Anda di halaman 1dari 19

TATA RUANG DALAM

Stradyvary Yfagytha
100113652
BAB I
A. Pengertian Ruang
Tata Ruang Dalam
Menurut Barliana (2008), sebuah bidang yang diperluas dalam arah yang berbeda dari arah
asalnya akan menjadi sebuah ruang. Ruang adalah daerah tiga dimensi dimana obyek dan
peristiwa berada. Ruang memiliki posisi serta arah yang relatif, terutama bila suatu bagian dari
daerah tersebut dirancang sedemikian rupa untuk tujuan tertentu.
Menurut Barliana (2008) sebagai bentuk 3 dimensi, ruang sangat terkait dengan volume.
Secara konsep, sebuah volume mempunyai tiga dimensi, yaitu: panjang, lebar, dan tinggi.
Semua volume dapat dianalisis dan dipahami terdiri atas:
Titik atau ujung di mana beberapa bidang bertemu.
Garis atau sisi-sisi di mana dua buah bidang berpotongan.
Bidang atau permukaan yang membentuk batas-batas volume.
Menurut Barliana (2008) sebagai unsur tiga dimensi, dalam perbendaharaan arsitektur
suatu ruang dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Ruang Kosong/Void, yaitu ruang yang dibatasi oleh bidang-bidang.
2. Ruang Isi/Solid, yaitu ruang yang ditempati massa.
Ruang adalah daerah 3 dimensi dimana obyek dan peristiwa berada. Ruang memiliki posisi
serta arah yang relatif, terutama bila suatu bagian dari daerah tersebut dirancang
sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. Ruang merupakan wadah dari aktivitas-aktivitas
manusia, baik aktivitas untuk kebutuhan fisik mau- pun emosi manusia. Ruang digunakan
untuk mewadahi satu aktivitas manusia atau lebih. Ruang yang digunakan lebih dari satu fungsi
dan aktivitas disebut ruang multifungsi. Ruang yang bisa digunakan untuk mewadahi aktivitas
yang berlainan bahkan untuk aktivitas yang sangat bertentangan (seperti aktivitas sakral dan
profan) disebut ruang yang relatif.
Pengertian Lain,
BAB I
B. Hirarki Pada Sebuah Rumah
Tata Ruang Dalam
Pada suatu hunian terdapat pembagian zona Ruang, yaitu tingkat privasi dari ruang yang
bersangkutan. Tata ruang pada penataan ruang-ruang dengan cara modern ini mengikuti alur
ruang publik - semi publik - privat. Ruang publik adalah ruang yang dapat dimasuki oleh
semua orang (tentunya dengan seijin pemilik rumah). Ruang semi publik adalah ruang yang
dapat dimasuki orang-orang yang dikehendaki saja oleh pemilik rumah. Ruang privat adalah
ruang terbatas hanya untuk pemilik rumah saja atau anggota keluarga pemilik rumah.
Tingkatan privasi zona ruang ini berpengaruh pada desain rumah, yaitu dimana sebaiknya
meletakkan ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga dan sebagainya. Tentunya ada
pertimbangan-pertimbangan dalam meletakkan ruang seperti bagaimana ruang kamar tidur
tidak terlalu terlihat dari ruang tamu.
Rumah-rumah pada saat ini banyak menggunakan pembagian ruang-ruang berikut:
1. Teras (publik)
2. Ruang tamu (publik)
3. Ruang keluarga (semi publik)
4. Ruang makan (semi publik)
5. Ruang tidur (privat)
6. Kamar mandi (privat)
7. Dapur (servis)
RUANG KELUARGA
Pembahasan Tugas Besar
Semi-Publik
Mengapa Ruang Keluarga?
Karena Sebagian besar Anggota keluarga berkumpul dan
melakukan aktivitas di dalam Ruang Keluarga. Selain itu,
di Ruang Keluarga ini Anggota keluarga menjalin/
mempererat Hubungan satu sama lain.
BAB II
A. Pembahasan Ruang Keluarga
Tata Ruang Dalam
Ruang keluarga/ /Living Room adalah tempat yang paling populer di rumah untuk hiburan
tamu, dan di mana keluarga berkumpul untuk mengakhiri hari mereka/ berakhir pekan
bersama, bersantai setelah hari kerja yang panjang atau untuk menikmati program televisi
bersama-sama. Dalam kebanyakan kasus ruang keluarga menjadi ruang utama rumah karena
akan banyak kegiatan di dalamnya. Inilah sebabnya mengapa sangat penting bahwa daerah ini
akan dihiasi dan dibuat menjadi suasana yang bersahabat untuk menjamin kenyamanan
pengunjung. Ketika merencanakan desain ruang keluarga, faktor pertama dan paling penting
untuk menentukan tujuan dari ruangan.
