Anda di halaman 1dari 111

Drg. Muhammad Jusri, MS., SpPM.

Departemen Ilmu Penyakit Mulut


FKG UNAIR Surabaya
2
KELAINAN
DARAH
LESI MUKOSA
RONGGA MULUT
(ORAL SIMPTOM)
3
Ecchymosis: The skin discoloration caused by the escape of blood into the tissues from
ruptured blood vessels. Ecchymoses can similarly occur in mucous membranes as, for
example, in the mouth.


.Perdarahan Subarachnoid, intracerebral atau internal bleeding lainnya
merupakan komplikasi sangat serius dari penyakit ini. pada penderita jumlah
platelet nya diatas 20.000 hampir tidak terjadi.
13
DARAH ADALAH JARINGAN BERBENTUK
CAIRAN YANG BERADA DALAM SIRKULASI
TERTUTUP
1. SEL DARAH
ERITROSIT
LEUKOSIT
TROMBOSIT
2. PLASMA DARAH
AIR (98%)
PROTEIN (6,8%)
GARAM (O,8%)
LEMAK (0,6%)
GLUKOSA (0,1%)
14
PLASENTA
LIVER
FETUS
EKSTRAMEDULLARY
HEMOPOETIC ORGAN:
a. HEPAR
b. SPLEN / LIEN
c. LYMPHNODE
BONE MARROW:
VERTEBRA
STERNUM
PELVIS
FEMUR
CRANIAL
15
16
TRANSPORTASI
PERTAHANAN TUBUH MELAWAN
INFEKSI / BAHAN ASING
MENGHENTIKAN PERDARAHAN
MENGHANTARKAN PANAS
17
PENDERITA DENTAL
TIDAK TAHU
PENY.DARAH
TAHU
PENY.DARAH
PERIKSA
DARAH
DIAGNOSIS STATUS
PENY.DARAH
18
PETANDA DAN KELUHAN UMUM
1. LEMAH, LESU, PUCAT
2. KUNING (KULIT / MATA), IKTERUS
3. PERDARAHAN (PETECHIE, EKIMOSIS,
EPISTAKSIS, PURPURA, HEMATOMA)
4. SERING DEMAM TINGGI
5. PEMBESARAN DI PERUT
(HEPATOSPLENOMEGALI)
6. PEMBESARAN GETAH BENING
(LIMFADENOPATI)

19
PETANDA DAN KELUHAN PADA MULUT
1. MUKOSA MERADANG (MUKOSITIS)
2. KUNING DI PALATUM (JAUNDICE)
3. MUKOSA PUCAT
4. RADANG GUSI (GINGIVITIS, HIPERPLASI)
5. PERDARAHAN (PETECHIE, EKIMOSIS, HEMATOMA)
PADA MUKOSA DAN GINGIVA
6. LIDAH MERAH, LICIN, PANAS, PERIH, (MUKOSITIS,
GLOSSITIS, GLOSSODINIA, ATROFI PAPILA LIDAH)
7. SERING SARIAWAN (STOMATITIS, ULSERASI)
8. INFEKSI OPORTUNISTIK (ORAL CANDIDIASIS)

20
A. DARAH LENGKAP
B. HITUNG JENIS
C. HAPUSAN DARAH
D. JUMLAH TROMBOSIT DAN
FAAL HEMOSTASIS
E. LAJU ENDAP DARAH (LED)

RUJUKAN KE BAGIAN
PATOLOGI KLINIK
SAMPEL BERUPA DARAH
VENA PERIFER
21
HASIL BERUPA:
Hct : HEMATOKRIT (SEL :
PLASMA)
RBC : RED BLOOD CELL
COUNT (JUMLAH
SEL DARAH MERAH)
WBC : WHITE BLOOD CELL
COUNT (JUMLAH
SEL DARAH PUTIH)
Hgb : HEMOGLOBIN
CONCETRATION

