Anda di halaman 1dari 24

Mekanisme Serapan Hara oleh

Akar: Transport Jarak Dekat


AGH 322
Penyerapan Hara
- Volume air berkurang
- K, P, NO
3
-
, konsentrasinya
menurun
- Na
+
konsentrasinya tetap/
sedikit meningkat
Dalam beberapa hari, dalam media:
diabsorpsi
diabsorpsi
kurang diabsorpsi
Penyerapan hara bersifat selektif
1. Jalur Hara dari Larutan Tanah ke dalam Akar
Jalur Penyerapan Hara oleh Tanaman
Larutan
Hara
Permukaan Akar
Hara dari larutan tanah bergerak menuju permukaan
akar secara pergerakan bebas, melalui:
difusi (K, P)
aliran massa (Ca, Mg, S, BO
3
)
Transport pasif (difusi): pergerakan zat terlarut
(solut) dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi
rendah
A B
2. Pergerakan Hara di dalam Akar
K
o
r
t
e
k
s
E
n
d
o
d
e
r
m
i
s
S
t
e
l
e
X
y
l
e
m
P
h
l
o
e
m
C
a
s
p
a
r
i
a
n
S
t
r
i
p
E
p
i
d
e
r
m
i
s
Apoplastik
Simplastik
Transport jarak dekat:
rambut akar epidermis korteks endodermis
Apoplastik :
Pergerakan hara melalui daerah bebas (DB)
Transport Pasif
Hanya dapat mencapai endodermis karena ada
casparian strip
Simplastik :
Pergerakan hara melalui membran sitoplasma
dan plasmodesmata
Bisa pasif atau aktif (karena melalui membran)
2. Pergerakan Hara di dalam Akar
2. Pergerakan Hara di dalam Akar: APOPLAS
Daerah Bebas: Ruang kosong (bebas) pada
jaringan akar seperti ruang antar sel dan jaringan
mati (dinding sel, xylem); + 10% sel akar
Dinding sel primer
Membran sel
Selulosa: 3-5 nm
BM rendah:leluasa
BM tinggi: dihambat
Ca
2+
0.82 nm
K
+
0.66 nm
2. Pergerakan Hara di dalam Akar: SIMPLAS
Pergerakan sel melalui membran sel
Pergerakan dapat berupa transport pasif (difusi)
maupun transport aktif
Transport aktif: pergerakan zat terlarut (solut) dari
konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi
A B
3. Membran Sel
Membran
tersusun atas:
Fosfolipid
Protein
Karbohidrat
(glycoprotein)
Pengaruh unsur hara terhadap permeabilitas
membran:
3. Membran Sel
Kahat P permeabilitas
meningkat (fosfolipid menurun).
Kahat Zn permeabilitas
meningkat (Zn berperanan dalam
oksidasi lemak tak jenuh)
Ca memelihara integritas
membran
4. Pergerakan Hara Melalui Membran Sel
Hara bergerak melalui membran melalui protein
membran:
Pergerakan hara secara pasif (difusi): channel
Pergerakan hara secara aktif: channel dan carrier
a. Channel: saluran yang selektif
berdasarkan karakter biofisik
(misalnya ukuran pori dan ion,
muatan permukaan membran
dan ion)
b. Carrier: protein yang secara
selektif mengikat molekul atau
ion dan mengangkutnya
ION
C
a
r
r
i
e
r
Enzim
Makromolekul Protein
(Struktur yang cukup besar)
Specific binding
capacity
Kinetika dari Angkutan Ion Menembus Membran
Analog hubungan enzim - substrat
(Carrier = Enzim; Ion = Substrat)
4. Pergerakan Hara Melalui Membran Sel
Pergerakan hara secara aktif:
Menggunakan energi (ATP) secara langsung
Menggunakan energi ATP secara tidak langsung
4. Pergerakan Hara Melalui Membran Sel
C
C
C
C
Membran
~P
~P
M
i
t
o
k
o
n
d
r
i
a
ADP
ATP
Membran Sel
Pi
ATP-ase
L
u
a
r
D
a
l
a
m
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan
Hara oleh Akar
a. Konsentrasi hara pada larutan eksternal
b. Status hara di dalam tanaman
c. Metabolisme akar
d. Struktur akar
e. Sifat fisikokimia ion:
- interaksi antar ion
- hubungan antara kation - anion
Prinsip difusi
Secara umum, semakin tinggi konsentrasi hara
pada larutan eksternal, penyerapan hara juga
semakin tinggi (walaupun laju serapan
menurun).
Contoh: [K
+
]
Ext
eksternal penyerapan
K
+
juga.
a. Konsentrasi Hara pada Larutan Eksternal
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan
Hara oleh Akar
Prinsip difusi
Secara umum, semakin tinggi konsentrasi hara
di dalam sel akar, penyerapan hara akan
