tahun 1996, Perseroan telah berkembang menjadi grup rumah sakit terbesar di Indonesia dengan 16 rumah sakit state-of-the-art, yang didukung oleh 1.500 dokter dan 6.000 karyawan. Tahun 2013 sungguh merupakan tahun terobosan. Perseroan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 September 2013, dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 1 miliar.

Sekilas

Siloam

Hospitals

Profil Perusahaan Sekilas Siloam Hospitals Perseroan didirikan pada 3 Agustus 1996 dengan nama PT Sentralindo

Profil Perusahaan

Sekilas Siloam Hospitals

Perseroan didirikan pada 3 Agustus 1996 dengan nama PT Sentralindo Wirasta yang bergerak di bidang layanan kesehatan.

Dimulai dengan rumah sakit pertama di Lippo Village, Siloam Hospitals berkembang secara inovatif dan menjadi pemimpin di bidangnya melalui model layanan klinis, (state-of-the-art technology), fasilitas yang berpusat pada pasien dan layanan klinik dan non-klinik yang terintegrasi.

Dalam tahap konsolidasi, yang berlangsung dari tahun 2007 hingga 2010, Siloam Hospitals menghadirkan layanannya di empat kota besar, yaitu Tangerang (Lippo Village), Jakarta, Surabaya dan Bekasi (Lippo Cikarang).

Memasuki masa ekspansi setelah konsolidasi, sejak tahun 2011 Siloam Hospitals melaju pesat dengan membangun enam rumah sakit dan mengakuisisi lima rumah sakit.

Pada tanggal 12 September 2013, Perseroan yang telah berubah nama menjadi PT Siloam International Hospitals melakukan Initial Public Offering (IPO) dan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia sebagai PT Siloam International Hospitals Tbk.

Indonesia sebagai PT Siloam International Hospitals Tbk. Per tanggal 31 Desember 2012, menurut Frost & Sullivan,

Per tanggal 31 Desember 2012, menurut Frost & Sullivan, Siloam Hospitals Group adalah grup rumah sakit swasta terbesar di Indonesia dalam jumlah kapasitas dan jumlah tempat tidur operasional.

Selain dari jumlah rumah sakit, Siloam Hospitals juga menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang mendapat akreditasi international dari lembaga akreditasi Joint Commission International Accreditation (akreditasi telah dilakukan pada tahun 2007, 2010 dan 2013). Akreditasi menguatkan posisi Siloam Hospitals sebagai rumah sakit dengan layanan berstandar internasional.

Pada akhir tahun 2013, Siloam Hospitals mengoperasikan 16 rumah sakit, dalam tahap membangun 21 rumah sakit (4-5 akan siap beroperasi di tahun 2014) dan merencanakan membangun 19-20 rumah sakit selama tahun 2015-2017.

Budaya Perusahaan

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013 Nilai-nilai Perseroan: Kasih, Peduli, Integritas, Kejujuran,

Nilai-nilai Perseroan: Kasih, Peduli, Integritas, Kejujuran, Empati, Belas-kasih, dan Profesionalisme, menjadi dasar pelayanan Siloam bagi masyarakat.

Layanan kesehatan berkualitas internasional terus dikembangkan yang mencakup layanan spesialis yang lengkap, layanan laboratorium, pengobatan kesuburan, fasilitas radiologi dan imaging, layanan kesehatan umum, layanan diagnostik dan darurat .

Siloam Hospitals menghadirkan teknologi “state of the art technology,” dokter-dokter ahli yang berdedikasi, tim perawat dan operator yang handal dengan dukungan manajemen yang profesional.

Dengan akreditasi oleh Joint Comission Accreditation, Siloam Hospitals menjadi pelopor rumah sakit yang menyajikan perawatan terbaik untuk kenyamanan dan kesembuhan fisik dan psikologis pasien.

Rekam jejak membuktikan bahwa nilai-nilai Siloam “percaya dan kerjakan” benar-benar dijalankan.

Dengan 16 rumah sakit yang beroperasi saat ini, Siloam Hospitals memberikan dampak pada hidup masyarakat dengan melayani hampir 2 juta pasien selama tahun 2013.

Kehadiran RS Umum Siloam merupakan bukti lain bahwa kepemimpinan yang dipercayakan oleh Pemerintah kepada Siloam Hospitals terus meningkat.

Profil Perusahaan Penghargaan 2013 Siloam Hospitals Group menerima Corporate Image Award 2013 sebagai The Best

Profil Perusahaan

Penghargaan

2013Profil Perusahaan Penghargaan Siloam Hospitals Group menerima Corporate Image Award 2013 sebagai The Best in Building

Siloam Hospitals Group menerima Corporate Image Award 2013 sebagai The Best in Building and Managing Corporate Image kategori Hospital dari Bloomberg Indonesia Busninessweek dan Frontier Consulting Group.

Siloam Hospitals (Makassar) menerima Indonesia Healthcare Most Reputable Brand 2013 based on Healthcare Survey in 7 Cities in Indonesia kategori rumah sakit swasta dari SWA.

 

Siloam

Hospitals

Balikpapan

menerima

Best

of

Social

Siloam Hospitals Group menerima Indonesia Sustainable Business

Responsibility

Kategori

Perusahaan

Lokal

dari

Bapeda

Awards 2013 sebagai Industry Champions Healthcare dari SBA id.

Balikpapan.

Siloam Hospitals (Jabodetabek) menerima Indonesia Healthcare Most Reputable Brand 2013 based on Healthcare Survey in 7 Cities in Indonesia kategori rumah sakit swasta dari SWA.

Siloam Hospitals Balikpapan menerima The Best of Balikpapan Service Excellence Award 2013 kategori Private Hospital dari MarkPlus.

2012Award 2013 kategori Private Hospital dari MarkPlus. Siloam Hospitals Group menerima Indonesia Sustainable

Siloam Hospitals Group menerima Indonesia Sustainable Business Awards 2012 sebagai Industry Champion Healthcare dari SBA id.

Siloam Hospitals Group menerima Indonesia Hospital Service Provider Of The Year 2012 dari Frost & Sullivan.

Siloam Hospitals Group menerima Indonesian Society of Project Management Professionals (IAMPI) Awards sebagai Project of The Year Category D Humanitarian, CommunityService and/or Regional Development.

Humanitarian, CommunityService and/or Regional Development. 2011 Siloam Hospitals Group menerima Excellence Asian

2011

Siloam Hospitals Group menerima Excellence Asian Hospital Management Awards (AHMA) 2011 (dari mana/pemberi ?)untuk kategori Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Siloam Hospitals Group menerima Indonesia’s Most Admired Company (IMAC) Awards sebagai “The Best Building and Managing Corporate Image” untuk kategori Rumah Sakit.

Siloam Hospitals Surabaya menerima AstraZeneca Infection Management Award (Azima Award) sebagai pemenang pertama.

Management Award (Azima Award) sebagai pemenang pertama. 2010 Siloam Hospitals Lippo Village menerima penghargaan

2010

Siloam Hospitals Lippo Village menerima penghargaan bergengsi “Mitra Bakti Husada” dari Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH dalam rangka komitmennya selama lebih dari 14 tahun kepada layanan kesehatan berkualitas internasional.

Siloam Hospitals Lippo Village menerima re-akreditasi dari Joint Comission International.

Siloam Hospitals Group menerima penghargaan 2010 Indonesia Best Practices Awards as “Healthcare Services Provider of the Year” dari Frost & Sullivan.

Siloam Hospitals Surabaya menerima penghargaan “MarkPlus Surabaya Service Excellence Award 2010 sebagai “The Best Service Hospitals in Surabaya”.

Siloam Hospitals Surabaya terpilih sebagai Regional and National Winner of Hospital Best Administration from Astra Insurance (Garda Medika ).

Visi

Berkualitas Internasional.

Mudah Dijangkau

Skala Biaya Ekonomis.

Berbelas Kasih Ilahi

Nilai - nilai Perusahaan

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Misi

Menjadi pilihan yang terpercaya dalam pelayanan kesehatan holistik, pendidikan dan riset kesehatan berkelas dunia.

Kasih

pendidikan dan riset kesehatan berkelas dunia. Kasih Peduli Integritas Kejujuran Empati Belas kasih
pendidikan dan riset kesehatan berkelas dunia. Kasih Peduli Integritas Kejujuran Empati Belas kasih

Peduli

Integritas

Kejujuran

Empati Belas kasih

Profesionalisme

Profil Perusahaan Struktur Organisasi Keuangan, Akuntansi dan TI Keuangan, dan Teknologi Anggaran Informasi

Profil Perusahaan

Struktur

Organisasi

Keuangan, Akuntansi dan TI Keuangan, dan Teknologi Anggaran Informasi Akuntansi
Keuangan,
Akuntansi dan TI
Keuangan, dan
Teknologi
Anggaran
Informasi
Akuntansi
Manajemen Medis Pengontrol Kualitas Peningkatan Pelayanan Secara Pelayanan Secara Medis Medis Peningkatan
Manajemen Medis
Pengontrol Kualitas
Peningkatan
Pelayanan Secara
Pelayanan Secara
Medis
Medis
Peningkatan
Manajemen Dokter
Kualitas Pelayanan
Pengontrol Kualitas
Pelatihan dan
Pelayanan Medis
Pendidikan Perawat
Pengontrol Kualitas
Manajemen
dan Peningkatan
Keperawatan
Pelayanan Obat
Manajemen Obat &
Pengobatan
Manajemen Formula
Obat

Komite Audit

Corporate Secretary

Pembangunan Rumah Sakit Baru

Pembangunan

Gedung Rumah

Sakit

Keuangan dan

Anggaran Rumah

Sakit Baru

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Dewan Komisaris Presiden Direktur Internal Audit Pengembangan Usaha Pengembangan Usaha
Dewan Komisaris
Presiden Direktur
Internal Audit
Pengembangan
Usaha
Pengembangan
Usaha

Persiapan Sumber

Daya

Pemasaran dan Pengembangan Produk Pengembangan Pemasaran Produk Pelayanan
Pemasaran dan
Pengembangan
Produk
Pengembangan
Pemasaran
Produk
Pelayanan
Support Sumber Daya Legal Manusia Pengadaan dan Fasilitas dan Umum Logistik Manajemen Fasilitas Keamanan dan
Support
Sumber Daya
Legal
Manusia
Pengadaan dan
Fasilitas dan Umum
Logistik
Manajemen Fasilitas
Keamanan dan
Umum
Profil Perusahaan Jejak Langkah 1996 Rumah sakit pertama didirikan yang dikenal sebagai RS Siloam Gleneagles

Profil Perusahaan

Jejak

Langkah

1996

Rumah sakit pertama didirikan yang dikenal sebagai RS Siloam Gleneagles Lippo Village.

2000

RS Graha Medika Hospital bergabung dengan Siloam Hospitals.

2001

RS Siloam Gleneagles Lippo Karawaci dan RS Graha Medika mendapat ISO.

2003

Peresmian Siloam Hospitals Kebon Jeruk yang sebelumnya RS Graha Medika.

2004

Peresmian Siloam Hospitals Surabaya yang sebelumnya bernama RS Budi Mulia.

2007

Siloam Hospitals Lippo Village mendapat akreditasi dari Joint Commission International sebagai rumah sakit dengan kualitas internasional pertama di Indonesia.

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

2010

Hingga tahun 2010, selain Siloam Hospitals

Lippo Village dan Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Siloam telah membangun satu rumah sakit

di Lippo Cikarang, Bekasi, dan mengakuisisi

satu rumah sakit di Surabaya. Pada akhir tahun 2010, Siloam telah memiliki empat rumah sakit

di empat daerah di seluruh Indonesia (Siloam

Hospitals Lippo Village, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Siloam Hospitals Surabaya dan Siloam Hospitals Lippo Cikarang).

Re-Akreditasi Siloam Hospitals Lippo Village oleh Joint Commission International.

2011

Memasuki tahun 2011, Perseroan mengoperasikan MRCCC dan mengakuisisi dua rumah sakit di Jambi dan Balikpapan.

2012

Perseroan mengoperasikan 4 rumah sakit baru di Tangerang, Manado, Palembang dan Makassar serta mengakuisisi satu klinik jantung di Cinere, Depok.

2013

Mengakhiri tahun 2013, Perseroan memberikan layanan kesehatan di 12 kota besar di Indonesia melalui 16 rumah sakitnya.

Perseroan merubah statusnya menjadi perusahaan terbuka.

Profil PerusahaanPeristiwa Penting 2013 Tahun 2013 adalah tahun terobosan bagi Perseroan. Tahun ini menandai pencapaian hampir

Peristiwa Penting

2013
2013

Tahun 2013 adalah tahun terobosan bagi Perseroan.

