Anda di halaman 1dari 9

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA

BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MATARAM
2014

Journal
Reading
Recognition Of
Allergic
Conjungtivitis In
Pastients With
Allergic Rhinitis
Lalu dede hermawan
h1a010054
DATA JURNAL
NAMA PENULIS : Daniel C William, Gabielle Edne, Bianca Maiden, Peter K smith
JUDUL TULISAN : Recognition of Allergic conjunctivitis in Patients With Allergic Rhinitis
JOURNAL ASAL :World Allergy Organization Journal 2013 6:4

ISI JURNAL
Latar Belakang
Konjungtivitis alergi biasanya di tandai dengan rasa gatal, mata berair, atau mata merah
yang meliputi gelaja gejala dari total ocular symptom score (TOSS).
Kejadian konjungtivitis alergi di Negara berkembang adalah 20 % dengan angka
komorbiditas yang tinggi dengan rhinitis alergi. Penemuan konjungtivitis alergi pada pasien
dengan rhinitis alergi jarang dilaporkan. Proporsi pasien dengan rhinitis alergi yang tidak
terdiagnosis adalah sekitar 25 60 %.
Secara klinis pasien konjungtivitis alergi memiliki sensitifitas yang tinggi,memiliki
kecenderungan untuk berkedip dan juling yang lebih tinggi, berkontribusi pada terjadinya frontal
tension headache, mengucek atau menggosok kelopak mata akan menyebabkan dermatitis,
dimana pasien biasanya lebih focus pada dermatitis dari pada gejala gejala konjungtiva yang
mereka alami.
Olopatadine hydrochloride 0,1 % merupakan obat yang digunakan untuk terapi
konjungtivitis alergi dengan efek samping yang bisa dikesampingkan dan onset kerja yang cepat
yaitu 5 menit setelah pemberian obat.
Tujuan
Mengetahui insidensi konjungtivitis alergi pada pasien dengan rhinitis alergi.
Metode Penelitian
Seratus delapan puluh tujuh pasien pediatric dan dewasa yang telah terdiagnosis rhinitis
alergi diberikan pertanyaan apakah mereka memiliki AC ( allergic conjunctivitis ) yang
diklarifikasi dengan pertanyaan screening standar yaitu memiliki gejala mata merah,gatal, dan
berair dan dihitung dengan TOSS. Pasien juga diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan
gejala yang secara tidak langsung mengarah kepada konjungtivitis alergi seperti dermatitis pada
kelopak mata, sering berkedip, sensitifitas mata , dan sakit kepala bagian frontal. Pasien
diberikan satu tetes olopatadine untuk membantu mengidentifikasi silent disease.
Pasien telah didiagnosis menderita rhinitis alergi berdasarkan pemeriksaan
fisik,anamnesis , dan pemeriksaan penunjang lainnya. Pasien juga tidak boleh mengkonsumsi
antihistamine sebelum assessment.
Sebanyak dua puluh pasien control tanpa riwayat penyakit konjungtivitis alergi ataupun
rhinitis alergi juga diberikan olopatadine hydrochloride untuk melihat apakah terdapat efek
lubrikasi yang tidak spesifik dari obat tersebut.
Dalam penelitian ini riwayat pasien pernah melakukan perasi LASIK atau operasi
pterigium tidak didokumentasikan , pasien dalam penelitian ini tidak ada yang sedang memakai
lensa kontak saat pemberian olopatadine.
Data dianalisa menggunakan software computer Microsoft excel. Data TOSS sebelum
dan sesudah pemberian olopatadine kemudian dianalisa menggunakan uji T berpasangan. Uji
koefisien korelasi Pearson digunakan untuk menganalisa hubungan antara nilai TOSS , adanya
gejala tambahan, adanya gejala, dan respon terhadap terapi olopatadine.
Hasil
Lima puluh tiga persen pasien mengakui mereka memiliki AC dengan pertanyaan
langsung dan dengan gejala spesifik pada TOSS. Gejala tambahan yang mungkin mengarah pada
AC seperti juling 51%,berkedip 52 %,sakit kepala depan 60% dan dermatitis pada kelopak mata
45 %.
Efek dari olopatadine dalam mengurangi TOSS dalam 5 menit 1,34+/- 1,66 vs 0,486 +/-
0,83. P < 0,01). Sebanyak 148 (78,1 %) menunjukkan kemajuan dengan terapi olopatadine
sedangkan 41 (21,9 %) menunjukkan tidak ada perubahan pada TOSS. Pada pasien tanpa riwayat
AC dan dengan skor TOSS 0 berdasarkan ujia dengan pemberian terapi olopatadine didapatkan
silent sufferers sebanyak 77 (41,2 %).
Tidak ada efek oloatadine pada perubahan TOSS pada pasien control.
Seratus enam puluh enam (88,8 %) pasien AC teridentifikasi melalui TOSS . seratus lima
