Anda di halaman 1dari 36

ANALISIS VOLUMETRI

Titrasi Redoks
CANDRA PURNAWAN, M.Sc
Analisis volumetri
adl metode analisis yang didasarkan pada volume
pereaksi-pereaksinya. Data primer yang diperoleh dari
metode ini adalah volume.

Volumetri mrp metode yang sangat berguna, cepat
dan memiliki akurasi yang cukup baik.
Titrasi mrp teknik yang sering
digunakan dalam metode volumetri
Titrasi
adl proses penambahan reagent yang telah
diketahui konsentrasinya atau lebih dikenal
sebagai larutan strandar ke dalam suatu
analit/substance tertentu, biasanya menggunakan
buret sehingga terjadi reaksi antara keduanya.
Titran
Adalah reagent yang ditambahkan melalui beret,
biasanya merupakan larutan standar.
Titrasi Redoks
Merupakan suatu analisis volumetrik atau
teknik titrasi yang didasarkan pada reaksi
reduksi oksidasi
Jadi, setelah larutan standart ditambahkan ke
dalam larutan sampel terjadi reaksi reduksi
oksidasi antara keduanya atau dengan matrik
yang lain
Reduksi Oksidasi
Reaksi Reduksi, ditandai dengan:
Penurunan bilangan oksidasi
Pengikatan/penerimaan elektron
Pelepasan oksigen
Reaksi Oksidasi, ditandai dengan:
Peningkatan bilangan oksidasi
Pelepasan elektron
Pengikatan oksigen
Oksidator
Oksidator=oksidant= senyawa yang
mengalami reduksi dan mengoksidasi
senyawa lain
Contoh oksidator
Oksidator Hasil reduksi Oksidator Hasil reduksi
F
2
F
-
H
2
O
2
H2O
Cl
2
Cl
-
MnO
4
-
Mn
2+
(asam)
I
2
I
-
MnO
2
(basa)
O
2
H
2
O Cr
2
O
7
2-
Cr
3+
Reduktor
Reduktor = reduktan = adalah senyawa yang
mengalami oksidasi dan mereduksi senyawa
lain
Contoh reduktor
Reduktor Hasil
oksidasi
Reduktor Hasil
oksidasi
Zn Zn
2+
SO
3
2-
SO
4
2-
H
2
H
2
O Fe
2+
Fe
3+
Al Al
3+
C
2
O
4
2-
CO
2
SO
2
SO
4
2-
S
2
O
3
2-
S
4
O
6
2-
CO CO
2
I
-
I
2
Penyetaraan reaksi redoks
Cara setengah reaksi
Cara perubahan biloks

Cat: dengan cara setengah reaksi, kita dapat
mengetahui jumlah elektron yang terlibat
dalam setengah reaksi redoks dan
ekuivalennya
Cara Setengah Reaksi
Memisah dan menuliskan kerangka setengah
reaksi
Menyetarakan jumlah oksigen dan hidrogen
dengan menambahkan H
2
O dan H
+
. Jika
larutan dalam suasana basa maka tambahkan
OH
-
pada kedua ruas yang sama banyaknya
dengan H
+
.
Menyetarakan muatan listrik dengan
menambahkan elektron
Menyetarakan jumlah elektron yang dilepas
dan diikat
Jumlahkan setengah reaksi oksidasi dan
reduksi untuk mendapatkan persamaan reaksi
redoks

