Anda di halaman 1dari 20

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqw

ertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert
yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui
opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa
sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdf
ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghj
klzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklz
xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv
bnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbn
mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwe
rtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty
uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuio
pasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas
dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg
hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjk



KIMIA

KIMIA UNSUR

MIRA WADU
XII IPA 5



Unsur- unsur Kimia
A. Gas Mulia
- Nama Unsur :
a. Helium
b. Neon
c. Argon
d. Krypton
e. Xenon
f. Radon

- Konfigurasi elektron
He = 1s
2

Ne = 1s
2
2s
2
2p
6

Ar = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6

Kr = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
10
4p
6

Xe = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
10
4p
6
5s
2
4d
10
5p
6

Rn = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
10
4p
6
5s
2
4d
10
5p
6
6s
2
4f
14
5d
10
6p
6

- Gas-gas ini pun sangat sedikit kandungannya di bumi. dalam udara kering maka akan ditemukan
kandungan gas mulia sebagai berikut :
Helium ( He ) = 0,00052 %
Neon ( Ne )= 0,00182 %
Argon ( Ar ) = 0,934 %
Kripton ( Kr )= 0,00011 %
Xenon ( Xe )= 0,000008
Radon ( Rn ) = Radioaktif*
* Radon = amat sedikit jumlahnya di atmosfer atau udara. Dan sekalipun ditemukan akan cepat
berubah menjadi unsur lain, karena radon bersifat radio aktif. Dan karena jumlahnya yang sangat
sedikit pula radon disebut juga sebagi gas jarang.







- Sifat dan periodik Gas Mulia
Gas mulia memiliki beberapa sifat baik secara fisis maupun kimia, sebelum membahas hal
tersebut mari kita lihat data-data dari gas mulia.
Berikut merupakan beberapa ciri fisis dari gas mulia.


Helium Neon Argon Kripton Xenon Radon
Nomor atom 2 10 18 32 54 86
Elektron valensi 2 8 8 8 8 8
Jari-jari atom() 0,50 0,65 0,95 1,10 1,30 1,45
Massa atom (gram/mol) 4,0026 20,1797 39,348 83,8 131,29 222
Massa jenis (kg/m
3
) 0.1785 0,9 1,784 3,75 5,9 9,73
Titik didih (
0
C) -268,8 -245,8 -185,7 -153 -108 -62
Titikleleh (
0
C) -272,2 -248,4 189,1 -157 -112 -71
Bilangan oksidasi 0 0 0 0;2 0;2;4;6 0;4
Keelekronegatifan - - - 3,1 2,4 2,1
Entalpi peleburan (kJ/mol) * 0,332 1,19 1,64 2,30 2,89
Entalpi penguapan (kJ/mol) 0,0845 1,73 6,45 9,03 12,64 16,4
Afinitas elektron (kJ/mol) 21 29 35 39 41 41
Energi ionisasi (kJ/mol) 2640 2080 1520 1350 1170 1040
Gas Mulia adalah gas yang sudah memiliki 8 elektron valensi dan memiliki kestabilan yang tinggi.
Tetapi gas mulia pun masih dapat berreaksi dengan atom lain.
Karena sebenarnya tidak semua sub kuit pada gas mulia terisi penuh.
- Reaksi pada Gas Mulia
Berikut adalah beberapa contoh Reaksi dan cara pereaksian pada gas mulia
Gas Mulia Reaksi
Nama senyawa
yang terbentuk
Cara peraksian
Ar(Argon) Ar
(s)
+ HF HArF Argonhidroflourida
Senyawa ini dihasilkan oleh fotolisis dan
matriks Ar padat dan stabil pada suhu
rendah
Kr(Kripton) Kr
(s)
+ F
2

(s)
KrF
2

(s)
Kripton flourida
Reaksi ini dihasilkan dengan cara
mendinginkan Kr dan F
2
pada suhu -196
0
C
lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar
X



Xe(Xenon)
Xe
(g)
+ F
2(g)
XeF
2(s)


Xe
(g)
+ 2F
2(g)
XeF
4(s)


Xe
(g)
+ 3F
2(g)
XeF
6(s)


Xenonflourida

Xenon oksida
XeF
2
dan XeF
4
dapat
diperoleh dari pemanasan Xe dan F
2
pada
tekanan 6 atm, jika umlah peraksi F
2
lebih
besar maka akan diperoleh XeF
6

XeO
4
di


XeF
6(s)
+ 3H
2
O
(l)

XeO
3(s)
+ 6HF
(aq)
6XeF
4(s)
+
12H
2
O
(l)
2XeO
3(s)
+
4Xe
(g)
+ 3O
(2)(g)
+ 24HF
(aq)

buat dari reaksi disproporsionasi(reaksi
dimana unsur pereaksi yang sama sebagian
teroksidasi dan sebagian lagi tereduksi) yang
kompleks dari larutan XeO
3
yang bersifat
alkain

Rn(Radon)
Rn
(g)
+ F2
(g)
RnF Radon flourida

Bereaksi secara spontan
- Kegunaan Gas Mulia

Helium
Helium merupakan zat yang ringan dan tidak muadah terbakar, Helium biasa digunakan untuk
mengisi balon udara, dan helium yang tidak reaktif digunakan untuk mengganti nitrogen untuk
membuat udara buatan yang dipakai dalam penyelaman dasar laut. Helium yang berwujud cair
juga dapat digunakan sebagai zat pendingin karena memiliki titik uap yang sangat rendah.

Neon
Neon biasanya digunakan untuk mengisi lampu neon. Selain itu juga neon dapat digunakan
untuk berbagi macam hal seperti indicator tegangan tinggi, zat pendingin, penangkal petir, dan
mengisi tabung televise.

Argon
Argon dapat digunakan dalam las titanium dan stainless steel. Argon juga digunakan dalam las
dan sebagai pengisi bola lampu pijar.

Kripton
Kripton bersama argon digunakan sebagai pengisi lampu fluoresen bertekanan rendah. Krypton
juga digunakan dalam lampu kilat untuk fotografi kecepatan tinggi.

Xenon
Xenon dapat digunakan dalam pembuatan lampu untuk bakterisida (pembunuh bakteri) dan
pembuatan tabung elektron.

