Anda di halaman 1dari 10

ANATOMI MARMUT (Cavia porcellus)

Oleh :
Nama : Hanifah Agani
NIM : B1J013192
Rombongan : VIII
Kelompok : 4
Asisten : Bunga Khalida Puri




LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN














KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2014
I. PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Marmut (Cavia porcellus) merupakan hewan dari kelas mamalia yang berdarah
panas (homoioterm). Marmut mempunyai suhu tubuh tetap, tidak terpengaruh terhadap
lingkungan luar dimana mereka dapat mempertahankan suhu tubuhnya karena didukung
oleh rambut yang tumbuh diseluruh tubuhnya. Marmut merupakan anggota mamalia yang
berordo rodentia, yaitu ordo hewan pengerat seperti tikus dan kelinci yang mempunyai gigi
pemotong seperti pahat dan berguna untuk memotong dan mengerat (Brotowijoyo, 1993).
Marmut mempunyai badan pendek, kuat dengan kaki dan telinga yang pendek.
Marmut biasanya tinggal di lubang-lubang dalam tanah atau dalam sarang diantara rumput
tinggi. Hidupnya membentuk kelompok kecil tetapi juga kadang membentuk kelompok
besar. Badan marmut gemuk, pendek, dan mudah menyimpan panas dengan baik pada
suhu rendah dari pada suhu tinggi (Brotowijoyo, 1993).
Marmut mempunyai sifat yang spesifik yaitu mempunyai ekor yang menonjol, pada
waktu lahir anak marmut mirip marmut dewasa karena sudah berambut dan matanya
sudah terbuka. Ciri lain yang membedakan dengan hewan lain adalah pada jantung
mamalia dewasa mempunyai dua ventrikel yang berfungsi untuk memompa darah, dengan
dinding yang sangat tebal dan dua atrium. Bagian yang menarik pada marmut adalah cara
hewan ini untuk menarik lawan jenisnya, yaitu dengan cara menyebarkan bau yang
dihasilkan dari kelenjar yang terdapat pada lekuk pirenium yang letaknya posterior dari
penis atau vulva, peristiwa ini disebut hedonik (Jasin, 1989).
Marmut (Cavia porcellus) digunakan sebagai preparat pada praktikum ini karena
mudah didapat, tidak berbahaya, cukup mewakili kelas mamalia, serta memiliki organ-
organ yang lengkap dan mudah untuk diamati.
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum anatomi marmut (Caviaporcellus) adalah untuk mengamati
dan mempelajari morfologi dan anatomi marmut.




II. TINJAUAN PUSTAKA
Mamalia merupakan kelompok yang mempunyai derajat paling tinggi dalam dunia
hewan. Semua tubuhnya tertutup kulit yang berambut dan berdarah panas. Sebutan
mamalia berdasarkan dengan adanya kelenjar mammae pada hewan betina untuk
menyusui anaknya yang masih muda. Mamalia memiliki tubuh yang terdiri dari tiga bagian
yaitu caput (kepala), cervix (leher) dan truncus (badan). Gigi mamalia dapat berdiferensiasi
yang diduga berasal dari reptil sinadom. Mamalia melakukan respirasi melalui paru-paru
yang mengandung banyak bagian kecil-kecil. Mamalia mempunyai dua fragmen muscular,
pada laringnya terdapat pita suara, dan mempunyai jantung dengan empat ruang yang
terbagi secara sempurna menjadi dua serambi dan dua bilik. Lubang genitalia dan anus
terpisah baik pada jantan maupun betina (Brotowijoyo, 1993).
Tubuh mamalia dilindungi oleh rambut-rambut. Kulitnya mengandung bermacam-
macam kelenjar, di dalam alveolus yang bentuk dan besarnya berbeda-beda dalam dua
induk (heterodon), menggali dan berenang. Jari kaki mempunyai cakar, kuku atau telapok.
Jantung terbagi menjadi enpat ruangan dengan sekat-sekat yang sempurna. Lengkung aorta
hanya satu, terletak disebelah kiri. Paru-paru relatif besar dan hanya terdapat dalam rongga
dada. Sekat rongga tubuh atau diafragma terletak antara rongga dan perut (Djuhanda,
1982).
Cavia porcellus mempunyai badan pendek dan kuat dengan kaki dan telinga yang
pendek. Marmut biasanya tinggal di lubang - lubang dalam tanah atau dalam sarang
diantara rumput tinggi. Hidupnya membentuk kelompok kecil tetapi juga kadang
membentuk kelompok besar. Badan marmut gemuk, pendek, mudah menyimpan panas
dengan baik pada suhu rendah daripada suhu tinggi (Brotowijoyo, 1993).
Marmut termasuk ordo rodentia yang merupakan anggota mamalia yang bagian
caecumnya berkembang lebih baik dari semua mamalia yang ada dalam satu species, yang
jumlahnya kira-kira mencapai tiga ribu jenis (Moment, 1967). Sistem pernafasannya yaitu
trachea, glottis, dan larynk. Glottis adalah lubang masuk dari pharynk ke trachea. Pangkal
trachea yang melebar seperti kotak dinamakan larynk. Bagian ini tidak hanya untuk
lewatnya udara saja, tetapi juga berguna sebagai alat suara (Djuhanda, 1982).
Marmut merupakan hewan pentadactyl (memiliki jari-jari yang bercakar), lengan
bawahnya dapat pronasi dan suprinasi. Hewan ini tidak berekor dan memiliki glandula
mamae untuk menyusui anaknya. Uterusnya bertipe duplex, merupakan tipe yang paling
primitif dimana bagian kanan dan kiri uterus terpisah oleh adanya vagina pada hewan
betina (Radiopoetro, 1977).
Klasifikasi marmut (Cavia porcellus) menurut Storer and Usinger (1961) adalah
sebagai berikut :
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Class : Mamalia
Ordo : Rodentia
Familia : Cavidae
Genus : Cavia
Species : Cavia porcellus























