Anda di halaman 1dari 8

PRAKTIKUM TEKNOLOGI FORMULASI NON STERIL

MACAM MACAM LUBRIKAN LARUT AIR









KARTIKA YANTI ( A0 112 072)

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA
YAYASAN HAZANAH
BANDUNG
2014
LUBRIKAN
Lubrikan adalah suatu eksipien tablet yang digunakan dalam formulasi
sediaan tablet. Fungsi utama lubrikan tablet adalah untuk mengurangi gesekan
yang timbul pada antarpermukaan tablet dan dinding lubang kempa selama
pengempaan dan pengeluaran tablet dari lubang kempa.
Lubrikan digolongkan berdasarkan kelarutannya dalam air, yaitu lubrikan
yang tidak larut dalam air dan lubrikan yang larut dalam air. lubrikan yang tidak
larut dalam air pada umumnya lebih efektif dari pada lubrikan yang larut dalam
air dan digunakan pada konsentrasi yang rendah.
Pemilihan suatu lubrikan tergantung pada :
1. Cara pemberian dan jenis sediaan tablet yang akan dibuat.
2. Sifat disintegrasi dan disolusi yang dipersyaratkan.
3. Masalah lubrikasi dan aliran dan persyaratan formulasi.
4. Berbagai sifat fisik granulasi atau sistem serbuk yang akan dikempa.
5. Pertimbangan kompatibilitas zat aktif.
6. Harga.
Lubrikan bekerja dalam dua mekanisme, yaitu lubrikan jenis tapal batas
dan lubrikan jenis cairan.
Jika lubrikan jenis cairan (hidrodinamik) digunakan, dua permukaan yang
bergerak terlihat seperti dipisahkan oleh lapisan lubrikan cair kontinu terbatas.
Suatu hidrokarbon seperti minyak minelral, walaupun merupakan lubrikan yang
tidak bai, merupakan suatu contoh lubrikan jenis cairan.
Mekanisme yang kedua adalah lubrikan tapal batas, yang dihasilkan
dengan pelekatan bagian polar molekul dengan rantai karbon yang panjang pada
permukaan metal dinding lubang kempa.
Lubrikan pada umumnya ditambahkan kering pada saat semua
komponen lain telah tercampur homogen. Lubrikan juga dapt ditambahkan
sebagai larutan alkohol dan sebagai suspensi dan emulsi lubrikan. Penambahan
lubrikan dan disintegran secara bersamaan kurang tepat karena akan
menyebabkan disintegran tersalut dengan lubrikan sehingga menyebabkan
penurunan dalam porosistas disintegran dan efektivitas disintegran berkurang.
Oleh karena itu disintegran ditambahkan terlebih dahulu, pencampuran talk,
glidan dan lubrikan magnesium stearat secara serempak dapat merusak lubrisitas
suatu granulasi.
Jenis jenis Lubrikan Larut Air
1. Asam Borat

H
3
BO
3
61.83
- Pemerian : Hablur, serbuk hablur putih atau sisik mengkilat tidak
berwarna
- Kegunaan : Antimikroba, pengawet, buffering agent
- Kelarutan : Larut dalam etanol, eter, gliserin, air dan minyak volatil.
Kelarutan dalam air meningkat dengan penambahan
asam klorida, asam sitrat atau asam tartat
- pH : 3.5 4.1
- Densitas : 1.435 g/cm
3

- Titik leleh : 170.9
0
C
- Stabilitas : asam borat bersifat higroskopis karena itu harus disimpan
dalam wadah tertutup baik kedap udara dan diberi label
Tidak untuk pemakaian oral
- Inkompatibilitas : dengan air, basa kuat dan alkali logam . membentuk
kompleks dengan gliserin yang merupakan asam yang
lebih kuat dari asam borat
- % kadar sebagai lubrikan : 1%

(Paul J Sheskey, Handbook Of Pharmaceutical Exipients 6th ed 2009, hal 68)

2. Natrium Benzoat

C
7
H
5
NaO
2
144.11
- Pemerian : Butiran atau serbuk hablur, higroskopis, tidak berbau
atau sedikit berbau benzoin, rasa manis atau asin yang
kurang menyenangkan
- Kegunaan : Antimikroba, lubrikan pada kapsul dan tablet
- Kelarutan : Larut dalam 75 bagian etano (95%), mudah larut dalam
air
- pH : 8.0 (larurtan jenuh pada 25
0
)
- Densitas : 1.497 1.527 g/cm
3
pada suhu 24
0
C
- Titik leleh : 410
0
C
- Stabilitas : Larutan encer dapat disterilkan dengan autoklaf atau
filtrasi. Bahan harus disimpan dalam wadah tertutup baik
ditempat yang sejuk dan kering.
- Inkompatibilitas : senyawa kuarterner, gelatin, garam besi, garam kalsium
dan garam logam berat termasuk perak, timah da n
merkuri. Aktivitas sebagai pengawet dapat dikurangi
dengan interksi dengan kaolin atau surfaktan non ionik.
- % kadar sebagai lubrikan : 1 - 5%
(Paul J Sheskey, Handbook Of Pharmaceutical Exipients 6th ed 2009,
hal 627)

3. Natrium Klorida
NaCl 58.44
- Pemerian : Serbuk kristal putih atau tidak berwarna, rasa asin.
Natrium klorida padat tidak mengandung air
- Kegunaan : diluent pada tablet dan kapsul, agen tonisitas
- Kelarutan : sangat mudah larut dalam etanol, mudah larut dalam air,
larut dalam gliserin
- pH : 6.7 7.3
- Densitas 0.93 g/cm
3

- Titik leleh : 804
0
C
- Stabilitas : larutan NaCl stabil tetapi dapat menyebabkan
pemisahan antara partikel kaca dari jenis wadah kaca.
Larutan NaCl dapat disterilkan dengan autoklaf tau
filtrasi. Bentuk padat stabil dan harus disimpan dalam
wadah tertutup baik, ditempat yang dingin dan kering.
- Inkompatibilitas : bersifat koroif pada besi, membentuk endapan dengan
garam perak, timbal dan merkuri. Kelarutan metil
paraben menurun dalam larutan natrium klorida encer
dan viskositas gel karbomer dan larutan hidroksietil
selulosa atau hidroksipropil selulosa berkurang dengan
penambahan natrium klorida
- % kadar sebagai lubrikan : 5 %
(Paul J Sheskey, Handbook Of Pharmaceutical Exipients 6th ed 2009,
hal 637)

4. Polyetilen glykol

- Pemerian : USP32-NF27 menjelaskan polietilen glikol sebaga
sebuah campuran polimer etilena oksida dan air.
polyethylene glycol 200 - 600 adalah cairan; nilai 1.000
dan di atas berbentuk padatan pada suhu kamar. Kelas
PEG Cair (PEG 200-600) terjadi secara lansung, tidak
berwarna atau sedikit berwarna kuning, cairan kental.
Sedikit berbau dan pahit, rasa sedikit terbakar. PEG 600
dapat berubah menjadi padat pada suhu kamar.
- Kegunaan : basis salep, basis suppositoria, plasticizer, lubrikan pada
tablet dan kapsul
- Kelarutan : semua jenis PEG larut dalam air dan dapat larut dalam
semua proporsi denga PEG lainnya. PEG yang berbentuk
cair dapat larut dalam aseton, benzen, alkohol,gliserin
dan glikol. PEG padat larut dalam aseton , diklorometana,
etanol (95%) dan metanol. Agak sukar larut dalam
hidrokarbon alifatik dan eter, larut dalam minyak lemak
dan minyak mineral.
- Densitas : 1.11 1.14 g/ cm
3
pada suhu 25
0
C untuk PEG cair
1.15 1.21 g/ cm
3
pada suhu 25
0
C untuk PEG padat

- Titik leleh : 55 63
0
C untuk PEG 6000
60 63
0
C untuk PEG 6000
- Stabilitas : stabil di udara dan dalam larutan. Meskipun dengan bobot
molekul kurang dar 2000 merupakan zat yang higroskopis.
Tidak ditumbuhi mikroba dan tidak tengik. Dapat disterilisasi
dengan autoklaf, filtrasi atau radiasi gamma.
- % kadar sebagai lubrikan : 1-5%

(Paul J Sheskey, Handbook Of Pharmaceutical Exipients 6th ed 2009, hal 517)

5. Natrium Asetat

C
2
H
3
NaO
3
82.0343
- Pemerian : tidak berwarna, kristal transparan atau serbuk hablur,
bau asam asetat
- Kegunaan : Antimikroba, pengawet, buffering agent, perasa, agen
stabilitas
- Kelarutan : sangat mudah larut dalam air, larut dalam etanol (95%)
- pH : 7.5 9.0
- Densitas : 1.53 g/cm
3

- Titik leleh : 324
0
C
- Stabilitas simpan dalam wadah tertutup kedap udara
- Inkompatibilitas : berekasi dengan komponen asam dan basa. Bereaksi
dengan fluorin, kalium nitrat dan diketene.
- % kadar sebagai lubrikan : 5 %

(Paul J Sheskey, Handbook Of Pharmaceutical Exipients 6th ed 2009, hal 620)
6. Natrium Lauril Sulfat
C
12
H
25
NaO
4
S 288.38
- Pemerian : kristal atau serbuk terasa halus putih atau krem pucat
berwarna kuning, bersabun rasa pahit bau samar dari
lemak.
- Kegunaan : surfaktan anionik, detergen, emulgator, penetran kulit,
lubrikan pada tablet dan kapsul, agen pembasah
- Kelarutan : sangat mudah larut dalam air, praktis tidak larut dalam
kloroform dan eter
- pH : 7.5 9.0
- Densitas : 1.53 g/cm
3

- Titik leleh : 204 - 207
0
C
- Stabilitas : stabil dalam kondisi penyimpanan normal. Namun, dalam
larutan, di bawah kondisi ekstrim, yaitu pH 2,5 atau
bawah itu mengalami hidrolisis untuk lauril alkohol dan
sodium bisulfat. disimpan dalam wadah tertutup baik jauh
dari oksidator kuat di tempat yang sejuk dan kering.
- Inkompatibilitas : surfaktan kationik, garam polivalen ion logam, seperti
aluminium timah, timah atau seng, dan presipitat dengan
garam kalium. Solusi natrium lauril sulfat (pH 9,5-10,0)
agak korosif terhadap baja ringan, tembaga, kuningan,
perunggu, dan aluminium.
- % kadar sebagai lubrikan : 1 - 5 %

(Paul J Sheskey, Handbook Of Pharmaceutical Exipients 6th ed 2009, hal 651)

7. Gliseril Triasetat

C
9
H
14
O
6
218.21
- Pemerian : tidak berwarna, cairan kental sedikit berbau lemak
- Kegunaan : humektan, plasticizer, pelarut
- Kelarutan : mudah larut dalam air, larut dalam karbon disulfida,
kloroform, etanol, eter dan toluen
- pH : 7.4
- Densitas : 1.16 g/cm
3
pada suhu 25
0
C
- Titik leleh : 3
0
C
- Stabilitas : simpan dalam wadah tertutup baik non logam ditempat
sejuk dan kering
- Inkompatibilitas : logam dan berekasi dengan zat pengoksidasi

(Paul J Sheskey, Handbook Of Pharmaceutical Exipients 6th ed 2009, hal 748)




DAFTAR PUSTAKA
Rowe, Raymod C., Paul J Sheskey, Marian E Quinn.2009. Handbook Of
Pharmaceutical Exipients 6th ed. London: The Pharmaceutical Press
Siregar, Chrales J.P., Saleh Wikarsa.2008.Teknologi Farmasi Sediaan
Tablet Dasar-dasar Praktis. Jakarta: EGC