Radon
Radon dapat digunakan dalam terapi kanker karena bersifat radioaktif. Radon juga dapat
berperan sebagai sistem peringatan gempa, Karena bila lepengn bumi bergerak kadar radon
akan berubah sehingga bias diketahui bila adanya gempa dari perubahan kadar radon.

- Produk yang menggunakan Gas Mulia
1. Helium : campuran gas untuk penyelam, pengisi bola lampu pijar, pengisi balon udara.
2. Neon : lampu reklame, cairan pendingin pada reaktor nuklir, gas pengisi lampu ( berwarna
merah ).
3. Argon : pengisi ruang bola lampu listrik, atmosfir pengelelasan.
4. Kripton dan Xenon untuk pengisi lampu iklan yang berwarna warni.
5. Radon : terapi penyakit Radon.

B. Halogen
- Nama Unsur :
1. Fluor
2. Klor
3. Brom
4. Iodium
5. Astatin
Unsur Halogen adalah suatu unsur yang sangat reaktif dan dapat bereaksi dengan semua jenis unsur
termasuk gas mulia. Unsur Halogen merupakan unsur-unsur yang terdapat pada golongan VIIA pada
tabel unsur periodik. Yang termasuk dalam Kelompok unsur halogen antara lain yaitu: fluor (F), klor (Cl),
brom (Br), iodium (I), dan astatin (At).
Unsur halogen mempunyai elektron valensi ns
2
np
5
dan secara alamiah berbentuk molekul diatomik.
Karena itu unsur halogen cenderung untuk membentuk ion negatif bermuatan satu dan hanya
membutuhkan satu tambahan elektron untuk membentuk konfigurasi yang stabil seperti gas mulia.
- Sifat periodik

- cara pembuatan Halogen dan kegunaan
a. Hidrogen Fluorida (HF
HF dibuat dengancara mereakasikan kalsium fluoride dengan asam sulfat pekat.
CaF
2(s)
+ H
2
SO
4
-> CaSO
4(S)
+2HF
(G)

b. Hidrogen Klorida (HCl)
HCl dibuat dengan mereaksikan garan dapur dengan asam sulfat pekat yang panas.
NACl
(S)
+ H
2
SO
4
-> NaHSO
4(S)
+ HCl
(G)

c. Hidrogen Bromida (HBr)
HBr dibuat dengan mereaksikan fosfor tribomida dengan air.
PBr
2(S)
+ 3 H
2
O
(l)
-> H
3
PO
3(aq)
+ 3 HBr
(g)

d. Hidrogen iodida (HI)
HI dibuat dengan mereaksikan fosfor triiodida dengan air.
PI
3(s)
+ 3 H
2
0
(l)
-> H
3
PO
3(aq)
+ 3 HI
(g)


- Sifat Fisika Halogen

- Produk yang Mengandung Unsur Halogen
Produk-produk atau senyawa-senyawa yang mengandung unsure halogen adalah sebagai
berikut:
Fourin terdapat dalam senyawa Freon seperti CCl
2
F
2
dan plastik tahan panas yang
dikenal dengan Teflon, bentuk polimer dari C
2
F
4
.
Klorin terdapat dalam senyawa pestisida seperti DDT, aldrin, dan dieldrin. Klorin juga
terdapat dalam produk polimer seperti PVC (poli vinil klorida), yaitu bentuk polimer dari
vinil klorida (CH
2
CHCl)
n
. Klorida juga terdapat dalam produk pelarut seperti karbon
tetraklorida, CCl
4.

Bromin terdapat dalam senyawa etilen dibromida, C
2
H
4
Br
2
, sebuah komponen bensin
etil pengganti senyawaan timbale sebagai zat anti ketuk (antiknock).
Iodin terdapat dalam senyawa iodoform, CHl
3
, zat berwarna kuning dan mempunyai bau
khas yang digunakan sebagai obat anti septic untuk luka.
- Kegunaan Halogen
Fluor: pengisi pendingin AC Klorofluorokarbon (CFC), Politetra Flouretena (Teflon), campuran
minyak pelumas yang sangat stabil, Uranium heksafluorida berguna dalam proses difusi gas
untuk bahan bakar pada reaktor nuklir, zat untuk memperkuat gigi.
Clor: pengisi pendingin AC Klorofluorokarbon (CFC), garam dapur NaCl, clorin sebagai bahan
baku industri plastik serta karet sintetik, pembuatan CCl4, dan C2H5Cl. Klorin juga digunakan
untuk bahan TEL(suatu bahan aditif pada bensin), Hidro Karbon Klorida (HCl) adalah asam halida
yang digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari karat pada proses elektoplating
dan juga untuk menetralkan sifat basa pada berbagai proses.
Brom: bahan cat
Iodium: Pencegah gondok, Antiseptik, Perak iodida digunakan untuk membuat film atau kertas
fotografi.

C. Alkali
Sumber Logam Alkali Di Alam
Natrium ditemukan sebagai natrium klorida (NaCl) yang terdapat dalam air laut,
dalam entuk sendawa Chili NaNO
3
, trona (Na
2
CO
3
.2H
2
O), boraks (Na
2
B
4
O
7
.10H
2
O)
dan mirabilit (Na
2
SO
4
).
Kalium didapat sebagai mineral silvit (KCl), mineral karnalit (KCl.MgCl
2
.6H
2
O)
sendawa (KNO
3
), dan feldspar (K
2
O.Al
2
O
3
.3SiO
2
). Selain dari kalium juga terdapat
dalam air laut.
Unsur rubidiumm dan sesium dihasilkan sebagai hasil samping proses pengolahan
litium dari mineralnya.

Sifat Fisika Logam Alkali
Secara umum, logam alkali ditemukan dalam bentuk padat, kecuali sesium yang
berbentuk cair. Padatan logam alkali sangat lunak seperti sabun atau lilin sehingga dapat
diiris menggunakan pisau. Hal ini disebabkan karena logam alkali hanya memiliki satu
elektron pada kulit terluarnya. Beberapa sifat fisik logam alkali seperti yang tertera di
bawah ini.

