Anda di halaman 1dari 5

Continuous diaphragm sign

Bisa terlihat pada foto PA (figure 5,tanda panah), terlihat garis radiolusen yang bersambung
(continuous) melewati garis tengah diatas diafragma. Tanda tersebut merupakan tanda dari udara
yang masuk melewati bagian posterior dari jantung pada kasus pneumomediastinum dan sangat
membantu memebedakan antara pneumotorak dan pneumomediastinum.
Crazy paving sign
Bentukan crazy paving di deskripsikan dalam foto HRCT dari jantung (fig 6). Bentukan
tersebut terbentuk dari penebalan interlobular dari septa yang menutupi area dari opasifikasi
ground glass. Pertama kali digunakan untuk mendeskripsikan pulmonary alveolar proteinosis, tetapi
bisa saja muncul pada penyakit yang lain. Secara histopatologi gambaran ground glass pada alveolar
proteinosis berhubungan dengan cairan inter alveolar yang kaya akan lemak dan protein, serta
terjadinya penebalan septa interlobar dikarenakan proses reaksi inflamasi yang juga berlangsung.
Penyebabnya bisa terjadi karena infeksi seperti pneumonia pneumocystis carinii, pneumonia jenis
lain seperti interstitial pneumonia,non spesific interstitial pneumonia dan exogenous lipoid
pneumonia. Penyebab lainnya adalah respiratory bronchiolitis dengan penyakit paru interstitial,
sarcoidosis, adult respiratory distress syndrome, pulmonary hemorrhage dan mucinous BAC,
penyakit penyakit tersebut juga menggambarkan crazy paving sign.
Ct halo sign
Ct halo sign tampak sebagai gambaran ground glass disekitar massa atau nodule (fig 7) pada
gambaran CT scan. Pada pasien febrile dengan neutropenia tanda tersebut menandakan infeksi
fungal angioinvasive, dengan mortalitas yang sangat tinggi pada pasien immunocompromised.
Area pengkaburan ( attenuation) menandakan adanya hemorrhage alveolar, dimana nodul
menandakan area infark dan necrosis yang disebabkan oleh trombus berukuran kecil sampa sedang.
Penyebab infeksi lain adalah candidiasis, cytomegalovirus, herpes simplex, dan coccidioidomycosis.
CT halo sign juga bisa disebabkan penyebab non infeksius seperti wegener granulomatousis,
metastasis angiosarcoma, sarcoma kaposi, dan bronchioalveolar carcinoma (BAC). Karena
pertumbuhan lepidic dari BAC, dimana sel tumor menyebar melalui dinding alveolar, ground glass
halo tipikal muncul dengan tanda khas lainnya.
Deep sulcus sign
Munculnya gambaran radiolusen pada sulcus costophrenic pada foto thoraks supine (fig.8)
merupakan karakteristik dari pneumothoraks pada pasien supinasi.udara intrapleural naik ke bagian
tertinggi dari hemithoraks memunculkan tampakan lusen pada anteromedial,subpulmonic , dan
ruang basielr lateral yang menempel dengan diaphragma.
Double density sign
Pada foto thoraks frontal, gambaran ini muncul sebagai gambaran densitas curvilinear
berproyeksi melewati regio retrocardiac bagian kanan, menambah signifikasnis pembesaran atrium
kiri (fig 9). Garis curvilinear menandakan batas inferolateral dari atrium kiri. Double density sign bisa
terlihat pada pasien walaupun tanpa penyakit jantung. Tetapi bagaimanapun juga masih ada
pengukuran semikuantitatif untuk mennentukan pembesaran diameter atrium kiri dan sangat perlu
untuk menentukan apakjah itu temuan yang sebenarnya. Higgin et al menemukan pada foto PA dari
pasien dewasa , jika dimensi atrium kiri didefinisikan sebagai jarak dari titik tengah dari double
density menuju ke dinding inferior dari cabang utama bronchus kiri, jika jarak lebih dari 7 cm
konsisten atau selaras dengan diagnosis pembesaran atrium kiri yang dikonfirmasi dengan
Echocardiography. Tetapi pengukuran tersebut tidak sesuai pada pasien pediatri dengan double
density sign pada foto PA.