semakin menurun.
b. Status Hara di dalam Tanaman
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan
Hara oleh Akar
Prinsip difusi
Secara umum, semakin tinggi konsentrasi hara
di dalam sel akar, penyerapan hara akan
semakin menurun.
c. Metabolisme Akar
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan
Hara oleh Akar
Berkaitan dengan ketersediaan energi (ATP) untuk
transport aktif pada sel akar
Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi:
Oksigen bila O
2
turun dari 20% 5%
penyerapan K
+
turun dari 100 75
penyerapan P turun dari 100 56
Suhu
Cahaya korelasi yang besar antara
cahaya fotosintesis penyerapan
hara.
d. Metabolisme Akar
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan
Hara oleh Akar
e. Struktur Akar
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan
Hara oleh Akar
Secara umum, laju penyerapan hara menurun dari ujung ke
pangkal akar.
Ada 3 faktor yang menyebabkan hal tersebut:
a. Pembetukan suberin pada rhizodermis.
b. Pembentukan endodermis sekunder dan tersier.
Hambatan angkutan hara secara radial ke stele.
c. Degenerasi sel-sel korteks celah-celah dalam daerah
korteks (aerenchyma).
f. Sifat Fisikokimia Ion
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan
Hara oleh Akar
Radius (jari-jari) ion laju penyerapan berkorelasi negatif
dengan jari-jari ion (pada valensi yang sama).
- Li 0,38 nm 2 mol/g FW/3 d
- Na 0,36 nm 15 mol/g Fw/3d
- K 0,33 nm 26 mol/g Fw/3d
Muatan interaksi dengan membran (fosfolipid, sulfolipid,
protein bermuatan) meningkat dengan meningkatnya
muatan.
Molekul tak bermuatan < kation (+1) atau anion (1)
< kation (+2)/anion (2) < kation (+3)/anion
(3)<..dst.
Interaksi laju penyerapan .
Membran lebih mudah ditembus oleh molekul yang tidak
bermuatan.
f. Sifat Fisikokimia Ion
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan
Hara oleh Akar
Biasanya terjadi interaksi antar ion dalam larutan tanah.
Kompetisi terjadi antar ion dengan valensi dan yang hampir
sama.
Contoh: K
+
dengan Rb
+
Kompetisi pada binding site pada membran
Na
+
kompetisi dengan Ca
+
; K
+
dengan NH
4
+
(K
+
dihambat NH
4
+
tapi tidak sebaliknya. Karena NH
4
+
diserap sebagai NH
3
yang tidak bermuatan).
Ca
2+
dapat meningkatkan serapan K
+
, namun
menghambat Mg
2+
.
Kompetisi Cl dan NO
3
(NO
3
sering dihambat Cl) dan
sebalikya.
Tanah salin (+) NO
3
mengurangi toksisitas Cl.
f. Sifat Fisikokimia Ion
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan
Hara oleh Akar
Terdapat hubungan antara kationanion dalm penyerapan
hara.
Bila kadar hara laju penyerapan kation tidak banyak
dipengaruhi anion pasangannya.
Kadar hara larutan terjadi interaksi.
Contoh: SO
4
menghambat K
+
(ion pasangnnya)
Ca
2+
menghambat Cl (ion pasangannya)
Jadi bila diberikan hara K
2
SO
4
akan menyebabkan
penyerapan kation berlebihan (sebaliknya untuk
CaCl
2
). Hal ini akan menyebabkan perubahan muatan
dan pH pada internal dan eksternal.
Contoh (kation : anion) yang mengakibatkan perubahan pH
eksternal:
Pada larutan nutrisi yang sumber N hanya dalam bentuk NO
3

cenderung pH.
Sebaliknya bila hanya NH
4
+
pH.
Pembuluh xylem:
Sel-sel mati
Dinding samping penuh dengan noktah
Seperti pipa-pipa dengan pori-pori
Bagian dalam dinding pembuluh xylem bermuatan ()
dapat menjerap kation Ca
2+
, Zn
2+
> K
+
, Na
+
, dsb.
Masuknya air dan ion dari stele xylem merupakan
perpindahan aliran simplastik ke apoplastik (pembuluh
xylem sel-sel tanpa sitoplasma).
Hara selalu bergerak dalam air (pola gerakan berbeda)
pada sel-sel hidup seperti sel akar, sel mesofil, sel phloem,
dsb.
Pada xylem, hara bergerak secara pasif ke pucuk
bersama-sama dengan air (aliran transpirasi atau tekanan
akar).
6. Mekanisme Masuknya Hara ke dalam Xylem