22
INDEKS SEL DARAH MERAH
MCV : MEAN CORPUSCULAR VOLUME
MCH : MEAN CORPUSCULAR HEMOGLOBIN
MCHC : MEAN CORPUSCULAR HEMOGLOBIN
CONCENTRATION
23
MERUPAKAN GAMBARAN RESPON
BONE MARROW TERHADAP REAKSI
FISIOLOGIS MAUPUN PATOLOGIS
FOLLOW UP PENYAKIT INFEKSI
DAN KEGANASAN
24
BONE MARROW
>>> GRANULOSIT
MUDA (BLAST)
>>> LIMFOSIT
SHIFT TO THE LEFT
MATURITY ARREST
KEGANASAN
(LEUKEMIA)
SHIFT TO THE RIGHT
25
PEMERIKSAAN INI UNTUK
MEMPERHATIKAN MORFOLOGI, UKURAN,
DARIPADA KOMPONEN SEL DARAH
DENGAN MENGGUNAKAN PEMBESARAN
100 KALI
26
PEMERIKSAAN INI MERUPAKAN
PEMERIKSAAN PENYARING PENYAKIT
PERDARAHAN. YANG DILAKUKAN
ADALAH MENGHITUNG JUMLAH
TROMBOSIT, WAKTU PERDARAHAN
(BLEEDING TIME), PPT (PLASMA
PROTROMBINE TIME) DAN KPTT (KAULIN
PARTIAL TROMBOPLASTINE TIME)
27
PEMERIKSAAN INI BERMANFAAT
UNTUK MENYARING
KEMUNGKINAN ADANYA
PENYAKIT MALIGNANSI, INFEKSI,
PENYAKIT KOLAGEN SERTA
FOLLOW UP PENYAKIT RADANG
KRONIK
28
KELAINAN SEL DARAH MERAH
(ANEMIA, POLISITEMIA)
KELAINAN SEL DARAH PUTIH
(LEUKOPENIA, LEUKOSITOSIS,
LEUKEMIA)
KELAINAN TROMBOSIT
(TROMBOPATI, TROMBOSITOPENI,
TROMBOSITOSIS)
KELAINAN FAAL HEMOSTASIS
(DIASTESIS HEMORAGIK)
29
PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP
(RBC, WBC, Hct, Hgb, MCV, MCH, MCHC)
PEMERIKSAAN HITUNG JENIS (DIFF)
PEMERIKSAAN HAPUSAN DARAH
PEMERIKSAAN JUMLAH TROMBOSIT DAN
FAAL HEMOSTASIS
PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH
PEMERIKSAAN UROBILIN DAN BILIRUBINE
PEMERIKSAAN BILIRUBINE DIREK-INDIREK
PEMERIKSAAN KADAR RETIKULOSIT
30
Hgb , Hct , RBC ANEMIA
RETIKULOSIT (TANPA BLEEDING),
UROBILINURIA, HIPERBILIRUBINEMIA INDIREK
ANEMIA HEMOLITIK
WBC LEUKOPENIA
WBC LEUKOSITOSIS / BERBAGAI JENIS
LEUKEMIA
PLT TROMBOSITOPENIA
PLT TROMBOSITOSIS / TROMBOSITEMIA
RETIKULOSIT ANEMIA GANGGUAN
PRODUKSI (GAGAL BONE MARROW / SISTEMIC
DISEASE)
31
KELAINAN
HEMATOLOGI
GANGGUAN
FUNGSI
DARAH
GANGGUAN
SISTEM
32
RISIKO
RENDAH / SEDANG / TINGGI
MANAJEMEN DENTAL 6 TINGKAT PROSEDUR
I. TINDAKAN SEDERHANA
PEMERIKSAAN, KONSULTASI
II. TINDAKAN KONSERVATIF,
OPERATIVE DENTISTRY SEDERHANA
III. TINDAKAN RESTORATIF LANJUTAN,
PROSTETIK
IV. TINDAKAN BEDAH SEDERHANA
V. TINDAKAN BEDAH INTERMEDIATE
VI. TINDAKAN BEDAH KOMPLEKS
33
34
INTRODUKSI ERITROSIT
(RBC)
BENTUK PIPIH, BULAT LEKUK
DITENGAH
KANDUNGAN PROTEIN, >> ZAT BESI
(Hb)
FUNGSI TRANSPORT O
2
DAN CO
2

JUMLAH PADA PRIA 5,4 JUTA SEL / mm3
JUMLAH PADA WANITA 4,8 JUTA SEL /
mm3
UMUR 120 HARI
DAUR ULANG OLEH SEL FAGOSIT DI
HEPAR DAN LIMPA

