Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tumor usus halus jarang terjadi, sebaliknya tumor usus besar atau rektum
relative umum. Pada kenyataannya, kanker kolon dan rektum sekarang adalah
tipe paling umum kedua dri kanker internal di Amerika serikat. Ini
adalah penyakit budaya barat. Diperkirakan bahwa 15. kasus baru
kanker kolorektal di diagnosis di negara ini setiap tahunnya. !anker kolon
menyerang individu dua kali lebih besar dibanding kan kanker rektal.
Insidensnya meningkat sesuai dengan usia "kebanyakan pada pasien
yang berusia lebih dari 55 tahun# dan makin tinggi pada individu
dengan riwayat keluarga mengalami kanker kolon, penyakit usus in$lamasi
kronis atau polip. Perubahan pada persentase distribusi telah terjadi pada
tahun terakhir. Insidens kanker pada sigmoid dan area rektal telah
menurun, sedangkan insidens pada kolon asendens dan desendens meningkat.
%ebih dari 15&. orang terdiagnosa setiap tahunnya, kira' kira
setengah dari jumlah tersebut meninggal setiap tahunnya, meskipun sekitar
tiga dari empat pasien dapat diselamatkan dengan diagnosis dini dan
tindakan segera. Angka kelangsungan hidup di bawah lima tahun adalah
() sampai 5), terutama karena terlambat dalam diagnosis dan adanya
metastase. !ebanyakan orang asimtomatis dalam jangka waktu lama dan
men*ari bantuan kesehatan hanya bila mereka menemukan perubahan pada
kebiasaan de$ekasi atau perdarahan rektal.
Penyebab nyata dari kanker kolon dan rektal tidak diketahui, tetapi $aktor
resiko telah teridenti$ikasi, termasuk riwayat penyakit atau riwayat kanker
kolon atau polip dalam keluarga, riwayat usus in$lamasi kronis dan diet tinggi
lemak, rotein dan daging serta rendah serat.
1
B. RUMUSAN MASALAH
Apa dan bagaimana pengertian, etiologi, klasi$ikasi, stadium, pathway,
pato$isiologi, pemeriksaan diagnostik, penatalaksanaan, dan asuhan keperawatan
pada klien dengan +a !olon.
C. TUJUAN
,ahasiswa mampu untuk memahami pengertian, etiologi, klasi$ikasi,
stadium, pathway, pato$isiologi, pemeriksaan diagnostik, penatalaksanaan, dan
asuhan keperawatan pada klien dengan +a !olon.
-
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI
Tumor adalah suatu benjolan atau struktur yang menempati area
tertentu pada tubuh, dan merupakan neoplasma yang dapat bersi$at jinak
atau ganas ".!/I, -0 1 -&0#.
!anker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel
yang tidak teratur dan kemampuan sel'sel ini untuk menyerang jaringan
biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang
bersebelahan "invasi# atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh
"metastasis#. Pertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan
D2A, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembagian sel, dan
$ungsi lainnya "3ale, - 1 144#.
!anker kolon5usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di
dalam permukaan usus besar atau rektum "6oyle 7 %angman, - 1 05#.
!anker kolon adalah pertumbuhan sel yang bersi$at ganas yang tumbuh pada
kolon dan menginvasi jaringan sekitarnya "Tambayong, - 1 1(8#.
Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kanker
kolon adalah suatu pertumbuhan tumor yang bersi$at ganas dan merusak sel
D2A dan jaringan sehat disekitar kolon "usus besar#.
B. ANATOMI FISIOLOGI
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu
dan rektum. .ungsi utama organ ini adalah menyerap air dari $eses. Usus besar
terdiri dari :
1. !olon asendens "kanan#
-. !olon transversum
8. !olon desendens "kiri#
(. !olon sigmoid "berhubungan dengan rektum#
8
6anyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi men*erna
beberapa bahan dan membantu penyerapan 9at'9at gi9i. 6akteri di dalam usus besar
juga ber$ungsi membuat 9at'9at penting, seperti vitamin !. 6akteri ini penting untuk
$ungsi normal dari usus. 6eberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan
gangguan pada bakteri'bakteri didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa
menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.
