Anda di halaman 1dari 4

PENDEKATAN PAKEM

Secara historis, PAKEM menurut Rusman (2011 :321) adalah salah satu produk dari
program kerja sama antara UNESCO dan UNICEF dengan depdiknas pada tahun 1999 dalam
mengembangkan CLCC (creative learning communities for Childern) yang selanjutnya
dikenal dengan nama School Based Management (manajemen berbasis sekolah). Manajemen
berbasis sekolah tersebut memiliki tiga komponen penting, yaitu
a. Manajemen sekolah yang berifat terbuka,akuntabel dan partisipatif
b. Peran serta masyarkat, baik secara fisik maupun nonfisik/teknis edukatif
c. Pembelajaran,aktif,kreatif dan menyenangkan (PAKEM) yang sesuai dengan prinsip
pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centred learning)
Tujuan PAKEM menurut Rusman (2011:322) pada dasarnya untuk mendorong
terjadinya perubaha paradigma di bidang pendidikan dan pembelajaran dari
a. Schooling menjadi learning
b. Dari instructive menjadi facilitatif
c. Dari government role menjadi community role
d. Centralistic menjadi desentralistic
Dari penjelasan diatas dapat disimak bahwa penndekatan PAKEM pada hakikatnya
merupakan modifikasi dan sekaligus penyempurnaan dari pendekatan pembelajaran CBSA
dengan menmbahkan kedalamnya unsur-unsur Partisipatif, Kreatif, Efektif dan
menyenangkan. Secara rasional, penambahan unsur-unsur tersebut tentu saja dimaksudkan
untuk menegaskan bahwa didalam proses pembelajaran disamping mempersyaratkan unsur
keaktifan siswa sebagai rohnya pembelajaran diorentasikan kepada pengembangan
kreativitas siswa, disertai upaya pengefektipan pencapaian tujuan pembelajaran , dalam
kondisi/ suasana pelaksanaan proses pembelajaran yang menyenangkan pada peserta didik.
1. Pengertian dan Unsur-Unsur Pendekatan PAKEM
a. Unsur P sebagai representasi dari kata partisipatif mengandung makna bahwa
pembelajaran harus meningkatkan partisipasi siswa secara optimal. Dalam
prosespembelajaran, siswa diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk
berpartisipasi dalam proses pembelajaran, siswa diberikan kesempaan untuk
perpartisipasi dalam berbagai aktivitas pembelajaran,sementara guru berperan
sebagai fasilitator pembelajaran.
b. Unsur A sebagai representasi dari kata Aktif mengandung makna bahwa setiap
pembelajaran harus berorentasi kepada siswa (Student Centred) yang memberi
peluang bagi keterlibatan aktif siswa secara optimal dalam proses pembelajaran.ada
beberapa asumsi yang mendasari perlunya pengaktifan siswadalam proes
pembelajaran, yaitu :
a. Asumsi yang berkenaan dengan hakekat subyek didik yang menyatakan bahwa
subyek didik pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi lingkungan
hidupnya
b. Asumsi yang berkenaan dengan hakekat pendidikan yang menyatakan bahwa
pendidikan merupakan proses interaksi manusiawi yang di tandai kesetimbangan
antara kedaulatan subyek didik dengan kewibawaan pendidik
c. Asumsi yang berkaitan dengan hakekat belajar mengajar yang menyatakan bahwa
peristiwa belajar mengajar terjadi apabila subyek didik secara aktif berinteraksi
dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru.
d. Asumsi yang berkaita hakekat guru yang menyatakan bahwa guru berperan
sebagai fasilitator memungkinkan terciptanya kondisi yang baikbagi subyek
didikuntuk belajar
c. Unsur K sebagai representasi kata Kreativitas mengandung makna bahwa proses
pembelajaran harus di desain sedemikian rupa sehingga memberi peluang bagi
berkembangnya aspek kreativitas siswa. Sebagai salah satu unsur PAKEM ,
kreativitas merupakan unsur yang sangat penting untuk dikembangkan pada diri
siswa. Kreativitas didefinisikan secara berbeda-beda oleh pakar berdasarkan dari
sudut pandang masing-masing. Perbedaan sudut pandang ini menghasilkan berbagai
definisi kreativitas dengan penekanan yang berbeda-beda. Baron ( Ali dan Asrori,
2005) mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu
yang baru, meskipun tidak mesti baru sama sekali. Guilford menekankan bahwa
orang-orang kreatif lebih banyak memiliki cara berpikir divergen dari pada
konvergen (cara berpikir individu yang menganggap hanya ada satu alternatif
jawaban dari suatu permasalahan). Sementara spearman (Munandar 1999)
mengemukakan bahwa berpikir kreatif pada dasarnya merupakan proses melihat
dan menciptakan hubungan antara proses sadar dan bawah sadar . Rochmat wahab
dan solehuddin (1998/1998) mengemukakan bahwa secara umum kreativitas dapat
diartikan sebagai kemampuan untuk berpikir tentang sesuatu dengan suatu cara yang
baru dan tidak biasa (unusual) dan menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap
berbagai persoalan, sedangkan cara konprehensif,kreativita dapat diartikan sebagai
kemampuan berpikir,bersikap,dan bertindak tentang sesuatu dengan cara yang baru
dan tidak biasa (unusual) guna memecahkan berbagai persoalan, sehingga dapat
menghasilkan penyelesaian yang orisinal dan bermanfaat.
