Anda di halaman 1dari 20

Biologi Molekuler 1

BLOK 7 BIOLOGI MOLEKULER


MODUL 4 MUTASI ASAM NUKLEAT
Disusun oleh : Kelompok 1
Khemal Ilham Rinaldy 1310015102
Jamilah Ibrahim 1310015110
Devi Sarfina 1310015105
Irmawati 1310015091
Cynthia Clarissa 1310015104
Jumiati 1310015097
Dini Sylvana 1310015107
Shalahuddin Al Amin 1310015113
Betrik Sefyana M 1310015120
Tutor : drg. Masyhudi, M.Si
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2014
Biologi Molekuler 2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
terselesaikannya laporan DKK (Diskusi Kelompok Kecil) mengenai Mutasi Asam
Nukleat.
Laporan ini dibuat sesuai dengan gambaran jalannya proses DKK kami, lengkap
dengan pertanyaan pertanyaan dan jawaban yang disepakati oleh kelompok kami.
Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami
dalam proses pembuatan laporan DKK ini. Pertama kami berterima kasih kepada drg.
Masyhudi, M.Si selaku tutor kami yang telah dengan sabar menuntun kami selama proses
DKK.Terima kasih pula kami ucapkan atas kerjasama rekan sekelompok di Kelompok 1.
Tidak lupa juga kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam mencari informasi maupun membuat laporan DKK.
Akhir kata, kami sadar bahwa kesempuranaan tidak ada pada manusia oleh sebab
itu, kami mohon kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan di kemudian hari.
Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca, baik sebagai referensi atau perkembangan
pengetahuan.
Hormat Kami,
Kelompok 1
Biologi Molekuler 3
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................................ 2
Daftar Isi ................................................................................................................... 3
BAB I : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................... 4
1.2 Tujuan .................................................................................................................... 4
1.3 Manfaat .................................................................................................................... 5
BAB II : Pembahasan
2.1 Step 1 : Identifikasi Istilah Asing .......................................................................... 6
2.2 Step 2 : Identifikasi Masalah ................................................................................. 7
2.3 Step 3 : Curah Pendapat ........................................................................................ 7
2.4 Step 4 : Peta Konsep ............................................................................................... 10
2.5 Step 5 : Learning Objective ................................................................................. 10
2.6 Step 6 : Belajar Mandiri ........................................................................................ 11
2.7 Step 7 : Sintesis ...................................................................................................... 11
BAB III : Penutup
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 19
3.2 Saran .................................................................................................................... 19
Daftar Pustaka ............................................................................................................. 20
Biologi Molekuler 4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Istilah mutasi petama kali digunakan oleh Hugo de Vries, untuk mengemukakan
adanya perubahan fenotipe yang mendadak pada bunga Oenothera lamarckiana dan
bersifat menurun. Ternyata perubahan tersebut terjadi karena adanya penyimpangan dari
kromosomnya. Seth wright juga melaporkan peristiwa mutasi pada domba jenis Ancon
yang berkaki pendek dan bersifat menurun. Penelitian ilmiah tentang mutasi dilakukan
pula oleh Morgan (1910) dengan menggunakan Drosophila melanogaster (lalat buah).
Akhirnya murid Morgan yang bernama Herman Yoseph Muller berhasil dalam
percobaannya terhadap lalat buah, yaitu menemukan mutasi buatan dengan menggunakan
sinar X (Anonim, 2009).
Mutasi berasal dari kata mutatus berarti perubahan. Mutasi didefinisikan sebagai
perubahan materi genetik (DNA) yang dapat diwariskan secara genetis pada
keturunannya. Agen penyebab mutasi disebut mutagen. Makhluk hidup yang
menyebabkan mutasi disebut mutan. Mutasi dimanfaatkan untuk menghasilkan variasi
genetik sehingga diperoleh organisme yang unggul. Namun demikian, mutasi juga dapat
menimbulkan kerugian, diantaranya kerusakan pada informasi genetik. Kerusakan
tersebut dapat diwariskan dari generasi satu ke generasi berikutnya.
