Anda di halaman 1dari 17

1

Sistem
Kendali
Steering Gear pada Kapal
Oleh :
Agung Bimo Wicaksono
4212 100 101
2

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 3
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Permasalahan 3
1.3 Tujuan 3
1.4 Manfaat 4
1.5 Sistematika Penulisan 4
BAB II TEORI SISTEM PENGENDALIAN 5
2.1 Pengertian Sistem Kendali 5
2.2 Komponen Sistem Kendali 5
2.3 Sistem Kendali Open Loop 5
2.4 Sistem Kendali Close Loop 6
2.5 Sistem Close Loop vs Sistem Open Loop 7
BAB III METODOLOGI PENULISAN MAKALAH 8
BAB IV PEMBAHASAN 9
4.1 Pengertian dan Fungsi Steering Gear 9
4.2 Telemotor Steering Gear 9
4.2.1 Komponen 9
4.2.2 Skema dan Cara Kerja 10
4.2.3 Listing of Process 11
4.3 Electric-Hydarulic Steering Gear 12
4.3.1 Komponen 12
4.3.2 Skema dan Cara Kerja 12
4.3.3 Listing of Process 13
BAB V PENUTUP 16
DAFTAR PUSTAKA 17

3

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Teknologi diciptakan untuk mempermudah segala aktivitas atau kegiatan manusia. Namun
masalah yang harus dihadapi semakin hari semakin rumit dikarenakan perkembangan ilmu
dan teknologi itu sendiri. Perkembangan ilmu dan teknologi inilah yang menjadi dorongan
pula untuk manusia agar dapat menciptakan teknologi yang lebih baru untuk memecahkan
permasalahan tertentu. Salah satunya adalah sistem kendali.
Di dunia ini, terdapat banyak sekali macam macam sistem kendali, terutama yang ada di
dalam kapal, mulai dari yang manual hingga otomatis. Salah satu contoh dari sistem kendali
di dalam kapal yakni steering gear. Steering gear pun ada bermacam jenis, namun yang akan
dijelaskan dalam laporan ini adalah steering gear dengan sistem telemotor dan electric-
hydraulic

1.2 Permasalahan
Permasalahan yang penulis angkat dalam laporan ini adalah :
a. Apa pengertian dan teori dasar dari sistem kendali ?
b. Apa perbedaan dari steering gear dengan sistem telemotor dan electric-hydraulic ?
c. Bagaimana skema serta listing of process dari 2 jenis steering gear tersebut ?

1.3 Tujuan
Tujuan penyusun mengangkat topik mengenai steering gear ini adalah :
a. Mengetahui teori dasar sistem kendali
b. Mengetahui perbedaan alat maupun alur sistem kendali dari sistem telemotor dan
electric-hydraulic

4

1.4 Manfaat
Manfaat yang didapatkan adalah kita dapat mengetahui dasar dasar sistem kendali serta
memahami sistem kendali dalam keadaan real-nya

1.5 Sistematika penulisan
Laporan ini ditulis dan dibagi menjadi 5 bab utama yakni :
a. BAB I : Pendahuluan
b. BAB II : Teori Sistem Pengendalian
c. BAB III : Metodologi Penulisan Makalah
d. BAB IV : Pembahasan
e. BAB V : Kesimpulan
















5

BAB II
TEORI SISTEM PENGENDALIAN

2.1 Pengertian Sistem Kendali
Sistem kendali merupakan sekumpulan alat atau komponen yang terdiri dari kontrol,
sensor, aktuator, transmitter, dan plant yang bertujuan untuk mengendalikan, memerintah dan
mengatur keadaan suatu sistem. Ada 2 jenis sistem kendali, yakni open loop dan close loop.

2.2 Komponen Sistem Kendali
Di dalam sistem kendali, terdapat komponen-komponen penting yang digunakan untuk
menyusun sistem tersebut agar dapat bekerja dengan baik. Komponen-komponen tersebut
adalah :
a. Kontrol
Alat pengendali atau pengatur. Berfungsi untuk membandingkan, menghitung
banyaknya error, dan menghitung banyaknya koreksi yang perlu dilakukan.
b. Sensor
Pendeteksi adanya perubahan nilai pada suatu sistem.
c. Aktuator
Sebagai pelaku kerja atas output yang dihasilkan oleh sistem.
d. Transmitter
Membaca sinyal yang di-input-kan dan mengubahnya menjadi sinyal yang dapat dibaca
oleh kontroler.
e. Plant
Perangkat yang variabel prosesnya akan dikendalikan oleh control.

