Anda di halaman 1dari 5

PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN KESEHATAN

1. PENGERTIAN
Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk merumuskan masalah-masalah
kesehatan yang berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang
tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok dan menyusun langkah-langkah
praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan akan menjadi efektif jika
perumusan masalah sudah dilakukan berdasarkan fakta-fakta dan bukan berdasarkan emosi
atau angan-angan saja. Fakta-fakta diungkap dengan menggunakan data untuk menunjang
perumusan masalah.
Perencanaan juga merupakan proses pemilihan alternative tindakan yang terbaik
untuk mencapai tujuan. Perencanaan juga merupakan suatu keputusan untuk mengerjakan
sesuatu di masa akan datang, yaitu suatu tindakan yang diproyeksikan di masa yang akan
datang. Salah satu tugas manajer yang terpenting di bidang perencanaan adalah menetapkan
tujuan jangka panjang dan pendek organisasi berdasarkan analisis situasi di luar (eksternal)
dan di dalam (internal) organisasi. (sumber uninjaya,gde.!""#. anajemen $esehatan %
&akarta)'nalisis situasi dalam hal ini dilakukan untuk mengahsilkan rumusan tujuan (setting
strategic and operational objectives) untuk arah pengembangan organisasi.Setelah tujuan
straregis dan operasional dirumuskan, tim perencana kemudian merancang program
pengembangan (program atau product design) yang dibutuhkan organisasi dalam hal ini di
bidang kesehatan.
2. MANFAAT SEBUAH PERENCANAAN
'da beberapa manfaat yang dapat diperoleh oleh staf dan pimpinan jika organisasi
memiliki sebuah perencanaan. ereka akan mengetahui %
(. )ujuan yang ingin dicapai organisasi dan cara mencapainya.
!. &enis dan struktur organisasi yang dibutuhkan.
*. &enis dan jumlah staf yang diinginkan dan uraian tugasnya.
#. Sejauh mana efektivitas kepemimpinan dan pengarahan yang diperlukan.
+. ,entuk dan standar penga-asan yang akan dibahas.
Selain itu, dengan perencanaan akan diperoleh keuntungan sebagai berikut %
(. Perencanaan akan menyebabkan berbagai macam aktivitas organisasi untuk mencapai
tujuan tertentu dan dapat dilakukan secara teratur.
!. Perencanaan akan mengurangi atau menghilangkan jenis pekerjaan yang tidak
produktif.
*. Perencnaan dapat dipakai untuk mengukur hasil kegiatan yang telah dicapai karena
dalam perencanaan ditetapkan berbagai standar.
#. Perencanaan memerikan suatu landasan pokok fungsi manajemen lainnya, terutama
untuk fungsi penga-asan.
Sebaliknya, pimpinan dan staf organisasi juga perlu memahami bah-a perencanaan memiliki
kelemahan yaitu %
(. Perencanaan memiliki keterbatasan mengukur informasi dan fakta-fakta dimasa yang
akan datang dengan tepat.
!. Perencanaan yang baik memerlukan sejumlah dana.
*. Perencanaan mempunyai hambatan psikologis bagi pimpinan dan staf karena harus
menunggu dan melihat hsil yang akan dicapai
#. Perencanaan menghambat timbulnya inisiatif. .agasan baru untuk mengadakan
perubahan harus ditunda sampai tahap perencanaan berikutnya.
+. Perencanaan juga akan menghambat tindakan baru yang harus diambil oleh staf.
/engan perencanaan yang tersusun lengkap, seorang menejer dan staf akan
mengetahui dengan jelas arah sebuah program atau proyek. ereka akan mengetahui jenis
dan kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan program 0 proyek, jumlah dan
kualifikasi staf yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan program 0 proyek tersebut,
model kepemimpinan yang prlu dikembangakan, komunikasi da model penga-asan yang
harus dilaksanakan oleh menejer atau mereka yang diserahi tugas sebagai penanggung ja-ab
program 0 proyek. $arena perencanaan juga mengandung keuntungan dan kerugian, para
menejer program sebaiknya mengantisipasi hambatan tersebut pada saat penyusunan rencana.
&ika hal tersebut memang terjadi, hambatan tersebut akan menghambat pelaksanaan program
atau proyek dilapangan. 1al ini harus sudah di-aspadai dan diantisipasi sebelumnya oleh
para penyusun perencanaan.
3. LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN
2angkah a-al untuk menyusun perencanaan dalam bidang kesehatan dapat dimulai
dengan sebuah gagasan atau cita-cita yang terfokus pada situasi tertentu. isalnya kematian
bayi dan ibu di3ndonesia selama beberapa belas tahun masih tetap lebih tinggi dibandingkan
4egara tetangga 'S5'4. Perencanaan kesehatan dapat disusun dalam skala besar atau kecil
tergantung besar kecilnya -ilayah dan tanggung ja-ab organisasi. isalnya perencanaan
untuk menurunkan kematian bayi secara nasional adalah perencanaan dengan skala besar.
