Anda di halaman 1dari 12

KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT

REPUBUK INDONESIA
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
1 Halaman I Rubrik : (9f Pl ' WMO~~kQ
1Media : kk-4 hwek Jurnalis : L A N
Terhambat
mbahan RTH yang cukup signifikan, diharapkan
t RTH 35 persen pada 2030, bisa tercapai dari
al luas wilayah ibukota.
ini luas RTH di Jaka~ta b a n Pengamat tata koia dari Univer-
r 75 kilometer persegi atau
sitas Trisakli Jakarta Nirwono
an terbuka hijau. Unluk i t u
bukan menambah luas RTH.
ngunan untuk menambah RTH
Bersarnbung ...
' .
KLlPlNG BERITA
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
UEMENTIRIAN PERUMAHAN RAKYAT
REPUBLIK INOONESW
REPUBLIK INDONESIA
Tanggal : 2 &fober U f r (
1 Halarnan i Rubrik : 14/ @6-?
I
Media : k hs f * M e k Jurnalis : L9K4
... Lanjutan
KLIPING BERITA
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
KEMEUTEAAN PERUMAHAN RI\KY&T
REPUBLIKINDONES1A
REPUBLIK INDONESIA
Tanggal : 9 0kfOber b@
I Halaman I Rubrik : PO/ w M
Jurnalis : b e k f ~ pbr dktfq
b RUMAH LAYAK HUN1
Kemenpera
J A K A R T A - K ~ ~ ~ ~ ~ ~ .
rian P e wh a n Rakyat
mengejai prngram pengu-
rangan kawasan k q u b
'di beberapa wilayah bisa
mapai . hingga Penghu-
jmg 2014.
Deputi Bidang Pe-
ngembang'an Kawasm
Kemenpera Agus Sumac
giarto mengatakan target
operasi Kemenpera di
penghujung tahun ada-
lah penanganan kawas-
,an kwuh. Adapun Stndi
.kelayakan lingkungan
sudah ' di be-
b e r a p a x u h di
Indonesia.
"Sudah ada bebempa
titik yang alqn kimi
eirakudsi antara lain ili
lainkan pembangunan
jalaio lingkungau, . infra-
struktur, drainase dan
aula semacam tempat
berkumpul komunitas.
Penataan yang dila-
kukap Kemenpera ter-
niasuk pembangunan sa-
nitasi dan MCK yang akan
dibangun di atas/raSan
Pemerintah Daerah dan
tanab basil pengelnlaan
masyamkat =kitac "Jika
banpu" lusun, m*
kami lakukan tetap~ h-
dak bebarengan dengan
agenda penataan wilayah
kumuh," ujarnya.
Ditemui pada kesem-
patan sama, Deputi Bidang
Perurnahan Formal, Ka-
lawi A.H mengatakan
Jabadetabek. Jawa, Suma- program pembaigunan
tm term& iupa Paoua." m u n ternisah denean
ujamya ~; l a%i &, JU-
mat (26/9).
Oaffar titik daemh ku-
muh, lanjut A@, dipe-
roleh dari usulan daemh
yang diketahui oleh pi-
hak Wali Kota, Bupati
hingga tingkat Gubernw.
Menurutnya, unfuk satu
titik penataan wilayah
kumuh dianggarkan se-
nilai Rp5 miliar di rpana
satu titiknya berluaskan
5 hektare.
Dalam program pe-
ugmangan luas kumub,
Agus menegaskan, Ke-
menpera tidak andil
dalap pembangunan
rumah susun atau
rumah sederhana me-
.,
program pengurangan
. luas kumuh.
"Kami sudah a& tm
tezsendiri untuk pemba-.
ngunan tusun di bebetapa
kota di Indonesia,' kami
mulai targetkan la@pada
tahundepan," ujamya.
Adapun program =
pada 2015, Kemenpera
iraena~getkarl pemba-
qgunan 400 tv& blok
rusun. Anggaran untuk
program tersebut menca-
pai Rplp Mliun..