Tahun ini menandai pencapaian hampir dua juta pasien yang dilayani oleh rumah sakit Perseroan.

Peristiwa

2013

Penting

Perseroan memiliki lebih dari 3.700 kapasitas tempat tidur dan mempekerjakan lebih dari 1500 dokter- termasuk 1.209 spesialis- dan lebih dari 2.700 perawat.

Pertumbuhan jumlah pegawai lebih dari 6000 menunjukkan komitmen pertumbuhan yang sangat ekspansif.

2013

Tahun ini juga Perseroan merubah statusnya menjadi perusahaan terbuka.

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Wilayah Layanan Siloam Hospitals

Dimulai dari Lippo Village, Tangerang, Perseroan menyatakan kehadirannya di bidang layanan kesehatan yang disusul dengan dibukanya Siloam Hospitals Kebon Jeruk di Jakarta.

Wilayah

Layanan

Siloam

Kehadiran di kedua tempat ini menjadi titik awal Perseroan mengembangkan sayapnya.

Profil Perusahaan Ikhtisar Keuangan dalam miliar Rupiah, kecuali disebut lain 2 0 1 0 2

Profil Perusahaan

Ikhtisar

Keuangan

dalam miliar Rupiah, kecuali disebut lain

2010

2011

2012

2013

LABA RUGI

 

Pendapatan

1.030

1.259

1.788

2.504

Laba Kotor

258

334

445

659

EBITDA

140

155

221

298

Laba Usaha

104

71

91

79

Laba Bersih setelah Pajak

72

38

52

50

Laba Bersih per Saham Dasar (Rupiah)

143

44

50

48

Jumlah Saham Beredar (Saham)

1.000.000.000

1.000.000.000

1.000.000.000

1.156.100.000

POSISI KEUANGAN

 

Modal Kerja Bersih

(5)

151

189

612

Jumlah Aset

779

1.112

1.586

2.601

Jumlah Liabilitas

642

933

1.342

962

Ekuitas

136

179

245

1.639

 

2010

2011

2012

2013

RASIO KEUANGAN

 

Laba Bersih terhadap Jumlah Aset (%)

9,2

3,4

3,3

1,9

Laba Bersih terhadap Ekuitas (%)

52,2

21,2

21,2

3,1

Hutang terhadap Jumlah Aset

82,3

83,9

84,6

37,0

Hutang terhadap Ekuitas

466,3

521,6

548,4

58,7

Marjin Laba Kotor (%)

25,0

26,5

24,9

26,3

Marjin EBITDA (%)

13,6

12,3

12,4

12,1

Marjin Laba Usaha (%)

10,1

5,7

5,1

3,1

Marjin Laba Bersih (%)

7,0

3,0

2,9

2,0

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Pendapatan (miliar Rupiah)

2.504 1.788 1.259 1.030 2010 2011 2012 2013
2.504
1.788
1.259
1.030
2010
2011
2012
2013

Laba Bersih setelah Pajak (miliar Rupiah)

72 52 50 38 2010 2011 2012 2013
72
52
50
38
2010
2011
2012
2013

Jumlah Liabilitas (miliar Rupiah)

245 1.639 933 642 2010 2011 2012 2013
245
1.639
933
642
2010
2011
2012
2013

Laba Usaha (miliar Rupiah)

104 91 79 71 2010 2011 2012 2013
104
91
79
71
2010
2011
2012
2013

Jumlah Aset (miliar Rupiah)

2.601 1.586 1.112 779 2010 2011 2012 2013
2.601
1.586
1.112
779
2010
2011
2012
2013

Ekuitas (miliar Rupiah)

1.639 245 179 136 2010 2011 2012 2013
1.639
245
179
136
2010
2011
2012
2013
Profil Perusahaan Ikhtisar Saham Komposisi Pemegang Saham Pemegang Saham J u m l a h

Profil Perusahaan

Ikhtisar

Saham

Komposisi Pemegang Saham

Pemegang Saham

Jumlah

Presentasi

Saham

Kepemilikan

PT Megapratama Karya Persada

699.000.000

60%

PT Kalimaya Pundi Bumi

100.000.000

9%

PT Safira Prima Utama

100.000.000

9%

PT Gloria Mulia

50.000.000

4%

PT Nilam Biru Bersinar

44.100.000

4%

PT Maharama Sakti

1.000.000

0%

Public (each less than 5%)

162.000.000

14%

TOTAL

1.156.100.000

100%

Sejarah Permodalan

Jumlah

Jumlah

Beredar

Keterangan

Tanggal

Saham

Saham

PT Lippo Karawaci, Tbk

 

31 Desember 2010

1.000.000.000

1.000.000.000

Masyarakat

12 September 2013

156.100.000

1.156.100.000

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Pergerakan Harga Saham 2013

12000 9000 6000 3000 0 Harga Penutupan Volume
12000
9000
6000
3000
0
Harga Penutupan
Volume

20000000

15000000

10000000

5000000

0

Lembaga dan Profesi Penunjang

Akuntan Publik:

ARYANTO, AMIR JUSUF, MAWAR & SAPTOTO Plaza ASIA Lantai 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 59 Jakarta 12190, Indonesia Telp. +6221-5140-1340 Fax. +6221-5140-1350

Konsultan Hukum:

HADIPUTRANTO, HADINOTO & PARTNERS The Indonesia Stock Exchange Building, Tower II, Lt 21 Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52 - 53 Jakarta 12190 Telp. +6221-515 50 90 Fax. +6221-515 48 40

Notaris:

IR NANETTE CAHYANIE HANDARI ADI WARSITO, S.H. Jl. Panglima Polim V No. 11 Kebayoran Baru Jakarta 12160 Telp. +6221-724 4650 Fax. +6221-726 5090

Biro Administrasi Efek :

PT SHARESTAR INDONESIA BeritaSatu Plaza (d/h Citra Graha Building) Lantai 7 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 35-36 Jakarta 12950 Telp. +6221-527 7966 Fax. +6221-528 7967

Dengan visi “Kualitas Internasioal, Jangkauan, Skala dan Belas Kasih Illahi”, Perseroan telah melakukan banyak

Dengan visi “Kualitas Internasioal, Jangkauan, Skala dan Belas Kasih Illahi”, Perseroan telah melakukan banyak pencapaian selama tahun 2013 sehingga kami menyebutkan tahun 2013 sebagai Tahun Terobosan bagi Perseroan.

Ketut Budi Wijaya

Presiden Komisaris

Dewan

Komisaris

Sambutan

tahun 2013 sebagai Tahun Terobosan bagi Perseroan. Ketut Budi Wijaya Presiden Komisaris Dewan Komisaris Sambutan 18

Pemegang Saham yang terhormat,

Dengan gembira kami sampaikan bahwa Siloam telah mencapai kemajuan yang sangat signifikan di tahun 2013 dan telah menempatkan nama Siloam sebagai penyedia jasa kesehatan yang berkualitas dan ternama di Indonesia.

Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian dunia maka kondisi perekonomian Indonesia juga mengalami berbagaitekanansehinggatingkatpertumbuhanekonomi nasional turun ke tingkat 5,7% ditahun 2013 dibandingkan 6,2% ditahun 2012. Langkah-langkah yang telah diambil Pemerintah Indonesia selama tahun 2013 telah berhasil meredam gejolak perekonomian nasional dengan tingkat inflasi yang terkendali dan juga menurunnya defisit fiskal dan neraca pembayaran serta neraca perdagangan. Hal tersebut memberikan keyakinan bahwa perekonomian Indonesia memiliki daya tahan yang tinggi dan kekuatan dalam menghadapi ketidak pastian global.

DewanKomisarismelihatbahwaDireksitelahmelaksanakan strategi yang tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan usaha sehingga di tahun 2013 Perseroan telah mencapai pertumbuhan pendapatan sebesar 40% dibandingkan dengan tahun 2012. Pertumbuhan tersebut

diperolehdenganmelakukanpengembanganrumahsakit-

rumah sakit baru dan juga melalui akusisi terhadap rumah sakit yang sudah beroperasi sehingga jumlah rumah sakit yang dikelola oleh Siloam mencapai 16 rumah sakit pada akhir tahun 2013. Strategi ini akan terus dikembangkan Siloam untuk mencapai jumlah cakupan yang besar pada daerah-daerah utama di seluruh Indonesia, sehingga dapat menyediakan layanan kesehatan kepada lebih banyak lagi penduduk Indonesia.

Pengembangan jasa kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat luas telah menjadi misi Siloam yang dengan sadar telah mengembangkan kualitas layanan berstandar internasional dengan tingkat efisiensi yang tinggi, sehingga dapat melayani lebih banyak pasien dari semua golongan. Dengan kebijakan ini, Siloam diharapkan akan dapat memberikan sumbangan kepada sistim layanan kesehatan nasional di Indonesia. Melihat pertumbuhan pengeluaran masyarakat untuk jasa kesehatan yang sangat tinggi yang terutama ditopang oleh meningkatnya pendapatan per kapita dan meningkatnya kesadaran masyarakat luas akan layanan kesehatan yang berkualitas, maka strategi untuk mencapai cakupan yang luas adalah sangat tepat dalam menjaga pertumbuhan yang berkesinambungan. Pengembangan jasa-jasa kesehatan yang sesuai dengan perkembangan di masyarakat terutama perubahan gaya hidup juga telah dilaksanakan dengan tepat sehingga diharapkan akan memberikan manfaat yang besar baik kepada kinerja Perseroan dan juga bagi masyarakat.

Profil Perusahaan Laporan Presiden Komisaris Kebijakan yang tepat juga telah dilaksanakan oleh Siloam dalam menghadapi

Profil Perusahaan

Laporan Presiden Komisaris

Kebijakan yang tepat juga telah dilaksanakan oleh Siloam dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan di Indonesia yang menghadapi banyak kendala terutama dengan keterbatasan jumlah tenaga medis terampil dan dokter serta kurangnya fasilitas medis di rumah sakit. Hal ini tercermin dari besarnya investasi di bidang peralatan medis untuk semua rumah sakit, demikian juga dengan investasi training untuk tenaga-tenaga medis serta membangun hubungan yang harmonis dengan para dokter untuk mencapai kinerja yang tinggi.

Menyadari tantangan yang dihadapi dan juga potensi yang ada, diharapkan Direksi akan terus meningkatkan kemampuannya untuk dapat meningkatkan kualitas dan juga kinerja Siloam di masa mendatang.

Untuk seluruh pencapaian pada tahun 2013, Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih kepada seluruh Direksi, dokter dan karyawan serta para rekanan usaha yang telah bekerja keras mewujudkan rencana-rencana yang akan membawa Siloam pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih baik lagi. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh para pemegang saham pada tahun 2013 dan kami mengharapkan dukungan dan kepercayaan yang sama pada tahun 2014.

2013 dan kami mengharapkan dukungan dan kepercayaan yang sama pada tahun 2014. Ketut Budi Wijaya Presiden

Ketut Budi Wijaya

Presiden Komisaris

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Dewan

Komisaris

Theo L. Sambuaga

Komisaris

Agus Benjamin

Komisaris

Farid Harianto

Komisaris Independen

Prof. Dr. H. Muladi, S.H.

Komisaris Independen

Ir. Jonathan L. Parapak

Komisaris Independen

Dengan meluasnya dukungan para pemegang saham, kami berkomitmen untuk terus maju dan melanjutkan rencana kami

Dengan meluasnya dukungan para pemegang saham, kami berkomitmen untuk terus maju dan melanjutkan rencana kami untuk menciptakan layanan kesehatan berkualitas, yang terjangkau dan merata, dengan skala nasional bagi masyarakat Indonesia.

dr. Gershu Chandy Paul

Presiden Direktur

Laporan

Direksi

dan merata, dengan skala nasional bagi masyarakat Indonesia. dr. Gershu Chandy Paul Presiden Direktur Laporan Direksi

Para pemegang saham yang terhormat,

Tahun 2013 benar-benar merupakan tahun terobosan bagi

Perseroan. Kami berhasil menyelesaikan IPO pada tanggal

12 September 2013. Partisipasi aktif investor global dan

nasional telah membuat penawaran perdana tersebut sukses. Dengan meluasnya dukungan para pemegang saham, kami berkomitmen untuk terus maju dan melanjutkan rencana kami untuk menciptakan layanan kesehatan berkualitas, yang terjangkau dan merata, dengan skala nasional bagi masyarakat Indonesia.

Kami dengan gembira mengumumkan bahwa Gross Operating Revenue (GOR) kami tumbuh 40%, didorong oleh pertumbuhan Departemen Rawat Jalan sebesar 26% dan pertumbuhan penerimaan Rawat Inap sebesar 40%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan demikian, kami berhasil mempertahankan Compounded

Annualized Growth Rate (CAGR) sebesar 28 %, 65 % dan

22 % masing-masing selama 5 tahun terakhir.

