Anda di halaman 1dari 8

GEN MENGENDALIKAN SIFAT

RESUME

Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Genetika II
yang diampu oleh Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, S.Pd, M.Pd

Oleh :
Kelompok 3 Offering H 2012
Genetika Selasa
Allysa Khanza 120342422475
Megawati 120342422462


The Learning University


UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
SEPTEMBER 2014

Tugas harian ke 7

GEN MENGENDALIKAN SIFAT : TIAP SIFAT DIKENDALIKAN OLEH
BEBERAPA GEN
Bahas beberapa kajian (hal. 574-640) Goodenough (1978) antara lain Traits
controlled by single gene, izosymes specified by isoloci, Clustered genes
specifying one trait termasuk sedikit kajian tentang pleitropy, dan sebagainya.
Topik-topik kajian membahas tentang:
a. Sifat-sifat yang dikendalikan oleh suatu gen (tunggal)
b. Sesuatu sifat yang dikendalikan oleh gen-gen berkelompok
c. Sesuatu sifat yang dikendalikan oleh gen-gen yang letaknya tersebar
d. Gen-gen tertentu mengendalikan lebih dari satu sifat

KONSEP YANG TERBENTUK DARI TEMUAN MENDEL
Percobaan persilangan yang dilakukan Gregor Mendel atas Pisum sativum
lengkap dengan hasil-hasilnya yang telah dilaporkan, secara tidak langsung
menunjukkan sifat-sifat yang dikendalikan oleh sepasang alela (satu gen pada
mahluk hidup diploid).
SIFAT-SIFAT MAKHLUK HIDUP YANG DITUNJUKKAN SEBAGAI
CONTOH YANG DIKENDALIKAN OLEH SATU GEN
Konsep mengenai sifat yang dikendalikan oleh satu gen, Goodenough
(1978) menunjukkan beberapa contohnya pada kelainan di manusia, yang
kemudian hal tersebut menjadi bukti tentang adanya sifat-sifat yang dikendalikan
oleh satu gen. Adapun contoh-contoh kelainan itu seperti Alkaptonuria,
Phenylketonuria, Lesch-Nyhan Sydrome, dan Tay Sachs Disease, dan contoh
tentang sifat golongan darah pada manusia (ABO), sekalipun gen yang
mengendalikan sifat golongan darah yang berwujud alela ganda.
Empat jenis kelainan tersebut termasuk dalam golongan Inborn Errors of
Metabolism. Istilah itu mulai dikenal tahun 1902 oleh A. Garrod.