III. MATERI DAN METODE
A. Materi
Alat-alat yang digunakan adalah bak preparat, pinset, pisau, dan gunting bedah.
Bahan-bahan yang digunakan adalah marmut (Cavia porcellus), air kran, dan
kloroform.
B. Metode
Cara kerja praktikum anatomi marmut (Cavia porcellus) adalah sebagai berikut :
1. Marmut dibius dengan menggunakan kloroform sampai mati lemas.
2. Sebelum dilakukan pembedahan, rambut pada bagian ventral dibasahi terlebih dahulu
supaya memudahkan pada saat pembedahan.
3. Kulit dipotong menggunakan gunting mulai dari bagian posterior dari muka penis atau
clitoris menuju bagian anterior mengikuti garis medio ventral badan sampai di ujung
mandibula.
4. Kulit dibuka ke samping sampai terlihat otot-otot daerah abdomen dan thorax. Selaput-
selaput yang tidak diperlukan dipotong supaya struktur-struktur yang akan diamati
tampak jelas.
5. Pembedahan daerah abdomen dimulai dari daerah inguinal menuju anterior mengikuti
garis medan badan kemudian dilanjutkan ke lateral menyusuri diafragma sehingga otot
daerah abdomen dapat dikuakkan dan organ-organ yang ada pada rongga abdomen
dapat terlihat.
6. Pembedahan daerah thorax dilakukan dengan memotong rusuk-rusuk di kiri sternum
pada bagian anterior dekat pangkal leher (sampai rusuk pertama), kemudian
dilanjutkan ke lateral pada bagian anterior sampai daerah ketiak (aksiler), sedangkan
sebelah posterior digunting lateral menyusuri diafragma.
7. Setelah pembedahan selesai, semua organ diamati terlebih dahulu tanpa merubah
letak atau posisinya.
8. Setelah memperhatikan viscera insitu, saluran pencernaan direntangkan secara hati-
hati, kemudian diamati dan disesuaikan dengan diktat, serta diberi keterangan.



