Anda di halaman 1dari 34

Fahima Albaar

2008730009


Pembimbing :
dr. Rety Sugiarti, Sp.M
Trauma
Okuli
Trauma Mekanik
Trauma Tumpul
Trauma Tajam/trauma tembus
Trauma Kimia
Trauma karena agen Fisis
Radiasi
Ultraviolet



terdapatnya darah dalam
BMD dapat terjadi karena
trauma tumpul yang
merobek pembuluh darah
iris atau corpus siliar.

Penurunan
visus
Nyeri
Epifora
Blefarospasme
PENATALAKSANAAN
Istirahat
dengan posisi tidur 30
0

Antikoagulan
Bedah: parasentesis
(mengeluarkan darah/nanah)
EDEMA KONJUNGTIVA

Jaringan konjungtiva dapat menjadi kemotik
Kemotik konjungtiva yang berat dapat mengakibatkan
palpebra tidak menutup sehingga bertambah rangsangan
terhadap konjungtiva sehingga konjungtiva edema








Dapat diberikan dekongestan

Pecahnya pembuluh darah pada atau dibawah
konjungtiva (arteri konjungtiva/episklera)
Etiologi:
- batuk rejan
- pembuluh darah rapuh (pada orang tua)
- hipertensi
- arteriosklerosis
Penanganan:
- kompres hangat
Prognosis:
Perdarahan hilang sekitar 1-2 minggu tanpa obat


Trauma tumpul dapat mengenai membran descemet yang
mengakibatkan edema kornea.
Edema kornea ynag berat akan dapat mengakibatkan masuknya
serbukan sel radang dan neovaskularisasi kedalam jaringan
stroma kornea.


Edema Kornea
Gejala
penglihatan kabur
terlihat pelangi disekitar
sumber cahaya yang dilihat.
Kornea keruh
Uji plasido positif.
Terapi
Nacl 5% , glukosa 40% dan
larutan albumin
asetazolamida.
Erosi Kornea
keadaan terkelupasnya epitel
kornea
Tes Fluoresein positif
Pasien merasa sakit sekali
mata berair ,
blefarospasme ,
fotofobia
Pada kornea akan terlihat suatu defek epitel kornea yang
bila diberi pewarnaan fluoresein berwarna hijau.

antibiotika (mencegah infeksi): kloramfenikol
sikloplegik aksi pendek seperti tropikamida.
Epitel yang terkelupas dilepaskan
Bebat tekan selama 24 jam agar tertutup






pembedahan reposisi pangkal iris yang terlepas
PENATALAKSANAAN


TRAUMA TUMPUL PADA UVEA
Iridodialisis

Adanya robekan pada pangkal iris
seingga bentuk pupil berubah.

Pasien akan melihat ganda dengan satu
matanya , pupil terlihat lonjong

Iridoplegia
Kelumpuhan otot
sfingter pupil sehingga
pupil menjadi lebar
atau midriasis
Gejala Klinis
pasien sukar melihat
dekat karena gangguan
akomodasi
fotofhobia
Pupil :ireguler
RC : lambat / -
PENATALAKSANAAN
Bedrest mencegah
terjadinya kelelahan
sfingter
roborantia
Prolaps Iris
Iridosiklitis post traumatik
Prolaps iris dapat terjadi saat
perforasi kornea akibat beberapa
sebab, yaitu setelah trauma,
setelah operasi, akibat perforasi
ulkus kornea atau corneal melt.

Pasien mengeluh nyeri pada bola
mata
Mata merah akibat terdapatnya
darah di dalam BMD
Pupil mebgecil dgn visus menurun
TERAPI
sikloplegik
kortikosteroid tetes mata
TERAPI
PEMBEDAHAN
Trauma Tumpul Pada Lensa
Dislokasi Lensa Subluksasi Lensa
Bila zonula zinii disekitar
ekuator putus maka
kedudukan lensa
terganggu
Bila sebagian zonula zinii
disekitar ekuator putus
Sindrom Marphan
Gambaran pada iris berupa
Iridodonesis
lensa yang elastis akan
menjadi cembung
mata akan menjadi lebih
miopi
Resiko: Glaukoma Sekunder
Therapi: Reposisi Lensa



Luksasi lensa anterior
Bila seluruh zonula zinii disekitar ekuator putus
Luksasi lensa posterior
LUKSASI LENSA
S : Penglihatan menurun mendadak,
muntah, Sangat sakit, Mata merah,
blefarospasme
O : terdapat injeksi siliar yang berat,
edema kornea , lensa didalam BMD , iris
terdorong kebelakang dg pupil yang
lebar , TIO tinggi
PENATALAKSANAAN
Lensa dikeluarkan dan sebelumnya beri
asetazolamida
S : adanya Skotoma
O : gejala afakia, melihat normal dg
lensa +12 dioptri, COA dalam, iris
tremulans