Langkah awal dalam mendesain Ruang Keluarga adalah kita harus memahami fungsi
sebenarnya dari ruang keluarga. "Menentukan desain sangat penting, karena di setiap negara
jenis kegiatan di ruang keluarga sangat beragam,"Ungkap bapak dua anak ini. "Di kawasan
Jazirah Arab, ruang keluarga antara pria dan wanita dipisah, di negara Jepang ruang keluarga
difungsikan untuk kegiatan meminum teh,
Sedangkan di Indonesia sendiri, ruang keluarga berfungsi sebagai berkumpul anggota
keluarga inti. Di samping faktor kebudayaan dan perilaku setiap keluarga yang berbeda. Tak
jarang di Indonesia, ruang keluarga mempunyai kegiatan yang multi fungsi. Seperti kegiatan
makan sambil menonton TV bersama atau anak-anak belajar sambil diawasi kedua
orangtuanya.
Contoh
Desain
Ruang
Keluarga
Untuk standar ukuran Ruang Keluarga ialah 4 x 4 x 4,5 m, Namun, itu dapat berubah ketika
kita melihat besaran Site.
Kegiatan yang terdapat di dalam Ruang Keluaga, antara lain :
1. Bersantai.
2. Berbincang dengan Keluarga/ Saudara/ Teman.
3. Makan + Minum.
4. Bermain.
5. Belajar.
6. Membaca.
7. Bersih-bersih.
8. Mendengarkan musik.
9. Nonton TV.
10. Area Olahraga (Matras, Treadmill dan Sepeda statis).
11. Tidur.
12. Dsb.
Secara psikologis ruang keluarga berfungsi untuk memperat ikatan bathin, mempengaruhi
kedekatan dan keharmonisan anggota keluarga.
BAB II
Tata Ruang Dalam
B. Aktivitas dalam Ruang Keluarga
Ruang Keluarga terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Ruang Keluarga Formal.
2. Ruang Keluarga Multi.
3. Ruang Keluarga sekaligus Ruang Makan.
1. Ruang Keluarga Formal.
Jenis ruang keluarga ini banyak digunakan sebagai tempat berkumpulnya keluarga untuk
membahas berbagai macam aktivitas dan kegiatan hiburan. Peletakan perabot untuk
jenis ruang keluarga formal, hendaknya ditata agar anggota keluarga mudah dalam
kegiatan bercengkerama.
2. Ruang Keluarga Multi.
Disebut multi karena di dalamnya terdapat aktivitas yaitu bercengkerama antaranggota
keluarga, hiburan dan menonton televisi bersama-sama. Supaya ruangan ini terlihat
menarik, kita dapat meletakkan perabot yang berfungsi sebagai focal point (misalnya
cermin dengan bingkai, lukisan, maupun ornamen seni).
3. Ruang Keluarga sekaligus Ruang Makan.
Ada beberapa keluarga yang menggunakan ruang keluarga sekaligus sebagai ruang
makan. Terlebih untuk rumah tinggal modern masa kini yang memiliki keterbatasan
lahan. Pada ruang keluarga ini, kita dapat menempatkan meja yang dapat dijadikan
sebagai meja makan.
BAB II
Tata Ruang Dalam
C. Jenis - jenis Ruang Keluarga
Terdapat 5 Jenis Layout Ruang Keluarga, Yaitu :
1. Fokus pada focal point ruangan (Emphasis on Focal Point).
2. Fokus pada percakapan (Emphasis on Conversation).
3. Kids Friendly.
4. Menekankan pada keseimbangan visual (Emphasis on Visual Balance).
5. Menekankan pada kesimterisan (Emphasis on Alignment or Symmetry).
1. Fokus pada focal point ruangan (Emphasis on Focal Point).
Kebanyakan ruang keluarga di Indonesia membuat desain layout ruang keluarga
berorientasi seperti ini yaitu mengarah ke 1 titik pusat yang biasanya adalah TV.
2. Fokus pada percakapan (Emphasis on Conversation).
Ruang yang menitik beratkan pada percakapan antar pengguna. Baik secara Formal
atau Informal. sehingga disarankan untuk meletakkan Furniture seperti Coffe Table,
Sofa yang mengelilingi meja, dll.
