Anda di halaman 1dari 12

Separasi adalah pemisahan komponen-komponen dari suatu campuran sehingga menjadi fraksi-fraksi

individual. Fraksi-fraksi itu mungkin berbeda satu sama lain dalam ukuran partikel, fase, atau komposisi
kimianya. Prinsip pada proses separasi ini adalah berdasarkan perbedaan densitas ataupun adanya gaya
gravitasi. Separasi atau pemisahan dapat dibagi menjadi dua yaitu separasi mekanis dan separasi kimia.
Separasi mekanis meliputi ukuran, bentuk, berat jenis, sifat listrik, sifat magnet. Contoh metode dari
separasi mekanis ini adalah Sedimentasi, sentrifugasi, filtrasi. Sedangkan untuk separasi kimia meliputi
kelarutan dan lainnya. Contoh metode untuk separasi kimia ini adalah ekstraksi kimia, destilasi,
kristalisasi, ekstraksi gas/desorpsi. Salah satu teknik separasi adalah separasi secara mekanik. Separasi
mekanik atau pemisahan mekanik (mechanical separation), digunakan untuk memisahkan partikel antar
dua komponen atau lebih yang dilakukan dengan cara mekanis. Separasi mekanik hanya dapat dipakai
untuk campuran heterogen, sedangkan untuk larutan homogen teknik separasi mekanik ini tidak dapat
dilakukan. Ukuran partikel yang biasa digunakan adalah lebih besar dari 0,1 m. Teknik-teknik separasi
ini didasarkan atas perbedaan fisik antara partikel-partikel itu, seperti ukuran, bentuk, atau densitas.
Teknik ini dapat digunakan untuk memisahkan zat padat dari gas, tetesan zat cair dari gas, zat padat dari
zat padat, atau zat padat dari zat cair. Dalam praktek pemisahan tersebut dapat dilakukan dengan
sedimentasi (pengendapan), sentrifugasi (pemusingan), filtrasi (penyaringan) dan pengempaan.
A. Sedimentasi
Sedimentasi adalah teknik pemisahan berdasarkan gaya gravitasi dimana partikel-partikel padatan atau
cairan yang mempunyai densitas relatif lebih tinggi akan mengendap. Teknik pemisahan ini adalah
teknik yang paling sering digunakan dalam industry pangan karena operasinya sangat sederhana, tidak
memerlukan banyak energi dan murah biaya operasionalnya. Sedangkan kekurangan dari metode ini
adalah membutuhkan waktu yang lama, kurang kurat serta terkadang slurry masih mengandung partikel
terlarut. Contoh-contoh proses pengolahan pangan yang menggunakan prinsip sedimentasi antara lain :
proses pembuatan tepung tapioka dan pengolahan limbah industry pangan. Proses sedimentasi ini
terjadi berdasarkan perbedaan densitasnya melalui medium alir, oleh pengaruh gaya gravitasi. Oleh
karena itu, biasanya pemisahan tersebut berlangsung lama, terutama bila perbedaan densitas antar
komponen tersebut tidak berbeda jauh. Secara visual, dapat juga dikatakan bahwa sedimentasi
merupakan pemisahan suspensi menjadi dua fraksi yaitu fraksi supernatan (fraksi yang jernih) dan fraksi
slurry (fraksi yang keruh), suatu pekatan yang berisi fraksi padat pada konsentrasi yang lebih tinggi.
Dalam praktek sedimentasi dapat dilakukan secara batch (terputus-putus untuk setiap satuan volume
atau berat bahan yang akan dipisahkan per satuan waktu) atau secara kontinyu (terus-menerus).
Pemisahan partikel berdasar perbedaan densitas dapat dipercepat melalui medium zat alir yang
bergerak atau mengalir. Cara tersebut dikenal dengan istilah hydraulic water. Perbedaannya dengan
sedimentasi ialah medium alir pada sedimentasi relatif diam, sedang pada hydraulic water bergerak atau
mengalir. Pemisahan partikel dengan hydraulic water, walaupun
dapat terjadi relatif lebih cepat,
tetapi hasilnya kurang memuaskan.
Hal tersebut disebabkan karena
pemisahan tidak hanya terjadi karena
perbedaan densitas saja tetapi
dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu
kecepatan aliran dan bentuk partikel.
Proses sedimentasi adalah salah
satu proses yang mempunyai peranan
penting dalam pengolahan air baku
menjadi air bersih yang layak dialirkan
ke rumah masyarakat karena proses
ini dapat membuat partikel besar
mengendap didasar bak karena gaya
grafitasi dan membuat air limbah telah
bebas partikel besar pada proses
berikutnya.