Sifat Kimia
- Reaksi dengan Air: Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dan air adalah
gas hidrogen dan logam hidroksida. Logam hidroksida yang dihasilkan merupakan suatu
basa kuat. Makin kuat sifat logamnya basa yang dihasilkan makin kuat pula, dengan
demikian basa paling kuat yaitu dihasilkan oleh sesium. Reaksi antara logam alkali dan
air adalah sebaga berikut:
2M(s) + 2H
2
O(l) 2MOH(aq) + H
2
(g)

(M = logam alkali)
- Reaksi dengan Udara: Litium merupakan satu-satunya unsur alkali yang bereaksi dengan
nitrogen membentuk Li
3
N. Hal ini disebabkan ukuran kedua atom yang tidak berbeda
jauh dan struktur yang dihasilkanpun sangat kompak dengan energi kisi yang besar.
Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dengan oksigen yakni berupa
oksida logam. Berikut reaksi yang terjadi antara alkali dengan oksigen
4M + O
2
2L
2
O (L = logam alkali)
Kegunaan Logam Alkali dan Beberapa Senyawa Alkali
Natium merupakan salah satu logam alkali yang dimanfaatkan untuk pembuatan lampu.
Lampu ini dikenal dengan nama lampu natrium. Lampu natrium umumnya digunakan
sebagai lampu penerangan dijalan-jalan raya. Lampu natrium ditandai dengan warna
kuning cemerlang yang mampu menembusi kabut. Dibanding logam murninya, senyawa-
senyawa yang dibentuk dari logam alkali lebih banyak dimanfaatkan.

Produk-produk atau senyawa-senyawa yang mengandung unsur logam alkali berikut:
- Litium terdapat dalam senyawa Li
2
CO
3
sebagai bahan campuran dalam pengolahan
aluminium.
- Natrium terdapat dalam senyawa NaCl, Na
2
CO
3
, NaOH, Na
2
SO
4
, Na
2
SO
3
, NaNO
2
,
NaNO
3
, NaHCO
3
, dan lain-lain.
- Kalium terdapat dalam senyawa K
2
O, KOH, KCl, KNO
3
, K
2
CO
3
, dan lain-lain.
- Sesium terdapat dalam sel fotolistrik dan propelan motor roket.
- Rubidium terdapat dalam filament sel fotolistrik yang mengubah energi cahaya menjadi
energi listrik.

D. ALKALI TANAH
Produk yang Mengandung Unsur Logam Alkali Tanah
- Berilium terdapat dalam logam paduan agar lebih kuat dan ringan.
- Magnesium terdapat dalam senyawa MgO, Mg(OH)
2
, MgSO
4
, C
2
H
5
MgBr, dan lain-
lain. Magnesium juga terdapat dalam paduan logam (aliase), terutama paduan
magnesium dengan aluminium sebagai bahan konstruksi pesawat terbang dan mobil.
- Kalsium terdapat dalam senyawa kapur (CaO), Ca(OH)
2
, CaCO
3
, CaSO
4
, CaC
2
, dan
lain-lain.
- Stronsium terdapat dalam pemberi nyala api mercusuar dan pembuat cahaya merah pada
kembang api.
- Barium terdapat dalam senyawa Ba(NO
3
)
2
, BaSO
4
, dan lain-lain.
Beberapa Sifat Umum Logam Alkali Tanah
Sifat Umum Be Mg Ca Sr Ba
Nomor Atom 4 12 20 38 56
Konfigurasi Elektron [He] 2s
2
[Ne] 3s
2
[Ar] 4s
2
[Kr] 5s
2
[Xe] 6s
2

Titik Leleh 1553 923 1111 1041 987
Titik Didih 3043 1383 1713 1653 1913
Jari-jari Atom (Angstrom) 1.12 1.60 1.97 2.15 2.22
Jari-jari Ion (Angstrom) 0.31 0.65 0.99 1.13 1.35
Energi Ionisasi I (KJ mol
-1
) 900 740 590 550 500
Energi Ionisasi II (KJ mol
-1
) 1800 1450 1150 1060 970
Elektronegativitas 1.57 1.31 1.00 0.95 0.89
Potensial Elektrode (V) -1.85 -2.37 -2.87 -2.89 -2.90
M
2+
+ 2e M
Massa Jenis (g mL
-1
) 1.86 1.75 1.55 2.6 3.6
Reaksi-Reaksi Logam Alkali Tanah
Reaksi secara umum Keterangan
2M
(s)
+ O
2(g)
2MO
(s)
Reaksi selain Be dan Mg tak perlu Pemanasan
M
(s)
+ O
2(g)
MO
2 (s)
Ba mudah, Sr dengan tekanan tinggi, Be, Mg,
dan Ca, tidak terjadi
M
(s)
+ X
2(g)
MX
2 (s)
X: F, Cl, Br, dan I
M
(s)
+

S
(s)
MS
(s)

M
(s)
+ 2H
2
O
(l)
M(OH)
2

(aq)
+ H
2 (g)
Be tidak dapat, Mg perlu pemanasan
3M
(s)
+ N
2 (g)
M
3
N
2 (s)
Reaksi berlangsung pada suhu tinggi, Be tidak
dapat berlangsung
M
(s)
+ 2H
+
(aq)
M
2+
(aq)
+ H
2 (g)
Reaksi cepat berlangsung
M
(s)
+ H
2 (g)
MH
2 (s)
Perlu pemanasan, Be dan Mg tidak dapat
berlangsung

E. GOLONGAN III A (ALUMINIMUM)
Tabel sifat fisika golongan IIIA
Lambing unsur B Al Ge In Ti
Nomor atom
Jari jari atom (A
0
)
Jari jari ion (A
0
)
Titik Leleh (
0
K)
Titik Didih (
0
K)
5
0,80
-
2300
4200
13
1,25
0,45
923
2720
31
1,24
0,60
303
2510
49
1,50
0,80
429
2320
81
1,55
0,95
577
1740

Tabel diatas menunjukkan ringkasan beberapa sifat penting dari unsur-unsur golongan
IIIA. Fakta yang terpenting pada tabel diatas adalah tingginya titik leleh Boron dan titik
leleh Galium yang relatif rendah; peningkatan yang signifikan pada potensial reduksi dari
atas ke bawah dalam satu golongan; tingginya energi ionisasi dari golongan nonlogam
(boron) dan besarnya peningkatan kepadatan dari atas ke bawah dalam satu golongan.
- SIFAT KIMIA GOLONGAN IIIA (ALUMINIUM)
a. Sifat Kimia Unsur Aluminium
Sejumlah garam aluminium seperti halnya logam golongan IIIA mengkristal dalam
larutannya sebagai hidrat. Misal senyawa AlX
3
.6H
2
O (di mana X = Cl, Br, I). Aluminium
bersifat amfoter. Perhatikan reaksi berikut.

