Anda di halaman 1dari 19

Pembimbing:

Dr. Sri Primawati Indraswari, Sp.KK, MM


Oleh:
Winda Setyowulan
030.09.269
Disusun oleh :
Anrico muhammad
Indrastiti P

Pembimbing :
dr. Sri Primawati Indraswari, Sp. KK



Peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai respon
terhadap pengaruh eksogen atau endogen
Menimbulkan keluhan gatal dan efloresensi polimorfik
DEFINISI
Eksim
SINONIM
Eksogen: bahan kimia (detergen, asam, basa), fisik
(sinar, suhu), mikroorganisme (bakteri,jamur)
Endogen: atopi
ETIOLOGI
Belum ada kesepakatan internasional mengenai tatanama dan klasifikasi dermatitis, karena
penyebabnya multifaktor dan seseorang dapat menderita lebih dari satu jenis dermatitis
Etiologi:
Dermatitis kontak, dermatitis
medika-mentosa
Bentuk:
Dermatitis numularis
Lokalisasi:
Dermatitis tangan, dermatitis
intertriginosa
Stadium:
Dermatitis akut, dermatitis kronis
Dermatitis
Kontak:
- Iritan
- Alergi
Dermatitis
Atopik
Dermatitis
Numularis
Dermatitis
Stasis
Neuro-
dermatitis
Dermatitis yang disebabkan oleh
bahan yang menempel pada kulit
DEFINISI
90% merupakan penyakit kulit yang
berhubungan dengan pekerjaan
PREVALENSI
Dermatitis Kontak Iritan (DKI)
Dermatitis Kontak Alergi (DKA)
JENIS
DERMATITIS KONTAK
NO PEMBEDA DKI DKA
1. Etiologi Bahan iritan Alergen
2. Onset Kontak pertama, tidak ada
fase sensitisasi
Kontak berulang, ada fase
sensitisasi
3. Penderita Semua orang Orang yang hipersensitif
4. Reaksi Inflamasi lokal non
imunologik
Inflamasi imunologik
imunitas seluler (tipe 4)
5. Keluhan Umum Panas / nyeri (burning
sensation), gatal
Gatal dominan
6. Patch Test Eritema berbatas tegas, bila
patch diangkat reaksi
berkurang
Eritema berbatas tegas,
bila patch diangkat reaksi
menetap/bertambah
7. Lokasi Hanya di daerah terpapar Di daerah terpapar atau
tidak terpapar
APA BEDANYA?
DEFINISI

Reaksi peradangan kulit non
imunologik yang disebabkan
oleh zat iritan, terjadi langsung
tanpa didahului proses
sensitisasi
ETIOLOGI

Sabun, detergen, dan hand
sanitizer
Minyak pelumas
Asam dan alkali
Solvent atau bahan pelarut
dalam industri
Serbuk kayu
DERMATITIS KONTAK IRITAN
PATOGENESIS
Kerusakan membran
lemak keratinosit oleh
bahan iritan
Pelepasan asam
arakhidonat
Berubah jadi PG
dan LT
Vasodilatasi
Eritema & Panas
Permeabilitas
vaskular
Edema
Pelepasan TNF
Sitokin
Nyeri
GEJALA KLINIS
AKUT
- Lesi terbatas pada tempat kontak kulit
- Terasa perih, panas, rasa terbakar
- Kelainan berupa Lesi eritematosa, berbatas tegas,
asimetris, edema, bula atau nekrosis
AKUT LAMBAT
- Muncul 8-24 jam atau lebih setelah kontak
- Awal berupa eritema esok hari menjadi vesikel atau
nekrosis

KRONIS
- Kulit yang kering, disertai lesi yang eritem dan terdapat
skuama
- Hiperkeratosis, likenifikasi, dengan batas kelainan tidak
tegas
TERAPI
PREVENTIF:
Hindari kontak dengan bahan iritan
Pemakaian alat pelindung diri (sarung tangan)
Penggunaan barrier cream (dimethicone, ceramide)
Bila terjadi kontak, segera basuh dengan air mengalir

