Anda di halaman 1dari 10

BELANDA

Kelompok 1:
Fahrizal Alaydrus D141 12 001
Novan Anugrah D141 12 002
Atni Asdiantri D141 12 003
Erwin Kurnianto D141 12 006
Syarifah Aprianti N.H. D141 12 009
Muchlis D141 12 011
Mia Audiana D141 12 013
Asmi Nur Aisyah D141 12 014

1. Gambaran Negara Belanda
Belanda merupakan salah satu negara di Eropa Barat bagian barat laut yang
terkenal sebagai negara bendungan. Belanda bernama asli Koninkrijk der
Nederlanden yang artinya kerajaan tanah-tanah rendah. Hal tersebut dikarenakan
60% wilayah negara ini terletak di bawah permukaan laut dan menjadi landasan
Belanda dalam membangun banyak bendungan di sekitar daratannya.
Salah satu bentuk muka yang menarik di Belanda ialah permukaan tanahnya
sangat rata. Hampir separuh daripada negara Belanda berada kurang 1 meter dpl.
Walaupun demikian, provinsi Limburg, yang berada di bagian tenggara negeri
Belanda, sedikit berbukit. Permukaan tertinggi ialah Vaalserberg, yang berada di
provinsi Limburg, mempunyai ketinggian 321 m. Permukaan yang terendah ialah
Nieuwerkerk aan den IJssel, yang berada 6.76 dibawah permukaan laut.
Banyak tanah rendah dikawal oleh dijk dan dinding laut. Sebagian kawasan
di Belanda, misalnya daerah Flevoland, mesti direklamasi. Kawasan yang
direklamasi itu disebut polder.
Salah satu konstruksi yang terkenal ialah Afsluitdijk (Penutup Tanggul),
yang memisahkan danau IJssel (IJsselmeer, dulunya disebut laut Zuider atau
Zuiderzee) dengan laut Wadden (Waddenzee). Panjang dari tanggul ini 32 km dan
lebarnya 90 m. Negara ini dibagi menjadi dua bagian utama oleh sungai Rhine
(Rijn), Waal, dan Maas. Arah angin yang utama di Belanda ialah barat daya, yang
menyebabkan iklim kepulauan yang sederhana, dengan musim panas yang dingin
dan musim sejuk yang sederhana.
2. Sumber Air
2.1 Air Tanah
Cadangan air tanah di Belanda tidak akan berubah di abad 21. Bahkan
naiknya permukaan laut 85 cm, cadangan air tanah masih akan meningkat sekitar
1% . Dalam satu tahun rata-rata 8-9%, dan dalam satu tahun kering 12-15% dari
penarikan air tanah yang digunakan untuk irigasi. Penyadapan air ini umumnya
terjadi hanya dalam beberapa hari. Pada abad ini kebutuhan air untuk irigasi dapat
meningkat 5% karena perubahan iklim.
Di beberapa bagian dari pertanian di Belanda dan alam yang dominasi oleh
air payau dan rembesan air asin sangat ketergantungan pada air tanah yang terisolir
oleh rembesan air asin. Badan air ini terancam oleh penurunan surplus curah hujan
di musim panas yang dapat meningkatkan kerusakan oleh garam.
2.2 Danau
Danau IJsselmeer (yang terhubung Danau Markermeer) adalah salah satu
danau air bersih terbesar di Belanda dan berfungsi sebagai suplai air bersih untuk
provinsi-provinsi di beberapa bagian di Belanda . Air ini digunakan untuk pertanian
, untuk mempertahankan tingkat air yang cukup tinggi di perairan pedalaman , dan
untuk menyiram garam di selokan dan kanal-kanal di daerah tersebut . Pada tahun
2050 volume air di danau ini di perkirakan tidak cukup untuk melayani semua
kepentingan di musim panas yang kering , terutama ketika para petani berinvestasi.
3. Pengelolaan Air
3.1 Sistem POLDER
Belanda menerapkan sistem reklamasi lahan melalui sistem polder yang
kompleks untuk mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air
pasang. Polder merupakan sistem tata air tertutup dengan elemen meliputi tanggul,
pompa, saluran air, kolam retensi, pengaturan lansekap lahan, dan instalasi air kotor
terpisah. Sistem polder mula-mula dikembangkan Belanda pada abad ke-11 dengan
adanya dewan yang bertugas untuk menjaga level ketinggian air dan untuk
melindungi daerah dari banjir (waterschappen). Kemudian sistem polder ini
disempurnakan dengan penggunaan kincir angin pada abad ke-13 untuk memompa
air keluar dari daerah yang berada di bawah permukaan air laut. Dengan semakin
banyaknya pembangunan sistem hidrolik inovatif di negeri Van Oranje tersebut,
polder dan kincir angin akhirnya menjadi identik dengan Negeri Belanda.
Gambar Cara Kerja Sistem Polder