Kalawi menjelaskan
program rusun di b e
berapa kawasdn, .di In-
donesia akan dimnIai di
Palembang, Sqnatra Se
latan. fD.Nsna Pradhlta SarO
KLIPING BERITA
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKVAT
REPUBLIK INDONESIA
REPUBLIK INDONESIA
tua DPP REI, Eddie
kepada wartawan, di
rah-daerah sangatlah vari-
atif. Sehingga, kadang hqga
man^ ditentukan tidak . bisa
Tanggal : 2 0/(76der 011014
Media :
nentukan hirganya. Peme-
rintah. tarnbahnva. iuea ha-
Halaman / Rubrik : ? / E, kmr + BItn/j
Jurnalis : Po01
. - ..
rus menyedi&an Badan
Usaha Milik Negma IBUMN)
untuk mengont&l harga ru-
. mah dengan cara t e ns me-
masok rumah murah. "La-
hannya saat ini sulit sekali,
dan jika ada, harganya tidak
sesuai. Penyesuaian harga
pun selalu terhambat, kare-
na kda per'sepsi dengan pe-
me*%" tutumya,
Dla mengungkapkan, se-
benamya anggota RE1 ba-
nyak membangun rumah se-
derhana. Namun, sebagian
yang dibangun t ~dak blsa
d~kredttkan karena dana
FLPP vane dlnulh ~emerin-
Wakhl zapm saya- ketua
APERSI tahun 200+backlog
(kekurangan rumah) itu em-
pat juta. Tetapi,, sekarang ,jni
katanya 13,Sjuta. .Angkanya
dari maria?' kaQ maptan Ke-
h a Dewan Pembina Orga-
nisasi APERSI, Fuad Z&+ria.
Kementeriq Perumahan
Rakyat (Kemenpera) dike-
tahui mengungkapkan bbh-
wa ada angka backlog se-
bwyak 13-15 juta unit. h-
a& menilai, angka itu berasal
dari data Badan Pusat Sta-
tistik (BPS); bukan dari Ke-
menpera. Seharusnya, kata
dia, . kementerian yang ma-
lakukan s@di tentang kebu-
tuhan rumah. ' I
tah teibags. "Semestinya, Kern-enpera
Sementara Asos~asi Pe- melakukan studi kebutuhm
rumahan dan Pernukiman rumah. ~e me nt e gh h m s
Seluruh lndoncsla (AIJERSI) punya data y&g akurat,"
mempenanyakan kcbutuhun kqln &a. Sclairi an*, Fuad
rumah layak huni b pun mcnyoroti bahwa belum
masyarakat, yang selama hi ada data yanj: detail tentang
serinedisebut-sebut ~emerin- kebutuhan rumah. mulai
tab.-%elurn ada studi tentang dari wilayah i ang inembu-
2015; Kemenpera Dapat Alokasi Anggaran Perumahan Rp 4,6 T
Senin, 29 September 2014 1 19:44
I
Geaung KernenterIan rerumahan ka ~ya t (sumber: istimewa)
Jakarta - Kementerian Perurnahan Rakyat (Kemenpera) pada tahun 2015 mendatang akan
mendapatkan alokasi dana APBN sebesar Rp 4,621 triliun untuk program perumahan dan
kawasan permukiman.
Menteri Perurnahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengungkapkan, sebenamya Kemenpera
meminta anggaran yang lebih besar lagi untuk memenuhi program pembangunan perurnahan
dan kawasan permukiman di Indonesia. Apalagi kebutuhan rumah untuk masyarakat
khususnya masyarakat berpenghasilan rendah terns meningkat setiap tahunnya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas penetapan anggaran perumahan yang telah ditetapkan
untuk tahun 2015. Kami sebenarnya berharap anggaran tersebut ke depan bisa lebih
ditingkatkan lagi karena kebutuhan nunah untuk rnasyarakat di Indonesia semakin meningkat
setiap tahunnya," ujar Menpera Djan Faridz, dalam publikasinya, di Jakarta, Senin (2919).
Menurut Djan Faridz, Kemenpera sebagai kementerian yang memiliki tugas untuk
mendorong terlaksananya program perurnahan dan kawasan permukiman tentunya
rnembutuhkan anggaran yang cukup besar dalam mengatasi masalah backlog perumahan
yang menjadi salah satu pekerjaan rumah di setiap masa pemerintahan. Oleh karena itu,
pihaknya akan membuat program-program yang sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Beberapa upaya yang dilaksanakan oleh Kemenpera untuk mengurangi backlog perumahan di
Indonesia antara lain fasilitasi pembangunan Rusunawa dan pembangunan rumah khusus,
pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) kawasan perumahan dan permukiman,
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Peningkatan Kualitas, PSU Perumahan
Swadaya dan Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas (BSPK) Perurnahan dan Permukiman
Kumuh.