/sus buntu atau sekum "6ahasa %atin1 caecus, :buta:# dalam istilah anatomi
adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon
menanjak dari usus besar. ;rgan ini ditemukan pada mamalia, burung, dan beberapa
jenis reptil.
<ebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora
eksklusi$ memiliki sekum yang ke*il, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh
umbai *a*ing.
Rektum "6ahasa %atin1 regere, :meluruskan, mengatur:# adalah sebuah
ruangan yang berawal dari ujung usus besar "setelah kolon sigmoid# dan berakhir di
anus. ;rgan ini ber$ungsi sebagai tempat penyimpanan sementara $eses. 6iasanya
rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada
kolon desendens. =ika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum,
maka timbul keinginan untuk buang air besar "6A6#. ,engembangnya dinding
rektum karena penumpukan material di dalam re*tum akan memi*u sistem sara$
yang menimbulkan keinginan untuk melakukan de$ekasi. =ika de$ekasi tidak terjadi,
sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan
kembali dilakukan. =ika de$ekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi
dan pengerasan $eses akan terjadi.
;rang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi
bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot
yang penting untuk menunda 6A6.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pen*ernaan, dimana bahan limbah
keluar dari tubuh. <ebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh "kulit# dan
sebagian lannya dari usus. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter.
(
.eses dibuang dari tubuh melalui proses de$ekasi "buang air besar 6A6#, yang
merupakan $ungsi utama anus.
C. ETIOLOGI
Terdapat beberapa etiologi utama kanker yaitu1
1. Diet 1 kebiasaan mengkonsumsi makanan yang rendah serat "sayur'sayuran,
buah'buahan#, kebiasaan makan makanan berlemak tinggi dan sumber protein
hewani.
-. !elainan kolon
a# Adenoma di kolon 1 degenerasi maligna menjadi adenokarsinoma.
b# .amilial poliposis 1 polip di usus mengalami degenerasi maligna
menjadi karsinoma
*# !ondisi ulserative 1 Penderita *olitis ulserativa menahun mempunyai
risiko terkena karsinoma kolon.
8. 3enetik 1 Anak yang berasal dari orangtua yang menderita karsinoma kolon
mempunyai $rekuensi 8 > kali lebih banyak daripada anak ? anak yang
orangtuanya sehat ".!/I, -1 1 -4#.
(. @adiasi dan paparan 9at kimia dan senyawa lain yang berpotensi menimbulkan
reaksi karsinogenik.
D. PATOFISIOLOGI
!anker kolon dan rektum terutama "A5)# adenokarsinoma "mun*ul dari
lapisan epitel usus# dimulai sebagai polop jinak tetapi dapat menjadi ganas dan
menyusup sertamerusak jaringan normal serta meluas ke dalam struktur sekitarnya.
<el kanker dapatterlepas dari tumor primer dan menyebar ke dalam tubuh yang lain
"paling sering ke hati#.
Tumor yang berupa massa polipoid besar, tumbuh ke dalam lumen dan dengan
*epat meluas ke sekitar usus sebagai *in*in anular. %esi anular lebih sering terjadi
pada bagian rektosigmoid, sedangkan polipoid atau lesi yang datar lebih sering
terdapat pada sekum dan kolon asendens. <e*ara histologis, hampir semua kanker
5
usus besar adalah adenokarsinoma "terdiri atas epitel kelenjar # dan dapat mensekresi
mukus yang jumlahnya berbeda ? beda. Tumor dapat menyebar1
1. se*ara in$iltrati$ langsung ke struktur yang berdekatan, seperti ke dalam kandung
kemih
-. melalui pembuluh lim$e ke kelenjar perikolon dan ,esokolon
8. melalui aliran darah, biasanya ke hati karena kolon mengalirkan darah ke sistem
portal. Prognosis relati$ baik bila lesi terbatas pada mukosa dan submukosa pada
saat reseksi dilakukan, dan jauh lebih jelek bila terjadi metastasis ke kelenjar
lim$e.