Doughnut sign
Meskipun ct scan adalah modalitas utama dalam diagnosis limfadenopati mediastinal tetapi
foto thoraks merupakan pemeriksaan awal yang dilakukan secara umum. Pada foto thoraks normal
posisi lateral (fig 10 A) arkus aorta dan arteri pulmonal kanan dan kiri terlihat membentuk tapal kuda
menghadap ke bawah (inverted). Jika terdapa limfadenopati subcarinal ( fig 10 B,C) bagian inferior
dari bentukan tapal kuda terisi. Limfadenopati terlihat sebagai massa pada bagian posterior
bronchus intermedius dan inferior dari bifurcasio trachea menyempurnakan bentukan hilus bulat
doughnut sehingga berbentuk seperti donut.
Finger in love sign
Bayangan tubular dari soft tissue yang opak menyerupai jari yang tertutup sarung tangan terlihat
pada gambar (fig 11 A, B) dan CT (Fig. 11 C) dan secara khas muncul dari lobus atas pada distribusi
brocnhial. Bentukan tubular, berbentuk seperti jari menggambarkan bronchus yang terisi mucus dan
terdilasi atau membesar dan dikelilingi oleh paru paru yang terisi udara. Ketika stenosis atau
obstruksi muncul di bronchus , kelenjar mucus akan terus menghasilkan cairan, ketika cairan
tersebut terus terbawa ke bagian bronchus yang menyempit oleh transport mucociliar. Ketika mucus
mengental di bagian distal dari penyempitan atau obstruksi , bronchiectasis muncul. Visualisasi dari
jari yang bersarung tangan muncul karena gerakan udara kolateral melewati pori interalveolar kohn
dan kanal lamberts mengalirkan udara pada distal dari tumpukan mucus. Ada dua etiologi utama
yaitu non obstruktif dan obstruktif. Non obstruktif bisa disebabkan karena allergic
bronchopneumonia aspergillosis ( ABPA) asma, atau cistic fibrosis. ABPA ditemukan biasanya pada
pasien asma dan terjadi setelah menghirup Aspergillus dan terperangkap pada mukus jalan nafas.
Menstimulasi terjadinya reaksi alergi type I dan type III . dimana type I terjadi respon akut dari
bronchus yang berkonstriksi,peningkatan permeabilitas vascular ,edema dinding bronchus dan
peningkatan proiduksi mucus, dan reaksi type III menyebabkan kerusakan immunopatologis pada
bronchus yang terlibat. Penumpukan muscus pada cystic fibrosis disebabkan karena tidak berfungsi
nya mekanisme mucociliary dalam mengalirkan mucus. Penyebab obstruktif antara lain : bronchial
atresia (kongenital) , benign (bronchial hemartoma atau lipoma) dan malignan ( bronchogenic
carcinoma atau tumor carcinoid ),serta penyebab lain seperti intralobar sequestration, atau
bronchogenic cyst .
Flleischner sign
Felix fleischner adalah radiologist asal jerman yang pindah ke america pada perang dunia kedua.
Temuan radiologi yang mengabadikan namanya adalah pembesaran proximal pulmonary arteri pada
foto thoraks polos (fig 12 A). Atau angioghrapy ( fig 12 B ) yang disebabkan oleh emboli paru.biasa
terlihat pada emboli paru yang besar (pada angiography lebih dari 50 % melibatkan arteri pulmonal )
Pembesaran bisa disebabkan karena embolus yang besar membesarkan diameter luminal dari
proximal dari arteri pada kasus akut tetapi pada kasus sub akut atau kronis bisa juga terlihat
pembesaran karena peningkatan tekana sirkulasi arteri pulmonal. Temuan penting lain yang
menandakan hal yang sama adalah knuckle sign.
Golden sign
Ditemukan oleh dokter Ross Golden dari amerika. Tanda ini muncul pada kasus kolaps lobus atas
dikarenakan massa. Ketika bronkus lobus kanan atas tersumbat oleh massa atau lesi endobronchial ,
ada peningkatan dan displacement(berpindah tempat) bagian medial dari fissura minor sekaligus
ada gambaran cekungan bagian proximal fissura minor dikarenakan adanya massa(fig 13 ).
Menimbulkan gambaran huruf S terbalik yang merupakan karakteristik dari obstruksi sentral karena
bronchogenic carcinoma.
Hampton hump
Pada foto polos (fig 14 A) dan CT (fig 14 B,C), infark pulmonal secara tipikal adalah multifocal, lokasi
nya perifer, berdekatan dengan satu atau lebih permukaan pleura. Dan biasanya terbatas pada paru
bagian bawah. Bagian apex dari bentukan triangular opak ini bisa menuju hilum. Opasifitas bisa
berkurang dalam hitungan beberapa bulan menyerupai es yang mencair dan meninggalkan scar.