B. Pembahasan
Berdasarkan pengamatan anatomi marmut (Caviaporcellus) didapatkan hasil bahwa
tubuh marmut terdiri atas caput (kepala), cervix (leher), truncus (badan), extrimitas
(anggota badan), dan cauda (ekor) yang tumbuh rudimen. Seluruh tubuh marmut ditutupi
oleh rambut, yang merupakan karakteristik bagi mamalia. Caput marmut terdiri atas rima
oris, nares externa, mata dan telinga. Rima oris (mulut) dibatasi oleh labium inferior (bibir
bawah) dan labium superior (bibir atas) yang bercelah sehingga tampak incisivi (gigi seri).
Nares externa (lubang hidung), letaknya dorsal dari rima oris. Sekitar nares externa dan
rima oris terdapat vibrisae (rambut-rambut peraba) yang juga terdapat di sekitar mata.
Mata marmut dibatasi oleh palpebra superior (kelopak mata atas) dan palbebra inferior
(kelopak mata bawah), dan pada sudut mata sebelah anterior terdapat membrane
nictitans. Telinga mempunyai pinaauricula (daun telinga), sedangkan membran tympani
(selaput gendang pendengaran) terletak pada rongga telinga tengah. Truncus marmut
terbagi menjadi thorax (dada), sepasang extrimitas anterior yang berjari (digiti) empat,
abdomen (perut), dan extrimitas anterior yang berjari tiga (Manter, 1959).
Sistem pencernaan marmut terdiri dari oesophagus, gastrum, duodenum, jejunum,
ileum, caecum, colon dan rectum. Gastrum marmut dapat dibagi menjadi pars cardia
(bagian gastrum yang terletak di dekato esophagus), fundus (bagian terbesar gastrum yang
letaknya di tengah), dan pars pylorica (bagian gastrum paling posterior di dekat pylorus)
yang merupakan daerah penyempitan yang membatasi gastrum dengan duodenum.
Duodenum merupakan bagian dari usus halus yang paling anterior. Jika dibandingkan
dengan duodenum, jejunum dan ileum biasanya warnanya lebih gelap, dan batas antara
keduanya tidak jelas. Marmut mempunyai caecum yang tumbuh sempurna dimana terjadi
pencernaan oleh bacteri. Caecum mempunyai bagian berupa kantung-kantung disebut
haustrae, sedangkan sekat-sekat yang membatasinya disebut incisura. Taenia (urat
berbentuk pita) tampak di sebelah kiri dan kanan caecum. Colon (usus besar) keluar dari
caecum dan berdekatan dengan muara dari ileum, dapat dibagi menjadi colon ascenden
(mengarah ke atas), colon transversum (mengarah melintang), colon descenden (mengarah
ke bawah), dan colon sigmoideum yang merupakan kolon terakhir. Rectum atau usus akhir
adalah tempat keluarnya feses melalui anus. Pencernaan marmut dibantu oleh kelenjar-
kelenjar pencernaan yang terdiri dari hepar (hati) dan pancreas. Hati marmut terdiri dari
tujuh lobi, menghasilkan cairan empedu melalui ductus hepaticus dan kemudian disimpan
di vesica felea (kantung empedu), selanjutnya dialirkan ke ductus cysticus dan ductus
choledochus ke duodenum. Pancreas terletak di antara duodenum dan bentuknya seperti
huruf U. Saluran pelepasannya disebut ductus pancreaticus, yang juga bermuara pada
duodenum (Radiopoetro, 1977).
Sistem urinaria marmut terdiri dari ren (ginjal), ureter, vesica urinaria (kantung
kemih), dan uretra. Ginjal marmut berjumlah sepasang dan berwarna merah tua,
bentuknya seperti kacang merah dan terletak di daerah lumbo-dorsal dalam rongga
abdomen, terdapat hilum berupa lelukan di sebelah median sebagai tempat keluarnya
ureter. Ureter berjumlah sepasang, mengalirkan urine ketempat penampungan sementara
yang disebut vesica urinaria. Urine dari vesica urinaria dikeluarkan keluar tubuh melalui
uretra. Uretra pada marmut jantan disebut juga ductus urogenitalia, karena saluran ini juga
dipakai untuk menyalurkan spermatozoa, letaknya di dalam batang penis (Walter, 1965).
Sistem genitalia marmut jantan dibangun oleh sepasang testis, epididymis, vas
deferens, sepasang glandula vesiculosa, glandula prostata, glandulabulbo-uretra (glandula
cowperi), dan uretra. Vas deferens berpasangan berjalan kesebelah dorsal dari vesica
urinaria dan bermuara pada uretra yang kemudian melanjutkan diri ke penis. Glandula
vesiculosa bentuknya seperti cacing. Glandula prostat bentuknya irreguler dan terletak di
sebelah dorsal vesica urinaria. Glandula bulbo-uretra kecil dan letaknya caudal dari glandula
prostat. Kelenjar-kelenjar accesoris tersebut semuanya bermuara di uretra (Djuhanda,
1982).
Sistem genitalia marmut betina terdiri dari ovarium, tuba falopii, uterus, dan
vagina. Ovarium berjumlah sepasang dan terletak di belakang ginjal, di ujung lateral
terdapat saluran kecil berliku-liku yang disebut tuba falopii (ujung anteriornya berupa
corong disebut osteum tuba, tempat masuknya sel telur atau ovum) yang menuju oviduct.
Saluran ini berlanjut sebagai kantung tebal yang merupakan tanduk dari uterus, kedua
tanduk menyatu pada bagian posterior sebagai badan uterus. Uterus berjumlah sepasang,
merupakan tempat tumbuh embryo sampai waktu untuk dilahirkan. Marmut mempunyai
vagina dan lubang keluar yang disebut vulva (Storer and Usinger, 1961).
Sistem respirasi pada marmut dibangun oleh larynk, trachea, dan pulmo (paru-
paru). Larynk berfungsi untuk mencegah masuknya cairan atau benda padat ke dalam
trachea (jalan napas). Bagian-bagian larynk yaitu epiglottis, glottis, cartilage thyroidae,
cartilage crycoidae dan cartilage crythaenoidae. Epiglotis berupa struktur rawan yang
terulur dari bagian medio dorsal dari larynk sebelah anterior. Cartilago thyroidae
merupakan rawan larynk yang besar dan berbentuk seperti perisai yang membentuk U
dengan bagian terbukanya mengarah ke dorsal, terletak di sebelah ventral epiglottis.
Cartilago crycoidae terletak di sebelah posterior cartilage thyroidae dan berbentuk seperti
cincin rawan yang penuh. Cartilago crythaenoidae merupakan sepasang rawan yang agak
memanjang dan terletak di sebelah anterior dari cartilage crycoidae. Trachea tersusun oleh
cincin-cincin rawan sebagai lanjutan dari larynk, yang akan bercabang menjadi bronchi, dan
bronchi akan bercabang lagi menjadi bronchioli yang pada ujung-ujungnya terdapat alveoli
yang merupakan tempat pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida. Bronchioli dan
alveoli berkumpul menyusun pulmo dan dibungkus oleh selaput yang disebut pleura
(Djuhanda, 1982).

