Perseroan kini megoperasikan 16 rumah sakit di 12 kota di seluruh Indonesia, dengan kapasitas sebanyak 3.700 tempat tidur. Kami memiliki 1.500 Dokter (termasuk 1. 209 dokter spesialis), didukung lebih dari 2.700 perawat serta lebih dari 2.300 staff pendukung lainnya , yang memberikan layanan kepada 2 juta pasien untuk mendapatkan kenyamanan dan perawatan di rumah sakit kami tahun lalu.

Kami mengakuisisi Bali International Medical Center (BIMC) di Bali untuk mengkonsolidasikan posisi kami sebagai penyedia Layanan Kesehatan terdepan di Bali dengan 3 rumah sakit. Konsolidasi ini akan membantu kami merintis dan menarik wisata medis ke Indonesia.

Kami mendirikan Siloam Heart Institute (SHI) dengan visi untuk memberikan layanan perawatan jantung “one stop” yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh segmen sosial ekonomi. November lalu, kami meluncurkan Yayasan Denyut Jantung (YDJ) dengan tujuan untuk menyentuh kehidupan banyak orang melalui yayasan ini. “Semarak Jantung Sehat,” kampanye jantung sehat yang kami luncurkan pada bulan September, telah menjangkau lebih dari 100.000 orang Indonesia, yang berkomitmen untuk menjalani gaya hidup sehat. Sasaran kami adalah mendapat 1 juta peserta guna mendukung kampanye jantung sehat ini selama 18 bulan ke depan.

Selain itu, sasaran perencanaan pembangunan kami pada tahun 2017 adalah: memiliki 40 rumah sakit dengan kapasitas sebanyak 10.000 tempat tidur untuk menjangkau lebih dari 12 juta pasien setiap tahunnya.

Profil Perusahaan Laporan Presiden Direktur Kami menyadari perlunya menanggapi isu-isu sosial dan memberikan platform

Profil Perusahaan

Laporan Presiden Direktur

Kami menyadari perlunya menanggapi isu-isu sosial dan memberikan platform layanan kesehatan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kami telah mulai mengganti lampu pijar dengan lampu LED yang tahan lama, dan telah berhasil mengurangi konsumsi energi kami. Kami bermitra dengan Phillips untuk memasang peralatan medis yang menghasilkan pencitraan digital. Dengan teknologi ini, gambar dapat diproses dalam waktu yang lebih singkat dan dapat dilihat dengan berbagai cara. Hal ini akan mengurangi konsumsi oksida perak kami dalam penggunaan film dari X-ray, CT dan MRI.

Semua rumah sakit kami bertumpu pada strategi “Four Pillar Foundation”, yaitu keunggulan dalam layanan darurat, state-of-the-art equipment, platform Digital/ Tele-medicine dan kemitraan dokter yang efektif. Untuk layanan darurat, kami telah menyiapkan layanan panggilan terpusat nasional pada nomor 500-911 yang akan dilayani oleh 16 rumah sakit kami. Melalui sistem ‘Hub dan Spoke’, kami sekarang dapat menghubungkan informasi klinis dari Centers of Excellence ke rumah sakit kami di daerah.

Semua rumah sakit kami dilengkapi dengan state-of-the- art equipment yang memungkinkan untuk melakukan diagnosis awal dan pengobatan. Dengan para dokter, kami memiliki sistem kemitraan yang unik melalui Siloam Doctor Partnership Development Program (SDPDP) yang membantu mereka untuk berkembang secara profesional.

Atas nama Direksi, saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada semua pemegang saham kami dan khususnya para staf kami, yang telah memungkinkan semua prestasi ini tercapai bagi Perseroan. Saya juga berterima kasih kepada semua pasien kami yang mengijinkan kami menjadi mitra kesehatan dan kesejahteraan mereka pada setiap tahap kehidupan mereka .

dr. Gershu Chandy Paul
dr. Gershu Chandy Paul

Presiden Direktur

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Direksi

Romeo Fernandez Lledo

Direktur

Prof. George Mathew

Direktur

dr. Grace Frelita Indradjaja, M.M.

Direktur

Sugianganto Budisuharto

Direktur

dr. Anang Prayudi

Direktur Tidak Terafiliasi

Profil Perusahaan Pembahasan & Analisa Manajemen 26

Profil Perusahaan

Pembahasan & Analisa Manajemen

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Pembahasan & Analisa Manajemen Tren Pasar menunjukkan, potensi pertumbuhan layanan kesehatan di Indonesia sangat

Pembahasan & Analisa Manajemen

Pembahasan & Analisa Manajemen Tren Pasar menunjukkan, potensi pertumbuhan layanan kesehatan di Indonesia sangat

Tren Pasar menunjukkan, potensi pertumbuhan layanan kesehatan di Indonesia sangat menjanjikan. Saat ini, indonesia masih menunjukkan angka rendah dalam pengeluaran per kapita untuk layanan kesehatan.

ini, indonesia masih menunjukkan angka rendah dalam pengeluaran per kapita untuk layanan kesehatan. Tinjauan Bisnis 28

Tinjauan

Bisnis

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Tinjauan Industri Layanan Kesehatan

Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, diikuti perubahan dalam gaya hidup masyarakat, jenis- jenis penyakit yang berhubungan dengan gaya/cara hidup akan menjadi kontributor lebih besar pada sektor penanganan kesehatan di Indonesia, utamanya di perkotaan. Pergeseran profil kepada penyakit yang terkait gaya hidup, diperkirakan akan meningkatkan pengeluaran per pengobatan, karena penyakit yang terkait gaya hidup biasanya lebih mahal biaya pengobatannya dibandingkan penyakit menular.

Dalam laporan “Market Study” tahun 2012, KPMG melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia juga meningkatkan permintaan akan layanan kesehatan berkualitas. Bertumbuhnya golongan kelas menengah dan kebutuhan akan layanan kesehatan berkualitas, ditandai dengan besarnya “kebocoran” keuntungan yang mengalir ke negara lain yaitu melalui medical tourism. Pengeluaran sebesar USD 1,4 miliar untuk medical tourism merupakan potensi keuntungan yang dapat diperoleh rumah-rumah sakit Indonesia. Menghadapi kondisi ini, Indonesia berencana untuk meningkatkan kualitas rumah-rumah sakitnya sehingga mengikuti standar international, dengan akreditasi oleh JCI dan berusaha untuk menjadi negara tujuan medical tourism pada tahun 2015. Negara yang hendak mempromosikan dirinya sebagai tujuan pengobatan diharuskan menggunakan akreditasi internasional dan bukan sekedar akreditasi nasional.

Dalam rangka memenuhi permintaan layanan kesehatan berkualitasdanmeningkatkankeberadaanrumahsakitdan dokter, infrastruktur layanan kesehatan dan pengadaan tenaga kerja pun harus ditingkatkan. Indonesia saat ini hanya memiliki 0,97 tempat tidur per 1.000 penduduk dan 0,31 dokter per seribu penduduk. Negara Asia lainnya seperti Singapura, Thailand dan Malaysia memiliki rasio tempat tidur per 1.000 rata-rata sebesar 2,2. Rasio tempat tidur per 1.000 penduduk yang rendah, dengan rasio dibawah 1,1 terdapat pada Indonesia dan India. Indonesia harus fokus pada meningkatkan infrastruktur dan menambah jumlah dokter dan sekolah kedokteran.

Infrastruktur perawatan kesehatan tempat tidur rumah sakit per 1000 penduduk di Negara-Negara Terpilih, Tahun 2013

2.95 2.84 2.84 2.16 2.01 1.63 1.02 0.97 China US UK Singapore Thailand Malaysia India
2.95
2.84
2.84
2.16
2.01
1.63
1.02
0.97
China
US
UK
Singapore
Thailand
Malaysia
India
Indonesia

Sumber: Disusun oleh Frost & Sullivan Catatan: Data untuk Indonesia pada 2012, diperoleh dari Departemen Kesehatan. Data untuk India, Malaysia, Singapore, dan China adalah pada 2011, diperoleh dari Departemen Kesehatan masing-masing negara. Data untuk Thailand adalah pada 2009, diperoleh dari Departemen Kesehatan. Data untuk AS dan UK adalah pada 2011, diperoleh dari statistik OECD.

Infrastruktur Perawatan Kesehatan Jumlah Dokter per 1000 penduduk di Negara-Negara Terpilih, Tahun 2013

2.79 2.31 1.77 1.48 1.26 0.74 0.31 0.30 UK US Singapore China Malaysia India Indonesia
2.79
2.31
1.77
1.48
1.26
0.74
0.31
0.30
UK
US
Singapore
China
Malaysia
India
Indonesia
Thailand

Sumber: Disusun oleh Frost & Sullivan Catatan: Data untuk Indonesia pada 2012, diperoleh dari Departemen Kesehatan. Data untuk India, Malaysia, Singapore, and China adalah pada 2011, diperoleh dari Departemen Kesehatan masing-masing negara. Data untuk Thailand adalah pada 2009, diperoleh dari Departemen Kesehatan. Data untuk AS dan UK adalah pada 2011, diperoleh dari statistik OECD

Tinjauan Kerja Bisnis Perseroan

Perseroan adalah grup rumah sakit swasta terbesar di Indonesia dalam jumlah kapasitas dan jumlah tempat tidur operasional, per tanggal 31 Desember 2012 menurut Frost & Sullivan. Perseroan membuka rumah sakit pertama di tahun 1996 dan sejak itu terus berkembang melalui pendirian rumah-rumah sakit baru maupun akuisisi oportunistik rumah-rumah sakit yang sudah ada. Saat ini Perseroan mengoperasikan 16 rumah sakit , di 12 kota di Indonesia dan menawarkan layanan kesehatan spesialis yang lengkap seperti prosedur bedah kompleks, layanan laboratorium, fasilitas radiologi dan imaging, pengobatan kesuburan, layanan kesehatan umum dan layanan diagnostik dan darurat di Indonesia.

Pembahasan & Analisa Manajemen Tinjauan Bisnis Indonesia saat ini hanya memiliki 0,97 tempat tidur per

Pembahasan & Analisa Manajemen

Tinjauan Bisnis

Pembahasan & Analisa Manajemen Tinjauan Bisnis Indonesia saat ini hanya memiliki 0,97 tempat tidur per 1.000
Pembahasan & Analisa Manajemen Tinjauan Bisnis Indonesia saat ini hanya memiliki 0,97 tempat tidur per 1.000
Indonesia saat ini hanya memiliki 0,97 tempat tidur per 1.000 penduduk dan 0,31 dokter per
Indonesia saat ini hanya memiliki 0,97
tempat tidur per 1.000 penduduk dan
0,31 dokter per seribu penduduk.

Per tanggal 31 Desember 2013, Perseroan sebagai perusahaanyangmenawarkan layanankesehatanmemiliki kapasitas 3.783 jumlah tempat tidur, mempekerjakan lebih dari 1.500 dokter (termasuk 1. 209 dokter spesialis), didukung lebih dari 2.700 perawat, serta lebih dari 2.300 staff pendukung lainnya. Melihat kebutuhan pasar yang demikian besar akan layanan kesehatan yang berkualitas dan perkembangan Indonesia, Perseroan berencana untuk mengembangkan operasinya melalui pendirian rumah sakit baru, pengembangan rumah sakit Perseroan yang sudah ada dan akuisisi yang berpeluang baik.

KEUNGGULAN KOMPETITIF PERSEROAN

• Pemimpin dalam Layanan Inovatif Perseroan dikenal sebagai pemimpin dalam model layanan klinis inovatif, peralatan tercanggih, fasilitas berorientasi pasien dan layanan klinik maupun non- klinik terpadu di Indonesia. Keunggulan Perseroan dalam peralatan terkini menghadirkan 11 Cath-Lab, 13 alat MRI, 18 CT Scanner, Gamma Knife pertama di Indonesia, dua Linear Accelerators, dan satu Cyclotron.