E. KLASIFIKASI
!lasi$ikasi kanker kolon menurut modi$ikasi D/!B< adalah sebagai berikut
".!/I, -1 1 -A# 1
1. A 1 kanker hanya terbatas pada mukosa dan belum ada metastasis.
-. 61 1 kanker telah mengin$iltrasi lapisan muskularis mukosa.
8. 6- 1 kanker telah menembus lapisan muskularis sampai lapisan propria.
(. +1 1 kanker telah mengadakan metastasis ke kelenjar getah bening
sebanyak satu sampai empat buah.
5. +- 1 kanker telah mengadakan metastasis ke kelenjar getah bening lebih
dari 5 buah.
&. D 1 kanker telah mengadakan metastasis regional tahap lanjut dan penyebaran
yang luas 7 tidak dapat dioperasi lagi.
F. MANIFESTASI KLINIS
3ejala sangat ditentukan oleh lokasi kanker, tahap penyakit dan $ungsi
segmen usus tempat kanker berlokasi. 3ejala paling menonjol adalah perubahan
kebiasaan de$ekasi. Pasase darah dalam $eses adalah gejala paling umum kedua.
3ejala dapat juga men*akup anemia yang tidak diketahu penyebabnya, anoreksia,
penurunan berat badan dan keletihan. 3ejala yang sering dihubungkan dengan lesi
sebelah kanan adalah nyeri dangkal abdomen dan melena "$eses hitam seperti ter#.
3ejala yang sering dihubungkan dengan lesi sebelah kiri adalah yang berhubungan
&
dengan obstruksi "nyeri abdomen dan kram, penipisan $eses, konstipasi dan distensi#
serta adanya datah merah segar dalam $eses.
3ejala yang dihubungkan dengan lesi rektal adalah evakuasi $eses yang tidak
lengkap setelah de$ekasi, konstipasi dan diare bergantian serta $eses berdarah.
1. +olon Asendens 1 nyeri, adanya massa, perubahan peristaltik usus, anemia
-. +olon Transversum 1 nyeri, obstruksi, perubahan pergerakan usus dan anemia.
8. +olon Desendens 1 nyeri, perubahan pergerakan usus, terdapat darah merah
terang pada $eses, obstruksi.
(. @e*tum 1 terdapat darah di dalam $eses, perubahan peristaltik usus,
ketidaknyamanan re*tal.
G. PERTIMBANGAN GERONTOLOGI
Insidens karsinoma kolon dan rektum meningkat sesuai usia. !anker ini
biasanya ganas pada lansia ke*uali untuk kanker prostatik pada pria. 3ejala sering
tersembunyi. !eletihan hampir selalu ada, akibat anemia de$isiensi besi primer.
3ejala yang sering dilaporkan oleh lansia adalah nyeri abdomen, obstruksi, tenesmus
dan perdarahan rektal. !anker kolon pada lansia berhubungan erat dengan
karsinogen diet. !ekurangan serat adalah $aktor penyebab utama karena hal ini
menyebabkan pasase $eses melalui saluran usus menjadi lama, sehingga terpajan
karsinogen *ukup lama. !elebihan lemak diyakini mengubah $lora bakteri dan
mengubah steroid menjadi senyawa yang mempunyai si$at karsinogen.
H. KOMPLIKASI
Pertumbuhan tumor dapat menyebabkan obstruksi usus parsial atau lengkap.
Pertumbuhan dan ulserasi dapat juga menyerang pembuluh darah sekitar kolon yang
menyebabkan hemoragi. Per$orasi dapat terjadi dan mengakibatkan pembentukan
abses. Peritonitis dan atau sepsis dapat menimbulkan syok.
4
I. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Endoskopi : pemeriksaan endoskopi perlu dilakukan baik
sigmoidoskopi maupun kolonoskopi.
-. Radioo!is : Pemeriksan radiologis yang dapat dilakukan antara
lain adalah $oto dada dan $oto kolon "barium enema#. .oto dada dilakukan
untuk melihat apakah ada metastasis kanker ke paru.
