Anda di halaman 1dari 4

Mengenal Pengantar Statistika Dasar

Posted on September 26, 2007 by kang iskandar


Salam teman-teman. apa kabar neh? mungkin saya disini ingin mencoba berbagai beberapa
pengetahuan yang ada di laptop saya, soalnya sangat disayangkan ialau ada ilmu pengetahuan
yang terendapkan alias dibekukan. Saat ini saya akan mengaak teman-teman untuk mengenal
tentang pengantar statistika dasar mungkin bagi beberapa orang mata kuliah yang satu ini sangat
!sulit" memang uga seh secara saya sudah menimba di urusan tersebut selama lima tahun dan
akhirnya lulus uga #alhamdulliah$, ok udah dulu ngobrol tentang yang punya blog nya yah ?
balik ke topiknya "Pengantar Statistika %asar"
Apakah metode statistika ?
&etode statistika adalah metode-metode'prosedur-prosedur untuk pengumpulan, penyaian ,
analisis, dan kesimpulan dari data. &etode statistika terbagi dua yaitu (
).Statistika deskripti* yaitu berkaitan dengan kegiatan pencatatan dan peringkasan hasil-hasil
pengamatan terhadap keadian-keadian atau karakteristik-karakteristik manusia, tempat dan
sebagainya, secara kuantitati*
2.Statistika in*erensial yaitu metode-metode untuk menganalisis sampel dari populasi sehingga
dapat ditarik kesimpulan tentang populasi dari sampel tersebut.
Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan obek psikologis yang menadi perhatian.
Populasi bisa populasi yang terhingga #contohnya ( umlah mahasis+a ,-P.%$ dan populasi tak
terhingga #contohnya ( umlah mahasis+a ,-P.% dari dulu hingga sekarang dan nantinya$.
Sampel adalah himpunan bagian dari populasi.
Parameter dan Statistik
Parameter adalah sembarang nilai yang menelaskan ciri populasi
Statistik adalah sembarang nilai yang menelaskan ciri dari sampel
/impunan data adalah kumpulan dari *akta yang dikumpulkan untuk maksudtertentu.
%ata diskrit ( data yang diperoleh dari proses hitungan
%ata kontinu ( data yang diperoleh dari proses pengukuran
0arakteristik dari himpunan data adalah (
.nggota ( sekumpulan data terdiri dari sekumpulan dari anggota-anggota untuk masing-masing
anggota in*ormasi tentang satu atau lebih karakteristik yang diinginkan.
1ariabel ( sebuah karakteristik yang dapat diperoleh dari berbagai kemungkinan hasil yang
berbeda-beda.
1ariabel kuantitati* ( 2ariabel yang hasilnya berupa angka
1ariabel kualitati* ( 2ariabel yang hasilnya hanya atribut.
Pengamatan #obser2asi$ ( in*ormasi tentang sebuah 2ariabel tunggal untuk sebuah anggota dari
sekumpulan data
Statistika parametrik adalah prosedur yang penguian yang dilakukan berlandaskan distribusi.
Salah satu karakteristiknya penggunaan prosedur ini melibatkan asumsi-asumsi tertentu. 3ontoh
dari statistik parametrik adalah analisis regresi, analisis korelasi, analisis 2arians.
Statistika non parametrik adalah prosedur dimana kita tidak melibatkan parameter serta tidak
terlibatnya distribusi. 3ontoh ( ui keacakan, ui kecocokan #goodness o* *it$,dll.
0elebihan statistika non parametrik
4.sumsi yang digunakan dalam umlah yang minimum maka kemungkina penggunaan secara
salah uga kecil.
4,ntuk beberapa prosedur perhitungan dapat dilakukan dengan mudah secara manual.
40onsep-konsep dari prosedur ini menggunakan dasar matematika dan statistika yang mudah
dipahami.
4Prosedur ini dapat digunakan pada skala ordinal maupun nominal.
0elemahan dari prosedur statistika non parametrik
45ika suatu kasus yang dapat dianalisis dengan statistika parametrik, kemudian digunakan
analisis statistika non parametrik akan menyebabkan pemborosan in*ormasi.
4&eskipun prosedur penghitungannya sederhana, perhitungannya kadang-kadang membutuhkan
banyak tenaga dan menemukan.
0apan prosedur non parametrik digunakan ?
46ila hipotesis yang harus diui tidak melibatkan suatu parameter populasi.
