Anda di halaman 1dari 39

Mekanika Fluida Page 1

BAB V
ALAT TRANSPORTASI FLUIDA

5.1 Pendahuluan
Peranan pompa, fan, blower dan kompresor sangat penting. Sebagai
contoh, pompa sebagai salah satu alat bantu untuk memindahkan zat cair dari satu
tempat ketempat lainnya. Untuk melaksanakan fungsi itu masih diperlukan
perangkat tambahan lainnya sehingga peran sebagai sarana pemindah zat cair
dapat dilaksanakan dengan baik. Adapun perangkat tambahan yang dimaksud
adalah sistem perpipaan sebagai sarana atau tempat mengalirnya cairan dari satu
tempat ke tempat lainnya. Dalam melaksanakan fungsi transfer atau perpindahan
zat cair/fluida, maka pompa harus mampu mengatasi sejumlah tahanan dari
jaringan pipa hendak yang dilaluinya. Efektifitas sebuah sistem perpipaan dan
pemompaan dapat ditentukan oleh jenis pompa yang digunakan. Dalam makalah
ini akan dibahas berbagai jenis pompa yang sering digunakan. Jenis pompa dapat
dibedakan berdasarkan cara kerja dan bagian-bagian yang menyusun pompa
tersebut. Penggunaan fan blower sangat umum dan cukup luas pemakaiannya,
salah satunya untuk pengkondisian udara pada suatu ruangan. Fungsi penyediaan
udara bersih disuplai oleh alat yang dinamakan fan dan blower. Penentuan daya
dan pemilihan jenis fan dan blower sangat ditentukan oleh karakteristik yang
dikehendaki pada ruangan tersebut. Penggunaan kompresor kebanyakan lebih
diminati untuk pelayanan yang membutuhkan udara bertekanan tinggi. Kompresor
memiliki tekanan kerja yang tertinggi dibanding dengan jenis-jenis mesin fluida
bertekanan lainnya.
Pemindahan fluida melalui pipa, peralatan, ataupun udata terbuka
dilakukan dengan bantuan pompa, kipas (blower) dan kompressor. Alat-alat
tersebut berfungsi untuk meningkatkan energi mekanik fluida. Tambahan energi
itu lalu digunakan untuk meningkatkan kecepatan, tekanan atau elevasi
(ketinggian) fluida. Dalam kasus khusus logam cair, tambahan energi itu dapat
dilakukan dengan pengaruh medan elektromagnet yang berputar. Pengangkat


Mekanika Fluida Page 2

udara, pompa jet dan ejector menggunakan energi dari fluida kedua untuk
memindahkan fluida pertama. Tetapi metode yang paling umum untuk
menambahkan energi ialah aksi anjakan positif atau aksi sentrifugal yang
diberikan dengan gaya dari luar. Kedua metode ini manghasilkan dua jenis
peralatan utama pemindah fluida : yang pertama yang menggunakan tekanan
langsung pada fluida dan yang kedua yang menggunakan momen puntir untuk
membangkitkan rotasi (putaran). Dalam kelompok pertama termasuk piranti-
piranti anjakan positif dan dalam kelompok kedua pompa sentrifugal, blower dan
kompressor. Disamping itu, pada piranti anjakan positif gaya yang diperlukan bisa
diberikan piston (torak) yang bekerja didalam silinder atau bagian penekan yang
berputar. Jenis pertama disebut mesin bolak balik (reciprocating machines) dan
jenis kedua merupakan anjakan positif putar (rotary positive displacement
machines).
Istilah pompa (pump), kipas (fan), blower dan compressor tidak
mempunyai arti yang tepat. Umpamanya pompa angin dan pompa vacum adalah
mesin-mesin untuk memampatkan gas. Namun, pada umumnya pompa ialah alat
untuk memindahkan zat cair, sedangkan kipas, blower atau kompressor
menambahkan energi pada gas. Kipas membuang udara pada volume besar
keruang terbuka atau talang besar, biasanya merupakan mesin putar kecepatan
rendah dan tekanan yang dibangkitkannya hanyalah sekitar beberapa inci saja.
Kompresor membuang pada tekanan 2 sampai beberapa ribuan atmosfer.
Dari sudut pandangan mekanika fluida, fenomena yang berlangsung
didalm piranti-piranti itu dapat dikelompokkan dibawah dua judul umum, yaitu
aliran mampu mampat dan aliran tak mampu mampat. Dalam pompa dan kipas,
densitas fluida tidak berubah banyak dan dalam membahas piranti ini, teori aliran
tak mampu mampat cukup memadai. Dalam hal blower dan compressor,
peningkatan densitas itu cukup besar, sehingga kita tidak bisa menggunakan
pengandaian penyederhanaan bahwa densitas tetap dan untuk ini kita harus
menggunakan teori aliran mampu mampat.
Dalam semua alat itu persyaratan untuk kerja dan karakteristik operasi
alat sangat penting. Kapasitas aliran biasanya diukur dalam aliran volumetric


Mekanika Fluida Page 3

dalam persatuan waktu pada densitas tertentu kebutuhan daya dan efisiensi
mekanik jelas sangat penting. Keandalan dan kemudahan pemeliharaan juga
merupakan hal yang diinginkan. Dalam alat-alat kecil, kesederhanaan operasi
tanpa kesulitan merupakan hal yang lebih diutamakan daripada efisiensi mekanik
yang tinggi yang hanya menghasilkan penghematan daya beberapa kilowatt saja.

5.2 Macam-Macam Alat Transportasi Fluida
1. Pompa
Pada pompa, densitas fluida konstan dan besar. Perbedaan tekanan
biasanya cukup kasar dan konstruksinya pun perlu berat.
Tinggi takan yang dibangkitkan. Contoh penggunaan pompa digambarkan dengan
diagram pada gambar 5.1. Pompa itu dipasang didalam jalur pipa guna
memberikan energi yang diperlukan untuk menarik zat cair dari reservoir dan
membuangnya dengan laju aliran volumetric yang konstan pada waktu keluar dari
jalur pipa pada ketinggian diatas permukaan zat cair. Pada pompa itu sendiri, zat
cair masuk melalui sambungan isap pada stasion a dan keluar melalui sambungan
buang pada stasion b. persamaan Bernoulli dapat kita tuliskan antara stasion a dan
b. oleh karena itu satu-satunya gesekan ialah gesekan yang terjadi didalam pompa
itu sendiri, yang telah diperhitungkan dalam efisiensi mekanik, hf=0, jadi
persamaan dapat dituliskan




Kuantitas dalam kurung disebut tinggi tekan total (total head) dan ditandai dengan
H,
H = p + gZ + V
2

gc 2gc


..(5-1)


Mekanika Fluida Page 4


Gambar 5.1 sistem aliran pompa

Perbedaan tinggi sambungan masuk dan sambungan keluar pada pompa biasanya
dapat diabaikan, sehingga Za dan Zb dapat dikeluarkan dari persamaan 5-1. Jika
Ha ialah tinggi tekan total isap dan Hb tinggi tekan total buang dan H= Hb-Ha,
maka persamaannya dapat dituliskan ;
Wp = Hb Ha = H (5-2)


Kebutuhan daya. Daya yang didistribusikan kepada penggerak pompa dari sumbu
luar ditandai dengan lambing Pb. Nilainya dihitung dari Wp dengan
Pb = m Wp = m H .(5-3)


Dimana m adalah laju aliran massa.
Daya yang diberikan pada fluida dihitung dari laju aliran massa dan tinggi tekan
yang dibangkitkan pompa. Daya ini ditandai dengan lambang Pf dan didefenisikan
sebagai
Pf = m H..(5-4)
Dari persamaan 8-4 dan 8-5
Pb = Pf ..(5-5)


Persamaan 5-1 sampai 5-5 dapat pula digunakan untuk kipas dengan
menggunakan densitas rata-rata = (
a
+
b
) sebagai pengganti .