8. U"#asono!#a$i %USG& 1 <ulit dilakukan untuk memeriksa kanker pada
kolon, tetapi digunakan untuk melihat ada tidaknya metastasis kanker ke
kelenjar getah bening di abdomen dan hati.
(. His"opa"oo!i : 6iopsy digunakan untuk menegakkan diagnosis. 3ambar
histopatologis karsinoma kolon adalah adenokarsinoma dan perlu ditentukan
di$erensiansi sel.
5. La'o#a"o#i() : Pemeriksaan Cb penting untuk memeriksa
kemungkinan pasien mengalami perdarahan ".!/I, -1 1 -1#.
J. PENATALAKSANAAN MEDIS
6ila sudah pasti karsinoma kolon, maka kemungkinan pengobatan
adalah sebagai berikut 1
1. Pembedahan (Operasi)
;perasi adalah penangan yang paling e$ekti$ dan *epat untuk
tumor yang diketahui lebih awal dan masih belum metastatis, tetapi
tidak menjamin semua sel kanker telah terbuang. ;leh sebab itu dokter
bedah biasanya juga menghilangkan sebagian besar jaringan sehat yang
mengelilingi sekitar kanker.
2. Penyinaran (Radioterapi)
Terapi radiasi memakai sinar gelombang partikel berenergi tinggi
misalnya sinar D, atau sinar gamma, di$okuskan untuk merusak daerah
yang ditumbuhi tumor, merusak geneti*, sehingga membunuh kanker.
0
Terapi radiasi merusak sel'sel yang pembelahan dirinya *epat, antara
alin sel kanker, sel kulit, sel dinding lambung 7 usus, sel darah. !erusakan
sel tubuh menyebabkan lemas, perubahan kulit dan kehilangan na$su
makan.
3. Kemotherapy
+hemotherapy memakai obat antikanker yang kuat, dapat masuk
ke dalam sirkulasi darah, sehingga sangat bagus untuk kanker yang
telah menyebar. ;bat *hemotherapy ini ada kira'kira 5 jenis. 6iasanya di
injeksi atau dimakan, pada umumnya lebih dari satu ma*am obat, karena
digabungkan akan memberikan e$ek yang lebih bagus ".!/I, -1 1 -11#.
A
BAB III
KONSEP ASUHAN KEPERA*ATAN
A. P+n!ka,ian
Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses
keperawatan se*ara menyeluruh "6oedihartono, 1AA( 1 1#.
6erdasarkan klasi$ikasi Doenges dkk. "-# riwayat keperawatan yang perlu dikaji
adalah1
1. Aktivitas/istirahat:
3ejala 1
a# !elemahan, kelelahan5keletihan
b# Perubahan pola istirahat5tidur malam hariE adanya $aktor'$aktor yang
mempengaruhi tidur misalnya nyeri, ansietas dan berkeringat malam hari.
*# Pekerjaan atau pro$esi dengan pemajanan karsinogen lingkungan, tingkat
stres tinggi.
2. Sirk!asi:
3ejala 1 Palpitasi, nyeri dada pada aktivitas
Tanda 1 Dapat terjadi perubahan denyut nadi dan tekanan darah.
3. "nte#ritas e#o:
3ejala1
a# .aktor stres "keuangan, pekerjaan, perubahan peran# dan *ara mengatasi stres
"merokok, minum alkohol, menunda pengobatan, keyakinan religius5spiritual#
b# ,asalah terhadap perubahan penampilan "alopesia, lesi *a*at, pembedahan#
*# ,enyangkal diagnosis, perasaan tidak berdaya, putus asa, tidak mampu, tidak
bermakna, rasa bersalah, kehilangan kontrol, depresi.
Tanda 1 ,enyangkal, menarik diri, marah.