2.3 Sistem Kendali Open Loop
Sistem kendali open loop adalah suatu sistem yang output-nya tidak akan memiliki
pengaruh terhadap input-nya kembali sehingga hasil pada output tidak dapat digunakan
sebagai umpan balik (feedback) dalam input.
6

Dalam sistem ini, hasil keluaran tidak dapat dibandingkan dengan input-nya. Dengan
adanya gangguan, sistem ini tidak akan bekerja sesuai dengan hasil yang semestinya. Agar
bekerja sesuai dengan keinginan, sistem ini


Gambar 2.1 : Skema Sistem Open Loop

2.4 Sistem Kendali Close Loop
Sistem kendali close loop adalah suatu sistem yang output-nya mempunyai pengaruh
langsung pada input sehingga menimbulkan sebuah feedback. Sinyal feedback ini berasal dari
sebagian hasil yang dikeluarkan pada output dan digunakan untuk memperkecil kesalahan
sistem agar output-nya dapat mendekati hasil yang diinginkan.
Cara kerja sistem ini adalah sinyal output yang ada, sebagian diumpanbalik (feedback) ke
kontroler, untuk dibandingkan hasilnya dengan input maupun keadaan yang diinginkan. Hasil
dari perbandingan tersebut membentuk sinyal error, yang nantinya digunakan sebagai acuan
sistem tersebut untuk menghasilkan sinyal output yang baru agar kesalahan yang dilakukan
berkurang.


Gambar 2.2 : Skema Sistem Close Loop


7

2.5 Sistem Close Loop vs Sistem Open Loop
Kelebihan dari close loop sendiri adalah sistem ini menggunakan sinyal feedback yang
membuat sistem ini tidak sensitif terhadap gangguan dari luar dan perubahan variasi di dalam
parameter yang dipakai dalam sistem itu sendiri.
Dari kemudahan pembuatan, open loop lebih mudah untuk dibuat karena stabilitas sistem
bukan masalah yang berarti. Berbanding dengan close loop yang sangat rentan dengan
stabilitas sistem yang dapat diakibatkan oleh koreksi error yang berlebihan dan berdampak
berubahnya nilai hasil.
Dari segi biaya dan ukuran, close loop lebih mahal karena komponen yang digunakan lebih
banyak daripada open loop. Oleh karena itu, tak jarang open loop dikombinasikan dengan
close loop untuk menghasilkan sistem yang murah namun performanya bagus.












8

BAB III
METODOLOGI PENULISAN MAKALAH

Untuk memahami bagaimana proses makalah ini ditulis, berikut ini adalah ilustrasi, yang
digambarkan dengan flowchart :







Perumusan
Masalah
Apa itu sistem pengendalian?
Apa saja jenis dari steering gear?
Bagaimana skema dan listing of process dari jenis jenis tersebut?
Mencari
Referensi
e-book "Modern Control Engineering"
Beberapa halaman web/blog
Penulisan
Makalah
Penulisan makalah sesuai dengan sistematika penulisan
9

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pengertian dan Fungsi Steering Gear
Steering gear merupakan salah satu peralatan penting yang ada di dalam kapal. Berfungsi
untuk membantu kapal berbelok ke arah kiri (Port side) dan kanan (Starboard side). Steering
gear sendiri dapat berfungsi ketika kapal sedang bergerak. Dalam pembahasan pada bab ini,
akan dijelaskan 2 tipe steering gear yakni Telemotor Steering Gear dan Electric-Hydraulic
Steering Gear.

4.2 Telemotor Steering Gear
4.2.1 Komponen
Telemotor Steering Gear memiliki komponen utama yakni telemotor, control unit,
dan power unit.
a. Telemotor, terbagi menjadi 2 bagian yaitu transmitter dan receiver, memiliki fungsi
menyalurkan sinyal yang dikirimkan dari steering wheel ke control unit yang ada di
dalam steering gear compartment.
b. Control Unit berfungsi menghubungkan sinyal dari telemotor ke power unit.
c. Power unit berfungsi sebagai penggerak utama (prime mover).
Disamping itu terdapat komponen pendukung seperti steering wheel sebagai
control, receiver pada telemotor sebagai sensor serta relief & by-pass valve yang
berfungsi sebagai komponen safety function.





10

4.2.2 Skema dan Cara Kerja

Gambar 4.1 : Skema Telemotor Steering Gear
Sinyal dari wheelhouse diterima oleh transmitter lalu dikirim ke receiver untuk
diteruskan ke floating lever yang akan memompa fluida dari bi-directional pump ke arah
double acting ram yang nantinya menggerakan aktuator pada ram tersebut sehingga
rudder bergerak sesuai arah yang di-sinyalkan sebelumnya. Pada receiver terdapat pegas
untuk mempermudah steering wheel kembali ke posisi midship.
11

Putaran wheelhouse ke portside
Hidrolik
on
Pegas receiver
on
Aktuator
on
Lengan floating lever
on
Pompa
on
Fluida
keluar