3. Kids Friendly.
Fokus utama pada ruang keluarga adalah untuk mengakomodasi anak sehingga bisa
bermain dengan nyaman di tengah-tengah ruang keluarga. Untuk penyimpanan
Mainan anak, dapat ditempatkan pada sisi samping atau belakang.
BAB II
Tata Ruang Dalam
D. 5 Jenis Layout Ruang Keluarga
4. Menekankan pada keseimbangan visual (Emphasis on Visual Balance).
Terdapat 5 Jenis Layout Ruang Keluarga, Yaitu :
1. Fokus pada focal point ruangan (Emphasis on Focal Point).
2. Fokus pada percakapan (Emphasis on Conversation).
3. Kids Friendly.
4. Menekankan pada keseimbangan visual (Emphasis on Visual Balance).
5. Menekankan pada kesimterisan (Emphasis on Alignment or Symmetry).
BAB II
Tata Ruang Dalam
D. 5 Jenis Layout Ruang Keluarga
Desain layout pada jenis ini menekankan pada sisi keseimbangan.
5. Menekankan pada kesimterisan (Emphasis on Alignment or Symmetry).
Pada jenis ini, ruangan sangat simstris bagian kanan dan kirinya. dan dari jenis layoutnya gaya
desain interior ini terkesan lebih Formal.
BAB II
Tata Ruang Dalam
E. Jenis Furniture
Terdapat 2 Jenis Furniture yang sering dipergunakan yaitu :
1. Loose Furniture.
- Ukuran sesuai dengan Standar Internasional.
- Dapat dipindah-pindahkan.
- Untuk Furnitur ukuran besar, pemasangan harus Knock Down.
2. Built Furnitre.
- Dibuat permanen di tempat.
- Ukuran disesuaikan dengan Lokasi.
- Tidak dapat dipindahkan/ Permanen.
Macam-macam Jenis Furniture :
Loose Furniture.
Yang sering dipergunakan didalam Ruang Keluarga, Antara lain :
1. Televisi, Ukuran dari 21 Inch - 49 Inch.
2. Audio, Disesuaikan dengan kebutuhan.
3. Sofa, 1 Tempat, 2 Tempat, 3 Tempat, 4 Tempat.
4. Telephone.
5. Console Table, Meja tinggi dengan/ Tanpa laci dan mempunyai kaki
Ukuran : (100-140) x (35-45) x (75x90) cm.
6. Credenza, Lemari rendah dan panjang.Berfungsi menyimpan, terdiri atas Laci/
Rak berpintu/ tidak berpintu dengan tinggi <90 cm.
Ukuran : (120-200) x (50-60) x (75-90) cm.
7. Armoire, Lemari 2 pintu untuk menyimpan TV.
Ukuran : (120-150) x (60-80) x (140-160) cm.
8. Tallboy, Lemari dengan laci bersusun Vertikal dengan tinggi <120 cm.
Ukuran : (45-50) x 50 x (110x120) cm.
9. Dresser, Lemari dengan laci susun Vertical-horizontal dengan tinggi <90 cm.
Built-In Furniture
Disesuaikan dengan tema yang akan diberikan, dan seuaikan dengan Besaran/ Luas
Ruang.
BAB II
F. Syarat Kenyamanan Ruang Keluarga
Tata Ruang Dalam
1. Berikan Efek Luas dan Lapang.
2. Penentuan Tema.
3. Pemilihan dan Penataan Furniture.
4. Dekorasi dan Aksesoris.
5. Pemberian Pencahayaan yang Cukup.
6. Entertainment attached.
7. Sirkulasi Udara yang Lancar.
BAB II
Tata Ruang Dalam
1. Berikan Efek luas dan Lapang.
F. Syarat Kenyamanan Ruang Keluarga
Hal ini adalah yang utama yang harus dipenuhi untuk mendapatkan rasa nyaman yang
diinginkan. Efek luas dan lapang pada ruang, tidak selalu bahwa secara fisik ruangan
haruslah besar dan luas. Efek luas dan lapang ini bisa didapatkan misalnya dengan pemilihan
jenis furniture yang simpel dan kompak, penerapan sistem open-plan atau denah terbuka
dimana desainnya meminimalisir penggunaan dinding-dinding masif, pemilihan warna
interior yang tepat dan pencahayaan yang cukup.