35
INTRODUKSI ERITROSIT
(RBC)
KELAINAN PADA ERITROSIT (RBC)
1. BILA RBC POLISTEMIA VERA
2. BILA RBC ANEMIA :
a. HILANG
b. GAGAL PRODUKSI , FUNGSI
(DEFISIENSI)
c. DESTRUKSI

36
POLISITEMIA (RUBRA) VERA
(PRV/PV)
PV SEL DARAH (BONE MARROW)
>>>> RBC
WBC (MIELOID)
PLATELET (MEGAKARYOSIT)
EPIDEMIOLOGI:
1. JARANG (0,6 1,6 / 1 JUTA ORANG)
2. LAKI2 > PEREMPUAN
3. DEWASA PARUH BAYA TUA (60 TH)
37
POLISITEMIA (RUBRA) VERA
(PRV/PV)
ETIOLOGI:
PENYEBAB PASTI TIDAK DIKETAHUI TAPI PV
MERUPAKAN KELAINAN BERSIFAT ACQUIRED
( DIDAPAT )
PATOGENESIS:
ADA BUKTI TERJADI MUTASI GEN JANUS
KINASE-2 (JAK-2) RESEPTOR SITOKIN
HIPERSENSITIVITAS SEL PROGENITOR
PANSITOSIS
PANSITOSIS:
RBC , WBC , PLATELET
38
GAMBARAN KLINIS PV
KELUHAN:
WARNA MERAH PADA WAJAH
SAKIT KEPALA
CEPAT LELAH
LUPA
SULIT NAPAS
PUSING
VERTIGO
TINITUS
GANGGUAN VISUAL
PANAS DAN GELI PADA TANGAN/KAKI
NYERI DADA
PRURITUS
39
GAMBARAN KLINIS PV
KLINIS:
HIPERTENSI
PERDARAHAN (EPISTAKSIS , EKIMOSIS)
ULSER LAMBUNG
TROMBOSIS
NYERI TULANG

PV PARAH:
ANEMIA
HEPATOSPLENOMEGALI

40
GAMBARAN KLINIS PV
KLINIS ORAL:
LIDAH, MUKOSA BUKAL, BIBIR
BERWARNA MERAH UNGU
GINGIVA MERAH, PERDARAHAN
SPONTAN
VARIKOSITIS PADA VENTRAL LIDAH

41
DIAGNOSIS
PV
PERIKSA
PENUNJANG
(DARAH
LENGKAP)
KELUHAN
(ANAMNESIS)
PEMERIKSAAN
KLINIS (UMUM
DAN ORAL)
42
KELOMPOK MAYOR KELOMPOK MINOR
1. MASSA RBC LAKI : 36
ml/kg
2. MASSA RBC WANITA:
32 ml/kg
3. SATURASI O
2
> 92%
4. SPLENOMEGALI
PLATELET > 400.000 /
mm3
WBC > 12.000 / mm3,
INFEKSI
LEUKOSIT ALKALIN
FOSFATASE (LAP) > 100
u/L
KONSENTRASI SERUM
VIT. B12 > 900 pg/ml
BINDING CAP. VIT. B12
> 2.200 pg/ml

