Anda di halaman 1dari 2

ANALISA ISOZIM

A. Pengertian Isozim
Isozim adalah multilokus protein memegang peran penting dalam berbagai
bidang ilmu yang berkaitan dengan studi proses ekspresi gen serta perbandingan dan
klasifikasi dari sistem protein. Isozim juga dapat digunakan sebagia marker dari
struktur, fungsi dan perubahan gen regulatoryang terjadi selama proses penggandaan
(duplikasi) gen dan seleksi alam (Markert, 1987 dan Shaklee etaal,1990).
Isozim merupakan suatu marker yang sangat baik dan banyak digunakan
dalam menganalisa pemunculan suatu gen, seperti dapat mengidentifikasi proses-
proses biokimia yang pada awalnya belum diketahui (Markert, 1987). Isozim sangat
berguna untuk mengidentifikasi spesies yang tersembunyi yang tidak dapat dibedakan
secara morfologidan juga dapat mendeteksi individu-individu yang homozigot atau
heterozigot, polimorfisme genetik, sistem persilangan dan struktur populasi.

Enzim yang digunakan pada analisa isozim:
1. Enzim esterase
Esterase adalah enzim yang bekerja untuk merombak protein. Karakteristik dan
ekspresi isozim esterase akan berbeda untuk setiap organisme bahkan pada setiap
jaringan. Isozim esterase bekerja pada substrat yang tidak spesifik, esterase
memiliki banyak substrat, sehingga jumlah lokus dari gen yang mengkode
esterase dan juga fungsinya pada suatu jaringan akan berbeda.
2. Enzim malat dehidrogenase
Malate Dehydrogenase termasuk golongan oxidoreductase yang berperan di dalam
siklus asam sitrat. Malate Dehydrogenase merupakan salah satu enzim yang
memerlukan NAD+ dan NADP sebagai koenzim.
Analisa isozim dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :
1. Pengambilan sampel darah dari hewan ternak.
2. Isolasi isozim dari leukosit yang dilaksanakan sesuai dengan metode Aly et al.
(2003) yakni metode penggerusan (homogenasi) yang telah dimodifikasi pada
penggunaan buffer.
3. Elektroforesis isozim dilakukan pada gel poliakrilamid vertikal dengan
menggunakan sistem native-PAGE dan discontinous.
4. Pewarnaan yang dilakukan bergantung pada jenis enzim yang dianalisis.
Menurut Pasteur et al. (1988), untuk mengkarakterisasi isozim Esterase
sebagai marker variasi genetik diperlukan metode pewarnaan isozim dengan
substrat yang spesifik. Subtrat spesifik yang digunakan dalam reaksi Esterase
adalah senyawa Naphthyl Ester yang akan dihidrolisis oleh enzim Esterase
menjadi or -Naphthol, selanjutnya dengan pewarna Fast Blue RR .
Malate Dehydrogenase dengan bantuan PMS (phenazine
methosulfanat) dan pewarna NBT (garam nitroblue tetrazolium).