Ditemukan oleh Otis Hampton. Hampton menemukan penyembuhan infark berbeda beda
tergantung dari kondisi penyakit yang menyertainya. Pada pasien dengan penyakit jantung maka
penyembuhannya akan meninggalkan scar. Jika pasien tidak memiliki penyakit jantung penyerta
maka penyembuhan infrak nya tidak meninggalkan scar. Ketika emboli paru muncul menimbulkan
infark maka gambaran opak akan muncul dalam hitungan 12 sampai 24 jam .
Hilum overlay sign
Saat mengevaluasi proyeksi hilus pada foto PA, sangat penting utuk mengevaluasi apakah opasifitas
menyatu dengan bayangan hilus normal dari pulmonary arteri dan menghalangi atau mengaburkan
visualisasi atau jika massa tersebut saling tindih menindih dengan struktur hilus tapi terpisah satu
dengan yang lain. Jika gambaran hilus tergambar dengan tajam ,bisa dipastikan bahwa massa nya
anterior (fig 15) atau lebih posterior dari struktur vaskuler yang terletak di tengah dan paru yang
terisi udara yang mengintervensi memungkinkan gambaran crisp dari pembuluh darah pulmonal.
Tetapi bagaimanapun juga , ketika massa tidak bisa dipisahkan dari proksimal dari arteri pulmonal ,
sangat memungkinkan bahwa struktur tersebut saling terkait satu sama lain , dengan sedikit udara
yang mengaburkan batas dari struktur hilus normal. Tanda ii pertama kali di deskripsikan oleh
Benjamin Felson.
Juxtaphrenic peak sign
Tanda ini pertama kali dikemukakan oleh Kattan et a pada tahun 1980 merupakan tanda
yang menguatkan adanya kolaps lobus atas, digambarkan sebagai gambaran opak triangular
memproyeksikan secara superior melewati setengah medial diafragma, pada atau dekat bagian atau
titik tertingginya (fig 16 ) . hal tersebut sangat berhubungan dengan adanya fissure accesori inferior.
Meskipun mekanisme terjadinya masih belum jelas, tetapi ada teori yang berpendapat bahwa hal
tersebut terjadi karena adanya tekanan negative dari atelektasi lobus bagian atas paru
menyebabkan retraksi ke atas dari pleura visceralis dan lemak ekstrapleura masuk ke fisura.
Meningkat pada pasie dengan post operasi lobectomy.
Luftsichel sign
Luftsichel berarti sabit udara, temuan ini biasanya ditemukan pada kasus kolaps nya lobus atas
bagian kiri. Pada kasus absen nya fissure minor pada bagian kiri, saat lobus kiri bagian atas kolaps,
fissure mayor di posisi vertical parallel dengan dinding dada anterior. Seiring kemajuan dari
kehilangan volume, fissure akan terus bermigrasi lebih anterior dan terus lebih kea rah medial
sampai lobus yang mengalami atelektasis bersentuhan dengan batas jantung kiri, secara efektif
mengaburkan konturnya pada gambaran radiografi frontal (fig 17 A C). dengan pergerakan dari
apek segmen lobus atas secara anteromedial, segmen superior dari lobus bawah bagian kiri
mengalami hiperinflasi dan mengisi ruang apical yang telah mengalami pengosongan. Segemn ini
akan menempatkan dirinya diantara arcus aorta dan bagian lobus kiri yang kolaps membentuk garis
outline tajam atau lusensi periaorta yang disebut luftsichel.
Scimitar sign
Pada foto radigrapi PA, sebuah gambaran khas berupa bayangan melengkung secara inferior menuju
diafragma sepanjang bagian jantung kanan (fig 18 A,B). penampakan tersebut menyerupai pedang di
turki dan menggambarkan anomaly partial dari pulmonary venous return, paling sering
menggambarkan vena cava inferior infradiafragma ( fig 18 C E). merupakan bagian dari kelainan
congenital hypogenetetic lung (scimitar) syndrome.