Pada trauma tumpul akan terlihat katarak
subkapsular anterior maupun posterior
Kontusio katarak ( berbentuk bintang) disebut
cincin vossius
PENATALAKSANAAN
Ekstraksi Lensa setelah peradangan mereda.
Diberikan antibiotik sistemik dan Topikal kortikosteroid untuk
memperkecil terjadinya infeksi


Lepasnya retina dari koroid
Gejala klinis:





TRAUMA TUMPUL RETINA DAN KOROID
Tidak Nyeri
Pasien biasanya melihat objek-objek yang
melayang-layang (floaters) pada lapang
pandang atau banyaknya kilatan cahaya atau
cahaya terang yang muncul sekejap (fotopsia)
penglihatan menjadi kabur
Pada pemeriksaan funduskopi: tampak retina
yang berwarna abu abu dengan pembuluh
darah yang terlihat terangkat dan berkelok
kelok .

PENATALAKSANAAN
PEMBEDAHAN
Edema Retina

tidak terdapat cherry red spot ,
penglihatan akan sangat menurun
Ruptur koroid
Terjadi perdarahan subretina
TRAUMA TEMBUS
Akibat terangkatnya sebagian
atau seluruhnya lapisan epitel
kornea.
Keadaan ini menyebabkan
rase nyeri , lakrimasi dan
blefarospasme
Abrasi kornea
Terapi:
Antibiotika tetes
/salep mata
Mata di balut

Dimana sebagian atau
seluruh lapisan kornea
dan sklera mengalami
kerusakan
Laserasi Korneosklera
Tanda tanda perforasi / laserasi :
Penurunan visus
Bilik mata depan dangkal
Perubahan bentuk , ukuran dan
letak pupil
Prolaps isi bola mata
Hipotoni
Edema / kemosis konjungtiva
Terapi :
Antibiotika tetes mata
Antibiotika sistemik
TRAUMA KIMIA
1.Asam
Kerusakan lebih superfisial

Bahan asam yang dapat merusak terutama:
organik, ( asetat , formiat )
anorganik

Penanganan
Lakukan irigasi jaringan secepatnya dan selama
mungkin









Menyebabkan kerusakan jaringan yang dalam
kebutaan
-Epitel kornea hilang total
-Gambaran iris tdk jelas
Klasifikasi Thoft:
Derajat 1 : hiperemi konjungtiva dan keratitis
pungtata
Derajat 2 : hiperemi konjungtiva dan hilangnya epitel
kornea
Derajat 3 : hiperemi + nekrosis konjungtiva dan
lepasnya epitel kornea
Derajat 4 : konjungtiva nekrosis 50%
Irigasi dengan larutan fisiologis selama mungkin
(minimal 60 menit)









Berikan sikloplegik
Antibiotik
EDTA untuk mengikat basa












TRAUMA RADIASI
ELEKTROMAGNETIK
- terjadi saat menatap gerhana matahari atau
bekerja di pemanggangan logam/kaca
- mengakibatkan keratitis superfisial , katarak
kortikal antero posterior dan koagulasi pada
koroid

Tidak ada pengobatan terhadap akibat buruk yang sudah
terjadi kecuali mencegah terkenanya mata oleh sinar
infra merah ini.
Pengobatannya diberikan steroid sistemik dan lokal
untuk mencegah terbentuknya jaringan parut pada makula
atau untuk mengurangi gejala radang yang timbul.
Sinar UV merupakan sinar
gelombang pendek yang tidak
terlihat dengan panjang
gelombang 295 350 nm


Sinar Ultra violet
Akan memberikan keluhan setelah 4 jam terpapar
nyeri, mata seperti kelilipan atau kemasukan pasir ,
fotofobia ,blefarospasme dan konjungtiva kemotik.
Menurunnya penglihatan
Kornea terdapat infiltrat pada permukaannya
Pupil miosis
PENATALAKSANAAN
sikloplegik
antibiotika lokal
analgetik
mata ditutup selama 2 3 hari , biasanya
sembuh selama 48 jam.

Dapat mengakibatkan :
1. katarak
( pemecahan dini sel epitel secara tidak normal )
2. rusaknya retina.

Sinar X dan sinar terionisasi
PENATALAKSANAAN
Antibiotika topikal dengan steroid
Sikloplegik