Anda di halaman 1dari 16

ASSALAMUALAIKUM

TEMAN-TEMAN
* Shella lyana wilza cumentas
201210230311006
*Regar Hartina Bahri
201210230311020
* Muh. Ridhani Muslim
201210230311031
* Rahma Nur Istiqomah
201210230311038
* Desi Wahyunisari
201210230311050
* Selli Choiriyah
201210230311057
* Ayu Azkhari
201210230311060
HOLLAND
Manrihu (1992: 70) berpendapat bahwa
ada empat asumsi yang merupakan
jantung teori Holland, yaitu:
1. Kebanyakan orang dapat dikategorikan
sebagai salah satu dari enam tipe:
Realistik, Investigatif, Artistik, Sosial, Giat
(suka berusaha), dan Konvensional.
2. Ada enam jenis lingkungan : Realistik,
Investigatif, Artistik, Sosial, Giat (suka
berusaha), dan Konvensional.
3. Orang menyelidiki lingkungan-lingkungan
yang akan membiarkan atau
memungkinkannya untuk melatih
keterampilan-keterampilan dan
kemampuan-kemampuannya,
mengekspresikan sikap-sikap dan nilai-
nilainya, dan menerima masalah-masalah
serta peranan-peranan yang sesuai.
4. Perilaku seseorang ditentukan oleh
interaksi antara kepribadiannya dan ciri-
ciri lingkungannya.


Enam model lingkungan Holland
1. Lingkunga realistik
2. Lingkungan Investigasi
3. Lingkungan artistik
4. Lingkungan sosial
5. Lingkungan Enterprising
6. Lingkugan Konvensional

ANN ROE
Roe menekakan bahwa pengalaman pada
awal masa kanak-kanak memainkan
peranan penting dalam pencapaian
kepuasan dalam bidang karier yang di pilih
seseorang.
Teori Roe ini biasanya disebut sebagai a need
theory approach to career choice , teori
pemilihan karier dengan pendekatan
kebutuhan.

Menurut ROE karier dipengaruhi
oleh 3 komponen:
1. Pengaruh genetika
2. Pengalaman masa kecil
3. Kebutuhan kebutuhan
manusia
GORRFREDSON
Konsentrasi dari teori gorrfredson perkembangan
aspirasi kerja. Ada 4 asumsi dasar :
1. Proses perkembangan karier di mulai pada
masa kanak-kanak
2. Aspirasi kerja merupakan salah satu upaya
implementasi dari konsep diri
3. Kepuasan atau kenyamanan kerja tergantung
pada tingkat kongruensi pekerjaan dengan
persepsi diri
4. Individu mengembangkan stereo type
pekerjaan sebagai perpaduan dalam proses
seleksi.
Faktor utama dari pemilihan karier adalah
adanya kemajuan batasan aspirasi selama
perkembangan konsep diri, yaitu dari
pandangan hidup yang lebih sederhana dan
kongkrit ada masa kanak-kanak menjadi
lebih komprehensi, komplek dan berfikir
abstrak pada masa remaja dan dewasa
SUPER
Kerangka teori Super didasarkan pada
tiga bidang psikologis, yaitu:
1. Bidang psikologi diferensial. Penelitian
yang berkaitan dengan psikologi
diferensial telah mencapai kematangan
dan telah memberikan kontribusi banyak
untuk psikologi vokasional. Berdasarkan
data yang ada, Super menarik asumsi
bahwa setiap orang memiliki potensi
tertentu untuk sukses dan kepuasan
dalam berbagai pengaturan pekerjaan.
2. Teori konsep diri, Super mengusulkan
agar vokasional mengembangkan konsep
diri berdasarkan pengamatan anak-anak
dan identifikasi dengan orang dewasa
yang terlibat dalam pekerjaan.
3. Prinsip psikologi perkembangan. Konsep
tahapan kehidupan yang disarankan oleh
Buehler dalam Osipow (1983)
menyebabkan Super mengusulkan bahwa
modus penyesuaian seseorang pada satu
periode kehidupan mungkin akan prediktif,
digunakan untuk menyesuaikan di lain
waktu.

GINZBERG
Proses, menjelaskan bahwa pilihan
pekerjaan itu merupakan suatu proses.
Irreversibilitas, menjelaskan bahwa
pilihan pekerjaan itu tidak bisa diubah atau
dibalik
Kompromi, menjelaskan bahwa pilihan
pekerjaan itu merupakan kompromi antara
faktor-faktor yang main yaitu minat,
kemampuan, dan nilai
Optimisasi yang merupakan
penyempurnaan teori individu yang
mencari kecocokan kerja

KRUMBOLTZ (SOCIAL LEARNING)
1. Self observation generalizations (SOGs),
adalah penggambaran bahwa belajar
individu berdasarkan pada pengalaman
hidupnya yang diperoleh lewat vikarius
even atau pengalaman pribadi.
2. Worldview generalizations, melihat
gambaran lingkungan secara umum dan
percaya bagaimana dunia berfungsi,
meniru lingkungan dan
menginterpretasikan.
3. Task approach skill (TASs), adalah
kemampuan kognitif dan performa serta
menyatu dengan lingkungan serta
menginterpretasikan hal tersebut kepada
pengamatan diri sendiri, kaitannya dengan
pemilihan karir adalah adanya skill akan
perencanaan, pencarian informasi, estimasi
serta mempertimbangkan nilai kerja.
4. Tindakan yang ditampakkan, hal yang
ditampakkan itu sangat spesifik, yang
berhubungan dengan perilaku dalam
pemilihan kerja yang sebabkan pengamatan
diri sendiri, penggeneralisasian serta
pendekatan skill dalam tugas di atas tadi,
seperti nantinya individu akan mengetahui
kerja yang spesifik dengan skillnya.