Signet ring sign
Dideskripsikan pada CT scan dada ( fig 19,tanda panah ) sebagai sebuah lingkaran jaringan
lunak membentuk cincin lusen, tanda ini menggambarkan arteri pulmonal yang menempel pada
bronchus yang tedilasi pada cross section. Tanda ini ditemukan pada CT scan pasien dengan
bronchiectasis, atau dilaasi bronchial yang ireversibel atau abnormal. Temuan lain bisa berupa
penebalan peribronchial, kurangnya pengosongan bronchial dan visualisasi dari bronchus sedalam 1
cm dari pleura, semua temuan tersebut membantu megautkan konfirmasi diagnosis. Pada isolasi ,
gambaran pembesaran bronchoarterial ratio bisa merupakan temuan yang merancukan atau
memalsukan, dimana diameter bronchial sangat bervariasi dengan parameter seperti ketinggian.
Pengukuran diameter lumen bronchial dibuat berdasarkan pengukuran antara dinding bagian dalam
,sehingga tidak bisa terjadi perkiraan lebih karena penebalan peribronchial. bronchiectasis bisa juga
terjadi karena proses sekunder karena obstruksi bronchus dengan mucus yang banyak
menyebabkan pengembungan jalan nafas yang terlibat seperti yang dijelaskan sebelumnya pada
finger love in sign. Terakhir pada kasus fibrosis paru atau cedera paru karena radiasi,traksi ada
bronchus yang menempel akan menyebabkan dilatasi. Penyebab lain seperti cystic fibrosis atau
kartagener syndrome bisa di asosiasikan dengan tampakan.
Silhouette sign
Pertama kali di deskripsikan oleh felson pada tahun 1950 menyatakan sebuah lesi intrathoracic
menyentuh batas dari jantung,aorta, atau diafragma akan melenyapkan batas tersebut dalam foto
rontgen. Lesi intrathoracic yang tidak menyambung dengan batas tersebut tidak akan melennyapkan
batas tersebut:. Silhouette sign adalah visualisasi dari bayangan rontgen tergantung dari perbedaan
densitas antara jaringan yang melekat pada struktur tersebut. Contohnya , proses hilangnya batas
jantung kanan sering di gunakan untuk membedakan proses kelainan lobus medial dan lobus bawah
(fig 20). Jika batas jantung kiri kabur sebagian atau penuh , region lingua adalah region yang terlibat.
tidak adaya silhouette sign bisa membantu melokalisas lesi. Dengan penyakit lobus bawah, batas
jantung kanan dan kiri pada sisi yang sakit di pertahankan, dimana silhouette sign dari
hemidiafragma kabur pada kasus kolaps lobus bawah dan konsolidasi (fig 21). Prinsip dasar
silhouette sign digunakan untuk menjelaskan cerviothoracic sign dan hilum overlay sign.
Split pleura sign
Pemisahan pleura visceralis dan parietalis pada CT scan (fig 22) memperkuat pertimbangan adanya
empyema. Secara normal , pleura bukan struktur yang discrete, cairan empyema mengisi ruang
pleura menghasilkan penebalan pleura dengan pemisahan yang tidak bisa di kenali.
Tree in bud sign
Terlihat dengan baik pada HRCT (fig 23), tanda ini muncul sebagai lesi kecil, perifer,nodul
centrilobular jaringan unak yang terhubung dengan nodul multiple yang berlekatan, opak linier
bercabang. Istilah radiologi ini menggambarkan pengerasan dan pembentukan plug oleh mucus,
dilatasi bronchial , dan penebalan dinding pada bronchiolitis. Gambaran histopatologi
menggamarkan atau mendemonstrasikan pementukan plug pada saluran nafas kecil oleh mucus,
pus, atau cairan , dengan bronchioles yang engalami pembesaran, inflamasi peribronchial, dan
penebalan dinding. Secara anatomis, tanda ini berhubungan dengan cairan dengan viskositas tinggi
yang menyumbat bronchioles intralobular dari lobus pulmonal sekunder. Biasanya bronchioles
intralobular tidak tampak pada HRCT ( < 1 cm), bagaimanapun juga ketika terisi cairan dan
mengalami peradangan , bronchioles tetap terlihat pada CT scan dengan potongan tipis. Meskipun
etiologi nya banyak dihubungkan dengan infeksi bakteri misalnya penyebaran endobronchial dari
Mycobacterium Tuberculosis , bukti terbaru menunjukkan bahwa tanda ini tidak spesifik untuk
penyakit paru apapun.
Westermark sign
Neil westermark adalah radiologist asal jerman yang menemukan bahwa ada subset tertentu pada
pasien dengan PE (pulmonary embolism ) memiliki komplikasi berupa infark paru. Dia
mendeskripsikan corakan anemic atau region perifer oligemic dari parenkim paru sebagai wedge
shaped shadows