1.2 TUJUAN
Dengan diskusi mengenai Mutasi asam nukleat, mahasiswa akan mampu
menjelaskan jenis-jenis mutasi, mutagen, penyimpangan akibat mutasi, dan cara sel
mempertahankan/memperbaiki diri dari mutasi (DNA repair).
Biologi Molekuler 5
1.3 MANFAAT
Materi ini akan menjadi pembekalan/bermanfaat bagi mahasiswa kedokteran gigi
untuk mengetahui apa saja mutasi gen, penyebab mutasi gen, selain itu mahasiswa juga
akan lebih tau bagaimana akibat dan dampak dari mutasi serta cara sel unutk
mempertahankan diri terhadap mutasi tersebut (DNA repair).
Biologi Molekuler 6
BAB II
PEMBAHASAN
SKENARIO
SAAT DARAH TAK HENTI MENGALIR
Seorang dokter gigi harus waspada apabila menemui seorang pasien yang tidak berhenti
perdarahannya usai ekstraksi gigi. Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah
hemofilia. Kelainan ini disebabkan oleh defisiensi faktor pembekuan darah, yang 75 %
disebabkan oleh mutasi pada gen di kromosom X. Mutasi paling sering menyebabkan
frameshift pada hasil ekspresi gen faktor pembekuan darah. Sampai saat ini hemofilia
dipastikan dapat diturunkan sehingga anamnesis terhadap riwayat penyakit keluarga
dapat untuk mendeteksinya.
2.1 STEP 1 (IDENTIFIKASI ISTILAH ASING)
1. Ekstraksi : Pencabutan gigi dari dalam soket dari tulang alveolar
2. Hemofilia : Penyakit perdarahan akibat kekurangan factor pembekuan darah
yang diturunkan secara sex linked resesif kromosom X
3. Frameshift : Mutasi genetic yang disebabkan oleh penghapusan / penyisipan
dalam urutan DNA yang menggeser cara urutan DNA dibaca
4. Mutasi : Berasal dari kata Mutatus . Perubahan materi genetic yang dapat
diwariskan secara genetic keturunan
5. Kromosom X : Kromosom yang membawa materi genetic wanita
6. Defisiensi : Kekurangan dari kondisi normal
Biologi Molekuler 7
2.2 STEP 2 (IDENTIFIKASI MASALAH)
Sesuai teks yang disajikan pada skenario, kami dapat mengidentifikasikan
beberapa masalah yang timbul dalam kasus tersebut sebagai berikut.
1. Apa saja jenis jenis mutasi ?
2. Apa saja yang dapat menyebabkan mutasi ?
3. Bagaimana proses mutasi ?
4. Bagaimana cara sel mempertahankan diri dari mutasi ?
5. Mengapa mutasi paling sering menyebabkan frameshift pada hasil ekspresi gen
pada faktor pembekuan darah ?
6. Apa saja penyebab hemofilia ?
7. Bagamaina proses mutasi sehingga terjadi hemofilia ?
8. Apa saja penyebab pendarahan pasca ekstraksi gigi ?
9. Apa saja penyakit yang disebabkan mutasi oleh kromosom X ?
2.3 STEP 3 (CURAH PENDAPAT)
1. Jenis Jenis Mutasi
Mutasi dibedakan menjadi 2 :
a) Mutasi gen / mutasi titik / point mutation
Perubahan kimiawi padi satu / beberapa pasang basa dalaam satu gen tunggal
yang menyebabkan perubahan sifat individu terhadap perubahan jumlah dan susunan
kromosomnya . Mutasi gen dapat terjadi melalui :
i. Penggantian / substtitusi pasangan basa
Yaitu penggantian satu pasang nukleotida oleh pasangan nukleotida yang
lain . Terdiri dari 2 kategori :
Transisi : Penggantian satu basa purin oleh basa purin yang lain
atau penggantian basa pirimidin oleh basa pirimidin yang lain .
Transversi : Penggantian basa purin oleh pirimidin atau
sebaliknya.
Biologi Molekuler 8
Akibat dari substitusi :
Silent Mutation
Terjadi tidak mempengaruhi urutan asam amino protein .