Perencanaan yang dapat juga dilakukan dalam skala kecil yaitu untuk pengembangan P6S
(pemantauan -ilayah setempat) $3' atau posyandu di suatu desa di -ilayah kerja
Puskesmas. (sumber uninjaya,gde.!""#. anajemen $esehatan %&akarta).
7ntuk bidang kesehatan, langkah yang sering digunakan dalam perencanaan program
kesehatan adalah mengikuti prinsip lingkaran pemecahan masalah (problem solving cycle),
secara umum tersusun sebagai berikut %
1. Melakukan Penu!"ulan Da#a
$egiatan pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data yang merupakan
bagian dari upaya pemantauan dan evaluasi. /imana data yang diperoleh yaitu dari
pencatatan dan pengumpulan data baik dari kegiatan dalam gedung maupun luar gedung.
Proses pengumpulan data untuk analisis situasi dapat dilakukan dengan + cara, baik langsung
maupun tidak langsung %
a. endengarkan keluhan masyarakat melalui pengamatan langsung kelapangan. /ata ini
bersifat kualitatif dapat dipakai untuk mendukung (verifikasi) data kuantitatif yang sudah
dikumpulkan.
b. embahas langsung masalah kesehatan dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang akan
dikembangkan bersama tokoh-tokoh formal dan informal masyarakat setempat.
c. embahas pelaksanaan program kesehatan masyrakat di lapangan, bersama para petugas
lapangan kesehatan (bidan di desa), petugas sektor lain (P2$,, Staf 2apangan Pertanian,
.uru, dsb) atau bersama dukun bersalin yang ada di -ilayah kerja Puskesmas.
d. embaca laporan kegiatan program kesehatan pada pusat-pusat pelayanan kesehatan di
suatu -ilayah.
e. empelajari peta -ilayah, sensus penduduk, statistik kependudukan di $ecamatan,
2aporan khusus, hasil survei, peraturan-peraturan atau petunjuk pelaksanaan (&uklak)
program kesehatan dan laporan tahunan Puskesmas. (sumber /ata adalah hasil dari suatu
pengukuran atau pengamatan.
'da beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni &enis /ata enurut ,lum ((89:),
jenis data kesehatan ada # macam yaitu data tentang perilaku (behavior), lingkungan
(environment), pelayanan kesehatan (health service) dan keturunan (heredity). /ari keempat
jenis data tersebut maka dapat diuraikan menjadi %
(. /ata $eadaan 2ingkungan dan geografis
/ata ini dikaitkan dengan perkembangan penyakit atau masalah kesehatan yang diamati di
masyrakat. /ata lingkungan desa dan tempat-tempat umum di -ilayah tersebut yang perlu
dicatat adalah sekolah, pasar, tempat ibadah, sumber air dan mutu air minum yang digunakan
oleh masyrakat, sistem pembuangan air limbah0sampah, jamban keluarga, genangan air
permanen, dsb. /ata ini dikaji untuk mengetahui keterkaitannya dengan perkembangan
berbagai vektor dari penyakit yang sedang diamati di suatu -ilayah./ata keadaan geografis
misalnya tentang luas dan batas-batas -ilayah, keadaan tanah, keadaan iklim dan cuaca,
keadaan flora dan keadaan fauna.
!. /ata pemerintah
/ata yang dikumpulkan yaitu tentang bentuk pemerintahan, peraturan perundang-
perundangan yang berlaku, anggaran pendapatan dan belanja kesehatan, serta mekanisme dan
proses pengambilan keputusan.
*. /ata kependudukan
/ata yang perlu dihimpun yang ada kaitannya dengan penyakit yang sedang diamati adalah
jumlah dan distribusi penduduk per -ilayah, per jenis kelamin, dan per kelompok umur, dan
tingkat kepadatan penduduknya. ;ital statistik tentang kelahiran, kematian akibat penyakit
tersebut, perpindahan penduduk ke daerah yang diamati yang mungkin dapat diduga sebagai
pemba-a ( career) bibit penyakit.
#. /ata pendidikan
/ata yang diperlukan antara lain tentang tingkat pendidikan penduduk serta fasilitas
pendidikan yang tersedia.
+. /ata pekerjaan dan mata pencaharian
/ata mengenai macam pekerjaan dan mata pencaharian penduduk karena jenis pekerjaan
cenderung mengakibatkan penyakit tertentu.
:. /ata keadaan sosial budaya
/ata ini meliputi pandangan, kebiasaan, larangan, dan anjuran yang ada kaitannya dengan
bidang kesehatan termasuk masalah pengobatan tradisional yang semuanya dapat
dipertimbangkan atau dimanfaatkan dalam merencanakan program kesehatan.