POSITIF PV BILA TERPENUHI:
3 KRITERIA MAYOR
2 MAYOR + 2 MINOR
43
1. GOAL
2. PENYULIT
3. SKENARIO
4. DIAGNOSIS

44
1. KEPEKATAN DARAH
2. CEGAH PERDARAHAN
3. CEGAH KOAGULASI

45
1. FAKTOR USIA
2. KEPARAHAN SIMPTOM
DAN KOMPLIKASI
3. TAHAPAN PENYAKIT
46
Dx
PV
EVALUASI
MANAJEMEN
MEDIK
DENTAL
MEDIK
DENTAL
KATEGORI
RI SI KO:
1. TI NGGI
2. SEDANG
3. RENDAH
47
1. MASSA RBC
2. SATURASI O2
3. HEPATO SPLENOMEGALI
4. PLATELET
5. WBC
6. HIPERTENSI
7. ANEMIA
48
1. GOAL PERAWATAN PV
2. PHLEBOTOMI (Px USIA < 60 TH / WUS)
3. MIELOSUPRESI (Px USIA < 60 TH / RISTI)
4. ANGLERIDE ( PLATELET )
5. ASPIRIN (PENGENCER DARAH)
49
TATA LAKSANA PERAWATAN PV
TERDIAGNOSIS
PV
EVALUASI MEDIK DENTAL
FISIK:
KELUHAN
SP. MEGALI
USIA
LAB:
RBC, WBC, PLT
KATEGORI RISIKO:
RENDAH
SEDANG
TINGGI
FISIK:
LESI ORAL
KOMPLIKASI ORAL
PROTOKOL:
RENDAH:
I,II,III,IV,V,VI
SEDANG:
V,VI, DG SUPERVISI, MRS
TINGGI:
TUNDA SEMUA KEC. I
50
1. ANEMIA
2. INFEKSI
3. PERDARAHAN DAN KOAGULASI
4. HEMOCONCENTRATION
51
1. HEMOCONCENTRATION
2. CEGAH PERDARAHAN
3. CEGAH KOAGULASI
52
KOMPLIKASI PV DI RONGGA
MULUT
1. OPPORTUNISTIC INFECTION
2. GINGIVAL BLEEDING
3. ULCERATION
53
TINDAKAN MEDIK YANG HARUS DIKETAHUI
DOKTER GIGI TERHADAP KASUS PV
BEDAH MINOR
PHLEBOTOMI (PENGAMBILAN DARAH MELALUI
VENA) 500 cc SELAMA 1 2 minggu
TERAPI SINAR
FOSFOR RADIOAKTIF (32 P)
PEMBERIAN OBAT
OBAT MIELOSUPRESI (HIDROKSIUREA
BUSULFAN)
INTERFERON ALPHA
ANALGLERIDE (PLT )
ASPIRIN
54
TINDAKAN MEDIK DENTAL
KONSOLIDASI DOKTER AHLI (HEMATOLOGIST /
INTERNIST)
RAWAT KOMPLIKASI PV DI R. MULUT
INFEKSI OPORTUNISTIK (KANDIDIASIS)
R/ KETOKONAZOL
PERDARAHAN GINGIVA GINGIVAL PACK
ULSERASI PRINSIP DASAR PERAWATAN ULSER:
o ELIMINASI FAKTOR PENCETUS
o SANITASI LESI
o RELIEF OF PAIN
o COVERING AGENT
55
SINDROMA KLINIK DENGAN PETANDA:
VOLUME ERITROSIT
KADAR HEMOGLOBIN
JUMLAH ERITROSIT
DITENTUKAN OLEH PENURUNAN Hct, Hgb,
RBC
JENIS ANEMIA DITENTUKAN INDEKS RBC
YAITU:
MCV, MCH (RENDAH / NORMAL / TINGGI)
56
INDEKS SEL DARAH
MERAH
INDEKS ANEMIA
MCHC, MCV
HIPOKROMIK, MIKROSITIK ANEMIA
MCH, MCV NORMAL
NORMOKROMIK, NORMOSITIK ANEMIA
MCH , MCV
HIPERKROMIK, MAKROSITIK ANEMIA
57
A. BERDASARKAN PATOFISIOLOGI
1. KEHILANGAN DARAH (BLOOD LOSS)
2. KERUSAKAN RBC (HEMOLITIK)
3. GAGAL PRODUKSI DI BONE MARROW (UNDER
PRODUCTION)
B. BERDASARKAN MORFOLOGI RBC
1. HIPOKROMIK, MIKROSITER (MCV , MCH )
2. NORMOKROMIK, NORMOSITER (MCV, MCH
NORMAL)
3. HIPERKROMIK, MAKROSITER (MCV , MCH )
58
KLASIFIKASI DAN DIAGNOSIS
BANDING ANEMIA
ANEMIA MCH , MCV MCH , MCV
MCH (n), MCV (n)
RETIKULOSIT
TURUN NAIK
ANEMIA GANG.
PROD
BLOOD
LOSS
ANEMIA
HEMOLISIS
WBC & PLATELET
GANG.
BONE
MARROW
PENY.
SISTEMIK
59
A. ANEMIA KEHILANGAN DARAH
B. ANEMIA HEMOLITIK
C. ANEMIA APLASTIK
D. ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI
E. ANEMIA DEFISIENSI ASAM FOLAT / VIT B12
60
PEMERIKSAAN PENYARING
(LABORATORIUM) ANEMIA
PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP
HASIL : RBC , Hgb , Hct ANEMIA
MACAM ANEMIA
HASIL PEMERIKSAAN DIAGNOSIS
MCH , MCV
ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI
MCH , MCV
ANEMIA DEFISIENSI ASAM FOLAT / VIT.B12
MCH (n), MCV (n) PRO PERIKSA RETIKULOSIT
HASIL RETIKULOSIT
ANEMIA KEHILANGAN DARAH
ANEMIA HEMOLITIK
RET
ANEMIA APLASTIK
RET
61
ANEMIA
GEJALA
PENYAKIT
DASAR
GEJALA
ANOKSIA
JARINGAN
GEJALA
ORGAN
KOMPENSASI
KARDIO
RESPIRATIF
SUSUNAN
SYARAF
GASTRO
INTESINAL
TRACT
URO
GENITAL
EPITEL
62
GAMBAR GEJALA KLINIS ANEMIA
Oral :
Ulcer Persistent
Infection
Atrophy Papila
63
ANAMNESIS
ANEMIA
PERDARAHAN
GEJALA