Missense Mutation
Apabila mutasi menyebabkan asam amino dalam protein digantikan oleh
asam amino lain .
Nonsense Mutation
Menyebabkan pemberhentian premature suatu untai polipeptida /
perubahan basa yang mengakibatkan terbentuknya stop kodon .
ii. Perubahan Jumlah Pasangan Basa
Dapat menyebabkan penambahan/pengurangan jumlah pasangan basa ,
sehingga menyebabkan perubahan urutan kodon RNAd .
Insersi (Sisipan)
Terjadi apabila satu atau lebih nukleotida ditambahkan ke DNA . Apabila
insersi tidak menimbulkan kodon stop , dapat dihasilkan protein dengan
jumlah asam amino lebih banyak daripada normal .
Delesi (Penghilangan)
Terjadi apabila satu atau lebih nukleotida dikeluarkan dari DNA . Apabila
delesi tidak mempengaruhi kodon start / stop yang normal maka akan
dihasilkan protein dengan jumlah asam amino lebih sedikit daripada
normal .
Biologi Molekuler 9
Akibat dari perubahan jumlah pasangan basa :
Mutasi Frameshift
Terjadi apabila jumlah nukleotida yang dihasilkan / didelesikan bukan
kelipatan 3 . Setelah insersi/delesi , kerangka baca bergeser sehingga
setelah titik tersebut basa dibaca dalam kodon tidak tepat .
b) Mutasi Kromosom / Mutasi Besar
2. Penyebab Mutasi
a.Keadaan / Faktor Materi Genetik
b. Lingkungan : Radiasi , Suhu , Bahan Kimia
3. Proses Mutasi
Sama seperti pertanyaan nomor 1
4. Sel mempertahankan diri dari mutasi adalah dengan cara DNA Repair
5. PR
6. Penyebab hemoffilia adalah mutasi , dimana seseorang tidak menghasilkan factor
pembekuan darah yang cukup dan rentan terhadap perdarahan berkepanjangan .
7. PR
8. Penyebab perdarahan pasca ekstraksi gigi
a. Local , seperti trauma berlebihan pada jaringan lunak .
b. Systemic , factor dari penyakit systemic seperti hipertensi , diabetes mellitus ,
dll
9. Penyakit yang disebabkan oleh mutasi kromosom X antara lain :
- Hemofilia
- Diabetes Melitus
- Buta Warna
Biologi Molekuler 10
2.4 STEP 4 (KERANGKA KONSEP)
MACAM-MAC
AM
PROSES
1.5 STEP 5 (LEARNING OBJECTIVE)
1. Macam-Macam Mutasi Gen
2. Mutagen
3. Penyimpangan Akibat Mutasi
4. Cara Sel Mempertahankan Diri dari Mutasi (DNA Repair)
GEN
MUTASI GEN
DNA REPAIR
PENYIMPANGAN
Biologi Molekuler 11
1.6 STEP 6 (BELAJAR MANDIRI)
Pada step ini, kami melakukan pembelajaran mandiri secara individu dan
kelompok serta mencari jawaban learning objective dari berbagai referensi.
1.7 STEP 7 SINTESIS MASALAH
1. MACAM-MACAM MUTASI GEN
Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun
RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik / point mutations)
maupun pada taraf kromosom. Pada saat terjadinya replikasi gen di dalam DNA
dapat terjadi gangguan yang dapat menyebabkan terganggunya sintesis DNA,
baik pada satu atau lebih basa yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi
(Stansfield,dkk, 2003). Gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan mutasi
gen adalah sebagai berikut, diantaranya :
1. Delesi : hilangnya satu atau beberapa basa nitrogen
2. Insersi : penambahan satu atau beberapa basa nitrogen (sering
disebut juga
3. Substitusi : pertukaran pasangan basa nitrogen.
(Stansfield,dkk, 2003)
Mutasi gen
Merupakan perubahan yang terjadi pada nukleotida DNA yang membawa
pesan suatu gen tertentu.