Sifat Makhluk Hidup Yang Ditunjuk Sebagai Contoh Yang Dikendalikan
Oleh Kelompok Gen
Berbagai penemuan yang banyak dikemukakan berkaitan dengan contoh-
contoh sifat yang dikendalikan oleh kelompok gen yang letaknya tidak tersebar
maupun yang tersebar. Informasi mengenai hal tersebut disajikan dalam Clustered
genes specifying one trait dan Dispersed genes specifying oene trait
(Goodenough, 1978).
1. Contoh sifat yang dikendalikan oleh kelompok gen yang letaknya tidak
tersebar
A. Pada bakteri :Dalam lingkungan bakteri, terkait sifat yang dikendalikan oleh
kelompok gen yang letaknya tidak tersebar (berdekatan), ditemukan pada reaksi
biokimianya, dimana pada reaksi tersebut dikatalisator oleh enzim-enzim yang
pembentukannya (protein) berada dalam koordinasi satu operon. Misalnya pada
E.coli. Sifat atau kemampuan E. coli melakukan degradasi galactose menjadi Glu-
1-P dan UDPG, tergantung pada enzim-enzim yang proteinnya (baca polipeptida)
dibentuk dibawah kendali rangkaian gen pada operon galactose.
B. Pada jamur
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Gen Fink dkk.
(Goodenough, 1978) menunjukkan bahwa sifat atau kemampuan ragi untuk
melakukan proses biosintesis histidine, tergantung pada 3 enzim yang proteinnya
(dibaca polypeptida) dibentuk berdasarkan acuan kode-kode genetika pada ARN-
d yang ditranskripsikan di bawah koordinasi gen pada lokus HIS 4.Pelacakan
lanjutan membuktikan bahwa gen pada locus HIS 4, terbagi menjadi 3 yaitu HIS
4A, HIS 4B, dan HIS 4C. selain itu, diketahui juga bahwa ketiga bagian gen HIS
4 berfungsi sebagai 3 gen yang berbeda, sekalipun proses transkripsi atas gen HIS
4 terlihat sebagai satu unit transkripsi.
Untuk lebih jelasnya ditujukkan pada bagan proses biosintesis histidine pada
S. Typhimurium yang merupakan suatu model operon yang disebut operon
histidine (his), pada gambar di bawah ini :
C. Contoh Pada Drosophila
Rangkaian reaksi biokimia yang mendukung sifat atau kemampuan D.
Melanogaster melakukan proses biosintesis pyrimidine, ternyata dikatalisir oleh
enzim-enzim yang proteinnya (baca polypeptida) dibentuk mengikuti acuan kode-
kode genetika pada locus rudimenter (r). Locus rudimenter ini adalah contoh dari
sejumlah lokus yang dikenal sebagai complek loci pada D. Melanogaster.
Analisis efek mutasi menunjukkan bahwa gen pada locus rudimenter (r)
terbagi menjadi 7 bagian (I-VII). Empat bagian (I,II,III,IV) sudah diketahui
terlibat pada pembentukan protein (baca polypeptida) enzim-enzim yang
menkatalisir tahap-tahap reaksi biokimia pada proses biosintesis pyrimidin
D. Contoh Pada Makhluk Hidup Eukariotik yang Lebih Tinggi
Saat ini juga telah diketahui bahwa pada makhluk hidup eukariot yang lebih
tinggi juga terdapat sifat-sifat atau kemampuan-kemampuan yang dikendalikan
oleh kelompok gen yang letaknya tidak tersebar (berdekatan). Sebagai contoh
pada lokus-lokus histocompabilitas major dari tikus dan manusia, dimana sifat
tersebut berkaitan dengan sistem imunitas tubuh.
Gen-gen pada daerah K dan D bertanggungjawab atas antigen-antigen
histocompabilitas major pada membaran sel. Gen-gen pada daerah TL
bertanggungjawab atas antigen- antigen transplantasi pada permukaan sel.
Berbagai gen daerah I mengendalikan antigen Ia (komponen membran sel limfosit
M atau T). Gen-gen pada daerah S mengendalikan satu atau lebih protein
penyusun serum yang berperan mengenal dan menghancurkan benda asing. Gen-
gen struktural pada locus Glo bertanggungjaawab atas enzim glyoxalase I. Gen-
gen pada locus B dan A bertanggungjawab atas antigen-antigen
histocompatibilitas major pada membran sel. Locus C dan D lebih dikenal sebagai
locus-locus minor, dengan jumlah alela pada tiap locus adalah A : 18, B : 22, C :
5, dan D : 6 ( Goodenough,1978)
2. Contoh Sifat yang Dikendalikan Oleh Kelompok Gen yang Letaknya
Tersebar
Goodenough (1978) menyatakan The overwhelming comon finding in the
eukaryotes is that genes concerned with the same tarit are dispersed throughout
the genome. Dikalangan makhluk hidup eukariotik yang paling umum dijumpai
adalah yang berkenaan dengan sifat (satu) yang dikendalikan oleh gen- gen yang
letaknya tersebar dalam genom. Dengan demikian letak dari gen- gen termaksud
paling sering tersebar pada lebih dari satu kromosom. beberapa contoh yang sudah
terungkap adalah Chlamydomonas reinhardi, Neurospora crassa, D.
melanogaster, tikus dan manusia.
Keterlibatan beberapa gen yang letaknya tersebar atas sesuatu sifat, boleh
jadi berupa keterlibatan atas pembentukan satu protein (satu enzim), keterlibatan
atas enzim-enzim pada suatu urut-urutan reaksi biokimia yang kompleks.

