Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

POLARIMETER

OLEH :
Kelompok 3
1.
2.
3.
4.

Silmi Jati Khumaira


Nisaul Fitri
Imaniyah
Martinus Sabiyantus Tes Loe

PROGRAM STUDI D-III ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN


FAKULTAS FARMASI
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI
2014
DAFTAR ISI
COVER ............................................................................................................... 1

DAFTAR ISI ....................................................................................................... 2


BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ........................................................................... 3
B. RUMUSAN MASALAH ...................................................................... 3
C. TUJUAN ............................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN ...................................................................................... 4
2.2 HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI POLARIMETER ................... 5
2.3 GAMBAR, BAGIAN DAN FUNGSI BAGIAN ALAT ....................... 6
2.4 KEGUNAAN POLARIMETER ........................................................... 7
2.5 PRINSIP KERJA POLARIMETER ...................................................... 7
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN ....................................................................................... 9
B. SARAN ................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................10

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Polarisasi adalah proses dimana getaran-getaran suatu gerak gelombang
dibatasi menurut pola tertentu. Peristiwa polarisasi merupakan suatu peristiwa
penyearahan arah getar suatu gelombang menjadi sama dengan arah getar
polaroid dengan cara menyerap gelombang yang memiliki arah getar yang
berbeda dan meneruskan gelombang deengan arah getar yang sama dengan
polaroid.
Poralimeter adalah alat untuk mengukur besaran putaran bekas cahaya
terpolarisasi oleh suatu zat optik aktif yang terdapat dalam larutan. Zat yang
bersifat optis aktif adalah zat yang memiliki struktur transparan dan tidak
simetris sehingga mampu memutar bidang polarisasi radiasi. Materi yang
bersifat optis aktif contohnya adalah kuarsa gula.
Polarimeter adalah suatu alat yang tersusun atas polarisator dan analisator.
Polarimeter adalah Polaroid yang dapat mempolarisasi cahaya, sedangkan
analisator adalah Polaroid yang dapat menganalisa atau mempolarisasikan
cahaya. Ada beberapa jenis polarimeter yaitu manual, semi otomatis, dan
otomatis.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari polarimeter ?
2. Hal-hal apa saja yang mempengaruhi polarimeter ?
3. Bagaimana gambar bagian dan fungsi bagian polarimeter ?
4. Apa kegunaan dari polarimeter ?
5. Bagaimana prinsip kerja polarimeter ?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian polarimeter.
2. Untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi polarimeter.
3. Untuk mengetahui gambar dan fungsi bagian polarimeter.
4. Untuk mengetahui kegunaan polarimeter.
5. Untuk mengetahui prinsip kerja polarimeter.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian

Polarimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besarnya


putaran optik yang dihasilkan oleh suatu zat yang bersifat optis aktif yang
terdapat dalam larutan. Polarimeter ini merupakan alat yang didesain khusus
untuk mempolarisasi cahaya oleh suatu senyawa optis aktif.
Senyawa optis aktif adalah senyawa yang dapat memutar bidang
polarisasi, sedangkan yang dimaksud dengan polarisasi adalah pembatasan
arah getaran (vibrasi) dalam sinar atau radiasi elektromagnetik yang lain.
Ada tiga jenis polarimeter, diantaranya adalah :
1.

Manual. Polarimeter pertama kembali pada tahun 1830-an, yang


dibutuhkan pengguna secara fisik memutar analyzer, dan detektor itu
mata pengguna menilai saat yang paling bersinar cahaya melalui. Sudut
ditandai pada skala yang mengelilingi analyzer tersebut. Desain dasar
masih digunakan dalam polarimeter sederhana.

Gambar 1. Polarimeter Manual

2.

Semi-otomatis. Membutuhkan deteksi visual tetapi push menggunakantombol untuk memutar analisa dan menawarkan tampilan digital.

Gambar 2. Polarimeter Semi-otomatis

3.

Sepenuhnya otomatis. Polarimeter yang paling modern yang sepenuhnya


otomatis, dan hanya memerlukan user untuk menekan tombol dan
menunggu pembacaan digital.

Gambar 3. Polarimeter Otomatis

2.2 Hal-hal yang mempengaruhi polarimeter


1. Jenis zat. Masingmasing zat memberikan sudut putaran yang berbeda
terhadap bidang getar sinar terpolarisir.

2. Panjang lajur larutan dan panjang tabung. Jika lajur larutan diperbesar
maka putarannya juga makin besar.
3. Suhu. Makin tinggi suhu maka sudut putarannya makin kecil, hal ini
disebabkan karena zat akan memuai dengan naiknya suhu sehingga zat
yang berada dalam tabung akan berkurang.
4. Konsentrasi zat sebanding dengan sudut putaran, jika konsentrasi
dinaikkan maka putarannya semakin besar.
5. Jenis sinar (panjang gelombang). Pada panjang gelombang yang berbeda
zat yang sama mempunyai nilai putaran yang berbeda.
6. Pelarut. Zat yang sama mempunyai nilai putaran yang berbeda dalam
pelarut yang berbeda

2.3 Gambar, bagian dan fungsi bagian alat


Tempat
tabung optik
detekto
Skal
a

Tempat
lampu
natrium

Sekup
lingkaran

Tabung optic
(wadah
sempel)

Tombol
On/Of

Lampu D
Natrium

Gambar 4. Bagian-bagian Polarimeter Manual

Fungsi bagian-bagian polarimeter adalah :


1.

Sumber cahaya monokromatis, yaitu sinar yang dapat memancarkan


sinar monokromatis. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah
lampu D Natrium dengan panjang gelombang 589,3 nm. Selain itu juga
dapat digunakan lampu uap raksa dengan panjang gelombang 546 nm.