Mekanika Fluida Page 5

Angkatan isap dan kavitasi. Daya yang dihitung dengan persamaan 5-3
bergantung pada perbedaan tekanan antara titik buang dan titik isap dan tidak
bergantung pada tinggi tekanan. Dari segi energi, tidaklah menjadi soal apakah
tekanan isap itu berada dibawah tekanan atmosfer atau jauh diatasnya, asal fliuda
itu tetap berwujud cair. Akan tetapi jika tekanan hisap hanya sedikit lebih tinggi
dan tekanan uap, sebagian zat cair itu mungkin berubah menjadi uap (flash)
didalam pompa. Proses ini disebut dengan kavitasi (cavitation). Akibatnya
kapasitas pompa jauh berkurang, dan dapat pula menyebabkan terjadinya erosi
yang hebat. Jika tekanan isap itu sampai kurang dari tekanan uap, kavitasi akan
terjadi pada pipa isap, dan zat cair tidak akan terisap ke pompa.
Untuk mencegah terjadinya kavitasi, tekanan pada waktu masuk pompa
harus lebih besar dari tekanan uap yaitu pada suatu nilai tertentu diatas tekanan
uap. Nilai itu disebut tinggi tekan isap positif neto (net positive suction head) atau
NPSH. Nilai NPSH yang diperlukan ialah 5 sampai 10 ft untuk pompa sentrifugal
kecil (sampai 100 gal/min) tetapi meningkat dengan kapasitas pompa, kecepatan
impeller dan tekanan buang, dan untuk pompa yang sangat besar disarankan nilai
sebesar 50 ft
6
.untuk pompa yang mengisap dari reservoir, seperti terlihat pada
gambar 5-1, NPSH yang bisa didapatkan biasanya dihitung sebagai :

( )



Dimana Pa = tekanan absolute pada permukaan reservoir
Pv = tekanan uap
h
fs
= gesekan didalam pipa isap
Tinggi tekan kecepatan pada lubang masuk pompa , yaitu a
a
Va
2
/2g
c
dapat
dikurangkan dari hasil yang didapatkan dari persamaan 5-6 sehingga didapatkan
hasil yang secara teoritis lebih benar mengenai NPSH yang tersedia, tetapi nilai
ini bisanya hanya 1 sampai 2 ft dan biasanya sudah diperhitungkan dalam nilai
NPSH yang disarankan oleh pabrik pembuat pompa.
..(5-6)


Mekanika Fluida Page 6

Dalam situasi khusus dimana zat cairnya dapat dianggap tidak mudah
menguap (Pv=0), dan gesekan dapat diabaikan (hfs = 0), dan tekanan pada stasion
a ialah tekanan atmosfer, nilai maksimum yang bisa didapatkan untuk angkatan
isap didapatkan dengan mengurangkan nilai NPSH uang diperlukan dan tinggi
tekan barometer. Untuk air, nilai angkatan isap maksimum ini ialah 34 ft : nilai
praktisnya ialah maksimum 25 ft.

Contoh 5-1 benzena pada suhu 100
o
F (37.8
o
C) dipompakan melaui sistem pada
gambar 5-2 dengan lauju 40 gal/min (9,09 m
3
/jam). Reservoir berada pada
tekanan atmosfer. Tekanan pengukur pada ujung pipa buang ialah 50 lbf/in2 (345
kN/m
2
). Buangan itu berada 10 ft di atas permukaan reservoar sedangkan isapan
pompa 4 ft di atas permukaan itu. Pipa buang ialah pipa 1 in skedul 40.
Gesekan di dalam pipa isap diketahui besarnya 0,5 lbf/in
2
(3,45 kN/m
2
) dan pipa
buang 5,5 lbf/in
2
(37,9 kN/m
2
). Efisiensi mekanik pimpa adalah 0,60 (60%).
Densitas benzene ialah 54 lb/ft3 (865 kg/m
3
) dan tekanan uapnya pada 100
o
F
(37,8
o
C) ialah 3,8 lbf/in
2
(26,2 kN/m
2
).hitunglah (a) tinggi tekan yang
dibangkitkan pompa (b) daya total yang diperlukan (c) tinggi tekan isap positif
neto.
Penyelesaian (a) kerja pompa Wp didapat dengan menggunakan pers (5-1).
Stasion hula a ialah permukaan zat cair di dalam reservoar, dan stasion hilir b
ujung pipa buang seperti terlihat pada gambar 5-1. Bila permukaan didalam tangki
kita pilih sebagai tinggi acuan dan kita ingat bahwa Va = 0, pers (5-1) akan
menjadi
Wp =
b
+ gZ
b
+
b
V
b
2
+ h
f
-
a

g
c
2g
c

kecepatan keluar Vb didapat dengan menggunakan data dari lampiran 6. Untuk
pipa 1 in. skedul 40 kecepatan 1 ft/det berarti laju aliran 6,34 gal/min, dan
Vb = 40 = 6,31 ft/det
6,34

Dengan
b =
1,0 pers (5-1) memberikan


Mekanika Fluida Page 7


w
p
= (14,7 +50) 144 + g 10 + 6,31
2
+ (5,5+0,5)144 - 14,7 x 144
54 gc 2 x 32,17 54 54

=159,9 ft-lbf/lb

Dari pers 5-2 w
p
ialah juga tinggi tekan yang dibangkitkan dan

H = Hb Ha = 159,9 ft-lbf/lb (477,9 J/kg)

(b) laju aliran massa ialah

m = 40 x 54 = 4,81 lb/det (2,18 kg/det)
7,48 x 60

Daya yang diperlukan dari pers (5-3) ialah

P
p
= 4,81 x 159,9 = 2,33 h
p
(1,74 Kw)
550 x 0,60

(c) tekanan uap menunjukkan tinggi tekan

3,8 x 144 = 10,1 ft-lbf/lb (30,2 J/kg)
54
Gesekan didalam pipa isap adalah

h
f =
0,5 x 144 = 1,33 ft lbf/lb (3,98 J/kg)
54

Jadi, nilai NPSH yang tersedia, dengan mengandaikan g/gc = 1, ialah

NPSH = 39,2 - 10,1 - 1,33 -4 = 23,77 ft (7,25 m)

Pompa anjakan positif. Pada kelompok utama pertama pompa ini, volume
tertentu zat cair terperangkap di dalam suatu ruang, yang berganti-ganti diisi
melalui pemasuk dan dikosongkan pada tekanan yang lebih tinggi melalui
pembuang. Ada dua sub kelompok pompa anjakan positif. Pada pompa bolak
balik ruang itu ialah silinder stasioner yang berisi piston atau plunyer; sedang
pada pompa puter, ruangnya bergerak dari pemasuk sampai pembuang dan
kembali lagi ke pemasuk.
Pompa bolak-balik. Contoh pompa bolak-balik (reciprocating pump) ini adalah
pompa piston, pompa plunyer, dan pompa diafragma. Dalam pompa piston zat
cair ditarik melalui katup searah pemasuk kedalam silinder dengan menarik


Mekanika Fluida Page 8

piston, dan kemudian didorong keluar melalui katup searah pembuang pada waktu
langkah kembali. Kebanyakan pompa piston beraksi ganda, artinya zat cair itu
masuk berganti-ganti pada kedua sisi piston, sehingga satu bagian silinder dalam
keadaan mengisi sedang bagian yang lain dalam keadaan dikosongkan. Sering
pula dua silinder atau lebih dipasang sejajar dengan satu pemasuk bersama dan
satu pembuang bersama, dan konfigurasi piston tersebut diatur pula sehingga
fluktuasi laju buangan menjadi sekecil mungkin. Piston itu dapat digerakkan oleh
motor melalui roda gigi reduksi ; atau barang piston itu dapat pula digerakkan
langsung dengan menggunakan silinder uap. Takanan buang maksimum untuk
pompa piston komersial ialah kira-kira 50 atm.
Untuk tekanan yang lebih tinggi digunakan pompa plunyer. Contohnya
terlihat pada gambar 5-3a. sebuah silinder berdinding tebal dan berdiameter kecil
berisi plunyer bolak-balik yang sesuai rapat, yang tidak lain merupakan
perpanjangan dari batang piston. Pada batas langkah nya plunyer itu mengisi
hamper keseluruhan ruang silinder . pompa plunyer selalu beraksi tunggal dan
biasanya digerakkan dengan motor. Pompa ini dapat membuang melawan tekanan
1500 atm atau lebih.
Pada pompa diafragma, bagian bolak-baliknya terbuat dari diafragma
fleksibel dari logam, plastic atau karet. Hal ini menghindarkan diperlukannya
isian padat atau perapat yang bersentuhan dengan fluida yang dipompakan, dan ini
merupakan suatu hal yang menguntungkan, bila kita harus menangani zat cair
beracun atau korosif. Contoh pompa ini terlihat pada gambar 5-3b. pompa
difragma dapat digunakan untuk mengangani zat cair yang kuantitasnya kecil atau
sedang, yaitu sampai 100 gal/min , dan dapat membangkitkan tekanan sampai 100
atm.
Efisiensi mekanik pompa bolak-balik berkisar antara 40-50 % untuk
pompa kecil hingga 70-90% untuk pompa besar. Efisiensi hamper tidak
bergantung pada kecepatan dalam daerah operasi normal dan berkurang sedikit
bila tekanan buang lebih tinggi, karena adanya tambahan geseran dan kebocoran.


