Anda di halaman 1dari 2

ALAT DAN BAHAN

a. Alat
1. Buret 50 ml : 1 buah
2. Klem : 1 buah
3. Statif : 1 buah
4. Botol semprot 500 ml : 1 buah
5. Beaker glas 250 ml :1 buah
6. Beaker glas 50 ml : 1 buah
7. Erlenmeyer 250 ml : 1 buah
8. Erlenmeyer 100 ml : 1 buah
9. Pipet volum 25 ml : 1 buah
10. Pipet volum 5 ml : 1 buah
11. Pipet ukur 10 ml : 1 buah
12. Neraca analitik : 1 buah
13. Batang pengaduk : 1 buah
14. Spatel : 1 buah
15. Pipet tetes : 1 buah

b. Bahan
1. Minyak goreng baru
2. Minyak goreng tengik
3. VCO
4. Margarin
5. Aquades
6. Asam asetat
7. Kloroform
8. Na
2
S
2
O
3
0,1 N
9. Larutan amilum 1 %
10. Kalium iodida
11. Kalium iodat (KIO
3
)
12. Natrium karbonat
13. H
2
SO
4
2 N
14. Asam salisilat
15. Aluminium foil
Bisa ditambahkan lagi sesuai dengan praktikum
CARA KERJA
a. Pembuatan larutan KIO
3
0,1 N
1. Ditimbang 1,782 g bubuk KIO
3
dengan gelas arloji
2. Dilarutkan dengan aquades hingga 500 ml
3. Disimpan pada botol

b. Pembuatan larutan H
2
SO
4
2N
1. Dipipet 5,6 ml asam sulfat pekat (36 N)
2. Diencerkan dengan aquades hingga 100 ml
3. Disimpan pada botol

c. Pembuatan larutan indikator amilum 1 %
1. Ditimbang 1 g amilum dan dilarutkan dengan aquades hingga 100 ml
2. Dididihkan larutan tersebut selama 2 menit hingga larutan jernih
3. Disimpan pada botol.

d. Pembuatan larutan Na
2
S
2
O
3
0,1 N
1. Ditimbang 25 g Na
2
S
2
O
3
. 5H
2
O dan dilarutkan dengan aquades hingga 1 liter
2. Diawetkan dengan menambahkan 0,3 g Na
2
CO
3.

3. Disimpan dalam botol

e. Pembuatan larutan KI jenuh
Dilarutkan bubuk KI dalam 100 ml aquades pada beaker glas sampai larutan yang
terbentuk jenuh / tidak dapat larut

f. Pembuatan larutan Asam asetat- kloroform
Dipipet 300 ml asam asetat dan dicampurkan dengan 200 ml kloroform

g. Standarisasi larutan Na
2
S
2
O
3
0,1 N
1. Dipipet 25 ml KIO
3
0,1 N dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 100 ml
2. Ditambahkan 2 g KI dan buatlah duplo
3. Sebelum dititrasi ditambahkan 5 ml H
2
SO
4
2 N
4. Dititrasi larutan tersebut dengan Na
2
S
2
O
3
yang akan distandarisasi sampai warna
berubah dari merah bata menjadi kuning pucat. (saat warna kuning mau
menghilang, titrasi dihentikan dan ditambahkan dengan 3 tetes indikator amilum
sehingga timbul warna biru ungu)
5. Dititrasi kembali dengan Na
2
S
2
O
3
hingga warna biru hilang
6. Dihitung normalitas Na
2
S
2
O
3


h. Penentuan bilangan peroksida
1. Ditimbang 2,5 g sampel dan dimasukkan dalam erlemeyer 250 ml dan ditambahkan
15 ml larutan asam asetat- kloroform (3:2). Digoyangkan larutan sampai bahan
terlarut semua. Ditambahkan 0,25 ml larutan KI jenuh
2. Didiamkan selama 1 menit dengan kadangkala digoyangkan kemudian ditambahkan
15 ml aquades
3. Dititrasi dengan 0,1 N Na
2
S
2
O
3
sampai warna kuning hampir hilang. Ditambahkan 3
tetes larutan amilum 1 %. Dilarutkan titrasi sampai warna biru mulai hilang
4. Bilangan peroksida ditentukan berdasarkan jumlah iodin yang dibebaskan setelah
lemak atau minyak ditambahkan KI
5. Lakukan prosedur yang sama untuk penetapan blanko
(masing-masing titrasi dilakukan secara duplo)