puluh delapan pasien di deteksi melalui pertanyaan gejala yang tidak langsung mengarah pada
AC (84,5 %). Dari hasil penggabungan TOSS dan pertanyaan tambahan didapatkan 177 ( 94,7 %
) pasien AC. Korelasi antara adanya gejala tambahan dengan TOSS dan efek positif dari terapi
dengan olopatadine menunjukkan adanya korelasi yang kuat (r=0,60 , p < 0,05).
Pembahasan
AC teridentifikasi pada 53,5 % pasien dengan AR (allergic rhinitis ) hanya dengan
pertanyaan langsung sederhana yang berkaitan dengan riwayat AC,hal ini sebanding dengan
penelitian lain yang sejenis. Pertanyaan spesifik tentang gejala tidak langsung dari AC
menambah insidensi AC pada pasien AR menjadi 94,7 %. Olopatadine juga diberikan pada
pasien sehat ,sebanyak 20 subjek yang sehat mendapatkan pemberian olopatadine untuk
meyakinkan tidak adanya efek nonspesifik pada olopatadine.
Lubrikan bisa membantu meringankan gejala pasien AC. Tidak didapatkan adanya efek
terapi pada pasien control setelah diberikan olopatadine, efek terhadap perubahan TOSS juga
tidak ditemukan.
AC sangat sering ditemukan pada pasien dengan AR tetapi angka pelaporannya masih
sangat rendah dibawah 40 %. Under diagnosis dari AC bisa disebabkan karena pasien dan dokter
lebih memberikan perhatian pada gejala AR atau rhinitis dari pada gejala pada mata.
Dalam penelitian ini menemukan bahwa pasien kurang memperhatikan gejala pada mata
mereka meskipun sudah diberikan pertanyaan yang spesifik. Sebanya 40 % AR pasien merasaka
gejala mereka sebagai hal yang normal. Hal ini sangat penting karena jika mereka tidak
menerima terapi dan perawatan pada AC yang mereka miliki, ini akan berakibat negative pada
kualitas hidup pasien.
Keterbatasan penelitian ini adalah dari desain penelitian merupakan open clinical audit
dan menggunakan pertanyaan survey langsung. Pertanyaan untuk pasien anak anak sebagian
besar di pengaruhi oleh orang tua. Sakit kepala adalah gejala yang berhubungan dengan AR dan
bisa tidak dimasukkan dalam gejala okuler, tetapi bagaimanapun juga dalam penelitian ini juga
ditemukan asosiasi antara sakit kepala dan respon positif terhadap terapi.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pertanyaan screening standar untuk AC
mendiagnosis lebih dari setengah. Tidak adanya riwayat AC tidak meniadakan nilai dari
pemeriksaan konjungtiva. Peneliti ada penelitian ini berpendapat bahwa gejala tambahan seperti
berkedip, juling, mata berair, dan sakit kepala, serta efek terhadap terapi olopatadine
memberikan bantuan kepada dokter untuk mengidentifikasi pasien dengan silent symptom .
Rangkuman Pembaca
Konjungtivitis alergi umumnya memiliki gejala berpa mata merah, berair , dan mata gatal yang
merupakan tiga gejala indicator dari TOSS (Total Ocular Symptom Score). Kejadian
konjungtivitis alergi pada negara Negara berkembang adalah 20 % dengan komorbiditas
dengan rhinitis alergi yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi konjungtivitis alergi pada pasien dengan
rhinitis alergi.
Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan direct question dengan memberikan
pertanyaan pertanyaan kepada sampel penelitian sebelum dan sesudah pemberian tindakan
berupa pemberian obat olopatadine kemudian dilakukan pengukuran niai TOSS apakah
mengalami penurunan atau tidak. Data hasil penelitian diolah dengan uji T berasangan dan uji
korelasi Pearson. Hasil penelitian kemudian dijabarkan secara deskriptif dan dibandingkan
dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya.
Pelajaran yang Dapat Diperoleh
Dari jurnal ini banyak hal hal yang bisa diambil seperti :
Memberi pengetahuan tentang adanya komorbiditas yang tinggi antara AC dan AR
Memberikan pengetahuan tentang terapi untuk pasien AC.
Memberikan gambaran tentang diagnosis dini AC pada pasien dengan AR,untuk
penatalaksanaan yang lebih cepat sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
Memberikan pengetahuan tentang bagaimana mengidentifikasi AC dengan silent
symptom.
Kesimpulan yang bisa diambil adalah apa yang ada di dalam jurnal bisa diaplikasikan dalam
praktek sehari hari.
LAPORAN ANALISA JURNAL READING
Topik No Keterangan Halaman dan
penjelasan
Judul dan abstrak 1 a. Menjelaskan tujuan,
metode, hasil penelitian