Mekanika Fluida Page 9


Gambar 5-2 Pompa bolak-balik anjakan positif: (a) pompa plunyer (b) pompa
diafragma
Efisiensi volumetric. Rasio volume zat cair yang dibuang terhadap volume
sapuan piston atau plunyer disebut efisiensi volumterik. Pada pompa anjakan
positif, efisiensi volumterik itu hamper konstan saja dengan peningkatan tekanan,
walaupun agak berkurang sedikit karena kebocoran. Oleh karena volume
alirannya tetap, pompa plunyer dan pompa diafragma banyak dipakai sebagai
pompa pengukur (metering pump)


Mekanika Fluida Page 10


Gambar 5.3 Pompa roda gigi: (a) pompa roda gigi lurus (b) pompa roda gigi
dalam

Pompa putar. Ada bermacam-macam jenis pompa anjakan-positif putar, ada
yang memakai pompa roda-gigi (gear pump), pompa cuping (lobe pump), pompa
ulir (screw pump), pompa bubungan (cam pump), dan pompa suhu (vane pump).
Dua buah contoh pompa roda-gigi disajikan pada Gambar 5-3. Berbeda dari
pompa bolak-balik, pada pompa putar tidak terdapat katup searah. Toleransi yang
ketat antara bagian-bagian yang bergerak dan bagian-bagian yang stasioner
mengurangi kebocoran dari ruang buang kembali ke ruang isap; tetapi hal ini juga
mengurangi kecepatan operasi. Pompa putar beroperasi paling memuaskan dengan
fluida yang bersih dan agak viskos, seperti minyak pelumas ringan. Tekanan
buangnya dapat mencapai 200 atm atau lebih.
Pada pompa roda-gigi lurus (spur-gear pump) (Gambar 5-3a), dua roda
gigi yang saling bersesuaian berputar dengan toleransi yang cukup ketat di dalam
rumahannya. Zat cair yang masuk melalui pipa isap pada dasar rumahan
ditangkap dalam ruang-ruang antara gigi dan dinding rumahan, dan dibawa
berputar sampai ke bagian atas rumahan lalu didorong ke luar melalui lubang
buang. Zat cair itu tidak dapat melintas kembali ke ruang isap karena rapatnya
kesesuaian gigi-gigi di tengah pompa.
Pada pompa roda gigi dalam (Gambar 5-3b), sebuah roda-gigi lurus, atau
pinyon (pinion) disesuaikan dengan roda-gigi gelang yang mempunyai gigi dalam.


Mekanika Fluida Page 11

Kedua roda-gigi itu ditempatkan di dalam sebuah rumahan. Roda gigi gelang itu
mempunyai sumbu yang terletak di pusat rumahan, tetapi pinyon, yang
digerakkan dari luar, terpasang eksentrik terhadap pusat rumahan. Lalu ada lagi
sebuah logam berbentuk bulan sabit yang mengisi ruang antara kedua roda-gigi.
Zat cair dibawa dari pemasuk ke pembuang oleh kedua roda-gigi, yaitu di dalam
ruang antara roda-gigi dan bulat sabit.

Pompa sentrifugal. Pada kelompok besar pompa yang kedua ini, energi mekanik
zat cair ditingkatkan dengan aksi sentrifugal. Contoh pompa sentrifugal yang
sederhana namun paling umum dipakai, terlihat pada Gambar 5-4a. Zat cair
masuk melalui sambungan isap yang konsentrik dengan sumbu suatu elemen putar
berkecepatan tinggi yang disebut impeler (impeller). Impeler ini mempunyai
sudu-sudu radial yang dicorkan pada impeler tersebut. Zat cair mengalir ke luar di
dalam ruang-ruang antara sudu, dan meninggalkan impeler dengan kecepatan
yang jauh lebih besar dari pada pada waktu masuk. Bila pompa bekerja dengan
baik, ruang diantara sudu-sudu terisi penuh oleh zat cair yang mengalir tanpa
kavitasi. Zat cair yang meninggalkan keliling luar impeler dikumpulkan di dalam
rumahan berbentuk spiral yang dinamakan volut (volute) dan meninggalkan
pompa melalui sambungan buang yang arahnya tangensial (arah singgung).
Dalam volut itu tinggi-tekan kecepatan zat cair dari impeler diubah menjadi
tinggi-tekan tekanan. Daya diberikan kepada-fluida oleh impeler dan
ditransmisikan ke impeler oleh momen puntir poros penggerak, yang biasanya
digerakkan dengan motor yang dihubungkan langsung. Motor itu berputar dengan
kecepatan konstan, biasanya pada 1.750 put/mm (putaran per menit).
Pada keadaan ideal di mana alirannya tanpa gesekan, efisiensi mekanik
pompa sentrifugal tentulah 100 persen, dan . Pompa ideal yang bekerja pada
kecepatan tertentu akan memberikan buangan dengan laju tertentu pada tinggi-
tekan bangkitan tertentu. Pada kenyataannya, berhubung adanya gesekan dan
penyimpangan-penyimpangan dari kesempurnaan, efisiensi pompa jauh di bawah
kondisi ideal ini.
Pompa sentrifugal merupakan mesin pemompaan yang paling banyak
dipakai dalam pabrik-pabrik pada umumnya. Pompa ini terdapat dalam berbagai


Mekanika Fluida Page 12

jenis di samping jenis mesin volut sederhana yang ditunjukkan pada Gambar 5-4a.
Jenis yang cukup umum menggunakan impeler isap-ganda, yang menarik zat cair
dari dua sisi, seperti pada Gambar 5-4b. Di samping itu impelernya dapat pula
berbentuk laba-laba terbuka atau dapat pula terkurung atau terselubung. Macam
ragam pompa sentrifugal, ukurannya, rancangannya, dapat dilihat pada berbagai
buku pegangan dan buku pelajaran tentang pompa, dan terutama pada katalog-
katalog yang diterbitkan oleh pabrik-pabrik pembuat pompa.


Gambar 5.4 Pompa sentrifugal volut: (a) isapan tunggal (b) isapan ganda

Teori pompa-sentrifugal. Persamaan dasar yang menghubungkan daya, tinggi-
tekan yang dibangkitkan, dan kapasitas pompa sentrifugal diturunkan untuk
pompa ideal dan prinsip-prinsip fundamental dinamika fluida. Oleh karena unjuk
kerja pompa dalam keadaan sebenarnya berbeda jauh dari pompa ideal, pompa
sebenarnya dirancang dengan menerapkan koreksi-koreksi yang ditentukan secara
eksperimental, terhadap kondisi ideal itu.
Pada Gambar 5-5 terlihat diagram yang menunjukkan bagaimana zat cair
itu mengalir melalui pompa sentrifugal. Zat cair itu masuk secara aksial dari
sambungan isap yaitu stasion . Di pusat putaran impeler, zat cair itu menyebar
secara radial memasuki saluran-saluran antara sudu pada stasion . Zat cair itu


Mekanika Fluida Page 13

lalu mengalir melalui impeler meninggalkan tepi impeler pada stasion , dan
mengumpul di dalam volut, lalu keluar pompa dari pembuang, stasion .


Gambar 5.5 pompa sentrifugal dengan menunjukkan stasion-stasion bernoulli


Mekanika Fluida Page 14


Gambar 5.6 kecepatan pada waktu masuk dan keluar dari sudu pompa sentrifugal:
(a) vector dan sudu (b) diagram vector pada ujung sudu

Unjuk kerja pompa dianalisis dengan memperhatikan ketiga bagian dari
lintasan total itu satu per satu: pertama, aliran dari stasion ke stasion ; kedua,
aliran melalui impeler dari stasion ke stasion ; dan ketiga, aliran melalui volut
station ke stasion . Jantung pompa itu adalah impelernya, dan teori mekanika-
fluida dari bagian kedua itulah yang akan kita tinjau terlebih dahulu.
Pada Gambar 5-6 terlihat sebuah sudu, yaitu salah satu dari banyak sudu
yang terdapat pada impeler itu. Vektor-vektor pada gambar menunjukkan
berbagai kecepatan pada stasion dan stasion , yaitu pada waktu masuk dan
pada waktu keluar dari sudu itu. Perhatikan terlebih dahulu vektor-vektor pada
stasion . Sesuai dengan rancangan pipa, garis singgung terhadap impeler pada
ujung impeler itu membuat sudut

dengan garis singgung terhadap lingkaran


yang digambarkan oleh ujung impeler. Vektor

ialah kecepatan fluida pada titik




Mekanika Fluida Page 15

, sebagaimana terlihat oleh pengamat yang bergerak bersama impeler ; jadi, ini
merupakan kecepatan relatif. Sekarang kita terima dua buah idealisasi. Pertama,
kita andaikan bahwa semua zat cair yang mengalir melintas tepi luar impeler
mengalir dengan kecepatan yangsama, sehingga nulai numerik kecepatan itu
(tetapi tidak arah vektornya) ialah

pada setiap titik; kedua kita andaikan bahwa
sudut antara

dan garis singgung adalah sudut sebenarnya, yaitu

. Pengadaian
kedua ini berarti kita mengandaikan bahwa banyaknya sudu ialah tak-berhingga,
masing-masing tebalnya nol, dan berjarak tak-berhingga-kecil satu sama lain.
Keadaan ideal ini disebut panduan sempurna (perfect guidance). Titik pada
ujung daun itu bergerak pada kecepatan keliling

terhadap sumbu. Vektor


dan

ditandai dengan


Perangkat vektor seperti itu terdapat pula pada titik masuk ke sudu pada
stasion seperti terlihat pada Gambar 8-10a. Dalam rancangan yang biasa,

dibuat mendekati 90, dan vektor

dapat dianggap radial.