Selama lebih dari 17 tahun, Perseroan menjadi pelopor dan memberikan banyak perkembangan penting dalam perkembangan layanan kesehatan di Indonesia. Sebagai contoh, Siloam Hospitals Lippo Village adalah rumah sakit Indonesia pertama yang diakui

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

internasional melalui akreditasi oleh Joint Commission International (“JCI”) pada tahun 2007 dan telah berhasil mempertahankan akreditasi tersebut sampai dengan saat ini. Perseroan juga merupakan pelopor dalam penggunaan teknologi MRI 3-Tesla, 256 Slice CT, Rapid Arc Linear Accelerator dan Gamma Knife di Indonesia. Selain itu, Perseroan juga memperoleh penghargaan “Luar Biasa” dari Asian Hospital Management Award pada tahun 2011, penghargaan“Indonesian Healthcare Services Provider of the Year: Best Practices” dari Frost & Sullivan pada tahun 2010 dan 2012, serta pada tahun 2013 Perseroan menerima penghargaan Corporate Image Award 2013 sebagai The Best in Building and Managing Corporate Image kategori Rumah Sakit dari Bloomberg Indonesia Bussiness Week dan Frontier Consulting Group. Selain itu, Perseroan memperoleh penghargaan Indonesia Sustainable Business Awards 2013, sebagai Industry Champions Healthcare dari SBA id dan Indonesia Healthcare Most Reputable Brand 2013, berdasarkan survey pelayanan kesehatan di 7 kota di Indonesia, kategori rumah sakit swasta dari SWA.

Untuk memastikan bahwa fasilitas-fasilitas medis Perseroan dioperasikan dengan standar tertinggi, Perseroan secara aktif berkolaborasi dengan pemberi layanan kesehatan internasional secara berkala untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan para pengguna peralatan canggih tersebut.

• Dukungan Riset dan Akademis Untuk perkembangan yang berkesinambungan, Perseroan mengintegrasikan operasi klinis dengan fasilitasrisetdanakademisunggulan.Sebagaiorganisasi kesehatan di Indonesia, Perseroan merupakan bagian dari Layanan Kesehatan Universitas Pelita Harapan

(UPHMS), yang terdiri dari Sekolah Kedokteran Universitas Pelita Harapan, yaitu suatu sekolah kedokteran dan keperawatan ternama di Indonesia, dan Mochtar Riady Institut of Nanotechnology, suatu lembaga riset berfokus pada riset genetik dan kanker. Hal ini memungkinkan Perseroan menjadi bagian untuk mendorong inovasi di bidang kesehatan dan menghasilkan generasi dokter dan perawat mendatang untuk pengembangan usaha Perseroan.

• Centers of Excellence Centers of Excellence bertujuan untuk menjadikan rumah sakit Perseroan fokus pada bidang pelayanannya, sesuai kebutuhan masyarakat sambil tetap memberikan pelayanan kesehatan berkualitas internasional. Perseroan telah mengembangkan Centers of Excellence di beberapa bidang spesialisasi di rumah sakit Perseroan, termasuk di bidang kanker, jantung, syaraf, kesuburan, urologi dan ortopedik. Pembentukan Centers of Excellence menjadikan Perseroan sangat dikenal dalam memberikan layanan kesehatan yang paling mutakhir di Indonesia.

Per 31 December 2013, rumah sakit Perseroan memiliki beragam jasa pelayanan kesehatan dan jasa bedah, dengan fokus sebagai digambarkan pada tabel dibawah ini :

Rumah Sakit

Spesialisasi

SHLV

Kardiologi, neuroscience, ortopedi dan gawat darurat

SHKJ

Urologi, ortopedi, kardiologi dan gawat darurat

SHSB

Perawatan kesuburan, kardiologi dan gawat darurat

SHLC

Occupational medicine dan gawat darurat

SHJB

Gawat darurat

kesuburan, kardiologi dan gawat darurat SHLC Occupational medicine dan gawat darurat SHJB Gawat darurat 31
Pembahasan & Analisa Manajemen Tinjauan Bisnis Rumah Sakit Spesialisasi SHBP Gawat darurat MRCCC

Pembahasan & Analisa Manajemen

Tinjauan Bisnis

Pembahasan & Analisa Manajemen Tinjauan Bisnis Rumah Sakit Spesialisasi SHBP Gawat darurat MRCCC
Pembahasan & Analisa Manajemen Tinjauan Bisnis Rumah Sakit Spesialisasi SHBP Gawat darurat MRCCC
Pembahasan & Analisa Manajemen Tinjauan Bisnis Rumah Sakit Spesialisasi SHBP Gawat darurat MRCCC

Rumah Sakit

Spesialisasi

SHBP

Gawat darurat

MRCCC

Kanker, liver dan gawat darurat

RSUS

Gawat darurat

SHMN

Gawat darurat

SHMK

Kardiologi, endokrinologi dan gawat darurat

SS

Gastroenterologi dan gawat darurat

SHCN

Kardiologi

SHDP

Pengobatan untuk Turis, ortopedik, kardiologi dan gawat darurat Kardiologi, onkologi dan neuroscience

SHTB

BIMC Kuta BIMC Nusa Dua

Emergency, Operasi Plastik Emergency, Operasi Plastik

Centers of Excellence hingga saat ini telah menjadi referensi para dokter yang berpraktek di rumah-rumah sakit lainnya, baik swasta maupun negeri, untuk pasien-pasien mereka mendapat layanan spesialisasi yang dibutuhkan. Reputasi Perseroan di kemampuan klinik, peralatan medis dengan teknologi terkini dan program-program pelatihan di “Centers of Excellence” juga telah membantu Perseroan dalam menarik dan mempertahankan tenaga medis di rumah sakit Perseroan.

Strategi Bisnis 2013

Dengan visi “Berkualitas Internasional, Mudah dijangkau, Skala Biaya Ekonomis dan Berbelas Kasih Ilahi”, Perseroan melakukan hal-hal berikut sebagai strategi bisnis 2013:

1. Memperkuat dan mengembangkan posisi memimpin di pasar layanan kesehatan Indonesia dengan:

meningkatkan jumlah tempat tidur secara signifikan di seluruh jaringan rumah sakit Perseroan dengan sistematis dan efektif, merintis model rumah sakit modular, mengidentifikasi pasar yang belum terlayani, membangun atau mengakuisisi rumah sakit baru, memperluas dan meningkatkan fasilitas yang sudah ada, agar layanan klinis yang disediakan memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

2. Mengembangkan model hub and spoke, yang efektif memperluas layanan spesialis, mengembalikan migrasi medis domestik, memberikan diagnosa ahli secara real time, mengurangi biaya bagi pasien maupun Perseroan dan mengatasi kekurangan pasokan spesialis berkualitas tinggi.

3. Mendapat marjin yang lebih tinggi dalam memberikan layanan spesialis, dan mengembalikan tren perjalanan medis ke luar negeri agar tetap di Indonesia.

4. Menarapkan model layanan klinis holistik dan perbaikan kualitas berkesinambungan, dengan cara :

• menyediakan layanan kesehatan yang inovatif, komprehensif dan terpadu pada seluruh pilihan perawatan (primer, sekunder atau tersier hingga kuartener), dengan standar kualitas yang tinggi dan aturan klinis yang ketat;

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

• menyediakan dan melatih tenaga medis bekerja sama dengan UPH Medical Services (dilatih di RSUS dan rumah sakit tersier lain seperti SHLV);

• menyediakanlayananterintegrasiuntukmasyarakat berpenghasilan rendah (RSUS) dan menjadi model kemitraan publik-swasta yang berhasil;

• mendirikan Centers of Excellence di beberapa rumah sakit Perseroan, sehingga menjadi rujukan untuk bidang-bidang khusus;

• mempekerjakan dokter yang sangat khusus untuk layanan kuartener dan menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga kesehatan internasional untuk benchmark. Contohnya adalah dibukanya Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) yang merupakan RS pertama di Indonesia

dengan fasilitas pengobatan nuklir terintegrasi dan penggunaan “gamma knife” dan

• menjadi pionir penggunaan teknologi paling mutakhir untuk pelayanan kuartener; layanan darurat, penerapan “hub and spoke” dan sistem “tele-medicine.” 5. Mendorong efisiensi operasional dengan teknologi canggih, yang mendukung sistem keuangan dan administrasi sambil tetap mengacu pada prosedur standar internasional dan praktik klinis, melalui:

• Perseroan menggunakan beberapa sistem informasi terdepan untuk menggambarkan rincian semua transaksi dalam jaringan usahanya, seperti : sistem informasi laboratorium, sistem keuangan, radiologi, pengarsipan gambar, sistem komunikasi, sistem informasi menajemen gedung, sistem informasi HRD dan sistem pembelian.

• Semua rumah sakit Perseroan terhubung dalam satu jaringan bandwith dan server yang melayani 24 jam. Ini penting untuk mendukung layanan darurat atau Call Center agar dapat merespon dengan cepat dan diandalkan.

• Melakukan pengkinian sistem, sehingga dapat memiliki sistem data base rekam medis terpusat (memungkinkan manajemen pasien terintegrasi, memonitor dan menganalisa biaya pada tiap tingkatan layanan). 6. Mendukung operasi klinis dengan penelitian yang teratas dan fasilitas akademik untuk memberikan pelayanan prima. Perseroan secara aktif berkolaborasi dengan penyedia layanan medis internasional serta universitas dan lembaga penelitian lokal. Perseroan bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Mochtar Riady Institute of Nanotechnology . Inilah satu-satunya organisasi kesehatan di Indonesia yang dipercaya untuk menyatukan operasi klinis dengan hasil penelitian teratas dan fasilitas akademis. Perseroan juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Singhealth – Singapura dan 10 Fakultas Kedokteran dan Sekolah Keperawatan di Indonesia untuk pendidikan lanjutan maupun penelitian medis.

7. Terus merekrut, mempertahankan dan memberi insentif bagi tenaga medis handal. Perseroan percaya Perseroan menawarkan lingkungan kerja yang menarik dengan nama merek berkualitas, layanan kesehatan spesialis yang berkualitas tinggi, aliran pasien yang

yang menarik dengan nama merek berkualitas, layanan kesehatan spesialis yang berkualitas tinggi, aliran pasien yang 33
Pembahasan & Analisa Manajemen berkelanjutan, fasilitas dan sistem berkelas dunia, pelatihan berkelanjutan, otonomi

Pembahasan & Analisa Manajemen

berkelanjutan, fasilitas dan sistem berkelas dunia, pelatihan berkelanjutan, otonomi dokter , serta peluang untuk mengembangkan karir pribadi.

Perseroan mengadopsi sejumlah strategi pengadaan Sumber Daya Manusia yaitu:

• merekrut teknisi keperawatan dan kesehatan berkualitas dari negara-negara ASEAN dan India, serta melatih sejumlah dokter dan perawat dari UPH setiap tahun sebagai bagian dari UPHMS

• mendirikan supply pool lulusan medis melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi regional terkemuka.

• menawarkanBeasiswabagidokterberpotensitinggi sebagai insentif untuk bekerja bagi Perseroan.

• membuka sekolah kesehatan profesional yang terafiliasi pada tahun 2014 untuk pelatihan teknisi kesehatan, seperti apoteker dan ahli radiologi.

• mendirikan SDPDP (Siloam Dotors Partnership Development Program) untuk menarik dan mempertahankan dokter-dokter spesialis bekerja di rumah-rumah sakit Perseroan.

Rumah Sakit Perseroan Dan Entitas Anak

Tabel berikut menggambarkan informasi mengenai Rumah Sakit yang dimilki oleh Perseroan dan Anak Perusahaan.

   

BIMC

SHLV

SHKJ

SHSB

SHLC

SHJB

SHBP

MRCCC

RSUS

SHMN

SHMK

SS

SHCN

SHDP

SHTB

BIMC

Kuta

Nusa

Dua

Total

Mulai

 

1996

1991

1977

2002

2004

2008

2011

2012

2012

2012

2012

2006

2013

2013

1998

2012

-

beroperasi

 

Tahun

_(2

2002 (1)

2002

(1)

-(2

2011

2011

-

-

-

-

-

2012

-

-

2013

2013

-

akuisisi

(2)

(2)

Kapasitas

tempat

322

279

182

110

106

228

331

666

231

360

347

21

281

269

19

31

3,783

tidur

Tempat tidur

opersional

251

201

160

108

97

138

122

160

224

179

135

21

102

55

18

14

1,985

Staf medis

Dokter

40

47

15

23

12

13

29

23

12

11

18

2

6

-

28

25

304

umum

Dokter

Spesialis

189

164

114

64

43

79

130

18

63

66

93

5

78

70

24

9

1,209

Perawat

481

325

272

156

127

165

237

169

160

143

170

55

127

41

65

74

2,767

Keterangan:

(1) Tahun diakuisisi oleh LK (2) Perseroan mengakuisisi rumah sakit ini dari LK pada tahun 2010

Prospek Ekspansi dan Prospek Usaha Perseroan

Rasio dokter terhadap populasi di Indonesia adalah salah satu yang paling rendah di dunia yaitu hanya terdapat 0.31 dokter untuk setiap 1.000 penduduk dibandingkan dengan 1,77 di Singapura, 2,31 di Amerika Serikat dan rata-rata 3,14 di negara-negara maju lainnya (per 31 Desember 2012, menurut Frost & Sullivan). Kelangkaan dokter secara umum membuat kehadiran dokter-dokter ahli menjadi salah satu daya tarik bagi sebuah rumah sakit. Dokter-dokter spesialis pada umumnya merupakan dokter independen, yaitu tidak dipekerjakan oleh rumah sakit dan diperkenankan untuk melakukan praktek sebanyak-banyaknya pada tiga rumah sakit. Perseroan percaya bahwa kemampuan Perseroan untuk menarik dan mempertahankan dokter dan staf medis profesional ternama membuat Perseroan memiliki keunggulan dibanding para pesaing dalam pasar yang sangat kompetitif.