TERAPI:
AKUT
Kompres basah (air matang) selama 5-15 menit, 2x1
Krim kortikosteroid topikal (hidrokortison 2%) 2x1

KRONIK
Krim kortikosteroid topikal (betametason 0,05%) 2x1
Pengunaan pelembab (emolien) minimal 1x sehari
DERMATITIS KONTAK ALERGI
DEFINISI
Reaksi radang pada kulit yang
didahului dengan proses sensitisasi
terhadap suatu alergen
ETIOLOGI
Logam
Karet
Tanaman
Kosmetik
Obat
Makanan
Cuaca
FAKTOR YG BERPENGARUH
Sensitisasi alergen
Dosis per unit area
Luas daerah yang terkena
Lama pajanan, oklusi, suhu,
kelembapan lingkungan, vehikulum dan
pH.
PATOGENESIS
1. Fase Sensitisasi
(2-3 minggu)
Hapten
ditangkap sel
Langerhans
Pelepasan
sitokin (IL-1)
Sel Langerhans
teraktivasi
Sitokin
proinflamasi
(TNF)
Migrasi sel
Langerhans ke
limfonodus
Presentasi
antigen ke T
helper
Proliferasi sel T
(activated T-
cell)
Sel T beredar
di pembuluh
darah
PATOGENESIS
2. Fase Elisitasi
(24-48 jam)
Pajanan ulang
hapten
Presentasi
antigen ke
activated T-cell
Sekresi IFN-
Aktivasi
keratinosit
Produksi sitokin
dan eikosanoid
Aktivasi sel mast
dan makrofag
Pelepasan
histamin
Dilatasi vaskular
dan
permeabilitas
Gejala: eritema,
edema, gatal,
vesikel
Tangan:
tanaman,
antiseptik
Lengan: jam
tangan,
deodoran
Wajah: kosmetik,
cat rambut
Telinga: anting,
gagang telepon
Leher: kalung,
parfum
Badan: tekstil,
kancing
Genitalia:
Pembalut, obat
Ekstremitas
bawah: alas kaki,
pembersih lantai
LOKASI
AKUT
Eritem berbatas tegas, terdapat edema,
diatasnya terdapat vesikel dan papul.
Terdapat bula, erosi, dan krusta (lesi akut yang
parah)
KRONIK
Plak likenifikasi dengan skuama, eksoriasi,
eritema dan pigmentasi dengan batas tidak jelas
GEJALA KLINIS
UJI TEMPEL
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1.Dermatitis harus sudah tenang (sembuh).
2.Tes dilakukan sekurang-kurangnya 1 minggu setelah pemakaian
kortikosteroid sistemik dihentikan; sedangkan antihistamin sistemik
tidak mempengaruhi hasil tes.
3.Uji tempel dibuka setelah 2 hari, kemudian dibaca; pembacaan kedua
dilakukan pada hari ke-3 sampai ke-7 setelah aplikasi.
4.Penderita dilarang melakukan aktivitas yang menyebabkan uji tempel
menjadi longgar, mandi dalam 48 jam.
5.Uji tempel dengan bahan standar jangan dilakukan terhadap penderita
dengan riwayat urtikaria dadakan.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pembacaan pertama dilakukan 15-30 menit setelah dilepas.
1 = reaksi lemah: eritema, infiltrat, papul (+)
2 = reaksi kuat: edema / vesikel (++)
3 = reaksi sangat kuat (ekstrim): bula / ulkus (+++)
4 = meragukan: hanya makula eritematosa (?)
5 = iritasi: seperti terbakar, pustul, atau purpura
6 = reaksi negatif (-)
7 = Excited skin
8 = Tidak dites
TERAPI
Hindari kontak dengan bahan alergen
Kelainan kulit di ompres dengan larutan
garam faal atau larutan air salisil 1:1000
Krim kortikosteroid topikal (triamnicolone
0,1%)
Kortikosteroid topikal dalam jangka pendek
contoh; prednison 30 mg/hari
Antihistamin sistemik (CTM) 1x1
THANK YOU