1
$. %!iminasi1
3ejala 1 Perubahan pola de$ekasi, darah pada $eses, nyeri pada de$ekasi
Tanda1
a# Perubahan bising usus, distensi abdomen
b# Teraba massa pada abdomen kuadran kanan bawah
&. 'akanan/(airan:
3ejala1
a# @iwayat kebiasaan diet buruk "rendah serat, tinggi lemak, pemakaian 9at
aditi$ dan bahan pengawet#
b# Anoreksia, mual, muntah
*# Intoleransi makanan
Tanda 1 Penurunan berat badan, berkurangnya massa otot
). *yeri/ketidaknyamanan:
3ejala 1 3ejala nyeri bervariasi dari tidak ada, ringan sampai berat tergantung
proses penyakit
+. Keamanan:
3ejala 1 !omplikasi pembedahan dan atau e$ek sitostika.
Tanda 1 Demam, lekopenia, trombositopenia, anemia
,. "nteraksi so(ia!
3ejala1
a# %emahnya sistem pendukung "keluarga, kerabat, lingkungan#
b# ,asalah perubahan peran sosial yang berhubungan dengan perubahan status
kesehatan.
-. Peny!han/pembe!a.aran:
a# @iwayat kanker dalam keluarga
b# ,asalah metastase penyakit dan gejala'gejalanya
11
*# !ebutuhan terapi pembedahan, radiasi dan sitostatika.
d# ,asalah pemenuhan kebutuhan5aktivitas sehari'hari
B. Dia!nosa K+p+#a-a"an
6erdasarkan semua data pengkajian, diagnosa keperawatan utama men*akup
yang berikut 1
1. @esiko kekurangan volume *airan berhubungan dengan muntah dan dehidrasi
2. 2yeri kronis berhubungan dengan kompresi jaringan sekunder akibat
obstruksi
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
gangguan absorbsi nutrien, status hipermetabolik sekunder terhadap proses
keganasan usus.
4. !erusakan integritas kulit berhubungan dengan insisi bedah "abdomen dan
perianal#, pembentukan stoma, dan kontaminasi $ekal terhadap kulit
periostomal
5. Ansietas berhubungan dengan ren*ana pembedahan dan diagnosis kanker
6. 3angguan *itra tubuh berhubungan dengan kolostomi
7. !urang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan
berhubungan dengan kurang pemaparan dan atau kesalahan interpretasi
in$ormasi.

1-
C. In"+#.+nsi Dan Rasiona
1. /ia#nosa : Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan muntah dan
dehidrasi
0.an : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1F-( jam diharapkan
dapatmempertahan hidrasi adekuat.
Kriteria 1asi! : membran mukosa lembab, turgor kulit baik, dan pengisian kapiler
baik, tanda vital stabil, dan se*ara individual mengeluarkan urine dengan tepat
INTER/ENSI RASIONAL
1. Awasi masukan dan haluaran dengan
*ermat, ukur $eses *air. Timbang berat
badan tiap hari.
-. !aji tanda vital "TD, 2adi, <uhu#
8. ;bservasi kulit kering berlebihan dan
membran mukosa, penurunan turgor kulit,
pengisian kapiler lambat
(. Pertahankan pembatasan peroral, tirah
baringE hindari kerja.
5. ;bservasi perdarahan dan tes $eses tiap
hari untuk adanya darah samar
&. !olaborasi pemberian *airan paranteral,
trans$usi darah sesuai indikasi
4. !olaborasi pemberian obat sesuai
indikasi1 Antiemetik, mis,
trimetoben9amida "Tigan#E hidroksin
"Gistaril#E proklorpera9in "+ompa9ine#,
Antipiretik, mis, asetamino$en "Tyenol#,
Gitamin !
1. ,emberikan indikator langsung
keseimbangan *airan
-. Cipotensi, takikardi, demam dapat
menunjukkan respons terhadap dan5atau
e$ek kehilangan *airan.