OH
-
OH
-

(Al(H O) )
3+
(a) Al(OH) (aq) (Al(OH) ) (aq)
H
3
O
+
H
3
O
+



Aluminium dapat berlaku asam atau basa dikarenakan kecenderungan yang kuat untuk
dioksidasi menjadi Al
3+
. Perhatikan reaksi berikut.
2 Al(s) + 6 H
2
O(l) 2 Al(OH)
3
(aq) + 3 H
2
(g)
Reaksi ini terjadi pada permukaan aluminium yang bersih tetapi dalam larutan asam atau
dengan kehadiran basa kuat, lapisan tipis Al(OH)3 ini larut dengan reaksi seperti berikut.
2 Al(OH)
3
(aq) + 2 OH(aq) 2 (Al(OH)
4
)(aq)
- KELIMPAHANNYA DI ALAM (aluminium)
Unsur yang terpenting pada golongan IIIA adalah aluminium. Kelimpahan aluminium
terdapat dalam berbagai senyawaan, seperti batu manikam (Al
2
O
3
), tanah liat
(Al
2
(SiO
3
)
3
), kriolit (NaF.AlF
3
), bauksit (Al
2
O
3
.2 H
2
O). Bauksit merupakan bahan
terpenting untuk memperoleh aluminium antara lain terdapat di Kepulauan Riau, dan
Pulau Bintan.
- Unsur Aluminium
Aluminium digunakan untuk membuat barang-barang keperluan rumah tangga, misal
piring, mangkok, dan sendok; untuk membuat rangka dari mobil dan pesawat terbang;
sebagai bahan cat aluminium (serbuk aluminium dengan minyak cat). Aluminium dapat
dicairkan menjadi lembaran tipis yang dipakai untuk pembungkus cokelat, rokok dan
juga sebagai kaleng minuman bersoda. Daun aluminium atau logam campuran dengan
Mg dipakai sebagai pengisi lamput Blitz, disamping gas oksigen. Selanjutnya aluminium
dipakai untuk membuat beberapa macam logam campur, diantaranya yang penting ialah
duraluminium (paduan 94% aluminium dengan Cu, Mn, Mg), yang terutama dipakai
dalam industri pesawat terbang, dan mobil.
- Proses Pembuatan
Aluminium diperoleh dari elektrolisis bauksit yang dilarutkan dalam kriolit cair. Proses
ini dikenal dengan proses Hall. Pada proses ini bauksit ditempatkan dalam tangki baja
yang dilapisi karbon dan berfungsi sebagai katode. Adapun anode berupa batang-batang
karbon yang dicelupkan dalam campuran.
F. Karbon
Karbon pada posisi paling atas mempunyai struktur kovalen raksasa dengan dua allotropi yang
sangat dikenal - intan dan grafit. Karbon sebagai intan, tentu, sangat keras - menggambarkan
kekuatan ikatan kovalen. Namun demikian, jika anda memukulnya dengan palu, intan akan
pecah. Anda memerlukan energi yang cukup untuk memecah keberadaan ikatan karbon-karbon.
Karbon merupakan unsur kimia dalam jadual berkala yang mempunyai simbol C dan nombor
atom 6. Unsur bukan logam, tetravalen yang banyak, karbon mempunyai beberapa bentuk
allotropik:
Berlian (galian terkeras diketahui).
grafit (salah satu bahan terlembut). Digunakan dalam pensil untuk menandakan kertas.
fullerene. Struktur: molekul besar setanding terbentuk sepenuhnya dari ikatan karbon tiga segi,
membentuk (spheroids) (yang paling terkenal dan mudah ialah buckminsterfullerene atau
bebola bucky).
ceraphite (permukaan teramat lembut).
lonsdaleite (herotan berlian). Struktur: menyerupai berlian, tetapi membentuk jaringan kristal
hexagonal.
karbon amorphous (bahan berkaca). Struktur: gabungan molekul karbon dalam bukan kristal,
tidak sekata, bentuk berkaca.
bentuk nano karbon (carbon nanofoam) (jaringan amat ringan bermegnet).
tiub nano karbon (tiub halus). Struktur: setiap karbon terikat tiga segi dalam helaian melengkung
yang membentuk silinder berlubang.
Kabon berkaca - (Glassy carbon) merupakan isotropik dan sebahagian besar mengandungi liang
poros.
Karbon terdapat dalam kesemua kehidupan karbon dan merupakan asas kimia organik. Bahan
bukan logam juga mempunyai ciri kimia menarik yaitu mampu mengikat sesama sendiri dan
banyak unsur lain, membentuk hampir 10 juta sebatian yang diketahui. Apabila bergabung
dengan oksigen ia membentuk karbon dioksida yang amat penting bagi pertumbuhan pokok.
Apabila bergabung dengan hidrogen, ia membentuk pelbagai sebatian dikenali sebagai
hidrokarbon yang amat penting bagi pengilangan sebagai bahan api fosil. Apabila bergabung
dengan oksigen dan hidrogen ia mampu membentuk kebanyakan kumpulan sebatian termasuk
asid lemak, yang penting kepada kehidupan, dan ester, yang memberikan perisa kepada
kebanyakan buah-buahan. Isotop karbon-14 biasa digunakan dalam penentuan tarikh radioaktif.
Karbon merupakan unsur mengagumkan untuk banyak sebab. Bentuk lainnya termasuk salah
satu bahan yang paling lembut (grafit) dan yang paling keras (berlian) diketahui manusia.
Tambahan lagi, ia mempunyai kecenderungan bagi ikatan kimia dengan atom kecil lain,
termasuk atom karbon lain, dan saiz kecilnya membolehkan ia membentuk pelbagai ikatan.