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Keberhasilan perluasan jaringan rumah sakit Perseroan bergantung pada beberapa faktor yang meliputi:

• Kemampuan dalam memberikan pelatihan dan mempertahankan karyawan yang berkualitas.

• Kemampuan dalam memperoleh lisensi atau persetujuan dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah setempat dalam melanjutkan operasional dan membuka jaringan rumah sakit baru Perseroan.

• Kemampuan mengelola beban atau biaya

• Kemampuan mengidentifikasi potensi pertumbuhan dan akuisisi

• Kemampuan mendapatkan pendanaan dengan persyaratan yang wajar untuk perluasan operasional perseroan

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasional Perseroan untuk berhasil meliputi: kapasitas penerimaan pasien dan permintaan terhadap layanan, perluasan jaringan rumah sakit, belanja modal, beban operasional, dan beban keuangan, perkembangan teknologi, beban sewa, kondisi ekonomi di Indonesia dan Peraturan Pemerintah.

Kapasitas pasien dan permintaan terhadap layanan Pendapatan rawat inap sangat bergantung pada jumlah tempat tidur yang dioperasikan dan diukur dengan Bed Occupancy Rate (BOR,) yaitu hasil konversi dari jumlah tempat tidur yang terisi pasien dalam suatu periode, dibandingkan jumlah tempat tidur yang tersedia pada periode itu.

Pendapatan rawat jalan sangat bergantung pada jumlah dokter spesialis dan jam prakteknya pada departemen rawat jalan Perseroan, serta pendapatan rata-rata per pasien rawat jalan.

Jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan bergantung pada reputasi dan citra rumah sakit Perseroan, jasa yang diberikan, kondisi sosial dan ekonomi komunitas regional, tingkat kompetisi dari rumah sakit lain, reputasi klinik, spesialisasi dan jam praktek para dokter spesialis di rumah sakit Perseroan, efektifitas kegiatan pemasaran, serta aspek keagamaan dan kebudayaan.

Pada tanggal 31 Desember

 

2011

2012

2013

Jumlah rumah sakit

7

12

16

Jumlah tempat tidur

857

1.533

1.985

Pendaftaran rawat inap

42.258

61.259

85.909

ALOS (Average length of stay) (hari)

4,1

4,2

4,3

Pada tanggal 31 Desember

 

2011

2012

2013

Tingkat huni

55,6%

45,4%

51,3%

Pendapatan rata-rata per pasien

17.087

17.580

17.937

rawat inap (dalam ribuan

Rupiah)

Pendapatan rata-rata pasien rawat

4.147

4.229

4.144

inap per hari (dalam ribuan

Rupiah)

Penerimaan rawat jalan

798.080

972.312

1.211.248

Pendapatan rata-rata per pasien rawat jalan (dalam ribuan Rupiah)

673

731

793

Ekspansi Perseroan selalu didasarkan pada mekanisme melihat peluang pasar secara terstruktur. Perseroan menentukan lokasi setelah mempelajari Tren makroekonomi dan statistik kesehatan masing-masing kota. Statistik yang dianalisa termasuk demografi populasi (seperti umur, jenis kelamin, pendidikan dan segmen penghasilan), epidemiologi (seperti prevalensi penyakit dan tingkat mortalitas), keberadaan layanan klinik dan kapasitas (seperti tempat tidur, fasilitas kesehatan dan dokter), belanja kesehatan dan tren konsumsi, serta lingkungan regulasi dan kompetisi.

Kemungkinan perluasan usaha rumah sakit tersebut dapat berbentuk:

• ekspansi rumah sakit Perseroan yang sudah ada,

• akuisisi rumah sakit baru (baik melalui pembelian rumah sakit maupun pembelian saham perusahaan yang memiliki rumah sakit),

• pengembangan rumah sakit pada lokasi yang dimilki LK,

• melakukan pembelian tanah dan pembangunan rumah sakit,

• kerjasama Build-Operate-Transfer dengan pihak ketiga, dan

• kerjasama pengelolaan rumah sakit.

Hingga akhir periode 2013, Perseroan membuka dua (2) rumah sakit yaitu, Siloam Hospitals Bali (dibuka bulan Januari 2013) dan Siloam Hospitals TB (dibuka bulan Juni 2013) serta mengakuisisi dua (2) rumah sakit di Bali, yaitu Bali International Medical Center (BIMC) Kuta, dan BIMC Nusa Dua yang membuat jumlah rumah sakit Perseroan menjadi sebanyak 16 rumah sakit pada akhir 2013.

Pembahasan & Analisa Manajemen Jalur Bisnis Rumah Sakit Ada lima jalur bisnis utama untuk pasien

Pembahasan & Analisa Manajemen

Jalur Bisnis Rumah Sakit

Ada lima jalur bisnis utama untuk pasien mengakses dan

membayar pelayanan di rumah sakit Perseroan.

jalur

Kelima

yang mendorong peningkatan pendapatan

ini

secara keseluruhan, yaitu:

1. Gawat Darurat

2. Layanan Rawat Jalan

3. Medical check-up

4. Rujukan

5. Layanan Rawat Inap

Pendapatan Perseroan umumnya didorong oleh biaya konsultasi, perawatan dan administrasi, dilengkapi juga dengan penjualan obat , penggunaan peralatan medis, dan diagnostik lainnya seperti tes laboratorium, diagnosa umum, radiologi dan biaya untuk berbagai layanan lainnya. Penerimaan untuk layanan rawat inap Perseroan sebagian besar didorong oleh pasien yang datang melalui layanan rawat jalan atau gawat darurat.

1. Unit Gawat Darurat Unit Gawat Darurat Perseroan dianggap sebagai yang terbaik di Indonesia dan menggunakan layanan terpusat telepon “500-911” untuk mengakses layanan gawat darurat Perseroan. Semua rumah sakit Perseroan telah dilengkapi dengan mobil ambulans modern untuk menstabilkan pasien selama dalam perjalanan ke rumah sakit Perseroan. Semua staf klinis Perseroan terlatih dalam pengobatan darurat standar internasional dan protokol untuk jantung, stroke dan perawatan trauma, sesuai dengan pedoman dari American and Australasian Schools of Emergency Medicine.

Pada tahun 2012 dan 2013, unit gawat darurat masing- masing merawat 99.139 dan 131.706 pasien.

2. Layanan Rawat Jalan Layanan rawat jalan Perseroan merupakan entry point pasien terbesar mencakup sekitar 78% dari seluruh pasien Perseroan di tahun 2013. Layanan rawat jalan juga mencakup penggunaan fasilitas tercanggih untuk bedah harian, prosedur atau perawatan invasif yang minimal, seperti operasi minor, fisioterapi, endoskopi, hemodialisa dan kemoterapi. Pada tahun 2012 dan 2013 Perseroan masing-masing mencatat 804.395 dan 1.014.564 kunjungan rawat jalan.

3. Medical Check-Up Semua rumah sakit Perseroan menyediakan berbagai macam program medical check-up menggunakan

peralatan diagnostik dan tes tercanggih. Medical check- up adalah entry point utama yang digunakan oleh Perseroan untuk mendapatkan bisnis dari perusahaan asuransi dan perusahaan yang membutuhkan, dengan menjual paket medical check-up dan pengecekan kesehatan yang kompetitif.

Pada tahun 2012 dan 2013, unit medical check-up Perseroan masing-masing melayani 68.778 dan 64.978 pasien.

4. Rujukan Rujukan merupakan pasien yang dirujuk oleh rumah sakit lain dan dokter untuk rawat inap dan jasa lainnya (seperti radiologi, laboratorium dan jasa peralatan diagnostik lainnya).

5. Rawat Inap Unit layanan rawat inap Perseroan menawarkan pengurusan kepada pasien layanan rawat jalan dan gawat darurat yang diterima di rumah sakit Perseroan, untuk pengurusan lebih lanjut. Pada tahun 2013 layanan rawat inap Perseroan memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan yaitu sekitar 62%.

Jumlah pasien rawat inap didorong oleh jumlah konversi pasien rawat jalan dan gawat darurat, sedangkan rata-rata pendapatan per hari pasien rawat inap didorong oleh tipe kamar yang dipilih pasien serta kerumitan perawatan medisnya. Pendapatan rawat inap meliputi biaya jasa konsultasi dan profesional dokter, biaya kamar, biaya administrasi, biaya laboratorium, penjualan obat dan peralatan medis, radiologi dan pendapatan peralatan tambahan dan biaya ruang operasi. Untuk tahun 2013, rata-rata lama menginap (“ALOS”) di rumah sakit Perseroan adalah sekitar 4 hari.

Tabel di bawah ini menguraikan pendapatan Perseroan per kategori bisnis untuk empat tahun yang berakhir pada 31 December 2013

Rawat Inap Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2013

 

2011

2012

2013

 

Rp

%

Rp

%

Rp

%

Jasa Penunjang Medis dan

276,8

22,0

400,3

22,4

557,5

22,3

Jasa Tenaga

Ahli

 

Obat dan Perlengkapan Medis

262,7

20,9

402,6

22,5

584,7

23,4

Kamar Rawat Inap

89,1

7,1

136,2

7,6

199,9

8,0

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Rawat Inap Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2013

Pendapatan Administrasi

31,4

2,5

43,2

2,4

60,9

2,4

Kamar Operasi

17,4

1,4

25,8

1,4

38,2

1,5

Kamar Bersalin

0,8

0,1

1,6

0,1

0,9

0,0

Lain-lain

43,8

3,5

67,3

3,8

98,9

3,9

Rawat Jalan Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2013

 

2011

2012

2013

 

Rp

%

Rp

%

Rp

%

Jasa Penunjang Medis dan

355,5

28,2

439,2

24,6

590,1

23,6

Jasa Tenaga

Ahli

 

Obat dan Perlengkapan Medis

164,7

13,1

220,6

12,3

298,5

11,9

Pendapatan Registrasi

17,1

1,4

22,5

1,3

29,7

1,2

Lain-lain

-

-

28,8

1,6

44,3

1,8

Total

1.259,3 100,0 1.788,1 100,0

789,5

100,0

Sumber Pendapatan dan Kelompok Pasien

Perseroan mengelompokkan sumber pendapatan dan pasien dalam 5 kelompok:

1. Out-of-Pocket Expense (“OPE”). Pasien datang dengan biaya sendiri, melakukan pembayaran secara tunai atau menggunakan kartu kredit, untuk mendapatkan layanan yang diberikan oleh rumah sakit Perseroan. Rata-rata setiap tahun, pasien OPE merupakan komposisi terbesar dari kelompok pasien Perseroan, yaitu 65%.

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pasien OPE adalah kedekatan dan aksesibilitas rumah sakit, hubungan dengan dokter di rumah sakit, merek dan reputasi untuk perawatan kesehatan yang berkualitas dan layanan spesialis termasuk akses ke Centers of Excellence.

2. Skema Pembayaran Perusahaan. Perseroan secara aktif melibatkan perusahaan- perusahaan lain atau korporasi dalam program kesehatan dan medis bagi karyawan mereka dengan menawarkan paket untuk berbagai perawatan. Klien korporasi Perseroan mencakup perusahaan multinasional dan nasional. Rata-rata setiap tahun, pasien dari korporasi Perseroan mewakili 15% dari total pasien Perseroan.

3. Skema Pembayaran Perusahaan Asuransi Swasta. Segmen ini mewakili sekitar 15% dari total pasien Perseroan. Perseroan memiliki hubungan dan diakui oleh asuransi swasta terbesar seperti Manulife, AIA Financial, Bupa International, Allianz, AXA Financial, dan Lippo General Insurance.

4. Skema Pembayaran Program Asuransi Kesehatan Pemerintah. Asuransi kesehatan dari pemerintah saat ini memberikan kontribusi yang relatif kecil atas jumlah pasien, mewakili 5% dari pasien Perseroan.

5. Rujukan Sampai dengan saat ini, hanya ada sedikit pasien yang dirujuk oleh dokter pihak ketiga. Perseroan berharap segmen ini tumbuh dari waktu ke waktu seiring perkembangan rumah sakit baru yang canggih di kota-kota yang belum terlayani.