2.

Polarisator dan analisator. Polarisator berfungsi untuk menghasilkan sinar


terpolarisir. Sedangkan analisator berfungsi untuk menganalisa sudut
yang terpolarisasi. Yang digunakan sebagai polarisator dan analisator

3.

adalah prisma nikol.


Prisma setengah nikol merupakan alat untuk menghasilkan bayangan

4.

setengah yaitu bayangan terang gelap dan gelap terang.


Skala lingkar merupakan skala yang bentuknya melingkar dan
pembacaan skalanya dilakukan jika telah didapatkan pengamatan tepat

5.

baur-baur.
Wadah sampel ( tabung polarimeter ). Wadah sampel ini berbentuk
silinder yang terbuat dari kaca yang tertutup dikedua ujungnya berukuran
besar dan yang lain berukuran kecil, biasanya mempunyai ukuran
panjang 0,5 ; 1 ; 2 dm. Wadah sampel ini harus dibersihkan secara hati-

6.

hati dan tidak bileh ada gelembung udara yang terperangkap didalamnya.
Detektor. Pada polarimeter manual yang digunakan sebagai detektor
adalah mata, sedangkan polarimeter lain dapat digunakan detektor
fotoelektrik.

2.4 Kegunaan polarimeter


1. Menganalisa zat optis aktif
2. Mengukur kadar larutan
3. Penentuan antibiotic dan enzim
2.5 Prinsip kerja polarimeter
1. Sinar monokromatis dari sumber cahaya (lampu natrium) akan melewati
lensa kolimator sehingga berkas sinar yang dihasilkan akan disejajarkan
arah rambatnya.
2. Dari lensa terus ke polarisator untuk mendapatkan berkas cahaya yang
terpolarisasi.
3. Cahaya terpolarisasi ini akan terus ke prisma nicol untuk mendapatkan
bayangan gelap dan terang, kemudian melewati larutan senyawa optik
aktif yang berada dalam tabung polarimeter.
Bila cahaya terpolarisasi dilewatkan ke dalam suatu zat optis aktif seperti
gula, maka cahaya itu akan dibelokkan. Kalau cahaya tersebut dilewatkan ke
dalam air murni kita melihat cahaya tersebut diteruskan, artinya air tidak dapat
memutar bidang cahaya terpolarisasi. Zat optis aktif ditandai oleh adanya
atom karbon tak setangkap (asimetri-tak simetri) atau kiral di dalam senyawa

organik. Besarnya sudut perputaran cahaya terpolarisasi dapat diukur dengan


polarimeter dan harganya dipengaruhi oleh konsentrasi zat optis aktif.
Cara kerja
1. Nyalakan lampu natrium.
2. Kondisikan ruangan antara polarisator dan analisator dalam keadaan gelap.
3. Putar sekrup polarisator sambil mengamati lewat teropong okuler,
kemudian atur kedudukan analisator sehingga muncul medan pandang
yang sama terang antara tengah dan kedua sisinya, catat skala yang ada.
4. Isi tabung gelas dengan aquadest dan letakkan di analisator dan
polarisator.
5. Amati perubahan medan pandang melalui lensa okuler, jika berubah maka
atur kedudukan analisator sehingga muncul medan pandang semula. Catat
kedudukan skala analisator dan mengulangi samapi minimal tiga kali.
6. Ulangi langkah yang sama untuk larutan dengan konsentrasi yang berbeda.
7. Cuci tabung gelas dengan air bersih lalu bilas dengan aquadest.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1. Polarimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besarnya
putaran optik yang dihasilkan oleh suatu zat yang bersifat optis aktif yang
terdapat dalam larutan.
2. Faktor yang mempengaruhi polarimeter adalah Pelarut dari zat optik aktif,
Pengaruh temperature, Konsentrasi kontras dan panjang tabung optik
rotasi
3. Kegunaan polarimeter adalah untuk menganalisa zat optis aktif, mengukur
kadar larutan yang, penentuan antibiotic dan enzim
B. SARAN
1. Melakukan kalibrasi pada alat sebelum digunakan.
2. Dilakukan percobaan menggunakan aquadest sebelum dilakukan pada
sampel.
3. Tabung optik dicuci dengan air bersih kemudian dibilas menggunakan
aquadest setiap kali pergantian sampel.
4. Gunakan kaca pembesar untuk ketelitiandalam membaca skala.
5. Usahakan tidak ada gelembung udara pada tabung porselin yang berisi
larutan.

DAFTAR PUSTAKA
Banowati, Reni. 2011. Polrimeter. (Online).
http://diploma.chemistry.uii.ac.id/index.php?
option=com_content&task=view&id=151&Itemid=119 (diakses tanggal
13 Mei 2014)
Hidayat, Riki. 2012. Laporan Praktikum Fisika Dasar. (Online).
http://id.swewe.com/word_show.htm/?260851_3&Polarimeter (diakses
tanggal 13 Mei 2014)
Jepoters, Syamsumarlin. 2013. Laporan Praktikum Polarimeter. (Online).
http://syamsumarlinjepoters.blogspot.com/2013/02/laporan-praktikumpolarimeter.html (diakses tanggal 13 Mei 2014)
Lalelorang, Natalia. 2012. Polarimeter. (Online). http://polarimeterfarmasi.blogspot.com/2012/12/v-behaviorurldefaultvmlo.html (diakses
tanggal 13 Mei 2014)
Siregar, Genius. 2011. Polarimeter. (Online).
http://geniusregarunited.blogspot.com/2011/03/polarimeter.html (diakses
tanggal 13 Mei 2014)

10

11