Anda di halaman 1dari 4

BIOTEKNOLOGI PERTANIAN 1

Nama: Yanuavera w.p


NPM: 150510130089

UNIVERSITAS PADJAJARAN
FAKULTAS PERTANNIAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
JATINANGOR
2014

Azospirillum sp.
Azospirillum sp. mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan
sebagai pupuk hayati. Bakteri ini banyak dijumpai berasosiasi dengan tanaman jenis
rerumputan, termasuk beberapa jnis serelia, jagung, cantel, dan gandum. Sampai saat
ini ada tiga spesies yang telah ditemukan dan mempunyai kemampuan sama dalam
menambat nitrogen yaitu Azospirillum brasilense, A. Lipoferum, dan A. Amazonese.
Azospirillum merupakan salah satu jenis mikroba di daerah perakaran. Infeksi yang
disebakan oleh bakteri ini tidak menyebabkan perubahan morfologi perakaran,
meningkatnya jumlah akar rambut, menyebabkan percabangan akar lebih berperan
dalam penyerapan hara.
Dari hasil penelitian Azospirillum sp. memiliki banyak manfaat dalam tanah
dan tanaman, sehingga sering digunakan sebagai biofertilizer. Bakteri ini digunakan
sebagai biofertilizer karena mampu menambat nitrogen 40-80% dari total nitrogen
dalam rotan dan 30% nitrogen dalam tanaman jagung. Selain itu Azospirillum sp.
dapat menghasilkan beberapa hormon pertumbuhan hingga 285,51 mg/liter dari total
medium kultur, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemupukan. Selain itu,
Azospirillum sp. juga mempunyai kemampuan merombak bahan oganik di dalam
tanah. Bahan organik yang dimaksud adalah bahan organik yang berasal dari
kelompok karbohidrat seperti selulosa, amilosa, dan bahan organik yang mengandung
sejumlah lemak dan protein.
Azospirillum sp. sebagai penghasil fitohormon sangat berguna bagi tumbuhan
karena dengan adanya fitohormon tersebut maka tanaman akan tumbuh dengan cepat.
Fitohormon adalah hormon tumbuhan yang berupa senyawa organik yang dibuat pada
suatu bagian tanaman dan kemudian diangkut ke bagian lain, yang dengan konsentrasi
rendah menyebabkan suatu dampak fisiologis. Peran suatu hormon adalah
merangsang pertumbuhan, pembelahan sel, pemanjangan sel, dan ada yang
menghambat pertumbuhan. Fitohormon yang dihasilkan bakteri ini adalah auksin,
sitokinin, giberelin dan etilen. Hormon-hormon ini berperan penting dalam
pertumbuhan tanaman dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda pada
pertumbuhan suatu tanaman.

Mekanisme kerja azospirillum sp. Yaitu Bakteri memakan C dlm tanah sbg
energi dan menghasilkan enzim nitrogenase, N dr udara diikat enzim nitrogenase dan
dirubah menjadi amonia (Azospirillum & Azotobacter). Amonia dirubah menjadi N
yg dpt diserap tanaman yaitu NH4+ & NO3 (Nitrosococcus & Nitrosomonas)
Terdapat banyak kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan bakteri ini, dalam
aplikasinya sering juga terdapat kendala. terutama berkaitan dengan keseuaian sifat
tanah atau lingkungan dimaana pupuk hayati ini akan diaplikasikan. Selain kesesuaian
jenis tanaman , komdisis tanah, seperti ph, suhum kandungan air dan sifat biologis
tanah juga sering menimbulkan kendala dalam aplikasi pupuk hayati ini.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2012/01/11/penggunaanbakteri-azospirillum-sp-sebagai-penghasil-phytohormon-dalamupaya-mempercepat-pematangan-buah-mangga/
2. http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2012/01/12/peranmikroba-sebagai-biofertilizer-dalam-upaya-peningkatankualitas-tanaman-pada-pertanian-organik/
3. http://www.scribd.com/doc/57517318/Bio-Fertilizer