Cara Bilangan Oksidasi
Menulliskan zat-zat pereaksi dan hasil reaksi
Tandai unsur-unsur yang mengalami
perubahan biloks dan setarakan jumlah unsur
yang mengalami perubahan biloks tersebut
Setarakan jumlah bertambah dan
berkurangnya bilangan oksidasi.
Berkurangnya bilangan oksidasi menjadi
koefisien reduktor dan sebaliknya.
Setarakan jumlah atom Oksigen dengan
menambahkan H2O dan atom hidrogen
dengan menambahkan H+. Jika larutan dalam
suasana basa maka tambahkan OH
-
pada
kedua ruas yang sama banyaknya dengan H
+
.
Contoh: Setarakan
Zn + NO
3
-
Zn
2+
+ NH
4
+
.(setengah
reaksi)
Fe
2+
MnO
4
-
Fe
3+
+ Mn
2+
CuS + NO
3
-
Cu
2+
+ S + NO (biloks)
Titik ekuivalen
Dalam proses titrasi, titik ekuivalen biasanya
disertai oleh perubahan warna, baik dengan
atau tanpa indikator. Pada saat titik ekuivalen,
dalam titrasi redoks:
Jumlah elektron yang dilepaskan setengah reaksi
oksidasi sama dengan jumlah elektron yang
diterima oleh setengah reaksi reduksi
Satu ekuivalen oksidasi bereaksi dengan satu
ekuivalen reduksi
Jumlah ekuivalen oksidasi = Jumlah ekuivalen
reduksi
(N.V)oksidasi = (N.V)reduksi
(M.V.n)oksidasi = (M.V.n)reduksi
N = normalitas = M.n
M = molaritas, V = volume
n = ekuivalen = jumlah elektron yang terlibat reaksi
untuk 1 mol senyawa
Massa 1 ekuivalen = (Mr atau Ar)/n
Massa ekuivalen (grek=gram ekuivalen)= mol ekuivalen
= massa/1 ekuivalen= massa/(Mr/n) =
(massa/Mr).n = mol. n
N = massa ekuivalen atau mol ekuivalen/V
= (massa/Mr).(1/V).n = (mol/V). n = M.n
Contoh soal
1. Jika KMnO4 berubah menjadi Mn2+, maka massa 1 ekuivalen
MnO4- adalah
jawab. MnO
4
-
+ 8H
+
+ 5e
-
Mn
2+
+ 4H
2
O
1 mol MnO4- = 5 ekuivalen, n=5/1= 5
massa 1 ekuivalen MNO4- = MrKMnO4/n=158,03/5 = 31,606g
2. Jika Fe dioksidasi menjadi Fe3O4, hitung massa 1 ekuivalen Fe
jawab. 3Fe + 4H2O Fe3O4 + 8H+ +8e-
maka: 3 mol Fe = 8 ekuivalen sehingga 1 mol Fe= 8/3 ekuivalen
dan n=8/3
massa 1 ekuivalen Fe = Mr Fe/n = 55,847/8/3 =55,847/8 x 3
=20,943g
Contoh soal
3. Berapa gram Fe2O3 yang diperlukan untuk bereaksi dengan 4 gram
VO menghasilkan FeO dan V2O5 (Mr Fe2O3=159,69, VO=66,94)
Jawab.
Reduksi : Fe
2
O
3
+ 2H
+
+ 2e
-
2FeO + H
2
O
Oksidasi : 2VO + 3H
2
O V
2
O
5
+ 6H
+
+6e
-
Cara I:
Massa 1 ekuivalen Fe2O3 = 159,69/(2/1) =79,85g
Massa 1 ekuivalen VO = 66,94/(6/2) = 22,31g
Mol ekuivalen =massa ekuivalen (grek) untuk 4g VO= 4/22,31=0,18 grek
VO
Massa Fe2O3 yang diperlukan untuk bereaksi dengan 0,18 grek VO
adalah
= 0,18 x 79,85 g = 14,37g
Cara II:
(N.V) Fe
2
O
3
= (N.V)VO, (M.n.V) Fe
2
O
3
=
(M.n.V)VO
(mol.n) Fe
2
O
3
= (mol.n)VO
x/159,69 . 2/1 = 4/66,94. 6/2
x = 6. 159,69/66,94 = 14,31g
Cara III: melalui penyetaraan reaksi dan
konsep mol
3Fe
2
O
3
+ 2VO 6FeO + V
2
O
5
Mol VO=4/66,94 mol
Mol Fe
2
O
3
=3/2. 4/66,94= 6/66,94 mol
Massa Fe
2
O
3
= 6.159,69/66,94 = 14,31g
Permanganometri
Permanganometri adalah suatu cara titrasi atau
analisis volumetric berdasarkan reaksi redoks
dengan menggunakan larutan standar kalium
permanganat (KMnO
4
).
Permanganat merupakan oksidator kuat yang
dalam asam praktis tereduksi menjadi garam
mangan (II) tidak berwarna dan dalam larutan
netral atau alkalis tereduksi menjadi mangan
(IV) oksida.
Larutan permanganat di dalam larutan asam
memberikan 5 ekuivalen oksidasi (Mn
2+
)dan
dalam larutan alkali membentuk 3 ekuivalen
oksidasi (MnO
2
) (Herman, T.Roth.1998)


Penggunaan permanganat sebagai suatu
reagen memang memiliki banyak kelebihan,
antara lain adalah mudah diperoleh, harganya
yang relatif murah, dan tidak memerlukan
indikator tertentu kecuali bila digunakan pada
larutan yang sangat encer.
Garam ini tidak dapat diperoleh dalam
keadaan murni, sehingga garam ini tidak
dapat digunakan sebgai larutan standar
primer.
Oleh karena itu,perlu adanya standarisasi dari
larutan permanganat itu, karena larutan
permanganat bukanlah larutan standar primer,
misalnya natrium oksalat (Na
2
C
2
O
4
).