4.2.3 Listing of Process
Dari skema di atas dapat dijabarkan proses yang terjadi dalam sistem Telemotor
Steering Gear sebagai berikut (dengan asumsi kapal berbelok ke arah Port side) :
a. Telemotor






Input : Putaran wheelhouse ke arah Port side (sinyal masuk)
Hidrolik pada transmitter masuk (posisi on)
Output : Pegas receiver tertekan (posisi on)
Aktuator tertekan (posisi on)

b. Bi-directional Pump




Input : Lengan floating lever tertekan aktuator receiver (posisi on)
Pump control menyala
Output : Fluida dari pump terpompa ke luar





TELEMOTOR
BI-DIRECTIONAL
PUMP
12

Fluida
masuk
Lengan aktuator
on
Aktuator
on
Rudder
Bergerak
c. Control Unit






Input : Fluida dari Bi-directional Pump masuk ke control unit (dalam gambar di
atas hidrolik)
Fluida menekan lengan aktuator
Output : Lengan aktuator keluar
Rudder bergerak ke arah kiri

4.3 Electric-Hydraulic Steering Gear
4.3.1 Komponen
Komponen yang ada pada electric-hydraulic steering gear sama dengan yang
digunakan pada telemotor namun perbedaannya ada pada control valve yang dipasang
sebagai pengganti floating lever pada telemotor. Valve ini berfungsi untuk menyalurkan
oli yang ada di dalam tangki oli.

4.3.2 Skema dan Cara Kerja
Electric-Hydraulic Steering Gear memliki skema yang hampir sama dengan
telemotor hanya saja sinyal wheelhouse yang ada di terima oleh control box lalu
diterjemahkan dan di salurkan ke control valve. Sinyal yang diterima oleh control valve
akan diteruskan dalam bentuk gerak mekanik valve tersebut.

CONTROL UNIT
13


Gambar 4.2 : Skema Electric-Hydraulic Steering Gear
4.3.3 Listing of Process
Dari skema di atas dapat dijabarkan proses yang terjadi dalam sistem Electric-
Hydraulic Steering Gear sebagai berikut (dengan asumsi kapal bergerak ke arah Port
side, control valve dengan straight line adalah katup A, crossed line adalah katup B,
14

Putaran wheelhouse ke portside
Sinyal A
on
Katup A
terbuka
Sinyal A
on
Katup A
terbuka
Katup B
tertutup
Katup C
tertutup
Control Valve
Bergerak ke kanan
Oli
terpompa
blocked line adalah katup C, Port side menggunakan straight line, dan Starboard side
menggunakan crossed line) :
a. Control Box




Input : Putaran wheelhouse ke arah Port side (sinyal masuk)
Output : Sinyal tipe A on
katup A terbuka

b. Control Valve




Input : Sinyal tipe A dari control box (sinyal masuk)
Katup A terbuka
Output : Katup B dan C tertutup
Control valve bergerak ke arah kanan
Oli yang ada di dalam tangki di pompa menuju ram





CONTROL BOX
CONTROL VALVE
15

Oli
Masuk
Aktuator
on
Rudder
bergerak
c. Control Unit




Input : Oli dari tangki masuk ke ram
Output : Lengan aktuator keluar
Rudder bergerak ke arah kiri
















CONTROL UNIT
16

BAB V
KESIMPULAN

Dari beberapa penjelasan di bab sebelumnya, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan,
yaitu :
a. Sistem kendali merupakan sekumpulan alat yang berhubungan dengan fungsi untuk
melakukan perintah agar dapat menghasilkan hasil yang diinginkan
b. Sistem kendali dapat ditemukan di dalam kapal, salah satunya sistem penggerak utama
kapal, yaitu steering gear
c. Steering gear terdiri dari 2 jenis, yaitu telemotor dan electric-hydraulic
d. Kedua jenis steering gear menggunakan konsep sistem kendali close loop
e. Yang membedakan dari kedua jenis tersebut adalah jenis pompa serta fitting yang
digunakan pada pompa tersebut
f. Telemotor dapat digunakan dengan Bi-directional pump karena dapat dihubungkan
secara langsung melalui bantuan floating lever dan control pump.
g. Electric-hydraulic menggunakan bantuan control valve untuk mengatur aliran oli dari
tangki ke ram










17

DAFTAR PUSTAKA

Referensi Buku
Ogata, Katsuhiko. Modern Control Engineering Fifth Edition. Upper Saddle River, NJ :
Prentince Hall, 2010.
Referensi Internet
http://en.wikipedia.org/wiki/Control_system
http://wisnukusbandono.blogspot.com/2013/03/pengertian-open-loop-dan-close-loop.html
http://www.electronics-tutorials.ws/systems/closed-loop-system.html
http://affinh.blogspot.com/2012/10/mengenal-sistem-kontrol-atau-sistem.html
http://eviandrianimosy.blogspot.com/2010/05/pengertian-sistem-kendali.html