V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan praktikum anatomi marmut (Cavia porcellus),
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Tubuh marmut terdiri atas caput (kepala), cervix (leher), truncus (badan), extrimitas
(anggota badan), dan cauda (ekor) yang tubuh rudimen.
2. Sistem pencernaan marmut terdiri dari oesophagus, gastrum, duodenum, jejunum,
ileum, caecum, colon dan rectum. Pencernaan marmut dibantu oleh kelenjar-kelenjar
pencernaan yang terdiri dari hepar (hati) dan pancreas.
3. Sistem urinaria marmut terdiri dari ren (ginjal), ureter, vesica urinaria (kantung kemih),
dan uretra.
4. Sistem genitalia marmut jantan dibangun oleh sepasang testis, epididymis, vas
deferens, sepasang glandula vesiculosa, glandula prostata, glandula bulbo-uretra
(glandula cowperi), dan uretra.
5. Sistem genitalia marmut betina terdiri dari ovarium, tuba falopii, uterus, dan vagina.
6. Sistem respirasi pada marmut dibangun oleh larynk, trachea, dan pulmo (paru-paru).
B. Saran
Saran untuk praktikum kali ini adalah preparat sebaiknya ditambah agar setiap
kelompok dapat membedah sendiri dan tidak hanya mengamati preparat yang telah
dibedah sebelumnya oleh kelompok atau rombongan lain.










DAFTAR REFERENSI
Brotowidjoyo, D.M. 1993. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta.
Djuhanda, T. 1982. Penghantar Anatomi Perbandingan Vertebrata. Armico, Bandung.
Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Avertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya, Surabaya.
Manter, H. W. and Miller. 1959. Introduction to Zoology. Harper and Brothers, New York.
Moment, Gairduer B. 1967. General Zoology. Houghton Mifflin Company, Boston USA.
Radiopoetro. 1977. Zoology. Erlangga, Jakarta.
Storer and Usinger. 1961. Element of Zoology. MacGraw-Hill Book Company Inc, USA.
Walter, H. E, Leonard P. Sayles. 1959. Biology of the Vertebrates. The Macmilan Company,
New York.