Gambar 5-6b ialah diagram vektor dari titik 2 yang menunjukkan
hubungan antara berbagai vektor menurut cara yang lebih umum. Gambar itu
menunjukkan pula bagaimana vektor kecepatan-absolut

dapat diuraikan
menjadi komponen-komponennya yaitu komponen radial yang ditandai dengan


dan komponen perifera

.
Daya yang diberikan impeler, jadi, daya yang diperlukan pompa, dapat
dikonsisten dengan Gambar 5-6, besaran

menjadi

dan

menjadi


Jadi,

)............................(5-6)

Faktor koreksi momentum yaitu

adalah satu, karena kita mengandaikan


panduan sempurna. Demikian pula, pada aliran radial, dimana


Pada titik masuk, karena itu

, sehingga suku kedua dalam kurung pada


Pers. (5-6) dapat dihapuskan, dan

..(5-7)

Karena , persamaan daya pompa ideal ialah



Mekanika Fluida Page 16

..(5-8)

dimana subskrip menunjukkan pompa tanpa gesekan.

Hubungan tinggi-tekan dan aliran pada pompa ideal. Dari Pers. (5-4) yang
dituliskan untuk pompa ideal,

, dan karena itu



.(5-9)

Oleh karena

..(5-10)
Dari Gambar 5-6,

, dan


..(5-11)
Laju aliran volumetrik

melalui pompa diberikan oleh


(5-12)

dimana

ialah luas penampang saluran di sekeliling tapi luar. Penggabungan


Pers. (5-11) dan (5-12) memberikan

.(5-13)

Oleh karena

, dan

konstan, Pers. (5-13) menunjukkan bahwa


hubungan antara tinggi-tekan dalam aliran volumetrik adalah bersifat linear.
Kemiringan garis tinggi-tekan/laju aliran bergantung dari tan

dan karena itu


berubah sesuaidengan sudut

. Jika

kurang dari 90, sebagaimana halnya pada


umumnya, garis itu mempunyai kemiringan negatif. Aliran di dalam sistem
pemipaan dapat menjadi tidak stabil jika garis itu horizontal atau memiliki
kemiringan positif.



Mekanika Fluida Page 17

Hubungan tinggi-tekan dan kerja pompa ideal. Kerja yang dilakukan per
satuan massa zat cair yang mengalir melalui pompa ideal, dari Pers. (5-3) dan (5-
8) adalah

(5-14)

Persamaan Bernaulli yang dituliskan antara stasion 1 dan stasion 2,
andaikan ada gesekan dan

dapat diabaika, serta andaikan panduan


sempurna, memberikan


(5-15)


Demikianlah pula, persamaan Bernouli yang dituliskan antara stasiun a dan 1 dan
antara stasion b dan 2, adalah masing-masingnya


(5-16)


(5-17)
Penjumlahan antara pers. (5-15), (5-16) dan (5-17) memberikan


.(5-18)
Persamaan (5-18) dapat ditulis dalam bentuk

.(5-19)

Persamaan (5-19) sesuai dengan pers. (5-2) untuk pompa tanpa gesekan atau
pompa ideal, dimana = 1,0, H = Hr, dan W = Wr


Mekanika Fluida Page 18


Pengaruh perubahan kecepatan.
Suatu masalah praktis ialah bila kita mengubah kecepatan pompa, bagaimana
meramalkan pengaruhnya terhadap tinggi tekan, kapasitas daya yang terpakai.
Bila kecepatan ditingkatkan, kecepatan ujung u
2
naik sebanding dengan itu; pada
pompa ideal, kecepatan V
2
, V
u2
, dan V
r2
juga naik sebanding dengan kenaikan n.
Jadi,
Kapasitas q berubah menurut n ( dari pers. (5-12))
Tinggi tekan H berubah menurut n
2
( dari pers. (5-10))
Daya P berubah menurut n
3
( dari pers. (5-8), karena m = pq dan karena itu
berubah menurut n)

Untuk kerja nyata pompa sentrifugal
Tinggi tekan yang dibangkitkan oleh pompa dalam keadaan sebenarnya jauh lebih
kecil dari yang diramalkan untik pompa ideal oleh pers. (5-19). Demikian pula
efisiensinya kurang dari satu dan daya kuda fluida lebih besar dari daya kuda
ideal. Rugi-rugi tinggi tekan dan rugi daya akan kita bahas satu persatu

Rugi-rugi tinggi-tekan; aliran sirkulasi
Salah satu andaian dasar dalam teori pompa ideal ialah panduan sempurna,
sehingga sudut antara vektor v
2
dan u
2
sama dengan sudut-sudut
2
. Pada pompa
sebenarnya, panduan itu tidaklah sempurna dan arus fluida sebenarnya bergerak
keluar dengan sudut yang jauh lebih kecil dari
2
. Alasan fisik dari pada hal
tersebut ialah bahwa kecepatan pada satu penampung tertentu jauh dari serangan.
Akibatnya ialah terjadinya aliran sirkulasi dari ujung ke ujung didalam saluran
yang berimpitan dengan aliran neto melalui saluran itu. Oleh karena adanya
sirkulasi kecepatan resultan V
2
menjadi lebih kecil dari nilai teoritisnya. Diagram
vektor pada gambar 5-7 menunjukkan bagaimana sirkulasi itu mengubah
kecepatan teoritis sudutny. Garis-garis penuh dan besar-besaran yang bertanda


Mekanika Fluida Page 19

aksen ialah yang mengeni pompa nyata, sedang garis putus-putus dan besran-
besran tanpa tanda aksen berkaitan dengan kasus teoritis dan sudutnya. Garis-garis
penuh dan besar-besaran yang bertanda aksen ialah yang mengenai pompa nyata,
sedang garis-garis putus dan besaran-besaran tanpa tanda aksen berkaitan dengan
kasus teoritis. Kecepatan pompa, dan karena itu u
2
juga, dan aliran fluida melalui
pompa, sebanding dengan V
r2
, dan sama dalam kedua hal. Jelaslah bahwa baik
sudut
2
, maupun komponen tangensial V
u2
akan berkurang. Dari pers (5-19)
terlihat bahwa tinggi tekan yang dibangkitkan pun akan berkurang.

Gambaar 5.7 diagram vector menunjukkan pengaruh sirkulasi dalam impeller
pompa.
Kurva karateristik; hubungan tinggi-tekan dan kapasitas
Grafik tinggi-tekan nyata, kebutuhan total daya dan efisiensi vs laju volumetrik
disebut kurava-kurva karateristik pompa. Skema contoh kurva itu terlihat pada
gambar (5-8). Pada gambar 5-8a, hubungan antara tinggi-tekan teoritis dan laju
aliran (hubungan tinggi-tekan dan kapasitas) merupakan garis lurus, sesuai dengan
pers (5-19); tetapi untuk setiap pompa tertentu tinggi-tekan yang nyata-nyata
dibangkitkan jauh lebih rendah dan bahkan turun hingga nol bila laju ditingkatkan
sampai suatu nilai tertentu. Nilai ini disebut laju aliran tinggi-tekan nol (zero-head
flow rate); dan merupakan nilai maksimum yang dapat diberikan pompa pada
kondisi tertentu. Laju aliran teruji (rated flow rate) atau laju aliran operasi
optimum (optimum operating flow rate) tentulah lebih kecil dari nilai ini.
Perbedaan antara kurva teoritis dan kurva kenyataan terutama adalah
karena adanya aliran sirkulasi. Faktor-faktor lain yang ikut menyebabkan rugi
tinggi-tekan ialah gesekan fluida didalam jalur-jalur dan saluran di dalam pompa,


Mekanika Fluida Page 20

rugi kejutan karena perubahan tiba-tiba daripada arah zat cair yang meninggalkan
impelerdan bersatu dengan arus zat cair yang bergerak menuruti keliling rumahan.
Gesekan yang paling tinggi ialah pada laju aliran maksimum; rugi kejutan adalah
minimum pada kondisi operasi teruji pompa itu dan menjadi lebih besar jika laju
aliran dinaikkan atau diturunkan dari nilai teruji.
Kurva daya
Contoh kurva daya fluida Pf dan daya total PB vs. Laju aliran terlihat pada
gambar 8-12b. Perbedaan antara unjuk kerja ideal dan unjuk kerja nyata
menunjukkan daya yang hilang didalam pompa yang disebabkan oleh gesekan
fluida dan rugi kejutan, yang keduanya merupakan konversi energi-mekanik
menjadi kalor, disemaping rugi yang disebabkan oleh kebocoran, gesekan piring,
dan gesekan bantalan. Kebocoran ialah aliran balik yang tak dapat dihindarkan
dari buangan impeler melalui cincin ke pusat resapan; hal ini mengurangi buangan
yang sebenarnya dan pompa persatuan daya yang diberikan. Gesekan piring
merupakan gesekan antara permukaan-luar impeler dan fluida yang terdapat
didalam ruang antara impeler dan bagian dalam rumahan. Rugi bantalan
merupakan daya yang diperlukan untuk mengatasi gesekan mekanik didalam
bantalan dan peti gasket atau perapat pompa itu.
Efisiensi
Sebagaimana terlihat pada gambar (8-6). Efisiensi pompa ialah rasio antara fluida
dan daya total yang diberikan. Kurva pada gambar 8-12c, yang diturunkan dari
kurva pada gambar 8-12b, menunjukkan bahwa efisiensi meningkat dengan cepat
bersamaan dengan pertambahan laju aliran pada laju aliran rendah, laju mencapai
maksimum pada daerah kapasitas teruji dan turun kembali jika laju aliran
mendekati nilai tinggi-tekan nol.
Pompa sentrifugal bertahap banyak
Tinggi tekan maksimum yang dapat dibangkitkan secara praktis dengan satu
impeler tunggal dibatasi oleh kecepatan tepi impeler yang dapat dibuat dengan
wajar. Bila diperlukan tinggi-tekan sekitar 70 atau 100ft (20 atau 30 m), maka
dipasang dua impeler atau lebih secara seri pada satu poros tunggal sehingga