46ila skala pengukuran yang disyaratkan dalam statistika parametrik tidak terpenuhi misalnya
skala ordinal dan nominal.
%ata dibedakan menurut skala yang digunakan pada saat melakukan pengukuran. %engan
pengukuran dimaksudkan sebagai upaya memberikan angka numerik terhadap obyek menurut
aturan-aturan tertentu. .turan yang berbeda akan menghasilkan skala yang berlainan sehingga
akan memberikan enis pengukuran yang berbeda. 7erdapat empat macam skala pengukuran
yang ada yaitu(
SKALA NOMINAL
Skala nominal merupakan skala pengukuran yang paling rendah tingkatannya di antara ke empat
skala pengukuran yang lain. Seperti namanya, skala ini membedakan satu obyek dengan obyek
lainnya berdasarkan lambang yang diberikan. 8leh karena itu data dalam skala nominal dapat
dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, dan kepada kategori tersebut dapat diberikan
lambang yang sesuai atau sembarang bilangan. 6ilangan yang diberikan tidak mempunyai arti
angka numerik artinya kepada angka-angka tersebut tidak dapat dilakukan operasi aritmetika,
tidak boleh menumlahkan, mengurangi, mengalikan, dan membagi. 6ilangan yang diberikan
hanyalah ber*ungsi sebagai lambang yang dimaksudkan hanya untuk membedakan antara data
yang satu dengan data yang lainnya. 3ontoh ( %ata mengenai barang-barang yang dihasilkan
oleh sebuah mesin dapat digolongkan dalam kategori cacat atau tidak cacat. 6arang yang cacat
bisa diberi angka 0 dan yang tidak cacat diberi angka ). %ata ) tidaklah berarti mempunyai arti
lebih besar dari 0. %ata satu hanyalah menyatakan lambang untuk barang yang tidak cacat.
0esimpulan ( 6ilangan dalam Skala -ominal ber*ungsi hanya sebagai lambang untuk
membedakan, terhadap bilangan-bilangan tersebut tidak berlaku hukum aritmetika, tidak boleh
menumlahkan, mengurangi, mengalikan, maupun membagi.
$. dan =/ubungan yang membatasi adalah hubungan sama dengan dan tidak sama dengan #
Statistik yang sesuai dengan data berskala -ominal adalah Statistik -onparametrik. 3ontoh
perhitungan statistik yang cocok adalah &odus, 9rekuensi dan 0oe*isien 0ontingensi.
SKALA ORDINAL
Skala pengukuran berikutnya adalah skala pengukuran ordinal. Skala pengukuran ordinal
mempunyai tingkat yang lebih tinggi dari skala pengukuran nominal. %alam skala ini, terdapat
si*at skala nominal, yaitu membedakan data dalam berbagai kelompok menurut lambang,
ditambah dengan si*at lain yaitu, bah+a satu kelompok yang terbentuk mempunyai pengertian
lebih #lebih tinggi, lebih besar,$ dari kelompok lainnya. 8leh karena itu, dengan skala ordinal
data atau obyek memungkinkan untuk diurutkan atau dirangking.
3ontoh ( Sistem kepangkatan dalam dunia militer adalah satu contoh dari data berskala ordinal
Pangkat dapat diurutkan atau dirangking dari Praurit sampai Sersan berdasarkan asa, dan
lamanya pengabdian. 5ika peneliti merangking data lamanya pengabdian maka peneliti dapat
memberikan nilai ), 2, :, , ; dst masing-masing terhadap seseorang anggota .6<= yang
berpangkat Praurit, 0opral, Sersan, dst. 6erbeda dengan skala nominal, angka yang diberikan
terhadap obyek tidak semata-mata berlaku sebagai lambang tetapi uga memperlihatkan urutan
atau rangking.
0esimpulan( Pada tingkat pengukuran ordinal, bilangan yang didapat ber*ungsi sebagai (
).lambang untuk membedakan
2.untuk mengurutkan peringkat berdasarkan kualitas yang telah ditentukan #> atau ? $.
Pada tingkat pengukuran ordinal kita bisa mengatakan lebih baik'lebih buruk, lebih besar'lebih
kecil, tetapi tidak bisa menentukan berapa kali lebih besarnya'lebih buruknya.
Statistik yang sesuai dengan data berskala 8rdinal adalah Statistik -onparametrik. 3ontoh
perhitungan statistik yang cocok adalah &edian, Persentil, 0orelasi Spearman #rs $, 0orelasi
7hau-0endall dan 0orelasi 7hau-0endall #@$.