1. Missens mutation : perubahan suatu kode genetic (umumnya pada posisi 1 dan 2
pasa kodon) sehingga menyebabkan asam amino terkait (pada polipeptida)
berubah. Perubahan pada asam amino dapat menghasilkan fenotip mutan apabila
asam amino yang berubah merupakan asam amino esensial bagi protein tersebut.
Jenis mutasi ini dapat disebabkan oleh peristiwa transisi dan transversi.
Biologi Molekuler 12
2. Silent mutation : perubahan suatu pasangan basa dalam gen (pada posisi 3 kodon)
yang menimbulkan perubahan satu kode genetik tetapi tidak mengakibatkan
perubahan atau pergantian asam amino yang di kode. Mutasi diam biasanya
disebabkan karena terjadinya mutasi transisi dan transversi.
3. Nonsense mutation : perubahan kodon asam amino tertentu menjadi kodon stop.
Hampir semua mutasi tanpa arti mengarah pada inaktifnya suatu protein
sehingga menghasilkan fenotip mutan. Mutasi ini dapat terjadi baik oleh
transversi, transisi, delesi, maupun insersi.
4. Mutasi perubahan rangka baca (frameshift mutation) : mutasi yang terjadi karena
delesi atau insersi satu atau lebih pasangan basa dalam satu gen sehingga
ribosom membaca kodon tidak lengkap. Akibatnya akan menghasilkan fenotip
mutan
2. MUTAGEN
1) Mutagen fisik
Penyebab mutasi dalam lingkungan yang bersifat fisik adalah radiasi
dan suhu. Radiasi sebagai penyebab mutasi dibedakan menjadi radiasi
pengion dan radiasi bukan pengion. Radiasi pengion adalah radiasi berenergi
tinggu sedangkan radiasi bukan pengion adalah radiasi berenergi rendah.
Contoh radiasi bukan pengion adalah sinar UV. Radiasi pengion mampu
menembus jariangan atau tubuh makhluk hidup karena berenergi tinggi.
Sedangkan radiasi bukan pengion hanya mampu menembus lapisan sel-sel
permukaan karena berenergi rendah. Radiasi sinar tersebut akan
menyebabkan perpindahan elektron-elektron ke tingkat energi yang lebih
tinggi. Atom-atom yang memiliki elektron-elektron sedemikian dinyatakan
tereksitasi atau tergiatkan. Molekul-molekul yang mengandung atom yang
berada dalam keadaan tereksitasi maupun terionisasi secara kimiawi lebih
relatif daripada molekul yang memiliki atom-atom yang berada dalam
Biologi Molekuler 13
kondisi stabil. Raktivitas yang meningkat tersebut mengundang terjadinya
sejumlah reaksi kimia, terutama muatasi. Radiasi pengion dapat
menyebabkan mutasi gen dan pemutusan kromosom yang berakibat delesi,
duplikasi, insersi, translokasi serta fragmentasi kromosom umumnya.
2) Mutagen kimiawi
Penyebab mutasi dalam lingkungan yang bersifat kimiawi disebut juga
mutagen kimiawi. Mutagen-mutagen kimiawi tersebut dapat dipilah
menjadi 3 kelompok, yaitu analog basa, agen pengubah basa dan agen
penyela. Senyawa yang merupakan contoh analog basa analog timin. Dalam
hubungan ini posisi karbon ke-5 ditempati oleh gugus brom padahal posisi
itu sebelumnya ditempati oleh oleh gugus metil. Keberadaan gugus brom
mengubah distribusi muatan serta menigkatkan peluang terjadinya
tautomerik. Senyawa yang tergolong agen pengubah basa adalah mutagen
yang secara langsung mengubah struktur maupun sifat kimia dari basa,
yang termasuk kelompok ini adalah agen deaminasi, agen hidroksilasi serta
agen alkilasi. Mutagen kimiawi contohnya adalah kolkisin dan zat digitonin.
Kolkisin adalah zat yang dapat menghalangi terbentuknya benang- benang
spindel pada proses anafase dan dapat menghambat pembelahan sel pada
anafase.