Mekanika Fluida Page 21

didapatkanlah pompa bertahap banyak (multistage pump). Buangan dari tahap
pertama merupakan masukan isap untuk tahap kedua, dan buangan tahap kedua
diisap oleh tahap ketiga dan demikianlah seterusnya. Tinggi-tekan yang
dibangkitkan pada setiap tahap dijumlahkan sehingga didapatkan tinggi-tekan
total yang besarnya beberapa kali tahap pertama.
Memancing pompa.
Persamaan (5-19) menunjukkan bahwa tinggi-tekan teoritis yang dibangkitkan
oleh pompa sentrifugal bergantung pada kecepatan impeler, jari-jari impeler dan
kecepatan fluida meninggalkan impeler. Jika faktor-faktor tersebut konstan tinggi-
tekan yang dibangkitkan adalah sama untuk semua fluida, tidak bergantung pada
densitasnya dan sama baik untuk zat cair maupun untuk gas. Akan tetapi kenaikan
tekanan itu sama dengan hasil kali tinggi tekan yang dibangkitkan dan densitas
fluida. Jika pompa itu membangkitkan tinggi tekan 100ft umpamanya dan jika
pompa penuh dengan air peningkatan tekanan ialah 100 x 62,3/144 = 43 lb
f
/in
2
.
Jika pompa penuh dengan udara pada densitas biasa, peningkatan tekanan adalah
sebesar 0,1 lb
f
/in
2
. Pompa sentrifugal yang dicoba untuk dioperasikan dengan
udara tidak akan dapat menarik zat cair dari pipa isap yang kosong pada keadaan
semula, dan tidak akan dapat mendorong zat cair didalam pipa buang yang penuh.
Pompa yang berisi udara didalam rumahnya disebut kemasukan angin (air bound)
dan tidak dapat melakukan apa-apa sebelum udara itu diganti dengan zat cair.
Udara itu dibuang dengan memancing (priming) pompa dari tangki-bantu
pemancing yang dihubungkan dengan pipa isap atau dengan menarik zat cair
masuk ke pipa isap dengan bantuan sumber vakum dari luar. Disamping itu
tersedia pula berbagai jenis pompa yang memancing sendiri (self-priming).



Mekanika Fluida Page 22

Gambar 5.8 kurva karakteristik pompa sentrifugal (a) tinggi tekan (b) daya (c)
efisiensi masing-masing terhadap kapasitas

2. Kipas, Blower, dan Kompressor
Permesinan untuk memindahkan gas dapat dibahas dari segi jangkau perbedaan
tekanan yang dihasilkannya. Maka urutannya ialah kipas, blower(penghembus),
kompressor.

Kipas. Kipas-kipas besar biasanya sentrifugal, operasinya berdasarkan prinsip
yang persis sama dengan pompa sentrifugal. Akan tetapi daun-daun impelernya
dilengkungkan kedepan; pada pompa hal ini akan menyebabkan ketidakstabilan,
tetapi pada kipas tidak apa-apa. Contoh impeler kipas terdapat pada gambar 5-9;
impeler ini dipasang didalam rumahan yang terbuat dari lembaran logam tipis.
Ruang bebas dibuat besar dan tinggi tekan buangan rendah yaitu antara 5 sampai
60in.H
2
O. Kadang-kadang sebagaimana terdapat pada kipas ventilasi, hampir
semua energi yang ditambahkan dikonversikan menjadi energi kecepatan dan
hampir tidak tinggi tekan tekanan. Peningkatan kecepatan itu selalu menyerap
sebagai besar energi yang ditambahkan, sehingga harus selalu diperhitungkan
dalam menaksir efisiensi dan kebutuhan daya. Efisiensi total dimana dalam
keluaran daya termasuk tinggi tekan tekanan maupun tinggi tekanan kecepatan,
dalah kira-kira 70%.
Oleh karena perubahan densitas didalam kipas itu kecil, persamaan aliran
tak mampu-mampat yang digunakan pada waktu kita membahas pompa
sentrifugal, cukup memadai untuk digunakan disini, Salah satu perbedaan antara
pompa dan peralatan gas ialah mengenai pengaruh tekanan dan suhu pada densitas
gas yang memasuki mesin itu. Peralatan gas biasanya teruji dalam kaki kubik
standar ( satandar cubic feet, std. ft
3
). Volume pada kaki kubik standar diukur
pada suhu dan tekanan tertentu, berapa pun suhu dan tekanan sebenarnya daripada
gas yang masuk ke mesin. Bermacam-macam standar digunakan dalam industri,
tetapi yang umum ialah berdasarkan atas tekanan 30in. Hg dan suhu 60
o
F (520
o
R).
Pada kondisi ini volume molal ialah 378,7 ft3/lb-mol.


Mekanika Fluida Page 23

Contoh 5-2 Sebuah kipas sentrifugal digunakan untuk mengambil gas buang
pada keadaan diam, tekanan 29,0 in. (737 mm) Hg dan suhu 200
o
F (93,3
o
C), dan
membuang pada tekanan 30,1 in (765 mm) Hg dan kecepatan 150 ft/det.
Hitunglah daya yang diperlukan untuk memindahkan 10.000 std ft
3
/mm ( 16.990
m
3
/jam ) gas. Efisiensi kipas ialah 65% dan bobot molekul gas 31,3.
Di perlukan untuk memindahkan 10,000 std ft
3
/ min (16.990 m
3
/ jam) gas.
Efisien kipas ialah 65 persen dan bobot molekul gas 31,1.

Gambar 5.9 impeller kipas sentrifugal

PENYELESAIAN Densitas isap sebenarnya ialah

=
()
()
=
0,0629 lb/ft
3
dan densitas buang

=
0,0629

= 0,0653 lb/det
Densitas rata-rata dari gas yang mengalir ialah

=

=
0,0641 lb/ft
3
Laju aliran massa ialah

=


=
13,78 lb/det
Tekanan yang dibangkitkan ialah



=
()

=
1,214 ft-lb

/lb
Tinggi tekanan kecepatan ialah


Mekanika Fluida Page 24


=
349,7 ft-lb

/lb
Dari Pers. (8-1), dengan
a

=

b
= 1,0,

a
= 0, dan Z
a
= Z
b
,
W
p

=

)
=

=
2.406 ft-lb

/lb
Darib Pers. (8-4)

=

=
60,3

hp (45,0 kW)

Blower dan kompresor. Bila tekanan pada fluida mampu mampat dinaikan
secara adiabatik, suhu fluida itu akan naik pula. Kenaikan suhu ini menimbulkan
beberapa kerugian. Oleh karena volume spesifik fluida itu naik bersama suhu,
kerja yang diperlukan untuk memampatkan satu pon fluida itu akan menjadi lebih
pula, dibandingkan jika kompresi itu dilakukan secara isotermal. Suhu yang
terlalu tinggi akan menimbulkan masalah dengan pelumasan, peti gasket, dan
bahan konstruksi. Fluida itu mungkin pula merupakan bahan yang tidak dapat
menampung suhu tinggi tanpa dekomposisi.
Untuk perubahan tekanan isentropik (adiabatik atau tanpa gesekan) gas
ideal hubungan suhunya ialah

..(5-20)
Di mana T
a
,

T
b
= suhu absolut pada waktu masuk dan pada waktu keluar
P
a
, P
b
= tekanan pada waktu masuk dan pada waktu keluar
Untuk gas tertentu, rasio suhu meningkat bila rasio tekanan

meningkat.
Rasio ini merupakan parameter dasar dalam tenik blower dan kompresor. Pada
blower, rasio kopresi biasanya kurang dari 3 atau 4, kenaikan suhu adiabatik tidak
besar, dan tidak perlu diperkecil lagi. Pada kompresor, sebaliknya, dimana rasio
kompresi bisa sampai 10 atau lebih, suhu isentropik itu bisa besar sekali.
Demikian pula, karena dalam kenyataannya kompresor itu bukanlah tanpa
gesekan sama sekali, kalor dari dari gesekan itu diserap pula oleh gas, dan
suhunya bisa menjadi jauh lebih tinggi dari suhu isentropik. Oleh karena itu,