Tabel berikut menggambarkan hasil dari operasional Perseroan sebagai berikut:

Ikhtisar Data Keuangan Penting

 

2011

2012

2013

 

Rp

%

Rp

%

Rp

%

Pendapatan

1.259,3

100

1.788,1

100

2.503,6

100

Beban

Pokok

 

Pendapatan

(925,8)

73,5

(1.343,3)

75,1

(1.844,9)

(73,7)

Laba Bruto

333,6

26,5

444,8

24,9

658,7

26,3

Beban Usaha

(245,1)

19,5

(367,9)

20,6

(582,8)

(23,3)

Lain-Lain -

   

Bersih

(17,4)

1,4

14,5

0,8

2,8

0,1

Laba Usaha

71,2

5,7

91,5

5,1

78,7

3,1

Penghasilan

   

Bunga

2,8

0,2

3,6

0,2

12,0

0,5

Beban

 

Keuangan

(16,2)

1,3

(18,0)

1,0

(18,9)

(0,8)

Laba Sebelum

   

Pajak

57,7

4,6

77,0

4,3

71,8

2,9

Beban Pajak

(19,9)

1,6

(25,1)

1,4

(21,6)

(0,9)

Laba Tahun

   

Berjalan

37,9

3,0

52,0

2,9

50,2

2,0

Pembahasan & Analisa Manajemen Pemasaran Perseroan telah merancang beberapa strategi pemasaran untuk menarik pasien

Pembahasan & Analisa Manajemen

Pemasaran

Perseroan telah merancang beberapa strategi pemasaran untuk menarik pasien baru maupun mempertahankan kelompok pasien yang sudah ada. Strategi yang berbeda ditujukan untuk kelompok yang berbeda pula yaitu:

(a) pasien Out-of-Pocket Expense (“OPE”), (b) pasien Perusahaan, (c) pasien Perusahaan Asuransi Swasta dan (d) pasien Asuransi Kesehatan Pemerintah.

• Pemasaran masal Perseroan menawarkan produk diagnostik dengan harga relatif lebih murah guna mengoptimalkan peralatan, sekaligus melakukan cross selling, untuk produk layanan medis lanjutan dengan memanfaatkan spesialis junior. Ini menghasilkan kelompok pasien yang besar. Program ini didukung dengan call center “500-181” secara nasional untuk mengatur waktu pemeriksaan pasien. Perseroan memanfaatkan grup koran lokal untuk mendidik dan menciptakan kesadaran kesehatan kepada masyarakat yang ditargetkan. Contoh program yang berhasil adalah “Kanker Serviks Membunuh.”

• Kemitraan bank Perseroan bermitra dengan berbagai institusi perbankan untuk menawarkan promosi dan diskon kepada pasien pemilik kartu kredit. Pasien dapat menikmati fasilitas pembayaran angsuran dan paket medikal check-up, program diskon dan voucher musiman, misalnya untuk Hari Ibu, Hari Ayah dan Hari Valentine.

• Referensi/Rujukan Rumah sakit Perseroan juga bekerja sama dengan dokter swasta maupun klinik primer yang berdekatan dengan rumah sakit Perseroan. Perseroan mampu memberikan diagnosis lebih lanjut maupun jasa tersier / kuarterner yang tidak dapat disediakan oleh rumah sakit lainnya.

• Pelayanan kesehatan masyarakat Perseroan melalui pameran, seminar dan diskusi di rumah sakit maupun di luar rumah sakit menjangkau masyarakat setempat, sebagai cara untuk memberikan pendidikan kesehatan sekaligus menginformasikan kemampuan dan pengetahuan Perseroan dalam berbagai aspek kesehatan. Perseroan juga bekerjasama dengan stasiun radio lokal untuk menyiarkan informasi dan layanan yang tersedia di rumah sakit Perseroan untuk masyarakat umum.

• Pemasaran ekspatriat Perseroan memberi informasi kepada para ekspatriat/ pasien asing dengan bahasa yang mereka mengerti, melalui dokter-dokter serta petugas administrasi yang dapat berbicara beberapa bahasa guna menyediakan jasa yang nyaman bagi pasien asing. Siloam Emergency Services di Siloam Hospitals Balikpapan dan Siloam Hospitals Bali melayani ekspatriat dan keluarganya, maupun turis yang memerlukan layanan/konsultasi medis di sana.

• Program loyalitas Untuk mempertahankan pelanggan, Perseroan menyediakan artikel dan konten mengenai kesehatan secara gratis melalui website dan jaringan media sosial lainnya, selain mengirimkan promosi kesehatan melalui SMS maupun email kepada pasien-pasien Perseroan. Program “My Siloam Card” dibuat untuk menawarkan manfaat kepada pasien, seperti diskon untuk pelayanan di rumah sakit, serta promosi untuk harga kamar hotel dan restoran yang dimiliki grup Perseroan.

• Talkshow Radio/TV Perseroan bekerjasama dengan stasiun radio nasional dan regional untuk menyebarkan layanan pendidikan dan layanan medis bagi komunitas di rumah sakit Perseroan.

Perseroan juga mengembangkan acara TV dan iklan TV untuk mendidik mengenai kesehatan, gaya hidup dan masalah-masalah medis. Iklan TV juga menginformasikan mengenai layanan gawat darurat Perseroan dan nomor darurat ‘500-911’.

• Pasien Perusahaan Perseroan menawarkan layanan check-up kesehatan, paket-paket seperti paket bersalin yang dapat digunakan di salah satu rumah sakit Perseroan, skrining untuk karyawan pada tempatnya dan juga dokter perusahaan khusus untuk klien perusahaan Selain itu Perseroan juga menyediakan pelatihan Pertolongan Pertama dan kampanye kesehatan untuk kebersihan tempat kerja dan kesadaran atas flu burung.

• Pasien Perusahaan Asuransi Perseroan bekerjasama dengan perusahaan asuransi untuk mempromosikan layanan dan manfaat Perseroan kepada pasien yang saat ini maupun berprospek untuk diasuransikan.

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

• Pasien Asuransi Kesehatan Pemerintah Selain semua yang disebut di atas, Perseroan telah menandatangani kemitraan publik-swasta dengan Pemerintah untuk memberikan fasilitas Puskesmas bagi pasien yang berpenghasilan rendah. Pada tahun 2013, Perseroan membuka Rumah Sakit Umum Siloam, rumah sakit berbiaya rendah dengan 300 ranjang yang dilayani oleh dokter dari rumah sakit lain Perseroan, serta mahasiswa kedokteran dan UPHMS. Ini merupakan fasilitas pertama yang dibuka oleh rumah sakit swasta di Indonesia dan menekankan komitmen Perseroan untuk menyediakan layanan kesehatan kepada pasien berpenghasilan rendah, serta pasien yang hanya diasuransikan oleh Pemerintah.

Pemasok dan Pengadaan

Perseroan mengoperasikan sistem pengadaan terpusat untuk menjaga dan memanfaatkan lokasi Perseroan yang tersebar di Indonesia secara baik dan mencapai skala ekonomis. Untuk sebagian besar pemesanan obat Perseroan dari pemasok utama, Perseroan telah menegosiasikan supaya beberapa rumah sakit bisa menempatkan pemesanan secara langsung, sehingga Perseroan dapat mempertahankan harga sekaligus memanfaatkan economies of scale. Penempatan pemesanan secara langsung ini oleh rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya kepada pemasok membantu untuk menghindari pemesanan ganda dan membuat proses pemesanan lebih efisien.

Persaingan

Perseroan bersaing dengan rumah sakit umum, rumah sakit swasta, klinik yang lebih kecil, rumah sakit yang dioperasikan oleh organisasi non profit dan dermawan, serta rumah sakit yang terafiliasi dengan pendidikan medis di Indonesia dan secara regional. Di Indonesia, Perseroan melihat saingan utama Perseroan adalah Grup Mitra Keluarga, Grup Awal Bros, Grup Sari Asih dan Ramsay Sime Darby Health Care, yang merupakan 5 teratas grup- grup rumah sakit swasta yang beroperasi di Indonesia, menurut Laporan Frost & Sullivan bulan Juni 2013.

Tabel berikut menggambarkan posisi Perseroan dibandingkan pesaing utamanya

 

Jumlah

Perkiraan

 

Rumah

Jumlah

Lokasi Rumah Sakit

Sakit

Ranjang

Perseroan

14

~ 3,000

Jakarta, Surabaya, Cikarang, Makassar, Manado, Bali, Palembang, Cinere, Balikpapan, Lippo Village, Jambi, Kebon Jeruk

Mitra

 

Keluarga

10

~ 1,200

Jakarta, Surabaya, Bekasi, Depok, Tegal, Waru, Cikarang, Cibubur

Group

Awal Bros

7

~ 1,000

Jakarta, Tangerang, Bekasi, Batam, Makassar,

Group

Pekanbaru, Ujung Batu

Sari Asih

6

~ 900

Tangerang, Serang

Group

Ramsay Sime

 

Darby Health

3

~ 650

Jakarta, Surabaya, Tangerang

Care

Total 5 Teratas Grup Rumah Sakit Swasta

41

~ 6,750

 

Sumber: Riset Pasar Independen tentang Pasar Jasa Perawatan Kesehatan (HCS) Global dan Indonesia oleh Frost & Sullivan (Juni 2013)

Perseroan juga menghadapi saingan dari grup regional yang beroperasi di Singapura dan Penang. Fokus utama Siloam Hospitals Group saat ini adalah melayani seluruh wilayah Indonesia, dengan tujuan mengubah layanan dan akses layanan kesehatan menjadi layanan kesehatan berkualitas dan bermutu internasional, untuk masyarakat Indonesia pada umumnya dalam 5 tahun kedepan.

Dengan membangun lebih dari 40 rumah sakit di seluruh Indonesia, Perseroan ingin dikenal sebagai penyedia layanan kesehatan, yang melakukan transformasi bagi penduduk Indonesia sehingga mereka menyadari bahwa mereka dapat menemukan pelayanan kesehatan berkualitas dengan hasil yang memuaskan dari rumah -rumah sakit Siloam Hospitals Group, yang tidak kalah kualitasnya dengan pelayanan kesehatan di luar negeri. Dengan populasi lebih dari 240 juta orang untuk dilayani, Perseroan melihat tidak ada masalah yang timbul dari persaingan dengan Singapura dan Penang.

Pembahasan & Analisa Manajemen Analisa Kinerja Keuangan Penghasilan Total Perseroan menunjukkan peningkatan dari tahun

Pembahasan & Analisa Manajemen

Analisa

Kinerja

Keuangan

Pembahasan & Analisa Manajemen Analisa Kinerja Keuangan Penghasilan Total Perseroan menunjukkan peningkatan dari tahun

Penghasilan Total Perseroan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun dengan CAGR 28% sejak tahun 2008 hingga tahun 2013. Tingkat pertumbuhan GOR tahun 2013 mencapai 40% daripada tahun sebelumnya.

CAGR 28% sejak tahun 2008 hingga tahun 2013. Tingkat pertumbuhan GOR tahun 2013 mencapai 40% daripada

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Siloam Hospitals Group 2013

Tahun 2013 memang merupakan tahun penuh terobosan bagi perusahaan

Langkah utama yang telah dilakukan Perseroan, diantaranya:

• Dengan sukses melaksanakan Penawaran Perdana (IPO) pada 12 September 2013 dan memperoleh pemasukan neto sebesar Rp 1.328 miliar dengan harga Rp 9.000 per lembar sahamnya.

• Terus mengembangkan jaringan rumah sakit dengan membangun 2 rumah sakit baru, mengakuisi 2 rumah sakit, memperluas dan meningkatkan fasilitas yang sudah ada.

• Mengembangkan model hub and spoke yang memungkinkan layanan dokter spesialis secara real time menjangkau hingga ke daerah-daerah, tanpa menambah biaya pasien maupun Perseroan.

• Menerapkan model layanan klinis yang inovatif, komprehensif dan terpadu, dengan memanfaatkan teknologi paling mutakhir, layanan darurat yang handal, diiringi perbaikan kualitas terus menerus.

• mendirikan Centers of Excellence di beberapa rumah sakit Perseroan, sehingga menjadi rujukan untuk bidang-bidang khusus;

Komposisi Pendapatan Penghasilan Total Perseroan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun dengan CAGR 28% sejak tahun 2008 hingga tahun 2013. Tingkat pertumbuhan GOR mencapai 40% YoY pada tahun 2012 dan 2013.

EBITDA juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dengan CAGR 24% dalam periode yang sama. Khusus tahun 2013, pertumbuhan EBITDA adalah 35% dari tahun 2012.