3) Mutagen biologi
Diduga virus dan bakteri dapat menyebabkan terjadinya mutasi. Bagian
virus yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi adalah DNA-nya
Biologi Molekuler 14
3. PENYIMPANGAN AKIBAT MUTASI
a) Substitusi : Anemia Sel Sabit
Penyakit anemia sel sabit disebabkan oleh satu substitusi basa di lokasi
tertentu dalam gen hemoglobin menyebabkan sel darah merah menjadi
berbentuk tidak normal dan menyumbat pembuluh darah. Mutasi pada gen
globin b-kodon ke 6, pada kromosom 11. Pada sel darah merah yang berbentuk
bulan sabit hanya dapat membawa sedikit kandungan oksigen dibanding sel
darah merah yang normal, hal ini berbahaya bagi penderita.
b) Insersi : Penyakit Tay Sachs
Penyakit Tay Sachs dapat terjadi jika urutan nukleotida panjang dimasukkan
ke dalam gen hexosaminidase. Gen ini membuat protein yang penting dalam
menghilangkan racun tertentu dari sistem saraf. Jika mutasi terjadi pada gen ini,
maka sel-sel saraf akan mulai mati, yang menyebabkan kematian pada bayi dan
balita.
c) Delesi : Distrofi Otot Duchenne
Suatu delesi basa nitrogen tertentu pada gen distrofin menyebabkan
penyakit distrofi otot Duchenne. Penyakit ini terkait seks dan cenderung jauh
lebih umum pada laki-laki daripada perempuan. Hal ini menyebabkan otot
melemah dan kematian dini, hanya dengan satu basa kecil yang dihapus.
d) Delesi : Fibrosis kitik
Penyakit ini disebabkan oleh delesi pada gen. Penghapusan mempengaruhi
protein yang menggerakkan air dan garam masuk dan keluar dari sel. Hal ini
cenderung untuk menghasilkan penimbunan lendir di berbagai bagian tubuh.
Pernapasan dan pencernaan biasanya yang paling terkena dampak.
Biologi Molekuler 15
e) Hemofilia
Hemofilia disebabkan oleh mutasi gen faktor VIII atau faktor IX
pembekuan darah, sehingga dapat dikelompokkan menjadi hemofilia A dan
hemofilia B. Kedua gen tersebut terletak pada kromosom X, sehingga termasuk
penyakit resesif terkait kromosom X, yang disebabkan karena tidak adanya
protein tertentu yang diperlukan untuk penggumpalan darah, atau kalaupun ada
kadarnya rendah sekali.
4. CARA SEL MEMPERTAHANKAN DIRI DARI MUTASI (DNA REPAIR)
DNA repair merupakan suatu mekanisme perbaikan DNA yang mengalami
kerusakan / kesalahan yang diakibatkan oleh proses metabolisme yang tidak normal,
radiasi dengan sinar UV, radiasi ion, radiasi dengan bahan kimia, atau karena adanya
kesalahan dalam replikasi DNA. Mekanisme perbaikan yang terdapat ditingkat
selular secara garis besar disesuaikan dengan jenis kerusakan yang tentu saja terkait
erat dengan jenis factor penyebabnya. Sel-sel menggunakan mekanisme-mekanisme
perbaikan DNA untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan pada sekuens basa molekul
DNA. Kesalahan dapat terjadi saat aktivitas selular normal, ataupun dinduksi. DNA
merupakan sasaran untuk berbagai kerusakan: baik eksternal agent maupun secara
spontan.
Apabila ada kesalahan / kerusakan DNA, sel mempunyai dua pilihan :
1. Kesalahan tersebut diperbaiki dengan cara mengaktifkan DNA repair. Namun
apabila kesalahan yang ada sudah tidak mampu lagi ditanggulangi, sel memutuskan
untuk beralih ke pilihan kedua.
2. Apabila DNA tidak mampu diperbaiki lagi, akibat dari adanya kesalahan yang
fatal maka akan dimatikan/apoptosis daripada hidup membawa pengaruh yang buruk
bagi lingkungan sekelilingnya. Kemudian sel dengan DNA yang normal akan
meneruskan perjalanan untuk melengkapi siklus yang tersisa yaitu S (sintesis) G2
(Gap 2) dan M (Mitosis).