b.Memberikan ringkasan
yang informatif dan
seimbang atas apa yang
dilakukan dan apa yang
ditemukan
Ya , pada abstrak jurnal
menjelaskan tujuan,
metode, hasil penelitian
secara ringkas

Dijelaskan di halaman
awal secra lengkap
serta memberikan
ringkasan yang sesuai
dengan hasil yang
didapatkan di penelitian
Introduksi
Latar belakang 2 Menjelaskan latar belakang
yang ilmiah dan rasional
mengapa penelitian perlu
dilakukan
Ya, pada halaman awal
di jelaskan angka
kejadian dari
konjungtivitis alergi dan
angka komorbid yang
tinggi dengan rhinitis
alergi secara jelas dan
singkat.
Tujuan 3 Menentukan tujuan
spesifik , termasuk
hipotesis yang diajukan
Ya. pada halaman
pertama pada
disampaikan bahwa
tujuan penelitian adalah
untuk mengetahui
insidensi AC pada
pasien AR tetapi tidak
dijelaskan pada
penelitian ini hipotesis
dari penelitian.
Metodelogi penelitian
Populasi 4 Menjelaskan bagaimana
populasi ditentukan
Ya, pada halaman
pertama disampaikan
bahwa populasi sebanya
187 orang dengan
pasien anak dan dewasa.
Menggnakan teknik
total samping meskipun
tidak dijelaskan secara
langsung dalam jurnal.
Subyek penelitian 5 Kriteria subyek penelitian

Tidak. Pada penelitian
tidak disampaikan
secara rinci mengenai
kriteria inklusi dan
eksklusi dari subyek
penelitian.
Besar sampel 6 Menjelaskan kriteria
penentuan sampel minimal
yang diperlukan untuk
Tidak, tidak dijabarkan
secara jelas mengenai
kriteria penentuan besar
menghasilkan kekuatan
penelitian
sampel, metode
smpling, dan kriteria
pengambilan sampel.
Pada penelitian ini
dijelaskan bahwa
sampel diambil dari
pasien yang dating
berobat ke klinik di
Southport selama
musim semi, jumlah
pasien 187 orang
Prosedur penelitian 7 Menjelaskan secara rinci
dan sistematik prosedur
penelitian (teknik
pengambilan data)
Ya. Pada penelitian
dijabarkan prosedur
penelitian yang meliputi
pemeriksaan klinis
,emberian pertanyaan,
dan pemberian obat
olopatadine.
Rancangan
penelitian
8 Menjelaskan rancangan
penelitian
Tidak, tidak ada
penjelasan mengenai
rancangan penelitian
yang dilakukan..
Teknik analisa data 9 Teknik analisa data yang
digunakan untuk
membandingkan hasil
penelitian
Ya,dijelaskan pada
bagian metodologi
bahwa uji analisa yang
digunakan uji T
berpasangan dan uji
korelasi Pearson.
Hasil
Alur penelitian 10 Menjelaskan waktu
penelitian
Waktu penelitian hanya
dijelaskan pada musim
semi di Southport
selebihnya tidak ada
penjelasan waktu yang
lebih rinci.
Outcome dan
estimasi penelitian
11 Untuk outcome hasil
penelitian
Hasil penelitian hanya
dijabarkan secara
deskriptif secara sangat
singkat da tanpa table..
Diskusi
Interpretasi 12 Interpretasi hasil Interpretasi hasil hanya
dibandingkan hasil
penelitian dengan
penelitian yang telah
dilakukan sebelumnya
serta hal hal yang
menjadi kekurangan dan
bsa mempengaruhi hasil
dari penelitian ini juga
dijelaskan
Generalizability 13 Apa hasil bisa
digeneralisasikan di
masyarakat
Hasil penelitian ini
dapat digeneralisasikan
ada masyarakat umum
mengingat kasus yang
diteliti merupakan kasus
yang sering muncul
dimasyarakat terutama
Negara berkembang
seperti Indonesia.
Overall evidence 14 Interpretasi umum terhadap
hasil dalam konteks
penelitian
Penelitian ini
menggunakan literatur
dan data penelitian yang
telah dilakukan
sebelumnya sebagai
bukti yang menguatkan
adanya komorbiditas
yang tinggi antara AC
dan AR

KELEBIHAN PENELITIAN :
1. Judul dan anstrak memberikan ringkasan yang informatif dan seimbang atas apa yang
dilakukan dan apa yang ditemukan di penelitian
2. Latar belakang dan tujuan penelitian dijabarkan secara cukup jelas.
3. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengambilan sampel berupa Total Sampel
sehingga kekuatan hasil penelitian cukup kuat.
4. Analisa data yang digunakan ditulis jelas dibagian metodologi penelitian.
5. Populasi penelitian sudah tertulis secara jelas.
6. Penelitian menyampaikan prosedur penelitian yang terdiri dari pemeriksaan klinis dan
pemberian perlakuan yang dilakukan.
7. Data dalam penelitian ini merupakan data primer jadi hasil penelitian lebih akurat.

KEKURANGAN PENELITIAN :
1. Journal ini tidak menjelaskan desain penelitian yang digunakan, menurut pembaca
kemungkinan desain penelitian ini adalah cross sectional.
2. Kriteria inklusi dan eksklusi tidak dijabarkan secara jelas.
3. Journal ini tidak menjelaskan kriteria inklusi dan eksklusi yang digunakan secara jelas.
4. Pada journal ini variabel penelitian tidak dirinci dengan jelas.
5. Melakukan penilaian hanya dengan pertanyaan langsung,menyebaban penilailan untuk
pasien pediatric lebih banyak didominasi oleh pendapat orang tua.