Anda di halaman 1dari 3

a.

Struktur Pedesaan Progresif (SPP)



SPP adalah suatu sistem sirkulasi di daerah pedesaan yang memperlancar arus
barang/informasi/jasa penunjang pertanian antara tiap-tiap usahatani dengan masyarakat
luas.SPP diorganisir menjadi 2 bagian :
1) Lokalitas usahatani mengurus keperluan semua petani didalamnya.
2) Distrik usahatani mengurus sejumlah tertentu lokalitas usahatani.
Lokalitas usahatani merupakan suatu daerah di perdesan yang cukup rumit, setiap petani
yang tingal pada daerah tersebut dengan alat angkut yang ada, sehinga dalam hari yang
sama mereka dapat kembali ke rumah. Lokasi usahatani ni terdir dari beberapa unsur
yaitu:
1. Pusat pemesaran produksi pertanian
2. Pedagang penyalur/pengecer dan semua sarana produksi dan suplai alat
pertanian
3. Perluasan pusat-pusat pelayanan sosial ekonomi
4. Kredit usahatani
5. Aksesibiltas jalan antara tempat-empat usahatani dan pusat-puast dimana
semua pelayanan memungkinkan
6. Pengujian lokal untuk memperoleh cara-cara bertani yang paling
menguntungkan.

Distrik usaha tani terdiri atas beberapa lokalitas usahatani yang letaknya berbatasan satu
sama lain, menyediakan fasiltas dan jasa yang memungkinkan bekerjanya lokalitas usaha
tani secara efektif.
Distrik usaha tani membantu lokalitas-lokalitas usahatani dengan cara yang sama dengan
lokalitas, hanya cakupan wilayahnya lebih luas. Distrik UT menyediakan fasilitas dan
jasa yang memungkinkan lokalitas UT untuk membantu petani2 secara efektif.
Distrik usaha tani sendiri terdiri dari beberapa unsure yaitu
1) Pasar distrik (grosir)
2) Penelitian pertanian regional
3) Kantor penyuluhan distrik
4) Bank distrik
5) Jalan dan saluran perhubungan distrik.
Dalam pelaksanaannya terjadi beberapa distorsi, seperti profesionalisme pelaksanaan ,
institutional capability, political stability, dan administrative capacity.
Menurut Mosher (1974
), terdapat beberapa prinsip prinsip umum untuk menciptakan Sistem Pertanian Progresif,
yaitu :
1) Pertanian modern tidak membatasi diri pada komoditi tertentu
2) Buat rencana mundur dari keadaan modern dan rencana maju dari keadaan
sekarang
3) Perhatikan pentingnya lokalitas usaha tani
4) Perhatikan distrik usahatani sebagai kesatuan dasar untuk memperluas dan
mengembangkan SPP
5) Pergunakan percobaan-percobaan pengujian lokal untuk menentukan
kemungkinan2 ekonomis setempat.
6) Kembangkan secepat-cepatnya SPP-lengkap di PPS dan kerangka SPP di PPD
7) Pembangunan pertanian dan kesejahteraan di pedesaan saling mempengaruhi
8) Proyek-proyek gerakan yang berorientasi komoditi adalah usaha untuk
mengkoordinasikan usaha-usaha kegiatan penunjang pertanian di daerah PPS
9) Intensitas program pedesaan harus sesuai dengan potensi daerah
10) Swakarsa lokal maupun nasional perlu dirangsang untuk membuat perencanaan
dalam mewujudkan SPP
11) Perlu langkah-langkah prosedural agar prinsip-prinsip umum tersebut di atas
dapat dilaksanakan

Gambar . Peta Kondisi Jalan, Desa, dan Pasar sebelum dan sesudah SPP

A.T. Mosher dan Rochim Wirjomidjojo. 1974. Menciptakan struktur pedesaan progresif .
Jakarta. CV. Yasaguna