FISIK / KLINIS
ANEMIA
PERDARAHAN
ICTERUS /
JAUNDICE
PEMBESARAN :
o HATI
o LIMPA
o KEL. GETAH
BENING
LABORATORIUM
DARAH
LENGKAP
JUMLAH
RETIKULOSIT
MORFOLOGI
SEL DARAH
MERAH


64
TATA LAKSANA PERAWATAN ANEMIA
TERDIAGNOSIS
ANEMIA
MEDIK DENTAL
KATEGORI RISIKO
PROTOKOL
TERAPI
DENTAL
65
66
KELAINAN SEL DARAH PUTIH
(WBC)
WBC
LEUKEMIA
AGRANULO
SITOSIS
MIELOID
LIMFOID
AML
KML
ALL
KLL
DEFINISI:
PROLIFERASI WBC MUDA SECARA BERLEBIHAN
67
KLASIFIKASI LEUKEMIA
BERDASARKAN TANDA KLINIS
LEUKEMIA AKUT LEUKEMIA KRONIK
KELUHAN
DEMAM, BB , LEMAH, PUCAT,
SAKIT KEPALA, MUAL, MUNTAH
PERUT BENJOL
ANEMIA BERAT RINGAN
PERDARAHAN SERING JARANG
FEBRIS SERING JARANG
HATI,LIMPA, KGB BESAR LEBIH BESAR
TROMBOSIT TURUN NAIK
LEUKOSIT NAIK PULUHAN RIBU NAIK RATUSAN RIBU
HAPUSAN DARAH BLAST > 30% BLAST 5 - 12%
ORAL ULSERASI SERING JARANG
INFEKSI OPPORTUNISTIK SERING JARANG
PERDARAHAN GUSI SERING JARANG
PEMBESARAN GUSI LEBIH BESAR BESAR
68
PEMERIKSAAN DARAH UNTUK
KASUS LEUKEMIA
A. PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP
RBC, WBC, Hct, Hgb
B. PEMERIKSAAN HITUNG JENIS
GRANULOSIT
LIMFOSIT
MONOSIT
EOSINOFIL
BASOFIL

TERDIAGNOSIS LEUKEMIA:
AML , KML / ALL , KLL
69
KLASIFIKASI LEUKEMIA
A. PERJALANAN PENYAKIT AKUT / KRONIS
B. DOMINASI TURUNAN SEL LIMFOSITIK / MIELOID
(NON LIMFOSITIK)
DIAGNOSIS LEUKEMIA DIDASARKAN ATAS:
1. ANAMNESIS
2. PEMERIKSAAN FISIK
3. PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP
4. PEMERIKSAAN BONE MARROW
5. PEMERIKSAAN SITOKIMIA
6. PEMERIKSAAN IMUNOLOGIK
7. KULTUR BONE MARROW
70
HUBUNGAN DIAGNOSIS LEUKEMIA DENGAN
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
71
AKUT MIELOGENUS LEUKEMIA
AKUT LIMFOSITIK LEUKEMIA
DEFINISI:
ADALAH KELAINAN SEL DARAH PUTI H (WBC)
AKIBAT PROLIFERASI YANG BERLEBIHAN
DARI HEMOPOITIK STEM CELL, NAMUN GAGAL
BERDEFERENSIASI SEHINGGA MENGAKIBATKAN
AKUMULASI BLAST (TRANSFORMASI MALIGNAN)
72
RADIASI
OBAT KEMOTERAPI
INFEKSI VIRUS
BAHAN KIMIA (BENZEN)
GENETIK
IMUNOLOGIK