Sifat-sifat fisika karbon
Titik leleh (C) : 3500
Titik didih (C) : 3930
Distribusi elektron : 2,4
Energi ionisasi (eV/atm : 11,3
atau kJ/mol) : 1090
Jari-jari kovalen () : 0,77
Jari-jari ion (): 0,15
Keelektronegatifan : 2,5
Titik leleh dan titik didih yang sangat tinggi dari karbon membuatnya berbeda sekali dengan
nonlogam lainnya. Atom karbon sangat kecil dibandingkan dengan atom-atom lainnya. Jari-jari
ion karbon yang dihitung dalam kristalnya bahkan lebih kecil, karena atom-atomnya berada
dalam keadaan oksidasi positif. Karena rapatan muatan yang sangat tinggi, ion-ion karbon tidak
terdapat sebagai partikel berdiri sendiri dalam senyawaan, tetapi tertahan dengan ikatan
kovalen.

Sifat-sifat kimia karbon
Karbon adalah unsure sangat tidak reaktif. Kalaupun bereaksi, tidak ada kecenderungan atom-
atom karbon kehilangan electron-elektron terluar. Namun demikian, atom-atom karbon
biasanya bereaksi dengan persekutuan electron membentuk ikatan kovalen. Reaksi-reaksi yang
terjadi antara karbon dengan unsure lain adalah sebagai berikut :
a. Reaksi dengan Halogen
Karbon bereaksi langsung dengan fluorin, sedangkan dengan unsure halogen lainnya bereaksi
secara tidak langsung. Contoh reaksi : C + 2F2 CF4 (reaksi langsung) CF4 + Cl2 CH3Cl + HCl (reaksi
tidak langsung)
a. Reaksi dengan Oksigen
Jika dipanaskan dalam udara, maka unsure-unsur karbon bereaksi dengan oksigen (reaksi
pembakaran) yang bersifat eksotermik membentuk oksida CO2. Oksida CO2 bersifat asam dan
bereaksi dengan air menghasilkan larutan asam lemah sekali. Reaksi : CO2 + H2O H2CO3 (asam
karbonat)

Senyawa Karbon
Unsur karbon di alam terdapat di dalam kerak bumi dalam bentuk unsure bebas dan senyawa.
Senyawaan alamiah karbon yang utama adalah zat-zat organic, misalnya senyawaan organic
dalam jaringan tubuh makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan. Selain itu, dalam bahan
yang berasal dari benda hidup seperti arang dan minyak bumi. Juga terdapat dalam senyawa
organic komersial, misalnya senyawa asam asetat (CH3COOH) dan freon (CFC). Senyawaan
karbon lainnya adalah senyawaan karbon anorganik, yaitu senyawa karbondioksida dan batuan
karbonat yang dikenal sebagai mineral seperti karbonat dari unsur IIA (MgCO3, SrCO3, dan
BaCO3). Juga kebanyakan terdapat dalam senyawa karbonat dan bikarbonat, misalnya senyawa
natrium karbonat (Na2CO3) dan natrium bikarbonat (NaHCO3).

Kegunaan Karbon
a. Unsur Karbon
Grafit, baik yang alamiah maupun sintetik, mempunyai banyak kegunaan. Kegunaannya itu di
antaranya sebagai berikut : - Sebagai bahan hitam dalam pensil biasa - Pigmen dalam cat hitam -
Bahan pembuatan krus (mangkok untuk bahan kimia) Elektode untuk penggunaan pada suhu
yang sangat tinggi Pelumas kering Jika serbuk grafit didispersikan dengan minyak, akan
dihasilkan pelumas cair.
Intan, terutama yang bernoda dan kecil-kecil, digunakan dalam industri untuk membuat bubuk
penggosok yang paling keras untuk roda pengasah, ujung mata bor dan gigi gergaji.
Dampak negative unsure karbon adalah mudah terbakar serta beracun bila terhisap dalam
bentuk debu atau serbuk halus.
b. Senyawa Karbon
Gas CO2 dalam air akan membentuk senyawa H2CO3. Asam karbonat, H2CO3, bila ditambahkan
ke dalam minuman (minuman berkarbonasi), akan memberikan rasa tajam yang menyegarkan.
Asam karbonat, H2CO3, merupakan bahan baku untuk pembuatan garam-garam karbonat.
CO2 dalam udara berfungsi untuk menjaga suhu permukaan bumi pada malam hari agar tidak
terlalu dingin. CO2 dalam udara dapat menyerap sinar infra merah (sinar yang mengandung
energi panas) dari sinar matahari yang dipantulkan bumi. Pada malam hari CO2 melepaskan
infra merah tersebut ke permukaan bumi yang dingin sehingga permukaan bumi menjadi
hangat.
Adapun senyawa karbon mempunyai dampak negative sebagai berikut : - Karbon disulfida, CS2,
beracun bila terserap kulit serta mudah terbakar dan meledak, terutama bila mengalami
gesekan Karbon tetraklorida, CCl4, beracun bila tertelan, terhisap, dan terserap kulit. Selain itu
pemicu terjadinya kanker - Sifat CO2 yang dapat menyerap sinar infra merah lalu
memantulkannya kembali ke permukaan bumi disebut efek rumah kaca (green house effect).
Akan tetapi, bila kadar CO2 terlalu besar di udara dapat mengakibatkan suhu permukaan bumi
bertambah panas sehingga terjadi pemanasan global (pemanasan yang merata di permukaan
bumi). Akibat dari pemanasan global di permukaan bumi tersebut, es di kutub akan mencair dan
dapat menimbulkan banjir di kota-kota pantai seluruh dunia.
G. Silikon
Silikon terdapat di matahari dan bintang-bintang dan merupakan komponen utama satu
kelas bahan meteor yang dikenal sebagai aerolites. Ia juga merupakan komponen tektites, gelas
alami yang tidak diketahui asalnya.

Silikon membentuk 25.7% kerak bumi dalam jumlah berat, dan merupakan unsur terbanyak
kedua, setelah oksigen. Silikon tidak ditemukan bebas di alam, tetapi muncul sebagian besar
sebagai oksida dan sebagai silikat. Pasir, quartz, batu kristal, amethyst, agate, flint, jasper dan
opal adalah beberapa macam bentuk silikon oksida. Granit, hornblende, asbestos, feldspar,
tanah liat, mica, dsb merupakan contoh beberapa mineral silikat.

Silikon dipersiapkan secara komersil dengan memanaskan silika dan karbon di dalam tungku
pemanas listrik, dengan menggunakan elektroda karbon. Beberapa metoda lainnya dapat
digunakan untuk mempersiapkan unsur ini. Amorphous silikon dapat dipersiapkan sebagai
bubuk cokelat yang dapat dicairkan atau diuapkan. Proses Czochralski biasanya digunakan untuk
memproduksi kristal-kristal silikon yang digunakan untuk peralatan semikonduktor. Silikon super
murni dapat dipersiapkan dengan cara dekomposisi termal triklorosilan ultra murni dalam
atmosfir hidrogen dan dengan proses vacuum float zone.