Kontribusi penghasilan terbesar berasal dari 4 rumah sakit mapan yang telah beroperasi paling lama. Pertumbuhan GOR rumah-rumah sakit ini masih mencapai 15-20% per tahun. Sedangkan MRCCC dan rumah sakit baru lainnya tumbuh diatas 50%, karena rumah-rumah sakit ini sedang meningkatkan operasional mereka untuk mencapai kapasitas.

Di sisi biaya, Service Cost meningkat sebesar 27% dari tahun 2012, menghasilkan kenaikan Net Operating Revenue (NOR) sebesar 45%.

Rumah-rumah sakit yang baru dibuka tahun 2013, mengalami perkembangan yang lebih baik dari perkiraan. SHDP yang dibuka 1 Januari 2013 telah mencapai EBITDA positif setelah 6 bulan beroperasi. SHTB, dibuka 1 Juli 2013, menunjukkan kinerja sesuai rencana.

Rumah-rumah sakit yang dibuka 2012, SHMK dan SHPL menghasilkan EBITDAR 10% dari GOR dalam 12 bulan pertama beroperasi, hal mana melampaui perkiraan semula.

Penghasilan Rata-rata Per Pasien Dari kategori IPD (department pasien rawat inap), keempat rumah sakit yang telah mapan menghasilkan pendapatan rata-rata per pasien sebesar Rp 20 juta, sementara MRCCC memberikan rata-rata pendapatan per pasien paling tinggi pada tingkat Rp 39 juta. Rumah-rumah sakit baru yang dibuka pada 2012 dan 2013, sementara sedang meningkatkan operasional mereka, secara rata-rata telah menghasilkan pendapatan rata-rata per pasien dalam kisaran Rp 13 juta hingga Rp 19 juta.,

Pada kategori pasien rawat jalan (OPD), keempat rumah sakit yang sudah mapan menghasilkan rata- rata pendapatan sebesar Rp 1 juta per pasien. MRCCC menunjukkan rata-rata penghasilan Rp 2 juta per pasien dan rumah-rumah sakit yang baru dibuka pada 2012 dan 2013 telah menghasilkan pendapatan rata-rata per pasien dalam kisaran Rp 0,6 juta hingga Rp 1 juta.

Pertumbuhan Kunjungan dan Penerimaan Pasien Penerimaan pada IPD di keempat rumah sakit mapan tumbuh 11%, sementara pada MRCCC tumbuh sebesar 50%. Di Rumah Sakit Umum Siloam, IPD tumbuh sebesar 92% sejalan dengan tambahan tempat tidur operasional mereka. Pertumbuhan tertinggi dialami oleh rumah-rumah sakit baru yang dibuka pada 2012, dimana pertumbuhannya sebesar 215%. Secara total, pertumbuhan penerimaan IPD mencapai 40%.

Kunjungan di OPD pada keempat rumah sakit mapan tumbuh 7%, sementara di MRCCC tumbuh 61%. Di Rumah Sakit Umum Siloam, kunjungan OPD tumbuh sebesar 215% dan pertumbuhan tertinggi untuk kunjungan OPD dialami oleh rumah sakit baru yang buka pada tahun 2012 sebesar 276% seiring dengan peningkatan operasional serta jumlah pasien mereka. Secara total, kunjungan OPD tumbuh dengan 26%.

Pembahasan & Analisa Manajemen Analisa Kinerja Keuangan KunjungandiDepartemenGawatDarurat(ED)padaMRCCC tumbuh 81%. Di

Pembahasan & Analisa Manajemen

Analisa Kinerja Keuangan

Pembahasan & Analisa Manajemen Analisa Kinerja Keuangan KunjungandiDepartemenGawatDarurat(ED)padaMRCCC tumbuh 81%. Di
Pembahasan & Analisa Manajemen Analisa Kinerja Keuangan KunjungandiDepartemenGawatDarurat(ED)padaMRCCC tumbuh 81%. Di

KunjungandiDepartemenGawatDarurat(ED)padaMRCCC tumbuh 81%. Di Rumah Sakit Umum Siloan kunjungan ED tumbuh 32%. Pertumbuhan ED terjadi pada rumah-rumah sakit baru yang buka pada 2012 sebesar 242% dengan adanya kesadaran yang meningkat dari masyarakat akan kehadiran rumah-rumah sakit ini. Secara total, kunjungan ED tumbuh sebesar 33%.

Pertumbuhan Jumlah Rumah Sakit

Jumlah rumah sakit perseroan bertumbuh pesat selama 4

tahunterakhir,mulaidenganempatrumahsakittahun2010

hingga menjadi 16 pada akhir tahun 2013. Pertumbuhan ini menunjukkan CAGR yang menguntungkan sebesar 59% selama periode itu.

Pendapatan Operasional Bruto (GOR) GOR Perseroan terdiri dari pendapatan pasien rawat inap dan pendapatan pasien rawat jalan. Selama 2013, Pendapatan Perseroan meningkat 40% menjadi Rp 2.504 miliar dari Rp 1.788 di 2012.

Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan throughput pasien dari 4 rumah sakit matang, peningkatan operasional dari rumah sakit dalam pengembangan dan rumah-rumah sakit baru yang dibuka pada tahun 2012 dan 2013 serta juga rumah sakit yang diakuisisi pada tahun 2013. Peningkatan pendapatan rata-rata per pasien juga memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan didorong terutama pada komposisi kasus akut di rumah- rumah sakit, penyesuaian harga yang diperkenalkan pada tahun 2013 sebesar rata-rata 3,5% dan penyesuaian inflasi pada obat-obatan dan perlengkapan medis.

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Beban Pokok Penjualan Biaya penjualan Perseroan terdiri dari biaya yang berkaitan dengan gaji dan tunjangan karyawan (termasuk biaya dokter profesional), obat-obatan dan perlengkapan medis, biaya penyusutan, persediaan klinis, makanan dan minuman, perbaikan dan pemeliharaan dan biaya lainnya sehubungan dengan rawat inap dan layanan rawat jalan. Biaya penjualan Perseroan meningkat sebesar 37% pada tahun 2013 menjadi Rp 1.845 miliar dari Rp 1.343 miliar pada tahun 2012. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban-beban pokok penjualan di pasien rawat inap dan rawat yang berkaitan dengan gaji dan tunjangan karyawan, obat-obatan dan perlengkapan medis serta beban pokok penjualan pasien rawat inap yang berkaitan dengan biaya penyusutan dan lain-lain. Beban pokok penjualan pasien rawat inap yang berkaitan dengan gaji dan kesejahteraan karyawan meningkat sebesar 29% menjadi Rp 511 miliar selama 2013 dari Rp 396 miliar pada tahun 2012.

Biaya pokok penjualan yang berkaitan dengan obat- obatan dan perlengkapan medis meningkat 32% menjadi Rp 372 miliar di tahun 2013 dari Rp 281 miliar di tahun 2012. Beban pokok penjualan yang berkaitan dengan biaya penyusutan meningkat sebesar 69% menjadi Rp 97 miliar pada 2013 dari Rp 57 miliar pada 2012. Beban pokok penjualan yang berkaitan dengan makanan dan minuman meningkat sebesar 72 % menjadi Rp 45 miliar pada 2013 dari Rp 26 miliar pada 2012. Beban pokok penjualan lain bi meningkat sebesar 119% menjadi Rp 38 miliar pada 2013 dari Rp 17 miliar pada 2012.

Beban pokok penjualan pasien rawat jalan yang berkaitan dengan gaji dan tunjangan karyawan meningkat sebesar 24% menjadi Rp 337 miliar pada 2013 dari Rp 273 miliar pada 2012. Beban pokok penjualan pasien rawat jalan yang berkaitan dengan obat-obatan dan perlengkapan medis meningkat sebesar 57% menjadi Rp 250 miliar pada tahun 2013 dari Rp 159 miliar pada 2012.

Kenaikan di atas terutama disebabkan oleh pembukaan Siloam Hospitals Bali dan Siloam Hospitals TB.

Laba Bruto Laba bruto Perseroan meningkat 48% menjadi Rp 659 miliar pada tahun 2013 dari Rp 445 miliar pada tahun 2012.

Beban Usaha Beban usaha Perseroan untuk tahun 2013 sebesar Rp 583 miliar atau naik 58% dari Rp 368 miliar pada 2012. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh hal-hal berikut:

- Beban Penjualan meningkat sebesar 61% menjadi Rp 26 miliar pada tahun 2013 karena meningkatnya biaya pemasaran dan periklanan yang bertambah sebesar 81% menjadi Rp 16 miliar pada tahun 2013 dari Rp 9 miliar pada tahun 2012.

- Beban Umum dan Administrasi meningkat sebesar 58% dari tahun 2012, terutama disebabkan oleh kenaikan gaji dan tunjangan karyawan, biaya air dan listrik, biaya kantor dan biaya penyusutan. Gaji dan kesejahteraan karyawan meningkat sebesar 53% menjadi Rp 202 miliar pada tahun 2013 dari Rp 131 miliar pada 2012. Biaya air dan listrik meningkat sebesar 53% menjadi Rp 75 miliar pada 2013 dari Rp 49 miliar pada 2012. Biaya kantor lainnya meningkat sebesar 75% menjadi Rp 74 miliar pada 2013 dari Rp 42 miliar pada 2012. Beban penyusutan meningkat sebesar 64% menjadi Rp 52 miliar pada 2013 dari Rp 32 miliar pada 2012. Kenaikan di atas terutama sebagai akibat dari pembukaan rumah sakit baru pada tahun 2013.

Penghasilan Bunga Penghasilan bunga Perseroan meningkat sebesar 236% menjadi Rp 12 miliar pada tahun 2013 dari Rp 4 miliar pada 2012, terutama disebabkan oleh pendapatan bunga tabungan dan deposito bank yang lebih besar.

Beban Keuangan Beban keuangan Perseroan meningkat sebesar 5% menjadi Rp 19 miliar pada 2013 dari Rp 18 miliar pada 2012, terutama disebabkan oleh peningkatan biaya administrasi bank sebagai akibat dari peningkatan jumlah pasien yang membayar melalui kartu kredit.

Laba Sebelum Pajak Laba sebelum pajak mengalami penurunan sebesar 7% menjadi Rp 72 miliar pada 2013 dari Rp 77 miliar pada tahun 2012 karena alasan-alasan yang telah disebutkan di atas.

Pembahasan & Analisa Manajemen Beban Pajak Beban pajak kami menurun sebesar 14% menjadi Rp 22

Pembahasan & Analisa Manajemen

Beban Pajak

Beban pajak kami menurun sebesar 14% menjadi Rp

22 miliar pada 2013 dari Rp 25 miliar pada tahun 2012

terutama disebabkan menurunnya penghasilan kena pajak sebagai akibat dari peningkatan perubahan penyusutan rumah sakit baru yang dibuka pada tahun 2012 dan 2013.

Laba Bersih Laba bersih Perseroan mengalami penurunan sebesar 3% menjadi Rp 50 miliar pada 2013 dari Rp 52 miliar pada 2012. Penurunan ini terutama disebabkan oleh alasan- alasan yang telah disebutkan di atas.

Aset Total Aktiva Perseroan meningkat sebesar 64% menjadi Rp 2.600 miliar pada tahun 2013 dari Rp 1.586 miliar pada tahun 2012. Pada tanggal 31 Desember 2013, posisi Kas dan Setara Kas Perseroan adalah sebesar Rp 515 miliar, tumbuh 206% dari tahun 2012 karena saldo hasil dari IPO yang belum digunakan. Aset Tetap meningkat sebesar 62% menjadi Rp 1.402 miliar pada tahun 2013 dari Rp 865 miliar pada tahun 2012 karena pembukaan 2 rumah sakit baru dan akuisisi 2 rumah sakit di Bali.

Liabilitas Jumlah kewajiban pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 962 miliar atau turun 28% dari Rp 1.342 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan jumlah kewajiban ini karena pembayaran sebagian pinjaman Persroan dari PT Lippo Karawaci, Tbk (sebagai perusahaan induk).

Jumlah kewajiban lancar pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp 296 miliar, meningkat 11% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 268 miliar. Kenaikan kewajiban lancar terutama disebabkan peningkatan volume transaksi dengan pemasok obat-obatan dan perlengkapan medis.

Jumlah kewajiban jangka panjang pada tanggal

31 Desember 2013 adalah Rp 666 miliar, turun 28%

dibandingkan dengan Rp 1.073 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya pembayaran parsial pinjaman kepada perusahaan induk dari hasil IPO .

Ekuitas Total Ekuitas Perseroan mencatat peningkatan dari Rp 245 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp 1.639 miliar

pada tahun 2013. Faktor utama penyebab kenaikan adalah karena penerbitan saham baru pada IPO 12 September

2013.

