Anda di halaman 1dari 10

PERUBAHAN PSIKOLOGIS KALA I

PERSALINAN
Dosen Pembimbing : Finta Isti Kundarti, M.Keb
Riska Destiana (1302460020)
Fina Azaima (1302460035)
Tinta Julianawati (1302460047)
Dwi Novitasari (1302460053)
Menurut Essentials of maternity nursing, beberapa respon
psikologis yang dapat diobservasi pada kala I persalinan,
adalah sebagai berikut:
Verbal
interaction
(interaksi
verbal)
Body postur
set (sikap
tubuh dan
cara
istirahat)
Perceptual
Acuity (
kemampuan
pemahaman
terutama
dalam
menerima
pengalaman
bersalin)
Energy
Level
(tingkat
kekuatan
tubuh :
lelah, kurang
istirahat)
Discomfort
of pain
(reaksi ibu
terhadap
kontraksi
uterus)
Cultural
Background
( latar
belakang
budaya)
Dukungan terhadap
perubahan
psikologis dapat
diperoleh dari
Lingkungan
Teman yang
mendukung
Mobilitas
Pemberian
informasi
tentang
teknik
relaksasi
Percakapan
Dorongan
semangat
Kondisi psikologis
yang sering terjadi
pada wanita dalalam
persalinan kala I
Kecemasan dan
ketakutan pada dosa-
dosa atau kesalahan-
kesalahan sendiri.
Adanya harapan-
harapan mengenai
jenis kelamin bayi
yang akan dilahirkan.
Muncul ketakutan
mengahadapi
kesakitan dan
resiko bahaya
melahirkan
bayinya
Relasi ibu dengan calon
anaknya terpecah,
sehingga polaritas
AKU-KAMU menjadi
semakin jelas
Sering timbul rasa
jengkel, tidak
nyaman, badan
selalu kegerahan,
tidak sabaran
Timbulnya rasa
tegang, ketakutan,
kecemasan, dan
konflik-konflik
batin.
kegelisahan
dan kekuatan
menjelang
kelahiran bayi
Ketakutan
Iriil
Perasaan
Bersalah
Trauma
Kelahiran
Takut Mati
Kecemasan
menghadapi
persalinan
Intervensinya: kaji penyebab kecemasan,
orientasikan ibu terhadap lingkungan ,
pantau tanda vital (tekanan darah dan
nadi), ajarkan teknik-teknik relaksasi,
pengaturan nafas untuk memfasilitasi rasa
nyeri akibat kontraksi uterus.

Kurang
pengetahuan
tentang proses
persalinan
intervensinya: kaji tingkat
pengetahuan, beri informasi
tentang proses persalinan
dan pertolongan persalinan
yang akan dilakukan,
informed consent
Kemampuan
mengontrol diri
menurun (pada kala I
fase aktif)
intervensinya: berikan
support emosi dan fisik,
libatkan keluarga (suami)
untuk selalu mendampingi
selama proses persalinan
berlangsung.

Anda mungkin juga menyukai