d. Unsur E sebagai representasi dari kata Efektif mengandung makna bahwa proses
pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan sehingga keberhasilan proses
pembelajaran diukur dari ketercapaian tujuan-tujuan pembelajaran secara optimal,
baik instructional effects (dampak pembelajaran) maupun nurturant effects (dampak
pengiring). Untuk keperluan tersebut, pendekatan/strategi/metode pembelajaran
senantiasa mempertimbangkan keefektipan pencapaian tujuan pembelajaran tersebut.
e. Unsur M sebagai representasi dari Menyenangkan mengisyaratkan perlunya proses
pembelajaran itu dilaksanakan dan dikelola dalam kondisi dan dikelola dalam
kondisi dan suasana yang menyenangkan, menggairahkan dan menantang siswa
untuk belajr, karena pembelajaran dapat memenuhi kebutuhan untuk maju dari
peseserta didik. Pembelajaran menyenangkan menurut Mulyasa, dalam Rusman
(2011) merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya terdapat suatu kohesi
yang kuat antara guru dan siswa, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan. Atau
dengan kata lain, didalamnya terdapat pola hubungan yang baik antara guru dan
siswa dalam proses pembelajaran. Guru dalam hal ini memposisikan diri sebagai
mitra belajar bagi siswa. Dengan kondisi dan suasana pembelajaran yang demikian,
siswa belajar dengan suasana gembira, tidak tertekan baik secara intelektual maupun
emosional dan diharapkan setiap anak mencapai hasil belajar yang optimal sesuai
potensi yang dimilikinya.
2. Penerapan PAKEM dalam pembelajaran
Menyadari betapa pentingnya pelaksanaan pembelajaran PAKEM (yang
mengutamakan keaktifan dan kreativitas sehingga efektif dan menyenangkan peserta
didik), maka perlu di upayakan cara-cara untuk mewujudkannya. Dari sisi guru sebagai
faktor kunci dalam proses pembelajaran, menuntut penguasaan berbagai pendekatan,
strategi, model dan metode megajar serta berbagai keterampilan dasar mengajar.
Penguasaan tersebut akan memberi keleluasaan untuk memilih pendekatan, strategi,
model dan metode yang sesuai dengan tujuan, materi, peserta didik, dan lain-lain
sehingga dapat diterapkan prinsip-prinsip dari PAKEM secara optimal. Dari sisi lain,
keleluasaan dalam memilih metode sesuai dengan strategi pembelajaran yang dipilih itu
harus di tunjang oleh penguasaan berbagai keterampilan dasar mengajar umpanyanya
sebgai contoh, penggunaan metode tanya jawab harus didukung oleh kemampuan guru
yang memadai tentang keterampilan bertanya.
Dalam hubunga ini, Donald, J.Treffinger (Rokhmat Wahab & Solehuddin,
1998/1999) mengemukakan sejumlah pengalaman belajar yang dapat dikembangkan oleh
guru untuk mendukung pengembangan kretivitas yaitu
a. Menciptakan tugas yang dikehendaki oleh anak-anak, sehingga memungkinkan
anak mampu menunjukkan keterlibatan personal yang tinggi.
b. Kegiatan pembelajaran hendaknya dilandasi dengan rasa ingin tahu siswa
c. Penciptaan proses pembelajaran hendaknya memungkinkan anak-anak dapat
mengembangkan sensivitasnya terhadap berbagai masalah dan tantangan.
d. Dalam kegiatan pembelajaran yang perlu di tegakkan adalah pengalaman belajar
yang membrikan kelonggaran bagi anak-anak untuk melakukan elaborasi dalam
berpikir dan pengembangan kemampuan berpikir divergen ehingga anak-anak
tidak terbiasa dihadapkan pada suatu jawabab benar etiap menjumpai ersoalan
e. Selama proses pembelajaran hendaknya dihindari perilaku judgmental dari guru,
sebaliknya perlu dikembangkan sikap apresiatif. Evaluasi terhadap anak
hendaknya dikembangkan standar yang didasarkan pada tugas dan tujuan serta
kemampuan anak,sehingga evaluasi lebih bersifat sangat personal
f. Pengalaman belajar yang diberikan kepada anak, hendaknya memungkinkan anak
bebas melakukan eksperimen. Adalah sangat terpuji, sekiranya selalu diusahakan
memberikan kelonggaran kepada para siswa untuk menemukan kesalahan, dan
mereka dapat belajar dari kesalahan, sehingga mereka dapat menemukan solusi
sendiri.
g. Kegiatan pembelajaran yang positif diharapkan dapat memberikan kesempatan
yang banyak bagi para siswa untuk menemukan pilihannya sendiri. Selanjutnya
mereka dapat merumuskan secara menarik dan menyenangkan sehingga
alternatif solusi itu tidak hanya menyenangkan dirinya sendiri melainkan juga
bermanfaat bagi orang lain
h. Selama proses pembelajaran, anak-anak perlu sekali diperhadapkan kepada
persoalan riel dalam kehidupan sehari-hari
i. Pengalaman belajar yang benar-benar perlu mendapat penekanan adalah
pengalaman belajar yang mampu menghantarkan para siswa untuk memecahkan
suatu masalah yang dapat mengarahkan mereka mengidentifikasi tantangan-
tantangan yang baru