Mekanika Fluida Page 25

kompresor biasanya didinginkan dengan menggunakan selubung pendingin
dimana dilakukan air pendingin atau refrigeran lainnya. Pada kompresor kecil
yang memakai pendingin, suhu gas keluar bisa mendekati sama dengan suhu
masuk, dan kita mendapatkan kompresi isotermal. Pada kompesor yang sangat
kecil, pendinginan dengan udara dengan bantuan sirip-sirip luar yang dicorkan
hingga menyatu dengan silindernya biasanya cukup memadai. Pada kompresor-
kompresor yang lebih besar, dimana kapasitas pendinginan terbatas, terdapat
lintas perubahan yang lain dari lintas kompresi isotermal atau adiabatik, yang
disebut kompresi politropik.
Blower anjakan-positif. Contoh blower anjakan-positif ditunjukkan pada
Gambar (5-10). Mesin bekerja seperti pompa roda-gigi, kecuali bahwa, disini,
dengan sesuatu rancangan khusus terhadap gigi nya, ruang bebas
kelonggarannya hanyalah beberapa per seribu inci. Posisi relatif impelernya dapat
dijaga secara teliti dengan bantuan roda-roda gigi berat dari luar. Blower satu
tahap dapat membuang gas pada tekanan 0,4 sampai 1 atm mengukur, blower dua
tahapan sampai 2 atm. Contoh blower pada Gambar (5-10) adalah dari dua-
cuping. Blower tiga-cuping juga banyak dipakai.
Blower Sentrifugal. Contoh blower sentrifugal satu tahap terlihat pada
Gambar (5-11). Penampakannya serupa dengan pompa sentrifugal, kecuali disini
rumahannya lebih sempit sedangkan diameter rumahan dan buangannya relatif
lebih besar dari pada pompa. Kecepatan operasinya tinggi, yaitu 3.600 put/min
atau lebih. Daya ideal diberikan oleh Pers (5-8). Alasan penggunaan kecepatan
tinggi dan diameter impeler yang besar itu adalah karena diperlukannya tinggi
tekan yang sangat besar, diukur dalam kaki tinggi fluida yang densitasnya rendah,
untuk membangkitkan rasio tekanan yang sedang-sedang saja. Jadi, kecepatan
yang muncul dalam diagram vektor seperti Gambar 5-6 adalah untuk blower
sentrifugal, kira-kira sepuluh kaki pada pompa sentrifugal.


Mekanika Fluida Page 26


Gambar 5.10 blower dua cuping

Gambar 5.11 blower sentrifugal satu isapan
Kompresor sentrifugal biasanya bertahap banyak, dan terdiri dari sederetan
impeler yang dipasang pada satu poros yang sama, yang berputar dengan
kecepatan tinggi dalam rumahan yang kekar. Di dalamnya terdapat saluran-
saluran yang membawa buangan dari satu impeler menjadi masukan pada impeler


Mekanika Fluida Page 27

berikutnya. Mesin ini dapat memampatkan udara atau gas proses dalam volume
besar sampai 200.000 ft
3
/min pada pemasuk dengan tekanan keluar mencapai
20 atm. Mesin-mesin berkapasitas kecil diperlukan adanya pendinginan antar
tahap.
Mesin-mesin aliran aksial dapat menangani gas dalam volume yang
bahkan lebih besar lagi, yaitu sampai 600.000 ft
3
/min, pada tekanan keluar yang
lebih rendah, yaitu 2 sampai 10 atau 12 atm. Dalam unit demikian gas itu
didorong secara aksial oleh sudu-sudu rotor dari satu perangkat sudu lansung ke
perangkat yang berikutnya. Di sudu biasanya tidak diperlukan pendinginan antar
tahap.
Kompresor anjakan positif. Kompresor anjakan positif jenis putar dapat
digunakan untuk tekanan buang sampai kira-kira 6 atm. Kebanyakan kompresor
yang beroperasi pada tekanan buang diatas 3 atm adalah mesin anjakan positif
bolak-balik. Contoh sederhana kompresor satu tingkat terlihat pada Gambar 5-12.
Mesin demikian beroperasi cara mekanik, dengan cara yang sama dengan pompa
bolak-balik, dengan satu perbedaan pokok, yaitu bahwa pencegahan kebocoran di
sini jauh lebih sulit, dan kenaikan suhu cukup penting. Dinding-dinding silinder
dan kepala silinder dilubangi untuk membuat mantel pendingin yang
menggunakan air atau refrigeran. Kompresor bolak-balik biasanya digerakkan
dengan motor dan hampir selalu beraksi ganda.
Bila diperluakan rasio kompresi yang lebih besar dari pada yang dapat
dicapai dalam satu silinder saja, maka digunakan kompresor bertahap banyak.
Antara tahapannya disediakan pendingin yang berupa penukar kalor jenis tabung
yang menggunakan air atau refrigeran sebagai pendingin. Pendingin antara itu
harus mempunyai kapasitas perpindahan kalor yang cukup besar untuk
menurunkan suhu arus gas bertahap ke suhu isap semula. Kadang-kadang
disediakan pula pendinginan belakang untuk mendinginkan gas tekanan tinggi
yang keluar dari tahap akhir kompresor.


Mekanika Fluida Page 28


Gambar 5.12 kompresor bolak balik
Persamaan untuk blower dan kompresor. Oleh karena adanya perubahan
densitas pada aliran mampu mampat, bentuk integral dari persamaan Bernoulli
tidaklah memadai. Tetapi, Pers. (5-1) dapat dituliskan dalam bentuk diferensial
dan digunakan untuk menghubungkan kerja poros dengan perubahan diferensial
dan digunakan untuk blower dan kompresor, energi mekanik, kinetik, dan
potensial tidak berubah banyak, sehingga suku kecepatan dan tinggi tekan statik
dapat dihapuskan. Demikian pula, dengan pengandaian bahwa kompresor itu
tanpa gesekan, = 1,0 dan h
f
= 0. Dengan penyederhanaan tersebut, Pers. (5-1)
menjadi


Integrasi antara tekanan isap P
a
dan tekanan buang P
b
memberikan kerja kompresi
untuk gas ideal tanpa gesekan :

.(5-21)
Untuk menggunakan Pers. (8-23), integralnya harus diselesaikan dulu dan untuk
diperlukan informasi tentang lintasan yang dijalani oleh fluida di dalam mesin dari
anjakan positif putar atau sentrifugal, dengan syarat bahwa aliran itu tanpa
gesekan dan bahwa dalam mesin bolak-balik persamaan itu diperlukan terhadap
sejumlah siklus yang integral, sehingga tidak ada penumpukkan atau kehilangan


Mekanika Fluida Page 29

fluida di dalam blunder. Jika tidak begitu, andaikan dasar aliran stedi, yang
mendasari Pers.(5-1), tentu tidak berlaku.
Kompresi adiabatik. Untuk unit-unit tanpa pendinginan, fluidanya menjalani
lintasan antropik. Untuk gas ideal, hubungan antara p dan diberikan oleh Pers(6-
14), yang dapat dituliskan sebagai

.(5-22)

Substitusi dari pers. (5-21) dan integrasinya menghasilkan :

)
(



)

`koefisiennya dikalikan dengan ` P
a
1-1/
dan suku-suku di dalam tanda kurung
dengan itu dibagi dengan itu, maka persamaan itu menjadi :

( )
[(

].(5-23)
Dari pers. (5-23) terlihat betapa pentingnya rasio kompresi, Pb/Pa
Kompresi isotermal. Bila pada waktu kompresi dilakukan pendinginan
sempurna, suhu menjadi konstant dan proses itu isotermal. Hubungan antara dan
p, lalu, menjadi sederhana :

..
(5-24)
Eliminasi dari pers. (8-23) dan (8-26) dan integrasi menghasilkan :

..(5-25)


Mekanika Fluida Page 30

Untuk suatu rasio kompresi tertentu dan kondisi isap tertentu kerja yang
diperlukan untuk kompresi isotermal lebih kecil daripada untuk kompresi
adiabatik. Karena itulah pendinginan sangat berguna pada kompresor.
Antara kasus adiabatik dan kasus isotermal terdapat hubungan yang sangat
erat. Dengan membandingkan integran-integran pada persamaan diatas, jelaslahg
bahwa jika =1, persamaan untuk kompresi adiabatik identik dengan kompresi
isotermal.
Kompresi politropik. Pada kompresor besar, lintasan fluidanya bukanlah
isotermal dan bukan pula adiabatik. Namun, proses itu bisa diandaikan tanpa
gesekan. Hubungan antara tekanan dan densitas biasanya diandaikan mengikuti
persamaan :

..(5-26)
Dimana n ialah suatu tetapan. Penggunaan persamaan ini sebagai pengganti pers.
(5-22) tentu akan menghasilkan pers. (5-23) apabila diganti dengan n.
Nilai n ditentukan secara empirik dengan mengukur densitas dengan
tekanan pada dua titik dalam lintasan proses itu, yaitu pada titik isap dan pada titik
buang. Nilai n lalu dihitung dengan persamaan :

