Anda di halaman 1dari 20

Manajemen

Pengelolaan Obat
dan Alkes

Pengendalian - Distribusi
Hening Pratiwi, M.Sc., Apt
Drug Management Cycle
Pengendalian
Analisis Pareto
Analisis VEN
Analisis Kombinasi
1. Analisis PARETO/ ABC
Pengendalian Persediaan banyak permasalahan alokasi
anggaran didominasi o/ bbrp jenis perbek.farm.
Jumlah penggunaan yg banyak
Harganya mahal
PARETO / ABC Vilfredo Pareto
berisi daftar barang yang terjual yang
memberikan kontribusi terhadap
omset, yang disusun berurutan
berdasarkan nilai jual dari yang
tertinggi sampai terendah dan disertai
jumlah atau kuantitas barang yang
terjual
Analisis pareto digunakan karena
jumlah jenis obat yang sangat
banyak, sedangkan yang banyak
digunakan serta memberikan
kontribusi besar terhadap omset
jumlahnya sedikit, sehingga perlu
dilakukan prioritas dalam
pengendaliannya
Manfaat
Membantu manajemen dalam menentukan tingkat persediaan yg
efisien
memberi perhatian pd jenis persed.utama yg dpt memberikan cost
benefit yg besar bagi perusahaan
Perputaran modal menjadi cepat
mencegah terjadinya kekosongan barang yang bersifat fast moving
meminimalisir penolakan resep, mengurangi resiko penumpukan
barang, obat kadaluarsa, dan kerusakan barang, serta memperkecil
kemungkinan barang hilang
Analisis ABC (Always
Better Control)
No Keterangan Jumlah item Jumlah nilai
1 A 20 % 80 %
2 B 30 % 15 %
3 C 50 % 5 %
Total 100 % 100 %
2. ANALISIS VEN :
Vital
V
Esensial
E
Non Esensial
N
Kriteria VEN :
Kelompok V:
Adalah kelompok obat-obatan yang sangat esensial (vital), yang
termasuk dalam kelompok ini antara lain:
a) Obat penyelamat (life saving drugs)
b) Obat untuk pelayanan kesehatan pokok (vaksin dan lain-lain)
c) Obat untuk mengatasi penyakit penyebab kematian terbesar.
Kelompok E:
Adalah kelompok obat yang bekerja kausal yaitu obat yang bekerja
pada sumber penyebab penyakit.
Kelompok N:
Merupakan obat penunjang yaitu obat yang kerjanya ringan dan
biasa dipergunakan untuk menimbulkan kenyamanan atau untuk
mengatasi keluhan ringan/bisa sembuh sendiri (self-limiting desease).
Next
Penggolongan obat sistem VEN dapat
digunakan untuk:
a) Penyesuaian rencana kebutuhan obat
dengan alokasi dana yang tersedia. Obat yang
perlu ditambah atau dikurangi dapat didasarkan
atas pengelompokan obat menurut VEN.
b) Penyusunan rencana kebutuhan obat yang
masuk kelompok V agar diusahakan tidak
terjadi kekosongan obat.
3. ANALISIS KOMBINASI
ABC&VEN
Jenis perbekalan farmasi yang termasuk
kategori A dari analisis ABC= benar2 jenis
perbekalan farmasi yg diperlukan untuk
penanggulangan penyakit terbanyak
Dg kata lain statusnya harus E dan
sebagian V dari analisis VEN.
Digunakan untuk tetapkan prioritas untuk
pengadaan obat dimana anggaran yg ada
tdk sesuai dengan kebutuhan.
A B C
V VA VB VC
E EA EB EC
N NA NB NC
Metode PUT
Harus diadakan tanpa
mempedulikan sumber anggaran
Kelompok VA, VB, VC
P (Prioritas)
Dialokasikan pengadaannya dari
sumber dana tertentu
Kelompok EA, EB, EC
U (Utama)
Dialokasikan pengadaannya setelah
obat proritas dan obat utama
terpenuhi
Kelompok NA, NB, NC
T
(Tambahan)
Metode gab.ini=u/melakukan
pengurangan obat
Mekanismenya :
obat yg msk kategori NC mjd prioritas pertama utk
dikurangi/dihilangkan dr rencana kebut., bila dana
masih kurang, maka obat kategori NB mjd prioritas
selanjutnya,dstjika setelah dilakukn dg
pendekatan ini dana tersedia msh juga kurang,
lakukan langkah selanjutnya.
Pendekatan sama dg pd saat pengurangan obat pd
kriteria NC, NB, NA, dimulai dg pengurangan obat
kategori EC, EB, dan EA
Distribusi
Merupakan kegiatan mendistribusikan perbekalan
farmasi untuk pelayanan individu dalam proses terapi
bagi pasien
Instalasi
Farmasi
Rumah
Sakit
Sentralisasi
Desentralisasi
Kombinasi
Ada beberapa metode yg digunakan
IFRS dalam mendistribusikan
perbekalan farmasi :
Resep Perorangan
Persediaan
Lengkap di Ruang
(Floor Stock)
Unit Dose
Dispensing
Resep Perorangan
Resep yang ditulis dokter untuk setiap pasien
Keuntungan :
1. Resep dikaji langsung oleh
apoteker yang kemudian
memberi keterangan kepada
pasien secara langsung
2. Interaksi profesional antara
apoteker, dokter, perawat, dan
pasien
3. Memungkinkan pengendalian
yang lebih dekat
4. Mempermudah penagihan
biaya perbekalan farmasi bagi
pasien
Kerugian :
1. Memerlukan waktu yang lebih
lama
2. Pasien membayar obat yang
kemungkinan tidak digunakan
Persediaan lengkap di
ruangan
Tatanan kegiatan penghantaran sediaan perbekalan farmasi sesuai
dengan yang ditulis dokter pada order perbekalan farmasi yang
disiapkan dari persediaan di ruang oleh perawat dengan mengambil
dosis perbekalan farmasi dari wadah sediaan dan langsung diberikan
kepada pasien.
Keuntungan :

1. Pelayanan lebih cepat
2. Menghindari pengembalian
perbekalan farmasi yang
tidak terpakai ke IFRS
3. Mengurangi penyalinan
order perbekalan farmasi
Kerugian :

1. Tidak dikaji oleh apoteker
2. Kemungkinan hilangnya
perbekalan farmasi meningkat
3. Penambahan modal investasi
4. Diperlukan waktu tambahan
bagi perawat untuk
menangani perbekalan
farmasi
Dosis unit
Perbekalan farmasi yang diorder oleh dokter untuk
pasien, terdiri atas satu atau beberapa jenis perbekalan
farmasi yang masing-masing dalam kemasan dosis unit
tunggal dalam jumlah persediaan yang cukup untuk suatu
waktu tertentu
Keuntungan :
1. Pasien hanya membayar
perbekalan farmasi yang
dikonsumsinya
2. Semua dosis yg diperlukan
pada unit telah disiapkan oleh
IFRS
3. Mengurangi kesalahan
pemberian perbekalan farmasi
4. Menghindari duplikasi order
perbekalan yang berlebihan
Kerugian :
1. Meningkatkan kebutuhan
tenaga farmasi
2. Meningkatkan biaya
operasional
Sistem yang digunakan untuk
mencegah resep keluar
Sistem kartu obat
Sistem satu atap
Sistem jemput resep
Secara teknis
Memecah status pasien
Tengkyuuu.......