Kegunaan
Silikon adalah salah satu unsur yang berguna bagi manusia. Dalam bentuknya sebagai pasir dan
tanah liat, dapat digunakan untuk membuat bahan bangunana seperti batu bata. Ia juga
berguna sebagai bahan tungku pemanas dan dalam bentuk silikat ia digunakan untuk membuat
enamels (tambalan gigi), pot-pot tanah liat, dsb. Silika sebagai pasir merupakan bahan utama
gelas Gelas dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk dan digunakan sebagai wadah, jendela,
insulator, dan aplikasi-aplikasi lainnya. Silikon tetraklorida dapat digunakan sebagai gelas iridize.

Silikon super murni dapat didoping dengan boron, gallium, fosfor dan arsenik untuk
memproduksi silikon yang digunakan untuk transistor, sel-sel solar, penyulingan, dan alat-alat
solid-state lainnya, yang digunakan secara ekstensif dalam barang-barang elektronik dan industri
antariksa.

Hydrogenated amorphous silicone memiliki potensial untuk memproduksi sel-sel murah untuk
mengkonversi energi solar ke energi listrik.

Silikon sangat penting untuk tanaman dan kehidupan binatang. Diatoms dalam air tawar dan air
laut mengekstrasi silika dari air untuk membentuk dinding-dinding sel. Silika ada dalam abu hasil
pembakaran tanaman dan tulang belulang manusia. Silikon bahan penting pembuatan baja dan
silikon karbida digunakan dalam alat laser untuk memproduksi cahaya koheren dengan panjang
gelombang 4560 A.

Sifat-sifat
Silikon kristalin memiliki tampatk kelogaman dan bewarna abu-abu. Silikon merupakan unsur
yang tidak reaktif secara kimia (inert), tetapi dapat terserang oleh halogen dan alkali.
Kebanyakan asam, kecuali hidrofluorik tidak memiliki pengaruh pada silikon.Unsur silikon
mentransmisi lebih dari 95% gelombang cahaya infra merah, dari 1,3 sampai 6 mikrometer.

Penanganan
Banyak yang bekerja di tempat-tempat dimana debu-debu silikon terhirup sering mengalami
gangguan penyakit paru-paru dengan nama silikolisis
H. Belerang
Sifat Fisika Belerang
Sulfur atau belerang memiliki sifat fisika yaitu:
Simbol : S
Nomor atom : 16
Ar : 32,06 gr/mol
Keelektronegatifan : 2.58
Wujud : padatan
Warna : kuning
Titik leleh
Rombik : 112,8
0
C
Monoklin : 119
0
C
Titik didih : 444,7
0
C
Densitas (pada suhu 20
0
C)
Rombik : 2,03
Monoklin : 1,96
Bilangan oksidasi : -2, +4, +6
Konfigurasi elektron : [Ne] 3s
2
3p
4

Sulfur terdapat secara luas di alam sebagai unsur, sebagai H
2
S dan SO
2
, dalam bijih sulfida
logam dan sebagai sufat seperti gipss dan anhidrit (CaSO
4
), magnesium sulfat dan sebagainya.
Sulfur diperoleh dlam skala besar dari gas hidrokarbon alamiah seperti yang ada di Alberta dan
kanada yang terdapat sampai 30% H
2
S. ini dapat dihilangkan melalui interaksi dengan SO
2
, yang
diperoleh dari pembakaran sulfur dalam udara (Cotton.2007: 363).
Kegunaan
Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam
dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan
pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang
sangat penting.
Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan
alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik.
Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan
mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.
Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer,
sebagai pencemar udara.
I. Krom
Bijih utama khrom adalah khromit, yang ditemukan di Zimbabwe, Rusia, Selandia Baru, Turki, Iran,
Albania, Finlandia, Republik Demokrasi Madagaskar, dan Filipina. Logam ini biasanya dihasilkan
dengan mereduksi khrom oksida dengan aluminum.
Kegunaan
Khrom digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan karat dan membentuk banyak
alloy (logam campuran) yang berguna. Kebanyakan digunakan dalam proses pelapisan logam untuk
menghasilkan permukaan logam yang keras dan indah dan juga dapat mencegah korosi. Khrom
memberikan warna hijau emerald pada kaca. Khrom juga luas digunakan sebagai katalis.
Industri refraktori menggunakan khromit untuk membentuk batu bata, karena khromit memiliki
titik cair yang tinggi, pemuaian yang relatif rendah dan kstabilan struktur kristal.
Senyawa
Senyawa komponen khrom berwarna. Kebanyakan senyawa khromat yang penting adalah
natrium dan kalium, dikromat, dan garam dan ammonium dari campuran aluminum dengan
khrom . Dikhromat bersifat sebagai zat oksidator dalam analisis kuantitatif, juga dalam proses
pemucatan kulit.
Senyawa lainnya banyak digunakan di industri; timbal khromat berwarna kuning khrom,
merupakan pigmen yang sangat berharga. Senyawa khrom digunakan dalam industri tekstil
sebagai mordan atau penguat warna. Dalam industri penerbangan dan lainnya,senyawa khrom
berguna untuk melapisi aluminum.
Penanganan
Senyawa Khrom beracun dan harus ditangani dengan peralatan keselamatan kerja yang layak.
Keterangan Unsur:
o Simbol: Cr
o Radius Atom: 1.3
o Volume Atom: 7.23 cm
3
/mol
o Massa Atom: 51.996
o Titik Didih: 2945 K
o Radius Kovalensi: 1.18
o Struktur Kristal: bcc
o Massa Jenis: 7.19 g/cm
3

o Konduktivitas Listrik: 7.9 x 10
6
ohm
-1
cm
-1

o Elektronegativitas: 1.66
o Konfigurasi Elektron: [Ar]3d5 4s1
o Formasi Entalpi: 20 kJ/mol
o Konduktivitas Panas: 93.7 Wm
-1
K
-1

o Potensial Ionisasi: 6.766 V
o Titik Lebur: 2130 K
o Bilangan Oksidasi: 6,3,2
o Kapasitas Panas: 0.449 Jg
-1
K
-1

o Entalpi Penguapan: 339.5 kJ/mol
J. Tembaga
Sifat-sifat
Tembaga memiliki warna kemerah-merahan. Unsur ini sangat mudah dibentuk, lunak, dan
merupakan konduktor yang bagus untuk aliran elektron (kedua setelah perak dalam hal ini).

