Anda di halaman 1dari 2

Nama : Liska Kristin Banjarnahor

NPM : 1306446811
3. Bagaimana pendapat Saudara terhadap perilaku kaum muda saat ini dalam memelihara
identitas bangsa?
Identitas bangsa Indonesia akan selalu berkaitan dengan setiap unsur kebudayaan
majemuk yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Berbagai pihak memiliki peran masing-
masing dalam menjaga identitas bangsa Indonesia. Menjaga indentas bangsa, akan sama saja
artinya dengan menjaga reputasi bangsa. Identitas yang dimiliki bangsa ini diwakilkan oleh
Pancasila yang merupakan dasar negara sekaligus merangkum kemajemukan bangsa ini
melalui semboyan Bhineka Tunggal Ika (Walupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua).
Peran sebagai pemuda-pemudi yang merupakan generasi penerus bangsa dalam
memelihara identitas bangsa adalah hal yang sangat penting bagi negara ini. Tapi apakah
memang demikian penting jika dilihat dari cara pandang pemuda-pemudi saat ini?
Perilaku pemuda-pemudi saat ini sangatlah memprihatinkan dalam hal memelihara
identitas bangsa ini. Tidak bermaksud melakukan generalisasi, tapi begitulah keadaannya.
Banyak pemuda saat ini telah melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia dan lebih
menghargai kebudayaan barat. Mereka beranggapan bahwa dengan berperilaku seperti orang
luar, mereka akan lebih bangga. Mulai dari bahasa, pemuda saat ini bahkan berjuang mati-
matian untuk belajar bahasa asing, mendalami bahasa yang bukan bahasa ibu mereka, dengan
alasan tak ingin tergilas arus globalisasi. Namun, bukan hanya bahasa nasional bangsa ini
yang mulai kehilangan jati dirinya, bahasa daerah juga bahkan mengalami nasib yang lebih
parah. Pemuda-pemudi saat ini merasa enggan belajar bahasa daerah darimana mereka
berasal karena merasa hal tersebut terkesan kuno dan ketinggalan zaman. Jika semua semua
penerus bangsa ini berpikir demikian bukankah jati diri bangsa ini mulai luntur seiring
dengan berjalannya waktu?
Bahasa juga menunjukkan budaya. Kebudayaan bangsa ini berasal dari ratusan
budaya yang dimiliki oleh ratusan suku di Indonesia yang telah berinteraksi satu sama lain.
Banyak dari kebudayaan daerah tersebut yang mulai ditinggalkan, namun ada juga beberapa
kebudayaan kita yang justru semakin naik pamornya hanya karena diklaim oleh negara
tetangga. Sebut saja, Reog Ponorogo, Batik, dan beberapa lagu daerah. Setelah pemberitaan
besar-besaran di media massa tentang tindakan klaim tersebut, bangsa ini mulai sibuk
memperjuangkannya. Para pemuda mulai sibuk mengemukakan pendapatnya di media online
bahkan melontarkan banyak caci maki pada negara tetangga tersebut. Namun, haruskah
budaya kita yang lain bernasib demikian? Pemuda sebagai generasi penerus bangsa justru
harus bangga dengan budayanya sendiri, budaya yang telah dipertahankan hingga ribuan
tahun lamanya, budaya yang tidak diinginkan untuk punah di masa depan. Karena bangsa
yang hebat adalah bangsa yang bangga akan kebudayaannya sendiri.