Biologi Molekuler 16
Ada 4 mekanismenya
1. Mismatch Repair (Perbaikan dengan ketidak cocokan)
Mismatch repair memperbaiki kesalahan yang dibuat ketika DNA disalin.
Contohnya, C dapat terselip berhadapan dengan A, atau polymerase dapat
tergelincir atau tersendat dan menyisipkan dua sampai lima basa tambahan
yang tidak berpasangan. Protein-protein yang spesifik memindai DNA yang
baru dibentuk menggunakan metilasi adenine di dalam sekuens GATC
sebagai titik referensi. Untai cetakan mengalami metilasi, dan untai yang baru
dibentuk tidak demikian. Perbedaan ini tidak memungkinkan enzim perbaikan
mengidentifikasi untai yang mengandung kesalahan nukleotida dan
memerlukan pergantian. Jika ditemukan ketidakcocokan atau lengkung kecil,
suatu GATC endonuklease memotong untai yang mengandung mutasi di
tempat yang berkorespondensi dengan GATC. Suatu eksonuklease
kemudianmencerna untai ini dari GATC dan melalui mutasi sehingga DNA
yang cacat tersebut dapat dibuang. Hal ini dapat berlangsung dari kedua ujung
jika cacat tersebut diapit oleh dua tempat GATC. Cacat ini kemudian di isi oleh
enzim sel normal sesuai aturan pembentukan pasangan basa.
2. Base Excision Repair (Perbaikan dengan memotong basa)
Penyebab kerusakan 1 basa yang timbul spontan adalah akibat bahan
kimia/radiasi. Pada saat terdapat basa yang abnormal maka protein spesifik
englikosilase yang akan mengenali basa yang abnormal tersebut Kemudian basa
yang sesuai akan di pasangkan oleh DNA polymerase Selanjutnya DNA ligase
akan menyambung ke keadaan semula.
3. Nukleotida Excision Repair (Perbaikan dengan mengeluarkan/memotong
nukleotida)
Mekanisme ini digunakan untuk menggantikan suatu regio DNA dengan
panjang30 bp yang mengalami kerusakan. Penyebab umum kerusakan DNA
semacam ini adalah sinar ultraviolet (UV), yang memicu pembentukan dimmer
Biologi Molekuler 17
antarpirimidin siklobutan, dan merokok, yang menyebabkan pembentukan
adduct (addition product) benzo [a]piren-guanin. Radiasi pengion, obat
kemoterapi kanker, dan berbagai bahan kimia yang terdapat dilingkungan yang
dan dapat menyebabkan modifikasi basa, putusnya untai, ikatan silang antara
basa di untai yang berhadapan atau DNA dan protein, dan berbagai defek lain.
Cacat-cacat ini diperbaiki oleh suatu proses yang disebut perbaikan yang
disebut eksisi nukleotida. Proses rumit, yang melibatkan lebih banyak produk
gen dibandingkan dengan dua tipe perbaikan sebelumnya, pada dasar
mencakup hidrolisis dua ikatan phospodiester di untai yang mengandung
kecacatan. Suatu nuclease eksisi khusus (eksinuklease), yang terdiri dari paling
sedikit tigan subunit pada E. coli dan 16 polipeptida pada manusia,
melaksanakan tugas ini. Di sek eukariot, enzim-enzim memotong antara ikatan
phospodiester ketiga dan kelima 3

dari lesi, dan dari sisi 5

potongan terletak
di suatu tempat antara ikatan keduapuluh satu dan keduapuluh lima. Karena itu,
terjadi eksisi suatu fragmen DNA dengan panjang 27-29 nukleotida. Untai
yang dikeluarkan kemudian diganti, juga pembentukan pasangan basa yang
tepat, melalui kerja polymerase lain yang belum diketahui (/ pada manusia),
dan ujung-ujung untai disatukan dengan untai yang sudah ada oleh DNA
ligase.