"Sedangkan untuk membantu pembiayaan perurnahan untuk masyarakat berpenghasilan
rendah (MBR), Kemenpera juga memiliki program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan
Perumahan (FLPP)," terangnya.
745 PNS Dibuatkan Rumah di Salatiga
Meutia Fehrina Anugrah - Okezonc
Kamis, 2 Oktober2014 06:08 wib
JAKARTA - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mendorong pembangunan
hunian untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kota Salatiga. Pembangunan rumah PNS yang
dilaksanakan di Kelurahan Kecandran Kecamatan Sidomukti dan Kelurahan Randuacir
Kecamatan Argomulyo tersebut diharapkan dapat menjadi pilot project pembangunan rumah
PNS bagi pemerintah daerah lainnya di seluruh Indonesia.
"Kemenpera sangat mendukung program pembangunan rumah bagi para PNS di Kota
Salatiga. Kami harap program ini bisa menjadi percontohan bagi pemerintah daerah lain di
Indonesia yang ingin membangun rumah bagi para PNS," kata Sekretaris Kementerian
Perumahan Rakyat (Sesmenpera) Rildho Ananda Anwar yang dilansir dari laman resmi
Kemenpera, Kamis (211012014).
Menurut Menpera, kebutuhan rumah untuk masyarakat termasuk para PNS setiap tahunnya
mengalami peningkatan. Selain itu, tidak semua PNS memiliki kemampuan untuk membeli
rumah yang layak huni karena gaji yang diperolehnya tidak terlalu besar tergantung golongan
dan masa kerjanya.
Sementara itu, Walikota Salatiga, Yuliyanto mengatakan Perumahan PNS Pemkot Salatiga
dibangun di dua wilayah yakni di Kelurahan Kecandran Kecamatan Sidomukti dan
Kelurahan Randuacir Kecamatan Argomulyo seluas 7,9 hektar. Ukuran rumah PNS yang
dibangun adalah tipe 36 dengan luas tanah 72 meter persegi.
"Saya berharap para PNS yang mendapatkan rumah di dua lokasi ini bisa meningkatkan
kinerjanya dan semakin bersemangat dalam bekerja serta bertambah rajin dalam mengabdi
kepada masyarakat," katanya.
Dirinya menambahkan, Pemkot Salatiga juga akan berupaya untuk menarnbah jumlah
perumahan untuk para PNS yang belum mendapatkan rumah pada tahap pembangunan
pertama ini. Setidaknya ada dua daerah lain yang akan dipersiapkan untuk menjadi lokasi
pembangunan rumah PNS yakni di Kecamatan Sidorejo dan di Kecamatan Tingkir.
"PNS di Pemkot Salatiga yang belum kebagian rumah pada tahap pertama ini tidak perlu
khawatir. Kami akan berusaha membangun rumah PNS lagi di dua daerah lain yakni di
Sidorejo dan Tingkir," tandasnya. (wdi)
Kempera Dukung Pembangunan 745 Rumah PNS di Salatiga
Rabu, 01 Oktober 2014 1 19:29
Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sangat mendukung
program pembangunan 745 rumah bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota
Salatiga.
Pembangunan rumah PNS yang dilaksanakan di Kelurahan Kecandran Kecamatan
Sidomukti dan Kelurahan Randuacir Kecamatan Argomulyo tersebut diharapkan
dapat menjadi pilot project pembangunan rumah PNS bagi pemerintah daerah
lainnya di seluruh lndonesia.
"Kempera sangat mendukung program pembangunan rumah bagi para PNS di Kota
Salatiga. Kami harap program ini bisa menjadi percontohan bagi pemerintah daerah
lain di lndonesia yang ingin membangun rumah bagi para PNS," ujar Sekretaris
Kementerian Perumahan Rakyat (Sesmenpera) Rildho Ananda Anwar, di Jakarta,
Rabu (1110).
Rildho mengatakan, kebutuhan rumah untuk masyarakat termasuk para PNS setiap
tahunnya mengalami peningkatan Selain itu, tidak semua PNS memiliki
kemampuan untuk membeli rumah yang layak huni, karena gaji yang diperolehnya
tidak terlalu besar tergantung golongan dan masa kerjanya.