(

)
(

)

Persamaan ini diturunkan dengan menggan ti p dengan p
b
dan dengan P
b
pada
pers. (5-26) dan menarik logaritmanya.
Efisiensi Kompresor. Rasio antara kerja teoritis (atau daya fluida) dan kerja
nyata (atau daya masuk total) adalah, sebagaimana biasanya, efisiensi dan ditandai
dengan lambang . Efisiensi maksimum kompresor bolak-balik adalah kira-kira
80 sampai 85 persen.
Persamaan daya. Daya yang diperlukan oleh kompresor adiabatik dapat dihitung
dengan mudah dari pers. (5-23). Rumus dimensional untuk itu ialah :


Mekanika Fluida Page 31

()
[(

].(5-27)

Dimana P
B
= daya-kuda rem (brake horsepower)
Q
o
= volume gas yang dikompresi, std ft
3
/min
T
a
= suhu masuk,
0
R
Untuk kompresi poliprotik, diganti dengan n. Untuk kompresi isotermal :

..(5-28)
Contoh 5-3.
Sebuah kompresor bolak-balik tiga tahap digunakan untuk memampatkan 180 std
ft
3
/mm (306 m
3
/jam)metana dari 14 menjadi 900 lb
f
/in
2
(0,95 menjadi 61,3
atm)abs. Suhu masuk ialah 80
0
F (26,7
0
C). Untuk jangkau suhu yang diharapkan,
sifat rata-rata metana ialah :
C
p
= 9,3 Btu/lb mol-
0
F (38,9 J/g mol-
0
C) = 1,31
(a) Berapakah daya-kuda rem jika efisiensi mekanik ialah 80 persen?
(b) Berapakah suhu buan gan dari tahap pertama?
(c) Jika suhu air pendingin boleh naik 20
0
F (11,1
0
C), berapakah banyaknya
air yang diperlukan di dalam pendingin antara dan pendingin blakang agar
suhu gas mampat pada waktu meninggalkan setiap pendingin adalah 80
0
F
(26,7
0
C)? Andaikan bahwa mantel pendingin yang digunakan cukup
memadai untuk menyerap kalor gesekan.



Penyelesaian.
(a) Untuk kompresor bertahap banyak dapat ditunjukkan bahwa daya total
akan minimum jika kerja yang dilakukan pada setiap tahap sama besar.
Menurut pers. (5-23) hal ini ekivalen dengan menggunakan rasio kompresi
yang sama untuk setiap tahap. Untuk mesin bertahap tiga, oleh karena itu,


Mekanika Fluida Page 32

rasio kompresi di setiap tahap haruslah merupakan akar pangkat-tigadari
rasio kompresi menyeluruh, 900/14. Untuk satu tahap
Untuk satu tahap


Daya yang diperlukan untuk satu tahap, dari pers (5-27), ialah:



( )()
( )()
(

)
Daya total untuk ketiga tahap ialah 3 x 24,6 = 73,8 hp (55,0 kW).
(b) Dari pers. (5-20), suhu pada lubang keluar setiap tahap ialah :

( )

()
(c) Oleh karena 1 lbmol = 378,7 std ft
3
, laju aliran ialah :

)
Beban kalor pada setiap tahap ialah :
28,5(290 80) (9,3) = 55,660 Btu/jam
Beban kalor total ialah 3 x 55,660 = 166.980 Btu/jam. Kebutuhan air pendingin
ialah :

)
Pompa vakum. Kompresor yang mengambil isapannya pada tekanan dibawah
tekanan atmosfer dan membuang melawan tekana atmosfer disebut pompa vakum
(vacuum pump). Setiap jenis blower atau kompresor , jenis bolak balik atau putar
atau sentrifugal dapat digunakan sebagai pompa vakum dengan mengubah
rancangannya, sehingga dapat menam,pung gas yang densitasnya rendahpada titik
isap dan mendapatkan rasio kompresi yang besar sebagaimana diperlukan. Oleh
karena tekanan absolut pada titik isap menurun terus, efisiensi volumetriknya pun
menurun pula. Dan mendekati nol pada tekanan absolut terendah yang dapat


Mekanika Fluida Page 33

dicapai dengan pompa itu. Efisiensi mekanik pun biasanya lebih rendah dan
kompresor. Anjakan yang diperlukan akan meningkat dengan cepat dengan
berkurangnya tekanan pada pengisap, sehingga untuk memindahkan gas yang
agak banyak diperlukan mesin yang cukup besar. Rasio kompresi yang digunakan
pada pompa vakum biasanya jauh lebih besar daripada kompressor, yang
mencapai 100 atau lebih, dengan suhu buangan adiabatik yang besar pula. Akan
tetapi, pada kenyataannya, kompresinya hampir mendekati isotermal karena laju
aliran massanya sangat rendah dan perpindahan kalor dari permukaan logam yang
relatif besar itu cukup efektif.
Ejektor jet. Suatu jenis pompa vakum yang cukup penting, yang tidak
mempunyai bagiaan-bagian yang bergerak ialah ejektor jet (jet ejector), seperti
terlihat pada gambar 8-137, dimana fluida yang akan dipindahkan dibawa ikut di
dalam arus fluida kedua yang mengalir kecepatan tinggi.

Gambar 5.13 ejektor jet uap
Suatu contohnya yang umum ialah jet air yang digunakan di laboratorium, dimana
arus air membawa ikut udaradari dalam labu isap atau bejana lain. Fluida yang
bergerak dan fluida yang akan dipindahkan bisa saja sejenis, umpamanya bila
hendak memindahkan udara dengan udara, tetapi biasanya keduanya itu tidak
sama. Dalam industri, yang banyak dipakai ialah ejektor jet-uap, yang sangat
bermanfaat untuk mendapatkan vakum yang cukup tinggi. Seperti terlihat pada
gambar 5-13, uap pada tekanan kira-kira 7 atm dimasukkan melalui nossel
konvergen-divergen dan keluar dari situ dengan kecepatan supersonik ke dalam


Mekanika Fluida Page 34

suatu kerucut pendifusi ( difuser). Udara atau gas lain yang hendak dipindahkan
bercampur dengan uap itu pada bagian pertama difuser, hingga kecepatannya
menjadi turun sampai kecepatan akustik atau lebih rendah lagi. Dalam bagian
divergenpada difuser itu, energi kinetik gas campuran itu diubah menjadi energi
tekanan, sehingga campuran itu dapat dibuang langsung ke atmosfer. Kadang-
kadang buangan itu dilewatkan ke dalamkondensor dengan pendingin air, lebih-
lebih menggunakan lebih dari satu tahap, sebab jika tidak setiap tahap akan
terpaksa menangani semua uap yang masuk ke dalam tahap sebelumnya. Dalam
pengolahan di industri, kadang-kadang digunakan sampai lima tahap.
Ejektor jet tidak memerlukan perhatian dan pemeliharaan terlalu banyak dan
sangat bermanfaat untuk menangani gas yang korosif yang dapat menimbulkan
kerusakan yang bila menggunakan pompa vakum mekanik. Untuk menangani
situasi pelik, nosel dan difuser yang dibuat dari logam tahan korosi, grafit atau
bahan tahan reaksi lainnya. Ejektor, lebih-lebih yang bertahap banyak, sangat
banyak menggunakan uap dan air. Alat ini yang dipakai untuk mendapatkan
tekanan yang kurang dari 1 mmHg. Jet uap dewasa tidak sepopuler dulu
pemakaiannya, karena biaya uap meningkat sekali. Dalam banyak hal, dimana
korosi tidak menjadi masalah, alat ini digantikan oleh pompa vakum mekanik
yang menggunakan energi jauh lebih sedikit untuk tugas yang sama.
Perbandingan antara berbagai peranti pemindah fluida. Mesin-mesin anjakan
positif, pad umumnya cocok untuk menangani fluida dalam jumlah kecil pada
tekanan buang yang lebih tinggi daripada mesin sentrifugal. Pompa anjakan
positif tidak mempunyai masalah kemasukan angin dan biasanya bersifat
memancing sendiri. Laju buangan pada blower dan pompa anjakan positif hampir
tidak bergantung pada tekanan buang, hingga mesin-mesin ini banyak digunakan
untuk mengendalikan dan mengukur aliran. Peranti-peranti bolak-balik
memerlukan banyak pemeliharaan, tetapi dapat memberikan tekanan yang sangat
tinggi. Alat ini menghasilkan aliran berdenyut. Pompa putar sangat cocok untuk
fluida pelumas yang agak viskos yang membuang dengan srus stedi pada tekanan
sedang sampai tinggi. Alat ini tidak dapat digunakan untuk menangani lumpur.
Blower putar biasanya membuang gas pada tekanan maksimum 2atm dari satu