Sumber-sumber
Tembaga kadang-kadang ditemukan secara alami, seperti yang ditemukan dalam mineral-
mineral seperti cuprite, malachite, azurite, chalcopyrite, dan bornite. Deposit bijih tembaga
yang banyak ditemukan di AS, Chile, Zambia, Zaire, Peru, dan Kanada. Bijih-bijih tembaga yang
penting adalah sulfida, oxida-oxidanya, dan karbonat. Dari mereka, tembaga diambil dengan
cara smelting, leaching, dan elektrolisis.

Kegunaan
Industri elektrik merupakan konsumen terbesar unsur ini. Campuran logam besi yang
memakai tembaga seperti brass dan perunggu sangat penting. Semua koin-koin di Amerika
dan logam-logam senjata mengandung tembaga. Tembaga memiliki kegunaan yang luas
sebagai racun pertanian dan sebagai algisida dalam pemurnian air. Senyawa-senyawa
tembaga seperti solusi Fehling banyak digunakan di bidang kimia analitik untuk tes gula.

Ketersediaan
Tembaga murni (99.999+ %) tersedia secara komersil.
1. Seng
Logam seng telah diproduksi dalam abat ke-13 di Indina dengan mereduksi calamine dengan
bahan-bahan organik seperti kapas. Logam ini ditemukan kembali di Eropa oleh Marggraf di tahun
1746, yang menunjukkan bahwa unsur ini dapat dibuat dengan cara mereduksi calamine dengan
arang.
Sumber
Bijih-bijih seng yang utama adalah sphalerita (sulfida), smithsonite (karbonat), calamine
(silikat) dan franklinite (zine, manganese, besi oksida). Satu metoda dalam mengambil unsur
ini dari bijihnya adalah dengan cara memanggang bijih seng untuk membentuk oksida dan
mereduksi oksidanya dengan arang atau karbon yang dilanjutkan dengan proses distilasi.
Isotop
Seng alami mengandung 5 isotop. Ada 16 isotop seng lainnya yang labil.
Sifat-sifat
Seng memiliki warna putih kebiruan. Logam ini rapuh pada suhu biasa tetapi mudah dibentuk
pada 100-150 derajat Celcius. Ia dapat mengalirkan listrik walau tidak seefektif tembaga dan
terbakar di udara pada suhu tinggi merah menyala dengan evolusi awan putih oksida.
Unsur ini juga menunjukkan sifat yang sangat mudah dibentuk (superplasticity). Seng maupun
zirkonium tidak memiliki sifat magnet. Tetapi ZrZn
2
menunjukkan sifat kemagnetan pada suhu
dibawah 35 derajat Kelvin. Senyawa ini memiliki sifat-sifat kelistrikan, panas, optik dan solid-
state yang unik tetapi belum sepenuhnya dimengerti.
Kegunaan
Logam ini digunakan untuk membentuk berbagai campuran logam dengan metal lain.
Kuningan, perak nikel, perunggu, perak Jerman, solder lunak dan solder aluminium adalah
beberapa contoh campuran logam tersebut. Seng dalam jumlah besar digunakan untuk
membuat cetakan dalam industri otomotif, listrik, dan peralatan lain semacamnya. Campuran
logam Prestal, yang mengandung 78% seng dan 22% aluminium dilaporkan sekuat baja tapi
sangat mudah dibentuk seperti plastik. Prestal sangat mudah dibentuk dengan cetakan murah
dari keramik atau semen. Seng juga digunakan secara luas untuk menyepuh logam-logam lain
dengan listrik seperti besi untuk menghindari karatan. Seng oksida banyak digunakan dalam
pabrik cat, karet, kosmetik, farmasi, alas lantai, plastik, tinta, sabun, baterai, tekstil, alat-alat
listrik dan produk-produk lainnya. Lithopone, campuran seng sulfida dan barium sulfat
merupakan pigmen yang penting. Seng sulfida digunakan dalam membuat tombol bercahaya,
sinar X, kaca-kaca TV, dan bola-bola lampu fluorescent. Klorida dan kromat unsur ini juga
merupakan senyawa yang banyak gunanya. Seng juga merupakan unsur penting dalam
pertumbuhan manusia dan binatang. Banyak tes menunjukkan bahwa binatang memerlukan
50% makanan tambahan untuk mencapai berat yang sama dibanding binatang yang
disuplemen dengan zat seng yang cukup.
Penanganan
Seng tidak dianggap beracun, tetapi jika senyawa ZnO yang baru dibentuk terhirup, penyakit
yang disebut oxide shakes atau zinc chills kadang-kadang bisa muncul. Perlu ventilasi yang
cukup untuk ruangan yang menyimpan seng oksida untuk menghindari konsentrasi yang lebih
dari 5 gram/m
3
(dirata-ratakan berdasarkan berat untuk 8 jam pengeksposan, 40 jam per
minggu).
K. Besi
Sumber
Besi merupakan unsur yang ditemukan berlimpah di alam. Juga ditemukan di matahari dan
bintang lainnya dalam jumlah yang seadanya. Inti atomnya sangat stabil. Besi adalah unsur
dasar dari meteorit jenis siderite dan sangat sedikit terdapat dalam 2 jenis meteorit lainnya.
Inti bumi dengan radius 2150 mil, terdiri dari besi dengan 10 persen hidrogen teroklusi. Besi
merupakan unsur keempat yang berlimpah ditemukan di kerak bumi.
Bijih besi yang umum adalah hematit, yang sering terlihat sebagai pasir hitam sepanjang
pantai dan muara aliran.
Isotop
Besi merupakan campuran dari 4 isotop. Ada pula sepuluh isotop lainnya yang tidak stabil.
Kegunaan
Besi adalah penyusun utama kelangsungan makhluk hidup dan bekerja sebagai pembawa
oksigen dalam hemoglobin.
Sifat-sifat
Logam murni besi sangat reaktif secara kimiawi dan mudah terkorosi, khususnya di udara
yang lembab atau ketika terdapat peningkatan suhu. Memiliki 4 bentuk allotroik ferit, yakni
alfa, beta, gamma dan omega dengan suhu transisi 700, 928, dan 1530
o
C. Bentuk alfa bersifat
magnetik, tapi ketika berubah menjadi beta, sifat magnetnya menghilang meski pola
geometris molekul tidak berubah. Hubungan antara bentuk-bentuk ini sangat aneh. Besi pig
adalah alloy dengan 3% karbon dan sedikit tambahan sulfur, silikon, mangan dan fosfor.
Besi bersifat keras, rapuh, dan umumnya mudah dicampur, dan digunakan untuk
menghasilkan alloy lainnya, termasuk baja. Besi tempa yang mengandung kurang dari 0.1%
karbon, sangat kuat, dapat dibentuk, tidak mudah campur dan biasanya memiliki struktur
berserat.
Baja karbon adalah alloy besi dengan sedikit Mn, S, P, dan Si. Alloy baja adalah baja karbon
dnegan tambahan seperti nikel, khrom, vanadium dan lain-lain. Besi relatif murah, mudah
didapat, sangat berguna dan merupakan logam yang sangat penting.
Keterangan Unsur:
o Simbol: Fe
o Radius Atom: 1.26
o Volume Atom: 7.1 cm
3
/mol
o Massa Atom: 55.847
o Titik Didih: 3023 K
o Radius Kovalensi: 1.17
o Struktur Kristal: bcc
o Massa Jenis: 7.674 g/cm
3