Na
2
C
2
O
4
baik sebagai larutan standar primer
karena sangat murni, stabil saat pengeringan
dan tidak higroskopis (mudah menyerap uap
air) dengan suasana asam (H
2
SO
4
).
6H
2
C
2
O
4
+ 2MnO
4
-
+ 16H
+
2Mn
2+
+ 16H
2
O
+ 10CO
2
Larutan Na
2
C
2
O
4
semula berwarna bening
pada saat titrasi dilakukan mencapai titik
ekuivalen terjadi perubahan warna menjadi
merah muda jika KMnO
4
sebagai titran
KMnO
4
yang sudah diketahui konsentrasinya
dapat digunakan untuk mengetahui
konsentrasi:


Contoh
1. 25 mL Na
2
C
2
O
4
0,1750M dipanaskan
kemudian di titrasi dengan larutan KMnO
4
.
Jika diperlukan 21,20 mL larutan KMnO
4
,
berapa konsentrasi KMnO
4
? Jawab = 0,0825
(Ar Na=23, C=12, O=16, K=39, Mn=55)
2. 0,35 g natrium oksalat (Na
2
C
2
O
4
) dilarutkan
dalam 250 mL asam sulfat 2N kemudian
diambil 25 mL dan dititrasi dengan KMnO
4
.
Berapa volume yang diperlukan sehingga
molaritas KMnO
4
menjadi 0,5M? Jawab =
0,2088 mL
Contoh
3. Rumus kristal amonium besi (II) sulfat dinyatakan
(NH
4
)
2
SO
4
.FeSO
4
. nH
2
O. Jika 17,33 g dilarutkan,
diasamkan dengan asam sulfat encer hingga 250 mL.
pada titrasi dengan KMnO
4
, 25mL larutan tersebut
memerlukan 27,5 mL KMnO
4
0,0250M. Hitung berapa
nilai n pada senyawa amonium besi (II) sulfat? Jawab
= 12 (N=14, S=32, Fe=56)
4. Garam amonium besi (III) sulfat sebanyak 7,5g
dilarutkan,diasamkan dan diencerkan hingga 250mL.
Sebanyak 25mL larutan tersebut direduksi sehingga
semua besi (III) diubah menjadi besi(II), kemudian
dititrasi dengan larutan KMnO
4
. apabila pada titrasi ini
diperlukan 18,5mL KMnO
4
0,0175M,hitung berapa %
besi dalam garam amonium besi (III)sulfat? Jawab =
12,05%
Contoh
5. Sebanyak 24 g garam ferri amonium sulfat
(Fe
2
(SO
4
)
3
.(NH
4
)
2
SO
4
.2H
2
O dilarutkan dalam 500mL
asam sulfat 2N. 25mL dimasukkan dalam erlenmeyer
dan direduksi dengan SnCl
2
berlebih. Kelebihan SnCl
2

dioksidasi dengan HgCl
2
kmd larutan dititrasi dengan
KMnO
4
yang 25mL distandarisasi dengan 0,25g asam
oksalat. Jika volume KMnO
4
yang dibutuhkan
sebanyak 7 mL,hitung berapa kadar besi dalam
sampel?
Bikromatometri
Bikromatometri adalah suatu cara titrasi atau analisis
volumetric berdasarkan reaksi redoks dengan
menggunakan larutan standar bikromat (Cr
2
O
7
2-
)-kalium
bikromat.
Kalium bikromat biasanya digunakan sebagai larutan
standart primer dalam analisis volumetri
Cr
2
O
7
2-
14H
+
+ 6e 2Cr
3+
+ 7H
2
O E
0
= 1,33 V
- Potensial reduksi kromat lbh kecil drpd permanganat
- Relatif stabil
- Dapat dipanaskan tanpa terdekomposisi
Standar primer K
2
Cr
2
O
7
berwarna kuning

Contoh soal
Sebanyak 5 g sampel dilarutkan dalam 50mL larutan
asam encer. sebanyak 10mL larutan tersebut
diencerkan hingga 25mL dan ditambahkan reduktor
SnCl
2
untuk merubah semua besi menjadi Fe
2+

sehingga volume total menjadi 27mL. Sebanyak 10mL
larutan tersebut dititrasi dengan K
2
Cr
2
O
7
memerlukan
7mL. Berapa % kadar besi yang terdapat di dalam
sampel jika setiap 7mL K
2
Cr
2
O
7
ekuivalen dengan
10mL KMnO
4
dan setiap 3mL KMnO
4
dalam suasana
asam dapat mengoksidasi 1,5mg besi? Jawab 1,362%
(Ar Cr=52, Mn=55, Fe=56)

Jawaban
Reaksi
Fe
2+
Fe
3+
+ e
-
MnO
4
-
+ 8H
+
+ 5e
-
Mn
2+
+ 4H
2
O
5Fe
2+
+ MnO
4
-
+ 8H
+
5Fe
3+
+ Mn
2+
+
4H
2
O
Penentuan konsentrasi KMnO4
(Mol.eq) MnO
4
-
=(mol.eq) Fe
2+
(M.3.5) MnO
4
-
= 1,5mg/55,847.1
M = 0,0269 mmol/15mL= 0,0018M = 0,009N
Penentuan konsentrasi K2Cr2O7
(N.V) MnO
4
-
=(N.V) K2Cr2O7
0,009. 10 = N. 7
N = (0,009. 10)/7 = 0,0129 N
Konsentrasi Fe setelah pengenceran

