Anda di halaman 1dari 2

PEJABAT TERTINGGI EKSEKUTIF

Direktur Utama (Dirut) atau Presiden Direktur (Presdir) (untuk Presdir sudah jarang
digunakan) (inggris amerika CEO/Pejabat eksekutif tertinggi,inggris britania: MD/direktur
pelaksana),
inggris
amerika : ED/direktur eksekutif, inggris britania CE/eksekutif tertinggi)
[2]
adalah
jenjang tertinggi dalam perusahaan (eksekutif) atau administrator yang diberi tanggung jawab untuk
mengatur keseluruhan suatu organisasi Seseorang yang ditunjuk sebagai CEO dalam sebuah
korporasi,perusahaan,organisasi, atau lembaga biasanya melapor pada dewan direktur.
Tugas seorang CEO (chief executive officer; Amerika Serikat) atau MD (managing director;
Britania Raya) perusahaan ditetapkan oleh dewan direktur atau otoritas organisasi lain,
tergantung struktur hukum organisasi. Tugas mereka bisa luas atau terbatas dan biasanya
diutamakan dalam delegasi otoritas formal..
Umumnya, CEO/MD bertugas sebagai seorang komunikator, pengambil keputusan,
pemimpin, pengelola (manajer), dan eksekutor. Peran komunikator melibatkan pers dan seisi
dunia luar, serta manajemen dan karyawan organisasi; peran pengambil keputusan mencakup
keputusan tingkat tinggi tserkait kebijakan dan strategi. Sebagai pemimpin, CEO/MD
memberi saran kepada dewan direktur, memotivasi karyawan, dan menggerakkan perubahan
dalam organisasi. Sebagai manajer, CEO/MD mengawasi operasi organisasi setiap hari,
bulan, dan tahun. Perilaku Hakim
Komisi Yudisial mempunyai tugas
a. Menerima laporan pengaduan masyarakat tentang perilaku hakim
b. Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran perilaku hakim, dan
c. Membuat laporan hasil pemeriksaan berupa rekomendasi yang disampaikan kepada
Mahkamah Agung dan tindasannya disampaikan kepada Presiden dan DPR.




Fungsi Komisi Yudisial :
Komisi Yudisial berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain
dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku
hakim.


10. Yang dimaksud dengan KPK adalah : Komisi Pemberantasan Korupsi
Tugas KPK adalah :
1. koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana
korupsi;
2. supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana
korupsi;
3. melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi;
4. melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi; dan
5. melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.

Fungsi KPK adalah :
1. mengkoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi;
2. menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi;
3. meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi
yang terkait;
4. melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang
melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi; dan
5. meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tindak pidana korupsi.