Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Universitas Syiah Kuala merupakan salah satu Universitas di Indonesia yang memiliki
program studi Kedokteran Hewan. Pada Fakultas Kedokteran Hewan mempelajari semua
pengetahuan tentang hewan, salah satunya mempelajari mata kuliah Embriologi. Embriologi
adalah ilmu yang mempelajari tetang perkembangan embrio mulai dari pembentukan hingga
akhirnya perkembangan.
Pada mata kuliah ini, selain belajar teori juga dibekalai dengan praktikum. Praktikum
pada pertemuan pertama ini mempelajari tentang Pengamatan Alat Perkembangbiakan Jantan
dan Betina baik secara makroskopik maupun secara mikroskopik. Dalam praktikum ini,
menggunakan preparat dari alat kelamin ternak sapi dan ternak kambing.
2. Tujuan
a) Untuk mengidentifikasi alat kelamin pejantan maupun alat kelamin betina secara
makroskopik.
b) Untuk mengidentifikasi bentuk dari alat kelamin jantan dan betina secara mikroskopik.
c) Mahasiswa mampu mengetahui posisi dari bagian-bagian organ kelamin jantan dan betina.
d) Mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan fungsi dari setiap organ-organ kelamin jantan
dan betina.
e) Salah satu materi praktikum dalam mata kuliah Embriologi.
3. Manfaat
a) Mengetahui secara makroskopik tentang bagian alat kelamin jantan dan alat kelamin
betina.
b) Mengetahui fungsi dari setiap organ dari alat kelamin jantan dan alat kelamin betina.
c) Dapat mengetahui bentuk dari alat kelamin jantan dan alat kelamin betina secara
mikroskopik.
d) Dapat mengikuti semua praktikum yang dilaksanakan dengan baik.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Organa Genetalia Feminina
Secara garis besar, Organ genitalia feminine atau yang sering disebut dengan alat kelamin
betina terdiri dari Ovarium, Uterus, Vagina dan Vulva.
Tuba uterina atau salpinx adalah organ berbentuk tubuler, panjangnya sekitar 12 cm,
terbentang pada kesua sisi ovarium ke uterus. Tuba uterine sebagai lumen, menghubungkan
rongga peritoneum dengan rongga uterus, yang digantungkan pada mesentrium disebut
mesosalpinx. Uterus merupakan bagian saluran reproduksi yang merupakan tempat tumbuh dan
berkembangnya embrio (Adnan,2010).

Vagina adalah organ wanita atau organ hewan betina untuk kopulasi dan sebagai jalan
lahir atau jalan keluar anak. Vagina merupakan saluran fibromuskular, tidak mempunyai kelenjar
dan terdiri atas tiga lapisan yaitu tunika mukosa, tunika rauskularis, dan tunika adventisia. Secret
berupa mucus dalam lumen vagina berasal dari kelenjar-kelenjar serviks uteri ( Pagarra, 2010).



2.2. Organa Genetalia Masculina
Sistem reproduksi hewan jantan terdiri atas sepasang testis, pasangan-pasangan kelenjar
asesori dan sistem ductus termasuk organ kopulasi. Testes berkembang didekat ginjal yaitu pada
daeah krista genitalis primitif. Fungsi testes ada dua macam yaitu menghasilkan hormon sex
jantan disebut androgen dan menghasilkan gamet jantan disebut sperma. Scrotum mempunyai
fungsi untuk memberikan ke pada testes suatu lingkungan yang memeiliki 1-8
0
F lebih dingin
dibandingkan temperature rongga tubuh. Yang termasuk kelenjar asesori adalah sepasang
vesicula seminalis prostat dan sepasang kelenjar bulbourethra atau kelenjar cowper. Sedangkan
sistem ductus pada jantan sebagian besar berasal dari sistem ductus Wolft pada ginjal mesonefrik
(Nalbandov, 1990).
Fungsi reproduksi pada alat kelamin jantan dapat dibagi menjadi tiga subdivisi utama:
pertama, spermatogenesis, yang berarti hanya pembentukan sperma. Kedua, kinerja kegiatan
seksual alat kelamin jantan. Dan ketiga,pengaturan fungsi reproduksi alat kelamin jantan oleh
berbagai hormon.(Guyton & Hall,1997)




BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1. Alat dan Bahan
i. Organ kelamin betina
ii. Organ kelamin jantan
iii. Bak aluminium
iv. Air
v. Pinset dan scalpel
3.2. Cara Kerja
1. Preparat alat/ alat kelamin yang akan diperiksa dikeluarkan dari toples yang berisi formalin.
Kemudian dibersihkan dengan air yang mengalir agar baunya tidak menyengat.
2. Preparat yang sudah dibersihkan sudah dapat diletakkan di dalam bak aluminium
3. Amati bagian-bagian dari kedua alatkelamin tersebut.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
4.1.1 Organa Genitalia Feminina
Dari pengamatan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa organ reproduksi oada betina
terdiri dari vulva, vagina, uterus, tubafalopi (oviduck) dan Ovarium. Masing-masing bagian itu
memiliki fungsi dan bagian-bagian tertentu.

4.1.2 Organa Genitalia Masculina
Terdiri dari 2 buah testis yang terdapat didalam scrotum, Epididymis, ductus deferens,
glandula accesoris, penis, dan urethra. Glandula accessoria pada alat kelamin jantan ada tiga
bagian yaitu glandula prostate, glandula cowper dan glandula vesicaseminalis.


4.2 Pembahasan
4.2.1 Organa genitalia Feminina
4.2.1.1 Pengamatan secara makroskopik
A. Vulva
Vulva memiliki labia mayora (bagian dalam) dan labia minora bagian luar). Vulva
berfungsi untuk melindungi vagina dari benda-benda yang dapat merusak bagian vagina.
B. Vagina
Vagina terletak setelah vulva dari arah luar. Vagina berfungsi untuk tempat tumpahnya
sperma yang di ejakulasikan secara alami oleh pejantan. Vagina juga berfungsi sebagai jalan
untuk melahirkan anak bagi hewan yang telah bunting.
C. Uterus
Uterus berfungsi untuk tempat tumbuhnya janin saat kebuntingan dan member makanan
untuk janin melalui plasenta. Pada uterus terdapat tiga bagian, yaitu Cervix uterine, corpus
uterine, dan cornua uterie. Pada cornua uterine terdapat percabangan yang disebut dengan
bifurcartio cornualis. Uterus pada hewan mamalia memiliki bermacam-macam bentuk uterus,
seperti uterus duplex, uterus simplex dan uterus bicornis.
D. Tubafallopi
Oviduck atau tubafallopi memiliki tiga bagian yang disebut dengan itsmus, ampula, dan
infundibulum. Pada infundibulum terdapat selaput yang disebut dengan fimbrae yang berfungsi
untuk menangkap ovum yang telah dilepas oleh ovarium kemudian diteruskan kedalam lobang
infundibulum. Ampula berfungsi untuk tempat terjadinya kopulasi atau bertemunya sel kelamin
jantan (sperma) dan selkelamin betina (ovum).
E. Ovarium
Terletak paling ujung dari urgan reproduksi betina yang digantung oleh messovarium.
Ovarium berfungsi untuk menghasilkan ovum (sel telur) dan menghasilkan hormone estrogen
dan hormone progesterone.

4.2.1.2 Pengamatan Secara Mikroskopik
A. Mikroskopik Ovarium


B. Mikroskopik Oviduk atau Tubafalopi



4.2.2 Organa Genitalia Masculina
4.2.2.1 Pengamatan Secara Makroskopik
A. Testis
Testis merupakan organ yang penting dari organ pejantan untuk menghasilkan
spermatozoa. Fungsi testis menghasilkan hormon kelamin jantan disebut androgen dan sel gamet
jantan disebut sperma (Nalbandov, 1990). Testis dilindungi dari benda-benda yang dapat
merusak oleh pembungkusnya yang disebut scrotum. Scrotum juga dapat mengatur suhu testis
tetap dibawah suhu tubuh. Scrotum memiliki tiga lapisan lain selain dari kulit, yang disebut
dengan Tunica dartos, Tunica vaginalis dan Tunica albugenia. Testis terbagi atas lobus-lobus,
setiap lobus terdiri dari banyak tubulus seminiferus yang menghasilkan sperma. Diantara tubulus
semini ferus terdapat sel-sel yang berbentuk polygonal yaitu sel leydig yang menghasilkan
hormone testosterone. Di atas membrane basal tubulus seminiferus terdapat sel sertoli yang
berfungsi untuk member makan pada spermatozoa. Testis berjumlah sepasang terletak pada
bagian atas di abdominal ke arah punggung pada bagian anterior akhir dari ginjal dan berwarna
kuning terang. Pada unggas, bagian testis tidak seperti hewan lainnya yang terletak di dalam
skrotum (Nesheim et al, 1972).