o Konduktivitas Listrik: 11.2 x 10
6
ohm
-1
cm
-1

o Elektronegativitas: 1.83
o Konfigurasi Elektron: [Ar]3d6 4s2
o Formasi Entalpi: 13.8 kJ/mol
o Konduktivitas Panas: 80.2 Wm
-1
K
-1

o Potensial Ionisasi: 7.87 V
o Titik Lebur: 1808 K
o Bilangan Oksidasi: 2,3
o Kapasitas Panas: 0.449 Jg
-1
K
-1

o Entalpi Penguapan: 349.5 kJ/mol
L. Oksigen
Sumber
Oksigen adalah unsur ketiga terbanyak yang ditemukan berlimpah di matahari, dan
memainkan peranan dalam siklus karbon-nitrogen, yahkni proses yang diduga menjadi
sumber energi di matahari dan bintang-bintang. Oksigen dalam kondisi tereksitasi
memberikan warna merah terang dan kuning-hijau pada Aurora Borealis.
Oksigen merupakan unsur gas, menyusun 21% volume atmosfer dan diperoleh dengan
pencairan dan penyulingan bertingkat. Atmosfer Mars mengandung oksigen sekitar 0.15%.
dalam bentuk unsur dan senyawa, oksigen mencapai kandungan 49.2% berat pada lapisan
kerak bumi. Sekitar dua pertiga tubuh manusia dan sembilan persepuluh air adalah oksigen.
Di laboratorium, oksigen bisa dibuat dengan elektrolisis air atau dengan memanaskan KClO
3

dengan MnO
2
sebagai katalis.
Sifat-sifat
Oksigen tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Dalam bentuk cair dan padat, oksigen
berwarna biru pucat dan merupakan paramagnetik yang kuat.
Bentuk lain
Ozon (O
3
). Merupakan senyawa yang sangat aktif, dihasilkan dari pelepasan muatan elektris
(kilat) atau penyinaran sinar Ultraviolet terhadap oksigen.
Keberadaan ozon di atmosfer (dengan jumlah yang sebanding dengan ketebalan lapisan 3 mm
dengan kondisi tekanan dan suhu yang luar biasa) mencegah sinar Ultraviolet yang berbahaya dari
matahari sebelum mencapai permukaan. Pencemaran udara di atmosfer dapat merusak lapisan
ozon ini. Ozon bersifat racun dan tidak boleh terpapar dengan ozon melebihi kadar 0.2 mg/m# (8
jam kerja rata-rata-40 jam per minggu). Ozon yang masih pekat memiliki warna hitam kebiru-
biruan dan ozon padat berwarna hitam ungu.
Senyawa
Oksigen, yang sangat reaktif, adalah komponen ratusan ribu senyawa organik dan dapat
bergabung dengan kebanyakan unsur.
Kegunaan
Tanaman dan hewan sangat tergantung pada oksigen untuk bernafas. Rumah sakit sering
menulis resep oksigen untuk pasien dengan penyakit pernafasan ringan.
Isotop
Oksigen memiliki 9 isotop. Oksigen alami adalah campuran dari 3 isotop
Oksigen berbobot aatom 18 yang terdapat di alam bersifat stabil dan tersedia untuk
keperluan komersial, seperti dalam air (H
2
O dengan kandungan isotop 18 sebanyak 15%).
Konsumsi oksigen komersial di Amerika Serikat diperkirakan mencapai 20 juta ton per tahun
dan diperkirakan akan terus meningkat.
Penggunaan oksigen pada tungku peleburan baja merupakan penggunaan tertinggi. Jumlah
yang banyak juga diperlukan pada proses pembuatan gas ammonia, metanol, etilen oksida
dan pengelasan oksi-asetilen.
Pemisahan udara (destilasi) menghasilkan gas dengan kemurnian 99%, sedangkan elektrolisis
hanya 1%
Keterangan Unsur:
o Simbol: O
o Radius Atom: 0.65
o Volume Atom: 14 cm
3
/mol
o Massa Atom: 15.9994
o Titik Didih: 90.168 K
o Radius Kovalensi: 0.73
o Struktur Kristal: Kubus
o Massa Jenis: 1.429 g/cm
3

o Konduktivitas Listrik: x 10
6
ohm
-1
cm
-1

o Elektronegativitas: 3.44
o Konfigurasi Elektron: [He]2s2p4
o Formasi Entalpi: 0.222 kJ/mol
o Konduktivitas Panas: 0.2674 Wm
-1
K
-1

o Potensial Ionisasi: 13.618 V
o Titik Lebur: 54.8 K
o Bilangan Oksidasi: -2
o Kapasitas Panas: 0.92 Jg
-1
K
-1

o Entalpi Penguapan: 3.4109 kJ/mol