8. ,enunjukkan kehilangan *airan berlebihan5
dehidrasi
(. !olon diistirahatkan untuk penyembuhan
dan untuk menurunkan kehilangan *airan
usus
5. Diet tak adekuat dan penurunan absorbsi
dapat menimbulkan de$isiensi vit. ! dan
merusak koagulasi, potensial resiko
pendarahan
&. ,empertahankan istirahat usus akan
memerlukan penggantian *airan untuk
memperbaiki kehilangan5 anemia
4. Digunakan untuk mengontrol mual5muntah
pada eksaserbasi akut, ,engontrol demam,
,erangsang pembentukan protrombin
hepatik, menstabilisasi koagulasi dan
menurunkan resiko perdarahan
18
2. /ia#nosa : Nyeri berhubungan dengan kompresi jaringan sekunder akibat
obstruksi
0.an: <etelah dilakukan tindakan keperawatan selama -F-( jam diharapkan
nyeri hilang atau skala nyeri berkurang.
Kriteria 1asi! : ,elaporkan nyeri hilang5terkontrol, tampak rileks dan mampu
tidur5istirahat dengan tepat
In"+#.+nsi Rasiona
1. Dorong pasien untuk melaporkan nyeri
-. I9inkan pasien untuk memulai posisi yang
nyaman, mis lutut $leksi
8. 6erikan tindakan yang nyaman " pijatan
punggung, ubah posisi# 7 aktivitas
senggang
(. Dorong penggunaan tekhnik relaksasi,
mis, bimbingan imajinasi, visualisasi.
5. 6erikan aktivitas tenggang
&. 6erikan obat sesuai indikasi, mis,
analgesi*
1. ,en*oba untuk mentoleransi nyeri,
daripada memnta analgesi*
-. ,enurukan tegangan abdomen dan
meningkatkan rasa *ontrol
8. ,eningkatkan irelaksasi, mem$okuskan
kembali perhatian dan menigkatkan
kemampuan koping.
(. ,embantu pasien untuk istirahat lebih
e$ekti$ dan mem$okuskan kembali
perhatian, sehingga menurunakan nyeri dan
ketidak nyamanan
5. ,enurunkan nyeri, meningkatkan
kenyamanan.

. /ia#nosa : !erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b"d gangguan
absorbsi nutrien# status hipermetabolik sekunder terhadap proses keganasan
usus.
0.an: S+"+a0 diak(ksn "indakan k+p+#a-a"an s+a)a 1234 ,a) 5 di
0a#apkan kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi
Kriteria hasi! : klien melaporkan selera makannya meningkat
INTER/ENSI RASIONAL
1(
1. Pertahankan tirah baring selama
$ase akut5pas*a terapi
-. 6antu perawatan kebersihan rongga
mulut "oral hygiene#.
8. 6erikan diet T!TP, sajikan dalam
bentuk yang sesuai perkembangan
kesehatan klien "lunak, bubur kasar,
nasi biasa#
(. !olaborasi pemberian obat'obatan
sesuai indikasi "roborantia#
5. 6ila perlu, kolaborasi pemberian
nutrisi parenteral.
1. ,enurunkan kebutuhan metabolik untuk men*egah
penurunan kalori dan simpanan energy.
-. ,eningkatkan kenyamanan dan selera makan.
8. Asupan kalori dan protein tinggi perlu diberikan
untuk mengimbangi status hipermetabolisme klien
keganasan.
(. Pemberian preparat 9at besi dan vitamin 61- dapat
men*egah anemiaE pemberian asam $olat mungkin
perlu untuk mengatasi de$isiensi karen
amalbasorbsi.
5. Pemberian peroral mungkin dihentikan sementara
untuk mengistirahatkan saluran *erna.
$. /ia#nosa : %erusakan integritas kulit berhubungan dengan insisi bedah
&abdomen dan perianal'# pembentukan stoma# dan kontaminasi fekal terhadap
kulit periostomal.
0.an: setelah dilakukan tindakan keperawatn selama 8F-( jam diharapkan
dapat meningkatkan penyembuhan luka tepat waktu dan bebas tanpa in$eksi.