Mekanika Fluida Page 35

tahap. Aliran buang dari pompa anjakan positif tidak dapat ditutup tanpa
menyebabkan pompa macet atau patah, sehingga untuk itu diperlukan saluran
langkau atau katup genggaman(relieve valve).
Mesin-mesin sentrifugal, baik pompa maupun blower, mengeluarkan
fluida pada tekanan seragam tanpa kejutan atau denyutan. Mesin ini bekerja
dengan kecepatan yang lebih tinggi dari mesin-mesin anjakan positif dan
dihubungkan langsung dengan motor penggerak tanpa melalui peti roda gigi. Pipa
pembuang dapat ditutup bilamana perlu tanpa menimbulkan kerusakan pada alat.
Pompa sentrifugal dapat digunakan untuk menangani zat cair yang korosif
ataupun lumpur. Blower dan kompresor sentrifugal jauh lebih kecil dari yang
anjakan positif yang kapasitasnya sama dan tidak memerlukan terlalu banyak
pemeliharaan.
Untuk menghasilkan vakum, mesin mesin bolak-balik cukup efektif untuk
tekanan sampai serendah 10 mmHg. Pompa vakum putar dapat menurunkan
tekanan absolute sampai 0,01 mmHg dan dalam daerah operasinya pada tekanan
rendah lebih mudah dioperasikan dari pada ejector jet-uap bertahap banyak. Untuk
vakum yang sangat rendah, diperlukan piranti khusus seperti pompa difusi.
Perbandingan antara pompa, fan (kipas) dan kompressor
No Pembanding Pompa Fan Kompressor
1.










2.


3.


4.
Fungsi










Media pemindahan.


Perubahan densitas.


Jenis aliran
Alat pembantu
pemindahan zat
cair dari suatu
tempat
ketempat
lainnya.




Melalui pipa.


Tidak terlalu
besar

Tak mampu
mampat
Alat untuk
pengkondisian
udara pada
suatu ruangan
dan penambah
energi pada
gas.



Melalui udara
terbuka.

Tidak terlalu
besar

Tak Mampu
mampatr
Alat pelayanan
untuk
kebutuhan
udara
bertekanan
tinggi dan
penambah
energi pada gas.

Melalui
peralatan.

Cukup besar


Mampu
mampat


Mekanika Fluida Page 36


Perbandingan antara macam-macam pompa
Pembanding Pompa
Piston
Pompa
Plunyer
Pompa
Diafragma
Pompa
roda gigi
lurus
Pompa
Roda gigi
dalam
Tekanan
buang
Takanan
buang
maksimum
untuk
pompa
piston
komersial
ialah kira-
kira 50 atm.

Pompa ini
dapat
membuang
melawan
tekanan
1500 atm
atau lebih.

Dapat
membangkitkan
tekanan sampai
100 atm.

Tekanan
buangnya
dapat
mencapai
200 atm
atau lebih.

Tekanan
buangnya
dapat
mencapai
200 atm
atau lebih.

Konstruksi Memiliki
katup
searah
Memiliki
katup
searah
Memiliki katup
searah
Tidak
memiliki
katup
searah
Tidak
memiliki
katup
searah
Aksi pompa Beraksi
ganda dan
digerakkan
oleh motor
melalui
roda gigi
reduksi

Pompa
plunyer
selalu
beraksi
tunggal dan
biasanya
digerakkan
dengan
motor.
Beraksi tunggal
dan biasanya
digerakkan
dengan motor.
Gerakan
memutar
antara
roda gigi
Gerakan
memutar
antara 2
roda gigi
yaitu
pinyon
dan roda
gigi
gelang.



Mekanika Fluida Page 37

Mesin Turbo
Mesin termodinamik atau mesin turbo adalah mesin yang menambahakan energi
atau mengambil energi dan fluida berkat adanya sistem bilah yang berotasi di
dalam mesin tersebut. Elemen rotasi ini disebut rotor dalam sebuah kompresor,
impeller dalam sebuah pompa, rotor dalam sebuah turbin gas atua uap, dan runner
dalam sebuah turbin hidrolik. Contoh-contoh mesin rotasi ini antara lain adalah
pompa atau kompresor sentrifugal, pompa atau kompresor aliran aksial (axial
flow), dan pompa atau kompresor aliran campuran (mixed flow); kipas an blower,
serta turbin air, turbin uap, atau turbin gas.
Teori Umum
Energi dipindahkan dari rotor atau impeller ke fluida dalam sebuah kompresor
atau pompa dan dari fluda ke rotor atau runner dalam sebuah turbin. Fluida
meninggalkan rotor dengan kecepatan resultan rata-rata V
2
pada jari-jari R
2
dan
masuk dengan kecepatan dengan kecepatan resultan rata-rata V
1
pada jari-jari R
1
.
Kecepatan-kecepatan ini dapat mempunyai komponen-komponen dalam tiga arah
yang saling tegak lurus; (1) komponen aksial atau sejajar dengan sumbu rotasi
rotor; (2) komponen radial atau meridional, yang normal terhadap sumbu rotasi
dan melewatinya; serta (3) komponen tangensial, yang normal baik terhadap arah
aksial maupun meridional. (komponen tangensial sering disebut whirl
component). Komponen-komponen ini berturut-turut ditandai dengan subskrip-
subskrip a, m, dan t. Hanya komponen kecepatan tangensial yang turut berperan
dalam momentum sudut, atau momen momentum yang perubahan per satuan
massa fluidanya adalah V
2
R
2
-V
1
R
1
. Dari hukum. Newton kedua, ini sama dengan
momen gaya (torque) pada motor untuk airan steady. Perpindahan energi E per
satuan berta fluida sama dengan hasil kali antara momen gaya dan kecepatan
sudut yang dibagi dengan percepatan gravitasi g.
Jadi
E =
(


Karena r = U, kecepatan periferal rotor. Persamaan boleh dituliskan sebagai


Mekanika Fluida Page 38

E =
(



KARAKTERISTIK UNJUK KERJA POMPA
Selisih antara unjuk kerja teoritis dan unjuk kerja hasil pengukuran bisa
disebabakan baik karena rugi viskous maupun rugi separasi serta kebocoran dari
bagian keluaran pompa yang kembali ke masukan. Umumnya, rugi separasi
munimum bila laju aliran sedang-sedang saja sementara rugi viskous kurang lebih
meningkat sebanding dengan kuadrat debit.
Energi atau head yang ditambahkan ke dalam fluida oleh pompa diperoleh sdari
persamaan energi yang diterapkan potongan masukan 1 dan potongan keluaran 2.

+ (

)
Atau
H=H
v
+ H
p
+ H
z

Dengan penambahan head total H yang terjadi terutama akibat peningkatan head
tekanan H
p
, alih-alih akibat head kecepatan H
v
atau head potensial atau elevasi H
z
.
Nisbah antara daya masukan kedalam pompa atau adaya rem (brake power),
disebut efisiensi keseluruhan pompa.
=

()( )

adalah lazim untuk megekspresikan head energi (atau head saja), efisiensi, dan
daya rem (daya masukan) sebagai fungsi kapasitas atau laju aliran baik secara
grafik maupun berupa tabel. Harga-harga head, debit, dan daya yang tercantum
mengacu ke kondisi-kondisi pada titik efisiensi maksimum pada laju rotasi
tertentu yang umumnya terjadi pada debit sedang akibat rugi-rugi separasi.
Pompa Sentrifugal


Mekanika Fluida Page 39

Pompa sentrifugal disebut demikian karena head yang ditambahkan oleh
impeller kepada fluida sebagian besar merupakan efek sentrifugal. Jenis pompa ini
umumnya mempunyai head sedang dan kapasitas sedang dapat dilihatdalam
gambar. Fluida masuk melalui bagian tengah impeller dalam arah yang pada
dasarnya aksial, dengan sebuah komponen tangensial (pusaran atau prarotasi)
yang disebabkan oleh efek-efek viskous. Fluida mengalir keluar melalui celah-
celah antara bilah kipas dan piringan dan meninggalkan bagian periferal impeller
pada tekanan yang tinggi dan kecepatan yang agak tinggi ketika memasuki casing
atau volute. Alirran di dalam impeller merupakan gabungan antara aliran sumber
dan aliran vorteks paksa. Tujuan adanya volute adalah untuk mengubah head
kinetik, yang dinyatakan dengan kecepatan buang tinggi, mejadi head tekanan
sebelum fluida meninggalkan pipa keluaran pompa. Jika casing dilengkapi dengan
sirip-sirip pemandu, pompa tadi disebut pompa difusser atau pompa turbin.
Pompa sentrifugal mungkin bekerja dengan single section atau double
section, tergantung pada apakah fluida memasuki impeller dari satu atau dua arah
aksial. Dalam pompa double suction, dorongan belakang terhadap poros pompa
praktis hilang dan kecepatan masukkan impeller berkurang untuk ukuran impeller
tertentu. Lebih dari sebuah impeller dapat dipasang pada sebuah poros, dan dalam
pompa bertingkat ini sama dengan jumlah head yang ditambahkan oleh setiap
tingkat .