B. Sentrifugasi
Sentrifugasi adalah suatu teknik
pemisahan yang digunakan untuk
menisahkan suspensi yang jumlahnya
sedikit. Sentrifugasi adalah pemisahan
dengan menggunakan gaya putaran
atau gaya sentrifugal. Partikel
dipisahkan dari liquid dengan adanya
gaya sentrifugal pada berbagai variasi
ukuran dan densitas campuran
larutan. Gaya sentrifugal ini bekerja
menuju pusat dari rotasi. Gaya
sentrifugal digunakan untuk
mendapatkan perbedaan tekanan
sehingga slurry dalam filter akan
mengalir ke penyaring. Dalam metode
sentrifugasi ini partikel dipisahkan
dari fluida oleh gaya sentrifugasi
yang dikenakan pada partikel. Partikel
tersebut dapat berupa solid, gas atau
liquid dan fluida. Pemisahan dari
gravitasi memakan waktu yang lama
karena kedekatan densitas dari
partikel dan fluida atau karena
kesatuan gaya pada komponen yang
bekerja bersamaan seperti emulsi.
Teknik sentrifugasi ini menggunakan
alat yang disebut dengan
Sentrifugase. Pemisahan sentrifugal
menggunakan prinsip dimana objek
diputar secara horizontal pada jarak
radial dari titik dimana titik tersebut
dikenakan gaya. Objek yang diputar
secara horizontal dan konstan
merubah arah dan percepatan
walaupun kecepatan rotasi konstan.
Prinsip sentrifugasi ini dapat bekerja
secara optimun jika para pengguna
dapat memasukkan nilai RPM dan nilai
konsentrasi yang tepat ke dalam alat
sentrifugasi. Pada operasi
sentrifugasi dengan cara
pengendapan, kecepatan pengendapan
dipengaruhi oleh : kecepatan sudut
() disamping faktor-faktor lain
seperti pada perhitungan kecepatan
sedimentasi. laju alir volumetrik
umpan dipengaruhi oleh kecepatan
sudut (), diameter partikel (Dp),
densiti partikel dan cairan, viskositas
dan diameter tabung centrifuge.
Metode sentrifugasi memiliki banyak
manfaat dalam penelitian terutama
dalam praktikum di dalam
laboratorium. Diantarannya adalah
seagai cara pengisolasi mikroba, cara
untuk mengekstrak TSV dan YHV
dalam bidang pertanian, cara
pemisahan virgin coconut oil (VCO) dari
zat pengotornya, pengekstrak
senyawa papain dari getah papaya dan
lainnya. Keuntungan lain dari metode
sentrifugasi ini adalah lebih efektif
bila partikel padatan lebih kecil dan
sulit/tidak mungkin disaring.
Sedangkan kelemahan dari metode ini
adalah harganya mahal dibandingkan
dengan metode-metode lain.
C. Filtrasi
Filtrasi adalah pemisahan bahan secara
mekanis berdasarkan ukuran
partikelnya yang berbeda-beda.
Filtrasi diterapkan untuk memisahkan
bahan padat dari cairan atau gas,
misalnya untuk mendapatkan suatu
fraksi padat yang diinginkan atau
untuk membuang fraksi padat yang
tidak dikehendaki. Filtrasi dapat
berupa proses pemisahan dari
campuran heterogen yang mengandung
cairan dan partikel-partikel padat
dengan menggunakan media filter
yang hanya meloloskan cairan dan
menahan partikel-partikel padat.
Proses pemisahan dengan cara filtrasi
dibedakan berdasarkan adanya
tekanan dan tanpa tekanan. Proses
pemisahan dengan tekanan, umumnya
dengan cara divakumkan (disedot
dengan pompa vakum). Proses
pemisahan dengan teknik ini sangat
tepat dilakukan, jika jumlah partikel
padatnya lebih besar dibandingkan
dengan cairannya.
Contoh filtrasi media yang butiran
adalah filter pasir; filter karbon aktif
untuk rasa, bau, dan penghapusan
klorin; filter antrasit, dan filter
garnet baik. Jenis filter dapat
menghilangkan partikel tersuspensi ke
bawah sekitar 10 mikron dalam
diameter (1 mikron = 10-6 meter).
Dengan menggunakan koagulan
tertentu atau polimer flokulasi makan
sebelum filter ini (makan sebagai
filter alat bantu), beberapa
keberhasilan telah terlihat dalam
penghapusan partikel turun hampir 1
mikron. Jarak antara media partikel
diskrit penyaringan berfungsi sebagai
pori-pori. Padatan tersuspensi
terperangkap oleh filter ini akan
dikumpulkan di atas tempat tidur
filtrasi media, atau dalam pori-pori.
Membran penyaringan air
menggunakan membran untuk
menghilangkan partikel tersuspensi.
Tidak seperti filter granular,
membran dirancang dengan pori-pori
dan mampu menghilangkan partikel
lebih kecil. Filtrasi membran utamanya
adalah reverse osmosis (RO), di mana
padatan terlarut (ion logam) dapat
dihapus.