Kriteria hasi! : klien melaporkan lukanya sudah sembuh atau mulai sembuh 5
mengering
INTER/ENSI RASIONAL
1. ;bservasi luka, *atat karakteristik drainase
-. 3anti balutan sesuai kebutuhan, gunakan
tekhnik asepti*
8. Dorong posisi miring dengan kepala
tinggi, hindari duduk lama
(. !olaborasi irigasi luka sesuai indikasi,
gunakan *airan garam $aal, larutan
hidrogen peroksida, atau larutan antibioti*
1. Perdarahan pas*aoperasi paling sering
terjadi selama (0 jam pertama, dimana
in$eksi dapat terjadi kapan saja
-. <ejumlah besar drainase serosa menuntut
penggantian dengan sering untuk
menurunkan iritasi kulit
8. ,eningkatkan drainase dari luka parineal
atau drain menurunkan resiko
15
5. !olaborasi rendam duduk pengumpulan. Duduk lama meningkatkan
tekanan parineal, menurunkan sirkulasi
keluka, dan memperlambat penyembuhan
(. Diperlukan untuk mengin$lamasi5 in$ekasi
praoperasi atau kontaminasi intraoperasi
5. ,eningkatkan kebersihan dan memudahkan
penyembuhan.
(. /ia#nosa : Ansietas berhubungan dengan rencana pembedahan dan diagnosis
kanker
0.an: <etelah dilkukan tindakan keperawatan selama -F-( jam menunjukkan
rileks
Kriteria hasi! : !lien melaporkan penurunan ansietas sampai tingkat dapat
ditangani.
INTER/ENSI RASIONAL
1. ;rientasikan klien dan orang terdekat
terhadap prosedur rutin dan aktivitas
yang diharapkan.
-. Bksplorasi ke*emasan klien dan berikan
umpan balik.
8. Tekankan bahwa ke*emasan adalah
masalah yang la9im dialami oleh
banyak orang dalam situasi klien saat
ini.
(. Ijinkan klien ditemani keluarga
"signi$i*ant others# selama $ase
ke*emasan dan pertahankan ketenangan
lingkungan.
5. !olaborasi pemberian obat sedati$.
&. Pantau dan *atat respon verbal dan non
verbal klien yang menunjukan
1. In$ormasi yang tepat tentang situasi yang
dihadapi klien dapat menurunkan
ke*emasan5 rasa asing terhadap lingkungan
sekitar dan membantu klien mengantisipasi
dan menerima situasi yang terjadi.
-. ,engidenti$ikasi $aktor pen*etus5
pemberat masalah ke*emasan dan
menawarkan solusi yang dapat dilakukan
klien.
8. ,enunjukkan bahwa ke*emasan adalah
wajar dan tidak hanya dialami oleh klien
satu'satunya dengan harapan klien dapat
memahami dan menerima keadaanya.
(. ,emobilisasi sistem pendukung,
men*egah perasaan terisolasi dan
menurunkan ke*emsan.
1&
ke*emasan. 5. ,enurunkan ke*emasan, memudahkan
istirahat.
&. ,endapatkan in$ormasi kee$ekti$an terapi
yang diberikan.
). /ia#nosa : *angguan citra tubuh berhubungan dengan kolostomi
0.an: setelah dilakukan tindakan keperaawatn selama -F-( jam di harapkan
klien dapat menerima kondisi diri sesuai situasi, menerima perubahan kedalam
konsep diri tanpa harga diri yang negative.
Kriteria hasi! : klien menyatakan penerimaan tentang kondisi diri dengan baik.
INTER/ENSI RASIONAL
1. Pastikan apakah konseling dlakukan
bila mungkin dan5atau ostomi perlu
untuk diskusikan
-. Dorong pasien5orang tedekat untuk
menyatakn perasaan tentang ostomi
8. +atat prilaku menarik diri. Peningkatan
ktergantungan, manipulasi, atau tidak
terlibat pada perawatan
(. 6erikan kesempatan pada pasien untuk
menerima ostomi melalui partisipasi
pada perawatan diri.