73
LEMAH, LESU, LETIH (3-L)
FLU LIKE (4 6 MINGGU SEBELUM
TERDIAGNOSIS)
SAKIT KEPALA, MUAL, MUNTAH, MATA KABUR,
KELAINAN SISTEM SARAF PUSAT
NYERI TULANG
PERUT TERASA PENUH
OLLIGURIA, OBSTIPASI
PUCAT
74
ANEMIA
PERDARAHAN: PETECHIE, ECHYMOSIS,
EPISTACSIS
INFEKSI (AKIBAT PANSITOPENIA)
HEPATO SPLENOMEGALI, LIMFADENOPATI
INFILTRASI SEL LEUKEMIK KE ORGAN
DIC (DISSEMINATED, INTRAVASCULAR
COAGULATION)


75
KLINIS FISIK PADA RONGGA
MULUT LEUKEMIA AKUT
HIPERPLASTIS GINGIVA
ULSERASI
PERDARAHAN GINGIVA
EKIMOSIS MULTIPEL


76
DIAGNOSIS LEUKEMIA AKUT
77
TERAPI LEUKEMIA AKUT
SUPORTIF KEMOTERAPI
KESEIMBANGAN CAIRAN
ELEKTROLIT
CEGAH ASAM URAT
TRANSFUSI
ANTIBIOTIK
VASCULAR ACCES
SUPRESI MENSES
SUPPORT PSIKOSOSIAL
OBATI PENYAKIT DASAR
INDUKSI
KONSOLIDASI
PEMELIHARAAN
PROFILAKSIS SISTEM
SARAF PUSAT
TUJUAN : JUMLAH SEL DARAH NORMAL PROLIFERASI
DAN DEFERENSIASI NORMAL
78
LEUKEMIA MIELOGENOUS / GRANULOSIT
KRONIK
LEUKEMIA LIMFOSITIK KRONIK
DEFINISI:
ADALAH KELAINAN SEL DARAH PUTIH (WBC)
AKIBAT PROLIFERASI YANG BERLEBIH
DARI HEMOPOITIK STEM CELL, TANPA KEGAGALAN
DEFERENSIASI SEHINGGA PROFIL SEL DARAH
PERIFER TERJADI PENINGKATAN WBC, TERMASUK
KADANG TAMPAK BLAST

79
AQUIRED
RADIASI
BAHAN KIMIA (BENZEN)
GENETIK (KROMOSOM PHILADELPIA PD
LEUKEMIA MIELOGENUS KRONIK)

80
KELUHAN LEUKEMIA KRONIK
(LEUKEMIA MIELOGENUS KRONIK)
FASE KRONIS
TIDAK ADA KELUHAN (2-5 TH)
FASE AKSELERASI
DEMAM
SAKIT PD TULANG
SPLENOMEGALI
HEPATOMEGALI ADA TP JARANG
FASE KRISIS BLAST

81
KELUHAN LEUKEMIA KRONIK
(LEUKEMIA MIELOGENUS KRONIK)
FASE KRISIS BLAST
SEPERTI LEUKEMIA AKUT
3 L (LESU, LETIH, LEMAS)
PERDARAHAN
INFEKSI
BB TURUN

82
KELUHAN LEUKEMIA KRONIK
(LEUKEMIA LIMFOSITIK KRONIK)
PUCAT
LELAH
BERKERINGAT
SESAK
BB TURUN
INFEKSI (BAKTERI, VIRUS)
PERDARAHAN
HEPATOSPLENOMEGALI, LIMFOADENOPATI