D. Pengempaan
Ekstraksi merupakan salah satu cara
pemisahan satu atau lebih komponen
dari suatu bahan yang merupakan
sumber komponen tersebut. Sebagai
contoh adalah ekstraksi minyak dari
kopra atau biji-bijian; ekstraksi nira
dari batang tebu; ekstraksi karoten
dari buah-buahan; ekstraksi cairan
buah dari buah-buahan dan
sebagainya. Komponen yang dipisahkan
dengan ekstraksi dapat berupa
padatan dari suatu sistem campuran
padat-cair, berupa cairan dari suatu
sistem campuran cair-cair atau
berupa padatan dari suatu sistem
padat-padat. Salah satu jenis
ekstraksi adalah dengan pengempaan.
Biasanya ekstraksi dengan
pengempaan dikenal dengan cara
mekanis. Ekstraksi cara mekanis hanya
dapat dilakukan untuk pemisahan
komponen dalam sistem campuran
padat-cair. Sebagai contoh adalah
ekstraksi minyak dari biji-bijian.
Dalam hal ini minyak adalah cair dan
ampasnya sebagai padatan.
Ekstraksi cara mekanis adalah cara
pemisahan komponen dari suatu
campuran dengan menggunakan gaya
mekanis. Dalam bahan pangan
komponen yang diekstrak biasanya
berupa cairan oleh karena itu gaya
mekanis (penekanan) yang digunakan
dalam ekstraksi adalah untuk
mengeluarkan cairan sel dari padatan
sel atau dinding sel. Pada ekstraksi
dengan pengempaan, tekanan yang
diberikan selama pengempaan akan
mendorong cairan terpisah dan keluar
dari sistem campuran padat-cair.
Dengan kata lain, tekanan yang
diberikan terhadap campuran padat-
cair akan menimbulkan beda tekanan
antara cairan dalam bahan dan dalam
campuran dalam suatu wadah dengan
tekanan di luar campuran atau di
luar wadah. Beda tekanan tersebut
yang mengakibatkan cairan
terekstrak. Apabila tak ada beda
tekanan cairan tidak akan dapat
mengalir keluar atau tidak akan
berpindah tempat. Produk utama dari
ekstraksi dengan pengempaan adalah
cairan yang terekstrak. Dengan
demikian residu atau ampas atau
padatan merupakan hasil samping.
Akan tetapi kadang-kadang justru
ampas atau residu adalah sebagai
produk utama. Secara umum jumlah
bahan yang terekstrak dipandang
sebagai jumlah cairan yang mengalir
dari padatan sel bahan pangan yang
dapat dinyatakan dengan persamaan
berikut :
Beda potensial untuk ekstraksi
mekanis adalah besarnya beda
tekanan dan lamanya penerapan
tekanan maksimum. Tahanan dalam
operasi ekstraksi mekanis dapat
berupa struktur atau sifat fisik sel-
sel bahan pangan yang dipisahkan,
besar kecilnya bahan yang diekstrak,
dan kekentalan cairan yang diekstrak.
Bahan pangan yang keras, ukurannya
besar-besar dan cairan ekstraknya
yang kental akan menyulitkan proses
ekstraksi sehingga jumlah ekstrak
yang dihasilkannya sedikit. Sedangkan
bahan pangan yang porus, rapuh atau
lunak, ukurannya kecil-kecil dan
cairan ekstraknya yang encer akan
memudahkan proses ekstraksi
sehingga banyak cairan sel yang dapat
diekstrak. Jumlah ekstrak yang
dihasilkan pada operasi ekstraksi
pengempaan/penekanan dipengaruhi
oleh beberapa faktor diantaranya :
1. besarnya tekanan
2. lamanya penerapan tekanan
maksimum
3. besar kecilnya bahan yang
diekstrak
4. karakteristik fisik komponen
padatannya (keras, liat, rapuh, dan
lunak)
5. kekentalan cairan yang diekstrak
Salah satu contoh pengolahan pangan
dengan metode pengempaan adalah
ekstraksi Minyak Kelapa Sawit. Tujuan
utama dari proses pengempaan
(Pressing) adalah mengeluarkan
Minyak dari bubur buah yang telah
diaduk. Pengepressan atau
pengempaan minyak yang ada pada
bubur Buah Kelapa Sawit akan
dibebaskan dari bubur buah dan
terpisah dari serat dan biji Sawit.
Jenis alat kempa yang dikenal, yaitu :
1. Kempa Hydraulik (Hydraulic
Press)
2. Kempa Ulir (Screw Press).
Kempa Ulir (Screw Press) dalam
penggunaannya lebih menguntungkan
dibandingkan dengan kempa Hydraulik
(Hydraulic Press).
Keuntungan-keuntungan yang
diperoleh antara lain :
1. Bekerja secara kontinyu.
2. Kapasitas Olahnya tinggi.
3. Efisiensi pengempaan lebih tinggi
(kehilangan Minyak kecil).
4. Pemakaian tenaga (Operator)
yang sedikit.
Sedangkan kelemahan Screw Press
terutama adalah karena tingginya
persentase biji yang pecah & kadang-
kadang sulit untuk dimonitor secara
visual.