Kebijakan Dividen Perseroan akan membayar dividen tunai berdasarkan kinerjakeuangandankondisikeuangandalamjumlahyang setara dengansebanyak-banyaknya 10% dari laba bersih setiaptahunnyajikalababersihkonsolidasisetelahdipotong pajak pada tahun buku tersebut mencapai minimum Rp 150 miliar, dan dalam kisaran dari 15% hingga 30% dari pendapatan bersih jika pendapatan bersih konsolidasian setelah dipotong pajak pada tahun buku tersebut lebih dari Rp 150 miliar untuk memaksimalkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang.

Transaksi Material

Berikut ini adalah transaksi material pada tahun 2013 :

1. Pembukaan SHDP (Siloam Hospitals Bali) pada tanggal

1 Januari 2013.

2. Pembukaan SHTB (Siloam Hospitals TB) pada tanggal

1 Juli 2013.

3. IPO pada tanggal 12 September 2013.

4. Akuisisi 2 rumah sakit di Bali (BIMC - Kuta dan Nusa Dua) pada tanggal 14 Desember 2013.

Kejadian Penting SetelahTanggal Laporan Akuntan

Tidak

akuntan.

ada

kejadian

penting

setelah

tanggal

laporan

Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Penerimaan bersih dari penawaran sebesar Rp 1.328 miliar digunakan sebagai berikut :

• Sekitar 39,0% dari hasil bersih atau Rp 518 miliar dialokasikan untuk pembelian peralatan medis, renovasi / perluasan rumah sakit yang ada dan atau pengembangan rumah sakit baru (termasuk pembelian tanah pembangunan gedung rumah sakit dan untuk mendapatkan lisensi yang sesuai ). Sampai dengan tanggal 31 Desember 2013, total sejumlah Rp 277 miliar telah digunakan.

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

• Sekitar 35,0% dari hasil bersih atau Rp 465 miliar dialokasikan untuk pembayaran sebagian saldo hutang berdasarkan perjanjian pinjaman kami tanggal 30 April 2013 dengan Lippo Karawaci, yang telah diberikan pada kami oleh Lippo Karawaci untuk ekspansi bisnis rumah sakit, termasuk untuk pengembangan rumah sakit baru dan modal kerja. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2013, total jumlah sebesar Rp 465 miliar telah dilunasi.

• Sekitar 26,0% dari hasil bersih atau Rp 345 miliar dialokasikan untuk membiayai akuisisi rumah sakit, perusahaan operasi rumah sakit dan /atau perusahaan perawatan kesehatan terkait yang akan mendukung operasi Perseroan. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2013, jumlah total Rp 335 miliar telah digunakan untuk akuisisi 2 rumah sakit BIMC di Bali.

Likuiditas dan Sumber Modal Perseroan mendefinisikan likuiditas sebagai kemampuan untuk menghasilkan dana yang cukup dari sumber internal dan eksternal untuk memenuhi kewajiban dan komitmennya. Selain itu, likuiditas mencakup kemampuan untuk memperoleh pembiayaan yang memadai dan untuk mengkonversi menjadi uang tunai aset-aset yang tidak lagi diperlukan untuk memenuhi tujuan strategis dan keuangan yang ada .

Secara historis, Perseroan telah membiayai kebutuhan modal terutama melalui pinjaman dari perusahaan induk, dana yang dihasilkan dari kegiatan operasional, pembiayaan dari bank dan dari hasil IPO yang sukses. Kebutuhan modal utama adalah untuk membiayai pembelian peralatan medis, akuisisi rumah sakit dan untuk mendanai kebutuhan modal kerja umum.

Perseroan yakin bahwa telah memiliki sumber daya modal yang cukup dari operasi dan pembiayaan dari bank, lembaga keuangan dan kreditur lainnya. Perseroan berusaha untuk mempertahankan saldo minimum kas dan setara kas yang cukup untuk menutupi biaya operasional untuk jangka waktu tiga sampai enam bulan .

Solvabilitas Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban secara keseluruhan, termasuk kewajiban keuangan seperti kewajiban yang ada bunga. Rasio ini dapat diukur dengan membandingkan jumlah kewajiban keuangan terhadap ekuitas. (Debt to Equity Ratio).

Rasio solvabilitas Perseroan berdasarkan perbandingan jumlah kewajiban dan jumlah aktiva pada tanggal 31 Desember 2013 dan 31 Desember 2012 masing- masing adalah 37% dan 85%. Sementara rasio solvabilitas berdasarkan perbandingan total hutang dan total ekuitas adalah 59% pada tanggal 31 Desember 2013 dan 548% pada tanggal 31 Desember 2012.

Profitabilitas Rasio profitabilitas didefinisikan sebagai kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini dapat diukur dengan menghitung rasio laba bersih Return on Assets (ROA) dan rasio Return on Equity ( ROE ) rasio.

Marjin laba bersih Perseroan baik pada tahun 2013 dan

2012 masing-masing sebesar 2% dan 3%. ROA Perseroan

pada tahun 2013 adalah 2%, sedangkan pada tahun 2012 adalah 3%. Rasio ROE Perseroan pada tahun 2013 dan

2012 masing-masing sebesar 3% dan 21%.

Pembahasan & Analisa Manajemen Sumber Daya Manusia Perseroan menawarkan program pengembangan kemitraan dengan dokter

Pembahasan & Analisa Manajemen

Sumber

Daya

Manusia

Pembahasan & Analisa Manajemen Sumber Daya Manusia Perseroan menawarkan program pengembangan kemitraan dengan dokter

Perseroan menawarkan program pengembangan kemitraan dengan dokter melalui (Siloam Doctors Partnership Development Program (SDPDP) untuk semua dokter Spesialis yang berpraktek di rumah sakit Perseroan.

dokter Spesialis yang berpraktek di rumah sakit Perseroan. Perseroan menyadari pentingnya peran SDM bagi
dokter Spesialis yang berpraktek di rumah sakit Perseroan. Perseroan menyadari pentingnya peran SDM bagi

Perseroan menyadari pentingnya peran SDM bagi keberhasilanPerseroan dalammencapaitujuan-tujuannya. Dalam upaya menarik tenaga medis professional yang sangat terbatas dan sangat diperlukan, seperti dokter

umum, dokter spesialis, perawat dan teknisi medis serta profesi medis terkait lainnya, Perseroan menggunakan beberapa strategi rekrutmen berikut ini:

• merekrut teknisi medis dan perawat yang berkualitas tinggi baik dari dalam maupun dari luar negeri.

• menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi nasional dan regional terkemuka (Fakultas Kedokteran-Universitas Hasanuddin, Singhealth dan berbagai Fakultas Kedokteran dan perawatan terbaik lainnya di Indonesia) baik untuk program sarjana maupun program pascasarjana.

• menawarkan beasiswa bagi dokter umum untuk melanjutkan program spesialis, sebagai insentif untuk bekerja di jaringan rumah sakit Perseroan.

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013 • menjalinkolaborasidengan dokter–dokterpemerintah

• menjalinkolaborasidengan dokter–dokterpemerintah terkemuka untuk bekerja di rumah sakit Perseroan, yang mendapat sambutan positif karena kesempatan menggunakan fasilitas canggih untuk membantu pasien dengan diagnosa yang lebih kompleks.

• menawarkan program pengembangan kemitraan dengan dokter melalui SDPDP (Siloam Doctors Partnership Development Program) untuk Semua dokter Spesialis yang berpraktek di rumah sakit Perseroan.

• bersama Fakultas Kedokteran dan Keperawatan UPH, melatih 100 dokter dan 100 perawat di UPH setiap tahunnya. Lulusan pendidikan ini menjalani program pelatihan untuk menyelesaikan persyaratan lisensi mereka sambil tetap bekerja di rumah sakit Perseroan.

• membuat Management Associate Program, khusus untuk lulusan yang berpotensi tinggi dari berbagai jurusan, baik medis maupun non medis untuk mengembangkan kemampuan dan menempatkan mereka sebagai calon pemimpin di rumah sakit Perseroan.

Pembahasan & Analisa Manajemen Sumber Daya Manusia Pada tanggal 31 Desember 2013, Perseroan dan Entitas

Pembahasan & Analisa Manajemen

Sumber Daya Manusia

Pembahasan & Analisa Manajemen Sumber Daya Manusia Pada tanggal 31 Desember 2013, Perseroan dan Entitas Anak
Pada tanggal 31 Desember 2013, Perseroan dan Entitas Anak mempekerjakan 6.174 orang karyawan yang terdiri
Pada tanggal 31 Desember 2013, Perseroan
dan Entitas Anak mempekerjakan 6.174 orang
karyawan yang terdiri dari 4.905 karyawan
tetap dan 1.269 karyawan kontrak.

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013

Komposisi Pengurus dan Karyawan

2013, Perseroan dan Entitas Anak mempekerjakan 6.174 orang karyawan yang terdiri dari

4.905 karyawan tetap dan1.269 karyawan kontrak. Tabel berikut ini menunjukkan komposisi SDM Perseroan, menurut jabatan, status kerja, jenjang pendidikan, kelompok usia dan jender.

Pada tanggal 31 Desember

Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Status Kerja

   

31

Desember 2013

 

31

Desember 2012

31 Desember 2011

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Karyawan Tetap

3.573

1.332

4.905

2.877

674

3.551

2.489

565

3.054

Karyawan Kontrak

957

312

1.269

695

635

1.330

557

338

895

Total

4.530

1.644

6.174

3.572

1.309

4.881

3.406

903

3.949

Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Jabatan

 
   

31

Desember 2013

 

31

Desember 2012

31 Desember 2011

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Direktur

3

0

3

3

0

3

4

0

4

Eksekutif

36

20

56

24

2

26

28

26

54

Manager

79

52

131

142

28

170

114

13

127

Supervisor

388

121

509

231

137

368

240

91

331

Staf Lainnya

3.960

1.465

5.429

3.172

1.142

4.314

2.660

773

3.433

Total

4.530

1.644

6.174

3.572

1.309

4.881

3.046

903

3.949

6.174 3.572 1.309 4.881 3.046 903 3.949 Perseroan menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan

Perseroan menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi nasional dan regional terkemuka untuk mendapatkan tenaga medis terbaik.

Pembahasan & Analisa Manajemen Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan     31 Desember

Pembahasan & Analisa Manajemen

Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan

   

31

Desember 2013

 

31

Desember 2012

31 Desember 2011

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Pasca Sarjana

242

80

322

133

24

157

133

23

156

Sarjana

527

223

750

690

258

948

536

182

718

Sarjana Muda

2.548

886

3.448

1.316

658

1.974

1.232

587

1.819

SLTA, SLTP dan lainnya

1.213

455

1.642

1.433

369

1.802

1.145

111

1.256

Total

4.530

1.644

6.174

3.572

1.309

4.881

3.046

903

3.949

Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Kelompok Usia

 
   

31

Desember 2013

 

31

Desember 2012

31 Desember 2011

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

Perseroan

Entitas Anak

Jumlah

< 30 tahun

2.797

1.166

3.963

1.953

626

2.579

1.558

321

1.879

31-45 tahun

1.370

427

1.797

1.351

526

1.877

1.243

428

1.671

46-55 tahun

311

40

351

213

133

346

198

133

331

> 55 tahun

52

11

63

55

24

79

47

21

68

Total

4.530

1.644

6.174

3.572

1.309

4.881

3.046

903

3.949

Pengembangan Kompetensi, Karir dan Kesejahteraan Sosial Karyawan Mengingat pentingnya peran karyawan bagi keberhasilan dan kemajuan usaha Perseroan, maka Perseroan terus berupaya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan serta memacu produktivitas dan motivasi tiap karyawan, antara lain dengan

a. Sistem Remunerasi:

• Piagam dan/atau hadiah kepada karyawan yang dinilai berjasa berdasarkan kualitas pelayanan

• Pemberian bonus yang dikaitkan dengan kinerja karyawan dan kinerja Perusahaan

• Penghargaan kepada karyawan yang memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun .

b. Sistem Kenaikan Gaji:

Dalam rangka memenuhi ketentuan-standar upah minimum yang ditetapkan Pemerintah, Perseroan selalu memperhatikan kesejahteraan karyawan. Dalam komitmennya, Perseroan meninjau gaji minimal satu kali dalam setahun. Penyesuaian besarnya gaji dan upah sejalan dengan tingkat kinerja Perseroan dan karyawan, laju inflasi, serta standar gaji minimum (Upah Minimum Provinsi) sesuai dengan ketentuan peraturan Pemerintah.

Dalam hal ini, paket pengupahan yang diterapkan selalu mengacu kepada prinsip dasar pengupahan, yaitu keseimbangan komparatif secara internal dan kompetitif secara eksternal di industri yang sama.

PT Siloam International Hospitals Tbk Laporan Tahunan 2013