Untuk mengantisipasi ha1 tersebut, Kempera ke depan juga mendorong kesadaran
dan peran aktif pemerintah daerah setempat untuk membantu para PNS nya agar
memiliki rumah yang layak huni.
Sementara itu, Walikota Salatiga, Yuliyanto mengatakan, perumahan PNS Pemkot
Salatiga dibangun di dua wilayah yakni di Kelurahan Kecandran Kecamatan
Sidomukti dan Kelurahan Randuacir Kecamatan Argomulyo seluas 7,9 hektar.
Ukuran rumah PNS yang dibangun adalah tipe 36 dengan luas tanah 72 meter
persegi.
Pembangunan rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkot Salatiga
dalam meningkatkan kesejahteraan PNS terutama untuk pegawai golongan II dan Ill
yang belum memiliki rumah sendiri. Sedangkan untuk memiliki rumah tersebut, para
PNS diharapkan untuk mengajukan kredit rumah yang akan dikoordinir oleh pihak
BKD setempat.
"Saya berharap para PNS yang mendapatkan rumah di dua lokasi ini bisa
meningkatkan kinerjanya dan semakin bersemangat dalam bekerja serta bertambah
rajin dalam rnengabdi kepada masyarakat," katanya.
~ u l i ~ a n t b menambahkan, Pemkot Salatiga akan berupaya untuk menambah jumlah
perumahan untuk para PNS yang belum mendapatkan rumah pada tahap
pembangunan pertama ini. Setidaknya ada dua daerah lain yang akan dipersiapkan
untuk menjadi lokasi pembangunan rumah PNS yakni di Kecamatan Sidorejo dan di
Kecamatan Tingkir.
"PNS di Pemkot Salatiga yang belum kebagian rumah pada tahap pertama ini tidak
perlu khawatir. Kami akan berusaha membangun rumah PNS lagi di dua daerah lain
yakni di Sidorejo dan Tingkir," tandasnya.
2015, Kemenpera Dapat Alokasi Anggaran Perumahan Rp4,6 Triliun
28 September 2014 09:28 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) pada
tahun 2015 mendatang akan mendapatkan alokasi dana APBN sebesar Rp4,621
triliun untuk program perumahan dan kawasan permukiman.
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengungkapkan, sebenarnya Kemenpera
meminta anggaran yang lebih besar lagi untuk memenuhi program pembangunan
perumahan dan kawasan permukirnan di lndonesia. Apalagi kebutuhan rumah untuk
masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah terus meningkat setiap
tahunnya.
"Kami mengucapkan terimakasih atas penetapan anggaran perumahan yang telah
ditetapkan untuk tahun 2015 mendatang. Namun demikian, kami sebenarnya
berharap anggaran tersebut kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi karena kebutuhan
rumah untuk masyarakat di lndonesia semakin meningkat setiap tahunnya," ujar
Djan Faridz pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI terkait pembahasan RKA
Kemenpera dalam RAPBN TA 2015 mendatang di Senayan, Jakarta beberapa
waktu lalu, seperti dikutip dari laman resmi Kemenpera, Minggu (28/9/2014).
Menurut Djan Faridz, Kemenpera sebagai kementerian yang memiliki tugas untuk
mendorong terlaksananya program perumahan dan kawasan permukiman tentunya
juga mernbutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mengatasi masalah backlog
perurnahan yang menjadi salah satu pekerjaan rumah di setiap masa pemerintahan.
Oleh karena itu, pihaknya akan membuat program-program yang sesuai dengan
anggaran yang tersedia.
"Beberapa upaya yang dilaksanakan oleh Kemenpera untuk mengurangi backlog
perumahan di lndonesia antara lain fasilitasi pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa (Rusunawa) dan pembangunan rumah khusus, pembangunan
prasarana, sarana dan utilitas (PSU) kawasan perumahan dan permukiman,
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Peningkatan Kualitas, PSU
Perumahan Swadaya dan Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas (BSPK)
Perumahan dan Permukiman Kumuh. Sedangkan untuk membantu pembiayaan
perumahan untuk masyarakat Kemenpera juga memiliki program Fasilitas Likuiditas
Pembiayaan Perumahan (FLPP)," pungkasnya.