9. /ata keadaan kesehatan
Secara umum data kesehatan dapat dibedakan atas *, yaitu data yang menunjukkan status kesehatan penduduk,
seperti angka kematian (umum, bayi, ibu dan penyakit tertentu), angka harapan hidup rata-rata, tingkat insidensi,
angka kesakitan, dll, /ata yang menunjukkan kesehatan lingkungan pemukiman, seperti porsentase penduduk
yang mempunyai sumber air bersih, mempunyai jamban, mempunyai tempat sampah, mempunyai rumah sehat,
dll, data yang menunjukkan jumlah fasilitas kesehatan, jumlah dokter, jumlah para medis, jumlah kunjungan,
luas cakupan, dsb.

a. Su!$e% &a#a
Sumber data secara umum dibagi atas * macam, yaitu primer misalnya -a-ancara
langsung, sekunder misalnya laporan bulanan puskesmas dan tertier misalnya hasil publikasi
badan-badan resmi seperti kantor /inas Statistik, dinas kesehatan, dan kantor kabupaten.
$. Ca%a "enu!"ulan &a#a
<ara mengumpulkan data ada # macam, yakni -a-ancara, pemeriksaan, pengamatan,
serta peran serta, misalnya dalam bentuk penelitian epidemiologi.
2. I&en#'('ka)' Ma)ala*
/ata yang telah dikumpulkan kemudian diolah sedemikian rupa sehingga jelas
sifatnya yang dimilikinya. <ara pengolahan data dapat secara manual, mekanikal, serta
elektrikal. Setelah data tersebut diolah kemudian disajikan dalam bentuk tabular, grafik dan
secara tekstular, sehingga dari penyajian data tersebut dapat ditarik kesimpulan tentang
berbagai masalah kesehatan yang ada di masyarakat. 4amun sumber masalah kesehatan
masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain = laporan-laporan kegiatan dari
program kesehatan yang ada, survailance epidemiologi atau pemantauan penyebaran
penyakit, survei kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh masukan perencanaan
kesehatan, dan hasil kunjungan lapangan supervisi, dsb.
3. Mene#a"kan P%'+%'#a) Ma)ala*
enetapkan prioritas masalah merupakan suatu proses yang melibatkan sekelompok
orang dengan mempergunakan metode tertentu dengan tujuan mengurutkan masalah yang ada
menurut tingkat kepentingannya. Penetapan prioritas masalah dinilai oleh sebagian besar
manajer sebagai inti proses perencanaan. 2angkah yang mengarah pada titik ini, dapat
dikatakan sebagai suatu persiapan untuk keputusan penting dalam penetapan prioritas. Selain
prioritas ditetapkan, langkah berikutnya dapat dikatakan merupakan gerakan progresif
menuju pelaksanaan. (>einke, (88#). /alam menentukan prioritas masalah ada beberapa cara
yang sering dipergunakan yaitu cara ,ryant, cara ekenometrik, metode /elbe? dan metode
1anlon.
Untuk menyusun prioritas masalah ada beberapa indikator yang sering dipergunakan
yaitu %
a. Severity yaitu berat tingginya masalah yang dihadapi, serta seberapa jauh akibat yang
ditimbulkan oleh masalah tersebut.
b. Prevalence, jumlah suatu masyarakat yang terkena masalah, semakin besar maka semakin
harus diprioritaskan.
c. >ate of increase yaitu jumlah kenaikan angka penyakit dalam periode -aktu tertentu.
d. /egree of unmeet need yaitu adanya keinginan0dorongan besar dari masyarakat agar masalah
tersebut dapat segera diselesaikan.
e. Social ,enefit, sejauh mana keuntungan sosial yang diperoleh dari penyelesaian masalah
tersebut.
f. Public concern, menyangkut besarnya keprihatinan masyarakat terhadap suatu masalah.
g. )echnical feasibility, ketersediaan teknologi dalam mengatasi suatu masalah.
h. >esource availability, menyangkut ketersediaan sumber daya yang dapat dipergunakan untuk
menyelesaikan suatu masalah.
i. Political climate, besarnya dukungan politik dari pemerintah sangat menentukan besarnya
keberhasilan penyelesaian masalah.
Dari sekian banyak masalah yang ada, tidak semua dapat diselesaikan karena %
(. 'ntar masalah mungkin terdapat keterkaitan yang perlu diselesaikan hanya masalah pokok.
!. $emampuan yang dimiliki oleh organisasi selalu bersifat terbatas.
7ntuk itu perlu memilih prioritas masalah, dengan cara memakai kriteria yang dituangkan
dalam bentuk matriks (<riteria atri@ )ecni?ue). $riteria yang dapat dipergunakan dapat
dibedakan atas %
(. Pentingnya asalah. akin penting (importancy) masalah tersebut, makin diprioritaskan
penyelesaiannya. 7kuran pentingnya masalah antara lain % besarnya masalah (prevalence),
akibat yang ditimbulkan oleh masalah (severity), kenaikan besarnya masalah (rate of
increase), derajat keinginan masyarakat yang tidak terpenuhi (degre of unmeet need),
keuntungan sosial karena selesainya masalah (social benefit), rasa prihatin masyarakat
terhadap masalah (public concern), suasana politik (political climate).