5. @en*anakan5jadwalkan perawatan
dengan pasien
&. Pertahankan pendekatan positi$ selama
akti$itas perawatan. =angan perlihatkan
rasa marah se*ara pribadi
4. Diskusikan kemungkinan kontak
1. ,emberikan in$ormasi tentang tingkat
pengetahuan pasien terhadap pengetahuan
tentang situasi pasien
-. ,embantu pasien untuk menyadari
perasaannya tidak biasa dan perasaan
bersalah tentng mereka tidak perlu5tidak
membantu
8. Dugaan masalah pada pnilaian yang dapat
memerlukan evaluasi lanjut dan terapi
lebih ketat.
(. !etergantungan pada perawatan diri
membantu untuk memperbaiki
keper*ayaan diri dan peneriman situai
5. ,eningkatkan rasa kontroling dan
memberikan pesan pada pasien bahwa ia
dapat menangani hal tersebut,
meningkatkan harga diri
14
dengan pengunjung ostomi, dan buat
perjanjian untuk kunjungan berikutnya
bila diperlukan.
&. 6antu pasien5orang terdekat untuk
menerima perubahan tubuh dan
merasakan baik tentang diri sendiri.
4. Dapat memberikan sistem pendukung
yang baik
+. /ia#nosa : %urang pengetahuan tentang kondisi# prognosis dan
kebutuhanpengobatan b"d kurang pemaparan dan atau kesalahan interpretasi
informasi.
0.an : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama -F-( jam di harapkan
dapat meningkatkan pemahaman klien kondisi5tentang penyakit, tindakan dan
prognosis. Dengan melakukan prosedur yang diperlukan, menjelaskan alasan
tindakan.
Kriteria hasi! : klien mengungkapkan pemahaman tentang kondisi dan penyakit
serta prosedur yang akan dilakukan pada dirinya.
INTER/ENSI RASIONAL
1. !aji tingkat pengetahuan klien5 orang
terdekat dan kemampuan5kesiapan
belajar klien.
-. =elaskan tentang proses penyakit,
penyebab5$aktor risiko, dan dampak
penyakit terhadap perubahan status
kesehatan'sosio'ekonomi, $ungsi'peran
dan pola interaksi sosial klien.
8. =elaskan tentang terapi pembedahan,
1. Proses pembelajaran sangat dipengaruhi
oleh kesiapan $isik dan mental klien.
-. ,eningkatkan pengetahuan klien tentang
masalah yang dialaminya.
8. ,eningkatkan partisipasi dan kemandirian
klien untuk mengikuti program terapi.
(. Penderita kanker yang mengikuti program
terapi yang tepat dengan status gi9i yang
adekuat meningkatkan kualitas hidupnya.
10
radiasi dan kemoterapi serta e$ek samping
yang dapat terjadi
(. Tekankan pentingnya mempertahan kan
asupan nutrisi dan *airan yang adekuat.
BAB I/
1A
PENUTUP
A. SIMPULAN
Penyakit hemoroid dan +a kolorektal adalah penyakit yang menyerang bagian
kolon dan re*tum .@esiko terkena kedua penyakit tersebut dapat diturunkan dengan
menjaga gaya hidup individu tersebut.
B. SARAN
Dianjurkan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang bayak mengandung serat,
ke*ukupan nutrisi tubuh sebaiknya dipenuhi se*ara seimbang.
-
DAFTAR PUSTAKA
6runner dan <uddarth. --. %epera,atan -edikal./edah,Bdisi 0,Gol.-. =akarta1
B3+
Doenges dkk. -. Rencana Asuhan %epera,atan, Bd.8. =akarta1 B3+
Pri*e 7 Hilson. -&. !atofisologi.%onsep %linis !roses.!roses !enyakit, Bd.&.
=akarta1 B3+
Prayuda hendi, ,uhammad. Asuhan %epera,atan !asien dengan 0a
0olon. Inhttp155www.s*ribd.*om. %ustupdate 18 november -11
,alini, eva. -A. Askep 1emeroid !asien 1emeroid dan 0a
0olorectal. Inhttp155www.s*ribd.*om. %ustupdate -4 november -11
-1