2. Penentuan Tema.
Membangun ruang keluarga biasanya diawali dengan membangun tema dan suasana yang
diinginkan terlebih dahulu. Sesuaikan tema ruang dengan fungsinya, misalnya jika ruang
keluarga ini juga berfungsi sebagai ruang bermain anak, pilihlah tema yang ringan, playful,
cerah dan cenderung bergaya modern atau kontemporer.
3. Pemilihan dan Penataan Furniture.
Furniture menjadi faktor pertama yang menjadi penentu sebuah ruang itu nyaman atau
tidak untuk ditinggali. Pemilihan dan penataan yang tepat tentu saja akan memberikan efek
yang baik pula. Untuk memberikan efek nyaman dalam ruang keluarga, sebaiknya pilih
jenis furniture yang mempunyai fungsi ganda, secara ergonomik dia nyaman digunakan,
tidak terlalu banyak ornamen (kecuali memang untuk ditempatkan di ruangan yang luas
dan bertema klasik), dan perhatikan pula warna finishingnya.
4. Dekorasi dan Aksesoris.
Aksesori ruang bisa jadi sebagai pelengkap yang dapat menunjang keindahan dan suasana
ruang. Tanpa aksesori, ruang akan "kosong". Namun untuk memilih dan
menempatkannya, sesuaikan dengan tema ruang secara keseluruhan.
BAB II
Tata Ruang Dalam
6. Entertainment attached.
F. Syarat Kenyamanan Ruang Keluarga
Peralatan audio-video merupakan salah satu fasilitas pelengkap yang dapat menunjang
suasana nyaman di ruang keluarga. Untuk menempatkannya, pikirkan dari awal penataan
ruang. Ini menyangkut keberadaan jaringan kabel listrik dan audionya. Sebaiknya peralatan
video-audio player ditempatkan di salah satu area dinding yang melebar. Ini agar film yang
diputar bisa dinikmati bersama tanpa halangan.
7. Sirkulasi Udara yang Lancar.
Perhatikan sirkulasi udara, hal ini penting dilakukan karena ruang keluarga merupakan
tempat aktivitas yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Dengan kualitas udara sehat
diharapkan dapat meningkatkan kesehatan anggota keluarga.
5. Pemberian Pencahayaan yang Cukup.
Menata cahaya pada ruang tidak harus berbiaya mahal dan rumit. Jika ingin cahaya yang
terang merata, pasang lampu downlight. Sebaiknya yang memiliki dimmer agar dapat
diatur tingkat terang-gelapnya. Tambahkan titik-titik lampu yang menyorot objek yang
ingin di-blow up agar keindahannya makin menonjol.
BAB II
Tata Ruang Dalam
1. Material.
G. Material Ruang Keluarga
Untuk menghadirkan suasana pada ruang keluarga, menata tampilan dinding adalah salah
satu caranya. Misalnya dengan aplikasi warna, material pelapis dinding, hingga melubangi
dinding. Dinding dapat berupa dinding ekspos, atau dilapisi wallpaper. Pada dasarnya
material dinding pada ruang keluarga sama dengan material dinding ruang tamu. Yang
membedakan adalah pemilihan warna. Pada ruang keluarga biasanya penghuni rumah
lebih memilih warna yang natural untuk mendapatkan kesan nyaman.
2. Lantai.
Saat ini sudah banyak jenis lantai seperti teraso,granite tile, batu alam ,granit, marmer,
keramik, parket/ lantai kayu, hingga yang berbentuk sheet seperti karpet dan vinil.
BAB III
Tata Ruang Dalam
H. Denah Tugas Besar TRD
BAB III
Tata Ruang Dalam
I. Spesifikasi Denah Tugas Besar TRD
Pemilik : Pak Adolf
Lokasi : Tangerang
Luas Bangunan : 4000 m2
Jumlah Lantai : 2 Lantai
Penghuni : 1 Istri
2 Anak
1 Pembantu
1 Pengasuh Anak
Ruang Keluarga : 30 m2
Terdapat akses selebar 1,7 m pada sisi timur.
Untuk bukaan pada Ruang Keluarga ini terdapat
pada sisi Selatan dan sisi Barat. Untuk sisi Selatan
bukaan berupa jendela selebar 2 m dan tinggi 1,8 m.
sedangkan bukaan berupa pintu yang merupakan
akses untuk menuju teras berada disisi Barat, dan
bukaan ini berupa Slideing Door.
BAB III
Tata Ruang Dalam
I. Spesifikasi Denah Tugas Besar TRD
Terima Kasih