SKALA INTERAL
Skala pengukuran =nter2al adalah skala yang mempunyai semua si*at yang dipunyai oleh skala
pengukuran nominal, dan ordinal ditambah dengan satu si*at tambahan. %alam skala inter2al,
selain data dapat dibedakan antara yang satu dengan yang lainnya dan dapat dirangking,
perbedaan #arak'inter2al$ antara data yang satu dengan data yang lainnya dapat diukur. 3ontoh (
%ata tentang suhu empat buah benda ., 6, 3 , dan % yaitu masing-masing 20. :0, 60, dan 70
deraat 3elcius, maka data tersebut adalah data dengan skala pengukuran inter2al karena selain
dapat dirangking, peneliti uga akan tahu secara pasti perbedaan antara satu data dengan data
lainnya. Perbedaan data suhu benda pertama dengan benda kedua misalnya, dapat dihitung
sebesar )0 deraat, dst. -amun dalam skala inter2al, tidak mungkin kita melakukan perbandingan
antara satu data dengan data yang lainnya. 0ita tidak dapat mengatakan bah+a suhu 60 deraat
3elcius dari benda 3 dan :0 deraat 3elcius untuk suhu benda 6 berarti bah+a benda 3 2A lebih
panas dari benda 6. /al ini tidak mungkin karena skala inter2al tidak mempunyai titik nol yang
mutlak. 7itik nol yang tidak mutlak berarti ( benda dengan suhu nol deraat 3elcius bukan berarti
bah+a benda tersebut tidak mempunyai panas. 0esimpulan ( 6ilangan pada skala inter2al
*ungsinya ada tiga yaitu (
).Sebagai lambang untuk membedakan,
2.,ntuk mengurutkan peringkat, misal, makin besar bilangannya, peringkat makin tinggi # > atau
?$,
:.6isa memperlihatkan arak'perbedaan antara data obyek yang satu dengan data obyek yang
lainnya.
7itik nol bukan merupakan titik mutlak, tetapi titik yang ditentukan berdasarkan peranian.
Statistik yang sesuai dengan data berskala =nter2al adalah Statistik -onparametrik dan Statistik
Parametrik. 3ontoh perhitungan statistik yang cocok adalah <ata-rata, Simpangan 6aku, dan
0orelasi Pearson.
SKALA RASIO
Skala rasio merupakan skala yang paling tinggi peringkatnya. Semua si*at yang ada dalam skala
terdahulu dipunyai oleh skala rasio. Sebagai tambahan, dalam skala ini, rasio #perbandingan$
antar satu data dengan data yang lainnya mempunyai makna. 3ontoh ( %ata mengenai berat
adalah data yang berskala rasio. %engan skala ini kita dapat mengatakan bah+a data berat badan
B0 kg adalah )0 kg lebih berat dari yang 70 kg, tetapi uga dapat mengatakan bah+a data B0 kg
adalah 2A lebih berat dari data ;0 kg. 6erbeda dengan inter2al, skala rasio mempunyai titik nol
yang mutlak. 0esimpulan ( 6ilangan pada skala <asio *ungsinya ada tiga yaitu (
).Sebagai lambang untuk membedakan
2.,ntuk mengurutkan peringkat, misal, makin besar bilangannya, peringkat makin tinggi #> atau
? $,
:.6isa memperlihatkan arak'perbedaan antara data obyek yang satu dengan data obyek yang
lainnya.
;.<asio #perbandingan$ antar satu data dengan data yang lainnya dapat diketahui dan mempunyai
arti. 7itik nol merupakan titik mutlak.
Statistik yang sesuai dengan data berskala <asio adalah Statistik -onparametrik dan Statistik
Parametrik. 3ontoh perhitungan statistik yang cocok adalah <ata-rata kur, 0oe*isien 1ariasi dan
statistik-statistik lain yang menuntut diketahuinya titik nol mutlak.
Sumber diperoleh dari (
).<onald C. @alpole, Pengantar Statistika, )DD:, edisi ke-:, P7. Eramedia , 5akarta.
2.@.@. %aniel, Statistika -on Parametrik 7erapan, )D7B, P7. Eramedia, 5akarta.
:.&ark F. 6erenson dan %a2id &. Fe2ine, 6asic 6usiness Statistics concepts and applications,
)DD6, 6th editions, Prentice /all , -e+ 5ersey.