B. Epididymis
Epididymis berfungsi untuk menghubungkan testis dengan vas deferen dan berfungsi
untuk sebagai tempat mematang dan menyempurnakan spermatozoa. Epididymis memiliki tiga
bagian, seperti caput epididymis, corpus epididymis dan cauda epididymis.
C. Ductus Deferen
Ductus deferen adalah saluran yang membentang dari cauda epididymis menuju urethra
pars palvina. Didalam ductus deferen membentuk suatu anyaman yang disebut dengan plexura
pampiniformis.
D. Glandula Accessories
Pada organ reproduksi jantan memiliki 3 glandula accessories, antara lain
- Glandula vesicularis, menghasilkan sekresi berwarna dengan kekuning-kuningan seperti glatin
yang bertugas untuk member warna yang khas pada sperma.
- Glandula Prostata, menghasilkan sekresi berwarna putih yang berfungsi bereaksi netral dan
berbau spesifik terhadap sperma.
- Glandula Bulbourethralis, menghasilkan sekresi berupa cairan viscous yang berfungsi untuk
membersihkan saluran urethra sebelum dilewati oleh sperma.

E. Penis
Merupakan alat kopulasi bagi ternak jantan dan berfungsi untuk menumpahkan sperma di
dalam saluran vagina. Penis terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Radix penis, Corpus penis, dan
glans penis. Pada hewan, penis dikenal dengan dua tipe, yaitu tipe musculocavernosus dan tipe
fibro-elestis. Penis memiliki musculus retractor penis yang berfungsi untuk menarik penis
kembali setelah terjadi ereksi, dan memiliki musculus erector penis yang berfungsi untuk
menarik penis bila akan terjadi ereksi. Penis dibungkus oleh preputium.
4.2.2.2 Pengamatan Mikroskopik
A. Mikroskopik Testis




B. Mikroskopik Corpus Epididymis


C. Mikroskopik Duktus deferen

D. Mikroskopik Tubulus Seminiverus


BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa pada hewan jantan
memiliki alat kelamin seperti testis yang berfungsi untuk menghasilkan hormone testosterone
dan memproduksi spermatozoa. Sedangkan pada betina memiliki alat kelamin seperti Ovarium
yang berfungsi untuk menghasilkan hormone estrogen dan progesterone serta menghasilkan
ovum untuk dapat dibuahi oleh spermatozoa.
5.2. Saran
Untuk lebih memahami tentang bagian dari organ kelamin dari hewan jantan dan betina,
lakukan lah pengamatan secara teliti dan dilihat perubahan yang terjadi setiap kali pengamatan.
Perlu dilakukan lagi pengamatan mikroskopik pada alat kelamin jantan dan betina aga lebih bias
memahami perbedaan kedua organ tersebut.



DAFTAR PUSTAKA
Chamisah DKK. 2012. Anatomi Veteriner I. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.
Masyita Dian, Akmal Muslim, Zainuddin, Rahmi Erdiansyah. 2012. Penuntun Praktikum
Embriologi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.
Guyton & Hall.1997.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.EGC:Jakarta
Adnan, Pagarra H, Azis A. 2010. Penuntun Praktikum Perkembangan Hewan. Makassar :
Jurusan Biologi FMIPA UNM

Pagarra, H dan Adnan. 2010. Struktur Hewan. Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM

Fahruddin, dkk. 2008. Buku Ajar Biologi untuk SMA Kelas XI. Surakarta : Citra Pustaka.
Surakarta.