2.1 Contoh pada Clamydomonas reinhardi
Sifat atau kemampuan C.reinhardi melakukan biosintesis thiamin, ternyata
melibatkan enzim-enzim yang pembentukan proteinnya ( baca polypeptida)
dikendalikan oleh beberapa gen yang disebut gen thi ( thi 1, thi 2,...dst), gen- gen
thi ternyata tersebar pada beberapa kromosom berbeda.

2.2 Contoh pada Neurospora crassa dan ragi
Pada N. crassa dan ragi Saccharomyces, letak gen-gen thi maupun gen-
gen arg (arginine), dan sebagainya tersebar pada beberapa kromosom yang
berbeda.
Contoh pada D. melanogaster
Pemetaan lokus-lokus gen pada D. melanogaster menunjukkan bahwa
berbagai sifat tertentu dikendalikan oleh gen-gen yang letaknya tersebar pada
kromosom yang berbeda. Sifat warna tubuh dikendalikan oleh beberapa gen yang
letak lokusnya tersebar pada kromosom I, II, dan III. Rincian letak lokus-lokus
tersebut adalah :
1. Pada kromosom I : y
+
, y; s
+
, s;
2. Pada kromosom II : b
+
, b;
3. Pada kromosom III : enzim
+
; e.
Sifat warna mata ternyata dikendalikan oleh gen-gen yang lokusnya tersebar pada
kromosom I, II, III. Rincian letak gen-gen itu adalah :
1. Pada kromosom I : w
+
, w; v
+
, v, car
+
, car;
2. Pada kromosom II : pr
+
, pr, bw
+
, bw;
3. Pada kromosom III : se
+
; se, st
+
, st, ca
+
, ca.
Sifat mata yang lain misalnya keadaan permukaan mata (licin atau kasar)
dikendalikan oleh gen-gen yang lokus-lokusnya tersebar pada kromosom I (ec
+
,
ec), krmosom III (ru
+
, ru, ro
+
, ro).
2.3 Contoh pada D. melanogaster
Sifat warna tubuh dikendalikan oleh beberapa gen yang letak lokusnya
tersebar pada kromosom I, II, dan III.
2.4 Contoh pada manusia
Protein enzim lactose dehidrogenase dikendalikan oleh gen-gen pada
kromosom 11 dan 12.
2.5 Contoh lain multienzyme complex
Multienzyme complex adalah kelompok enzim yang mengkatali tahap-
tahap reaksi biokimia metabolisme yang berdekatan. Polipeptida penyusunnya
dikendalikan oleh gen yang letaknya tersebar, contohnya enzim untuk biosintesis
tryptophan oleh Neurospora crassa. Dalam hubungannya dengan sifat atau
fenotip yang dikendalikann gen-gen tersebar dikenal hasil reaksi biokimia dalam
urutan sedarhana (satu urutan) ataupun urutan bercabang yang hasilnya saling
berinteraksi memperlihatkan satu sifat atau kemampuan.
KONSEP LAIN GEN MENGENDALIKAN SIFAT ORGANISME KONSEP
INTERAKSI
Adanya sifat tertentu yang dikendalikan oleh lebih dari satu gen baik yang
tersebar atau tidak akan menjadikan interaksi antar gen pada tingkat fenotip yang
dapat dibedakan menjadi interaksi epistasis dan interaksi nonepistasis. Disebut
epistasis bila hasil regulasi gen-gen dengan urutan sama mengarah ke terwujudnya
satu fenotip. Sedangkan nonepistasis adalah bila hasil regulasi gen-gen dengan
urutan sama mengarah ke terwujudnya satu fenotip.
a. Pleiotropi
Pleiotropi adalah efek fenotip gen yang lebih dari satu macam. Contohnya
adalah gen vg pada D. melanogaster. Pleiotropi terjadi pada makhluk hidup
dengan luas terkait pengendalian sifat atau fenotip oleh gen.
b. Pengaruh modifier gene
Ekspresi fenotip gen dapat berubah karena pengaruh gen lain dari lokus
berbeda. Gen yang mengubah ekspresi gen lain disebut modifier gene. Gen yang
termasuk di dalamnya adalah kelompok gen yang efeknya bersifat kualitatif.
Mekanismenya sendiri sampai sekarang masih belum jelas.
TIAP SIFAT ATAU FENOTIP DEKENDALIKAN OLEH BEARAPA GEN?
Sebelum dibahas mengenai permasalahan tersebut, perlu dikaji komposisi
protein enzim dan hubungan antara reaksi biokimia dalam sel dan fenotip.
a. Komposisi Protein Enzim
Polipeptida penyusun enzim macam-macam. Ada yang hanya satu macam,
ada yang beragam. Perlu diingat bahwa polipeptida pennyusun yang beragam
tidak dikendalikan oleh satu gen dengan struktur tersier atau kuarter.
b. Hubungan antara reaksi biiokimia dalam sel sifat atau kemampuan
fenotip
Reaksi biokimia dalam sel berhubungan satu dengan yang lain yang produk
satu reaksi akan menjadi substrat bagi reaksi lain. Produk dari serangkaian
hubungan reaksi biokimia itulah sifat atau kemampuan fenotip.
c. Tiap sifat atau kemampuan fenotip makhluk hidup dikendalikan oleh
banyak gen
Berdasarkan serangakaian keterangan di atas, diketahui bahwa sifat atau
kemampuan fenotip dikendalikan oleh lebih dari satu gen pada lokus berbeda
yang tersebar maupun tidak yang saling berinteraksi satu sama lain. Selain adanya
interaksi tersebut, kondisi lingkungan eksternal dan internal juga berpengaruh.
TELAAH ULANG ATAS PLEIOTROPI
Efek fenotip gen adalah bersifat pleiotropi, hal ini adalah wajar dan bukan
kasus karena adanya cabang-cabang reaksi biokimia pada proses faali. Pada
keadaan tersebut suatu gen mengendalikan lebih dari satu sifat atau kemampuan
fenotip.
a. Antara pleiotropi da sifat atau kemampuan fenotip yang dikendalikan
banyak gen
Dengan dasar reaksi biokimia yang bercabang dalam sel pada proses faali,
pleotropi dibedakan dari sifat atau kemampuan fenotip yang dikendalikan oleh
gen hanyalah berdasar sudut pandang. Karena sesungguhnya semua terjadi karena
adanya reaksi kimia yang bercabang pada proses faali.

1. Apa beda interaksi epistasis dan nonepistasis?
Epistasis adalah bila hasil regulasi gen-gen dengan urutan sama mengarah
ke terwujudnya satu fenotip. Sedangkan nonepistasis adalah bila hasil
regulasi gen-gen dengan urutan sama mengarah ke terwujudnya satu
fenotip.
2. Apakah pleiotropi dan sifat atau kemampuan fenotip dikendalikan oleh
banyak gen?
Tidak. Hal ini hanya sudut pandang. Pleiotropi dan sifat atau kemampuan
fenotip dikarenakan adanya percabangan reaksi biokimia dalam sel.
3. Mengapa konsep dalam pengendalian satu gen hanya beralkundalam
eukariotik bukan prokariotik?
Jawaban : karena pada prokariotik terdapat operon yang dalm satu operon
terdapat satu gen yang mengendalikan banyak protein. Sehingga hal ini
tidak berlaku.