Konsentrasi Fe sebelum pengenceran
IODO/IODIMETRI
Metode titrasi langsung dinamakan iodometri
mengacu kepada titrasi dengan suatu larutan
iod standar atau titrasi yang melibatkan reaksi
langsung antara laritan standar iod dengan
analit.
Sedangkan metode titrasi tak langsung
dinamakan iodimetri , adalah berkenaan
dengan titrasi dari iod yang dibebaskan dalam
reaksi kimia
Secara umum iodo/iodimetri didasarkan pada
reaksi :
I
2
+ 2e
-
2I
-

Potensial reduksi Iod 0,535 volt jauh lebih
rendah dari kalium permanganat ( KMnO
4
).
Zat-zat penting yang merupakn zat pereduksi
yang cukup tepat untuk dititrasi dengan iodium
adalah tiosulfat, sulfit, sulfide, ferosianida,
timbal (II), stibium (III), arsen (III).
Amylum adalah indikator yang dipakai untuk
menetapkan titik ekuivalen.
Iod sedikit larut dalam air 0,00134 mol tiap 1
liter pada suhu 25
0
C tetapi sangat larut dalam
larutan yang mengandung ion iodide.
Iodium sukar larut dalam air, tetapi mudah
larut dalam KI pekat membentuk ion
triiodida.Ini sekaligus menurunkan tekanan
uap dari iodium sehingga kesalahan akibat
menguapnya iodium dapat dicegah.
I
2
+ I
-
I
3


Penurunan kadar selama penyimpanan
disebabkan oleh reaksi iodide dengan air.
I
2
+ H
2
O HIO + H
+
+ I
-



Larutan standar iodium haruslah disimpan
dalam botol yang gelap untuk mencegah
peruraian HIO oleh cahaya matahari sesuai
persaman reaksi :
2HIO 2H
+
+ 2I
-
+ O
2

Dalam kebanyakan titrasi langsung dengan
iod ,digunakan suatu larutan iod dalam kalium
iodide, dan karena itu spesi reaktifnya adalah
ion triiodida. Untuk tepatnya ,semua
persamaan yang melibatkan reaksi-reaksi iod
seharusnya ditulis dengan I
3
-
dan bukan
dengan I
2
, misal :
I
3
-
+ 2S
2
O
3
2-
3I
-
+ S
4
O
6
2-

akan lebih akurat dari pada :
I
2
+ 2S
2
O
3
2-
2I
-
+ S
4
O
6
2-


bila ion iodide ditambahkan berlebih pada
suatu larutan Cu (II) ,maka suatu endapan CuI
terbentuk.
2Cu
2+
+ 4 I
-
2 CuI
(s)
+ I
2
Kelebihan I
-
dari KI digunakan untuk
meningkatkan kelarutan dan kestabilan I
2
yang
terbentuk
Larutan titran yang sering digunakan dalam
titrasi iodo/iodimetri adalah Larutan titer iodium
dan Larutan titer Na
2
S
2
O
3


Contoh soal
1. Suatu larutan K
2
Cr
2
O
7
dibuat dengan cara melarutkan
1,1466g K
2
Cr
2
O
7
dan diencerkan hingga volume
250mL. Sebanyak 25mL larutan ini ditambah dengan
KI berlebih dan ditambah asam sulfat encer. Iod yang
terbentuk dititrasi dengan larutan natrium thiosulfat dan
membutuhkan 20,2 mL. Hitung konsentrasi natrium
thiosulfat! Jawab = 0,1045M
2. Suatu cuplikan CuSO
4
.5H
2
O sebanyak 4,9875g
dilarutkan dalam 250 mL dan ditambah dengan KI
berlebih kemudian ditambah beberapa tetes amilum
dan dititrasi dengan Na
2
S
2
O
3
0,1055M. Jika diperlukan
19,0 mL larutan Na
2
S
2
O
3
0,1055M, hitung berapa %
tembaga dalam kristal CuSO
4
.5H
2
O! Jawab: 2,552%
Jawaban
1. Reaksi:
Cr
2
O
7
2-
+ 6I
-
+ 14 H
+
2Cr
3+
+ 3I
2
+ 7H
2
O
2S
2
O
3
2-
+ I
2
2I
-
+ S
4
O
6
2-

2. Reaksi:
2Cu
2+
+ 4 I
-
2 CuI
(p)
+ I
2

2S
2
O
3
2-
+ I
2
2I
-
+ S
4
O
6
2-