83
DIAGNOSIS LEUKEMIA KRONIK
LMK LLK
WBC
MIELOBLAST
TROMBOSIT
RBC
KROMOSOM
PHILADELPIA ++
LAP. SCORE RENDAH
WBC
DOMINASI SEL
LIMFOSIT MATUR
ANAMNESIS KELUHAN
PEMERIKSAAN FISIK MANIFESTASI KLINIS
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

84
EVALUASI DAN MANAJEMEN MEDIK
PADA PENDERITA LEUKEMIA
EVALUASI MEDIK
FLU-LIKE SYMPTOM
TES DARAH (LEUKOSITOSIS,
NEUTROPENIA, TROMBOSITOPENIA,
ANEMIA)
BIOPSI BONE MARROW DIBUTUHKAN
UNTUK FINAL DIAGNOSIS

85
EVALUASI DAN MANAJEMEN MEDIK
PADA PENDERITA LEUKEMIA
MANAJEMEN MEDIK
KEMOTERAPI BASIS TERAPI
OBAT TERGANTUNG TIPE LEUKEMIA
TERBAGI DALAM FASE INDUKSI DAN
FASE PEMELIHARAAN
BANYAK JENIS OBAT LEBIH BERHASIL
RADIASI
PROGNOSIS

86
1. KELAINAN RONGGA MULUT
(LEUKEMIA AKUT)
2. EVALUASI DENTAL
87
EVALUASI DENTAL
PENDERITA LEUKEMIA
1. KELAINAN RONGGA MULUT
a. MANIFESTASI ORAL (LEUKEMIA INDUCED
MYELOSUPPRESSION)
NEUTROPENIA INFEKSI KAMBUHAN
TROMBOSITOPENIA HEMATOM,
PERDARAHAN GINGIVA
b. INFILTRASI SEL
HIPERPLASI GINGIVA, ULSERASI,
LIMFADENOPATI

88
EVALUASI DENTAL
PENDERITA LEUKEMIA
2. EVALUASI DENTAL
a. RIWAYAT
b. PEMERIKSAAN
c. EVALUASI LABORATORIUM TES
DARAH LENGKAP
d. RUJUKAN MEDIK

89
AGRANULOSITOSIS
90
AGRANULOSITOSIS
SERING DISEBUT:
GRANULOPENIA
NEUTROPENIA

DEFINISI:
KELAINAN WBC SAAT LEVEL
GRANULOSIT RENDAH
AGRANULOSIT = JUMLAH NEUTROFIL
SIRKULASI <<< 100 /uL
91
EPIDEMIOLOGI
JARANG 1 3,4 / 1 JUTA ORANG
PEREMPUAN > LAKI
SEMUA USIA
KONGENITAL ANAK
AQUIRED ORANG TUA
92
BONE MARROW GAGAL PRODUKSI
YANG RUSAK > YANG DIPRODUKSI
HEREDITAIR
AUTOIMUN
PENYAKIT BONE MARROW
RADIASI
OBAT : KEMOTERAPI, FENOTIAZIN,
ANTITIROID, AMINOPIRIN,
FENILBUTAZON, KLORAMFENIKOL,
SULFONAMID
93
ANAMNESIS
TIBA2 LEMAS, LEMAH, DEMAM TINGGI,
SUKAR MENELAN, JANTUNG
BERDEBAR, NAFAS CEPAT, PAKAI OBAT
PARU / GANTI OBAT
PEMERIKSAAN KLINIS
MALAISE
TACHICARDI, DISPNOEA
HIPOTENSI BILA SYOK SEPTIK
94
ORAL
ULSER NEKROTIK TANPA HALO
HIPERSALIVASI
SAKIT PADA WAKTU MENGUNYAH
PERIODONTITIS
GINGIVAL ABSES
NEKROTIK GINGIVITIS