(Sumber:http://kompetiblog2011.studidibelanda.com/news/2011/05/1/656/holland
_is_the_best_technology_in_water_management.html)

(Sumber : http://agungsedayu.com/frame%20bebas%20banjir_pik.htm)

3.2 Eco drainase
Belanda mempunyai sistem eco-drainage (diterjemahkan ekodrainase) yang
sangat ramah lingkungan. Eco artinya ekologi yaitu hal berkaitan dengan alam,
sedangkan drainase adalah mengalirkan. Selain mampu berkontribusi
mengurangi peluang banjir, sistem ini mampu menjaga kualitas air. Ekodrainase
berasal dari pemikiran eco-hidrology yang pertama kali dikenalkan tahun 1982 oleh
peneliti Belanda, Van Wirdum. Pada dasarnya ia ingin menemukan keterkaitan
antara unsur air dengan unsur vegetasi. Bertahun-tahun kemudian pemikiran ini
berkembang menjadi sebuah sistem kelola air ramah lingkungan.
Contoh implementasi ekodrainase ini dapat dilihat di Utrecht, kota tujuan
summer course kompetiblog ini. Air hujan yang turun (English: stormwater) dipilah
menjadi 2 yaitu air yang dianggap kotor dan air yang dianggap bersih. Air yang
dianggap bersih itu contohnya air hujan yang mengalir dari atap rumah, sedangkan
air kotor itu air yang jatuh dari permukaan jalan apalagi jalan yang penuh kendaraan
bermotor. Air yang tergolong bersih tadi dialirkan ke suatu tanah rerumputan yang
bernama wadi. Di sana air disaring rerumputan sehingga dapat langsung terserap
ke dalam tanah. Pemerintah Utrecht sadar bahwa tidak semua air harus langsung
dialirkan ke kanal dan sungai kemudian ke laut. Volume air buangan mengalir (run-
off) harus dikurangi agar tidak terlalu membebani sistem bendungan di tepi laut.


Wadi, tanah rerumputan untuk resapan dan infiltrasi air hujan (http://sl.life.ku.dk)


Jalan paving yang mampu menyerap air (http://sl.life.ku.dk)
4. Pengolahan Air
Keunggulan Belanda dalam mengelola air tidak hanya dibuktikan dengan
kecanggihan sistem pertahanan airnya. Di negara yang identik dengan warna
oranye ini, minum air langsung dari keran sangat dianjurkan daripada membeli air
minum kemasan. Hal ini karena air keran di Belanda yang diproses dengan
teknologi membran tercanggih di dunia, berkualitas lebih baik daripada air minum
kemasan. Selain itu, minum air keran juga berarti mengurangi sampah botol
plastik yang dihasilkan oleh air minum kemasan.

5. Pengelolaan Banjir
Belanda yang sebagian daerah tanahnya lebih rendah dari laut. Seperti
namanya Holland : tanah yang datar, Netherlands : tanah yang rendah. Salah satu
kota yang berdiri dibawah permukaan laut adalah Rotterdam, sebagian besar dari
kota ini dibangun di bawah tanggul. Salah satunya adalah Prins Alexander Polder
yang terletak di timur laut Rotterdam ini berada 6 meter di bawah permukaan laut.
Titik dataran terendah Belanda adalah 6.76 meter di bawah permukaan laut.
Sejak abad ke-10 tanggul dan bendungan di Belanda sudah mulai di bangun,
hal ini dilakukan untuk menghindari banjir, menyelamatkan pulau agar tak
terendam air laut, dan memperbaiki saluran air. Karena Banyaknya daerah datar
yang berdiri di bawah permukaan laut yang sebenarnya.

