Anda di halaman 1dari 2

2.

Pendahuluan
2.1 Latar Belakang
Semua sel aktif terus menerus melakukan respirasi dengan menyerap O
2
dan melepaskan
CO
2
dalam volume yang sama. Namun seperti kita ketahui, respirasi lebih dari sekadar pertukaran
gas secara sederhana. Proses keseluruhan merupakan reaksi oksidasi-reduksi, yaitu senyawa
dioksidasi menjadi CO2 dan O2 yang diserap direduksi menjadi H2O, Pati, fruktan, sukrosa, atau gula
yang lainnya, lemak, asam organik, bahkan protein dapat bertindak sebagai substrat respirasi.
Respirasi umum glukosa dapat ditulis sebagai berikut:
C
6
H
12
O
6
+ 6O
2
6CO
2
+ 6H
2
O + energi (Salisbury & Ross, 1995).
Respirasi merupakan proses penguraian senyawa organik dan senyawa anorganik.
Tumbuhan dapat melakukan respirasi karena dibantu oleh lenti sel, stomata dan rambut akar.
Respirasi mampu memiliki manfaat yaitu memberikan senyawa penting dalam tubuh. Dalam
respirasi aerob diperlukan oksigen dan dihasilkan karbon dioksida serta energi. Sedangkan respirasi
anaerob tidak memerlukan oksigen dan menghasilkan senyawa seperti alkohol, asam asetat dan
sedikit energi. (Lovelles,1999)

2.2 Tujuan
2.2.1 Memahami proses respirasi biji kacang hijau berkecambah dan mengetahui salah satu hasil
respirasi

3. Metode
3.1 Alat dan bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain gelas musium yang berfungsi untuk
wadah kecambah dan kapas. Kapas berfungsi sebagai media kacang hijau. Kawat berfungsi sebagai
penguji oksigen. Korek api berfungsi sebagai menyalakan ujung kawat. Sementara itu, bahan yang
diperlukan antara lain biji kacang hijau dan air yang berguna untuk media kontrol.
3.2 Cara Kerja
Langkah langkah saat melakukanpraktikum antara lain 2 gelas musium disiapkan. Kapas
basah diletakkan pada dasar gelas musium. 10 gram kecambah kacang hijau diletakkan di atas gelas
musium I, gelas musium II sebagai kontrol. Kawat yang menyala dimasukkan ke masing masing gelas
musium. Lama waktu nyala api dihitung.

4. Hasil dan Pembahasan
Dari praktikum yang telah ditentukan terdapat hasil sebagai berikut:
Tabel 3: Perbandingan lama nyala api
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa lama nyala api pada air (media kontrol) lebih lama
daripada biji kecambah. Lama nyala api pada air yaitu 5 detik dan lama nyala api pada biji kecambah
yaitu 4 detik.
Pada praktikum kali ini terdapat tiga hasil percobaan yang akan dibahas yaitu pengertian
respirasi dan reaksi, hasil respirasi, nyala api pada gelas. Respirasi merupakan proses pertukaran gas
secara difusi dengan menyerap oksigen (O
2
) dan mengeluarkan karbon diokasida (CO
2
). Reaksi dari
respirasi adalah C
6
H
12
O
6
+ 6O
2
6CO
2
+ 6H
2
O + energi. Respirasi mengubah glukosa dan oksigen
menjadi karbondioksida, air dan energi. Hasil dari respirasi adalah karbondioksida, air, dan energi.
Berdasar pada percobaan, nyala api yang dimasukkan pada gelas musium berisi air bertahan
lebih lama dari pada nyala api yang dimasukkan pada gelas musium yang berisi biji berkecambah. Hal
itu sesuai dengan teori bahwa salah satu hasil dari respirasi adalah karbondioksida. Api
membutuhkan oksigen untuk menyala dan akan mati apabila terkena karbondioksida. Pada gelas
musium yang berisi biji berkecambah, biji mengalami respirasi yang menghasilkan karbondioksida
sehingga kadar karbondioksida dalam gelas musium tersebut lebih banyak dari gelas musium yang
berisi air. Hal ini menyebabkan nyala api lebih cepat mati pada gelas musium berisi biji
berkecambah.

Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Proses dari respirasi dapat dijelaskan sebagai berikut :

2. Salah satu hasil dari repirasi adalah karbondioksida.