4. Double Strand Break Repair (Perbaikan kerusakan untai ganda)
Perbaikan kerusakan untai ganda merupakan bagian dari proses
fisiologis tata ulang gen imunoglobulin. Perbaikan ini merupakan mekanisme
penting untuk memperbaiki DNA yang rusak, seperti yang terjadi akibat radiasi
pengion atau pembentukan radikal bebas oksidatif. Sebagian obat kemoterapi
merusak sel dengan merusak untai ganda atau perbaikannya. Mula-mula
terdapat dua protein yang berperan dalam penyatuan kembali non homolog
suatu kerusakan untai ganda. Ku, suatu heterodimer subunit 70 kDa dan 86
kDa, berikatan dengan ujung-ujung bebas DNA aktivitas helikase
dependen-ATP laten. Heterodimer Ku yang berikatan dengan DNA merekrut
suatu protein kinase unit, protein kinase dependen DNA (DNA PK). DNA-PK
Biologi Molekuler 18
memiliki satu ikatan bagi ujung-ujung bebas DNA dan satu tempat ikatan
untuk dsDNA tepat di bagian dalam ujung-ujung unit. Karena itu, enzim-enzim
ini memungkinkan aproksimasi kedua ujung yang terpisah. Ujung bebas
kompleks DNA-Ku-DNA-PK membangkitkan aktivitas kinnase pada
ujung-ujung yang terpisah. DNA-PK secara timbale balik memphosporilasi KU
dan molekul DNA-PK lain di untai yang berlawanan, ditrans. DNA-PK
kemudian kemudian terlepas dari DNA dan KU, menyebabkan aktivasi Ku
helikase. Hal ini menyebabkan penguraian kedua ujung DNA. DNA yang telah
di urai dan sudah diaproksimasi kemudian membentuk pasangan basa;
kelebihan ekor nukleotida dibuang oleh eksonuklease; dan celah yang ada di isi
dan ditutup oleh DNA ligase.
Tabel. Mekanisme perbaikan DNA
Mekanisme Masalah Solusi
Mismatch repair
(perbaikan
ketidakcocokan)
Kesalahan penyalinan
(lengkung tak berpasangan
dengan dua sampai lima
basa atau satu basa)
Pemotongan untai yang
diarahkan oleh metal,
pencernaan oleh
eksonuklease, dan
penggantian
Base excision repair
(perbaikan dengan
memotong basa)
Kerusakan satu basa yang
timbul spontan akibat
bahan kimia atau radiasi
Pengeluaran basa oleh
N-glikosilase,
pengeluaran gula tanpa
basa, penggantian
Nucleotide excision
repair
(perbaikan dengan
memotong nukleotida)
Kerusakan suatu segmen
DNA secara spontan akibat
bahan kimia atau radiasi
Pengeluaran oligomer
sekitar 30 nukleotida
dan penggantian
Double strand break
repair
(perbaikan kerusakan
untai ganda)
Radiasi pengionan,
kemoterapi, radikal bebas
oksidatif
Sinapsis, penguraian,
penyusunan, dan ligasi.
Biologi Molekuler 19
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Mutasi dibedakan menjadi mutasi kecil (mutasi gen) dan mutasi besar (mutasi
kromosom). Mutasi dapat terjadi secara alami atau buatan. Gen secara umum bersifat
mantap, tetapi dalam jangka panjang atau karena adanya pengaruh dari lingkungan,
dapat menyebabkan susunan kimia dari gen tersebut berubah. Perubahan yang terjadi
dalam gen tersebut dapat diturunkan dan menghasilkan individu yang berbeda dari
individu sebelumnya. Apabila mutasi berlangsung secara terus menerus pada
makhluk hidup dari generasi ke generasi berikutnya maka bisa terjadi suatu saat nanti
akan muncul spesies baru, yang memiliki sifat berbeda dengan moyangnya.
3.2 SARAN
Setelah mempelajari bab tentang mutasi gen dan kromosom, mahasiswa
diharapkan lebih memahami tentang penyebab dan macam-macam mutasi yang
terjadi sehingga dapat menghindarkan diri dari unsur-unsur mutagennya.
Biologi Molekuler 20
DAFTAR PUSTAKA
William D. Stansfield, J. S. (2003). Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga.