Anda di halaman 1dari 3

KOMPRESOR UTAMA

Fungsi kompresor pada sistem PLTG yaitu berguna untuk memasok udara bertekanan ke dalam Ruang
Bakar yang sesuai dengan kebutuhan. Keberhasilan operasi sebuah turbin gas tergantung dari aliran
fluida dan transformasi energi yang dihasilkan. Kapasitas kompresor harus cukup besar karena pasokan
udara lebih (excess air) untuk Turbin Gas dapat mencapai 350%. Disamping untuk mendapatkan
pembakaran yang sempurna, udara lebih ini digunakan untuk pendingin dan menurunkan suhu gas hasil
pembakaran. Di PLTGU grati jenis kompresor yang digunakan yaitu kompresor aksial.

# meningkatkan performa
Washing Compressor atau biasa disebut cleaning compressor merupakan salah satu usaha untuk
mempertahankan kinerja kompresor. Perlu diketahui bahwasanya lebih dari 60 % beban sistem
PLTG berada pada kompresor, sehingga untuk meningkatkan performa sistem PLTG usaha
terbaik yaitu melakukan peningkatan kinerja kompresor tersebut
Metode untuk cleaning compressor ini yang saya ketahui terdapat ada 2 metode yaitu secara
offline dan online
Metode Offline merupakan metode cleaning compressor yang dilakukan pada saat unit tidak
berbeban. Pada metode ini kompresor di running pada putaran rendah dan pressure rendah ( ya
pasti dong ) klo di PLTGU grati hanya sampai putaran pembakaran ( ignition speed ) ya kira2 600
rpm, dengan bantuan bahan kimia ( detergen ) kemudian dipompa dengan dilakukan proses
sprayer
Adapun metode kedua yaitu Metode Online. Metode Online ini dilakukan pada saat unit Gas
Turbine sedang berbeban. Ada beberapa syarat-nya sih sebagaimana anjuran dari MHI. Klo
Online Washing dilakukan tanpa detergen ( bahan kimia ) hanya dengan air demin ( air make up
). Online Washing ini rencananya akan dilakukan rutin mingguan
Tujuan awal pemasangan peralatan ini yaitu sebenarnya untuk menaikkan ( meningkatkan )
efisiensi unit PLTG dimana salah satunya yaitu dengan meningkatkan efisiensi pengoperasian
kompressor ( efisiensi kompresor bisa naik 5 %, itu sangat berharga untuk peningkatan efisiensi
unit dan kemampuan unit ).

Air Intake
Berfungsi mensuplai udara bersih ke dalam kompresor.
Blow off Valve
Berfungsi mengurangi besarnya aliran udara yang masuk ke dalam kompressor utama atau
membuang sebagian udara dari tingkat tertentu untuk menghindari terjadinya stall (tekanan
udara yang besar dan tiba-tiba terhadap sudu kompresor yang menyebabkan patahnya sudu
kompresor)
VIGV ( Variable Inlet Guide Fan )
Berfungsi untuk mengatur jumlah volume udara yang akan di kompresikan sesuai kebutuhan.
Ignitor
Berfungsi penyalaan awal atau start up. Campuran bahan bakar dengan udara dapat menyala
oleh percikan bunga api dari ignitor yang terpasang di dekat fuel nozzle burner dan campuran
bahan bakar menggunakan bahan bakar propane atau LPG.
Lube oil system
Berfungsi memberikan pelumasan dan juga sebagai pendingin bearing-bearing seperti bearing
turbin, kompressor, generator. Memberikan minyak pelumas ke jacking oil system. Memberikan
supply minyak pelumas ke power oil system.
Sistem pelumas di dinginkan oleh air pendingin siklus tertutup.
Hydraulic rotor barring
Rotor bearing system terdiri dari : DC pump, Manual pump, Constant pressure valve, pilot valve,
hydraulic piston rotor barring. Rotor barring beroperasi pada saat unit stand by dan unit
shutdown ( selesai operasi ). Rotor barring on < 1 rpm. Akibat yang timbul apabila rotor barring
bermasalah ialah rotor bengkok dan saat start up akan timbul vibrasi yang tinggi dan dapat
menyebabkan gas turbin trip.
Exhaust fan oil vapour
Berfungsi utama membuang gas-gas yang tidak terpakai yang terbawa oleh minyak pelumas
setelah melumasi bearing-bearing turbin, compressor dan generator.
Fungsi lain adalah membuat vaccum di lube oil tank yang tujuannya agar proses minyak kembali
lebih cepat dan untuk menjaga kerapatan minyak pelumas di bearing-bearing ( seal oil )
sehingga tidak terjadi kebocoran minyak pelumas di sisi bearing.
Power oil system
Berfungsi mensupply minyak pelumas ke :
1. Hydraulic piston untuk menggerakkan VIGV
2. Control-control valve ( CV untuk bahan bakar dan CV untuk air )
3. Protection dan safety system ( trip valve staging valve )
Terdiri dari 2 buah pompa yang digerakkan oleh 2 motor AC.
Jacking oil system
Berfungsi mensupply minyak ke journal bearing saat unit shut down atau stand by dengan
tekanan yang tinggi dan membentuk lapisan film di bearing. Terdiri dari 6 cylinder piston-piston
yang mensupply ke line-line :
1. 2 line mensupply minyak pelumas ke journal bearing.
2. 2 line mensupply minyak pelumas ke compressor journal bearing.
3. 1 line mensupply minyak pelumas ke drive end generator journal bearing.
4. 1 line mensupply minyak pelumas ke non drive end generator journal bearing.