Braakman enclosure dam

Pasang surut di The Braakman telah ditutup pada tahun 1952 dibangunnya
bendungan ini untuk memberi perlindungan terhadap banjir demi menyelamatkan
tanah pertanian daerah sekitar.
Tinggi pasang surut mencapai 3 sampai 5 meter dengan arus yang kuat, maka
dari itu dibutuhkan teknik baru dalam pembangunan dam. Sealable Caissons atau
lebih terkenal dengan Caissons Phoenix ini digunakan pertama kalinya menutup
mengisi pasir dibawah air.
Enam bulan setelah pembangunan bendungan ini, sebuah gelombang badai
luar biasa mematahkan tanggul di lebih dari 150 wilayah Barat Daya Belanda. Dan
daerah Braakman terselamatkan dari banjir besar. Setelah di cek, bendungannya
hanya sedikit rusak dan bisa langsung diperbaiki

Brouwersdam

Dibangun tahun 1971 sebagai bagian dari Rencana Delta. Brouwersdam
dibangun untuk menutup volume yang terkena pasang surut, volume tersebut
sekitar 350 juta meter kubik. Tapi karena penurunannya kadar garam di air itu
mengakibatkan meningkatnya kematian flora dan fauna di daerah Danau
Grevelingen. Oleh karena itu, pada tahun 1978 dibuat pintu air di bendungan
tersebut untuk menyalurkan air danau dengan air laut. Dan sejak itu danau menjadi
kawasan konservasi alam yang penting.






Haringvliet Dam

Bendungan ini menutup teluk kecil Haringvliet yang dibangun tahun 1971.
Melindungi daerah pasang laut dari banjir dan mengatasi masalah salinisasi, dan
pintu air yang dapat mengatur debit air sungai yang berlebihan. 17 pintu air di 4,5
kilometer bendungan ini memiliki kapasitas maksimum sampai 21000m3 per
second. Pintu air - pintu air tersebut dibangun di sepanjang bendungan berbentuk
polder. Pasang surutnya dipenuhi pasir dan blok beton yang kuat. Dan setiap
pembangunan bendungan pasti ada efeknya, yang terjadi disni flora dan fauna yang
biasanya di temukan di daerah pasang surut kini sebagian besar menghilang.
Akhirnya baru-baru ini pemerintah memutuskan untuk secara bertahap
mengembalikan pengaruh pasang surut.

Lauwrszee Dyke

Perbendungan Lauwerszee ini selesai dibangun tahun 1969. Bendungan ini
memiliki kontrol yang lebih baik dalam menangani banjir di daerah Belanda utara.
Saking besarnya bendungan ini, bangunan bendungan ini juga sampai bisa
membuat lahan sebesar 9000 hektar untuk di tempati Seperti pulau keci Sekarang
danau Lauwersmeer direncanakan menjadi tempat rekreasi .
IJsseloog Ring Dyke

Dilihat dari bentuknya memang sangat unik, tapi tempat ini sangat tercemar
dan harus dibersihkan. Disini juga dibangun oleh Ketelmeeler untuk penyimpanan
pengerukan lumpur. Positifnya dari pembangunan tempat ini adalah akan
menghemat ruang di darat dan takkan menganggu penduduk setempat karena
tempatnya terpisah dari pemukiman. Tanggul di bangun setinggi 10 meter, dan yang
bentuknya melingkar berdiameter 1 km itu dibuat untuk meminimalisasi kontak
pencemaran dengan lingkungan.
New Waterway Storm Surge Barrier

Pembangunan New Waterway Storm Barrier ini selesai di tahun 1996,
bangunan ini juga merupakan akses ke pelabuhan Rotterdam. Bangunan ini juga
melindungi area terpenting di Rotterdam dan Dordecht dari banjir pasang surut
yang luar biasa besarnya. Karena daerah ini merupakan daerah padat dan ekonomis.
Bendungan ini dibangun dengan dua gerbang raksasa yang mengembang dan
terhubung ke pantai dengan panjang 250 meter. Setiap kali badai berlangsung,
diperkirakan gerbang dapat berayun dan dapat menurunkan dasar beton dengan
membuka kran. Tapi setelah itu air bisa dipompa melalui katup sehingga gerbang
bisa melayang lagi ke pantai.

Eastern Scheldt Storm Surge Barrier
Selama pembangunan pada awal tahun70-an, konstruksi ini sempat
ditentang public karena ingin teluk tetap terbuka, alasannya adlah untuk
melestarikan alam dan industry perikanan. Akhirnya dibuat keputusan membangun
penghalang gelombang badai pada tahun 1986. Bendungan penghalang ini terdiri
dari 65 tiang beton besar yang memiliki pintu baja dan dapat menutup debit air antar
dermaga. Setelah pembangunan selesai, akhirnya keselamatan dan ketahanan yang
dijanjikanpun dievaluasi. Dan public percaya sehingga menyetujui rencana
kebijakan terpadu tersebut untuk mengelola Scheldt Timur.