Anda di halaman 1dari 5

12

BAB IV
PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini, kami mengamati dan menginterpretasikan foto
udara dengan nomor 892-893 sebelum diamati kedua foto udara ini ditampalkan
sehingga ketika dilihat melalui stereoskop kenampakkannya menjadi 3 dimensi.
Kemudian tempelkan mika yang menutupi seluruh permukaan kedua foto udara
tersebut. Setelah itu melalui stereoskop buatlah garis batas foto yang bertampalan
tersebut. Sehingga nantinya garis batas tersebut ada di tengah kedua foto udara
tersebut. Hal hal yang perlu di interpretasi kan adalah :

4.1 Rona

Gambar 4.1 Delineasi Rona
Rona adalah tingkat kegelapan atau tingkat kecerahan obyek pada citra,
tingkat kecerahan ini dipengaruhi oleh kemampuan obyek dalam
13

memantulkan cahaya matahari. Jika suatu obyek berwarna putih, berarti obyek
tersebut memantulkan cahaya matahari. Tetapi jika suatu objek berwarna
gelap berarti obyek tersebut menyerap banyak cahaya.
Pada foto udara yang diamati, rona yang mendominasi yaitu gelap dan
agak gelap. Pada kenampakkan citra yang diamati terlihat ada beberapa rona
yang berwarna sangat gelap, gelap, agak gelap, abu abu, sangat cerah, cerah
dan kurang cerah.
Seperti yang tampak pada delineasi rona, foto udara bernomor 892-893
didominasi oleh rona sangat gelap, gelap dan agak gelap. Rona yang
cenderung gelap ini dapat diindikasikan sebagai pegunungan dan sungai. Hal
ini dapat terjadi karena biasanya pegunungan memiliki banyak vegetasi,
sedangkan seperti yang diketahui, vegetasi-vegetasi memerlukan banyak
cahaya untuk berfotosintesis. Jadi, vegetasi ini akan menyerap banyak cahaya
dan berakibat terhadap rona yang cenderung berwarna lebih gelap. Hal ini
juga dapat diakibatkan oleh adanya bayangan dari vegetasi yang terdaoat di
daerah pegunungan ini, dengan banyaknya vegetasi, maka bayangan nya pun
akan semakin banyak, jika semakin banyak bayangan maka rona yang terlihat
pun akan terlihat lebih gelap. Sama halnya jika kita memasuki hutan yang
rimbun, maka cahaya yang berhasil melewati rimbunnya pohon berjumlah
sedikit dan mengakibatkan hutan tersebut gelap. Sedangkan, untuk daerah
daerah sungai hal ini diakibatkan oleh sifat air yang cenderung menyerap
cahaya, atau jika sungai ini ada di antara tebing tebing yang tinggi, rona gelap
yang dihasilkan bisa juga merupakan bayangan tebing tebing yang tinggi
tersebut. Pada daerah ini dapat digunakan sebagai pertanian, hutan lindung
dan sebagai daerah penyerapan air.
Rona abu abu menunjukkan ketinggian yang tidak terlalu tinggi jika
dibandingkan dengan rona gelap. Jumlah vegetasi yang terdapat di daerah
dengan rona abu abu cenderung lebih sedikit jika di bandingkan dengan rona
gelap. Tata guna lahan di rona abu abu bisa dijadikan sebagai perkebunan.
Rona agak cerah sampai rona sangat cerah dimungkinkan adalah daerah
daerah yang berupa dataran rendah, pemukiman dan jalan raya. Dimana semakin
14

cerah ronanya maka di indikasikan elevasinya semakin berkurang, serta vegetasi yang
terdapat didalamnya juga semakin berkurang. Tata guna lahannya adalah sebagai
pemukiman.

4.2 Tekstur

Gambar 4.2 Delineasi Tekstur
Teksturmerupakanfrekuensiperubahanronadalamcitra( Kiefer, 1979).
Teksturdihasilkanolehkelompok unit kenampakan yang kecil,
teksturseringdinyatakankasar,halus, ataupunbelang-belang (Sutanto, 1986).
Pada foto udara ini kami membaginya menjadi 3 kategori, yaitu tekstur kasar,
sedang, dan halus.
Pada foto udara yang diamati, tekstur kasar, sedang dan halus
pembagiannya hampir merata di seluruh bagian foto, tidak ada yang
mendominasi. Tekstur kasar ini ditandai dengan adanya hutan yang
mengakibatkan cahaya yang terpantul tidak halus sehingga pada daerah hutan
tersebut akan menampakkan tekstur yang cenderung kasar. Hal ini terlihat di
foto udara, dimana bagian yang memiliki tekstur kasar kenampakkannya pada
15

foto udara adalah pegunungan yang cukup terjal dan di tumbuhi banyak
vegetasi.
Sedangkan untuk tekstur sedang, ditunjukkan dengan perbukitan ataupun
lereng dari pegunungan yang dimungkinkan di tumbuhi vegetasi yang cukup
beragam atau heterogen, sehingga memunculkan tekstur yang tidak seragam
sehingga disebut tekstur sedang. Dapat diindikasikan tingkat pelapukan di
daerah ini cukup besar sehingga pada kenampakkannya tidak menunjukkan
elevasi yang besar. Serta perbukitan yang relative landai.
Sedangkan untuk tekstur halus, ditunjukkan oleh permukaan air sungai
dan juga daerah sawah. Tekstur halus ini diakibatkan oleh adanya proses erosi
sehingga menyebabkan ratanya permukaan daerah ini.

4.3 Bentuk

Gambar 4.3 Delineasi Bentuk
Pada praktikum kali ini kami menemukan 4 buah bentuk, yaitu bentuk
tebing yang pada kenampakkan pada stereoskop menampakkan penampakkan
16

yang seperti dinding dinding yang cukup terjal. Hal ini mungkin diakibatkan
oleh adanya sungai yang mengalir di daerah tersebut. Seperti yang diketahui,
sungai lebih bersifat erosi. Sungai sungai yang mengalir pada daerah yang
ketinggiannya cukup tinggi, dapat diindikasikan merupakan sungai yang
berstadia muda, sehingga sungai ini secara aktif mengerosi dan arahnya yang
cenderung memperdalam atau erosi vertikal. Akibat dari erosi vertikal ini
meninggalkan bentukan bentukan dinding dinding yang terjal atau di sebut
juga dengan tebing. Bentuk sawah yang kenampakkannya berbentuk kotak
kotak, bentuk sungai yang kenampakkannya seperti garis garis tetapi tidak
lurus, berkelok kelok. Sungai yang terdapat pada foto udara ini diindikasikan
sumbernya berasal dari gunung yang ada di foto udara ini. Dan perkebunan
yang kenampakkan pada stereoskopnya terdapat pohon pohon.