PERIKSA PENUNJANG:
DARAH LENGKAP
HITUNG JENIS:
A. WBC
B. NEUTROFIL < 100 / uL
95
TERAPI
DASARNYA ETIOLOGI
96
TROM
BOSIT
TROMBOSITEMIA
= TROMBASTENIA
TROMBOSITOPENIA
PERDARAHAN:
ADALAH KELUARNYA RBC DARI PEMBULUH
DARAH BAIK NYATA MAUPUN TIDAK
PERDARAHAN
97
1. VASOKONSTRIKSI PEMBULUH DARAH
2. AGREGASI PLATELET
3. BERFUNGSINYA FAKTOR-FAKTOR
PEMBEKUAN DARAH ( I s/d XII)
4. AKTIFITAS STABILISASI FIBRIN (XII)
98
PATOFISIOLOGI TERJADINYA
PERDARAHAN
FAKTOR YANG BERPERAN ADALAH:
1. KELAINAN PEMBULUH DARAH
2. TROMBOSITOPENIA
3. GANGGUAN FAAL TROMBOSIT
4. DEFISIENSI FAKTOR PERDARAHAN
5. HIPERAKTIFITAS FIBRINOLISIS
99
PATOFISIOLOGI PERDARAHAN
1. KELAINAN PEMBULUH DARAH
RAPUH : MIKRO / MAKROANGIOPATI DM
KAKU : ATHEROSKLEROSIS
TEKANAN : HIPERTENSI
2. TROMBOSITOPENIA
GAGAL PRODUKSI
SURVIVAL TROMBOSIT ( < 9 HARI)
TIMBUNAN TROMBOSIT
3. GANGGUAN FAAL TROMBOSIT
ASPIRIN / ANTI PLATELET
SINDROMA MIELOPROLIFERATIF
UREMIA
HIPERGAMAGLOBULINEMIA

100
PATOFISIOLOGI PERDARAHAN
4. DEFISIENSI FAKTOR PEMBEKUAN
(I / II / V / VII / VIII / IX / X / XI / XII)
HEMOFILIA
VON WILLEBRANS DISEASE
DEFISIENSI VIT.K
PENYAKIT HATI
DIC
5. HIPERAKTIFITAS FIBRINOLISIS
PRIMER : PENYAKIT HATI, MALIGNANSI
SEKUNDER : DIC
101
FAKTOR-FAKTOR PEMBEKU DARAH
I. FIBRINOGEN
II. PROTOMBIN
V. PRO ACCELERIN
VII. PRO CONCERTIN
VIII. ANTI HEMOFILI
IX. CHRISTMAST FACTOR
X. STUART POWER FACTOR
XI. PLASMATROMBOPLASTIN ANRICEDENT
FACTOR
XII. HAGEMAN FACTOR
XIII. FIBRIN STABILIZING FACTOR

102
DIAGNOSIS PERDARAHAN
1. ANAMNESIS
TEMPAT PERDARAHAN
RIWAYAT PERDARAHAN PENDERITA
RIWAYAT PERDARAHAN PADA KELUARGA
2. PEMERIKSAAN FISIK
ADA PERDARAHAN
KLINIS ANEMIA
HEPATOSPLENOMEGALI, LIMFADENOPATI
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
DL, HIT.JENIS,HAPUSAN DARAH, LED
TROMBOSIT, FAAL HEMOSTASIS
103
EVALUASI MEDIK PENDERITA
DENGAN PERDARAHAN
1. RIWAYAT PERDARAHAN, PURPURA, EKIMOSIS,
EPISTAKSIS, PETECHIE, GUM BLEEDING,
PERDARAHAN BERLEBIHAN SETELAH MENSTRUASI /
CABUT GIGI / SIRKUMSISI
2. PENGGUNAAN OBAT PERDARAHAN : ASPIRIN, ANTI
PLATELET, HEMOTASIS
3. PEMERIKSAAN PENUNJANG: DL / JML TROMBOSIT DAN
FAAL HEMOSTASIS:
a. JML TROMBOSIT
b. WAKTU PERDARAHAN
c. PLASMA PROTROMBIN TIME (PPT)
d. KAOLIN PARTIAL THROMBOPLASTINE TIME (KPPT)
104
MANAJEMEN MEDIK PENDERITA
DENGAN PERDARAHAN
1. TRANSFUSI PLATELET
2. HINDARI ASPIRIN,
ANTIPLATELET, NON STEROID
ANTI INFLAMATORY DRUG
(NSAID)
105
KATEGORI RISIKO PENDERITA
DENGAN PERDARAHAN
106
1. RIWAYAT PERDARAHAN
2. PEMERIKSAAN KLINIS
3. PEMERIKSAAN PENUNJANG MELIPUTI:
DARAH LENGKAP
JUMLAH TROMBOSIT
FAAL HEMOSTASIS
107
108
109
110
3.
111